Tag: pelumas

  • Oli yang Cocok untuk Honda Supra X 125, Ini Rekomendasinya


    Jakarta

    Oli merupakan cairan pelumas yang sangat penting bagi motor. Oli dapat mengurangi gesekan antara komponen satu dengan yang lain, sehingga mencegah keausan dan menjaga suhu mesin tetap dingin.

    Namun oli memiliki spesifikasi masing-masing, apakah cocok untuk motor bebek (cub), matic, atau sport. Ada juga perbedaan mengenai tingkat kekentalan, semakin tinggi angkanya maka akan semakin kental.

    Misal oli dengan kode SAE 10W-30, dengan 10W berarti oli tetap encer di suhu dingin dan angka 30 menunjukkan oli agak kental pada suhu tinggi. Sementara pada oli SAE 20W-50, kode 20W menunjukkan oli memiliki kekentalan sedang pada suhu dingin dan angka 50 berarti lebih kental pada suhu panas.


    Dalam artikel ini akan kita ulas secara khusus apa saja oli yang cocok untuk Supra X 125, mulai dari oli AHM, Astra, hingga Shell.

    Pilihan Oli untuk Supra X 125

    Supra X 125 merupakan motor bebek produksi Honda sejak 2006 dan masih diproduksi hingga sekarang. Tentu akan lebih optimal jika menggunakan oli dari produsennya, yakni Astra Honda Motor (AHM).

    Namun tak ada salahnya juga jika menggunakan oli dari produsen lain, tapi harus sesuai dengan kecocokannya. Berikut beberapa rekomendasinya:

    1. AHM Oil MPX 1

    Dilansir dari situs Astra-Honda, AHM Oil MPX 1 merupakan oli untuk motor bebek dan sport dengan spesifikasi SAE:10W-30, API-SL, JASO:MA. Oli ini diformulasikan oleh Honda R&D Japan yang diklaim membuat mesin lebih irit namun bertenaga, serta awet untuk penggantian lebih lama.

    • Harga 0,8L: Rp 57.000
    • Harga 1L: Rp 65.500

    2. AHM Oil MPX 3

    Oli ini menjadi alternatif dari MPX 1 yang memiliki spesifikasi SAE:20W-40, API-SJ, JASO:MA. Oli ini lebih kental dan cocok untuk motor Honda tipe bebek dan sport yang berusia lebih tua. Supra X 125 lawas juga cocok menggunakan ini.

    • Harga 0,8L: Rp 50.500
    • Harga 1L: Rp 55.500

    3. AHM Oil SPX 1

    AHM Oil SPX 1 merupakan pilihan yang lebih canggih dengan spesifikasi SAE:10W-30, API-SL, JASO:MA. Dengan base oil fully synthetic, SPX1 diklaim mampu menjaga kondisi mesin yang digunakan untuk performa lebih tinggi.

    Tingkat ketidakmurnian (impurities) pada oli ini lebih sedikit, sehingga dapat mengurangi gesekan pada tekanan dan temperatur yang lebih tinggi. Tak heran harganya juga lebih mahal.

    • Harga 0,8L: Rp 69.500
    • Harga 1L: Rp 77.500

    4. Astra Aspira Oil 15W-40

    Aspira Oil 15W-40 merupakan pelumas semi sintetik yang dirancang untuk segala jenis sepeda motor bebek non matic, termasuk Supra X 125. Pada suhu dingin, tingkat kekentalannya 15, sedangkan pada suhu panas bisa lebih kental.

    5. Pertamina Enduro 4T 20W-50

    Oli Enduro ini dirancang khusus untuk sepeda motor 4T dan atau sepeda motor underbone, terutama yang sudah berusia di atas 5 tahun, seperti Supra, Revo, Blade, Smash, Vega, dan Jupiter.

    Menggunakan base oil mineral, oli ini memiliki tingkat kekentalan tinggi, yakni 20W-50. Oli ini diklaim memiliki keunggulan anti slip kopling dan mampu menjaga kebersihan mesin.

    6. Federal Ultratec 20W-50 1L

    Federal Ultratec diformulasikan khusus untuk bebek 100-200 cc. Beberapa motor yang direkomendasikan adalah berbagai varian Supra, Revo, Kharisma, F1ZR, Vixion, RX King, Shogun, hingga Satria.

    Formula Ultratec cocok untuk mesin injeksi dan karburator yang dapat menjaga performa mesin. Motor sport berkapasitas 150-200 cc juga cocok menggunakan oli ini.

    7. Shell Advance AX7 10W-40

    Terakhir ada Shell Advance AX7 10W-40 yang juga cocok untuk Supra X 125. Oli semi-sintetik diformulasikan untuk berbagai motor bebek. Tingkat kekentalan yang rendah meningkatkan respons mesin yang konsisten.

    Harga 0,8L: Rp 50.800

    Itulah tadi berbagai pilihan oli yang cocok untuk Supra X 125 dan berbagai motor bebek. Jangan lupa untuk mengganti oli secara rutin agar performa motor tetap optimal.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Toolkit Mobil yang Wajib Dibawa untuk Perjalanan Mudik



    Jakarta

    Bagi masyarakat Indonesia yang ingin melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil, wajib membawa perlengkapan toolkit untuk mendukung kelancaran berkendara. Ini adalah beberapa toolkit yang wajib ada di kendaraan Anda saat melakukan perjalanan jarak jauh.

    Multimeter Digital

    Sistem kelistrikan perlu mendapatkan perhatian khusus selama perjalanan mudik. Hujan deras, juga kelembapan tinggi dapat memicu gangguan pada aki maupun komponen elektronik lainnya. Multimeter Digital membantu memastikan kondisi aki dan komponen elektronik tetap stabil, menghindari risiko kendaraan mogok di tengah perjalanan. Dengan alat ini, pengemudi dapat mendeteksi potensi masalah kelistrikan sejak dini, sehingga perjalanan lebih aman dan bebas kendala.


    Tire Pressure Gauge

    Menjaga tekanan ban yang optimal sangat penting untuk mendukung kenyamanan dan keamanan selama perjalanan mudik, terutama di jalanan basah. Tire Pressure Gauge atau alat pengukur tekanan angin ban kendaraan membantu pengemudi memastikan tekanan ban tetap ideal, sehingga mengurangi risiko selip dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Tekanan ban yang tidak sesuai juga dapat mempercepat keausan ban yang berpotensi berbahaya saat berkendara di jalan licin.

    Toolkit yang wajib dibawa untuk perjalanan mudik dengan mobilToolkit yang wajib dibawa untuk perjalanan mudik dengan mobil Foto: Dok. Tekiro

    Kunci Roda

    Kunci roda adalah peralatan wajib bagi setiap pemudik. Perjalanan mudik sering kali melewati berbagai medan yang berisiko menyebabkan ban kempis atau bocor. Dengan alat ini, pengemudi dapat mengganti ban dengan lebih mudah dan cepat. Dipadukan dengan Tire Seal String (obat karet tambal ban tubless), pemudik dapat menangani ban bocor secara mandiri tanpa harus bergantung pada bengkel terdekat, sehingga perjalanan tidak terganggu terlalu lama.

    Lampu LED

    Untuk kondisi darurat di malam hari atau saat kondisi hujan deras, senter LED tahan air dengan daya tahan baterai tinggi dapat menjadi alat bantu yang berguna. Selain bisa membantu visibilitas saat memperbaiki kendaraan, lampu LED juga dapat digunakan sebagai sinyal darurat jika kendaraan mengalami kendala di jalan raya.

    “Dengan persiapan yang tepat dan perkakas yang memadai, perjalanan mudik akan lebih aman, nyaman, dan bebas dari kendala teknis di tengah cuaca ekstrem,” ujar Brand Marketing Manager Tekiro Tools Novitasari, dalam keterangannya.

    Penting juga buat pemudik untuk memperhatikan potensi karat yang bisa terjadi di mobil. Kondisi hujan deras dan kemacetan panjang dapat juga menyebabkan kelembapan berlebih yang memicu karat pada engsel pintu mobil, aki mobil atau komponen dari metal atau besi lainnya.

    Kalau terjadi di pintu mobil dan kelembapannya dibiarkan, gesekan antar bagian logam bisa semakin terasa, membuat pintu berbunyi atau bahkan sulit dibuka. Menggunakan Multipurpose Lubricant (pelumas serbaguna) dapat mencegah karat dan memastikan komponen kendaraan tetap bekerja dengan optimal.

    “Setelah hujan deras, perjalanan jauh sering kali melewati jalan berlumpur atau terkena cipratan air banjir di badan kendaraan. Membersihkan bagian ini secara rutin dengan multipurpose lubricant, degreaser, dan contact cleaner dapat membantu menjaga performa kendaraan tetap optimal,” ujar Tomy Tambrani selaku Brand Marketing Manager Rexco Chemical.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bisakah Oli Mobil Dipakai untuk Motor? Ini Perbedaan dan Dampaknya


    Jakarta

    Kualitas oli harus selalu diperhatikan dalam perawatan kendaraan bermotor. Oli penting karena berfungsi melumasi seluruh bagian mesin untuk mengurangi gesekan antar komponen.

    Detikers mungkin berpikir bahwa semakin mahal oli maka akan semakin bagus kualitasnya. Bahkan mungkin ada yang berpikir menggunakan oli mobil untuk dipakai pada motor agar kinerjanya semakin baik.

    Lantas muncul pertanyaan, sebenarnya bisakah oli motor dipakai untuk motor? Simak penjelasannya di bawah ini, mulai dari perbedaan hingga dampaknya.


    Apakah Oli Mobil Boleh Dipakai untuk Motor?

    Dikutip dari situs Daihatsu, menggunakan oli mobil untuk motor adalah pemahaman keliru. Memang penggunaan oli mobil ke motor ini bisa dilakukan, tetapi tetap tidak disarankan.

    Keduanya memang sama-sama oli atau pelumas yang fungsinya serupa. Namun jika hal ini dilakukan, apalagi jika berlangsung dalam jangka panjang, maka bisa menyebabkan kerusakan bagian kendaraan.

    Beda Oli Mobil dengan Oli Motor

    Mengapa oli mobil tidak disarankan untuk motor? Simak dulu sejumlah perbedaan antara oli mobil dan oli motor berikut ini:

    1. Komposisi

    Oli mobil dibuat dari bahan yang mengandung zat aditif dengan jumlah total base number (TBN) yang cukup tinggi. Fungsi zat ini adalah untuk meredam atau mengecilkan gesekan antar komponen mesin.

    Jika oli mobil digunakan pada motor, terutama motor dengan sistem kopling basah, maka bisa menyebabkan selip kopling.

    2. Standarisasi

    Produksi oli mobil distandarisasi oleh lembaga seperti Association of Consulting Engineers Australia (ACEA), API service hingga Internasional Legal Service Advisory (ILSAC).

    Sementara oli motor distandarisasi oleh lembaga atau organisasi yang menstandarisasi kepentingan mesin motor seperti Japan Automotive Standard Organization (JASO).

    3. Beda Keterangan Kemasan

    Pada mobil, biasanya tercantum keterangan seperti ‘for gasoline car’, dan API service 10-40W. Ini menandakan oli tersebut dibuat khusus untuk mesin mobil.

    Sedangkan pada oli motor biasanya tertulis keterangan seperti 4T (4Tak), two wheels, hingga excellent wet clutch untuk keperluan mesin motor. Ini menunjukkan oli tersebut dibuat khusus untuk motor.

    Bahkan untuk mesin transmisi otomatis dan manual pun menggunakan oli berbeda. Untuk itu, oli mobil dan motor juga pasti berbeda cara kerjanya.

    Dampak Oli Mobil Dipakai untuk Motor

    Dikutip dari situs Astra Otoshop, penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasinya bisa berdampak buruk pada mesin. Misalnya jika menggunakan oli motor dengan viskositas yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka tekanan pelumasan menjadi tidak sesuai dan meningkatkan keausan komponen mesin.

    Untuk mobil dengan kopling kering, oli dibuat dengan bahan pelumas yang sangat licin. Ini berfungsi agar komponen-komponen di dalam mesin dapat bekerja tanpa menimbulkan gaya gesek yang terlalu besar.

    Sedangkan pada motor yang menggunakan jenis kopling basah, hanya membutuhkan pelumas sewajarnya saja. Jika menggunakan oli mobil, maka kopling motor menjadi jauh lebih basah dan licin, sehingga berisiko kopling menjadi selip.

    Nah, artinya detikers harus menggunakan oli mesin yang sesuai dengan jenisnya. Jika kurang paham, kalian bisa melakukan servis ke bengkel resmi untuk mendapatkan oli yang sesuai dengan pabrikannya.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ganti Oli Mesin Mobil, Patokannya Jarak Tempuh atau Lama Pemakaian?



    Jakarta

    Oli mesin merupakan komponen chemical penting pada mobil yang wajib diganti secara rutin. Biasanya pabrikan merekomendasikan penggantian oli mesin mobil berdasarkan jarak tempuh atau lama pemakaian. Tapi sebenarnya manakah yang lebih harus didahulukan?

    Seiring bertambahnya jam kerja mesin, senyawa kimia oli mesin mobil pasti akan berubah, dan kemampuannya dalam melumasi dan melindungi komponen mesin yang saling bergesekan akan ikut menurun. Khususnya kalau mobil sering menghadapi kondisi berat seperti macet. Parkir di rumah sekalipun, tidak berarti aman karena akan terjadi oksidasi di dalam mesin mobil yang membuat formula oli rusak dan memicu karat.

    Masalahnya, turunnya kemampuan oli akan membuat gesekan antar komponen mesin makin meningkat, serta meninggalkan banyak residu. Selain membuat komponen mesin menjadi cepat rusak, jika dibiarkan kotoran akan menumpuk di dalam saluran oli mesin, bahkan menyumbatnya jika sudah terlalu banyak.


    Residu berlebihan turut mempengaruhi kerja pompa dan filter oli mesin, di mana kalau sudah parah dapat mengakibatkan keduanya tersumbat. Karena itu, pemilik mobil wajib mengganti filter oli secara rutin waktu ganti oli mesin yang sebaiknya dilakukan ketika servis berkala.

    Fungsi oli lainnya juga akan menurun, seperti kemampuan melepaskan panas mesin sehingga kerja radiator makin berat. Padahal, suhu kerja yang terlalu tinggi akan membuat mesin kesulitan beroperasi dengan baik. Selain mengurangi tenaga yang dihasilkan, mobil juga akan menjadi lebih boros bahan bakar.

    Mobil yang tidak dipakai dalam jangka waktu lama tetap harus ganti oli mesin secara berkala. Seiring waktu, senyawa kimia oli mesin akan mengalami perubahan akibat proses oksidasi secara alami. Kandungan air sebagai hasil dari oksidasi akan meningkat pada oli mesin hingga mencapai tingkat yang berbahaya jika didiamkan.

    Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya dalam melumasi dan melindungi komponen mesin. Lantas akhirnya, mesin mobil rusak akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin.

    Tidak lupa, ruang mesin turut memiliki potensi timbul karat karena proses oksidasi yang gagal diredam oleh oli mesin. Jika hal itu dibiarkan, karat akan merambat ke berbagai komponen di dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan parah.

    Ganti Oli Mesin Berdasarkan Jarak Tempuh atau Durasi Pemakaian?

    Melihat pentingnya tugas oli mesin, cairan pelumas ini harus selalu dalam pengawasan, minimal menggantinya ketika servis berkala setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

    Meski demikian, masih banyak pemilik mobil yang bingung soal kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli. Ada yang berpatokan pada jarak tempuh ada juga yang mengacu pada jangka waktu pemakaian. Dari kedua acuan tersebut, mana sebenarnya yang paling tepat?

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resmi, keduanya bisa dijadikan patokan oleh pemilik mobil untuk menentukan jadwal penggantian oli mesin. Tinggal melihat mana yang lebih dulu tercapai. Misalnya, karena mobilitas sangat tinggi seperti untuk taksi online atau sering bepergian ke luar kota, tidak sulit untuk mencapai jarak tempuh 10.000 km.

    Jangan ditunda, segera ganti oli mesin meskipun waktu operasional belum mencapai 6 bulan. Karena bekerja keras, maka ada potensi timbul residu di dalam oli. Ada pula risiko formula oli berubah atau rusak sehingga kemampuannya dalam melindungi dan melumasi komponen mesin tidak lagi efektif.

    Untuk pemilik mobil yang lebih sering beraktivitas di dalam kota atau jarang mengendarai mobil, odometer 10.000 km mungkin akan sulit tercapai dalam jangka waktu 6 bulan. Namun patut dicatat, situasi berkendara stop and go di dalam kota sangat ‘menyiksa’ mesin yang membuat oli harus bekerja lebih keras lagi.

    Salah satu alasannya karena mesin mobil kesulitan memperoleh pendingin alami yang berembus dari depan akibat banyak berhenti. Alhasil, oli dan juga cairan pendingin harus bekerja lebih berat. Padahal seiring waktu, senyawa oli akan berubah di mana suhu tinggi akan mempercepat proses kerusakan.

    Jangan lupa pula, oli pada mobil yang banyak parkir di rumah berisiko mengalami perubahan akibat proses oksidasi alami. Begitu mesin dinyalakan, maka kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya. Ruang mesin turut memiliki potensi timbul karat karena proses oksidasi yang gagal diredam oleh oli.

    “Urusan Toyota lebih mudah, AutoFamily tinggal menyesuaikan waktu ganti oli mesin dengan mobilitas setiap hari. Lihat mana yang tercapai lebih dahulu, baik itu jarak tempuh ataupun waktu pemakaian, segera ganti oli kalau sudah melampauinya. Jangan ditunda karena banyak risiko yang timbul akibat tidak ganti oli mesin secara rutin, selanjutnya booking servis berkala via website Auto2000.co.id,” jelas Yagimin, Chief Marketing Auto2000, dalam keterangannya Senin (5/5/2025).

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mesin Motor Injeksi Masih Perlu Dipanaskan?



    Jakarta

    Motor-motor keluaran terbaru sudah menggunakan sistem pengabutan bahan bakar injeksi yang lebih modern dan canggih. Dengan teknologi yang semakin maju, apakah motor injeksi masih perlu dipanaskan mesinnya sebelum digunakan?

    Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS) Wahyu Budhi menjelaskan, motor injeksi tetap perlu dipanaskan mesinnya, sebab ada manfaatnya. Kata Wahyu, motor injeksi tetap perlu dipanaskan mesinnya, terutama jika mau digunakan setelah motor didiamkan semalaman. Memanaskan mesin motor injeksi bisa melancarkan sirkulasi pelumas atau oli mesin.


    All New Honda Vario 160Ilustrasi motor injeksi Foto: Luthfi Anshori/detikOto

    Lalu berapa lama waktu yang diperlukan buat memanaskan mesin motor injeksi sebelum digunakan? 10 menit atau 15 menit? Menurut Wahyu, memanaskan motor zaman sekarang tidak perlu lama-lama.

    “Asalkan, saat dipanaskan, mesin motor dalam kondisi langsam atau idle dan tidak digeber-geber,” bilang Wahyu dalam keterangan resmi yang diterima detikOto beberapa waktu lalu.

    Dengan kata lain, tidak perlu memainkan gas atau menggeber motor saat mesinnya dipanaskan.

    “Saat memanaskan mesin motor injeksi juga jangan terlalu lama. Cukup satu sampai lima menit,” tegasnya lagi. Menurut Wahyu, jika terlalu lama memanaskan mesin motor injeksi, maka yang ada bensin akan terbuang.

    “Jika terlalu lama dipanaskan, bakal percuma juga karena bensin akan terbuang sia-sia,” tambahnya.

    Tak kalah penting, buat menjaga kondisi motor Honda tetap prima, selalu lakukan pemeriksaan dan perawatan rutin di bengkel resmi. Kalau di Honda, biasanya Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Selain bengkel resmi, servis motor juga bisa dilakukan di bengkel-bengkel umum kepercayaan Anda.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ompreng MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Benarkah?



    Jakarta

    Heboh kabar mengenai nampan atau food tray yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga bukan produk lokal melainkan impor dari China dan disebut mengandung minyak babi. Terkait hal ini, pemerintah buka suara.

    Masalah ini bermula dari laporan Indonesia Business Post (IBP) yang menemukan 30-40 pabrik produsen ompreng makanan untuk pasar global di China, salah satunya diduga untuk program MBG di Indonesia.

    Dalam laporan tersebut mengklaim adanya dugaan praktik pemalsuan label ‘Made in Indonesia’ dan logo SNI pada ompreng yang sebenarnya diproduksi di China.


    IBP melampirkan foto-foto hasil investigasi yang memperlihatkan para pekerja di Cina sedang memproduksi ompreng dengan label “Program Makan Bergizi Gratis”.

    Terdapat juga foto yang berisi informasi bahan dan produsen dalam bahasa Indonesia dan kandungan utama dalam ompreng MBG tersebut tertulis salah satunya adalah lemak babi olahan.

    Laporan investigasi IBP di beberapa pabrik di Chaoshan, China menemukan indikator yang menunjukkan produksi ompreng makanan, baik tipe 201 maupun 304, kemungkinan besar menggunakan minyak lemak babi sebagai pelumas.

    Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi mengatakan selama ini belum ditemukan adanya kandungan minyak atau lemak babi dalam food tray MBG.

    “Tapi kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita riset, bisa diuji di BPOM,” kata Hasan dilansir detikNews, Selasa(26/8/2025).

    Hasan juga minta tidak terlalu gampang termakan isu yang sensitif. “Kita bisa uji kok tadi saya sudah ketemu sama kepala BPOM dan itu perlu diperiksa,” sambung Hasan.

    Badan Gizi Nasional (BGN) juga merespon soal dugaan ompreng atau food tray Makanan Bergizi Gratis (MBG). “Sedang check dan recheck (diperiksa kembali),” kata Kepala BGN Dadan Hindayana yang dilansir Antara, Selasa (26/8/2025).

    Sikap BGN yang berhati-hati menjawab rumor mengenai ompreng MBG mengandung lemak babi ini juga sejalan dengan sikap Menag Nasaruddin Umar yang mengatakan jika memang terbukti ada kandungan babi, pemerintah harus memperbaikinya.

    Sebelumnya, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan aturan resmi terkait penggunaan wadah makan bersekat (food tray) berbahan baja tahan karat untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aturan ini tertuang dalam SNI 9369:2025.

    “Standar tersebut ditetapkan pada 18 Juni 2025 melalui Keputusan Kepala BSN Nomor 182/KEP/BSN/6/2025. Ini adalah standar baru yang dikembangkan secara mandiri oleh Komite Teknis 77-02, Produk Logam Hilir,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo, dilansir detikNews.

    Menurut Hendro, tujuan utama penetapan standar ini adalah memastikan food tray yang dipakai dalam Program MBG aman, tahan lama, serta bebas dari zat berbahaya. Selain itu, penerapan SNI juga diharapkan dapat mendorong industri dalam negeri untuk menghasilkan peralatan makan yang lebih berkualitas.

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pelumas Alami yang Aman untuk Bercinta, Tak Bikin Alat Vital Iritasi

    Jakarta

    Pelumas atau lubricant adalah salah satu alat bantu seks yang cukup umum digunakan. Biasanya, pelumas seks digunakan untuk melancarkan pergerakan penis saat penetrasi, sehingga tidak menimbulkan iritasi.

    Pelumas seks umumnya berbentuk gel atau cairan. Pelumas seks terbagi menjadi tiga kategoru berdasarkan bahan dasarnya, yaitu:

    Pelumas berbahan dasar air


    Jenis pelumas ini paling tidak menimbulkan iritasi, tetapi cenderung cepat kering.

    Pelumas berbahan dasar silikon

    Lebih tahan lama dibandingkan pelumas berbahan dasar air dan bisa digunakan dengan hampir semua jenis kondom.

    Pelumas berbahan dasar minyak

    Jenis pelumas ini paling tahan lama, tetapi bisa merusak lateks kondom dan membuatnya rusak/bocor.

    Ada banyak jenis pelumas seks yang tersedia di pasaran. Kendati demikian, ada pasangan yang mungkin lebih suka menggunakan bahan alami, atau sesuatu yang ada di rumah.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai alternatif pelumas seks.

    1. Minyak kelapa virgin

    Dikutip dari Medical News Today, minyak kelapa virgin memiliki efek antiperadangan dan melembapkan. Minyak kelapa juga memiliki rasa dan aroma yang nikmat, sehingga kerap digunakan sebagai pelumas saat seks oral.

    Karena berbahan dasar minyak, minyak kelapa virgin sebaiknya tidak digunakan bersama kondom karena bisa merusak lateks kondom dan membuatnya bocor.

    2. Aloe vera

    Aloe vera atau lidah buaya berbahan dasar air dan dapat menghidrasi kulit serta mengurangi iritasi. Kekentalannya juga membuat lidah buaya cocok dijadikan sebagai alternatif pelumas seks yang lebih alami.

    Namun bagi pasangan yang menggunakan produk aloe vera, sebaiknya periksa komposisinya terlebih dahulu. Pastikan produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang bisa mengiritasi alat vital, seperti alkohol.

    3. Minyak zaitun

    Selain minyak kelapa, minyak zaitun juga dapat digunakan sebagai pelumas seks alami.

    Perlu diketahui, kulit tidak bisa dengan mudah menyerap minyak zaitun. Akibatnya, minyak bisa menyumbat pori-pori dan berujung infeksi. Jika menggunakan minyak zaitu sebagai pelumas seks alami, jangan lupa mencuci kulit dan alat vital hingga bersih setelah berhubungan intim.

    4. Minyak sayur

    Seperti halnya minyak zaitun, minyak sayur juga bisa dijadikan alternatif pelumas seks. Dikutip dari Oprah Daily, seksolog klinis dari Royal Intimacy, Caitlin V, MPH mengatakan minyak sayur sebaiknya digunakan sebagai pelumas eksternal untuk vagina.

    Sama seperti produk berbahan dasar minyak lain, minyak sayur dapat merusak lateks pada kondom. Jadi sebaiknya hindari penggunaan keduanya secara bersamaan.

    Bahan Alami yang Harus Dihindari

    Memilih bahan alami sebagai pengganti pelumas seks tidak boleh sembarangan. Sebab, ada beberapa bahan yang justru bisa memicu iritasi dan infeksi.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut bahan-bahan yang sebaiknya tidak digunakan sebagai pelumas untuk bercinta:

    • Bahan yang berasal dari hewan, seperti yogurt, minyak ikan, dan putih telur
    • Krim atau lotion
    • Minyak bayi
    • Petroleum jelly
    • Air liur
    • Bahan yang mengandung gula

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Pelumas Alami yang Bikin Miss V Cepat ‘Basah’, Auto Lancar Lanjut Ronde Dua

    Jakarta

    Pelumas atau yang disebut juga dengan lubricant, merupakan salah satu alat bantu seks yang digunakan para pasutri. Fungsi utama dari pelumas tersebut adalah untuk mempermudah penetrasi dan mencegah rasa sakit akibat gesekan.

    Umumnya, pelumas bisa dibeli di apotek, minimarket, hingga supermarket. Namun, sebagai alternatif, ada beberapa bahan alami yang juga bisa digunakan sebagai pelumas.

    Apa saja bahan-bahan tersebut?


    Gel Lidah Buaya

    Gel lidah buaya biasanya sering digunakan untuk mengobati luka bakar pada kulit. Namun, gel ini ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai pelumas seks alami loh.

    Gel lidah buaya cocok digunakan oleh orang yang memiliki kulit sensitif. Selain berfungsi untuk melancarkan penetrasi vaginal, gel lidah buaya juga bisa digunakan sebagai pelumas untuk seks oral, ataupun masturbasi eksternal pada penis atau vulva vagina.

    Minyak Kelapa

    Minyak kelapa juga bisa digunakan sebagai pelumas alami untuk bercinta. Salah satu keuntungan menggunakan minyak kelapa adalah aroma dan rasanya yang enak, sehingga cocok digunakan saat melakukan seks oral.

    Tapi ingat, pilihlah minyak kelapa yang murni. Sebab, minyak kelapa olahan biasanya mengandung zat tambahan yang justru bisa mengiritasi kulit. Selain itu, jangan gunakan minyak kelapa dengan kondom karena dapat merusak bahan latex yang ada pada kondom.

    Minyak Alpukat

    Selain sebagai pelumas alami, minyak alpukat juga dapat membantu melembapkan alat vital, sehingga bisa membantu mencegah iritasi akibat gesekan saat penetrasi. Tak hanya itu, minyak alpukat cenderung bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan minyak pelumas berbahan dasar air.

    Rasa dan aroma dari minyak alpukat juga tidak mencolok seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Karenanya, minyak alpukat cocok digunakan sebagai alternatif oleh orang-orang yang tidak terlalu suka dengan minyak kelapa atau minyak zaitun.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy