Tag: peluang investasi

  • BlackRock Melangkah ke Dunia Crypto! Membuka Peluang Investasi Baru

    Perusahaan investasi terbesar di dunia, BlackRock Inc., berencana menambahkan kontrak futures Bitcoin ke dalam dua dana kelolaannya. Akibatnya saat ini BlackRock menjadi salah satu perusahaan investasi yang membuka investornya ke dunia crypto.

    BlackRock Melangkah ke Dunia Crypto

    Perusahaan investasi terbesar di dunia ini baru saja memperbarui pengajuan izin ke Securities and Exchange Commission (SEC) untuk dua dana kelolaannya. Pembaruan izin ini dilakukan untuk memasukan kontrak berjangka berbasis Bitcoin sebagai salah satu aset yang dikelola untuk dana investasi tersebut.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Dua dana investasi yang dimaksud adalah dana investasi bernama BlackRock Strategic Income Opportunities dan BlackRock Global Allocation Fund Inc. Dua dana investas ini bersifat seperti reksadana namun memiliki aset yang bervariasi dalam alokasi dananya.

    Kedua dana investasi tersebut terlihat muncul perizinannya pada Hari Rabu kemarin yang membuat mayoritas pasar terkejut akibat sebelumnya BlackRock bukan penggemar crypto. Perizinan ini menjadi bukti nyata bahwa BlackRock telah mulai tertarik untuk masuk ke dunia crypto, mengikuti mayoritas investor institusional lainnya.

    BlackRock merupakan perusahaan investasi terbesar di dunia akibat aset yang dikelolanya saat ini sebesar $8,7 Triliun. Jika perusahaan ini mulai masuk ke dunia crypto, kemungkinan besar dampaknya akan sangat besar mengingat dana yang dimilikinya.

    Potensi Dampak dari Investasi Baru

    Pada 2018, CEO dari BlackRock, Larry Fink, menyatakan bahwa mayoritas nasabah atau investornya tidak tertarik untuk investasi dalam dunia crypto. Namun baru-baru ini ia terlihat mulai tertarik dan terbuka terhadap Bitcoin yang sering kali dianggap sebagai emas digital.

    Baca Juga: Rencana IPO Semakin Kuat, Coinbase Jadi Perbincangan Panas

    Saat ini, juru bicara dari BlackRock masih menolak untuk memberikan tanggapan mengenai pengajuan izin tersebut. Tetapi, Rick Rieder, kepala investasi dari dana pengelolaan pendapatan tetap BlackRock, menyatakan bahwa permintaan terhadap Bitcoin akan terus naik yang membuat aset tersebut cocok sebagai investasi jangka panjang.

    Jika BlackRock melanjutkan rencananya untuk mulai mengalokasikan dana terhadap kontrak jangka panjang Bitcoin dan Bitcoin itu sendiri, kemungkinan besar dampaknya akan sangat besar.

    Kemungkinan besar investasi tersebut akan menjadi langkah awal menuju gerakan baru ke dunia crypto seperti layaknya Grayscale. Grayscale memulai investasi cryptonya melalui Bitcoin dan sudah berkembang jauh hingga menciptakan Reksadana berbasis beberapa crypto dan sudah mengelola hampir $600 Juta.

    Tidak menutup kemungkinan bahwa BlackRock dapat melakukan hal yang sama, bahkan lebih besar mengingat dana yang dikelola jauh lebih tinggi dari Grayscale. Kemungkinan besar jika investasi ini terjadi pasar crypto akan melihat apresiasi yang cukup signifikan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Banyak Investor Muda, Edukasi Jadi Kunci Dorong Investasi Kripto

    Kementerian Perdagang (Kemendag) merilis laporan terbaru soal demografi investor aset kripto di Indonesia. Menariknya, usia muda mendominasi jumlah investor dari total 14,1 juta pelanggan per Mei 2022.

    Dalam laporan Kemendag, demografi investor kripto didominasi kelompok usia 18–24 tahun (32%); Kelompok 25–30 tahun (30%); Dan kelompok 31–35 tahun (16%).

    Adapun berdasarkan kelompok profesi, persentasi karyawan swasta mendominasi sebesar 28%, wiraswasta 23% dan pelajar/mahasiswa 18%.

    Menyikapi pertumbuhan investor muda yang mendominasi di instrumen aset kripto, butuh edukasi yang tepat untuk mendapatkan kualitas dan pertumbuhan industri yang sehat. VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, generasi muda lebih cenderung menjadi investor kripto dan investasi paling populer di kalangan milenium (usia 26-41 tahun).

    Investor kripto muda
    Ilustrasi investor kripto muda.

    Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

    Adytia melihat dibandingkan dengan yang lain, investor yang lebih muda berpikir bahwa aset kripto akan memberikan pengembalian investasi terbaik selama dekade berikutnya. Maka, dari itu diperlukan memahami aset kripto secara menyeluruh sebelum berinvestasi.

    “Investor Milenial, Gen X dan Gen Z kemungkinan besar memiliki aset kripto. Namun, melihat secara umum mereka yang berusia muda masih sekadar ikuti-ikutan atau termakan FOMO untuk berinvestasi aset kripto. Jadi ada sebagian dari mereka yang kurang nyaman dengan volatilitas kripto. Sementara, sebagian besar lain bersikap optimis dan lebih agresif berinvestasi dalam aset berisiko daripada rekan-rekan mereka,” kata Adytia.

    Edukasi yang Inklusif dan Berkelanjutan

    Melihat pola perilaku investor muda di aset kripto tersebut, Adytia menekankan perlu edukasi yang inklusif dan berkelanjutan untuk memberikan gambaran luas terkait investasi aset berisiko ini. Padahal, memiliki pengetahuan yang baik bisa membuat perencanaan investasi yang jelas dan terukur.

    “Bagi investor muda, pahami profil risiko mereka dahulu. Pastikan hanya berinvestasi sebanyak yang mereka mampu dan tidak berharap dapat keuntungan yang cepat dengan mudah. Untuk membatasi risiko, tidak boleh menginvestasikan semua tabungan dalam kepemilikan kripto, sebagai gantinya, harus mendiversifikasi portofolio investasi,” jelasnya.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

    Kemudian, tidak disarankan untuk menginvestasikan semua dana hanya dalam satu jenis aset kripto. Investor muda memiliki lebih banyak waktu untuk mencoba aset baru dan mendapatkan pengalaman dalam berinvestasi. Kripto dapat membuat investasi alternatif untuk generasi muda dalam jangka panjang, karena cenderung tetap kuat dan melewati setiap krisis keuangan yang mungkin terjadi di masa depan.

    “Investasi aset kripto dinilai masih potensial meski sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, edukasi kepada investor secara luas menjadi kunci guna menjaga kesinambungan industri kripto ke depannya,” pungkas Adytia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Tips Investasi di Australia dari Raja Properti Sydney Berdarah RI


    Jakarta

    Melakukan investasi dan bisnis bisa menjadi ladang cuan, apalagi kalau dilakukan di luar negeri. Namun, untuk bisa meraup keuntungan dengan berbisnis di luar negeri tidak semudah membalikkan telapak tangan.

    Pebisnis properti sekaligus bos One Global Capital, Iwan Sunito, membagikan tips untuk investasi dan bisnis di Australia. Ia sudah berkecimpung di bisnis properti Australia selama hampir 30 tahun.

    Setelah empat dekade bermukim di Sydney, Iwan mengakui bahwa Australia memberikan peluang besar bagi mereka yang berani mengambilnya.


    Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan investasi di Asia Pasifik seperti Vietnam hingga Malaysia, dia meyakini Australia adalah pilihan terbaik dari segi stabilitas, keamanan, aksesibilitas, serta potensi ekonomi jangka panjang.

    Nah, berikut ini beberapa tips untuk calon investor dan pebisnis di Australia dari Iwan Sunito dalam keterangan yang diterima oleh detikcom.

    1. Temukan Bisnis yang Ingin Dikembangkan

    Calon investor bisa memilih berinvestasi pada bidang yang membuatnya antusias dan ingin memperdalam pengetahuan. Seperti mahasiswa yang bekerja untuk meningkatkan keterampilan hingga akhirnya mampu membuka bisnis sendiri. Mulailah dari bisnis kecil dan bertumbuhlah perlahan.

    2. Cari dan Investasikan pada Bisnis yang Memiliki Skala dan Keahlian

    Ikuti tren investasi yang terbukti berhasil, seperti investor Jepang yang fokus mencari bisnis yang sudah memiliki skala, keahlian khusus, serta catatan keberhasilan yang terbukti. Jangan coba sendirian karena kompetitor lokal pasti jauh lebih unggul dalam pemahaman pasar lokal yang diperoleh selama puluhan tahun.

    3. Temukan Mitra Bisnis yang Bisa Dipercaya

    Kepercayaan yang kuat hanya bisa dibangun melalui rekam jejak mitra yang transparan selama 10 atau bahkan 20 tahun. Iwan mengaku pernah terburu-buru memasuki joint venture tanpa pengecekan latar belakang yang memadai. Walaupun akhirnya tidak mengalami kerugian finansial, pengalaman tersebut sangat menegangkan karena mitra lokal yang ternyata suka menggunakan jalur hukum untuk mengunci dan menekan mitra bisnisnya.

    Itulah beberapa tips untuk calon investor dan pebisnis yang ingin melebarkan sayapnya di Australia.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com