Tag: pelukis

  • Cara Mengecat Dinding yang Baik Agar Hasilnya Maksimal



    Jakarta

    Mengecat dinding interior mungkin tidak memerlukan keterampilan khusus. Namun apabila tidak memperhatikan apa yang harus dilakukan membuat hasil akhir yang kurang maksimal atau bahkan tidak sesuai dengan yang diinginkan.

    Dengan peralatan dan persiapan yang tepat, kamu bisa mengecat dinding seperti seorang profesional untuk memperbarui cat pada dinding rumah kamu dengan mudah.

    Dilansir dari Better Homes & Garden, Kamis (14/11/2024), berikut langkah-langkah yang harus kamu perhatikan saat mengecat agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan.


    1. Melakukan Persiapan

    Pilih jenis yang sesuai dengan tempat yang akan diaplikasikan, dan pilih warna yang sesuai dengan yang diinginkan. Persiapkan ruangan dengan memindahkan furniture kecil, dorong furniture yang lebih besar ke bagian tengah dan tutup dengan plastik.

    Perhatikan suhu dan kelembapan di dalam rumah, yang mungkin perlu disesuaikan. Jika udara lembap, nyalakan AC untuk mengurangi kelembapan atau nyalakan dehumidifier di dalam ruangan.

    2. Sapu dan Bersihkan Debu Dinding

    Gunakan sapu atau alat pel untuk menyapu debu dan sarang laba-laba dari langit-langit, dinding, dan furniture. Gunakan juga penyedot debu untuk membuang partikel yang dapat menempel pada cat, bersihkan alas tiang dan lis dengan kain microfiber.

    3. Memperbaiki Permukaan Dinding

    Gunakan alat dempul dan pelapis untuk menambal lubang paku. Ratakan pelapis tipis-tipis di setiap lubang, lalu kikis kelebihannya. Biarkan kering, untuk lubang yang lebih besar gunakan tambalan drywall.

    4. Amplas Permukaan

    Amplas area yang ditambal dengan amplas halus hingga rata dengan dinding. Jika mengamplas terlalu agresif, dempul akan menyusut di dalam lubang. Ulangi langkah dan amplas lagi hingga mencapai hasil akhir yang diinginkan, lalu bersihkan sisa-sisa.

    5. Gunakan Selotip Pelukis

    Lindungi kayu, langit-langit, dan permukaan nondinding lainnya dengan selotip pelukis. Tempelkan selotip dengan kuat pada permukaan dalam garis lurus, pastikan selotip tidak mengganggu area yang dicat.

    6. Kerjakan Satu per Satu

    Isi wadah keccil dengan cat, kerjakan satu dinding pada satu waktu. Guanakan kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pionggir.

    7. Mulai Secara Keseluruhan

    Mulai dari sudut, cat dengan pola W di seluruh dinding. Kerjakan dalam bagian-bagian kecil untuk mendapatkan cakupan yang merata sebelum bergerak terlalu jauh di sepanjang dinding.

    Jika Jangkauan pendek, pasang rol ke tongkat tambahan. Setelah mengisi area, selesaikan dengan sapuan vertikal ringan untuk menghaluskan cat dan menghilangkan bekas rol.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk cat mengering dan mengeras dengan baik tergantung pada apa yang kamu ingin lakukan setelah diaplikasikan.

    Umumnya, harus menunggu setidaknya dua jam sebelum mengaplikasikan lapisan cat berikutnya. Kamu mungkin perlu menunggu lebih lama jika kondisi, seperti kelembapan tinggi atau suhu rendah, dan mengaplikasikan cat dengan lapisan yang tebal.

    9. Lepaskan Selotip Pelukis

    Lepaskan selotip secepat mungkin saat cat masih lengket, hal ini akan mencegah selotip menempel di dinding. Rapikan area sekitar dan bersihkan peralatan yang telah kamu gunakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Benar, Berapa Lama Cat Kering?


    Jakarta

    Mengecat dinding terlihat sebagai pekerjaan yang mudah dilakukan, padahal pada prakteknya dibutuhkan keterampilan dan teknik yang benar agar hasilnya tidak gagal.

    Ciri-ciri cat dinding yang gagal adalah hasil pengecatan yang mudah berubah dan cepat rusak. Bentuk kerusakan tersebut cukup beragam ada cat yang menggelembung, terkelupas, pudar warnanya, berkapur, dan lainnya.

    Untuk menghindari hasil cat dinding yang gagal, ketahui dahulu cara mengecat dinding yang benar. Berikut langkah-langkahnya.


    1. Pastikan Plasteran dan Acian Sudah Kering

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kunci cat dinding dapat merekat dengan sempurna terletak pada kondisi plesteran dan acian dinding.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    2. Melakukan Persiapan

    Dilansir Better Homes & Garden, saat mengecat dinding, pasti akan ada tetesan cat yang jatuh ke lantai. Sebaiknya, sebelum mengecat dinding lapisi dahulu lantai, perabotan, atau area yang tidak akan dicat agar tidak kotor.

    Kemudian, buka semua ventilasi di ruangan tersebut atau nyalakan kipas angin untuk mengurangi bau cat yang kuat.

    3. Pastikan Dinding Bersih

    Selain memastikan plesteran dan acian kering, dinding yang akan dilapisi cat juga harus bersih dari noda atau benda yang menempel. Dinding yang bersih dan rata, akan tampak halus setelah dicat.

    Cara untuk menghaluskan dinding sebelum dicat bisa dengan menggunakan amplas dan plamir. Apabila ada lubang pada dinding, bisa dilakukan penambalan terlebih dahulu.

    4. Pasang Selotip Pelukis

    Untuk melindungi kayu, langit-langit, dan permukaan non dinding yang tidak mau dicat, pasang selotip pelukis. Barang ini dapat dicabut dari permukaan tanpa menarik lapisan yang sudah menempel dan tidak akan meninggalkan bekas lengket.

    5. Pakai Ukuran Kuas yang Tepat

    Setiap ukuran kuas memiliki fungsi masing-masing. Sebagai contoh kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pinggir. Lalu, kuas rol yang panjang bisa digunakan untuk mengecat bagian utama dan tengah.

    6. Pakai Cat Dasar atau Cat Primer

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki banyak warna.

    Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.

    7. Aplikasikan Cat dalam Beberapa Lapis

    Proses mengecat dinding membutuhkan beberapa lapis. Lapisan pertama adalah cat dasar atau cat primer. Lalu, lapisan kedua, ketiga, memakai cat pelapis atas.

    Cara pengecatannya dengan membentuk pola W, atas ke bawah atau bawah ke atas. Baru setelah itu mengisi bagian yang kosong atau tidak terlalu terkena cat. Kerjakan dengan teknik yang sama untuk lapisan berikutnya.

    Waktu tunggu untuk mengerjakan lapisan berikutnya sekitar 2 minggu ketika cat sudah mengering. Namun, saat ini ada beberapa produk cat yang mengklaim bisa langsung kering. Namun, sebaiknya jangan terlalu gegabah, lebih baik tunggu dan didiamkan beberapa hari untuk benar-benar memastikan cat tersebut kering.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    9. Bersihkan Bekas Pengecatan

    Setelah pengecatan selesai, segera lepas selotip pelukis dan buang. Selotip tersebut hanya bisa dipakai satu kali. Lalu, bersihkan bekas-bekas cat yang menempel di tempat lain dengan memakai benda tajam dan keras, bisa pula memakai cuka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Audisi Emeron Hijab Hunt Jago Melukis di Atas Pasir, Puisi hingga Monolog

    Bekasi

    Hijabers berbakat sudah siap untuk mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Jabodetabek, di Parkir Downtown Summarecon Mall Bekasi (27/7/2024). Ada yang menampilkan aksi melukis di atas pasir, bernyanyi sambil bermain gitar, puisi, hingga monolog.

    Audisi Emeron Hijab Hunt 2024 masih berlangsung, para peserta antre untuk menunjukkan bakatnya yang menginspirasi di depan juri. Ada yang tampil dengan busana adat Indonesia dan membawa properti untuk menunjang penampilan.

    Wolipop sudah mewawancarai Maudy Salma Andriane (24 tahun) yang menunjukkan bakat unik dengan melukis di atas pasir. Ia ingin mengasah keterampilannya di Emeron Hijab Hunt 2024.


    Registrasi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (27/7/2024).Registrasi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (27/7/2024). Foto: Rifkianto Nugroho

    “Hari ini aku mau melukis pasir. Jadi memang aku profesinya desainer grafis dan seniman. Aku juga suka ilustrasi untuk show aku ingin menggambar di media pasir. Ini baru sebulan aku coba dan try something new semoga bisa,” ujar Maudy.

    Maudy mengungkapkan terinspirasi oleh Vina Candrawati, seorang pelukis pasir Indonesia. Ia juga ingin memperkenalkan seni melukis pasir ke hijabers lainnya.

    “Aku terinspirasi dari dari stasiun televisi seorang pelukis pasir, Vina Candrawati dan di Indonesia masih sedikit jadi aku kepengen bawa seni lukis pasir di atas panggung,”jelasnya.

    Maudy yang tinggal di Cilegon, Banten ini mengaku sengaja ingin hadir dan mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024. “(Perlengkapannya) ada pasir, lampu, meja dan standing keyboard. Persiapannya sudah sebulan yang lalu, aku dari Cilegon, Banten aku didukung oleh calon suami aku dan dia yang mendukung aku,” lanjutnya.

    Registrasi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (27/7/2024).Registrasi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (27/7/2024). Foto: Rifkianto Nugroho.

    Selanjutnya ada Feni Fauziah (30 tahun) yang akan membawakan puisi dengan tema kemerdekaan.”Biasanya kalau lomba puisi aku ambil dari para sastrawan dan persiapannya mental di samping itu harus menguasai isi dan ekspresi puisinya. Aku juga di akhir puisi aku akan bernyanyi lagu Tanah Air,” tutur Feni.

    Ada juga yang ingin pidato dengan bahasa Inggris dan juga menampilkan aksi bernyanyi di depan juri. Ialah Nurdillah Said (26 tahun) yang mengatakan sudah siap untuk tampil.

    “Saya dari dulu memang suka bernyanyi dan tampil. Saya juga pernah di debat bahasa Inggris mewakili Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan tahun 2016,” ujar Dilla.

    “Excited banget karena semua ounya bakay yang unik dan potensinya masing-masing senang banget ada tempat untuk menyalurkan bakat. Terima kasih Detikcom, Wolipop dan tim yang sudah menyediakan wadah untuk muslimah yang ada di Jabodetabek. Bahkan ada yang di luar kota audisi juga datang,” kata Dilla.

    Di audisi Emeron Hijab Hunt 2024 kali ini juga ada bakat monolog yang dibawakan oleh Ernawati (21 tahun). Ia akan menyajikan monolog yang berjudul Perempuan Dititik Nol. Wanita yang tinggal di Bogor ini menjelaskan cerita yang akan ia tampilkan di depan juri.

    “Karena kalau dari ceritanya sendiri pada zaman dulu pernah ada di titik terendah yang pernah diacuhkan, jadikan budak, dan untuk cerita ini aku mau memberikan inspirasi untuk hijabers karena harus bersyukur atas previllege yang sudah didapatkan zaman sekarang,” terang Ernawati.

    Registrasi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (27/7/2024).Registrasi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (27/7/2024). Foto: Rifkianto Nugroho.

    Kamu bisa menyaksikan penampilan Zara Leola di audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek. Anak sulung dari Enda yang merupakan gitaris grup musik Ungu ini akan membawakan lagu hitsnya, Move It, Saat Bahagia, Lebih Dari Teman, She’s Nothing, dan Anak Sekolah.

    Audisi akan dipandu oleh Echo Santoso dan Elwina Wilianto, pemenang ketiga Emeron Hijab Hunt 2023. Kebayangkan bagaimana serunya audisi Emeron Hijab Hunt 2024? Yuk ajak kerabat dan keluarga kamu untuk nonton audisi Emeron Hijab Hunt 2024.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Menyaksikan Tari Kecak di Jakarta? Bisa di Mana dan Kapan?



    Jakarta

    Tari Kecak adalah pertunjukkan unik yang menggabungkan seni drama dan tari. Berkisah tentang kisah cinta segitiga, Tari Kecak bisa dinikmati di luar Bali.

    Tari Kecak pertama kali diciptakan oleh dua tokoh, yakni penari asal Bali bernama Wayan Limbak dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Tari Kecak yang terinspirasi dari tradisi Sanghyang itu pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an.

    Setelah itu, Wayan Limbak mempopulerkan tarian ini. Hal ini ia lakukan saat berkeliling dunia bersama dengan rombongan penari Bali dari sanggarnya. Hingga saat ini, Tari Kecak menjadi kesenian yang dapat dinikmati oleh banyak orang.


    Biasanya, tarian ini dilakukan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk secara melingkar.

    Mereka menyerukan “cak cak cak” sambil mengangkat kedua lengan. Pada satu segmen, mereka menirukan adegan saat barisan kera membantu Rama dalam pertempuran melawan Rahwana yang menculik Dewi Sita.

    Suara “cak cak cak” itu pula yang menjadi musik pengiring tarian yang membuat pertunjukan semakin magis. Sesekali, terdengar pula suara kerincingan yang diikatkan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana.

    Cerita Ramayana yang menjadi inti dari Tari Kecak melambangkan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan. Kemenangan Rama di akhir cerita menjadi pesan bahwa kebaikan pada akhirnya akan selalu mengalahkan kejahatan, memberikan harapan dan optimisme bagi para penonton.

    Setiap gerakan yang dilakukan oleh penari juga memiliki makna yang sangat penting. Selain itu, Tari Kecak juga diyakini sebagai sebuah ritual untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit.

    Tari Kecak di Jakarta

    Tari Kecak kini bisa dinikmati di Jakarta, tempat wisata yang menggelarnya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Pertunjukan tersebut diadakan secara rutin setiap bulan di Panggung Budaya Amphitheater, yang berlokasi dekat Istana Anak-Anak Indonesia.

    Berlangsung pada pekan keempat setiap bulan, baik Sabtu maupun Minggu, Tari Kecak dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati tari kecak secara gratis, hanya dengan membeli tiket masuk TMII.

    Untuk bisa menikmatinya, pengunjung diminta untuk datang lebih awal, sekitar dua jam sebelum pertunjukan di mulai. Panggung Budaya Amphitheater memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga perlu sedikit usaha untuk dapat menikmati pertunjukan ini.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cikini 82, Dari Rumah Ahmad Soebardjo Jadi Ruang Seni Elegan



    Jakarta

    Di balik tembok bergaya kolonial di kawasan Menteng, berdiri rumah bersejarah milik Ahmad Soebardjo, tokoh perumus kemerdekaan Indonesia. Kini, Cikini 82 bertransformasi menjadi ruang seni dan pameran batik yang menawan, mengajak pengunjung menjelajah sejarah lewat estetika.

    Rumah Cikini 82 mencolok. Berada di jantung Cikini, yang berada di Jakarta Pusat, rumah kuno dengan gaya arsitektur kolonial itu memang tampak megah dan terawat dari balik pagar. Rupanya, rumah itu memiliki nilai sejarah yang tinggi.

    Bangunan Cikini 82 itu dulu tempat tinggal dari Ahmad Soebardjo, seorang tokoh penting sebagai Menteri Luar Negeri pertama di Republik Indonesia.


    Rumah itu telah berdiri sejak 1860. Rumah tersebut sempat digunakan sebagai kantor pertama bagi Kementerian Luar Negeri setelah kemerdekaan Indonesia.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Kini, rumah itu bukan lagi milik keluarga Achmad Soebardjo, tetapi menjadi milik pribadi dari Lukas Budiono, seorang advokat di Indonesia. Kendati sudah pindah kepemilikan, kondisi di dalam rumah itu masih sama alias tidak ada perubahan, baik dari ruangan atau pun keramik lantai. Semua masih serupa aslinya.

    Menurut penjelasan dari salah seorang petugas bernama Sarah, rumah itu dibuka saat ada event dan penyewaan venue.

    “Pada tanggal 11 sampai 17 Oktober ini ada acara khusus, tetapi di hari biasa rumah ini tidak dibuka karena merupakan milik pribadi. Kami menyewa tempat ini khusus untuk mengadakan pameran batik,” ujar Sarah saat ditemui oleh detikTravel pada hari Rabu (15/10/2025).

    Bangunan Klasik Bernuansa Kolonial

    Cikini 82 didirikan di atas lahan yang luasnya mencapai 2.951 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.796 meter persegi. Kompleks rumah ini terdiri dari tiga bangunan utama, yaitu Main House, East Pavilion, dan West Pavilion.

    Di Main House, para pengunjung dapat melihat ruang kerja dari Ahmad Soebardjo yang masih terjaga dengan baik, lengkap dengan koleksi buku-buku langka yang dimilikinya. Ruangan ini diberi pembatas berupa tali agar pengunjung tidak memasuki area pribadi.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Selain ruang kerja, terdapat juga ruang tamu (holding room) dan ballroom yang dindingnya dihiasi dengan berbagai karya seni dari pelukis terkenal Indonesia, seperti Affandi, Lee Man Fong, Widayat, Hendra Gunawan, Dullah, serta Walter Spies.

    Tidak hanya itu, area rumah ini juga dilengkapi dengan pendopo, kantor kecil, mushola, serta fasilitas toilet untuk pria dan wanita. Suasana kolonial yang menenangkan langsung terasa saat memasuki halaman rumah.

    Salah seorang pengunjung bernama Dinda mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan suasana yang ada.

    “Bangunannya sangat khas kolonial, saat masuk terasa sejuk dan masih sangat asli. Di bagian belakang juga terdapat teras yang sangat estetik untuk berfoto,” kata Dinda.

    Di dalam rumah, berbagai furnitur antik seperti lampu gantung, meja kayu, kursi klasik, hingga rak buku tua semakin memperkuat kesan bersejarah dari tempat ini.

    Lokasi dan Akses ke Cikini 82

    Bagi detikers yang ingin mengunjungi rumah bersejarah ini, lokasinya berada di Jalan Cikini Nomor 82, Jakarta Pusat. Akses menuju lokasi ini cukup mudah, detikers dapat menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Cikini, atau menggunakan bus TransJakarta dengan rute 5M dan 6H (arah Cikini). Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan rute JakLingko Jak10A.

    Pameran Batik di Rumah Ahmad Soebardjo

    Ketika detikTravel berkunjung pada Rabu (15/10/2025), rumah Ahmad Soebardjo sedang digunakan sebagai lokasi untuk pameran batik karya Quoriena Ginting.

    Terdapat sekitar 30 karya batik dan songket yang dipamerkan, sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.

    Pameran itu membuktikan bahwa rumah bersejarah tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk ekspresi seni dan budaya masa kini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cikini 82, Dari Rumah Ahmad Soebardjo Jadi Ruang Seni Elegan



    Jakarta

    Di balik tembok bergaya kolonial di kawasan Menteng, berdiri rumah bersejarah milik Ahmad Soebardjo, tokoh perumus kemerdekaan Indonesia. Kini, Cikini 82 bertransformasi menjadi ruang seni dan pameran batik yang menawan, mengajak pengunjung menjelajah sejarah lewat estetika.

    Rumah Cikini 82 mencolok. Berada di jantung Cikini, yang berada di Jakarta Pusat, rumah kuno dengan gaya arsitektur kolonial itu memang tampak megah dan terawat dari balik pagar. Rupanya, rumah itu memiliki nilai sejarah yang tinggi.

    Bangunan Cikini 82 itu dulu tempat tinggal dari Ahmad Soebardjo, seorang tokoh penting sebagai Menteri Luar Negeri pertama di Republik Indonesia.


    Rumah itu telah berdiri sejak 1860. Rumah tersebut sempat digunakan sebagai kantor pertama bagi Kementerian Luar Negeri setelah kemerdekaan Indonesia.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Kini, rumah itu bukan lagi milik keluarga Achmad Soebardjo, tetapi menjadi milik pribadi dari Lukas Budiono, seorang advokat di Indonesia. Kendati sudah pindah kepemilikan, kondisi di dalam rumah itu masih sama alias tidak ada perubahan, baik dari ruangan atau pun keramik lantai. Semua masih serupa aslinya.

    Menurut penjelasan dari salah seorang petugas bernama Sarah, rumah itu dibuka saat ada event dan penyewaan venue.

    “Pada tanggal 11 sampai 17 Oktober ini ada acara khusus, tetapi di hari biasa rumah ini tidak dibuka karena merupakan milik pribadi. Kami menyewa tempat ini khusus untuk mengadakan pameran batik,” ujar Sarah saat ditemui oleh detikTravel pada hari Rabu (15/10/2025).

    Bangunan Klasik Bernuansa Kolonial

    Cikini 82 didirikan di atas lahan yang luasnya mencapai 2.951 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.796 meter persegi. Kompleks rumah ini terdiri dari tiga bangunan utama, yaitu Main House, East Pavilion, dan West Pavilion.

    Di Main House, para pengunjung dapat melihat ruang kerja dari Ahmad Soebardjo yang masih terjaga dengan baik, lengkap dengan koleksi buku-buku langka yang dimilikinya. Ruangan ini diberi pembatas berupa tali agar pengunjung tidak memasuki area pribadi.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Selain ruang kerja, terdapat juga ruang tamu (holding room) dan ballroom yang dindingnya dihiasi dengan berbagai karya seni dari pelukis terkenal Indonesia, seperti Affandi, Lee Man Fong, Widayat, Hendra Gunawan, Dullah, serta Walter Spies.

    Tidak hanya itu, area rumah ini juga dilengkapi dengan pendopo, kantor kecil, mushola, serta fasilitas toilet untuk pria dan wanita. Suasana kolonial yang menenangkan langsung terasa saat memasuki halaman rumah.

    Salah seorang pengunjung bernama Dinda mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan suasana yang ada.

    “Bangunannya sangat khas kolonial, saat masuk terasa sejuk dan masih sangat asli. Di bagian belakang juga terdapat teras yang sangat estetik untuk berfoto,” kata Dinda.

    Di dalam rumah, berbagai furnitur antik seperti lampu gantung, meja kayu, kursi klasik, hingga rak buku tua semakin memperkuat kesan bersejarah dari tempat ini.

    Lokasi dan Akses ke Cikini 82

    Bagi detikers yang ingin mengunjungi rumah bersejarah ini, lokasinya berada di Jalan Cikini Nomor 82, Jakarta Pusat. Akses menuju lokasi ini cukup mudah, detikers dapat menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Cikini, atau menggunakan bus TransJakarta dengan rute 5M dan 6H (arah Cikini). Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan rute JakLingko Jak10A.

    Pameran Batik di Rumah Ahmad Soebardjo

    Ketika detikTravel berkunjung pada Rabu (15/10/2025), rumah Ahmad Soebardjo sedang digunakan sebagai lokasi untuk pameran batik karya Quoriena Ginting.

    Terdapat sekitar 30 karya batik dan songket yang dipamerkan, sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.

    Pameran itu membuktikan bahwa rumah bersejarah tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk ekspresi seni dan budaya masa kini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jadi Rumah Lukisan Mona Lisa-Korban Pencurian dalam 4 Menit



    Jakarta

    Nama Museum Louvre kembali menjadi perbincangan. Namun bukan karena museum ini menjadi rumah bagi lukisan Mona Lisa, tapi sebagai korban pencurian.

    Museum Louvre merupakan museum nasional dan galeri seni di Prancis, Paris. Museum ini awalnya dibangun sebagai kediaman kerajaan tahun 1546.


    Dikenal sebagai tempat bersejarah, museum Louvre justru menjadi korban pencurian 4 menit yang terjadi pada Minggu (19/10/2025). Saat museum sedang dipadati pengunjung, para pencuri melancarkan aksinya dan berhasil merenggut delapan perhiasan.

    Aksi Pencurian di Museum Louvre

    Sekitar pukul 09.30 waktu setempat, para pencuri sudah memasuki bagian Galeri Apollo dalam museum tersebut. Galeri Apollo adalah sebuah aula berlapis emas dan dicat mewah yang dibangun atas perintah Raja Louis XIV dan menyimpan permata-permata mahkota Prancis.

    Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan para pencuri menggunakan lift keranjang untuk mencapai jendela museum, memasuki galeri, dan melarikan diri dengan sepeda motor.

    Mengetahui koleksinya dicuri, pihak museum langsung mengevakuasi semua pengunjung dan memasang pengumuman daring bahwa museum akan tetap tutup sepanjang hari dalam keadaan “luar biasa”. Sementara itu, polisi menyegel gerbang, membersihkan halaman, dan bahkan menutup jalan-jalan di sekitar Sungai Seine sementara pihak berwenang memulai penyelidikan.

    Dilansir dari Al Jazeera, koleksi yang dicuri dalam aksi tersebut termasuk:

    1. Tiara dari set perhiasan Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense
    2. Kalung dari set perhiasan safir milik pasangan yang sama
    3. Satu anting dari set perhiasan safir
    4. Kalung zamrud dari set Marie-Louise
    5. Sepasang anting zamrud dari set Marie-Louise
    6. Bros yang dikenal sebagai bros “relikui”
    7. Tiara Permaisuri Eugenie
    8. Bros besar lainnya milik Permaisuri Eugenie

    Diskursus Keamanan Museum Louvre

    Aksi pencurian ini kembali mengangkat diskusi tentang keamanan Museum Louvre. Direktur Louvre saat itu, Pierre Rosenberg, memperingatkan jika keamanan museum termasuk rapuh setelah sebuah lukisan karya maestro Prancis Camille Corot dicuri di siang bolong pada tahun 1998.

    Setelah mengambil alih pada tahun 2021, direkturnya saat ini, Laurence des Cars, meminta kepolisian Paris untuk melakukan audit keamanan museum.

    Menurut France24, Kementerian Kebudayaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa alarm yang terhubung ke jendela Galeri Apollo berbunyi ketika para pencuri menerobos masuk. Dikatakan jika lima penjaga museum yang berada di galeri dan area sekitarnya segera turun tangan untuk menerapkan protokol keamanan, yang mendorong para pencuri untuk melarikan diri.

    Serikat pekerja mengungkapkan jika keamanan museum terganggu oleh pengurangan staf dalam beberapa tahun terakhir, bahkan ketika jumlah pengunjung museum melonjak. Seorang sumber serikat pekerja, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan jika setara dengan 200 posisi penuh waktu telah dipotong di museum selama 15 tahun terakhir, dari total tenaga kerja yang hampir 2.000 orang.

    “Kita tidak bisa hidup tanpa pengawasan fisik,” kata sumber tersebut.

    Tentang Museum Louvre

    Pembangunan Museum Louvre dimulai pada masa pemerintahan Francis I pada 1546 di lokasi sebuah benteng abad ke-12. Museum ini tidak lagi digunakan sebagai istana ketika istana pindah ke Versailles pada tahun 1682, dan rencana dibuat pada abad ke-18 untuk mengubahnya menjadi museum publik.

    Pada 1793, pemerintah revolusioner membuka Galeri Agung, Napoleon membangun sayap utara, dan dua sayap barat utama diselesaikan dan dibuka oleh Napoleon III.

    Museum Louvre yang telah selesai dibangun mencakup kompleks bangunan yang luas yang membentuk dua segi empat utama dan melingkupi dua halaman besar. Pintu masuk piramida baja dan kaca yang kontroversial yang dirancang oleh I.M. Pei dan dibuka pada 1989.

    Koleksi lukisannya merupakan salah satu yang terkaya di dunia, mewakili semua periode seni Eropa hingga Impresionisme.

    Mengutip Ensiklopedia Britannica, koleksi lukisan Prancis Louvre dari abad ke-15 hingga abad ke-19 tak tertandingi di dunia, dan juga memiliki banyak mahakarya pelukis Renaisans Italia, yang, selain Mona Lisa, termasuk The Virgin, the Child Jesus, and Saint Anne (1503-1519) dan Saint John the Baptist karya Leonardo, serta karya-karya pelukis Flemish dan Belanda dari periode Barok.

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com