Tag: pasutri

  • 3 Hal yang Bikin Gairah Seks Melonjak, Sesi Bercinta Jadi Makin ‘Membara’

    Jakarta

    Libido atau gairah seks adalah faktor penting yang memengaruhi kenikmatan dan kepuasan dalam bercinta. Semakin tinggi gairah seks, semakin besar pula kenikmatan seksual yang dirasakan saat berhubungan intim dengan pasangan.

    Namun terkadang, gairah seks sewaktu-waktu bisa meningkat lebih tinggi dibanding biasanya. Lantas, apa sih yang menyebabkan gairah seks bisa tetap ‘membara’? Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasannya.

    1. Sering berolahraga

    Jika belakangan detikers sering berolahraga, maka hal ini juga bisa menjadi salah satu pemicu gairah seks tinggi. Sebuah studi menemukan bahwa kebugaran fisik dapat memengaruhi gairah seks. Tak hanya itu, para peneliti menemukan gairah seks pada wanita sangat dipengaruhi oleh ketahanan kardiovaskular.


    “Olahraga membuat tubuh melepaskan hormon bahagia yang meningkatkan tingkat energi,” ujar seksolog Shamyra Howard, L.C.S.W., dikutip dari Prevention.

    2. Hubungan yang sehat dengan pasangan

    Terkadang, gairah seks yang tinggi juga bisa disebabkan oleh hubungan percintaan yang sehat dengan pasangan.

    “Jika semua berjalan baik, itu (hubungan) dapat mendongkrak gairah seks Anda. Tapi jika Anda mengalami banyak konflik dan masalah dalam hubungan, hal tersebut dapat menurunkan hasrat seksual,” terang psikolog dari Kinsey Institute di Indiana University, Justin Lehmiller, PhD.

    Bagi beberapa orang, gairah seks juga bisa meningkat ketika mereka baru menjalin hubungan dengan pasangan yang baru, sehingga selalu ingin selalu bersama dan tidak mau berpisah. Fase ini dikenal juga dengan istilah ‘fase bulan madu’.

    3. Jarang stres

    Orang yang jarang stres juga bisa mengalami peningkatan gairah seks. Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Selain membantu tubuh mengantisipasi ‘ancaman’ yang memicu stres, hormon ini juga dapat memengaruhi gairah seksual.

    Sebuah studi pada 2008 menganalisa kaitan antara hormon kortisol dan gairah seks. Penelitian tersebut mengukur kadar kortisol dan gairah seks 30 orang wanita sebelum dan setelah menonton film porno. Hasilnya, wanita yang mengalami penurunan kortisol cenderung memiliki gairah seks yang lebih tinggi.

    “Meskipun seks merupakan aktivitas fisik, dia juga sangat berhubungan dengan mental dan psikologi,” ucap pakar obstetri dan ginekologi, dr Tamika Cross, FACOG dari Serenity Women’s Health & Med Spa di Texas.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Cara Mudah Bikin Suami Lebih ‘Panas’ di Ranjang

    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri, seks adalah sesuatu yang dapat sangat memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Bahkan, tak jarang kebahagian pasutri diukur dari kehidupan seks yang mereka miliki.

    Memang, pria dikenal sebagai kaum yang ‘simpel’ untuk urusan bercinta. Kendati demikian, bukan berarti wanita tidak perlu effort. Terkadang, wanita justru harus lebih berinisiatif agar kehidupan percintaan tetap ‘panas’ dan menggairahkan.

    Lantas, apa saja yang bisa dilakukan para istri untuk memuaskan suami di ranjang? Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet tips yang bisa diterapkan.


    1. Jangan malu untuk menggoda suami

    Mungkin tidak sedikit istri yang malu untuk melontarkan kata ‘nakal’ saat bercinta. Nah, kebiasaan ini harus diubah sesegera mungkin.

    Pasalnya, untaian kalimat nakal tersebut dapat meningkatkan gairah suami saat di ranjang. Selain kata-kata yang menggoda, bisikkan pula fantasi liar untuk membuat suami makin ‘menggebu-gebu’.

    2. Jadi yang pertama melepas pakaian

    Seringkali, pria menjadi yang pertama menginisiasi seks. Jadi, tidak heran jika pria juga menjadi yang pertama melepas pakaian.

    Namun jika istri berani mengambil inisiatif tersebut, justru dapat membuat suami menjadi semakin bergairah untuk bercinta. Bahkan, ‘seni’ melepas pakaian sering disebut sebagai salah satu aktivitas foreplay yang efektif mendongkrak keinginan para pria untuk melakukan hubungan intim.

    3. Jajal posisi bercinta baru

    Posisi bercinta yang itu itu saja tentu akan membosankan bila dilakukan secara terus-menerus. Karenanya, jangan pernah malu mengajak suami untuk menjajal gaya bercinta yang baru dan lebih menantang.

    Seiring waktu, preferensi seksual seseorang dapat berubah. Karena itu, butuh beberapa kali eksperimen sampai bisa menemukan posisi bercinta yang benar-benar pas dan membangkitkan gairah. Bila perlu, gunakan atribut seperti penutup mata atau borgol untuk membuat sesi bercinta menjadi semakin ‘panas’.

    4. Rangsang titik sensitifnya

    Tak hanya wanita, pria juga memiliki titik-titik yang sensitif terhadap rangsangan. Cobalah berbagai teknik atau posisi bercinta yang memudahkan akses terhadap titik-titik sensitif di tubuh suami. Kombinasi rangsangan pada titik sensitif tersebut dapat membuat orgasme suami menjadi lebih intens, sehingga meningkatkan kenikmatan dari aktivitas seksual.

    5. Mendesah

    Mendesah saat bercinta bisa dibilang merupakan salah satu bentuk pujian untuk suami. Artinya, teknik atau apapun yang dilakukan suami dapat membuat istri merasa nikmat sehingga tidak bisa menahan suara-suara desahan. Selain meningkatkan rasa percaya diri, mendesah juga dapat membuat suami semakin bersemangat saat sesi bercinta.

    6. Puji performa suami

    Terkadang, suami juga membutuhkan konfirmasi dalam bentuk verbal. Karena itu, jangan pernah sungkan untuk memuji performa suami saat atau sesudah bercinta.

    Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan dirinya. Jika suami percaya diri di ranjang, maka dia akan semakin bergairah sehingga meningkatkan kenikmatan dan kepuasan seksual saat berhubungan intim.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bukan karena Nggak Sayang, Ini 4 Alasan Istri Malas Bercinta

    Jakarta

    Bercinta adalah aktivitas yang identik dengan hubungan suami istri. Selain memberikan kenikmatan secara seksual, berhubungan intim juga diyakini dapat meningkatkan keharmonisan hubungan dengan pasangan.

    Namun, kaum wanita dikenal lebih ‘rumit’ untuk urusan ranjang. Selain tidak mudah dipuaskan begitu saja, wanita juga mengalami sejumlah hal yang dapat menurunkan keinginan dan gairah untuk berhubungan seks dengan pasangan.

    Pertanyaannya, apa saja sih faktor-faktor yang bisa membuat wanita malas bercinta? Biar para paksu nggak pusing, simak pembahasan berikut ini.


    1. Kelelahan

    Kelelahan merupakan faktor penyebab istri malas bercinta yang paling sederhana, namun sering diabaikan. Ada banyak hal yang dapat memicu istri merasa lelah, seperti pekerjaan di kantor, kecapaian mengurus pekerjaan rumah dan anak-anak, dan lain sebagainya.

    Karenanya, tidak heran jika istri jadi ogah untuk bercinta. Bukan karena berkurangnya rasa sayang, tapi karena istri tak lagi memiliki energi yang cukup untuk ‘meladeni’ suami di ranjang.

