Tag: pasutri

  • 4 Variasi Seks yang Bikin Pasutri ‘Nagih’ ke Ronde Dua

    Jakarta

    Seks yang sensual serta lembut dianggap lebih baik bagi sebagian orang, namun sebetulnya posisi seks romantis yang dipadukan dengan sedikit sentuhan berbeda bisa membuat sesi bercinta lebih menyenangkan.

    Posisi seks yang dilakukan dengan benar dapat meningkatkan peluang mencapai orgasme. Berikut beberapa posisi seks romantis yang dapat meningkatkan gairaj seks.

    1. The Chair

    Posisi ini dilakukan dengan pria duduk di kursi dan pasangan wanita di atasnya dalam posisi terbalik. Cara ini dapat membuat pasangan mencondongkan tubuh ke arah punggung dan mencium area punggung dengan sangat romantis.


    2. The Lotus

    Melibatkan keduanya dalam posisi saling berhadapan dan salah satu pasangan duduk bersila di pangkuannya, membuat mata dapat saling menatap dengan romantis. Selain itu saling berpelukan juga dapat menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan.

    BACA JUGA

    3. Missionary

    Missionary selalu menjadi posisi yang spesial. Dengan pasangan di atas menembus secara seksual, menjadi lebih intim dan sangat romantis karena dapat saling berciuman serta saling menatap mata yang membuatnya lebih romantis.

    4. Spooning

    Pada posisi ini pasangan dapat melakukan spooning dari belakang sehingga penetrasi dimungkinkan terjadi. Selain itu pasangan dapat menjangkau dan merangsang dari belakang begitupun sebaliknya.

    Memudahkan akses ke titik kesenangan untuk satu sama lain, serta memberikan energi yang sangat aman, nyaman, dan terjamin bagi keduanya.

    (Nala Andrianingsih/ath)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Ronde Sih ‘Normalnya’ Pasutri Bercinta dalam Semalam?

    Jakarta

    Seiring bertambahnya usia, jumlah ronde bercinta biasanya akan berkurang. Umumnya, pria berusia 20 tahun dapat melakukan lebih banyak sesi bercinta daripada pria berusia 40 tahun. Namun, yang jadi pertanyaan, adakah frekuensi normal bercinta yang bisa dilakukan dalam semalam?

    Menurut para ahli, pria berusia 50-an mulai mengalami masalah performa seksual yang mempengaruhi performa mereka. Tetapi ini tidak berarti bahwa orang berusia 20-an sudah pasti melakukan tiga, empat, atau lima ronde. Hal ini bergantung pada kesehatan setiap orang.

    Pria dengan kesehatan yang buruk dan riwayat penyakit seperti obesitas serta kolesterol dapat mengalami penurunan kadar testosteron dan berpengaruh pada aktivitas seksual. Kemudian, masalah jantung juga sering kali memicu menurunnya kadar testosteron.


    Akan tetapi, di luar konteks masalah kesehatan yang bisa menurunkan performa saat di ranjang, idealnya frekuensi bercinta pasangan melakukan seks dilihat dari usia berikut:

    Usia 18-35 tahun

    Dikutip dari Eyesmag, jika melakukan sesi bercinta antara 15-40 menit sebelum ejakulasi, jumlah ronde yang bisa dilakukan adalah dua hingga enam per malam.

    Usia 35-70 tahun ke atas

    Pasangan umumnya bisa lakukan satu sampai empat putaran per malam. Namun, dengan catatan, gaya hidup, kesehatan, dan kebiasaan makan memainkan peran besar di usia ini.

    Jika memiliki kesehatan dan gaya hidup yang baik, durasi seks dapat dilakukan hingga 40 menit sebelum ejakulasi.

    (Faesal Mubarok/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Nggak Perlu Semalaman, Peneliti Ungkap Durasi Ideal Bercinta buat Pasutri

    Jakarta

    Durasi dalam seks memiliki variasi yang berbeda-beda. Hal ini tentu berkaitan dengan preferensi kepuasan seksual setiap pasangan dalam bercinta. Akan tetapi, peneliti telah menemukan durasi ideal dan yang terlalu lama saat melakukan aktivitas seksual.

