Tag: pegunungan

  • Susur Gua di Pegunungan Kendeng Pati, Cukup Ekstrem tapi Tiket Murah



    Jakarta

    Kegiatan yang cukup ekstrem ditawarkan oleh Kabupaten Pati. Di kawasan kapur Pegunungan Kendeng, terdapat gua berair yang terlihat ekstrem untuk disusuri.

    Pantauan detikJateng di lokasi objek wisata di lereng Pegunungan Kendeng ramai wisatawan, Minggu (11/8/2024). Wisatawan datang dari beberapa daerah seperti Pati, Kudus dan Rembang.

    Gua yang pertama kali ditemukan pada tahun 1932 ini menyajikan pemandangan keindahan alam. Dari depan gua terlihat keindahan batu di dalam gua. Wisatawan bisa berjalan-jalan di dalam kolam yang memiliki dasar mirip kolam itu.


    Saat masuk ke dalam, mata wisatawan akan dimanjakan dengan bebatuan dinding gua yang berbentuk eksotis. Wisatawan tidak perlu khawatir meski harus menyusuri air karena mereka mendapat pinjaman jaket pelampung, helm, dan sepatu boot.

    Pengelola Gua Pancur Abdul Salam mengatakan di dalam Gua Pancur memiliki panjang 826 meter. Di dalam gua terdapat bermacam-macam batuan stalakmit dan stalaktit dan stalakmit. Uniknya bebatuan itu menyerupai ornamen-ornamen tertentu.

    “Kalau masuk ke dalam lagi ada batu menyerupai batu Buddha, menyerupai gentong besar kayak kendi,” terangnya ditemui di lokasi.

    Suasana di objek wisata Gua Pancur, Pati, Senin (23/1/2023).Suasana di objek wisata Gua Pancur, Pati (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)

    Abdul mengatakan untuk menikmati wisata gua pancur wisatawan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Untuk tarif per orang mulai dari Rp 15 ribu sampai dengan Rp 20 ribu. Wisatawan dilengkapi dengan alat berupa jaket pelampung, helm, dan sepatu boot.

    Abdul menambahkan selain susur gua juga terdapat wisata kolam, bumi perkemahan dan permainan lainnya. Untuk tiket masuknya per orang Rp 5 ribu.

    Abdul melanjutkan, gua itu ditemukan oleh salah satu warga bernama Sarto. Pada waktu itu Sarto mendengar adanya percikan air keras seperti mancur. Lantas dari situ gua tersebut dinamai dengan Gua Pancur.

    Gua Pancur tidak hanya dikenal dengan keindahan di bagian dalamnya. Lingkungan sekitarnya yang adem juga menjadikan kawasan itu menjadi tempat yang asyik untuk kemping.

    Lokasi kemping tidak jauh letak gua. Wisatawan agak naik ke lokasi lereng Pegunungan Kendeng. Suasana sejuk dan adem menjadi daya tarik wisatawan yang tengah berlibur.

    Baca artikel selengkapnya di detikJateng

    (msl/msl)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 7 Tempat Wisata Viral di Bali ini Cocok Dikunjungi saat Liburan Sekolah


    Denpasar

    Bali selalu menjadi tujuan wisata favorit untuk dikunjungi, terutama saat momen liburan sekolah. Pulau Dewata ini menawarkan banyak tempat wisata viral yang cocok untuk mengabadikan momen bersama keluarga dan anak-anak.

    Buat yang masih bingung mau pergi kemana saat liburan sekolah, berikut ini kami rangkum 7 tempat wisata di Bali yang dijamin akan berkesan untuk si kecil:


    1. Desa Penglipuran

    Tempat wisata viral pertama yang bisa memperkenalkan budaya Bali ke si kecil adalah Desa Penglipuran. Di desa ini, wisatawan bisa melihat suasana adat Bali yang masih begitu kental dan terjaga kelestariannya. Dinobatkan menjadi desa terbersih di dunia, tata ruang desa Penglipuran masih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur nenek moyang berkonsep Tri Mandala. Berkeliling sembari menikmati keunikan budaya Desa Penglipuran tentu akan jadi momen tak terlupakan.

    Desa Wisata Panglipuran BaliDesa Wisata Penglipuran Bali Foto: shutterstock

    2. Pantai Kuta

    Pantai Kuta menjadi tempat wisata viral di Bali selanjutnya karena keindahan sunset dan ombaknya. Tak hanya bisa menikmati pantai, wisatawan bisa menyusuri sepanjang jalan Pantai Kuta dan berkeliling di pusat perbelanjaan Beachwalk Mall. Jangan lupa mengabadikan momen di depan Beachwalk untuk menambah memori berkesan untuk diingat selalu oleh si kecil!

    Beachwalk Shopping Center di KutaBeachwalk Shopping Center di Kuta Foto: (beachwalkbali.com)

    3. Tegallalang Ubud

    Apabila berlibur ke wilayah Ubud, Tegallalang bisa jadi tujuan wisata selanjutnya yang bisa dikunjungi. Pemandangan sawahnya yang unik dan berundak-undak dengan latar belakang menakjubkan menjadikannya spot favorit untuk berfoto. Yang paling menarik, ada pertunjukan tari tradisional yang bisa dinikmati di area sekitar Tegallalang sembari menikmati keindahan alam.

    Dozens of children and teenagers, covered their bodies in various colors like monsters as they participated in the Ngerebeg ritual in Tegallalang, Gianyar, Bali on Wednesday, 8th of February 2023. This ritual has been performed for years and passed down from generation to generation. Ngerebeg is held the day before the peak of the Pura Duur Bingin's piodalan (celebration of the holy place's anniversary), which occurs every 210 days according to the Balinese calendar system. The monsters in this ritual walk around the village of Tegallalang for 6 kilometers to purify the mind of Bhuana Alit (the human body) and Bhuana Agung (the universe). Specifically, the monster-like faces represent the negative qualities present in humans that need to be neutralized. (Photo by Keyza Widiatmika/NurPhoto via Getty Images)Ritual Ngerebeg di Tegallalang, Gianyar, Bali (Photo by Keyza Widiatmika/NurPhoto via Getty Images) Foto: Keyza Widiatmika/Getty Images

    4. Tirta Empul

    Sudah pernah mencoba melukat? Cobalah kunjungi Tirta Empul, tempat viral di kalangan wisatawan untuk melukat atau melakukan penyucian diri. Nama Tirta Empul sendiri memiliki arti mata air suci yang timbul dari tanah. Selain melukat, wisatawan juga dapat berkeliling di sekitar area untuk melihat bangunan-bangunan khas budaya Bali dan juga taman yang terlihat begitu Indah. Hal ini tentunya bisa jadi daya tarik tersendiri yang tidak bisa didapatkan di tempat lain!

    Pura Tirta Empul merupakan salah satu pura Hindu yang juga menjadi destinasi favorit para traveler yang berkunjung ke Bali. Terletak di tengah pulau Bali, tepatnya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pura ini terkenal dengan air sucinya di mana orang Hindu Bali mencari penyucian, tidak hanya Umat Hindu, para wisatawan pun dapat melakukan penyucian di Pura Tirta Empul, Kamis (02/12/2021).Pura Tirta Empul merupakan salah satu pura Hindu yang juga menjadi destinasi favorit para traveler yang berkunjung ke Bali. Terletak di tengah pulau Bali, tepatnya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pura ini terkenal dengan air sucinya di mana orang Hindu Bali mencari penyucian, tidak hanya Umat Hindu, para wisatawan pun dapat melakukan penyucian di Pura Tirta Empul, Kamis (02/12/2021). Foto: Kemenparekraf

    5. Pura Ulun Danu Beratan

    Rekomendasi tempat wisata viral selanjutnya yaitu Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul. Pura ini memiliki keindahan alam dan juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Bali seperti Melasti. Daya tarik Pura Ulun terletak di tepi Danau Beratan. Keberadaan pura yang menjulang tinggi, menjadi spot foto paling ikonic bagi pengunjung dengan latar belakang gunung yang asri. Yang tak kalah menarik, wisatawan bisa mencoba mendayung di sekitar danau!

    Pura cantik di Danau BedugulPura cantik di Danau Bedugul Foto: Riri Bhakti/d’Traveler

    6. Kebun Raya Bedugul

    Kebun Raya pastinya jadi pilihan yang bagus jika ingin berpiknik sembari melepas penat bersama keluarga. Bali juga memiliki kebun raya viral yang bisa dikunjungi, yaitu Kebun Raya Bali atau Kebun Raya Bedugul. Suasana pegunungan yang dingin serta udara yang sejuk menjadikan momen liburan begitu tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Tak hanya itu, banyak spot menarik yang bisa dikunjungi seperti Taman Anggrek, Rumah Kaca Kaktus, Taman Akuatik dan masih banyak lagi yang lainnya.

    7. Trans Studio Bali Theme Park

    Terakhir, ada indoor theme park viral untuk bisa bermain 16 wahana kelas dunia yaitu Trans Studio Bali theme park. Salah satu wahana ekstrim yang sempat viral di sosial media adalah Boomerang Coaster, yaitu roller coaster super cepat yang berada di puncak gedung.

    Trans Studio BaliTrans Studio Bali Foto: Dok. Trans Studio Bali

    Wahana lainnya yang tak kalah menarik adalah Flying Over Indonesia, yaitu paralayang virtual terbesar di Asia Tenggara untuk bisa berkeliling Indonesia. Tak hanya wahana, theme park satu ini juga menghadirkan show-show spektakular, dimana salah satunya hanya ditampilkan saat liburan sekolah!
    Itu dia 7 tempat wisata viral yang tentunya bisa membuat liburan sekolah semakin berkesan dan berwarna. Mumpung libur sekolah belum usai, yuk segera ajak keluarga dan si kecil berlibur seru di Bali!

    (ddn/bnl)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


    Jakarta

    Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

    Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

    Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


    Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

    Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

    1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

    Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

    Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

    Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

    Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

    2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

    Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

    Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

    Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

    Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

    3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

    Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

    Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

    Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

    Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

    4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

    Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

    Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

    Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

    Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

    5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

    gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

    Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

    Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

    6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

    Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

    Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

    Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

    Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

    7. Gunung Batur (Bali)

    Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

    Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

    Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

    8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

    Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

    Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

    9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

    Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

    Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

    Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

    10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

    Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

    Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

    11. Gunung Sindoro

    Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

    Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

    12. Gunung Tanggamus (Lampung)

    Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

    Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

    Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Anak Rambut Gimbal hingga Embun Es


    Jakarta

    Dataran Tinggi Dieng memiliki banyak keunikan sehingga menjadi tempat wisata unggulan di Jawa Tengah. Terlebih pada waktu-waktu tertentu, wisatawan akan berdatangan ke Dieng untuk menikmati sejumlah atraksi.

    Dataran Tinggi Dieng berada di dua daerah, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Kebanyakan destinasi wisata berada di Kabupaten Banjarnegara. Sebelum traveler pergi ke sana, simak dulu 7 hal unik Dieng berikut ini.

    7 Keunikan Wisata Dataran Tinggi Dieng

    Berikut ini 7 keunikan dari Dataran Tinggi Dieng yang traveler wajib ketahui:


    1. Anak Bajang Rambut Gimbal

    Salah satu yang paling unik di Dieng adalah adanya anak bajang berambut gimbal. Anak-anak ini berambut gimbal alami dan dipercaya sebagai keturunan leluhur Dieng,yaitu Kyai Kolodete.

    Dalam acara Dieng Culture Festival yang digelar tiap tahun, anak-anak ini akan diruwat dengan memotong rambut gimbalnya untuk menghilangkan keburukan. Orang tua anak tersebut akan memberikan hadiah sesuai permintaan si anak.

    2. Desa Tertinggi di Pulau Jawa

    Dieng memiliki desa yang letaknya tertinggi di Pulau Jawa, yakni di ketinggian 2.306 mdpl. Tempat ini bernama Desa Sembungan yang berpenduduk sekitar 1.300 jiwa. Desa ini dipercaya sebagai desa induk di kawasan Dieng.

    3. Negeri di Atas Awan

    Lokasinya yang berada di ketinggian, membuat Dieng memiliki pemandangan alam yang menakjubkan. Dieng juga dijuluki sebagai negeri di atas awan. Dieng juga memiliki beberapa spot menarik untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam.

    4. Punya 22 Kawah

    Dieng adalah dataran vulkanik aktif yang bisa mengeluarkan gas beracun sewaktu-waktu. Dahulu, Dieng adalah sebuah kawasan gunung berapi yang terdiri dari Gunung Prau, Gunung Jimat, Bukit Rogo Jembangan, dan Tlerep. Kini gunung-gunung tersebut menjadi lembah alam di kawasan Dieng.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut ada 22 kawah di kawasan Dieng. Di Kabupaten Banjarnegara, antara lain terdapat Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, dan Kawah Sileri.

    Di Kabupaten Batang antara lain terdapat Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, dan Kawah Siglagah. Di Kabupaten Wonosobo, terdapat Kawah Sikidang, Kawah Sikunang, Kawah Pulosari, dan Kawah Pakuwojo.

    5. Tempat Dewa Bersemayam

    Konon, Dieng merupakan tempatnya para dewa bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Jawa Kawi, yaitu ‘di’ dan ‘hyang’. Di berarti tempat atau gunung, sedangkan Hyang berarti dewa/dewi/leluhur. Maka Dihyang atau Dieng berarti pegunungan tempat para leluhur atau para dewa bersemayam.

    Dari sebuah prasasti yang ditemukan, Dieng dahulunya dipakai sebagai tempat ibadah. Prasasti Gunung Wule yang berasal dari tahun 861 Masehi mencatat instruksi kepada seseorang untuk menjaga bangunan suci di area yang disebut Dihyang.

    6. Penghasil Carica

    Keunikan lainnya, Dieng merupakan penghasil buah carica. Buah ini mirip pepaya namun ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih renyah. Buah ini berasal dari dataran tinggi Andes Amerika Selatan. Carica sering dibuat manisan dan sering menjadi oleh-oleh wisatawan.

    7. Embun Es Dieng

    Yang terakhir adalah adanya fenomena embun es Dieng. BMKG menjelaskan fenomena embus es atau frost di Dieng merupakan salah satu aspek cuaca yang istimewa.

    Fenomena ini muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.

    Embun es biasanya berlangsung pada periode waktu terbatas, terutama saat kemarau (Juni – Oktober). Meski Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat, frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa syarat kondisi cuaca terpenuhi.

    Demikian tadi 7 hal unik Dataran Tinggi Dieng yang menjadikan tempat wisata ini menarik, antara lain adanya anak bajang berambut gimbal, hingga kemunculan embun es.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tahukah Kamu, Pegunungan Anjasmoro Punya 40 Puncak, tapi Tak Boleh Didaki



    Mojokerto

    Anjasmoro merupakan pegunungan yang berada di Jawa Timur. Tahukah kamu jika pegunungan ini memiliki 40 puncak, tapi tidak boleh didaki oleh para pendaki.

    Pegunungan Anjasmoro terdiri dari gunung-gunung dalam satu gugusan. Pegunungan ini memiliki sejumlah fakta menarik yang mungkin belum banyak orang tahu.

    Gunung setinggi 2.282 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masuk ke dalam lima wilayah kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Jombang, Kediri, Mojokerto, Malang, dan Kota Batu.


    Lokasi Gunung Anjasmoro masih satu klaster dengan Gunung Argowayang dan berdekatan dengan Gunung Arjuno-Welirang. Berikut fakta-fakta tentang gunung Anjasmoro:

    1. Tidak Boleh Didaki

    Gunung Anjasmoro memiliki kawasan hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane, dan hutan ericaceous atau hutan gunung. Pepohonan di gunung ini sangat lebat dan vegetasinya masih alami.

    Pada 1992, Kementerian Kehutanan menetapkan pegunungan Anjasmoro sebagai kawasan konservasi. Di mana, Gunung Anjasmoro masuk ke dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang berada di bawah Dinas Kehutanan Jawa Timur.

    Di gunung Anjasmoro tidak boleh ada aktivitas pendakian. Tahura Raden Soerjo menutup pendakian gunung ini. Bahkan, pendakian di sini memang tidak pernah dibuka sejak zaman dahulu.

    2. Jalur Pendakiannya Ekstrem

    Selain karena masuk kawasan konservasi, jalur pendakian di gunung Anjasmoro juga masih sangat asing. Meski ada beberapa jalur pendakian, namun medannya ekstrem, super licin, masih asri, dan sepi pendaki.

    Masih belum banyak penanda yang jelas di setiap titik sepanjang pendakian gunung Anjasmoro. Ditambah lagi, jalur pendakian yang harus menerobos semak-semak dalam dan basah.

    Topografi gunung Anjasmoro yang curam dan terjal juga membahayakan keselamatan pendaki. Itulah alasan mengapa pendakian di gunung Anjasmoro dilarang.

    3. Punya 40 Puncak

    Gunung Anjasmoro memiliki 40 puncak. Puncaknya pun belum banyak yang menaklukkan, karena memang gunung ini tidak boleh didaki. Puluhan puncak itu terbagi dalam tiga kota dengan titik tertingginya masing-masing.

    Di antaranya, ada Top Anjasmoro, Gunung Biru yang berada di ketinggian 2.277 mdpl. Puncak ini terletak di Kota Batu, dengan jalur pendakian via Cangar, Pabrik Jamur. Lalu di Mojokerto ada Puncak Kukusan.

    Puncak ini ada di ketinggian 1.950 mdpl dengan jalur pendakian melalui Nawangan dan Rejosari. Selanjutnya, Puncak Cemorosewu di Jombang yang berada 1.800 mdpl dengan jalur pendakian via Carangwulung, Wonosalam.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Wisata Rafting di Pangalengan yang Seru dan Menantang, Wajib Dicoba!


    Terletak di kawasan pegunungan di Jawa Barat, Pangalengan, dikenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan serta sungai-sungai yang cocok untuk kegiatan rafting (arung jeram).

    Ada banyak wisata rafting di Pangalengan yang bisa jadi tujuan travelers. Bagi yang ingin merasakan adrenalin seru dengan berpetualang air, simak rekomendasi tempat untuk rafting air di bawah ini yuk.

    Rekomendasi Wisata Rafting di Pangalengan

    1. Situ Cileunca (Sungai Palayangan)

    Tempat rafting di Sungai Palayangan terletak di Jalan Situ Cileunca, Wanasari, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Tepatnya, di sekitar Situ Cileunca.


    Traveler akan melakukan rafting di Sungai Palayangan dengan durasi sekitar 2 jam. Sungai Palayangan sendiri termasuk lokasi rafting populer di Bandung, karena memiliki sumber air yang relatif stabil dan tidak ada banjir bandang.

    Bagi pemula, tak perlu khawatir! Karena akan ada rescue team yang selalu siaga di jeram-jeram tertentu. Makannya, sungai ini bisa diarungi oleh peserta pemula dengan umur minimal 8 tahun.

    Menariknya, di sepanjang sisi sungai pengunjung bisa menikmati keindahan hutan pinus, perkebunan kopi, dan perkebunan teh.

    Harga Paket Rafting

    Dilansir dari salah satu jasa rekreasi lokal, Palayangan River, berikut adalah biaya rafting di Sungai Palayangan:

    1. Rafting only (minimal 5 orang): Rp 150 ribu per orang.

    Fasilitas:

    • Rafting 5 Km
    • Guide
    • Rescue
    • Perlengkapan rafting river
    • Free foto (syarat minimal 20 peserta)
    • Minuman hangat
    • Asuransi
    • P3K standar
    • Water heater, shower, dan closet duduk

    2. Rafting trip (minimal 5 orang): Rp 190 ribu per orang.

    Fasilitas:

    • Rafting 5 Km
    • Guide
    • Rescue
    • Perlengkapan rafting river
    • Free foto (syarat minimal 20 peserta)
    • Makan siang 1 kali (prasmanan)
    • Snack 1 kali
    • Local transport
    • Asuransi
    • P3K standar
    • Free foto (syarat minimal 20 peserta)
    • Water heater, shower, dan closet duduk

    2. Sungai Cisangkuy

    Sungai Cisangkuy berada di daerah Desa Lamajang, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Rafting di sungai ini bisa dibilang cukup menantang, yaitu 3+.

    Panjang jalur rafting di Sungai Cisangkuy kurang lebih 11-20 kilometer, dengan lebar yang mencapai kisaran 20 meter.

    Harga Paket Rafting

    Ada banyak layanan jasa rekreasi yang menawarkan beberapa paket, dengan fasilitas dan akomodasi untuk kegiatan rafting. Dari catatan detkJabar, harga rafting di Sungai Cisangkuy ada kisaran Rp 185 – 200 ribu per orang.

    3. Glamping Mutiara Rahong Hills

    Muara Rahong Hills adalah destinasi wisata yang menawarkan konsep glamping di tepi sunga jernih yang dikelilingi hutan pinus. Lokasinya ada di Jl. Rahong, Pulosari, Kec. Pangalengan, Kabupaten Bandung.

    DIkutip dari akun Instagram @muararahonghills (18/07/2024), wisatawan perlu merogoh kocek sekitar Rp 175 ribu per orangnya untuk rafting di Glamping Mutiara Rahong Hills.

    Muara Rahong Hills memiliki buka setiap hari dengan jam operasional 08.00 – 18.00 WIB.

    Selain rafting, tempat ini juga menawarkan wahana lainnya seperti paintball, ATV, Flying Fox, hingga off road.

    4. Pineus Tilu Riverside Camping

    Pineus Tilu Riverside Camping berlokasi di kawasan Hutan Pinus Rahong, Pulosari, Pangalengan, Bandung Selatan, Jawa Barat. Dari pusat kota Bandung perjalanan ditempuh kurang lebih 2 jam.

    Selain terkenal dengan tempat berkemah, wisatawan juga bisa mencoba wahana rafting di di di sini. Traveler akan diajak menyusuri Sungai Palayangan, dengan jarak dari start ke finish kurang lebih 4,5 km dengan waktu tempuh 1,5-2 jam.

    Sepanjang rafting, kita akan melewati belasan jeram-jeram yang cukup menantang. Harga paket tenda di sini berkisar dari Rp 650 ribu sampai Rp 3,2 jutaan per malam dengan kapasitas standar 2-5 orang.

    Selain perlu membayar camping, traveler juga perlu bayar parkir ke pengelola saat sampai di lokasi.

    Itu tadi beberapa rekomendasi tempat wisata rafting di Pangalengan beserta harganya.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pemandian Air Panas Ciwalini, Kehangatan di Kebun Teh yang Dingin



    Kabupaten Bandung

    Terletak di tengah perkebunan teh, Pemandian Air Panas Ciwalini memberikan secercah kehangatan di tengah dinginnya udara pegunungan.

    Bagi Anda yang hobi traveling ke wilayah Bandung Selatan, Anda bakal tahu pemandian air panas ini di mana? Ya, Pemandian Air Panas Ciwalini, Rancabali namanya.

    Pemandian air panas ini, menjadi pemandian tertua di kawasan Rancabali, Kabupaten Bandung setelah Kolam Pemandian Air Panas Cimanggu tutup selama empat tahun lebih.


    Humas Pemandian Air Panas Ciwalini, Herman Rubiana mengatakan 31 tahun sudah pemandian air panas ini berdiri. Menurutnya, pemandian dengan latar pemandangan gunung Patuha ini didirikan sejak tahun 1993 lalu.

    “Tahun 1993 didirikan oleh Herman Rusmana seorang Administratur PTPN VIII Rancabali,” kata Herman saat berbincang akhir pekan lalu.

    Pemandian air panas CiwaliniPemandian air panas Ciwalini Foto: Wisma Putra/detikJabar

    Herman mengatakan, sebelum dikomersilkan, pemandian air panas ini kerap digunakan oleh pimpinan-pimpinan PTPN VIII yang berkantor di Rancabali atau sedang berkunjung ke Rancabali. Selain kolam, di pemandian air panas ini juga dilengkapi vila.

    “Dulu vila yang dibangun di sini digunakan untuk gegeden kebun atau atasan perkebunan, setelah ramai baru dikomersilkan, juga ditambah empat cotage,” ungkapnya.

    Menurutnya karena produktivitas dan harga teh Ciwalini sedang bagus, pemandian air panas itu tidak setiap hari buka karena pada masa itu, pemandian air panas ini menjadi usaha sampingan.

    “Dulu jadwal buka Rabu-Kamis dan Sabtu-Minggu, Senin-Selasa dan Jumat tutup. Ini sampingan, karena waktu itu produktivitas dan harga teh sedang bagus. Kebetulan ada sumber air panas di kawasan kebun teh dan dijadikan kolam renang,” jelasnya.

    Menurut Herman, sumber air panas yang ada di kawasan perkebunan teh Ciwalini ini tidak hanya satu. Melainkan banyak dan sumber air panas itu dialirkan ke pemandian air panas tersebut.

    “Ada empat sumber air panas, yakni Ciengang, Citambaga, Citambeleg dan Kampung,” ujarnya.

    Herman mengatakan, selain digunakan untuk mengairi pemandian air panas ini, sumber air panas itu juga digunakan oleh warga sekitar.

    “Untuk sumber air panas Kampung digunakan untuk ke sini dan warga Ciwalini,” ucapnya.

    Disinggung terkait kunci agar pengunjung balik lagi ke Pemandian Air Panas Ciwalini, Herman sebut, kebersihan kolam menjadi hal yang utama.

    “Eksis kebersihannya, tidak sirkulasi, dari sumber ke kolam lalu dibuang, kalau di Ciater dari atas turun ke bawah, baru ditarik lagi, kalau di sini air lewat saja,” ujarnya.

    “Air diganti setiap hari, keramik dibersihkan untuk menghilangkan lumut, seminggu dua kali di Hari Selasa dan Jumat,” tambahnya.

    Herman menambahkan, awalnya pemandian air panas ini berdiri di lahan sekitar 2 hektar, namun seiring waktu berjalan ditambah dengan kawasan cotage 1,6 hektare dan seluruhnya menjadi 3,6 hektar.

    Sekedar informasi, untuk harga tiket perorangan Rp 40 ribu, hari biasa dan weekend harga tiket sama. Untuk bus Rp 30 ribu, mobil kecil Rp 15 ribu dan motor Rp 8 ribuan. Sementara itu, kapasitas pengunjung mencapai 3-4 ribu.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Agrowisata Gunung Mas Puncak, Tempat Asyik untuk Liburan dan Healing


    Jakarta

    Ada banyak tempat wisata seru di sekitar Kawasan Puncak, Bogor, salah satunya yang terkenal adalah Agrowisata Gunung Mas. Selain menikmati udara sejuk pegunungan, ada berbagai aktivitas seru dan menarik di tempat ini.

    Agrowisata Gunung Mas Puncak bisa menjadi pilihan alternatif bagi travelers yang ingin liburan singkat dari Jakarta. Tempat wisata ini cocok untuk kamu yang ingin liburan bareng teman, keluarga, atau pasangan.

    Lantas, apa daya tarik utama dari Agrowisata Gunung Mas Puncak? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Daya Tarik Agrowisata Gunung Mas Puncak

    Daya tarik utama dari Agrowisata Gunung Mas Puncak yakni menawarkan pemandangan alam yang hijau dan udara sejuk. Maka jangan heran, banyak penduduk ibu kota yang datang ke sini untuk liburan atau healing sejenak.

    Di tempat wisata ini juga terdapat berbagai wahana yang seru dan Instagramable, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Apa saja? Simak di bawah ini:

    1. Berkeliling Kebun Teh

    Gunung mas puncak bogorFoto: detikcom

    Banyak wisatawan yang datang ke Agrowisata Gunung Mas Puncak untuk berkeliling kebun teh yang luas dari atas jembatan kayu. Lokasi ini kerap disebut sebagai tea bridge atau jembatan teh.

    Selama berjalan di atas jembatan, detikers dapat melihat hamparan kebun teh hijau yang luas dan view Gunung Pangrango. Tak heran, banyak pengunjung yang berfoto dengan latar belakang gunung tersebut.

    Jika ingin hasil foto yang lebih bagus, detikers bisa menggunakan jasa tukang foto keliling yang menggunakan kamera DSLR. Cukup membayar Rp 5.000 per foto, nantinya hasil foto dari kamera DSLR bisa langsung ditransfer ke smartphone-mu.

    Jika ingin berkeliling kebun teh, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang.

    2. Menaiki Kuda

    Agrowisata Gunung Mas Puncak BogorFoto: Pradita Utama/detikcom

    Lelah berkeliling? Kamu bisa menyewa kuda yang disediakan pihak pengelola. Nantinya detikers akan diajak berkeliling kebun teh dengan menunggangi kuda, layaknya seorang bos yang sedang mengamati usaha kebun teh miliknya.

    Pengunjung yang ingin berkuda akan dikenakan biaya Rp 60.000 untuk 1 kilometer. Jika ingin lebih lama, biayanya sebesar Rp 150.000 per 30 menit.

    3. Rainbow Slide

    Agrowisata Gunung Mas Puncak BogorFoto: Pradita Utama/detikcom

    Wahana yang satu ini banyak diminati wisatawan karena sedang tren di media sosial. Nah, di Agrowisata Gunung Mas Puncak juga terdapat wahana rainbow slide yang seru dan menegangkan.

    Pengunjung akan diajak berseluncur di rainbow slide menggunakan ban besar dengan panjang perosotan hingga 90 meter. Wahana ini makin seru karena akan melintasi tengah-tengah kebun teh yang hijau.

    Tertarik untuk mencobanya? Kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang untuk sekali naik wahana rainbow slide.

    4. Flying Fox

    Agrowisata Gunung Mas Puncak BogorFoto: Pradita Utama/detikcom

    Bagi travelers yang ingin memacu adrenalin, terdapat wahana flying fox untuk orang dewasa. Kamu akan diajak melintasi hamparan kebun teh yang luas dari ketinggian sekaligus merasakan udara dingin khas pegunungan.

    Wahana ini dikenakan tarif sebesar Rp 60.000 per orang untuk sekali naik. Perlu diingat, tak sembarang orang bisa menaiki flying fox, karena terdapat minimal tinggi badan 120 cm.

    5. Kolam Renang

    Bagi si kecil yang ingin berenang sambil bermain air, di Agrowisata Gunung Mas Puncak juga terdapat kolam renang. Namun, siap-siap badan akan menggigil karena suhu airnya begitu dingin.

    Pengunjung yang ingin berenang dikenakan tarif sebesar Rp 10.000 per orang. Meski ukuran kolamnya tidak terlalu besar, namun pas untuk anak-anak yang ingin bermain air.

    6. Bermain ATV

    Satu lagi wahana yang cukup menantang adrenalin di Agrowisata Gunung Mas Puncak, yaitu bermain ATV. Buat kamu yang belum terbiasa bermain ATV, jangan khawatir. Sebab, petugas akan mendampingimu selama mengendarai ATV hingga di garis finis.

    Harga sewa ATV dipatok sebesar Rp 160.000 saat weekday dan Rp 210.000 ketika weekend. Tarif tersebut sudah mencakup waktu pemakaian ATV selama 45 menit dengan jarak tempuh tiga kilometer.

    Berbeda dengan wisatawan lokal, bagi turis asing yang ingin bermain ATV akan dikenakan tarif Rp 260.000 di weekday dan Rp 310.000 saat weekend.

    Sedikit informasi, pengelola Agrowisata Gunung Mas Puncak juga menyediakan tempat penginapan. Ada beberapa tipe kamar yang tersedia, mulai dari standar, bungalow, pondokan, rumah kelapa, hingga VIP. Untuk harganya mulai dari Rp 500 ribuan per malam.

    Harga Tiket Masuk Agrowisata Gunung Mas Puncak

    Bagi travelers yang ingin berkunjung ke Agrowisata Gunung Mas Puncak, ketahui dulu harga tiket masuknya. Saat weekday, tiket masuknya dibanderol Rp 15.500 per orang dan weekday sebesar Rp 20.000 per orang.

    Sebagai pengingat, harga di atas merupakan tiket masuk ke Agrowisata Gunung Mas Puncak saja, jadi belum termasuk tarif untuk bermain di sejumlah wahana.

    Bagi pengunjung yang membawa kendaraan akan dikenakan biaya parkir. Untuk parkir sepeda motor sebesar Rp 5.000 dan mobil dipatok Rp 10.000.

    Lokasi Agrowisata Gunung Mas Puncak

    Agrowisata Gunung Mas Puncak berlokasi di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasinya yang berada di Kawasan Puncak membuat tempat wisata ini mudah dijangkau dengan berkendara.

    Dilihat dari Google Maps, butuh waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam perjalanan dari Jakarta menggunakan mobil. Namun di hari libur, waktu tempuhnya bisa lebih lama lagi karena kawasan Puncak yang macet akibat jumlah wisatawan membludak.

    Demikian ulasan mengenai Agrowisata Gunung Mas Puncak yang menjadi salah satu tempat wisata favorit di Kawasan Puncak. Tertarik untuk datang ke sana?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jam Buka, Harga Tiket, hingga Daya Tariknya


    Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang berada di Jawa Tengah. Lokasinya terkenal jadi destinasi wisata dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya.

    Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, kompleks candi, kawah, hingga telaga yang indah. Tak heran, jika Dieng dikenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”.

    Rekomendasi Wisata Dieng

    Dirangkum detikTravel, berikut adalah daftar wisata Dieng yang wajib dikunjungi:


    1. Bukit Sikunir

    Lokasi: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

    Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng. (ahmadsabani18/d’Traveler)

    Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Bukit Sikunir memiliki ketinggian 2.263 mdpl.

    Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan.

    Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

    Dilansir laman Dieng Plateau, lokasi Telaga Cebong ada di sebelah barat Gunung Sikunir. Dinamakan demikian, karena telaga ini bentuknya menyerupai cebong/berudu. Menariknya, konon jika di pagi hari air telaga ini sering tampak berkilau.

    Jam Buka

    Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam.

    Harga Tiket

    Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

    2. Candi Arjuna

    Lokasi: Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara.

    Objek wisata di dataran tinggi Dieng ditutup saat PPKM Darurat. Kondisi itu dimanfaatkan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di area Candi Arjuna.Area Candi Arjuna, bbjek wisata di dataran tinggi Dieng. (Uje Hartono/detikcom)

    Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

    Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

    Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar.

    Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

    3. Gunung Prau

    Lokasi: Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng.

    Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLanskap momen matahari terbit di Gunung Prau. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi.

    Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

    Harga Tiket Masuk

    Tiket masuk Gunung Prau Rp 10.000 untuk lokal dan Rp 25.000 ribu untuk wisatawan asing.

    4. Kawah Sikidang

    Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (27/2/2021). Menurut pengelola tempat wisata kawasan Dieng, sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah kunjungan wisatawan menurun hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Anies Efizudin/Antara)

    Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat.

    Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

    Jam Buka

    Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

    5. Telaga Menjer

    Lokasi: Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

    Telaga Menjer di Wonosobo.Telaga Menjer di Wonosobo. (satriarexyg28/d’Traveler)

    Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

    Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

    Jam Buka

    Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

    6. Telaga Warna

    Lokasi: Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

    danauTelaga Warna di kawasan wisata Dieng. (Widi Arini/d’Traveler)

    Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Luasnya sekitar 40 hektar dan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau.

    Dinamakan demikian, karena jika terkena matahari warna air di sana sering berubah-ubah.

    Jam Buka

    Wisata Telaga Warna buka dari 07.00-18.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

    7. Telaga Dringo

    Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Telaga di DiengTelaga Dringo di Dieng. (isah.af/d’Traveler)

    Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo.

    Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

    Jam Buka

    Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

    8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

    Lokasi: Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

    batu ratapan anginObjek wisata Batu Pandang Ratapan Angin. (Widi Arini/d’Traveler)

    Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata Dieng, yang terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

    Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan.

    Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

    Jam Buka

    Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket Masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

    9. Sumur Jalatunda

    Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

    Sumur Jalatunda dan lempar batu keberuntunganSumur Jalatunda. (Randy/detikTravel)

    Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

    Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

    Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

    Jam Buka

    Sumur Jalatunda buka dari jam 06.00-17.00 WIB setiap hari.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk Sumur Jalatunda adalah Rp 5.000.

    10. Gardu Pandang Tieng

    Lokasi: Jalan Dieng, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

    Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

    Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

    Jam Buka

    Gardu Pandang Tieng buka 24 jam.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket Gardu Pandang Tieng Rp 10.000 per orang.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 14 Tempat Wisata Malang yang Seru dan Cocok untuk Keluarga


    Jakarta

    Malang menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi banyak masyarakat. Apalagi saat musim libur sekolah atau Lebaran, jumlah wisatawan yang datang semakin meningkat.

    Sebab, ada banyak tempat wisata di Malang yang seru dan cocok untuk keluarga, teman-teman, hingga pasangan. Harga tiket masuknya yang terjangkau juga menjadi salah satu faktor banyak tempat wisata di Malang yang ramai saat musim liburan.

    Ingin tahu apa saja tempat wisata Malang yang seru, murah, dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Tempat Wisata Malang yang Seru

    Ada banyak tempat wisata di Malang yang patut dikunjungi. Dirangkum dari catatan detikTravel, berikut rekomendasi tempat wisata Malang yang seru:

    1. Malang Dreamland

    Rekomendasi tempat wisata yang pertama adalah Malang Dreamland. Tempat wisata ini cocok untuk travelers yang berlibur bareng keluar karena terdapat berbagai wahana menarik, mulai dari seluncuran pelangi, ayunan sultan, hingga spot foto balon udara layaknya di Cappadocia.

    Selain itu, travelers juga bisa berkemah di camping ground. Kalau datang saat sore, kamu juga bisa menikmati udara malang yang sejuk sekaligus disuguhi pemandangan sunset yang cantik.

    • Lokasi: Ngadireso, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
    • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang (untuk setiap wahana harus membayar tiket lagi).
    • Jam buka: 11.00-19.00 WIB.

    2. Happy Durian

    Bagi detikers pecinta durian wajib datang ke tempat makan ini. Sesuai namanya, kamu bisa menikmati durian yang rasanya manis dan legit di mulut.

    Menariknya, Happy Durian merupakan tempat makan yang mengusung konsep kafe, sehingga bisa menikmati durian sambil bercengkrama dengan keluarga. Bahkan di dalamnya terdapat kolam renang dan arena playground juga, lho.

    Rasa durian yang ada di Happy Durian tidak usah diragukan lagi karena dipastikan kualitasnya terbaik. Maka dari itu, tempat ini sangat cocok untuk kulineran durian sembari berwisata bersama keluarga.

    • Lokasi: Jl. Cerme No.1, Karangduren, Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
    • Harga tiket masuk: –
    • Jam buka: 10.00-21.00 WIB.

    3. Kampung Warna-warni Jodipan

    Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    Tempat wisata ini viral di media sosial karena rumah penduduknya dicat beraneka warna, sehingga terlihat estetik dan colorfull. Rasanya kurang lengkap kalau berkunjung ke Malang namun tak sempat berfoto di Kampung Warna-warni Jodipan.

    • Lokasi: Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
    • Harga tiket masuk: Rp 3.000/orang.
    • Jam buka: 07.00-18.00 WIB.

    4. Malang Night Paradise

    Malang Night ParadiseFoto: (Aisa Marisa/d’Traveler)

    Bingung menghabiskan waktu malam di Malang? Cobalah mampir ke Malang Night Paradise. Di tempat ini, travelers akan disuguhkan pemandangan indah dari Hutan Menyala.

    Selain itu, ada juga Taman Dino dan Taman Lampion yang sangat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

    Di Taman Dino terdapat berbagai replika dinosaurus. Sementara di Taman Lampion, pengunjung seolah-olah diajak pergi ke negeri dongeng.

    • Lokasi: Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Balearjosari, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
    • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 90.000/orang.
    • Jam buka: 17.45-23.00 WIB.

    5. Alun-alun Malang

    Ingin sekadar menikmati suasana kota Malang di malam hari? Ajak keluarga, teman, atau pasangan travelers untuk berkunjung ke Alun-alun Malang. Sedikit informasi, terdapat dua alun-alun yang bisa dikunjungi, yakni Alun-alun Merdeka dan Alun-alun Bunder. Jarak keduanya sekitar 700 meter.

    Alun-alun Merdeka memiliki fasilitas area skateboard, playground, air mancur menari, dan Masjid Jami’. Sementara Alun-alun Bunder memiliki Monumen Tugu dan lokasinya dekat dengan Balai Kota Malang.

    • Lokasi: Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Selatan, Alun-alun Bunder di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Malang.
    • Harga tiket masuk: Gratis
    • Jam buka: 24 jam.

    6. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

    Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

    Destinasi wisata yang satu ini wajib dikunjungi oleh travelers yang baru pertama kali ke Malang. Salah satu daya tariknya adalah menikmati matahari terbit (sunrise) dengan latar belakang Gunung Bromo yang indah. Pastikan menggunakan pakaian yang tebal dan hangat karena udaranya sangat dingin.

    Sempatkan juga untuk mampir ke lautan pasir Bromo atau disebut juga Gurun Pasir Berbisik. Lokasinya berada di sisi timur kawah Bromo, jadi masuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo.

    • Lokasi: Secara administratif, TN Bromo Tengger Semeru berada di Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.
    • Harga tiket masuk: Weekdays Rp 29.000 dan Weekend 34.000.
    • Jam buka: 24 jam.

    7. Malang Skyland

    Malang SkylandFoto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

    Tempat wisata selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Malang Skyland. Daya tarik utama dari Malang Skyland yaitu menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

    Saat cuaca cerah di pagi atau siang hari, kamu dapat melihat pemandangan alam berupa gunung-gunung, seperti Gunung Arjuno, Gunung Panderman, dan Gunung Ukir. Sedangkan di malam hari, travelers dapat melihat kota Malang dari atas yang dipenuhi gemerlap cahaya.

    Ada juga berbagai spot foto Instagramable, wahana permainan seru, hingga kuliner yang murah dan lezat. Sempatkan juga untuk mencoba Skybridge dan Sky Glass ketika datang ke Malang Skyland.

    • Lokasi : Leban, Tawangargo, Kec. Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
    • Harga tiket masuk: Rp 40.000 untuk dewasa, Rp 25.000 untuk anak-anak, dan Rp 15.000 untuk balita.
    • Jam buka : 10.00-20.00 WIB.

    8. Pantai Ngliyep

    Pantai di Malang SelatanFoto: (ilhamfirdaa/d’Traveler)

    Ingin seru-seruan bermain di pantai? Coba mampir ke Pantai Ngliyep. Sedikit informasi, kata ‘Ngliyep’ merujuk pada rasa mengantuk atau tertidur. Konon, orang yang melihat pantai ini akan merasa nyaman dan tenang sampai mengantuk.

    Di sekeliling pantainya terdapat tebing curam dan hamparan hutan tropis yang hijau, sehingga cocok banget untuk travelers yang ingin bersantai sambil melepas penat.

    Selama berada di Pantai Ngliyep, terdapat sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan, mulai dari berenang, bermain pasir, mengunjungi Teluk Putri, hingga berkemah.

    • Lokasi: Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
    • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
    • Jam buka: 24 jam.

    9. Pantai Balekambang

    Pantai Balekambang MalangFoto: Muhammad Aminudin

    Pantai ini merupakan salah satu pantai terkenal di Malang. Salah satu daya tariknya adalah Pura Amertha Jati yang berada di Pulau Karang yang sekilas mirip seperti Tanah Lot di Bali.

    Untuk bisa ke Pulau Karang, detikers bisa berjalan kaki melalui jembatan permanen sepanjang 70 meter. Tenang saja, jembatannya kokoh dan bisa dilalui banyak orang.

    Selain berkunjung ke Pura Amertha Jati, sempatkan diri untuk bermain dan bersantai di pinggir pantai. Sebab, pasir pantainya putih dan bersih, sehingga bikin pengunjung betah berlama-lama.

    Disarankan datang pada pagi dan sore hari ketika cuaca sedang cerah agar bisa menikmati pemandangan laut dan langit yang biru. Kalau perut lapar, di sekitar Pantai Balekambang terdapat rumah makan dan warung.

    • Lokasi: Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Jalan Balekambang, Balekambang, Sumberbening, Bantur, Malang.
    • Harga tiket masuk: Rp 20.000/orang.
    • Jam buka: 24 jam.

    10. Pantai Batu Bengkung

    Masih seputar wisata alam, travelers juga bisa mengunjungi Pantai Batu Bengkung. Pantai ini juga menjadi salah satu tujuan favorit sejumlah wisatawan yang ingin berlibur ke pantai di Malang.

    Daya tarik dari Pantai Batu Bengkung karena terdapat kolam alami di bibir pantai. Oleh sebab itu, pantai ini dinamakan Batu Bengkung karena terdapat batu melengkung di bibir pantai.

    Pantai Batu Bengkung juga memiliki pasir yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk bermain di pinggir pantai. Disarankan datang ke pantai ini saat sore hari agar bisa menikmati sunset.

    • Lokasi: Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang.
    • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
    • Jam buka: 24 jam.

    11. Pantai Tiga Warna

    pantaiFoto: (Majawati/d’Traveler)

    Pantai Tiga Warna bisa menjadi opsi alternatif bagi travelers yang ingin liburan ke pantai. Dinamakan Pantai Tiga Warna karena memiliki warna air yang berbeda-beda, yakni biru, hijau, dan cokelat, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

    Ombak di pantai ini terbilang cukup tenang, sehingga kerap dijadikan salah satu spot snorkeling di Malang. Pantai ini juga berhadapan langsung dengan Pulau Sempu.

    • Lokasi: Jl. Sendang Biru, Area Sawah/Kebun, Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
    • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
    • Jam buka: 07.00-16.00 WIB (Kamis tutup).

    12. Pantai Teluk Asmara

    Satu lagi pantai yang wajib dikunjungi ketika travelers berkunjung ke Malang, yakni Pantai Teluk Asmara. Tempat wisata ini juga terkenal di Malang karena disebut mirip seperti Raja Ampat di Papua.

    Daya tarik utama dari Pantai Teluk Asmara yaitu terdapat karang besar hijau, pasirnya yang bersih dan putih, serta air laut yang biru dan jernih. Hal ini membuat banyak wisatawan merasa betah berlama-lama di pantai ini.

    Untuk menuju ke bibir pantai, travelers harus menuruni anak tangga dari atas bukit. Pantai ini cocok buat detikers yang ingin berenang atau snorkeling.

    • Lokasi: Tambak, Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
    • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
    • Jam buka: 24 jam.

    13. Hawai Waterpark

    Hawai Waterpark di MalangFoto: Istimewa (dok.Hawai Waterpark)

    Hawai Waterpark bisa menjadi pilihan alternatif bagi travelers ingin bermain air bersama keluarga. Berada di lahan seluas 2,8 hektare, waterpark ini menyuguhkan berbagai wahana menarik, seperti Kolam Ombak Tsunami dan Jet Coaster Water Slide.

    Kalau perut mulai lapar, jangan khawatir. Sebab, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tersedia di Hawai Waterpark dengan harga cukup terjangkau.

    • Lokasi: Jalan Graha Kencana Utara V, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
    • Harga tiket masuk: Rp 110.000/orang (weekend dan hari libur) dan Rp 85.000/orang (weekday).
    • Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

    14. Wisata Agro Wonosari

    Ingin melihat pemandangan hijau dan menikmati udara sejuk? Cobalah mampir ke Wisata Agro Wonosari. Selain menikmati pemandangan hijau kebun teh sambil menghirup udara segar, travelers juga bisa berfoto-foto.

    Sebab, ada beberapa spot foto Instagramable di Wisata Agro Wonosari, seperti di jembatan kayu, kebun teh, hingga papan bertuliskan ‘WONOSARI’ dengan latar belakang pegunungan.

    Sedikit informasi, kebun teh tersebut merupakan salah satu unit kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Selama di Wisata Agro Wonosari, detikers juga bisa berkeliling kebun teh dengan mengendarai ATV yang dapat disewa.

    • Lokasi: Bodean Putuk, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur
    • Harga tiket masuk: Senin-Jumat Rp 15.000, Sabtu-Minggu Rp 20.000.
    • Jam buka: 06.00-17.00 WIB.

    Demikian ulasan mengenai 14 tempat wisata Malang yang seru dan cocok dikunjungi bareng keluarga. Yuk liburan!

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com