    2. Perubahan hormon

    Perubahan hormon, seperti yang terjadi saat menopause, dapat membuat wanita mengalami penurunan libido atau gairah seks. Misalnya, hormon estrogen. Dikutip dari Medical News Today, estrogen berperan dalam merangsang lubrikasi pada vagina dan meningkatkan gairah seks.

    Jika jumlah hormon ini menurun, maka wanita berisiko pula mengalami penurunan gairah untuk bercinta.

    3. Pengaruh menyusui

    Fase menyusui juga dapat memicu terjadinya perubahan hormon pada tubuh seorang wanita. Dikutip dari situs What to Expect, wanita yang sedang menyusui akan mengalami penurunan hormon estrogen dan progesteron, yakni dua hormon yang memengaruhi libido.

    Hal tersebut bertujuan agar prolaktin, hormon yang memengaruhi kadar ASI, dapat meningkat sehingga si ibu dapat menyusui anaknya. Jadi, jangan heran jika istri yang sedang menyusui jadi ogah bercinta.

    4. Stres dan ansietas

    Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Hormon ini dapat menekan libido dan membuat seseorang menjadi enggan untuk melakukan aktivitas seksual.

    Stres juga menjadi salah satu pemicu ansietas dan depresi, dua hal yang dapat memengaruhi gairah seks. Pada wanita, ada banyak faktor yang bisa memicu munculnya stres, mulai dari urusan pekerjaan di kantor, kelelahan mengurus rumah, hingga kewalahan menghadapi tingkah laku anak-anak.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Tips Bercinta agar Tetap Mesra dan ‘Hot’ Buat Pasangan yang Sudah Lama Menikah

    Jakarta

    Bagi pasutri yang sudah lama menikah, aktivitas seksual terkadang bisa menjadi membosankan. Akibatnya, frekuensi bercinta tak lagi sesering saat masih awal-awal menikah.

    Saat baru menikah, seks mungkin menjadi aktivitas yang sangat menggairahkan dan sering dilakukan. Tapi seiring waktu, kemesraan di ranjang bisa berkurang sehingga membuat pasutri menjadi semakin jarang bercinta.

    Hal ini bisa disebabkan sejumlah faktor, misalnya usia, faktor kesehatan, bosan, hingga berkurangnya ketertarikan seksual terhadap pasangan. Meski begitu, bukan berarti pasutri yang sudah lama menikah tidak lagi bisa membangkitkan percikan dan gairah yang mereka rasakan di awal bahtera pernikahan.


    Cara Bercinta agar Tetap ‘Hot’ Meski Sudah Lama Menikah

    Faktanya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan pasutri untuk membangkitkan gairah seksual seperti di masa muda. Dikutip dari berbagai sumber, berikut tips yang bisa dicoba.

    1. Variasikan Gaya Bercinta

    Dikutip dari Women’s Health, pasangan yang puas secara seksual memiliki kebiasaan untuk bereskperimen dengan gaya bercinta baru.

    Hal yang perlu diingat adalah jangan gonta-ganti posisi seks secara berlebihan. Pasutri hanya perlu menemukan posisi yang benar-benar cocok dan bisa membangkitkan gairah.

    2. Kenakan Pakaian yang Menggoda

    Kebanyakan suami menyukai ketika istrinya benar-benar berusaha dan tampil mempesona saat hendak berhubungan intim. Hal tersebut menandakan kalau istri juga antusias dan menantikan aktivitas seksual bersama suami.

    Misalnya, dengan mengenakan pakaian atau lingerie yang menggoda. Melepas pakaian tersebut sebelum bercinta juga bisa menjadi foreplay untuk membangkitkan gairah suami.

    3. Ubah Waktu

    Bercinta biasanya dilakukan di malam hari. Meski begitu, pasutri perlu ingat bahwa tidak ada aturan yang mendikte seks hanya bisa dilakukan saat malam hari saja.

    Pakar terapi pasangan dan keluarga, dr Jane Greer mengungkapkan mengganti waktu untuk bercinta bisa memberikan kesenangan baru bagi pasutri.