    Menurut survei Society for Sex Therapy and Research, durasi normal seks vaginal biasanya berlangsung 3 hingga 7 menit. Pada kondisi lain, ketika seks berlangsung berlangsung hanya 1 hingga 2 menit dikategorikan sebagai yang “terlalu singkat”.

    Kemudian, seks vaginal yang berlangsung 10 hingga 30 menit dianggap ‘terlalu lama’.


    Bagi pasangan yang merasa kesulitan mempertahankan durasi saat seks, peneliti telah menemukan ‘taktik’ untuk mengoptimalkan seks agar lebih lama. Berikut cara menambah durasi seks menurut penelitian dari National Library of Medicine.

    1. Teknik Memeras

    Mulailah aktivitas seksual hingga merasa hampir siap untuk ejakulasi. Kemudian, mintalah pasangan untuk meremas ujung penis, pada titik di mana kepala (kelenjar) bergabung dengan batangnya. Tahan pemerasan selama beberapa detik. Dorongan untuk ejakulasi akan mundur. Teknik ini dapat dilakukan beberapa kali dalam satu sesi.

    2. Metode Stop-Start

    Metode stop-start dapat dilatih dengan pasangan atau saat melakukan masturbasi. Saat melakukan masturbasi dan merasa akan segera ‘datang’, berhentilah sampai keinginan untuk ejakulasi berlalu. Kemudian lanjutkan merangsang diri sendiri. Teknik ini seiring waktu akan mampu memperpanjang hubungan seksual.

    3. Latihan Dasar Panggul

    Latihan dasar panggul (Kegels) membantu memperkuat otot-otot dasar panggul yang mengontrol ejakulasi. Untuk mengidentifikasi otot dasar panggul, hentikan buang air kecil di tengah jalan. Untuk berlatih teknik ini, kencangkan otot dasar panggul, tahan kontraksi selama tiga detik, lalu kendurkan selama tiga detik dan ulangi.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Wajib Coba, 3 Latihan Fisik Ini Bantu Kualitas Bercinta Makin ‘Jos’

    Jakarta

    Kelelahan saat bercinta dapat membuat kualitas seks berkurang. Hal ini juga terkait kesehatan kardio yang buruk dapat membuat seseorang terengah-engah saat berhubungan intim.

    Menurut penelitian, berolahraga secara teratur dapat meningkatkan performa seksual. Penelitian juga membuktikan pria yang lebih sering berolahraga cenderung tidak mangalami disfungsi seksual. Beberapa latihan fisik ini dapat dilakukan untuk kesehatan dan kinerja seksual.

    Jaga Kesehatan Jantung

    Menurut American Heart Association, aktivitas rutin dengan meningkatkan kemampuan dan daya tahan tubuh setiap hari dapat menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan. Ini dikombinasikan dengan diet sehat yang dapat bantu mengontrol berat badan.


    Sebuah studi yang melibatkan hampir 400 pria menunjukkan bahwa latihan aerobik efektif dalam mengobati disfungsi ereksi.

    Mayo Clinic merekomendasikan untuk memulai dengan perlahan, seperti dengan rutinitas jalan kaki yang teratur, berolahraga dengan kecepatan tinggi, atau jogging. Pilih aktivitas yang disukai sehingga dapat dilakukan secara teratur.

    Latihan Keseimbangan

    Latihan keseimbangan bisa dilakukan dengan mendaki gunung. Aktivitas ini mengaktifkan banyak kelompok otot yang digunakan saat berhubungan seks, termasuk otot inti, bahu, dan lengan, serta keseimbangan dan koordinasi. Latihan lain yang bisa diambil adalah dengan push-up.

    Selain itu, side lunges adalah cara lain yang baik untuk meningkatkan keseimbangan dan koordinasi. Pertahankan lutut kiri tepat di atas kaki. Dorong dan angkat tubuh untuk berdiri, angkat kaki kiri dari tanah dan seimbangkan kaki kanan sejenak sebelum kembali ke posisi lunge. Pastikan untuk melakukan kedua sisi.

    Latihan Dasar Panggul

    Latihan ini dapat membantu memperkuat otot dasar panggul baik pada pria maupun wanita. Selain efeknya pada fungsi saluran kemih dan usus besar, latihan dasar panggul juga memiliki manfaat tambahan untuk aktivitas dan fungsi seksual.

