Tag: pelamar beasiswa lpdp

  • Top 5 Kampus Penerima Beasiswa LPDP Afirmasi, Ada Incaranmu?


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan afirmasi bagi calon pelajar dari pelosok RI untuk mendapat beasiswa LPDP. Program ini juga terdiri dari beasiswa dalam negeri dan luar negeri pada jenjang magister maupun doktor.

    Khusus pendaftar beasiswa LPDP afirmasi dalam negeri tidak disyaratkan skor bahasa Inggris. Sedangkan bagi pelamar beasiswa LPDP dengan tujuan kampus luar negeri, ada syarat skor bahasa Inggris seperti TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6.0, Duolingo English Test 95, atau TOEP 500.

    Program beasiswa LPDP afirmasi juga meliputi fasilitas pengayaan bahasa dari LPDP selama 3-6 bulan. Fasilitas ini tidak ada di beasiswa LPDP reguler dan beasiswa LPDP targeted untuk PNS, TNI, dan Polri.


    Dengan beasiswa ini, sejumlah awardee studi di kampus dalam negeri dan luar negeri. Di mana saja? Dikutip dari unggahan Instagram @lpdp_ri, berikut daftarnya.

    5 Kampus Luar Negeri Tujuan Awardee Beasiswa LPDP Afirmasi Terbanyak

    1. The University of Melbourne: 80 awardee
    2. Monash University: 74 awardee
    3. The University of Queensland: 56 awardee
    4. The University of New South Wales: 55 awardee
    5. The University of Adelaide: 47 awardee

    5 Perguruan Tinggi Dalam Negeri Tujuan Awardee Beasiswa LPDP Afirmasi Terbanyak

    1. Universitas Gadjah Mada: 1.654 awardee
    2. Universitas Indonesia: 534 awardee
    3. Institut Teknologi Bandung: 518 awardee
    4. IPB University: 503 awardee
    5. Universitas Negeri Yogyakarta: 481 awardee

    Syarat Beasiswa LPDP Afirmasi

    Berminat mendaftar beasiswa LPDP afirmasi? Pendaftaran beasiswa ini lazimnya dibuka dalam dua tahap per tahun. Jelang pembukaan pendaftaran beasiswa LPDP 2026, penuhi dan siapkan syarat berikut dari sekarang:

    • IPK minimal 2,50 bagi pendaftar program master dan 3,00 bagi program doktor
    • Usia maksimal 47 tahun bagi pendaftar program master dan 50 tahun bagi pendaftar program doktor
    • Tidak ada syarat skor bahasa Inggris bagi pendaftar kampus dalam negeri
    • Pendaftar kampus luar negeri dikenakan syarat skor bahasa Inggris TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6.0, Duolingo English Test 95, atau TOEP 500
    • KTP
    • Surat keterangan domisili dari lurah/kepala desa yang terbit paling lama 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Hasil pindai (scan) ijazah SD, SMP, atau SMA; atau surat keterangan dari lurah/kepala desa yang menyatakan pendaftar sudah tinggal minimal 10 tahun di daerah afirmasi

    Komponen Khusus Beasiswa LPDP Afirmasi

    Khusus penerima beasiswa ini berhak untuk mendapat:

    • Dana hidup bulanan Rp 5 juta per bulan untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Selatan, dan Surabaya; atau Rp 4,5 juta per bulan untuk wilayah lain
    • Pembiayaan kelas pengayaan bahasa intensif 3-6 bulan
    • Pembiayaan biaya 1 kali tes resmi IELTS, TOEFL, atau tes potensi akademik seperti GRE atau GMAT
    • Dana transportasi pergi-pulang (PP) ke lokasi pelatihan.

    Sebagai catatan, dana hidup bulanan dapat disesuaikan bagi peserta yang sudah mendapat tempat tinggal (dormitory) dan konsumsi dari lembaga penyelenggara.

    Bagaimana detikers, berminat mendaftar beasiswa LPDP afirmasi? Semoga berhasil!

    (twu/pal)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Soal Lahan Kerja Alumni Beasiswa LPDP Kurang, Begini Saran Pakar UNY



    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan alasan penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air juga karena kurangnya lahan kerja yang cocok di Indonesia. Ia mengakui saat ini pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Evaluasi Bidang Ilmu di Beasiswa LPDP

    Soal pengkajian ulang tersebut, pakar kebijakan pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Arif Rohman MSi menilai beasiswa LPDP pada dasarnya positif untuk mendorong penciptaan sumber daya manusia yang memang bermanfaat untuk Indonesia.


    Namun, merespons kondisi kurangnya lahan pekerjaan yang cocok untuk lulusan LPDP, ia menyarankan agar bidang ilmu yang dapat dilamar pada beasiswa LPDP dievaluasi kembali agar sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

    “Perlu ada semacam evaluasi, selama ini keilmuan mana yang dibutuhkan, apakah selama ini sudah match atau mismatch. Kan tidak semua ilmu yang dibutuhkan, ada kajian atau keilmuan yang oversupply lulusannya, ada yang undersupply,” kata Arif dalam detikSore: Saat Negara Menuntut Return dari Alumni LPDP, Kamis (7/11/2024).

    Arif mengatakan kuota beasiswa LPDP pada cabang keilmuan yang sangat membutuhkan talenta baru bisa ditambahkan. Sedangkan kuota pada cabang keilmuan yang sudah jenuh atau oversupply tidak perlu diberi terlalu banyak.

    Adapun pada bidang ilmu yang tidak dibutuhkan dan tidak relevan menurutnya tidak perlu dibuka dengan kuota tinggi.

    “Disesuaikan dengan kebutuhan agar tingkat relevansinya pas dengan kebutuhan. Ini perlu dilakukan, mumpung ada pemerintahan baru, pejabat kementerian baru, saya kira tepat untuk melakukan reevaluasi untuk kebijakan LPDP,” ucapnya.

    Ia menggarisbawahi, peninjauan ulang bidang keilmuan yang dibuka untuk pelamar beasiswa LPDP ke depannya diharapkan tidak mengurangi kuota penerimaan, tetapi justru meningkatkan dan mengembangkannya.

    Memilah Jurusan yang Dibuka di Beasiswa LPDP

    Arif menilai pengelola beasiswa LPDP ke depannya juga perlu mempertimbangkan orientasi beasiswa LPDP. Ia menyarankan perlu ada jalan tengah antara pilihan elitis dan populis.

    Ia menjelaskan, pada orientasi elitis, cabang keilmuan yang dapat diambil pelamar beasiswa LPDP akan harus benar-benar dibutuhkan. Pelamarnya juga hanya yang benar-benar berkompetensi. Mereka didorong dan difasilitasi untuk dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas kendati berbiaya tinggi.

    “Jadi terseleksi dari segi keilmuan dan pendaftar yang akan mengambil. Pada akhirnya, pemanfaatan alumninya sekaligus disusun, dirancang untuk pengembangan pembangunan ke depan,” jelas Arif.

    Sedangkan jika beasiswa LPDP akan diorientasikan populis, maka tujuannya untuk mencetak sebanyak mungkin ilmuwan, termasuk pada ilmu yang sudah oversupply. Pada orientasi populis, kuota yang diterima pada cabang ilmu yang sudah oversupply tetap dibuka dengan jumlah besar.

    “Atau tengah-tengah, tidak terlalu populis dan tidak terlalu populis. Ini menjadi kuasi. Sebab kalau elitis, banyak pihak kecewa. Jadi peminat yang melimpah ruah (tapi tidak lolos beasiswa),” ucapnya.

    Prioritas Beasiswa LPDP

    Sementara itu, Mendiktisaintek Satryo mengatakan penerimaan beasiswa LPDP ke depan akan fokus mendukung program Presiden Prabowo Subianto, yaitu dalam swasembada pangan, swasembada energi, persediaan air, dan hilirisasi.

    Ia mengatakan prioritas di atas tidak menutup kemungkinan bagi peminat beasiswa LPDP di bidang ilmu lain. Penerima beasiswa LPDP ke depan menurutnya juga diharapkan juga akan terus naik.

    “Yang bidang lain, kalau memang ada yang menonjol dan patut didanai, kita danai,” ucapnya.

    “Kalau jumlah penerimanya kita inginkan tiap tahun naik terus, berarti hanya fokusnya saja (yang ke program pemerintah),” sambung Satryo.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu, klik di sini!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5