    “Jika Anda terbiasa melakukannya (seks) di hari yang sama karena jadwal yang sibuk, cobalah untuk melakukan quickie di hari yang berbeda ketika Anda memang tidak memiliki banyak waktu. Jika Anda selalu bercinta di malam hari, cobalah untuk melakukannya di pagi hari,” ungkapnya, dikutip dari Refinery29.

    4. Kurangi ‘Quickie’

    Quickie alias seks kilat memang bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga percikan kemesraan dalam hubungan suami istri. Tapi menurut psikolog klinis Sarah Schewitz, terlalu sering melakukan quickie justru bisa mengurangi kesenangan dari aktivitas seksual itu sendiri.

    “Seks adalah tentang perasaan terhubung dengan pasangan dan menjadi intim. Meski quickie dan seks kilat bisa sesekali bisa menyenangkan, seks dengan durasi yang lebih panjang bisa memberikan hasil lebih besar dalam hal keintiman dan kenikmatan,” tuturnya.

    5. Bangun Mood Sebelum Bercinta

    Bercinta tidak hanya soal penetrasi saja. Bagaimana cara pasutri membangun jalan menuju hal tersebut juga sangat memengaruhi kenikmatan saat melakukan aktivitas seksual.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun mood bercinta, mulai dari merencanakan kencan atau makan malam romantis, memutar musik, menyalakan lilin, memberikan pijatan, hingga menonton film porno bersama pasangan.

    6. Saling Bertukar Fantasi Seksual

    Alih-alih bermain smartphone, cobalah untuk memanfaatkan waktu sebelum tidur untuk saling bertukar fantasi seksual dengan pasangan. Ahli terapi seks dr Dawn Michael mengatakan hal ini penting mengingat apa yang diinginkan pasangan bisa berubah-ubah seiring waktu.

    “Dalam hubungan jangka panjang, Anda bisa saja tidak sadar dengan keinginan pasangan yang terus berubah seiring berjalannya waktu. Menanyakan tentang hal tersebut dapat membuat Anda dan pasangan menjadi semakin dekat,” jelasnya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paksu Merapat, Ini Gaya Bercinta Paling Ampuh untuk Bikin Istri Orgasme

    Jakarta

    Orgasme kerap disebut sebagai ‘puncak kenikmatan’ yang bisa dicapai oleh pria dan wanita saat berhubungan intim. Namun, kaum wanita dikenal lebih sulit mencapai orgasme dibandingkan pria.

    Umumnya, wanita memang lebih sulit mencapai orgasme. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi, mulai dari kurangnya rangsangan dan lubrikasi, nyeri yang muncul saat berhubungan intim, hingga faktor emosi dan stres. Karena itu, terkadang wanita membutuhkan ‘perlakuan’ tertentu agar bisa mencapai orgasme lebih mudah.

    Salah satu caranya dengan memanfaatkan posisi bercinta. Konon, beberapa gaya bercinta tertentu bisa membuat wanita mencapai orgasme dengan lebih mudah. Tapi untuk mengulik lebih jauh, peneliti dari New H Medical di New York melakukan studi mendalam untuk mencari tahu gaya bercinta yang benar-benar efektif membuat wanita orgasme.


    Dikutip dari laman Insider, seorang peneliti bernama dr Kimberly Lovie melakukan studi menggunakan pemindai USG pada pasangan yang melakukan aktivitas seksual. Pasangan itu diminta untuk bercinta selama 10 menit dalam lima posisi seks populer.

    dr Lovie kemudian menganalisa posisi mana yang paling efektif merangsang aliran darah pada klitoris.

    “Manfaat dari beragam posisi bercinta sudah dijelaskan di berbagai majalah, buku, dan forum. Meski begitu, hanya ada sedikit penelitian ilmiah yang mengevaluasi hubungan antara posisi bercinta yang berbeda dan kemampuannya untuk menyebabkan orgasme pada wanita,” ungkap dr Lovie, dikutip dari Independent.

    “Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan aliran darah pada klitoris sebelum dan sesudah bersenggama dengan lima posisi tersebut dalam jangka waktu yang terstandar,” sambungnya.

    Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dr Lovie mengungkapkan posisi bercinta yang paling efektif membuat wanita orgasme adalah missionary dengan meletakkan bantal di bawah pinggang wanita sebagai penyangga.

    Sementara, gaya bercinta yang paling sedikit memberikan rangsangan terhadap aliran darah pada klitoris adalah posisi kneeling/rear entry, atau yang dikenal juga sebutan ‘kneeling fox’.

    “Kneeling/rear entry adalah posisi yang paling sedikit menghasilkan kontak langsung dengan klitoris, sehingga tidak menyebabkan aliran darah pada klitoris yang tidak sebanding dengan posisi face-to-face,” jelasnya.

    Mendesah Bukan Tanda Orgasme

    Studi tersebut juga mengevaluasi penelitian yang pernah dilakukan oleh University of Ottawa tentang sensasi yang dirasakan oleh tubuh wanita saat orgasme. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa sensasi orgasme meliputi napas pendek yang tidak beraturan, peningkatan tekanan darah, dan ‘hot flashes’.

    Namun, dr Lovie menemukan bahwa mendesah tidak termasuk sebagai salah satu sensasi yang dirasakan tubuh wanita saat orgasme.

    “Kami merekomendasikan agar ‘mendesah’ dihilangkan secara permanen dari pengukuran,” ungkap dr Lovie dalam studinya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Catat, 5 Hal Ini Bisa Terjadi Jika Terlalu Sering Berhubungan Intim

    Jakarta

    Seks adalah elemen yang penting dalam hubungan suami istri. Selain untuk memuaskan hasrat seksual, bercinta juga dipercaya dapat meningkatkan keharmonisan hubungan dengan pasangan serta menjaga kesehatan mental.

    Kendati demikian, bukan berarti sering melakukan seks bisa memberikan manfaat yang positif pula. Faktanya, terlalu sering berhubungan intim justru bisa menimbulkan sejumlah efek negatif bagi kesehatan, terutama bagi wanita.

    Efek Samping Terlalu Sering Bercinta

    Ada sejumlah hal yang bisa terjadi pada tubuh wanita jika terlalu sering bercinta. Tak hanya frekuensi, durasi bercinta yang terlalu lama juga memicu kondisi-kondisi berikut.


    Dikutip dari berbagai sumber, ini yang bisa terjadi pada tubuh wanita jika terlalu sering berhubungan intim.

    1. Vagina kering

    Vagina kering merupakan salah satu tanda awal yang bisa muncul akibat terlalu sering bercinta. Normalnya, vagina dapat menghasilkan pelumas alami saat terangsang. Tapi jika terlalu sering bercinta, maka produksi pelumas alami itu akan terganggu.

    Akibatnya, vagina menjadi kering sehingga bisa menimbulkan rasa sakit saat bercinta.

    2. Peradangan

    Terlalu sering berhubungan seks juga bisa menyebabkan peradangan pada vagina. Akibatnya, vagina menjadi membesar atau bengkak, dan menimbulkan rasa nyeri.

    Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi vagina kering, atau kurangnya lubrikasi saat melakukan gerakan penetrasi.

    3. Nyeri saat bercinta

    Meski bercinta sejatinya adalah aktivitas yang menyenangkan, terlalu sering bercinta justru dapat menimbulkan rasa nyeri pada organ vital. Hal ini sebenarnya normal jika terjadi sesekali. Tapi jika nyeri tak kunjung hilang, maka bisa menjadi indikasi adanya gangguan. Jika hal ini terjadi, segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah risiko yang lebih serius.

    4. Sensasi terbakar

    Sensasi terbakar merupakan salah satu kondisi lain yang bisa disebabkan oleh vagina kering. Kondisi ini bisa saja dirasakan ketika ataupun setelah berhubungan intim. Jika sudah merasakan sensasi panas dan terbakar saat bercinta, itu artinya istri harus berhenti dan beristirahat.

    5. Infeksi saluran kemih

    Salah satu dampak paling parah akibat terlalu sering bercinta adalah infeksi saluran kemih. Sperma memiliki kadar pH yang dapat mendukung perkembangan bakteri tidak baik di dalam vagina. Jika dikombinasikan dengan gesekan yang terus menerus dari penetrasi maka dapat meningkatkan risiko bakteri dari dalam vagina berpindah ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ingin Lebih Produktif? Sempatkan Bercinta Sebelum Berangkat Kerja


    Jakarta

    Ada banyak cara untuk mendongkrak semangat di pagi hari, sehingga makin produktif saat mulai beraktivitas. Selain dengan secangkir kopi, kenapa tidak mencoba morning sex?

    Orgasme yang dialami ketika bercinta di pagi hari diyakini merupakan booster yang efektif untuk memacu produktivitas. Ini terungkap dalam sebuah survey, yang mengungkap hampir separuh orang Inggris merasa lebih produktif jika secara reguler mengalami orgasme.

    Dikutip dari Metro.uk, sebanyak 75 persen responden dalam survey tersebut mengaku stres berkurang setelah orgasme. Efek tersebut bahkan bertahan hingga hari berikutnya, setidaknya menurut 20 persen responden.


    Berdasarkan jenis kelamin, 71 persen pria merasa lebih produktif setelah bercinta. Sementara itu, hanya 50 persen yang merasakan hal serupa.

    Seorang psikolog, Jonathan Redelinghuys, menjelaskan bahwa orgasme memicu pelepasan sejumlah hormon penyebab perasaan senang. Di antaranya dopamin, oksitosin, dan serotonin.

    “Senyawa-senyawa tersebut berkontribusi terhadap perasaan sejahtera dan logika untuk orgasme cepat di pagi hari sebelum bekerja, sebagai persiapan fisik dan psikis dalam sehari, dan itu masuk akal,” jelasnya.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Banyak Bercinta Memperpanjang Usia? Ada Benarnya Sih, Ini Alasannya

    Jakarta

    Tak berlebihan jika seks yang berkualitas dikaitkan dengan hidup yang lebih sehat. Ada juga yang mengaitkannya dengan resep awet muda, dan bahkan panjang usia.

    Alasan paling simpel, seks adalah aktivitas fisik yang dalam beberapa hal bisa disetarakan dengan olahraga. Bagi yang malas olahraga, sering bercinta tentu bisa jadi alternatif untuk meningkatkan aktivitas fisik.

    Namun ternyata bukan itu saja. Ada sederet alasan yang membuat seks masuk dalam resep awet mudah dan panjang usia, berikut di antaranya.


    1. Meredakan stres

    Stres dalam bentuk apapun dapat menjadi faktor risiko yang mengganggu kesehatan, yang dalam jangka panjang bisa dikaitkan dengan penyakit kronis. Sebut saja hipertensi, stroke, dan serangan jantung.

    Seks, dalam berbagai penelitian, terbukti mampu menurunkan kadar hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Sebaliknya, hormon endorfin yang memperbaiki suasana hati cenderung meningkat saat bercinta.

    2. Menurunkan risiko penyakit jantung

    Sebagaimana aktivitas fisik pada umumnya, seks dapat menjaga tekanan darah sehingga menurunkan risiko hipertensi. Dalam jangka panjang, kondisi ini menjauhkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Sebuah penelitian membuktikan, pria yang rutin bercinta punya risiko lebih rendah mengalami masalah kardiovaskular dibanding yang tidak pernah bercinta. Efek yang sama juga teramati pada wanita, dalam penelitian yang lain.

    NEXT: Seks terbukti menurunkan risiko COVID-19

    3. Meningkatkan sistem imun

    Bukan cuma menurunkan risiko hipertensi, aktivitas fisik yang cukup juga membantu memperbaiki daya tahan tubuh. Peningkatan kadar immunoglobulin A (IgA) yang didorong oleh aktivitas fisik membuat seseorang tidak mudah tertular penyakit.

    Sebuah penelitian menyebut seks 2 kali dalam sepekan secara signifikan meningkatkan kadar IgA dalam sampel air liur. Efek serupa juga teramati dalam sebuah penelitian yang mengamati risiko penularan COVID-19.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Tips Ampuh Jaga Hasrat Seksual Tetap ‘Nampol’, Pasutri Wajib Catat

    Jakarta

    Hasrat seksual atau libido merupakan salah satu faktor besar dalam kualitas berhubungan intim. Ketika libido rendah, pengalaman bercinta bersama pasangan tentu juga akan menurun.

    Berkurangnya libido pada seseorang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai karena kesibukan sebagai orang tua, pekerjaan, kondisi kesehatan, hormonal, usia yang menua, hingga penyebab lainnya.


    Berikut ini adalah tips dari terapis seks yang bisa bantu tingkatkan libido dikutip dari The Guardian:

    1. Mood Jadi Faktor Besar

    Terapis seks yang berbasis di Cotswolds, Inggris Natasha Silverman mengatakan mood atau suasana hati merupakan faktor pertama yang menyebabkan libido menurun. Menurutnya tekanan dan kecemasan dalam kehidupan eksternal dapat menghambat hasrat seksual.

    “Jika Anda merasa stres dan kewalahan, khawatir dengan anak-anak atau ada masalah di tempat pekerja, tidak akan mudah untuk masuk ke dalam pikiran tersebut,” ucap Silverman.

    Oleh karena itu penting untuk menjaga kondisi suasana hati dengan menjalani berbagai waktu menyenangkan bersama di saat senggang. Obat-obatan seperti antidepresan justru dapat berdampak pada gairah seksual.

    2. Berbicara dengan Pasangan

    Silverman menuturkan komunikasi adalah hal yang penting dalam hubungan. Ketika dirasa sudah siap, coba berbicara soal perasaan dengan pasangan.

    “Pasangan Anda sudah merasakan ada sesuatu yang berubah. Jika Anda tidak membicarakannya dengan mereka, mereka akan mengisi kekosongan tersebut, kemungkinan besar dengan kekhawatiran mereka sendiri, ‘Sepertinya ia tidak ingin bersamaku lagi’,” ucap Silverman.

    Silverman menyarankan untuk tiap pasangan bisa saling jujur dan terus terang. Coba ungkapkan kebutuhan atau kesenangan seksual pada pasangan.

    3. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

    Jangan malu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin ke dokter. Terkadang masalah libido juga berkaitan dengan kondisi kesehatan. Silverman sangat menyarankan pemeriksaan ke dokter apabila masih juga sulit menemukan penyebab menurunnya libido.

    “Misalnya seseorang mungkin mengalami kesulitan ereksi sehingga membuat mereka enggan berhubungan seks. Tapi jika itu adalah kondisi kronis, itu bisa menjadi indikasi penyakit lain seperti penyakit jantung,” katanya.

    4. Cintai Diri Sendiri

    Silverman mengatakan bahwa mencintai diri sendiri adalah salah satu faktor besar yang dapat meningkatkan libido dan kenikmatan ketika bercinta. Hal ini menjadi penting dan dapat membangun keintiman seksual serta emosional yang lebih otentik dan memuaskan dalam hubungan.

    Mencintai diri sendiri juga bisa diterapkan dalam bentuk merawat diri sendiri. Misalnya seperti memperbanyak olahraga, menjaga asupan makanan, hingga merawat tubuh agar lebih sehat dan bersih.

    5. Membuat Jadwal

    Silverman menuturkan bahwa menerapkan jadwal berhubungan intim bersama pasangan mungkin tidak diperuntukkan pada semua orang. Hal ini dapat membuat seks seakan menjadi tugas.

    Namun, hal ini menurutnya justru penting bagi pasangan yang memiliki anak dan sulit untuk memiliki waktu bersama. Jadwalkan kencan malam atau waktu romantis untuk menemukan cara berbeda berhubungan dengan pasangan.

    Meskipun hanya sejam, waktu tersebut dapat berharga untuk setiap pasutri.

    6. Jauhkan Ponsel Sebelum Tidur

    Menjauhkan ponsel sebelum tidur adalah hal yang wajib dilakukan oleh pasangan. Daripada menggunakan ponsel, lebih baik saling bercerita satu sama lain untuk menjalin kedekatan adalah hal yang lebih penting.

    “Tempat tidur adalah tempat di mana seharusnya Anda merasa paling rileks. Anda tidak bisa benar-benar melepas lelah saat menggunakan ponsel,” ucap ahli seks Dami Olonisakin.

    “Anda bisa menggunakan waktu itu untuk tidak melakukan seks, tapi bisa diam saja, berpelukan, atau saling tertawa bisa pasangan,” pungkasnya.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kerap Bikin Suami Cemas, Sebenarnya Berapa Lama Sih Durasi Bercinta yang Ideal?


    Jakarta

    Hubungan intim adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan keharmonisan pasangan suami istri. Tak jarang, pria merasa cemas dengan durasi seks yang mungkin terlalu pendek bagi pasangan. Sebenarnya berapa lama sih durasi seks yang ideal?

    Seksolog asal New York Isiah McKimmie menuturkan bahwa permasalahan durasi seks kerap menjadi tekanan banyak pria. Isiah menuturkan durasi terbaik untuk durasi seks adalah selama pasangan menginginkannya.

    “Wanita sering kali lebih memilih waktu foreplay yang lama daripada penetrasi. Tubuh wanita membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri sepenuhnya sebelum penetrasi,” ucap Isiah dikutip dari NY Post, Minggu (28/1/2024).


    Isiah menuturkan waktu yang lebih lama untuk ‘pemanasan’ membantu mengurangi kemungkinan wanita merasa sakit saat bercinta. Hal ini tentu meningkatkan kenikmatan bagi istri.

    Ia merekomendasikan pasangan sebaiknya menghabiskan waktu 20 menit untuk foreplay sebelum penetrasi. Namun, dalam beberapa kasus banyak wanita bahkan menginginkan foreplay yang lebih lama.

    “Banyak wanita tidak orgasme dari seks penetrasi saja. Mereka membutuhkan rangsangan klitoris langsung yang sering kali lebih sering terjadi selama foreplay dibandingkan saat penetrasi,” jelasnya.

    NEXT: Jadikan kesenangan tujuan bercinta

    Foreplay tidak hanya bermanfaat bagi wanita. Isiah mengungkapkan banyak pria merasakan kenikmatan yang lebih besar saat mereka menghabiskan waktu lebih lama ketika foreplay.

    Ia menuturkan rata-rata durasi penetrasi yang dilakukan pasangan adalah lima hingga tujuh menit. Isaiah menambahkan penetrasi terlalu lama dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada wanita. Namun, ia menambahkan ada pengecualian bagi pasangan yang memang menyukai hal tersebut.

    “Jadikan kesenangan sebagai tujuan Anda. Kita sering kali memiliki asumsi yang kaku mengenai bagaimana seks ‘seharusnya’ berjalan dan bagaimana mengakhirinya,” ujar Isiah.

    Kesenangan setiap orang dalam seks menurut Isiah bisa berbeda-beda. Ada yang mengalami orgasme dalam waktu berbeda, ada juga yang bisa menikmati seks tanpa penetrasi dan lainnya. Oleh karena itu, Isaiah meminta setiap pasangan bisa mengkomunikasikan apa yang menjadi keinginan kenikmatan dari masing-masing dalam hal bercinta.

    “Ketika kita memperluas pandangan kita tentang apa itu seks dan apa tujuan kita seharusnya, kita membuka diri terhadap lebih banyak kemungkinan kesenangan,” pungkasnya.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy