Tag: paypal

  • PayPal Tembus Rekor Perdagangan Crypto!

    Platform jasa pembayaran dan saat ini platform perdagangan crypto, PayPal, dikabarkan telah mencapai rekor baru dalam volume transaksi crypto.

    Dikabarkan bahwa PayPal telah mencapai $242 Juta dalam volume transaksi aset digitalnya, pada 11 Januari 2021. Namun rekor ini membuat pertanyaan apakah rekor tersebut disumbang oleh volume jual atau volume beli.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

    PayPal Menembus Rekor

    Menurut data dari Nomics, perusahaan penyedia data pasar crypto, hari perdagangan kemarin telah mengalahkan rekor sebelumnya dalam volume. Sebelumnya, rekor volume perdagangan crypto tertinggi di PayPal adalah sebesar $129 Juta yang terekam pada 6 Januari 2021.

    Dilaporkan bahwa sejak 1 Januari 2021, volume perdagangan harian telah naik sekitar 950%. Apresiasi volume dari hanya sekitar $22,8 ini menjadi sebuah pencapaian baru untuk PayPal.

    Baca juga:Dari Hater Jadi Fans, PayPal Ketagihan Beli Bitcoin!

    Dengan apresiasi volume perdagangan PayPal yang terjadi pada saat apresiasi harga Bitcoin ke harga tertingginya, nampaknya saat ini ketertarikan terhadap PayPal terlihat terus naik. Ketertarikan ini terjadi dalam trader dan investor ritel yang nampaknya menjadi pengguna utama platform perdagangan crypto dari PayPal.

    Walau banyak pihak dari komunitas crypto yang mengakui adanya apresiasi pengguna yang dibawa oleh PayPal, masih terdapat beberapa kritik. Terdapat pihak yang mengkritik PayPal dalam membatasi pergerakan komunitas crypto di platformnya.

    Volume Jual Akibat Ritel

    Batas yang dimaksud adalah PayPal yang terlihat tidak memberikan akses kemudahan dalam penarikan dana. Kritik ini disampaikan oleh salah satu investor yang berspekulasi bahwa akibat adanya batasan ini, PayPal menjadi penyumbang untuk tekanan jual yang juga terjadi kemarin.

    Investor tersebut berspekulasi bahwa rekor yang dicapai oleh PayPal kemarin adalah akibat tekanan jual yang nampaknya datang dari pemain ritel. Investor tersebut berspekulasi bahwa mayoritas pengguna PayPal kemarin sedang mengambil keuntungan yang membuat volume tersebut adalah tekanan jual.

    Diskusi ini muncul setelah adanya pernyataan dari CEO Nexo, Antoni Trenchev yang berspekulasi bahwa koreksi Bitcoin kemarin terjadi akibat investor ritel yang mengambil keuntungan. Diskusi ini menyebar ke PayPal yang kebetulan di saat bersamaan mencapai rekor volume barunya.

    Baca juga: Sah! Sekarang Bisa Beli Crypto Langsung di PayPal

    Namun untuk pastinya hingga saat ini belum dapat diketahui akibat belum adanya informasi yang jelas dari PayPal. Tetapi untuk saat ini mayoritas pasar berspekulasi bahwa penyumbang terbesar koreksi kemarin adalah PayPal.

    Akibatnya banyak pihak juga yang berspekulasi bahwa jika terjadi pemulihan, pemulihan tersebut akan terjadi akibat ritel. Sehingga masih sangat mungkin ke depannya untuk terjadi koreksi kembali karena adanya potensi pengambilan untung kembali.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)

    Bloomberg melansir, Google akan memperluas fitur pembayaran berbasis Bitcoin. Keputusan itu dilakukan dalam rangka bersaing dengan kompetitor di bidang layanan daring.

    Google berusaha meningkatkan daya saing dengan menjadikan Bill Ready sebagai Presiden Perdagangan dan merekrut Arnold Goldberg, mantan eksekutif PayPal, sebagai Kepala Divisi Pembayaran.

    Raksasa teknologi itu turut mengkonsolidasikan kemitraan demi mencapai tujuan tersebut.

    Baca jugaMemindai Nilai Bisnis Metaverse di Masa Depan

    Google bermitra dengan Coinbase Global dan BitPay untuk menghadirkan fitur dimana pengguna dapat menyimpan Bitcoin dan aset kripto lain. Berkat ini, pengguna bisa memakai tabungan kripto untuk membiayai pembelian sama seperti memakai uang fiat.

    Menurut Bloomberg, Google telah gagal mencapai sasaran dengan fitur Google Pay. Layanan itu hanya berhasil di India tetapi tidak di negara lain.

    Google Pay tidak berhasil menarik pengguna dan mengalami kesulitan. Sebab itu, Google akan menambahkan fitur tambahan terhadap layanan belanjanya.

    Menurut Ready, gerakan ini akan membantu pengguna memanfaatkan semua pilihan layanan keuangan yang ada. Pemaduan Bitcoin dan aset kripto lain adalah langkah logis dikarenakan peningkatan adopsi dan aksesibilitas di seluruh dunia.

    “Kami bukan bank, kami tidak berniat menjadi bank. Usaha di masa lalu terkadang mulai merambah ke sektor perbankan secara tidak sengaja,” jelas Ready.

    Ia menambahkan, tujuan Google adalah membantu menjalin koneksi dan menjadi pihak yang bebas dari konflik kepentingan.

    Baca jugaNFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

    Ready dan Goldberg bekerja di PayPal hingga Ready bergabung ke Google untuk mengawasi divisi pembayaran. Kini, Ready mengajak Goldberg menjadi wakil presiden dan general manager bagi proyek Google baru bernama Satu Milyar Pengguna Baru.

    Data dari Bloomberg mengklaim dompet Google, yang akan terpadu dengan Bitcoin dan aset kripto lain, mencatat 150 juta pengguna aktif di seluruh dunia.

    Kendati demikian, alternatif pembayaran dari Apple menjadi hambatan bagi ambisi Google, bahkan bagi gawai yang menjalankan operating system Android.

    Selain itu, metode pembayaran dari perusahaan pesaing menjadi penyebab gagalnya fitur Google Pay. Hanya 4 persen dari semua pembayaran non-tunai di AS memakai metode Google Pay.

    Sebab itu, Google akan memfokuskan usaha menjadikan dompet mereka lebih komprehensif.

    Soal pasar aset kripto, Presiden Perdagangan Google berkata, “Kripto adalah suatu hal yang kami perhatikan secara seksama. Seiring minat pengguna dan peritel berubah, kami akan ikut berubah.”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kabar PayPal Dukung Crypto, Buat Bitcoin Melambung ke $13.000!

    Berita PayPal yang akan mendukung mata uang crypto, membuat harga Bitcoin (BTC) melonjak naik dan sempat menginjakan kaki di harga $13.000 semalam. Sayangnya, konsolidasi terkait harga tertinggi BTC itu belum tuntas. Saat penulisan artikel, harga BTC berada di kisaran $12.765.

    Baca Juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    Harga BTC Dekati Nilai Tertinggi 2019

    Beberapa laporan dari Cointelegraph Markets, Coin360, dan TradingView menunjukan hari-hari terbaik sedang dialami Bitcoin. Pasalnya, Bitcoin melonjak lebih dari 7% hanya dalam 24 jam terakhir.

    Saat ini, BTC sedang dalam tahap konsolidasi dan mencari nilai resistance di bawah $13.000.

    PayPal Dukung Mata Uang Crypto

    Kenaikan harga Bitcoin ini digadang-gadang terkait dengan keputusan PayPal dalam mendukung mata uang crypto, seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan Bitcoin Cash (BCH) tahun depan.

    Keputusan ini disambut beragam reaksi komunitas crypto. Beberapa ada yang mendukung keputusan PayPal. Namun, sebagian lainnya mengkritisi tujuan PayPal tersebut.

    Jika dilihat dari beberapa dokumen pernyataan terkait keputusan PayPal ini, perusahaan ini bertujuan untuk menjadi penyedia layanan penyimpanan mata uang crypto. Sayangnya, perusahaan ini akan membatasi cara/proses mata uang crypto tersebut keluar dan masuk platform PayPal.

    Meski begitu, sentimen pasar tetap positif terkait dengan kenaikan harga BTC. Koreksi harga diperkirakan akan terjadi dan banyak yang berharap BTC dapat menemukan level resistance dikisaran $12.500 ke atas.

    Baca Juga: Sukses Adakan Undian, Yuan Digital Sudah Ditransaksikan Senilai Rp19,2 Miliar!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Luncurkan Fitur Pembayaran dengan Kripto

    Raksasa pembayaran online global, PayPal telah mengumumkan fitur baru yang memungkinkan perusahaan atau klien mereka yang bergerak di bidang web3 dapat menerima pembayaran aset kripto dari pelanggan di Amerika Serikat.

    Fitur tersebut, yang disebut PayPal On and Off Ramps, merupakan integrasi dengan layanan PayPal yang sudah ada, yang memungkinkan konsumen AS untuk membeli dan menjual kripto yang didukung PayPal.

    PayPal On dan Off Ramps akan memungkinkan wallet, dApps, dan marketplace NFT berintegrasi dengan platform pembayaran PayPal, memberikan pelanggan cara yang cepat dan lancar untuk membeli dan menjual kripto di AS. Fitur ini juga akan mendapatkan manfaat dari manajemen penipuan, penagihan balik, dan kontrol serta alat keamanan sengketa PayPal.

    Adopsi Kripto

    Ilustrasi pembayaran kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi pembayaran kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Harga Bitcoin Turun, Pasar Pertimbangkan Kemungkinan Likuidasi FTX

    Menurut PayPal, klien Web3 dapat memanfaatkan fitur ini dengan terhubung ke pengalaman pembayaran PayPal yang andal dan mengembangkan basis pengguna mereka. Selain itu, pengguna wallet kripto di AS dapat mengonversi kripto mereka menjadi USD langsung dari wallet ke saldo PayPal, sehingga mereka dapat berbelanja, mengirim, menyimpan, atau mentransfer ke bank atau kartu debit mereka.

    “Dengan menambahkan Off Ramps, pengguna dompet kripto di AS dapat mengonversi kripto mereka menjadi USD langsung dari dompet ke saldo PayPal sehingga mereka dapat berbelanja, mengirim uang, menyimpan, atau mentransfer ke kartu debit atau debit mereka,” sebut pengumuman PayPal.

    PayPal On dan Off Ramps sekarang tersedia untuk pedagang web3 dan tersedia di MetaMask, salah satu dompet kripto dan ekstensi browser paling populer.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Meluncurkan Stablecoin PYUSD untuk Pembayaran dan Transfer

    PayPal telah memperdalam langkahnya ke industri kripto dengan meluncurkan stablecoin yang didukung dolar AS yang dijuluki PayPal USD (PYUSD). Langkah tersebut menjadikan PayPal salah satu perusahaan keuangan besar AS pertama yang meluncurkan stablecoin-nya sendiri meskipun ada ketidakpastian peraturan seputar aset kripto di negara tersebut.

    Sebagai stablecoin yang dipatok dalam USD, PayPal USD mempertahankan nilai tetap terhadap dolar AS, dan akan dikeluarkan oleh pembuat stablecoin populer Paxos Trust Co. Seperti stablecoin yang dipatok dalam USD lainnya, PYUSD didukung oleh deposit USD, perbendaharaan jangka pendek, dan setara kas lainnya, menurut laporan Fortune pada hari Senin (7/8).

    Untuk saat ini, pengguna hanya dapat menggunakan PYUSD untuk kripto dan aktivitas terkait web3, seperti pembayaran dalam game dan perdagangan dengan aset kripto lainnya. Namun dalam jangka panjang, PayPal bermaksud menggunakan PYUSD untuk memfasilitasi pembayaran dan transfer berbiaya rendah di antara pengguna dan trader di seluruh dunia.

    Peluncuran PYUSD

    Ilustrasi stablecoin PayPal USD (PYUSD). Sumber: Paypal.
    Ilustrasi stablecoin PayPal USD (PYUSD). Sumber: Paypal.

    Baca juga: Pasar Kripto Stagnan Bersiap Tunggu Data Inflasi AS Terbaru

    Paypal mengatakan akan meluncurkan mata uang digital baru secara bertahap kepada pelanggan di AS dalam beberapa minggu mendatang. Kemudian pelanggan dapat mentransfer stablecoin ERC-20 ke dompet eksternal, melakukan transaksi peer-to-peer, dan mengubahnya menjadi aset kripto lain yang didukung oleh ekosistem PayPal.

    Dan Schulman, presiden dan CEO PayPal, percaya bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya di industri pembayaran digital, karena ada kebutuhan akan aset yang stabil untuk menjembatani kesenjangan antara dunia tradisional dan digital.

    Pergeseran menuju mata uang digital membutuhkan instrumen stabil yang asli secara digital dan mudah terhubung ke mata uang fiat seperti dolar AS, kata Schulman dalam sebuah pernyataan.

    Perusahaan telah menambahkan dukungan untuk mata uang kripto lainnya, seperti Bitcoin dan Ethereum, sejak tahun 2020, dan pengguna dapat menukar PYUSD untuk semua aset digital yang didukung di platform.

    Kritik buat PayPal

    Baca juga: 4 Kripto Ini Bisa Turun ke Harga Terendah Baru di bulan Agustus 2023

    Namun, anggota komunitas mengkhawatirkan aspek terpusat PayPal. Sebagai entitas terpusat, PayPal dapat menunda pembayaran pelanggan, menuntut informasi tertentu dalam berbagai hal.

    Menurut Bloomberg, Jose Fernandez da Ponte, kepala tim blockchain dan mata uang digital PayPal, percaya ada peningkatan permintaan untuk stablecoin alternatif karena meningkatnya dominasi di pasar.

    Pangsa pasar stablecoin kini menunjukkan bahwa USDT Tether memiliki dominasi 67,18%, sedangkan USDC Circle memiliki dominasi 20,55% di pasar. Sedangkan stablecoin yang tersisa berbagi 12% sisanya.

    Sementara PYUSD PayPal belum menerima sambutan hangat dari komunitas kripto, ia memiliki peluang untuk memanfaatkan pengguna platform yang ada. Menurut Statista, PayPal memiliki 431 juta akun aktif pada kuartal kedua tahun 2023.

    Hanya periode mendatang yang bisa menjawab jika PYUSD PayPal berhasil mengganggu duopoli USDT dan USDC.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Bekerja Sama dengan Crypto Wallet, Metamask

    Dua nama teratas industri bekerja untuk membuat pembelian cryptocurrency menjadi jauh lebih mudah. Coindesk telah melaporkan bahwa PayPal bekerja sama dengan crypto wallet MetaMask untuk membuat pembelian mata uang kripto yang baru dan lebih efisien.

    Pengumuman tersebut menyampaikan bahwa mereka sedang mencari beragam opsi yang tersedia bagi pengguna untuk transfer aset digital.

    Baca Juga: Peluncuran CBDC Bank Sentral Brazil Diluncurkan pada tahun 2024

    Pengguna PayPal Sekarang Dapat Membeli Crypto

    Kemitraan antara PayPal dan MetaMask adalah berita bagus bagi pengguna yang mencari cara yang lebih mudah untuk membeli mata uang kripto. Kemitraan ini dibuat dari niat untuk mendukung bagi pengguna yang ingin masuk ke industri ini.

    Siaran pers mengungkapkan bahwa pengembang MetaMask, ConsenSys, diatur untuk memungkinkan pengguna memilih PayPal sebagai opsi pembayaran saat membeli Ethereum dalam platform MetaMask. Selain itu, pengembangan ini mengintegrasikan transfer aset digital yang mulus antara kedua platform.

    Pengembangan ini memiliki fungsi yang mirip dengan fitur yang sudah tersedia di platform populer seperti Etsy dan eBay. Selain itu, ini mereplikasi fitur checkout yang memungkinkan pelanggan membeli menggunakan akun PayPal mereka. Sebaliknya, hal yang sama sekarang akan berlaku saat membeli cryptocurrency melalui MetaMask.

    Manajer produk MetaMask, Lorenzo Santos, menyatakan manfaat dari pengembangan ini adalah untuk memperkenalkan pelanggan ke Web3.

    “Integrasi dengan PayPal ini akan memungkinkan pengguna AS kami untuk tidak hanya membeli crypto melalui MetaMask, tetapi juga dengan mudah menjelajahi ekosistem Web3,” catat Santos.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Paypal dan Western Union Mendaftarkan Merk Dagang untuk Kripto

    Paypal dan Western union telah mengajukan merek dagang untuk layanan terkait dengan kripto, berita tersebut dibagikan melalui Twitter oleh pengacara berlisensi USPTO, Mike Kondoudis.

    Sesuai dokumen, Paypal telah mengajukan merek dagang untuk “PAYPAL” dna logo Ps. Dokumen merek dagang mengklaim bahwa perusahaan berencana untuk membuat transaksi blockchain dan aset digital termasuk kripto, Pengajuan tersebut telah diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada tanggal 18 Oktober dengan nomor seri 97636933, 97636892, dan 97636857.

    PayPal memperkenalkan Checkout dengan Crypto pada bulan Maret tahun lalu, memungkinkan pengguna membayar pembelian online dengan cryptocurrency. Setelah itu, PayPal merevisi pedoman penggunanya pada Maret 2022 dan mengecualikan penjualan NFT di atas $10.000 dari Program Perlindungan Penjual. Tindakan ini dipandang sebagai pertahanan proaktif terhadap penipuan.

    Baca Juga: Formula 1 Mendaftarkan Merek Dagang Crypto untuk Las Vegas Grand Prix

    Western Union telah mengajukan 3 merek dagang, perusahaan berencana untuk terjun ke keuangan, perbankan dan asuransi termasuk transaksi mata uang digital. Selain itu, dokumen tersebut juga menyebutkan perdagangan dan pialang komoditas dan kripto serta mengeluarkan token. Western union telah mengajukan merek dagang pada hari yang sama dengan Paypal dengan nomor seri seri 97641189, 97641182, dan 97641176.

    Di sisi lain, Western Union adalah salah satu perusahaan pengiriman uang terbesar di dunia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa perusahaan sedang mencari cara untuk masuk ke mata uang kripto. Selain itu, banyak orang di seluruh dunia mencari cara untuk mengirim crypto, seperti cara mereka mengirim fiat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto?

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah membuka sementara platform layanan keuangan digital, Paypal. Sebelumnya platform raksasa pembayaran global itu sempat diblokir karena belum melakukan pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

    Pembukaan blokir ini bertujuan agar masyarakat yang dananya masih tertahan di Paypal bisa melakukan migrasi ke platform lain selama lima hari kerja ke depan. Kemkominfo pun meminta masyarakat memanfaatkan pembukaan sementara ini dengan memindahkan dananya sebelum kembali diblokir jika tidak juga mendaftar.

    Salah satu pertanyaan yang muncul dibenak masyarakat, apakah bisa melakukan transfer dana Paypal ke aset kripto di Indonesia?

    Sayangnya hal itu belum bisa dilakukan. Sebagai informasi, PayPal memang telah mengumumkan pada 7 Juni 2022 pengguna kripto bisa dapat memindahkan atau melakukan transfer kripto termasuk Bitcoin dan Ethereum dari platformnya ke dompet digital eksternal.

    Ilustrasi PayPal.
    Ilustrasi PayPal. Sumber: Reuters.

    Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

    Baru Tersedia di Amerika Serikat

    Dalam penjelasannya, Paypal mengatakan fitur transfer dana ke walllet kripto baru tersedia khusus untuk penggunanya yang berada di Amerika Serikat dan itu pun yang terpilih. Dalam waktu beberapa bulan ke depan akan diluncurkan ke semua pelanggan AS yang memenuhi syarat.

    Menurut laporan Reuters, PayPal sudah lama memasuki industri aset kripto sejak dua tahun lalu, namun ini merupakan pertama kalinya perusahaan itu mengizinkan pengguna memindahkan dana kripto mereka ke wallet eksternal.

    Langkah PayPal tersebut bisa menjadi momentum untuk mengembangkan layanan lainnya yang memanfaatkan kripto ataupun blockchain. Masuknya PayPal ke industri yang baru seumur jagung ini juga menguatkan potensinya di masa depan.

    PayPal mulai mengizinkan pelanggan untuk membeli, menjual dan menyimpan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH), dan Litecoin (LTC) pada Oktober 2020 lalu. Tetapi, pengguna tidak diizinkan untuk memindahkan kepemilikan kripto dari platform tersebut sebelumnya.

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Telkom Kembangkan Metanesia, Dunia Metaverse Serba Bisa

    Integrasi Paypal ke Industri Kripto dan Blockchain

    SVP blockchain dan kripto PayPal, Jose Fernandez da Ponte, dalam sebuah wawancara mengatakan perusahaan mengambil sudut pandang jangka panjang dalam hal mengejar strategi untuk mengintegrasikan kripto dan blockchain pada platformnya.

    “Seluruh alasan kami menggunakan kripto adalah karena kami yakin sebagian besar perdagangan akan beralih ke mata uang digital,” ujar Ponte.

    Ponte menambahkan ini adalah alasan besar PayPal tidak mengenakan fee atau biaya untuk transaksi kripto yaitu, karena dalam rencananya aset kripto hanya akan ada dikisaran pada perdagangan, bukan operasi bisnis pertukaran untuk masa depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gak Pakai Ribet! PayPal Bikin Transfer Kripto Segampang Kirim SMS

    PayPal baru saja mengumumkan inovasi baru yang akan mengubah cara kita mengirim aset kripto.

    Inisiatif “PayPal Links” akan memungkinkan pengguna mengirim Bitcoin, Ethereum, stablecoin PYUSD, dan token lainnya secara langsung melalui pesan teks singkat (SMS) , direct message (DM), atau email.

    Program ini akan mulai diluncurkan di Amerika Serikat terlebih dahulu, kemudian menyusul negara-negara lain seperti Inggris dan Italia dalam beberapa waktu dekat.

    Baca Juga: PayPal Kenalkan Pay With Crypto, Apa Saja Fungsinya?

    Fitur Baru: Kirim Crypto Jadi Sekasar Chat

    Fitur baru ini memungkinkan pengguna PayPal dan Venmo untuk membuat tautan pembayaran satu kali (one-time link) yang bisa dikirim ke kontak melalui SMS, DM, atau email.

    Tautan ini bersifat privat dan spesifik untuk penerima tertentu, sehingga keamanan tetap dijaga.

    Selain itu, PayPal mengonfirmasi bahwa pembayaran kripto antar teman dan keluarga via PayPal atau Venmo tidak akan memicu keharusan pengisian dokumen pajak 1099-K di AS, suatu hal yang sering dikhawatirkan oleh banyak pengguna karena regulasi perpajakan yang ketat.

    Token dan Dukungan Akun yang Diperluas

    Menurut laporan Decrypt pada Selasa (16/9), Saat ini PayPal mendukung pembelian kripto dalam aplikasinya untuk aset seperti Bitcoin, Ethereum, PYUSD (stablecoin milik PayPal), serta kripto lain seperti Solana, Chainlink, Litecoin, dan Bitcoin Cash.

    Dengan fitur baru ini, dukungan tersebut akan diperluas agar pengguna bisa berkolaborasi, mengirim dan menerima token antar dompet kripto/stablecoin lain di luar ekosistem PayPal / Venmo.

    Peluncuran dan Ekspansi Internasional

    Fase pertama peluncuran akan dilakukan di AS, sedangkan negara-negara lain seperti Inggris dan Italia akan menyusul dalam waktu dekat.

    PayPal belum mengumumkan semua token yang akan ditambahkan, atau jadwal persisnya, tetapi perusahaan memastikan bahwa opsi untuk mengirim token akan muncul “segera”.

    Dampak bagi Pengguna, Komunitas & Industri

    Fitur ini berpotensi memperluas adopsi kripto secara masif di kalangan pengguna biasa.

    Selama ini, pengiriman kripto antar dompet sering kali membutuhkan langkah-langkah teknis seperti memasukkan alamat dompet (wallet address) yang panjang, memeriksa biaya gas fee, dan memahami risiko keamanan.

    Dengan link pembayaran sekali pakai yang bisa dibagikan lewat pesan/DM/email, hambatan ini bisa banyak terkikis.

    Bagi komunitas dan pengguna, ini berarti crypto akan lebih “ramah pengguna” (user-friendly).

    Bagi banyak orang yang belum pernah menggunakan dompet kripto karena kompleksitasnya, langkah ini bisa menjadi pintu masuk baru.

    Dari sisi industri, PayPal sedang memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan yang menjembatani keuangan tradisional dan keuangan digital.

    Menurut perusahaan, fitur baru ini menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengintegrasikan crypto dan meningkatkan fleksibilitas penggunaan termasuk untuk pembayaran mikro, transfer antar teman,keluarga, dan begitu banyak situasi yang sebelumnya tak praktis jika memakai metode kripto tradisional.

    Beberapa Catatan Penting & Tantangan

    • Meskipun pengiriman kripto lewat link lebih mudah, biaya transaksi (gas fee), kecepatan jaringan, dan kebijakan dompet eksternal tetap bisa mempengaruhi pengalaman pengguna.
    • Regulasi tetap menjadi faktor krusial—terutama pajak dan pelaporan. Meskipun PayPal menyebut bahwa transaksi antar teman/keluarga akan dibebaskan dari 1099-K (AS), ini hanya mencakup lingkungan PayPal / Venmo; pengguna harus tetap memperhatikan hukum lokal atau regulasi pajak masing-masing negara.
    • Keamanan juga tetap penting—tautan yang bocor atau disalahgunakan bisa menimbulkan risiko jika tautan dibuat tidak dengan hati-hari.

    Dengan fitur “PayPal Links” yang segera mendukung pengiriman Bitcoin, Ethereum, stablecoin, dan token lainnya lewat teks, DM, dan email, PayPal mengambil langkah penting dalam menyederhanakan cara orang berinteraksi dengan kripto. Ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi soal aksesibilitas bagi pengguna normal yang selama ini masih merasa kripto rumit.

    Fitur baru ini menempatkan kripto semakin dekat ke penggunaan sehari-hari, di luar konteks spekulatif dan investasi. Jika berjalan lancar, ini dapat mempercepat adopsi massal dalam jangka menengah, sekaligus menggeser persepsi bahwa kripto hanya untuk orang “tech savvy.”


    Kalau kamu mau, saya bisa buatkan juga versi headline menarik dan thumbnail konsep untuk artikel ini supaya cocok untuk media digital/social media.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Kenalkan Pay With Crypto, Apa Saja Fungsinya?

    PayPal resmi meluncurkan fitur Pay with Crypto, tonggak anyar yang mendorong pembayaran kripto ke arus utama bisnis global.

    Layanan ini dirancang untuk menggantikan biaya transaksi tradisional yang tinggi, dengan biaya serendah 0,99%, jauh lebih rendah hingga 90% dibandingkan kartu kredit internasional.

    Fitur Utama & Nilai Tambah untuk Merchant

    • Dukungan 100+ cryptocurrency, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), USDT, USDC, XRP, BNB, dan Solana, serta pembayaran via dompet populer seperti Coinbase, MetaMask, Kraken, dan Exodus.
    • Konversi instan ke fiat atau stablecoin (PYUSD): PayPal mengkonversi kripto langsung menjadi US Dollar atau stablecoin internal, sehingga merchant tidak terpapar volatilitas pasar.
    • Pencairan dana cepat: merchant menerima hasil transaksi hampir seketika tanpa harus menunggu 1–3 hari seperti di kartu kredit.

    Baca Juga: PayPal Luncurkan Fitur Pembayaran dengan Kripto

    Biaya & Bonus Pengguna

    • Biaya transaksi promo: 0,99% untuk tahun pertama, kemudian naik menjadi 1,5% tahun kedua, atau masih jauh lebih rendah dari rata-rata antarbenua (1,5%–3,5%).
    • Faedah PYUSD: merchant yang menyimpan hasil transaksi dalam stablecoin PayPal (PYUSD) bisa mendapatkan imbal hasil sebesar 4% per tahun, fungsi tabungan terpisah dari payment solution.

    Dampak Strategis & Monetisasi Global

    Dengan menghubungkan merchant dengan 650+ juta pengguna kripto dan nilai pasar lebih dari $3 triliun, PayPal membuka jalur termasuk segmen pelanggan baru tanpa infrastruktur perbankan rumit.

    Bisnis kecil hingga enterprise kini bisa menerima pembayaran lintas negara tanpa biaya tinggi atau delay saldo, memberi margin lebih besar dan fleksibilitas operasional.

    Peluncuran ini disertai integrasi dengan “PayPal World”, platform global yang menggabungkan lima dompet digital besar, merevolusi cara uang bergerak di kancah global.

    Reaksi Pasar & Sentimen Investor

    Lansiran “Pay with Crypto” memicu reaksi positif di pasar: sentimen retail terhadap PayPal berada di zona ‘bullish’ sebesar 72/100, dengan volume pembicaraan tinggi di Stocktwits. Saham PYPL sempat naik sekitar 0,3% setelah pengumuman.

    Secara analis, langkah ini dipandang sebagai peluang disruptif terhadap jaringan Mastercard, Visa, dan sistem pembayaran tradisional, PayPal kini bersiap menjadi jembatan antara fiat dan aset digital.

    Risiko & Poin Perhatian

    • Keterbatasan geografis: layanan baru ini berlaku hanya untuk merchant AS; layanan bisnis di New York tergantung pada persetujuan NYDFS.
    • Risiko keamanan & custody: cryptocurrency bergantung pada blockchain dan pihak ketiga, tanpa proteksi FDIC/SIPC, menyimpan kripto tetap ada risiko teknis.
    • Regulasi digital finance: meskipun semangat Regulasi seperti GENIUS Act mendukung, potensi regulasi ketat bisa mengubah rencana PayPal di masa depan.

    Baca Juga: PayPal Meluncurkan Stablecoin PYUSD untuk Pembayaran dan Transfer

    Peluncuran Pay with Crypto oleh PayPal menandai transformasi nyata bagi dunia digital finance: merchant kini bisa menerima kripto secara instan, mitigasi volatilitas via stablecoin, dan menikmati biaya jauh lebih rendah dibanding kartu kredit.

    Ditambah potensi yield dari PYUSD, PayPal kini tidak hanya sebagai penyedia pembayaran digital, tetapi juga platform treasury berbasis kripto.

    “Pay with Crypto” dapat menjadi katalis utama adopsi kripto massal oleh bisnis global, mempercepat era baru perdagangan tanpa batas, rendah biaya, dan seamless secara teknologi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com