    Berbaringlah di lantai dengan lutut ditekuk dan kaki datar di lantai. Perlahan angkat panggul dari lantai sehingga tubuh membentuk garis lurus dari bahu hingga lutut. Tahan posisi ini selama beberapa detik, kemudian turunkan panggul secara perlahan ke lantai. Ulangi gerakan ini 10-15 kali.

    (Faesal Mubarok/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kabar Baik buat Pasutri, Rutin Bercinta Ternyata Bisa Bikin Panjang Umur


    Jakarta

    Semakin banyak orang yang tertarik pada korelasi antara gaya hidup dan umur panjang. Hal ini juga yang membuat banyak peneliti menyelidiki bagaimana berhubungan intim yang lebih lama juga memiliki hubungan dengan prospek hidup seseorang.

    Dalam konteks kualitas hidup, dan menjaga kualitas otak tetap tajam, ternyata berhubungan intim secara rutin membantu individu mengendalikan hidup mereka dengan lebih baik dan merasa tetap sehat meskipun usia bertambah.

    Peneliti melakukan studi longitudinal tentang hubungan antara aktivitas seksual dan kognisi pada orang berusia 50-89 tahun. Hasilnya, menemukan hubungan yang signifikan antara keduanya, khususnya dalam tugas-tugas seperti mengingat dan mengurutkan nomor.


    Tingkat stres yang tinggi dapat berkontribusi menurunkan tingkat kognitif pada orang dewasa. Stres kronis dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental dan fisik seperti tekanan darah tinggi, masalah tidur dan depresi.

    Aktivitas seksual membantu mengurangi kadar hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Bukan hanya itu, bercinta juga merangsang produksi endorfin, yang secara alami dapat meningkatkan mood.

    Memang, berhubungan intim memiliki signifikansi dalam prospek hidup seseorang. Peneliti juga menemukan wanita yang rutin melakukan hubungan intim seringkali memiliki risiko kanker payudara yang lebih kecil daripada mereka yang tidak melakukannya.

    (Faesal Mubarok/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Polusi Bikin Susah Napas Saat Bercinta? Ini Trik Mengakalinya


    Jakarta

    Gairah seksual bisa menurun akibat banyak hal. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh faktor stres, kelelahan, penyakit, hingga makanan yang tidak sehat. Ternyata, dampak polusi udara yang terjadi akhir-akhir ini bisa menurunkan gairah seks pada pria.

    Pada beberapa kasus, paparan polusi udara yang berlebihan menyebabkan seseorang mengalami gangguan pernapasan yakni asma, kanker paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan. Maka dari itu, banyak pengidap gangguan pernapasan yang mencari segala cara untuk menghidupkan kembali aktivitas seksualnya.

    Dikutip dari The Health Site, berikut tips melakukan hubungan seksual untuk pengidap gangguan pernapasan:


    1. Pastikan tubuh dalam keadaan fit

    Usahakan tidak melakukan hubungan seks ketika pasangan sedang stres karena membuat pernapasan justru menjadi tidak efektif. Hal ini lah penyebab seseorang bisa sesak napas. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk melakukan hubungan intim pasangan bisa istirahat dengan cukup pada malam hari.

    2. Batuk dulu

    Sebelum melakukan hubungan seks, pastikan sudah batuk terlebih dahulu. Apalagi jika pengidap gangguan pernapasan mengalami batuk berdahak. Maka dari itu, penting melakukan batuk agar pernapasan terasa lebih ringan selama melakukan aktivitas seksual.

    3. Jangan berhubungan seks setelah makan

    Melakukan hubungan seks setelah makan justru membuat pernapasan semakin memburuk. Selain itu, perut terasa kembung dan napas semakin lemah dari pada biasanya. Maka dari itu, hubungan seks bisa dilakukan sebelum melakukan aktivitas harian.

    4. Melakukan foreplay

    Pasangan bisa mengkomunikasikan mengenai teknik foreplay seperti apa yang diinginkan, misalnya seperti berciuman, menggunakan mainan seks, atau seks oral. Teknik ini bermanfaat untuk meningkatkan gairah pasangan sehingga dapat mencapai orgasme secara maksimal.

    NEXT: Atur pernapasan

    5. Cobalah posisi yang nyaman

    Posisi misionaris mungkin terlalu banyak memberikan tekanan pada dada. Maka dari itu, pasangan bisa mencoba posisi seperti spooning. Sebenarnya, posisi ini adalah cara terbaik untuk mencegah pria mencapai orgasme terlalu dini. Pria dapat menyesuaikan posisinya sehingga penetrasi dapat berlangsung, selain itu wanita akan memperoleh stimulasi di area telinga, punggung, dan tengkuk.

    6. Atur teknik bernapas

    Seseorang yang mengalami gangguan pernapasan jangan membiasakan menahan napas ketika penetrasi sedang berlangsung. Pengidap dapat mengatur napas sebaik mungkin, jangan terlalu cepat dan pendek-pendek. Setiap kali penetrasi, ambil napas dalam lewat hidung dan hembuskan napas dengan maksimal.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Posisi Seks Paling ‘Tidak Ramah Mr P’, Bisa Patah kalau Tak Hati-hati


    Jakarta

    Berbagai variasi posisi bercinta bisa membantu menghadirkan warna baru dalam kehidupan bercinta pasutri. Variasi posisi ini juga bisa membantu meningkatkan keintiman dan memberikan kepuasan yang optimal.

    Namun sayangnya, di balik banyaknya variasi posisi seks, terdapat sejumlah posisi yang tergolong cukup berbahaya untuk dilakukan. Sebab, sejumlah posisi berpotensi besar menyebabkan cedera yang dapat membahayakan.


    Berikut adalah 3 posisi seks yang tergolong paling berbahaya, dikutip dari Times of India.

    1. Cowgirl

    Menurut sebuah studi yang dirilis oleh US National Institute of Health, posisi cowgirl, yang menempatkan wanita di posisi atas, bisa membahayakan organ intim pria. Berdasarkan studi tersebut, ketika wanita berada di posisi atas, besar potensi tidak ada cukup lubrikasi sehingga membuat penetrasi menjadi sulit.

    Selain itu, posisi ini juga bisa memicu terjadinya cedera karena beban tubuh berada sepenuhnya pada laki-laki yang bisa menjadi berbahaya bila tidak dilakukan dengan hati-hati.

    NEXT: Doggy style termasuk!

    2. Doggy style

    Meskipun tergolong sebagai posisi yang sangat populer, doggy style menjadi posisi yang rentan menyebabkan robekan pada vagina bila penetrasi dilakukan secara tidak tepat atau dengan paksaan, terlebih jika posisi ini dilakukan ketika organ intim belum ‘terbasahi’ dengan cukup baik.

    3. Misionaris

    Posisi misionaris adalah salah satu posisi seks yang paling umum dan populer. Namun, menurut laporan dari NZ Herald, peneliti di Brasil menyorot bagaimana posisi ini bisa menyebabkan fraktur penis atau penis patah. Menurut penelitian tersebut, hampir 21 persen patah penis terjadi saat pria sedang mencapai klimaks.

    4. 69 Standing up

    Pada dasarnya, posisi apapun yang dilakukan dengan berdiri dan melibatkan gerakan yang mengangkat satu sama lain bisa membuka potensi terjadinya cedera atau jatuh. Kehilangan keseimbangan juga bisa menjadi berbahaya bila belum terbiasa melakukan gerakan ini.

    Bahkan, tak hanya berpotensi menimbulkan cedera pada organ intim, tetapi juga bisa menyebabkan cedera yang lebih fatal, seperti cedera atau benturan kepala.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paru-paru Bengek Dihajar Polusi? 5 Posisi Seks Ini Dijamin Irit Napas


    Jakarta

    Gangguan pernapasan bisa menjadi hambatan ketika melakukan aktivitas seks yang umumnya menguras banyak energi. Banyaknya gerakan fisik bisa memicu gangguan pernapasan pada orang-orang yang mengidapnya.

    Namun, ternyata ada sejumlah posisi seks yang bisa membantu kondisi-kondisi seperti ini. Berikut adalah 5 posisi seks yang ideal untuk yang khawatir akan gangguan pernapasan, dikutip dari Insider.

    1. Berbaring ke samping

    Menurut Rachel Needle, seorang psikolog dan Co-director dari Modern Sex Theraphy Institutes, melakukan seks dalam posisi berbaring ke arah samping merupakan salah satu cara meringankan aktivitas fisik kala bercinta. Posisi ini sangat cocok untuk pasutri yang memiliki kekhawatiran terhadap gangguan pernapasan.


    2. Cowgirl/boy

    Cowgirl atau cowboy adalah posisi yang cukup populer dan menjadi opsi yang sesuai untuk pasutri yang memiliki gangguan pernapasan. Posisi ini mendorong terjadinya pernapasan yang dalam yang dibutuhkan orang-orang dengan gangguan pernapasan.

    “Cowgirl atau cowboy bisa bekerja dengan baik bila salah satu pasangan yang berada di bawah memiliki isu pernapasan dan tidak ingin mengeluarkan terlalu banyak energi,” jelas Needle.

    3. Spooning

    Posisi spooning bisa menjadi opsi lain yang cocok untuk pasutri yang tidak ingin mengeluarkan terlalu banyak energi atau takut kehabisan napas saat bercinta. Posisi ini tidak membutuhkan banyak gerakan besar sehingga tidak menguras banyak energi.

    NEXT: Doggy style

    4. Standing doggy

    Standing doggy adalah posisi yang mirip dengan posisi klasik doggy. Namun, posisi yang dilakukan dengan berdiri ini mungkin lebih cocok untuk pasutri yang memiliki permasalahan pernapasan.

    Posisi ini menyediakan banyak ruang untuk bernapas dan tidak mengharuskan pasutri untuk banyak melakukan pergerakan.

    5. Seks tanpa penetrasi

    Nyatanya, aktivitas seks tidak hanya bisa dilakukan dengan penetrasi. Seks juga bisa dilakukan tanpa penetrasi, seperti fingering atau dengan sentuhan-sentuhan yang bisa merangsang.

    Tentu, seks tanpa penetrasi akan bisa menyimpan lebih banyak energi, tanpa mengurangi kepuasan yang didapatkan.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Morning Sex Sambil Mandi Bareng? Awas Kepentok, Ini 4 Saran Posisi Aman


    Jakarta

    Pada umumnya, pasangan suami istri sering melakukan hubungan seksual di kamar. Hal ini yang menyebabkan pasangan menjadi bosan dan malas melakukan hubungan intim. Padahal terdapat alternatif lain yang bisa dicoba untuk menghidupkan aktivitas seksual kembali.

    Memang, melakukan seks di kamar lebih menantang untuk sebagian pasangan. Namun, jika pasangan menginginkan sensasi bercinta yang menyenangkan dan berkesan dari biasanya, melakukan seks di kamar mandi bisa jadi pilihan.

    Tentunya saat melakukan seks di kamar mandi perlu memperhatikan beberapa hal, seperti menjaga kebersihan kamar mandi agar lantainya tidak licin, meletakkan keset anti slip, dan memberikan pengharum.


    Dikutip dari Times of India, berikut 4 posisi seks yang bisa dilakukan pasangan saat di kamar mandi:

    1. Shower head

    Posisi ini sangat cocok dilakukan oleh pasangan, caranya yaitu wanita bisa berdiri dengan punggung menghadap ke dinding. Selanjutnya, pria dapat memberikan kesenangan kepada wanita dengan memijat kepala atau bahu. Setelah wanita mendapatkan gairah, pria bisa melakukan penetrasi secara perlahan.

    2. Mutual masturbation

    Saat melakukan posisi seks ini, pasangan bisa saling menggoda dengan merangsang area sensitif. Nyalakan shower untuk memberikan sensasi yang berbeda. Namun perlu diingat, saat melakukan posisi ini gunakan alas anti slip tepat di bawah lokasi pasangan bercinta.

    3. The dancer

    Posisi ini dilakukan dengan berdiri dan bertatap muka sehingga pasangan bisa saling memandangi tubuh satu sama lain. Selain itu, wanita bisa duduk di kloset dengan mengangkat kaki dan melingkarkannya di pinggang pria. Posisi ini membantu pria saat melakukan penetrasi yang lebih baik dan merangsang.

    4. The bathtub edge

    Posisi ini membutuhkan dudukan toilet atau tepi bak mandi. Sebenarnya, posisi ini merupakan variasi dari doggy style. Kebanyakan pasangan mengalami orgasme yang lebih baik saat melakukan posisi ini. Selain itu, posisi ini sangat mudah dilakukan oleh pasangan meskipun di kamar mandi.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 8 Jurus Paling Ampuh buat Dongkrak Gairah Bercinta, Salah Satunya Cukup Tidur


    Jakarta

    Kurang ‘afdol’ rasanya bagi pasutri jika bercinta tanpa gairah. Jika gairah tak lagi menggebu-gebu, momen hubungan intim mungkin terasa bak memenuhi kewajiban semata.

    Ada kalanya gairah seksual pasutri menurun. Dikutip dari Flo Health, penurunan gairah disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya setelah melahirkan dan sedang menyusui, cemas, stres, ketidak seimbangan hormon, dan gangguan seksual.

    Namun, pasutri tidak perlu cemas. Berikut adalah 8 cara untuk meningkatkan gairah seksual:


    1. Olahraga lebih sering

    Salah satu kemungkinan menurunnya gairah adalah kurang berolahraga. Olahraga penting untuk menjaga kesehatan dan membantu meningkatkan gairah. Yoga, jogging, atau olahraga lainnya adalah penguat gairah alami.

    Latihan kegel dapat membantu memperkuat otot di dasar panggul, yaitu otot yang berkontraksi selama orgasme. Selain itu, olahraga boxing juga dapat dicoba untuk menambah rasa percaya diri yang dapat meningkatkan gairah.

    2. Kelola stres

    Belajar menangani stres dengan cara yang positif dapat membantu meningkatkan gairah seks. Meditasi menjadi cara yang baik untuk mengelola stres.

    Stres terkadang menjadi pertanda bahwa seseorang sudah memerlukan perubahan gaya hidup sehat. Jika seseorang sudah mampu mengelola stres, tubuh bakal menjadi lebih rileks, gairah pun bisa kembali berapi-api.

    3. Bicara dengan pasangan

    Melakukan percakapan yang terbuka dan jujur dengan pasangan bisa menjadi cara untuk menghilangkan kekhawatiran dan mengatasi masalah yang sedang berlangsung. Cobalah luangkan waktu 20 menit untuk berbicara dengan pasangan tanpa gangguan ponsel atau TV.

    Komunikasi dapat membawa pasangan lebih dalam ke dunia. Beri tahu juga bahwa ada sesuatu yang hilang dalam kehidupan seks, seperti kurangnya foreplay, dan sebagainya. Apa pun yang mengganggu kehidupan seks, komunikasi sangat membantu untuk mengatasinya.

    4. ‘Bumbui’ kehidupan seks bersama pasangan

    Jika bosan dengan kehidupan seks karena melakukan aktivitas yang sama, itu bisa menyebabkan penurunan gairah. Cobalah untuk menambahkan rutinitas baru dalam kehidupan seks, misalnya mendekorasi kamar tidur agar lebih romantis sebelum bercinta, dan lainnya.

    5. Istirahat yang cukup

    Gaya hidup yang sibuk dapat membuat seseorang sulit tidur nyenyak. Akibatnya, mereka merasa lelah dan stres di siang hari. Tidur berperan penting agar tubuh berfungsi normal. Tidur yang cukup juga dapat meningkatkan gairah seks.

    6. Konsultasikan dengan profesional

    Sebelum memulai perawatan atau terapi apa pun, langkah pertama yang diperlukan adalah konsultasi dengan profesional. Mereka dapat membantu mengetahui apakah penurunan gairah disebabkan oleh stres atau masalah mendasar lainnya. Penurunan gairah bisa terjadi akibat masalah pelumasan, kondisi medis, atau kesehatan mental lain.

    7. Pengobatan

    Penyedia layanan kesehatan mungkin menyarankan obat untuk mengobati penurunan gairah. Beberapa orang percaya bahwa suplemen herbal dapat membantu mengatasi gairah rendah, tetapi belum ada cukup data untuk mendukung hal ini. Oleh sebab itu, cara terbaik adalah berbicara dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mencoba obat atau suplemen apa pun.

    8. Perawatan hormon

    Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan penurunan gairah. Penyedia layanan kesehatan mungkin menyarankan terapi hormon untuk membantu membangun kembali kehidupan seks yang sehat dan menyenangkan. Penyedia layanan kesehatan akan menentukan jenis terapi penggantian hormon yang harus dilakukan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy