Tag: pemanasan

  • Biar Nggak Cepat Lelah, Ini 10 Tips Lari Jarak Jauh yang Wajib Kamu Tahu!

    Jakarta

    Lari menjadi salah satu olahraga yang diminati banyak orang. Selain bermanfaat bagi kesehatan, olahraga atletik ini juga memiliki ajang kompetisinya sendiri.

    Salah satu kategori olahraga lari adalah nomor lari jarak jauh. Mengutip dari Jurnal Kepelatihan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia, lari jarak jauh atau Marathon merupakan cabang atletik dengan jarak lari sepanjang 42,195 meter (26 mil).

    Melihat dari jarak tempuhnya, untuk menyelesaikan lintasan lari jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang baik, energi yang banyak, hingga daya tahan tubuh yang mumpuni.


    Namun, saat berlari jarak jauh, banyak juga pelari yang cepat merasa kelelahan. Untuk mengatasi hal tersebut, detikers perlu mengetahui beberapa tips agar bisa menyelesaikan lari jarak jauh dengan efektif. Berikut detikSport telah merangkum beberapa ulasannya.

    1. Menentukan Target Sebelum Berlari

    Hal pertama yang bisa detikers lakukan sebelum mulai berlari yaitu menentukan target. Lari jarak jauh merupakan lari yang membutuhkan ketahanan tubuh yang tinggi, sehingga diperlukan latihan rutin untuk mencapai target.

    Selama latihan, detikers dapat merancang target seperti jarak, durasi, kecepatan, hingga teknik lari. Untuk permulaan, bisa memasang target dengan lari rutin setiap hari selama 15-30 menit di pagi atau sore. Setelah itu, dapat dilakukan secara bertahap dengan meningkatkan durasi lari.

    2. Menyiapkan Perlengkapan Lari

    Selain persiapan fisik, detikers perlu menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan selama lari, misalnya sepatu lari. Pastikan memilih sepatu lari yang cocok dan nyaman untuk mencegah kaki luka atau keseleo.

    Sepatu lari yang nyaman dapat membuat aktivitas lari semakin efektif dan bebas dari gangguan seperti cedera.

    3. Melakukan Pemanasan dengan Tepat

    Pemanasan merupakan aspek terpenting sebelum memulai kegiatan olahraga, termasuk berlari. Hal ini bertujuan untuk menjaga tubuh tetap siap menghadapi gerakan terus-menerus, dan tentunya untuk mencegah cedera.

    detikers dapat melakukan pemanasan dengan peregangan otot-otot tubuh dan berlari kecil selama 5-10 menit sebelum mulai berlari. Pemanasan juga dapat dilakukan di sela-sela aktivitas lari untuk mencegah kehabisan waktu. Saat mulai merasa kelelahan, detikers dapat mendinginkan tubuh dengan berjalan.

    Asian Sports women using freezing spray for treating injured sportwomen's knee and leg  after runIlustrasi cedera saat lari. Foto: Getty Images/TuiPhotoengineer

    4. Mengatur Posisi Tubuh

    Posisi tubuh yang tepat saat berlari juga dapat mencegah cedera dan kelelahan selama berlari. Berikut posisi tubuh yang bisa detikers terapkan dalam lari jarak jauh:

    • Tubuh lurus ke depan dan posisi dagu sedikit menghadap ke bawah.
    • Posisi tubuh tetap tegak dan bahu sejajar, tidak miring dan tidak naik turun.
    • Saat berlari, posisi tangan diayunkan dan siku sejajar dengan pinggul.
    • Jaga jarak langkah ketika berlari untuk menghindari kelelahan terlalu cepat.

    5. Konsistensi Langkah Selama Berlari

    Selain posisi tubuh, langkah kaki juga perlu diperhitungkan selama berlari untuk mencegah cepat lelah. Usahakan jarak di setiap langkah kaki selalu konsisten agar dapat mencapai waktu yang telah ditargetkan.

    6. Tetap Terhidrasi Selama Berlari

    Daya tahan tubuh dan kondisi tubuh yang fit sangat diperlukan dalam lari jarak jauh. Untuk itu, diperlukan asupan elektrolit yang cukup untuk menghindari tubuh dari dehidrasi. Tubuh yang terhidrasi juga dapat terhindar dari cedera dan kelelahan yang terlalu cepat.

    detikers dapat mengisi cairan tubuh sebelum, selamanya, hingga setelah berlari. Hal ini bertujuan agar stamina tubuh tetap terjaga meskipun harus berlari dalam jarak yang jauh.

    7. Mengatur Pernapasan

    Menurut Jurnal Kepelatihan Olahraga, energi dihasilkan dari proses aerobik, yaitu sistem menghasilkan energi yang membutuhkan oksigen. Seseorang yang mampu menggunakan oksigen secara maksimal memiliki kondisi dan daya tahan tubuh yang lebih kuat.

    Untuk itu, detikers perlu melatih pernapasan untuk mendapatkan asupan oksigen yang optimal. Salah satunya yaitu dengan menarik napas dalam-dalam melalui hidung selama dua detik, kemudian membuangnya lagi dengan hidung selama dua detik.

    8. Mengonsumsi Nutrisi yang Cukup

    Selain latihan rutin, nutrisi seorang pelari juga perlu dioptimalkan sebelum mulai berlari. Salah satu sumber energi utama yang harus dipenuhi yaitu glikogen, simpanan glukosa yang terdapat dalam jaringan otot.

    Untuk mencegah penipisan glikogen saat lari jarak jauh, detikers dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, seperti nasi, kentang, atau ubi.

    9. Memulai Lari dengan Jalan Santai

    Selain melatih pernapasan, detikers dapat memulai jalan santai agar tidak ngos-ngosan selama berlari. Jalan santai juga sebagai bentuk peregangan bagi kaki agar lebih siap untuk bergerak dalam waktu yang lama.

    Playing fitness or exercising by walking or running outdoors is currently becoming more popular among health-conscious people to prevent the spread of COVID-19, causing people to often go for a run or walk in parks where the air is fresh.Ilustrasi persiapan lari. Foto: Getty Images/Nattawat Jindamaneesirikul

    10. Mengatur Kecepatan dengan Teknik Pacing

    Pacing mengacu pada kecepatan yang dipertahankan pelari saat menempuh jarak lari. Satuan yang digunakan dalam pacing adalah menit per kilometer (menit/km). Semakin kecil angkanya, maka semakin cepat pula detikers berlari. Contohnya, pace 5:00/km berarti dalam jarak 1 km, detikers membutuhkan waktu 5 menit.

    Dengan memahami teknik pacing, dapat mempermudah detikers dalam memudahkan perkiraan waktu tempuh dan membagi lari dengan split yang rapi dan terkontrol.

    Itulah beberapa tips lari jarak jauh yang dapat dilakukan untuk menghindari cepat lelah. Semoga dapat diterapkan dengan benar ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Jangan Langsung Lari! 8 Gerakan Pemanasan Ini Bisa Cegah Cedera Parah!

    Jakarta

    Pemanasan penting dilakukan sebelum memulai olahraga, termasuk lari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan mencegah cedera parah saat lari.

    Gerakan pemanasan dapat membantu aliran darah semakin lancar, sehingga otot-otot lebih mudah digerakkan dan tidak kaku. Selain itu melakukan pemanasan sebelum berlari juga memberikan daya tahan yang lebih lama dibandingkan tidak pemanasan sama sekali.

    Mengutip dari Student Research Journal, pemanasan (warming up), memberikan manfaat baik secara psikologis dan fisiologis. Secara fisiologis, pemanasan membuat suhu tubuh meningkat dan dapat memperlancar kinerja otot. Sementara secara psikologis, mental cenderung lebih siap untuk melakukan aktivitas fisik.


    Nah, bagi detikers yang rutin berolahraga lari, dianjurkan untuk selalu melakukan pemanasan dengan benar. Berikut detikSport telah merangkum 8 gerakan pemanasan yang bisa diterapkan untuk mencegah cedera.

    1. Dynamic Pigeon Pose

    Gerakan pemanasan yang pertama yaitu dynamic pigeon pose. Gerakan ini bertujuan untuk meregangkan otot-otot lutut, pinggul, hingga bokong. Pada umumnya, pemanasan ini dapat dilakukan sebanyak 5-8 kali.

    Berikut tata cara melakukan gerakan pemanasan ini:

    • Posisikan tubuh duduk dan lipat lutut kanan ke depan.
    • Kaki direntangkan ke belakang dengan posisi lurus.
    • Putar tubuh secara perlahan dengan mengangkat tangan kanan ke belakang telinga kanan.
    • Putar tubuh ke kiri sehingga siku dapat menyentuh tubuh.

    2. Calf Raise

    Calf raise merupakan salah satu gerakan pemanasan yang bertujuan untuk meregangkan otot betis, sehingga dapat efektif digunakan saat berlari. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 12-15 kali.

    Adapun tata cara gerakan calf raise yaitu:

    • Berdiri di tepi tangga sehingga telapak kaki berada di tangga dan tumit menggantung di tepi.
    • Kedua tangan berpegangan pada railing untuk menjaga keseimbangan.
    • Angkat telapak kaki dengan jari-jari kaki lalu turunkan tumit sehingga turun di bawah tangga dan tubuh dapat merasakan otot-otot betis meregang.
    • Tahan peregangan selama beberapa saat.

    3. Hip Circles

    Hip circles atau latihan otot pinggul bertujuan untuk menjaga fleksibilitas dan stabilitas tubuh. Gerakan ini dapat dilakukan selama 60-10 kali. Berikut tata cara melakukannya:

    • Posisikan tubuh berdiri tegak kemudian tangan berada di pinggul dan kaki dibuka selebar pinggul.
    • Gerakkan pinggul melingkar seperti bermain hula-hoop.
    • Selama melakukan gerakan, berhenti sejenak di depan, belakang, kiri, dan kanan dalam lingkaran.

    4. Hip Flexor Stretch

    Hip flexor stretch merupakan gerakan yang bertujuan untuk melatih otot paha dan betis, sehingga lebih dinamis saat berlari. Berikut langkah-langkahnya:

    • Posisikan tubuh dengan menekuk lutut ke depan sekitar 90 derajat.
    • Luruskan kaki belakang dan rasakan peregangan pada bagian depan paha belakang.
    • Lakukan walking lunge dengan lutut depan sekitar 90 derajat.
    • Posisikan lutut depan tetap sejajar dengan jari-jari kaki.
    • Tangan diangkat ke atas kepala dan tahan selama beberapa detik.
    • Ulangi gerakan dengan bergeser ke depan saat mengangkat tangan ke atas, lalu turunkan lagi saat sampai di posisi awal.

    5. Walking Lunge

    Walking lunge bertujuan untuk meregangkan otot utama yang bekerja saat berlari, seperti otot paha dan pinggul. Biasanya, gerakan ini dilakukan sebanyak 10 sesi. Berikut tahapannya:

    • Posisikan tubuh dengan kaki rapat.
    • Ambil langkah panjang ke depan dengan kaki kanan.
    • Lutut depan ditekuk sekitar 90 derajat.
    • Lutut belakang ditekuk hingga menyentuh lantai.
    • Tahan posisi tersebut selama beberapa detik.
    • Ulangi gerakan dengan kaki kiri.

    6. Quadriceps

    Gerakan pemanasan selanjutnya yaitu quadriceps. Gerakan ini berfungsi meregangkan otot paha depan dan samping, hingga mencegah cedera. Quadriceps sangat tepat dilakukan, khususnya bagi pelari yang melalui medan terjal.

    Berikut langkah-langkah pemanasannya:

    • Tubuh berdiri tegak dan kaki ditarik ke belakang menggunakan tangan.
    • Selipkan panggul dan tulang kering ditarik ke arah paha.
    • Lutut tetap mengarah ke bawah saat gerakan berlangsung untuk melindungi sendi.

    7. Bent-Knee Forward Swing

    Gerakan pemanasan yang dianjurkan selanjutnya yaitu bent-knee forward swing. Gerakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan otot fleksor pinggul agar bergerak dengan dinamis. Berikut tata cara melakukannya:

    • Ayunkan kaki ke arah depan lalu tekuk hingga membentuk sudut 90 derajat.
    • Ayunkan kaki kembali ke arah belakang lalu luruskan.
    • Ulangi gerakan sebanyak 10 kali secara bergantian pada kaki kanan dan kiri.

    8. Arm Circles

    Arm circles bermanfaat untuk melatih otot bahu, dada, dan punggung atas yang digunakan saat lari. Berikut tata cara gerakannya:

    • Buka lengan sejajar dengan bahu.
    • Lakukan gerakan memutar ke depan dan ke belakang secara bergantian.
    • Ulangi gerakan selama kurang lebih 30 detik.

    Demikianlah beberapa gerakan pemanasan sebelum lari untuk mencegah cedera parah. Gerakan-gerakan tersebut dapat dilakukan dengan rutin agar olahraga lari semakin efektif. Semoga membantu ya, detikers!

    Multi ethnic group of young  women exercise outdoor, next to the river. They are wearing sport clothing, running, stretching, celebrate and support each other.Ilustrasi berlari. Foto: iStock

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Ini 10 Manfaat Lari Pagi, Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar!

    Jakarta

    Lari pagi merupakan salah satu olahraga ringan yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga bermanfaat menyegarkan pikiran.

    Olahraga ini juga mudah dilakukan, karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus atau biaya yang mahal. Detikers hanya perlu bangun lebih pagi dan melakukan pemanasan sebelum mulai berlari.

    Mengutip dari laman resmi Kemenkes, lari menjadi salah satu olahraga yang banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Lari pagi yang konsisten dapat menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan stamina.


    Lantas, apa saja manfaat lari pagi untuk kesehatan dan bisa bikin tubuh dan pikiran lebih segar? Yuk, simak artikel berikut sampai selesai.

    10 Manfaat Lari Pagi yang Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar

    Melansir dari detikHealth, berikut beberapa manfaat lari pagi yang bisa menyegarkan tubuh hingga pikiran.

    1. Lari Pagi Membuat Lebih Berenergi

    Pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk membangun dan meningkatkan semangat sebelum menjalani aktivitas. Salah satu kegiatan yang bisa detikers lakukan untuk meningkatkan energi yaitu dengan lari pagi.

    detikers tidak perlu memakan waktu yang lama saat berlari pagi karena dapat menguras tenaga dan malah membuat kelelahan. Lari pagi cukup dilakukan setidaknya 20 menit saja, sehingga energi yang didapatkan cukup untuk mengawali hari.

    2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Kesehatan jantung menjadi aspek utama yang dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Jantung yang sehat akan memompa dan mengalirkan darah kaya akan oksigen dengan lancar ke seluruh tubuh.

    Selain itu, dengan lari pagi, risiko detikers terkena penyakit jantung seperti stroke juga menjadi lebih kecil.

    3. Menjaga Suhu Tubuh

    Di saat sekarang ini, cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Untuk itu, detikers perlu menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan sejuk terutama pada saat udara panas.

    Lari di pagi hari dapat menjaga suhu tubuh agar tetap sejuk. Dengan begitu, meskipun cuaca panas ekstrem, tubuh detikers tidak rentan terhadap risiko penyakit.

    4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Manfaat lari pagi yang berikutnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas. Daya tahan tubuh berperan penting dalam melawan berbagai serangan penyakit dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan prima.

    Daya tahan tubuh yang kuat juga dapat meningkatkan mood sehingga detikers semakin siap untuk menjalani hari.

    Sports background. Runner feet running on road closeup on shoe.flare lightIlustrasi olahraga lagi pagi. Foto: Getty Images/Uinmine

    5. Membantu Meningkatkan Produktivitas

    Manfaat lainnya dari lari pagi yaitu membantu pikiran lebih segar dan meningkatkan kinerja otak. Dengan begitu, hal ini dapat membantu detikers lebih produktif dan bersemangat.

    6. Menurunkan Berat Badan

    Tidak hanya menjaga kesehatan jantung, lari pagi juga dapat menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan saat berlari, kalori tubuh terbakar, terjadi pengurangan lemak, dan berat badan menjadi turun.

    Detikers dapat berlari sebelum mulai sarapan untuk merasakan manfaatnya. Mengutip dari penelitian American Council on Exercise melalui detikHealth, lari selama 40 menit dengan kecepatan 12 menit/mil bagi dengan orang yang memiliki berat badan 150 pon dapat membakar sebanyak 362 kalori.

    Bagi detikers yang sedang dalam program menurunkan berat badan, lari pagi yang rutin bisa menjadi pilihan aktivitas sehari-hari, disamping menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan bernutrisi.

    7. Menjaga Kesehatan Tulang

    Sebagai alat gerak pasif, tulang berperan penting dalam menyokong pergerakan kita sehari-hari. Untuk itu, kesehatan tulang perlu dijaga dengan berolahraga rutin, salah satunya dengan lari pagi.

    Saat kita berlari, gerakan tubuh memberi tekanan pada tulang, sehingga mirip dengan olahraga angkat beban. Hal tersebut dapat membuat tulang lebih kuat dan mencegah pengeroposan tulang terjadi lebih cepat.

    8. Melancarkan Metabolisme Tubuh

    Seperti yang dibahas di atas, lari pagi dapat membakar kalori tubuh. Hal ini disebabkan saat berlari, proses metabolisme terjadi lebih cepat sehingga oksidasi biologi dalam tubuh bekerja dengan efisien.

    9. Melancarkan Sirkulasi Darah

    Sirkulasi darah yang lancar dapat membuat pergerakan tubuh lebih aktif. Selain itu, oksigen dan nutrisi dapat didistribusikan dengan baik ke berbagai bagian tubuh, seperti mata, rambut, dan permukaan kulit.

    10. Menyegarkan Pikiran dan Memperbaiki Mood

    Selain secara fisiologis, secara psikologis lari pagi juga bermanfaat, terutama bagi pikiran dan suasana hati. Ketika berlari, otak akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan berbagai hormon yang dapat memperbaiki suasana hati, seperti dopamin, serotonin, hingga endorfin.

    Hal ini dapat membuat mood detikers jauh lebih baik dan berenergi sehingga siap memulai kegiatan dengan menyenangkan.

    Tips Menyiapkan Diri dengan Baik Sebelum Lari Pagi

    Persiapan diri sebelum lari pagi menjadi aspek penting, agar manfaat yang dirasakan juga lebih optimal. Berikut tips ataupun cara yang bisa detikers lakukan sebelum lari pagi:

    • Memakai baju olahraga yang sesuai dan bahan yang nyaman.
    • Memakai sepatu olahraga yang nyaman dan mampu melindungi kaki saat berlari.
    • Hindari memutar musik terlalu kencang saat berlari, hal ini dapat memecah fokus.
    • Bangun lebih pagi agar dapat melawan rasa kantuk dan menyiapkan diri dengan baik.

    Demikianlah beberapa manfaat lari pagi untuk kesehatan, juga bikin tubuh dan pikiran lebih segar. Jangan lupa untuk tetap rutin lari pagi ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Cara Mulai Olahraga Lari untuk Pemula, Konsistensi Jadi Kunci

    Jakarta

    detikers punya rencana menggeluti hobi olahraga lari tapi masih ragu-ragu memulai? Yuk simak bagaimana caranya. Yang pasti, konsistensi jadi kunci!

    Lari relatif menjadi olahraga yang praktis untuk dilakukan. Kian menarik karena banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga yang satu ini, termasuk aspek kesehatan mental dan fisik.

    Sebagai awalan, untuk memulai, yang dibutuhkan adalah keinginan untuk bisa berolahraga lari secara konsisten. Artinya, bukan cuma ikut-ikutan atau kena FOMO di tengah merebaknya tren lari.


    Nah, itu mengapa konsistensi menjadi kunci cara mulai olahraga lari untuk pemula. Butuh konsistensi untuk bikin olahraga lari menjadi sesuatu yang detikers lakukan sebagai kebutuhan, alias dilakukan dengan rutin.

    Sehubungan dengan itu, bagaimana sih caranya agar bisa menumbuhkan konsistensi itu? Tenang, ini ada beberapa hal yang bisa detikers lakukan!

    Tips Lari agar Konsisten bagi Pemula

    1. Buat goals/target

    Sebelum melakukan olahraga lagi, ada baiknya detikers menyusun terlebih dulu goals atau target yang hendak dicapai. Bisa diawali dengan beberapa hari ke depan, lalu beberapa pekan ke depan, sampai beberapa bulan ke depan.

    Untuk pemula, goals ini bisa dibuat dengan simpel dulu. Misalkan, diawali dengan target sederhana “aku ingin berlari rutin setiap hari selama satu minggu ke depan!”.

    Jika konsistensi sudah mulai tertanam, dari situ detikers bisa membuat goals berikutnya semisal akan berlari sejauh 2 kilometer bulan depan, lalu 4 kilometer di bulan berikutnya, dan seterusnya.

    2. Susun sendiri jadwalmu

    Perkara waktu acapkali juga menjadi kendala dalam urusan konsistensi. Di tengah kesibukan, terkadang tidak mudah mencari waktu luang untuk bisa konsisten berlari.

    Untuk itu, detikers bisa mencoba buat jadwal lari yang sesuai dengan aktivitas keseharian. Di awal-awal, bisa saja dibuat sebanyak dua kali dalam seminggu dengan jarak/target tertentu.

    Nah, jika sudah terbiasa, detikers perlahan-lahan bisa membuat penyesuaian lebih lanjut dalam jadwal itu demi menciptakan konsistensi.

    3. Jalan santai dulu

    Bagi detikers yang terbilang jarang beraktivitas fisik, memulai olahraga lari untuk pemula berpotensi bikin tubuh “kaget”. Untuk itu terkadang diperlukan fase penyesuaian/transisi terlebih dulu.

    Hal itu bisa detikers lakukan dengan mencoba berjalan santai dulu. Cara ini dapat “menyiapkan” fisik, terutama tubuh bagian bawah, untuk lebih siap menempuh jarak yang lebih jauh.

    Apalagi bisa dibilang aktivitas jalan santai ini termasuk ke dalam pemanasan sebagai peregangan kaki. Jika tubuh dirasa sudah siap, detikers bisa menambah kecepatan secara perlahan.

    4. Cari teman

    Bagi pemula, konsistensi menjalani olahraga lari juga bisa tumbuh manakala ada “teman barengan”. Bisa saja teman yang sama-sama ingin memulai olahraga lari, atau yang sudah punya jam terbang lebih banyak.

    Berteman dengan orang yang sudah sering berlari bukan cuma bisa tempat menggali motivasi. detikers juga jadi bisa bertanya-tanya tentang saran lari yang aman dan nyaman.

    Seiring waktu, detikers juga bergabung dengan komunitas lari yang banyak ditemukan di kota-kota besar.

    5. Niat kuat, jangan cari Alasan

    Dalam memulai olahraga lari untuk pemula, detikers harus terlebih dulu punya niat agar bisa konsisten. Untuk itu, cobalah hindari memunculkan alasan-alasan yang membuat detikers batal berlari.

    Memang, sih, mendapat waktu luang di tengah kesibukan terkadang bikin mager alias malas gerak. Tapi detikers harus punya niat kuat untuk menepikan pikiran-pikiran semacam, “rebahan dulu deh, larinya bisa nanti…”.

    Ingat, jika kamu sudah memiliki goals yang ingin dicapai maka konsistensi adalah kuncinya. Lawan rasa malas dan alasan-alasan yang membuatmu mengurungkan niat untuk lari.

    (krs/nds)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Pertamina Eco RunFest 2025 Akan Dilengkapi Puluhan Titik Tim Medis


    Jakarta

    PT Pertamina (Persero) akan memfasilitasi peserta Pertamina Eco RunFest 2025 dengan puluhan tim medis selama acara berlangsung di Istora Senayan Jakarta pada 23 November 2025 mendatang. Hal itu sebagai upaya menjaga keamanan serta keselamatan para peserta dan pengunjung Pertamina Eco RunFest 2025,

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina akan menghadirkan Medical Director dr. Andhika Raspati SPKO dan puluhan medis lain untuk keselamatan peserta Pertamina Eco RunFest 2025.

    “Tahun lalu Pertamina menyiapkan lebih dari 10 titik medis, ambulans, serta tenaga medis berpengalaman di sepanjang rute. Pertamina juga edukasi kepada seluruh pelari untuk antisipasi dan mencegah insiden-insiden yang tidak diinginkan,” ujar Fadjar dalam keterangan tertulis, Jumat (18/7/2025).


    Fadjar menambahkan Eco Run akan tersedia water station setiap 2 kilometer dan marshal setiap 100 meter sepanjang rute lari.

    Sementara itu, Tim Medical Director dr. Andhika Raspati SPKO memberikan tips dan trik dan dapat dipersiapkan sejak dini agar tetap fit dan bugar mengikuti Pertamina Eco RunFest 2025.

    “Pastikan tubuh dalam kondisi fit, lakukan pemanasan cukup,” jelas dr. Andhika.

    Dia pun menghimbau kepada peserta Pertamina Eco RunFest 2025 untuk mempersiapkan diri dengan berlatih lari secara mandiri, konsumsi cairan sesuai kebutuhan, dan kenali batas kemampuan diri.

    Menurut dr. Andhika, faktor pola tidur juga penting dan nutrisi beberapa hari sebelum lomba agar performa tetap optimal. Dia mengatakan saat perlombaan gunakan sepatu yang biasa digunakan pada saat latihan.

    “Tidak direkomendasikan memakai sepatu baru dan belum pernah dipakai saat perlombaan,” tutupnya.

    Sebagai informasi tambahan, pembelian tiket Pertamina Eco RunFest 2025 mulai 21 Juli 2025 melalui aplikasi My Pertamina. Informasi lebih lanjut seputar kegiatan Pertamina Eco Runfest 2025 silahkan kunjungi platform media sosial @pertamina.ecorunfest.

    (anl/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pengakuan Peserta Ikut Zinc Trail Run 2025 di Bali, Menantang tapi Puas


    Bali

    Zinc shampoo sukses menggelar Zinc Trail Run 2025 di Pantai Pandawa, Bali. Pantauan detikcom di lapangan, beberapa peserta sudah datang dari pagi hari. Banyak dari mereka melakukan pemanasan dengan lari-lari kecil di sekitar garis start. Beberapa dari mereka juga melakukan peregangan.

    Salah satunya adalah Dian Pradina asal Bali yang mengikuti lari dengan jarak 34K. 34K atau yang disebut Amazinc Distance adalah jarak lari paling jauh dari semua kategori.

    Dian Pradina mengaku puas dengan pelaksanaan Zinc Trail Run 2025 kali ini. Meski treknya cukup menantang, tapi ia senang bisa mengikuti event yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Pantai Pandawa ini.


    “Puas, karena track-nya keren banget. Karena saya suka banget sama elevating ya,” kata Dian kepada detikcom, di event Zinc Trail Run 2025.

    Dari semua trek yang cukup menantang, Dian mengakui terkesan saat lari melewati pantai yang berpasir. Ombak yang tinggi juga jadi tantangan tersendiri bagi pelari wanita ini.

    Waktu lagi di pasir, yang terakhir juga karena lumayan airnya sudah mulai high tide. Jadinya harus benar-benar kita kayak ke samping ke arah batu-batu itu. Tapi keren sih track-nya,” ujarnya.

    Zinc Trail Run 2025Foto: Angga Laraspati

    Sementara itu, Influencer yang juga peserta Zinc Trail Run 2025, Ditto Percussion mengatakan ini adalah kali keduanya ia mengikuti event yang sama. Ditto pun mengaku tertantang dengan trek yang sudah dibuat oleh Zinc.

    “Kalau ngelihat dari rute-nya tadi yang 7K aja juga lumayan challenging buat teman-teman yang baru mulai running. Terus juga mereka benar-benar seru ya pilih rute-nya gitu,” ucapnya.

    Ia juga mengaku senang dapat lari off-road seperti melewati tebing hingga masuk ke pantai. Menurutnya, pemilihan rutenya cukup menantang tapi tidak terlalu sulit untuk yang baru mulai atau pemula.

    “Aku tuh happy banget tadi lari dari off-road terus ada tebing-tebingnya masuk ke pantai. Kayak dipilih banget emang ini bukan yang susah banget tapi yang baru mulai juga enggak akan kapok dan mau ikutan lagi. Jadi bisa dilalui,” imbuhnya.

    Di sisi lain, Content Creator Wendy Walters yang baru pertama kali mengikuti ajang trail run pantai juga membagikan kesan mendalamnya. Ia menuturkan belum pernah berlari di Pantai Pandawa dan medan yang dilalui benar-benar di luar ekspektasi.

    “Melewati jalanan mendaki dan menurun, lintasan pasir, sambil menikmati keindahan alam di sepanjang rute, membuat pengalaman ini terasa seru dan berbeda dari biasanya,” ungkap Wendy.

    Dalam kesempatan yang sama, Brand Manager ZINC Shampoo Steven Sean antusias masyarakat untuk mengikuti Zinc Trail Run cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pendaftar yang cukup tinggi.

    Steven mengatakan pemilihan Pantai Pandawa sebagai tempat juga kedua kalinya. Apalagi masyarakat di Pantai Pandawa. Rute yang dipilih pun disebut lebih menantang dari gelaran pertama Zinc Trail Run di tempat yang sama. Apalagi ada tanjakan yang cukup menantang dan perseta harus melewati pasir pantai.

    “Beda. Yang kali ini jauh lebih menantang. Dan kategorinya juga sekarang ada tiga kategori,” imbuhnya. Jadi cocok untuk yang baru pertama kali mengikuti trail run dan juga yang sudah sering mengikuti trail run.”

    Adapun Zinc Trail Run 2025 mengusung tema ‘DARE YOU TO BE MORE’ yang membuat acara ini bukan sekadar lomba lari biasa, melainkan pengalaman penuh tantangan, semangat, dan hiburan yang menyatu dalam keindahan alam Bali.

    Steven mengatakan Zinc Trail Run 2025 juga memiliki tantangannya yang unik. Peserta diajak untuk berani berlari, menantang diri sendiri di tengah alam Bali sambil menikmati.

    Melihat antusiasme yang luar biasa ini, Steven tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengadakan kegiatan menantang lainnya.

    “Nah, nanti tunggu saja. Itu kejutan. Nanti kita akan announce. Yang pasti kalau di sini, itu selalu konsisten untuk mengadakan, men-sponsori, mendukung event-event yang memang mendukung gaya Hidup Aktif dan juga event-event yang memang berani mengajak orang untuk menantang diri sendiri,” tuturnya.

    Zinc Trail Run 2025Foto: Angga Laraspati

    Sebagai informasi, Tahun ini, ZINC Trail Run 2025 menghadirkan tiga kategori jarak lari: 7K ‘Cool Distance”, 14K ‘Booster Distance’, dan 34K ‘Amanzinc Distance’, para peserta akan melintasi jalur menanjak, pasir pantai, dan bebatuan karang.

    Acara ini semakin semarak dengan berbagai aktivitas pendukung yang membuat peserta betah berlama-lama di area race village. ZINC menghadirkan booth keramas gratis dengan shampoo ZINC Cool Booster untuk mendinginkan rambut dan kulit kepala di tengah cuaca pantai setelah berlari, aneka sajian kuliner lokal, serta hiburan musik yang menggugah semangat sejak pagi hingga siang hari.

    Adapun Total hadiah sebesar Rp 92.000.000 dibagikan kepada para pemenang dari masing-masing kategori pria dan wanita. Untuk kategori 34K, juara pertama membawa pulang Rp 10.000.000, sedangkan pemenang 14K mendapatkan Rp 5.000.000, dan 7K sebesar Rp 3.000.000.

    Tidak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada pelari kategori Master (usia di atas 41 tahun) untuk rute 14K dan 34K. Puncak acara ditutup dengan pembagian doorprize senilai total puluhan juta rupiah.

    (anl/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • Zinc Trail Run 2025 Resmi Digelar di Pantai Pandawa, Diikuti Ribuan Pelari


    Bali

    Usai sukses melaksanakan berbagai event running, Zinc shampoo resmi menggelar Zinc Trail Run 2025. Event running yang digelar di Pantai Pandawa, Bali.

    Antusiasme peserta pun tak terbendung. Pantauan detikcom di lapangan, beberapa peserta sudah datang dari pagi hari. Banyak dari mereka melakukan pemanasan dengan lari-lari kecil di sekitar garis start. Beberapa dari mereka juga melakukan peregangan.

    Tak hanya warga negara Indonesia, terpantau juga ada beberapa warga negara asing yang turut serta dalam kegiatan ini.


    “Pelari dari macam negara kita batasi hanya yang memiliki kitas yang bisa mendaftar. Untuk peserta dalam negeri Di Bali, Jawa, dan daerah lainya banyak banget sih tersebarnya, Cukup merata,” kata Brand Manager ZINC Shampoo Steven Sean di Venue Zinc Trail Run, Bali.

    Beberapa influencer pun juga ikut menjajal trek menantang yang disediakan Zinc Trail Run 2025 kali ini. Sebut saja Wendy Walters dan Ditto Percussion. Adapun Wendy Walters terkenal akan kontennya yang suka naik ke beberapa puncak gunung.

    “Kayak Wendy Walters contohnya. Dia dari naik gunung, belum pernah ikut trail di pantai atau misalnya kayak Dito. Dito itu kan finisher Ironman juga ya. Dia tetep pengen coba ikut lari trail ini,” ungkapnya.

    Zinc Trail Run 2025Foto: Angga Laraspati

    Steven mengatakan pemilihan Pantai Pandawa sebagai tempat diselenggarakan acara ini adalah untuk kedua kalinya. Adapun Zinc Trail Run 2025 mengusung tema ‘DARE YOU TO BE MORE’ yang membuat acara ini bukan sekadar lomba lari biasa, melainkan pengalaman penuh tantangan, semangat, dan hiburan yang menyatu dalam keindahan alam Bali.

    “Pantai Pandawa menjadi saksi bagaimana energi positif menyatu dengan keberanian peserta untuk ‘DO MORE!’, melampaui batas diri tanpa khawatir ketombe, sesuai semangat ZINC Shampoo yang selalu mendukung gaya hidup aktif dan sehat,” ungkap Steven.

    Steven mengatakan Zinc Trail Run 2025 juga memiliki tantangannya yang unik. Peserta diajak untuk berani berlari, menantang diri sendiri di tengah alam Bali.

    Melihat antusiasme yang luar biasa ini, Steven tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengadakan kegiatan menarik lainnya.

    “Nah, nanti tunggu saja. Itu kejutan. Nanti kita akan announce. Yang pasti kami dari zinc selalu konsisten untuk mengadakan, men-sponsori, mendukung event-event yang memang mendukung gaya hidup aktif dan juga event-event yang memang berani mengajak orang untuk menantang diri sendiri,” tuturnya.

    Sebagai informasi, Tahun ini, ZINC Trail Run 2025 menghadirkan tiga kategori jarak lari: 7K ‘Cool Distance’, 14K ‘Booster Distance’, dan 34K ‘Amanzinc Distance’, para peserta akan melintasi jalur menanjak, pasir pantai, dan bebatuan karang.

    Acara ini semakin semarak dengan berbagai aktivitas pendukung yang membuat peserta betah berlama-lama di area race village. ZINC menghadirkan booth keramas gratis dengan shampoo ZINC Cool Booster untuk mendinginkan rambut dan kulit kepala di tengah cuaca pantai setelah berlari, aneka sajian kuliner lokal, serta hiburan musik yang menggugah semangat sejak pagi hingga siang hari.

    Pada kategori 34K, Habib Tiour dan Dian Pradina berhasil meraih posisi pertama dengan catatan waktu masing-masing 02 jam 35 menit dan 03 jam 41 menit. Di kategori 14K, kemenangan diraih oleh Octovianus Erwin Beke dan Rufina Guteri Ganggus, dengan waktu 00 jam 52 menit dan 01 jam 07 menit. Sementara pada kategori 7K, posisi teratas ditempati oleh Robertus Sikone dan Ni Ketut Cita yang menyelesaikan lomba dalam waktu 00 jam 27 menit dan 00 jam 31 menit.

    Zinc Trail Run 2025Foto: Angga Laraspati

    Adapun total hadiah sebesar Rp 92.000.000 dibagikan kepada para pemenang dari masing-masing kategori pria dan wanita. Untuk kategori 34K, juara pertama membawa pulang Rp 10.000.000, sedangkan pemenang 14K mendapatkan Rp 5.000.000, dan 7K sebesar Rp 3.000.000.

    Tidak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada pelari kategori Master (usia di atas 41 tahun) untuk rute 14K dan 34K.

    Untuk kategori Master (usia di atas 41 tahun), Thimo Kilberth dan Nani Hidayah berhasil menjadi juara pertama di lintasan 34K dengan catatan waktu masing-masing 03 jam 02 menit dan 04 jam 22 menit. Pada kategori 14K Master, gelar juara diraih oleh Denny dan Emily Roblin, yang menunjukkan performa konsisten dan semangat luar biasa hingga garis finis.

    ZINC Trail Run 2025 juga mengajak peserta peduli lingkungan melalui kampanye #PilahDariSekarang bersama Yayasan WINGS Peduli. Dalam inisiatif ini, terdapat edukasi pemilahan sampah melalui game interaktif untuk meningkatkan kesadaran memilah sampah dari rumah.

    Zinc Trail Run 2025 juga menyediakan tempat sampah terpilah untuk kategori organik, plastik, kertas, dan residu, yang tersebar di sepanjang race pack collection, race track hingga race village. Melalui kolaborasi dengan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di Desa Kutuh, Pandawa, semua sampah yang terkumpul dikelola berdasarkan jenisnya.

    (anl/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • 4 Tanda Busi Kendaraan Perlu Diganti



    Jakarta

    Busi merupakan komponen vital pada kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. Busi berfungsi sebagai pemantik api yang memicu terjadinya pembakaran di ruang mesin. Oleh sebab itu, komponen busi perlu diperhatikan kondisinya. Ini tanda-tanda busi harus diganti.

    Seperti disampaikan Product Manager Denso Sales Indonesia (DSIA) Ivana Stella, setidaknya ada empat ciri busi kendaraan bermotor harus diganti. Ciri pertama yakni terjadinya penurunan kinerja mesin.

    “Misalnya mesin sulit atau tidak langsung menyala saat dihidupkan, kemudian adanya getaran yang berlebihan dalam keadaan diam (langsam) dan gas terasa berat ketika diinjak,” ungkap Ivana dalam keterangan resminya.


    Tanda-tanda selanjutnya adalah konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Busi yang aus dapat mengakibatkan peningkatan konsumsi bahan bakar dan mengurangi efisiensi kendaraan.

    Selain itu, perhatikan warna asap kendaraan yang tak normal. Kendaraan yang mengeluarkan asap berwarna hitam atau abu-abu gelap dapat mengindikasi pembakaran tak sempurna akibat busi yang tidak berfungsi dengan baik.

    “Performa busi dapat terlihat dari perubahan warna busi, warna busi yang gelap disebabkan oleh proses pembakaran pada ruangan bahan bakar yang kurang sempurna, jadi asap mobil berwarna hitam sedangkan warna busi kemerahan atau kekuningan menandakan bahwa mesin mobil Anda sering melakukan pemanasan secara berlebihan,” kata Ivana lagi.

    Tanda keempat busi tak sehat lagi adalah, suara mesin ‘brebet’ ketika dilakukan akselerasi. Menurut Ivana, perubahan kecepatan mesin akan membuat rpm naik, sehingga mempercepat kerja mesin dan busi harus bekerja dengan lebih cepat pula. Performa busi yang tidak optimal akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna ketika sedang berakselerasi.

    Jika busi sudah perlu diganti, salah satu opsi yang disarankan adalah busi jenis iridium. Menurut Assistant General Manager DSIA Reinard Winardi, busi iridium mempunyai beberapa keunggulan.

    “Antara lain pembakaran sempurna yang menghasilkan elektroda pusat dengan ketebalan hanya 0,4 mm. Semakin tipis elektroda, maka pembakaran semakin sempurna,” tuturnya.

    “Selain itu, busi iridium juga menghasilkan pengapian lebih baik dengan desain U-Groove. Busi iridium juga bisa menghasilkan pembakaran yang lebih efisien juga memiliki ketahanan terhadap karbonisasi,” ungkap Reinard.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jarang yang Tahu, Ini 4 Perbedaan Busi Panas dan Busi Dingin


    Jakarta

    Busi merupakan salah satu komponen penting pada sebuah kendaraan. Tanpa adanya busi maka mobil detikers tidak dapat dinyalakan.

    Dilansir laman Wuling, busi memiliki fungsi utama untuk membakar campuran bensin dan udara yang dikompres melalui gerakan piston. Selain itu, busi juga berfungsi untuk menarik energi panas yang tidak diinginkan dari dalam ruang pembakaran, kemudian dikirim ke sistem pendingin pada mobil.

    Perlu diketahui, busi terbagi menjadi dua jenis, yakni busi panas dan busi dingin. Terkadang, banyak orang yang kebingungan ketika harus memilih di antara keduanya.


    Lantas, apa perbedaan busi panas dan busi dingin? Simak penjelasanya dalam artikel ini.

    Mengenal Busi Panas

    Mengutip Auto 2000, busi panas dirancang untuk lebih lambat melepaskan panas yang dihasilkan dalam proses pembakaran. Jadi, busi jenis ini dapat mempertahankan panas lebih lama sehingga suhunya tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang.

    Disebut busi panas karena memiliki insulator keramik yang lebih panjang, sehingga mampu menjaga panas lebih lama sebelum panas tersebut dilepaskan ke sistem pendingin. Artinya, busi panas bekerja optimal dalam kondisi mesin yang tidak membutuhkan pembakaran berlebih atau saat mesin tak dipaksa untuk bekerja di suhu ekstrem.

    Mengenal Busi Dingin

    Sebaliknya, busi dingin dirancang untuk lebih cepat melepaskan panas dari proses pembakaran. Busi jenis ini dapat menjaga suhu pembakaran pada tingkat yang lebih rendah, sehingga cocok untuk mobil berperforma tinggi atau mesin yang sering bekerja di putaran tinggi, seperti mobil sport.

    Keunikan dari busi dingin adalah insulator keramik yang lebih pendek, sehingga panas dari proses pembakaran lebih cepat terserap oleh sistem pendingin mesin.

    Perbedaan Busi Panas dan Busi Dingin

    Meski sama-sama busi, akan tetapi ada hal yang membedakan antara busi panas dan busi dingin. Berikut sejumlah perbedaannya:

    1. Beban Mesin

    Busi panas lebih cocok untuk mesin dengan beban yang berat serta dapat bertahan di cuaca dingin. Sementara itu, busi dingin lebih pas untuk mesin yang menanggung beban ringan dan dipakai di suhu udara yang relatif tinggi atau panas.

    2. Waktu Pemanasan

    Dari segi waktu pemanasan, busi panas memiliki waktu yang lebih cepat. Jadi, mobil bisa segera digunakan meski kondisi suhunya masih dingin.

    Sementara itu, busi dingin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu kerja. Meski begitu, keuntungan dari bus jenis ini adalah tahan terhadap suhu tinggi.

    3. Tipe Kendaraan

    Busi panas lebih cocok untuk mobil yang dipakai sehari-hari atau tidak membutuhkan performa tinggi, seperti sedan, city car, atau hatchback yang umum dipakai di perkotaan.

    Lain halnya dengan busi dingin yang dikhususkan untuk mobil dengan performa tinggi atau dipakai dalam balapan, misalnya mobil sport.

    4. Risiko Kerusakan

    Busi panas dinilai lebih unggul karena memiliki risiko pencemaran yang lebih rendah terhadap mesin, sehingga busi panas aman dipakai untuk penggunaan sehari-hari, terutama pada mesin yang bekerja dalam kondisi normal.

    Sedangkan busi dingin diklaim lebih rentan terhadap pencemaran. Alhasil, busi ini dapat menyebabkan masalah pada efisiensi mesin karena busi dingin biasanya digunakan untuk mobil berperforma tinggi.

    Demikian empat perbedaan busi dingin dan busi panas. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Diet Ini Bukan Cuma Bikin Kurus, Tapi Bisa Bantu Cegah 15 Juta Kematian Dini


    Jakarta

    Perubahan pola makan yang lebih sehat bisa mengurangi kematian dini dan memperlambat dampak perubahan iklim. Hal ini dilaporkan oleh Komisi EAT-Lancet 2025, sebuah koalisi pada ahli di bidang gizi, iklim ekonomi, kesehatan, dan pertanyaan dari lebih dari 35 negara.

    Dikutip dari laman ABC News, para peneliti mengatakan, jika orang-orang di seluruh dunia menerapkan Planetary Health Diet (PHD), hingga 15 juta kematian dini bisa dihindari setiap tahunnya. Komisi ini juga menemukan, mengubah pola makan masyarakat bisa mengurangi emisi gas rumah kaca dari pertanian.

    “Sistem pangan merupakan kontributor utama dari banyak krisis yang kita hadapi saat ini, dan sekaligus, kunci untuk menyelesaikannya,” kata wakil ketua komis dan direktur nutrisi, kesehatan, dan ketahanan pangan di Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR), Shakuntala Haraksingh Thilsted.


    “Bukti yang disajikan dalam laporan kami jelas: dunia harus bertindak berani dan adil untuk memastikan perbaikan berkelanjutan,” tambah Thisted.

    PHD merupakan menu berbasis tanaman yang mencakup 3-5 porsi biji-bijian utuh setiap hari, setidaknya lima porsi buah dan sayur dan porsi kacang-kacangan dan polong-polongan dalam satu hari.

    Pola makan ini tidak menganjurkan untuk tidak makan protein hewani sama sekali bagi orang-orang yang ingin mengkonsumsinya. Tetapi, dianjurkan untuk makan daging merah, unggas, ikan, telur, dan produk susu dalam jumlah sedang.

    Misalnya, direkomendasikan hanya satu porsi daging merah, dua porsi ikan, dan unggas, serta 3-4 telur per minggu. Komisi ini juga menganjurkan pembatasan keat terhadap gula tambahan, lemak jenuh, dan garam.

    “Planetary Health Diet bukanlah pendekatan yang sama untuk semua orang,” kata salah satu ketua komisi dan professor epidemiolog dan nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health, Walter C. WIllett.

    Pola makan ini memberi ruang untuk keragaman budaya dan preferensi individu, dengan tetap menyediakan pedoman yang jelas untuk mencapai kesehatan optimal dan keberlanjutan di seluruh dunia.

    Dikutip dari laman AP News, rekomendasi diet didasarkan pada data tentang risiko penyakit yang bisa dicegah, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Para peneliti mengatakan bahwa kesehatan manusia dan planet ini selaras.

    Laporan baru yang telah melalui peninjauan sejawat ini dibangun berdasarkan penelitian komisi di tahun 2019. Pada saat itu, direkomendasikan pengurangan konsumsi makanan, seperti daging merah dan gula hingga persen serta mengadopsi pola makan yang utamanya berbasis tumbuhan.

    Willet mengatakan, ketika komisi membandingkan diet PHD mereka dengan apa yang biasanya dimakan orang di setiap negara, mereka memperkirakan, dunia akan melihat pengurangan 27 persen kematian dini, jika orang-orang mengadopsi rekomendasi PHD.

    “Kami memiliki banyak sekali literatur baru yang menunjukkan manfaat kesehatan yang sangat besar,” tambah Willett.

    Mengenai perubahan iklim, para peneliti menyimpulkan perubahan pola makan dunia saja bisa mengurangi emisi gas rumah kaca dari pertanian sebesar 15%, karena produksi daging, terutama daging merah membutuhkan pelepasan banyak gas yang menyebabkan pemanasan global. Peningkatan produktivitas makanan, pengurangan limbah makanan, dan perbaikan lainnya bisa meningkatkan angka tersebut hingga 20 persen.

    (elk/elk)



    Sumber : health.detik.com