Tag: pegunungan

  • 7 Tempat Sunrise Tercantik Selain Bromo, tapi Masih Sepi



    Jakarta

    Banyak tempat cantik yang punya sunrise memikat yang tak kalah indah dari Bromo lho. Serta tempat-tempat ini juga tak ramai wisatawan.

    detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) destinasi yang memiliki sunrise memukau yang bisa jadi pilihan kamu berwisata.

    1. Gunung Prau, Dieng

    Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantis Foto: Rifkianto Nugroho

    Gunung Prau terkenal dengan sunrisenya yang indah lho. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.565mdpl dengan trek relatif mudah dan cocok untuk pemula. Gunung Prau menawarkan pemandangan matahari terbit yang spektakuler dengan latar belakang perbukitan dan lembah yang hijau.


    2. Bukit Sikunir, Dieng

    Masih di Dieng, Jawa Tengah, Bukit Sikunir juga menawarkan pemandangan matahari terbit dengan golden sunrise di atas lautan awan dan pemandangan pegunungan di sekitarnya. Cukup ramai peminat sunrise di sini, jadi traveler harus berpandai-pandai mengatur waktu.

    3. Taman Nasional Baluran, Banyuwangi

    Terdapat beberapa spot sunrise cantik di Taman Nasional Baluran. Diantaranya Pantai Bama, Savana Bekol dan Pantai Pandean. Kamu tinggal pilih, apakah ingin menari terbit menyinari lautan atau sunrise berlatar padang savana.

    4. Danau Toba

    Bergeser ke Sumatera, sunrise cantik bisa kamu nikmati di Danau Tona. Terdapat banyak spot yang bisa datangi untuk menikmati sunrise dengan latar Danau Toba yaitu Bukit Beta di Samosir, Bukit Holbung, Menara Pandang Tele, Geosite Sipinsur, Bukit Tarabunga dan lainnya.

    5. Kawah Ijen, Banyuwangi

    Foto dokumen Kawah Ijen Kawah Ijen Foto: Ardian Fanani/detikJatim

    Menikmati sunrise di Kawah Ijen, indahnya seperti di dalam lukisan. Kamu bisa mendapatkan blue fire dan juga sunrise memukau bila datang ke sini.

    Adapun waktu terbaik datang ke Kawah Ijen supaya liburan mu maksimal adalah saat musim kemarau (April-Oktober). Saat itulah cuaca cerah, jalur kering, sunrise dan blue fire lebih jelas.

    6. Candi Borobudur, Magelang

    Candi Buddha terbesar di dunia ini juga punya pemandangan matahari terbit yang hangat dan memukau. Namun kamu hanya bisa menikmatinya jika menginap di Hotel Manohara dan mengikuti tur sunrise.

    Traveler harus tahu nih, sekarang telah ada pembatasan untuk naik ke stupa Borobudur.

    7. Pantai Lovina, Bali

    Pantai Lovina tak hanya terkenal dengan lumba-lumbanya, tetapi juga merupakan salah satu spot menikmati matahari terbit dengan pemandangan laut yang luas. Jadi kamu dalam trip meilhat lumba-lumba bisa sekalian menikmati pesona sunrise tak kalah elok.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dari Alam Hingga Urban, Lengkap!



    Jakarta

    Bandung memang juara dalam memanjakan wisatawan. Wisatanya lengkap, mulai dari alam hingga urban.

    Kota Kembang menawarkan suasana tenang dengan udara sejuk untuk rileksasi dari kehidupan sehari-hari. Menjernihkan pikiran atau sekadar jalan-jalan, Bandung punya deretan destinasinya.

    detiktravel merangkum daftar wisata Bandung yang bisa menjadi pilihan saat liburan panjang atau weekend getaway.


    Wisata Alam Bandung

    1. Ranca Upas

    Liburan di Kampung Cai Ranca Upas di kawasan Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sambil memberi makan rusa.Liburan di Kampung Cai Ranca Upas di kawasan Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sambil memberi makan rusa. (Rifat Alhamidi/detikJabar)

    Tersembunyi di kaki Gunung Patuha, Bandung, Ranca Upas menawarkan pengalaman liburan alam. Terletak di Jl. Raya Ciwidey – Patengan No.KM. 11, Patengan, Kec. Rancabali, Bandung, Jawa Barat, kawasan wisata alam ini memanjakan mata dengan pemandangan hijau yang luas, udara sejuk khas pegunungan, dan beragam aktivitas menarik. Dengan jam operasional selama 24 jam, kamu bebas menikmati keindahan Ranca Upas kapan saja.

    Ranca Upas juga menawarkan berbagai fasilitas pendukung seperti area camping, kolam renang air panas, dan wahana outbound. Bagi kamu yang ingin merasakan sensasi petualangan, kamu bisa mencoba kegiatan seperti flying fox atau paintball.

    Di malam hari, kamu bisa menikmati keindahan langit malam yang penuh bintang sambil menghangatkan diri di sekitar api unggun. Ranca Upas adalah destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi saat berada di Bandung.

    2. Kawah Putih

    Objek wisata Kawah Putih CiwideyObjek wisata Kawah Putih Ciwidey (Yuga Hassani/detikJabar)

    Terbentuk dari letusan Gunung Patuha, Kawah Putih kini menjadi destinasi favorit saat liburan di Bandung. Kawah Putih Ciwidey berlokasi di Jalan Raya Ciwidey Patengan Km 11 Lebakmuncang Ciwidey, Sugihmukti, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

    Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan hamparan kawah putih yang sejuk dan kental dengan suasana pedesaan Priangan. Saat fajar, pengunjung akan disuguhkan lanskap matahari terbit yang menawan. Adapun saat malam, gugusan galaksi bima sakti akan terlihat dengan jelas.

    3. Dago Dreampark

    Rumah Joglo di Dago Dream ParkRumah Joglo di Dago Dream Park (Wisma Putra/detikTravel)

    Terletak di Jl. Dago Giri Km. 2.2 Mekarwangi, Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Dago Dreampark menawarkan pengalaman liburan yang seru dan menyenangkan. Dengan jam operasional mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, taman rekreasi ini menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.

    Berada di kawasan Lembang dengan udara yang sejuk, Dago Dreampark menyuguhkan pemandangan alam yang asri dan menyegarkan. Pepohonan pinus yang menjulang tinggi serta udara pegunungan yang sejuk menjadi latar belakang yang sempurna untuk beraktivitas.

    Taman rekreasi ini menawarkan berbagai wahana menarik, mulai dari petualangan menantang seperti Monster Trail dan Monster ATV, hingga aktivitas santai seperti naik perahu kayu dan menikmati keindahan alam sekitar.

    4. Tangkuban Perahu

    Tangkuban PerahuTangkuban Perahu (Ria Rahmawati/d’travelers)

    Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu ikon tempat wisata alam di Bandung. Gunung berapi aktif ini menawarkan pemandangan kawah-kawah besar yang memukau, seperti Kawah Ratu dan Kawah Domas. Terletak di Lembang, Bandung Utara, sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota, kamu bisa mencapai puncak dengan kendaraan.

    Kamu bisa menikmati pemandangan kawah yang berasap, membeli suvenir belerang, atau bahkan mencoba menuruni Kawah Domas untuk melihat aktivitas panas bumi dari dekat. Udara di sini sangat sejuk, jadi siapkan jaket tebal.

    5. Orchid Forest Cikole

    Orchid Forest Cikole LembangOrchid Forest Cikole Lembang (Rafida Fauzia)

    Traveler yang suka anggrek wajib datang ke sini. Orchid Forest Cikole adalah hutan pinus yang disulap menjadi taman anggrek terbesar di Indonesia. Berlokasi di Cikole, Lembang, tempat ini menyajikan ribuan koleksi anggrek dari berbagai belahan dunia yang tertata indah di antara pepohonan pinus.

    Kamu bisa berjalan kaki di jembatan gantung yang iconic (Wood Bridge), bermain di area outbound, atau sekadar bersantai menikmati suasana hutan yang tenang dan sejuk. Pencahayaan di malam hari juga menciptakan ambience yang magis.

    6. Tebing Keraton

    Wisatawan berfoto saat mengunjungi lokasi wisata alam Tebing Keraton, Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/6/2025). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD) tercatat 22,52 juta perjalanan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jawa Barat sepanjang April 2025 atau meningkat 49,80 persen dibandingkan Maret 2025 dengan tujuan utama perjalanan yaitu Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung Raya. ANTARA FOTO/Raisan Al FarisiWisatawan berfoto saat mengunjungi lokasi wisata alam Tebing Keraton, Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (Raisan Al Farisi/Antara)

    Tebing Keraton adalah salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan sunrise atau sunset dengan latar belakang hutan pinus dan pegunungan. Destinasi ini adalah bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

    Di sini, pengunjung bisa jalan kaki atau bersepeda menikmati pemandangan sekitar tebing dan matahari tenggelam (sunset). Tebing Keraton juga menjadi spot melihat elang yang sedang singgah, sebelum berpindah tempat.

    7. Situ Patenggang

    Situ PatenggangSitu Patenggang (Bekti Yustiarti/d’Traveler)

    Situ Patenggang adalah danau alami yang indah di Ciwidey, dikelilingi oleh perkebunan teh yang hijau dan perbukitan. Daya tarik utamanya adalah Pulau Asmara atau Pulau Batu Cinta di tengah danau, yang konon menyimpan legenda cinta. Kamu bisa naik perahu mengelilingi danau, menikmati kesegaran udara, atau bersantai di pinggir danau.

    Di sekitar Situ Patenggang juga terdapat Glamping Lakeside Rancabali dengan restoran Pinisi yang ikonik, menawarkan view danau dari atas kapal pinisi yang unik.

    Wisata Urban Bandung

    1. Trans Studio Bandung

    Kemeriahan ulang tahun ke-11 Trans Studio Bandung.Trans Studio Bandung. (Anindyadevi Aurellia)

    Trans Studio Bandung menyediakan petualangan dalam ruangan dengan berbagai wahana. Ada racing coaster roller coaster indoor tercepat di dunia atau giant swing sebuah ayunan raksasa indoor pertama di Indonesia. Sebelum berkunjung jangan lupa cek medsos untuk berbagai program diskon.

    2. Gedung Sate

    Gedung Sate adalah salah satu landmark kota Bandung yang paling ikonik. Gedung ini dibangun pada tahun 1920 dan memiliki arsitektur yang unik, dengan perpaduan gaya Eropa dan Asia. Wisatawan dapat mengunjungi gedung ini dan menikmati pemandangan kota Bandung dari atas.

    3. Museum Geologi

    Museum Geologi Bandung adalah salah satu museum yang paling populer di Bandung. Museum ini memiliki koleksi yang luas, termasuk fosil-fosil, mineral-mineral, dan batuan-batuan. Wisatawan dapat menikmati berbagai jenis eksibisi dan melakukan aktivitas seperti belajar dan berfoto.

    4. Jalan Braga

    Jalan Braga adalah salah satu kawasan wisata urban di Bandung yang paling populer. Kawasan ini memiliki suasana yang unik, dengan bangunan-bangunan tua yang memiliki arsitektur kolonial. Wisatawan dapat menikmati berbagai jenis makanan dan minuman, serta berbelanja souvenir.

    5. The Great Asia Africa

    Spot wisata ini menyediakan landmark terkenal dari berbagai negara misal Jepang, Korea Selatan, dan Amerika. Pengunjung juga bisa menyewa pakaian dan berfoto di spot favoritnya. Selain itu, pengunjung bisa menikmati sky ride untuk melihat pemandangan The Great Asia Africa dan sekitarnya dari ketinggian.

    6. Pandora Experience Bandung

    Destinasi wisata ini menyuguhkan escape room, yang artinya pengunjung wajib memecahkan teka-teki agar bisa keluar dari ruangan. Mulai dari pintu masuk hingga keluar, pengunjung ditantang menguraikan kode dan petunjuk yang tersedia. Tiap petualangan di Pandora Experience dibuat sesuai tema cerita.

    7. Wahoo Waterworld

    Wahoo Waterworld cocok buat detikers yang suka olahraga air di luar ruangan, bersama teman dan keluarga. Di destinasi ini tersedia seluncur air Abyss yang punya corong raksasa dan Boomerang dengan peluncuran yang nyaris tegak lurus. Jangan lupa cek medsos dan situsnya untuk cek harga tiket terbaru sebelum berkunjung.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Wisata Alam di Pinggir Kota buat Recharge Otak



    Ciamis

    Liburan tak perlu ambil cuti banyak-banyak dan macet-macetan, coba saja ke 5 wisata alam di pinggir kota ini untuk recharge otak.

    Lima wisata alam ini bisa jadi destinasi buat kabur dari stressnya kehidupan kota. Mulai dari desa wisata sampai hutan pinus yang sejuk dan bikin betah.

    1. Desa Wisata Cibeureum

    Yang pertama, ada Desa Wisata Cibeureum di Ciamis yang cocok dikunjungi bagi wisatawan yang ingin benar-benar healing dan menikmati alam.


    Di destinasi ini, pengunjung selain bisa melihat lanskap desa yang indah juga bisa bisa mengikuti banyak aktivitas. Seperti melihat sekaligus mencoba mengurus sapi, perikanan, pertanian dan perkebunan bersama masyarakat.

    Desa Wisata Cibeureum ini letaknya strategis, hanya 90 menit dari Bandara Kertajati dengan akses jalan yang bagus. Kemudian dari Jalan Nasional Gentong hanya ditempuh dalam waktu 30 menit saja.

    Desa Wisata Cibeureum memiliki alam yang eksotis. Memiliki daya tarik konservasi seperti Sapi Pasundan. Kemudian secara geografis mudah ditempuh dekat dengan Jalan Nasional.

    2. Telaga Biru Cicerem

    Telaga Biru Cicerem.Telaga Biru Cicerem. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

    Saatnya memanjakan mata di tempat wisata yang berlokasi di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini. Telaga Biru Cicerem dengan luas areal 900 meter persegi berada di ketinggian 315 meter di atas permukaan laut menawarkan danau berwarna biru nan cantik.

    Pesona keindahan air sebening kristal, daya pikatnya yakni gradasi indah air telaga dengan warna hijau tosca dan biru akan menggoda wisatawan untuk berenang di sana.

    Tidak usah khawatir kelaparan saat berada di tempat ini. Warung-warung tersedia, begitu juga fasilitas penunjang seperti musala, toilet serta gazebo untuk santai menikmati pemandangan.

    3. Bumi Perkemahan Sukamantri

    Buper SukamantriBuper Sukamantri Foto: (Kharina Windi/d’Traveler)

    Suasana Bogor yang sejuk dan asri memang jadi incaran untuk liburan akhir pekan tanpa cuti. Kamu mau yang mau kemping bisa datang ke Bumi Perkemahan Sukamantri.

    Traveler bisa ke Bumi Perkemahan Sukamantri dengan naik angkot sewaan dari Stasiun Bogor sampai ke plang hijau bertuliskan Kujang Raider Sukamantri. Dari titik itu, perjalanan dilanjut dengan berjalan kaki sekitar 20 menit untuk mencapai area perkemahan.

    Deretan pohon pinus di sekitar area perkemahan seakan memanggil-manggil. Tak lengkap rasanya kalau tidak memasang hammock sambil menghirup udara segar di sini.

    4. Puncak Sunan Ibu

    Kawah Putih.Kawah Putih. Foto: Cindy Marsella/detikJabar

    Sunan Ibu adalah salah satu puncak dari Gunung Patuha, berada di ketinggian 2.343 mdpl. Tempat ini merupakan titik terbaik untuk menyaksikan keindahan Kawah Putih dari ketinggian, apalagi saat matahari mulai terbit.

    Dari puncak ini, kita bisa melihat hamparan kawah dengan air berwarna putih kehijauan yang diselimuti kabut, dihiasi cahaya keemasan dari matahari pagi di sisi timur.

    5. Hutan Pinus Guci

    Kemping Asyik di Guci ForestKemping Asyik di Guci Forest Foto: Imam Suripto/detikTravel

    Daya tarik dari Guci Forest adalah menawarkan tempat penginapan dengan view pemandangan alam yang indah. Selain itu, travelers juga bisa berkeliling kawasan Guci Forest sambil menghirup udara segar khas pegunungan.

    Di lokasi ini, wisatawan bisa menginap di kemping ground yang berada di bawah lebatnya hutan pinus sambil menikmati hawa sejuk alam pegunungan. Cocok untuk meredakan stress kota besar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dieng Membeku, Ini 5 Spot Wisata Fotogeniknya



    Wonosobo

    Dieng yang membeku menarik perhatian wisatawan. Kembali terjadi di musim panas, fenomena ini sayang untuk dilewatkan.

    Negeri di Atas Awan, itulah julukan destinasi di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut ini. Suasana berkabut menciptakan pemandangan memukau, apalagi saat fenomena embun es terjadi.

    Berjarak 30 km dari pusat kota Wonosobo, ada 5 tempat wisata fotogenik yang bisa kamu kunjungi selama berada di Dieng.


    5 Spot Wisata Fotogenik Dieng

    1. Kawah Sikidang

    Kawah ini terkenal dengan aktivitas vulkaniknya yang stabil dan mudah diakses. Kamu bisa melihat semburan uap panas dan kolam lumpur mendidih dari jarak yang cukup dekat, tentunya dengan tetap memperhatikan batas aman.

    Kawah ini juga memiliki aroma belerang yang khas, sebaiknya kamu memakai masker. Ada satu kegiatan yang wajib dilakukan wisatawan yaitu, merebus telur mentah dan merebusnya langsung di kawah!

    2. Bukti Sikunir

    Bukit Sikunir menjadi lokasi berburu matahari terbit yang wajib di Dieng. Bahkan, Sikunir masuk dalam daftar spot sunrise terbaik di Indonesia dengan nama Golden Sunrise.

    erjalanan menuju puncak Bukit Sikunir memang membutuhkan tenaga ekstra karena kamu harus mendaki selama kurang lebih 30 menit. Namun, lelahmu akan terbayar lunas begitu melihat indahnya mentari pagi yang perlahan menyinari barisan pegunungan.

    3. Telaga Cebong

    Telaga Cebong terletak di kaki Bukit Sikunir dan bisa kamu kunjungi sebelum atau sesudah menikmati sunrise. Telaga ini memiliki pemandangan yang memukau dengan air yang jernih dan dikelilingi perbukitan hijau.

    Banyak wisatawan yang memilih berkemah di sekitar Telaga Cebong untuk merasakan suasana malam yang tenang dan pagi yang indah. Selain itu, di sini kamu juga bisa menyaksikan aktivitas masyarakat lokal yang bercocok tanam di ladang-ladang sekitar telaga.

    4. Kompleks Candi Arjuna

    Candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini bercorak agama Hindu. Tempat ini menjadi lokasi ritual Dieng Culture Festival yang menampilkan prosesi pemotongan rambut anak gimbal.

    Dibangun pada abad ke-8, tempat ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai wisata sejarah dan budaya.

    5. Telaga Warna

    Yang satu ini tak boleh kamu lewatkan saat liburan ke Dieng. Seperti namanya, air di telaga ini dapat berubah warna mulai dari hijau, biru, hingga kuning keemasan. Fenomena ini terjadi karena kandungan belerang di dalam air yang memantulkan sinar matahari dengan sudut berbeda.

    Di sekitar telaga, kamu juga bisa menjelajahi gua-gua kecil seperti Gua Semar, Gua Jaran, dan Gua Sumur yang diyakini memiliki nilai spiritual.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengagumi Patung Yesus di Tana Toraja, Destinasi Spiritual yang Memukau



    Makale

    Bukan cuma Brasil saja yang punya patung tinggi Yesus (Christ the Redeemer) yang menjulang tinggi. Indonesia juga punya, Patung Yesus Buntu Burake atau dikenal Patung Yesus Kristus Memberkati yang ada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Makale, Tana Toraja.

    Patung ini menjulang megah di Bukit Buntu Burake, yang terletak di atas Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan kini telah menjadi simbol destinasi wisata religi yang menawan. Dibuat dari material perunggu dan proses pembangunannya dimulai pada tahun 2013 melalui sebuah sayembara terbuka, dan rampung pada tahun 2015.

    Patung Yesus Kristus Memberkati di Tana Toraja dirancang oleh seniman asal Yogyakarta, Supriadi, dengan dukungan dari Hardo Wardoyo Suwarto. Dengan tinggi sekitar 45 meter, patung itu menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.


    Terletak di ketinggian kurang lebih 1.700 meter di atas permukaan laut, patung ini tampak menjulang megah dan menawarkan pemandangan menakjubkan Kota Makale serta hamparan pegunungan hijau di sekelilingnya. Lokasi pembangunannya dipilih karena memiliki makna simbolis yang kuat.

    Patung itu menggambarkan sosok Yesus dengan kedua tangan terbuka lebar, seakan memberkati seluruh wilayah Toraja. Detail pahatannya yang halus memancarkan ekspresi damai dan kasih sayang, mencerminkan nilai-nilai spiritual yang hidup dalam masyarakat Toraja, yang sebagian besar memeluk agama Kristen.

    Selain menonjolkan keindahan arsitekturnya, tempat ini juga menawarkan pengalaman rohani yang menyentuh. Para pengunjung, baik peziarah maupun wisatawan, dapat berdoa, bermeditasi, atau sekadar menikmati ketenangan di pelataran patung, ditemani suasana alam yang hening dan udara pegunungan yang sejuk. Bagi banyak orang, ini menjadi tempat ideal untuk mencari kedamaian dan melakukan perenungan batin.

    Salah satu daya tarik utama lainnya adalah jembatan kaca yang terletak di dasar patung, dengan panjang sekitar 100 meter. Dibangun pada awal tahun 2018, jembatan ini disebut sebagai yang terluas di Indonesia. Dibuat dari kaca tempered berstandar SNI, jembatan ini dirancang tahan terhadap tekanan angin dan beban berat, menawarkan sensasi menegangkan sekaligus panorama luar biasa Kota Makale dari ketinggian.

    Bendera merah putih 77 meter di patung Yesus Tana TorajaBendera merah putih 77 meter di patung Yesus Tana Toraja. (Rachmat Ariadi/detikSulsel)

    Untuk mencapai lokasi patung, pengunjung perlu menapaki tangga berjumlah antara 500 hingga 7.777 anak tangga, tergantung jalur yang diambil. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang indah-mulai dari lereng hingga puncak bukit-yang menghadirkan pengalaman tak terlupakan dengan udara segar khas pegunungan Toraja.

    Popularitas destinasi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat libur Lebaran 2025, tercatat sebanyak 18.278 orang mengunjungi kawasan ini. Bahkan pada musim liburan sebelumnya, jumlah pengunjung sempat menembus 2.500 orang dalam satu hari.

    Hal tersebut menunjukkan betapa besar daya tarik wisata spiritual sekaligus keindahan alam yang ditawarkan tempat ini. Harga tiket masuk pun sangat terjangkau, hanya Rp10.000 per orang dewasa, dan kawasan ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WITA.

    Lebih dari sekadar monumen, Patung Yesus Buntu Burake menjadi simbol baru dalam pengembangan wisata rohani di Indonesia. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2018 mengukuhkan posisinya sebagai destinasi nasional yang menggabungkan keindahan alam dan kekuatan spiritualitas secara harmonis.

    Menariknya, tempat itu tidak hanya ramai dikunjungi oleh umat Kristen. Wisatawan dari berbagai latar belakang juga datang untuk menikmati keindahan alam dan suasana religius yang menyelimuti kawasan ini. Pada perayaan HUT RI ke-77, bendera merah putih sepanjang 77 meter dibentangkan di pelataran patung sebagai simbol harapan dan persatuan, mencerminkan nilai-nilai kebangsaan dan inklusivitas yang dijunjung tinggi di tempat ini.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Harga Tiket, Rute & Pesona Lengkapnya



    Karanganyar

    Kemuning Sky Hills merupakan destinasi agrowisata yang berada di dataran tinggi Karanganyar, Jawa Tengah. Tempat wisata ini menawarkan ragam aktivitas dan panorama alam menakjubkan.

    Harga Tiket Masuk Kemuning Sky Hills 2025

    Harga tiket masuk Kemuning Sky Hills: Rp 10.000.
    Harga tiket ke jembatan kaca Kemuning Sky Hills: Rp 30.000.
    Harga tiket terusan (ke jembatan kaca dan area Kemuning Sky Hills): Rp 40.000.

    Parkir: motor Ro 3.000, mobil Rp 5.000


    Pemandangan jembatan dan kebuh teh yang ada di sekelilingnya.Pemandangan jembatan dan kebuh teh yang ada di sekelilingnya. Foto: dok. Instagram @kemuningskyhills

    Jam Operasional Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills buka dari jam 09.00 hingga pukul 18.30 WIB setiap hari. Jadwal buka tersebut juga berlaku pada jembatan kaca.

    Lokasi dan Rute ke Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills beralamat di Jalan Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Daya Tarik Wisata Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills menyuguhkan pemandangan hamparan hijau yang luas dan udara sejuk yang menyegarkan. Berikut adalah daya tarik dan aktivitas seru yang bisa dinikmati di sana:

    1. Pemandangan Kebun Teh

    Objek wisata ini menawarkan pemandangan hamparan kebun teh yang luas, seperti kebun teh ini ada dari bukit-bukit hijau yang berundak.

    Selain itu, di sana pengunjung juga berkesempatan untuk berjalan-jalan di antara barisan tanaman teh yang sangat terlihat rapi. Ini adalah daya tarik yang menjadikannya tempat ini ideal untuk bersantai dan berfoto.

    2. Sky Bridge (Jembatan Langit Kaca)

    Situs resmi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar (Pesona Karanganyar), jembatan kaca Kemuning Sky Hills memiliki panjang 120 meter dengan ketinggian mencapai 60 meter dan ketebalan kaca sekitar 3 cm.

    Dari sini, pengunjung akan melihat hamparan kebun teh yang mempesona ditambah dengan suasana yang sejuk. Kamu harus melepas alas kakimu ya saat melewati jembatan ini.

    3. Wahana Outdoor

    Di area tersebut juga terdapat bukit teletubbies yang bisa dijelajahi wisatawan. Selain itu, ada juga beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan Kemuning Sky Hills seperti:

    • Flying fox
    • Menaiki Jeep
    • ATV
    • Paralayang
    • Giant swing.

    Fasilitas Kemuning Sky Hills

    Selain jembatan kaca yang terkenal, di objek wisata ini kita juga bisa menikmati fasilitas umum dan berbagai wahana. Di antaranya:

    • Restoran dan cafe
    • Area parkir
    • Toilet
    • Mushola
    • Flying fox
    • Outbond
    • Giant swing
    • Paralayang
    • Jeep dan ATV tour
    • Agrowisata kebun teh.

    Dengan latar belakang pegunungan dan lanskap yang memukau, objek wisata Kemuning Sky Hills merupakan pilihan sempurna untuk healing dari hiruk-pikuk perkotaan.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jam Buka, Harga Tiket & Daya Tariknya



    Jakarta

    Wisata ke Dieng kamu akan dimanjakan oleh destinasi alamnya yang memukau. Mulai dari hamparan hijaunya pegunungan hingga keindahan telaga yang menyegarkan.

    detikTravel telah merangkum, Kamis (31/7/2025) destinasi yang populer di Dieng yang bisa kamu kunjungi nanti bersama keluarga.

    1. Bukit Sikunir

    Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng Foto: (ahmadsabani18/d’Traveler)

    Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Bukit Sikunir dengan ketinggian 2.263 mdpl ini berada di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.


    Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan. Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

    Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam. Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

    2. Candi Arjuna

    Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

    Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

    Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar. Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

    Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

    3. Gunung Prau

    Gunung PrauGunung Prau Foto: (Uje Hartono/detikcom)

    Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi. Gunung ini juga cocok untuk pendaki pemula.

    Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

    4. Kawah Sikidang

    Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat. kawah ini berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

    Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

    5. Telaga Menjer

    Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1.300 mdpl yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

    Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

    Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB. Dan harga tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

    6. Telaga Warna

    Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 mdpl dan luasnya sekitar 40 hektar dengan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau. Telaga ini berada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

    Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

    7. Telaga Dringo

    Telaga Dringo di BanjarnegaraTelaga Dringo di Banjarnegara Foto: (Randy/detikTravel)

    Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 mdpl dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo. Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

    Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB. Teruntuk harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

    8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

    Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata yang berada di Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Destinasi ini terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

    Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan. Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

    Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB. dan harga tiket masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

    9. Sumur Jalatunda

    Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

    Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

    Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

    10. Gardu Pandang Tieng

    Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

    Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuknya



    Jakarta

    Lagi kumpul bareng keluarga di Yogyakarta? Ada satu tempat yang wajib untuk dikunjungi, Ledok Sambi Ecopark atau lebih sering disebut Ledok Sambi. Objek wisata ini menawarkan berbagai permainan yang seru, sehingga cocok untuk liburan bareng teman ataupun keluarga.

    Ledok Sambi juga menyuguhkan tempat yang asri dan sejuk. Alhasil, banyak juga wisatawan yang datang ke sini hanya untuk sekadar refreshing sambil menikmati beragam kuliner lezat.

    Lantas, apa saja sih daya tarik dari Ledok Sambi? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Daya Tarik Ledok Sambi

    Ledok Sambi merupakan salah satu objek wisata di Yogyakarta yang ramai dikunjungi wisatawan, terlebih saat memasuki akhir pekan atau musim liburan. Soalnya, ada daya tarik tersendiri yang membuat masyarakat ingin berkunjung ke tempat wisata ini.

    Mengutip Instagram resminya @ledoksambiecopark, berikut sejumlah daya tarik dari Ledok Sambi:

    1. Menikmati Suasana Alam

    Ledok Sambi membentang di lembah sungai Kali Kuning, dikelilingi persawahan, ladang, dan pepohonan hijau asri. Udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan Gunung Merapi menambah kenyamanan liburan. Pengunjung bisa menggelar tikar dan bersantai di bawah pohon.

    Kamu juga bisa bermain bersama teman-teman ataupun si kecil di pinggiran sungai. Tenang saja, air yang mengalir cukup tenang sehingga travelers bisa bermain ke tengah sungai. Namun tetap hari-hati karena terdapat batu kali yang licin.

    2. Berkemah

    Kurang puas bermain seharian di Ledok Sambi? Tenang, pengunjung juga bisa berkemah di Ledok Sambi, lho. Bahkan, pihak pengelola telah menyediakan tenda dengan ukuran yang bervariasi.

    Biar nggak penasaran, berikut daftar harga camping di Ledok Sambi:

    Camping Tenda sedang (untuk 2 orang) Rp 200.000
    Tenda besar (isi 5 orang): Rp 250.000/tenda

    Paket Camping Ceria: Rp 475.000/2 orang
    Paket Camping Ceria Trio: Rp 600.000/3 orang
    Paket Camping Ceria Plus: Rp 900.000/5 orang.
    Sebagai catatan, untuk paket Camping Ceria, Ceria Trio, dan Ceria Plus sudah termasuk BBQ, voucher bermain, dan kasur.

    Adapun biaya tambahan yang dikenakan bagi wisatawan yang ingin menggunakan api unggun hingga sewa alat BBQ, yaitu:

    Api unggun kecil: Rp 75.000
    Api unggun besar: Rp 100.000
    Sewa alat BBQ: Rp 50.000
    Paket BBQ (daging dan alat): Rp 150.000 (sapi/ayam).

    Perlu diingat, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Bagi travelers yang mau camping, dianjurkan melakukan reservasi terlebih dahulu paling telat H-2 sebelum kedatangan.

    3. Bermain Outbound

    Di Ledok Sambi juga terdapat fasilitas outbound untuk rombongan (minimal 20 pax), sehingga cocok untuk mengajak anak-anak sekolah ataupun outing perusahaan.

    4. Bermain Flying Fox hingga RC

    Bagi travelers yang tidak mengambil paket outbound tetap bisa bermain di seluruh wahana yang ada di Ledok Sambi, kok. Beberapa wahana yang jadi favorit pengunjung yaitu flying fox, paintball, hingga mainan RC.

    Setiap wahana permainan dikenakan biaya tiket masuk yang berbeda-beda. Simak rincian harganya di bawah ini:

    – Fying Fox
    HTM : Rp. 25.000 / orang

    • 2x luncuran kurang lebih 250m.
    • Bisa tandem (berdua)
    • maksimal berat 300kg

    – Gel Gun

    HTM : Rp. 25.000 / orang

    Sudah termasuk 500 peluru

    – Remote Control Car
    HTM : Rp. 25.000 / 15 menit

    – Paint Ball

    HTM :
    Rp. 50.000/ orang / 25 peluru
    Rp. 80.000/ orang / 50 peluru

    5. Menikmati Kuliner Lezat dan halal

    Setelah lelah seharian bermain di Ledok Sambi, sudah saatnya untuk mengisi perut dengan makanan agar tenaga kembali full. Ledok Sambi kini sudah tersertifikasi halal jadi sudah mantap ya.

    Di sini ada warung jajanan yang tersedia berbagai macam jajanan, makanan dan minuman yang bisa dinikmati dengan harga bersahabat.

    Harga Tiket Masuk Ledok Sambi

    Ledok Sambi tidak mematok harga tiket masuk sama sekali untuk pengunjung. Mengutip situs Instagramnya, untuk masuknya gratis, nggak cuma buat anak-anak, orang dewasa juga bisa ikutan seru-seruan.

    Dengan begitu, detikers hanya perlu mempersiapkan uang untuk bermain di sejumlah wahana dan membeli makanan serta minuman di Ledok Sambi. Jika ingin membeli tiket terus pun lumayan terjangkau, hanya Rp 80.000

    Oh ya, siapkan juga uang untuk membayar tiket parkir. Bagi yang membawa sepeda motor dikenakan parkir Rp 3.000, sementara untuk mobil Rp 5.000.

    Lokasi dan Jam Buka Ledok Sambi

    Alamat :
    Jl. Kaliurang KM 19.2, Area Sawah, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

    Ledok Sambi hanya berjarak sekitar 20-22 km dari pusat Kota Jogja. Dengan mobil, durasi tempuh berkisar 45 menit hingga 1 jam tergantung lalu lintas

    Jam Buka :
    09.00-17.00

    Tips Sebelum Berkunjung

    • Bawa baju ganti dan sunscreen, karena banyak aktivitas air
    • Cek prakiraan cuaca untuk kenyamanan
    • Usahakan datang di pagi hari untuk suasana lebih sejuk dan aktivitas lebih banyak

    Dengan pemandangan alam yang asri, permainan seru, dan harga ramah di kantong, Ledok Sambi Ecopark jadi destinasi ideal untuk liburan keluarga, piknik teman, hingga paket outing

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Semarang-Dieng Naik Motor Berapa Jam? Ini Rutenya



    Semarang

    Dieng, wisata populer Jawa Tengah yang mampu membuat wisatawan serasa di Eropa. Di tengah tahun, Dieng akan sangat dingin dan jadi tempat liburan favorit.

    Dataran Tinggi Dieng, atau Dieng Plateau, adalah kawasan dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Terkenal dengan keindahan alamnya, kekayaan budaya, dan peninggalan sejarah, Dieng Plateau menawarkan pengalaman wisata yang unik dan menarik.

    Dieng Plateau berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Beberapa tempat wisata yang populer di Dieng antara lain Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Bukit Ratapan Angin, dan Bukit Sikunir yang terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya.


    Dieng berlokasi di Wonosobo. Tak seperti tetangganya, stasiun Wonosobo tidak melayani perjalanan penumpang. Mau tak mau, butuh sedikit usaha untuk sampai ke tempat ini.

    Semarang menjadi salah satu kota terdekat untuk menjangkau Wonosobo. Pilihan transportasinya beragam, mulai dari roda dua hingga bus pariwisata.

    Traveler yang ingin mencoba dengan kendaraan pribadi, motor atau mobil harus tau durasi perjalanan dan rutenya. Berikut rincian perjalanan menuju Dieng dari Semarang.

    Rute Semarang-Dieng dengan Kendaraan Pribadi

    Meski sama-sama di Jawa Tengah, namun perjalanan dari Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh. Belum lagi selama di tengah perjalanan travelers harus menepi sejenak untuk istirahat dan makan, tentu waktu perjalanannya bisa semakin lama.

    Namun, jika travelers ingin jalan-jalan santai dari Semarang ke Dieng menggunakan kendaraan pribadi, bisa banget kok. Cek dulu rute perjalanannya di bawah ini:

    Rute Semarang-Dieng Naik Motor

    Dari pantauan Google Maps, setidaknya ada tiga rute yang bisa dipilih dari Semarang-Dieng menggunakan sepeda motor, yakni via Jalan Raya Pantura, via Ngalian Kendal, atau via jalan Patean-Boja.

    Jika melalui Jalan Raya Pantura, jarak tempuhnya sekitar 92,5 kilometer. Lantas, Semarang-Dieng berapa jam naik motor dengan rute ini? Waktu yang ditempuh sekitar 2,5 jam.

    Opsi kedua adalah via Ngalian Kendal, namun rutenya sedikit lebih jauh yakni 93,5 kilometer. Untuk waktu perjalanannya memakan waktu sekitar 3 jam.

    Rute terakhir yang bisa dipilih yaitu via Jalan Patean-Boja dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer. Waktu perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 3 jam.

    Menurut Google Maps, rute yang direkomendasikan adalah via Jalan Raya Pantura. Namun, tak ada salahnya jika travelers memilih rute yang lain.

    Rute Semarang-Dieng Naik Mobil

    Apabila travelers menggunakan mobil, ada tiga rute dari Semarang-Dieng yang bisa dipilih, yaitu via Jalan Tol Semarang-Batang, via Jalan Patean-Boja, dan via Jalan Sukorejo-Parakan.

    Rute yang pertama terbilang lebih cepat karena detikers akan melalui Jalan Tol Semarang-Batang. Jarak tempuhnya sekitar 91 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 2,5 jam.

    Apabila tak ingin melalui jalan tol dan ingin menikmati suasana pegunungan, detikers bisa memilih opsi kedua yakni Jalan Patean-Boja. Meski begitu, waktu yang ditempuh jauh lebih lama yakni sekitar 3,5 jam.

    Rute ketiga yakni melalui Jalan Sukorejo-Parakan. Waktu perjalanannya sekitar 3 jam dengan total jarak mencapai 110 kilometer. Kalau memilih rute ini sebaiknya travelers memiliki sopir kedua, sehingga bisa bergantian kalau sudah merasa lelah.

    Naik Transportasi Umum dari Semarang ke Dieng

    Jika tak mau repot-repot mengendarai mobil atau motor, detikers bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau mobil travel dari Semarang ke Dieng. Namun, kamu tidak akan langsung sampai di Dieng, tetapi turun di kota Wonosobo.

    Dari pantauan sejumlah situs travel agen online, kamu bisa menggunakan mobil travel dari Semarang ke Wonosobo dengan tarif mulai dari Rp 100.000 per orang. Opsi lainnya adalah menggunakan bus rute Semarang-Wonosobo dengan harga tiket mulai dari Rp 70.000 per orang.

    Itu dia penjelasan mengenai rute Semarang-Dieng naik motor atau mobil serta total jarak dan waktu tempuhnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Spot Foto Menarik dan Kisah di Baliknya



    Jakarta

    Kawasan Dieng di Jawa Tengah memang sudah terkenal sebagai salah satu destinasi wisata yang jadi favorit wisatawan. Kawasan itu berada di dua wilayah yakni Wonosobo dan Banjarnegara.

    Di sana traveler bukan hanya disuguhkan dengan keindahan alamnya saja, tetapi juga budaya serta sejarah-sejarah yang melengkapinya. Sudah sejak lama pesona Dieng sudah harum hingga wisatawan internasional, belum lagi cuaca di sana yang sangat menyejukkan.

    Dengan berbagai acara yang kerap dihelat di sana membuat kawasan Dieng ini begitu diminati. Belum lagi dengan lanskap yang indah itu menawarkan visual yang menakjubkan, sehingga sangat cocok menjadi latar belakang foto traveler.


    Nama Dieng sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta ‘Die Hieyang’ yang punya arti indah dan langka. Kata Dieng pun terdiri dari dua suku kata yaitu Di dan Hyang, Di artinya gunung atau area yang tinggi sementara Hyang adalah dewa-dewi jadi secara makna punya arti pegunungan atau tempat para dewa-dewi.

    Dieng juga punya desa tertinggi di Pulau Jawa: Desa Sembungan yang berada di ketinggian 2.300 mdpl. Dengan lanskap hamparan sawah berundak juga perbukitan hijau yang sejuk.

    Desa Sembungan juga pernah menyabet gelar Desa Terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) di tahun 2022.

    Jika traveler hendak berkunjung ke kawasan Dieng, berikut rekomendasi detikTravel untuk destinasi-destinasi yang bisa jadi spot foto menawan.

    1. Candi Arjuna

    Candi Arjuna ini letaknya berada di puncak pegunungan Dieng dan candi tersebut merupakan candi yang bercorak Hindu. Dengan berada di atas puncak, membuat Candi Arjuna ini punya persona dan daya tarik tersendiri.

    Suasana objek wisata Candi Arjuna Dieng ramai dikunjungi wisatawan. Foto diunggah pada Senin (31/7/2023).Suasana objek wisata Candi Arjuna Dieng ramai dikunjungi wisatawan. (UPT Dieng)

    Salah satu bukti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini dibangun sekitar abad ke-7 atau 731 saka. Dan punya luas hingga satu hektar, di kawasan komplek Candi Arjuna ini juga traveler akan menemukan beberapa candi lainnya seperti Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Puntadewa.

    Tiket masuk: Rp 10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan internasional.

    2. Kawah Sikidang

    Meski merupakan kawah gunung berapi, Kawah Sikidang ini tidak berbahaya dan jadi langganan destinasi wisatawan lokal dan internasional. Kawah Sikidang juga dikenal luas sebagai Kawah Telur Rebus karena bau belerang yang sangat menyengat di hidung.

    Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (5/2/2022). Wisata Kawah Sikidang ramai dikunjungi wisatawan domestik saat akhir pekan. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/rwa.Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

    Berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Yang jadi primadonanya, Kawah Sikidang ini punya warna kawah kehijauan yang mengeluarkan asap putih.

    Tiket masuk: Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan internasional.

    3. Telaga Dringo

    Destinasi selanjutnya ini punya ketinggian di 2.202 mdpl dengan luasan sekitar 10 hektar. Telaga Dringo juga kerap disebut Ranu Kumbolo karena landskapnya yang mirip dengan danau terkenal di Gunung Merapi itu.

    Di sana traveler bakal disuguhkan dengan hutan yang indah dengan pesona telaganya. Dan di Telaga Dringo juga banyak wisatawan yang menjadikannya sebagai area camping.

    Telaga Dringo di BanjarnegaraTelaga Dringo di Banjarnegara. (Randy/detikTravel)

    Tiket masuk: Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per orang.

    4. Gardu Pandang Dieng

    Gardu Pandang Dieng ini punya daya tarik tersendiri dari ketinggian, di sana traveler bisa melihat pemandangan Gunung Sindoro secara lebih dekat. Ditambah pemandangan ladang serta pemukiman masyarakat sekitar.

    Waktu tepat untuk berada di Gardu Pandang Dieng ini tentunya di pagi buta dan sore hari. Karena traveler akan ditawarkan indahnya matahari terbit dan terbenam.

    5. Bukit Sikunir

    Ini jadi salah satu tempat paling favorit yang ada di kawasan Dieng. Karena di bukit yang punya tinggi 2.263 mdpl ini traveler bisa melihat pemandangan indah saat matahari terbit.

    Bukit di Wonosobo, DiengBukit di Wonosobo, Dieng. (ahmadsabani18/d’Traveler)

    Tak ayal pesona itu dijuluki sebagai Golden Sunrise Sikunir. Tentunya bukan hanya matahari terbit saja yang menawarkan keindahan saat matahari tenggelam pun indahnya tak kalah jauh.

    Tiket masuk: Rp 10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan internasional

    6. Batu Pandang Ratapan Angin

    Di kawasan ini sangat cocok buat traveler yang ingin punya pengalaman lain untuk menikmati indahnya Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng. Di sana jadi primadona spot foto terbaik untuk keduanya.

    Telaga Warna DiengTelaga Warna Dieng. (Reexy/d’traveler)

    Berada di atas ketinggian, Batu Pandang Ratapan Angin ini berlokasi di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah.

    Tiket masuk: Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan internasional.

    7. Gunung Prau

    Bagi traveler yang ingin senang dengan aktivitas luar ruangan yang lebih menantang, bisa mencoba untuk melakukan pendakian ke Gunung Prau. Berada di ketinggian 2.565 mdpl akan membuat traveler sangat terpukau ketika berada di puncaknya.

    Gunung PrauGunung Prau. (Uje Hartono/detikcom)

    Hamparan lautan awan dan pemandangan gunung-gunung di sekitarnya, membuat pengalaman saat berada di kawasan Dieng ini tidak akan membuat kecewa. Tentunya untuk mendaki gunung, traveler harus mempersiapkan segalanya, mulai dari pemandu, perlengkapan alat, mental, fisik hingga membawa obat-obatan pribadi.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com