Tag: pembakaran

  • Tembok Rumah Selalu Kusam Meski Baru Dicat? Ini Penyebab dan Solusinya


    Jakarta

    Warna cat dinding tidak akan bertahan selamanya. Seiring waktu, warnanya akan pudar dengan sendirinya.

    Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Dilansir laman Kraudelt Painting, penyebab cat rumah mudah kusam dan pudar adalah paparan sinar matahari. Warna cat yang paling cepat berubah adalah cat putih karena proses oksidasi. Bahkan pada kondisi terparah, cat putih bisa berubah menjadi kekuningan.

    Jenis cat alkyd (cat untuk tampilan mengkilat) dan pelarut biasanya mudah bereaksi karena pigmen putih di dalamnya aktif. Alhasil cat dinding terutama yang putih bisa muncul bintik bintik kuning.


    Alasan kedua adalah lembap, terutama di musim hujan. Cat yang terkena basah kemudian kering yang terjadi dalam waktu yang lama juga bisa mengalami pemudaran warna. Masalah ini bisa terjadi pada cat dinding di area outdoor dan indoor.

    Lalu, paparan asap dari kendaraan, pembakaran, dan rokok juga bisa menyebabkan warna cat dinding rusak. Terakhir, faktor yang menyebabkan cat dinding cepat kusam adalah reaksi bahan kimia.

    Cara Mengatasi Cat Tembok yang Kusam

    Masalah cat kusam bisa diatasi dengan mudah. Bisa dengan pembersihan, tanpa perlu dicat ulang. Dilansir The Spruce berikut cara mengatasi cat yang kusam agar warnanya bertahan lama.

    Sebelumnya, cara membersihkan cat terdapat 2 cara berbeda tergantung pada jenis cat yang dipakai. Berikut caranya.

    Cat Berbahan Minyak

    Cat minyak untuk dinding biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Cat minyak memiliki permukaan yang tahan terhadap gesekan setiap dibersihkan.

    Cara mengembalikan warna cat minyak ke warna semula adalah dengan menghindari bahan pembersih dari kimia keras. Sebab, bahan kimia justru membuat cat dinding mudah rusak.

    Larutan pembersih yang harus disiapkan adalah satu sendok teh sabun pencuci piring, 1/2 sendok teh cuka putih, dan air hangat. Setelah dicampur, usap pada dinding. Jangan lupa siapkan wadah berisi air bersih untuk bilasan. Gunakan alat pembersih lain atau spons untuk mengeringkan permukaannya.

    Cat Berbahan Air atau Lateks

    Cat satu ini biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Memakai cat berbahan air atau lateks memiliki keunggulan yakni tahan terhadap air sehingga tidak mudah mengelupas. Cat berbahan air juga lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah mengelupas dibandingkan cat yang berbahan dasar minyak.

    Meskipun terlihat kuat dan tahan lama, cat berbahan dasar air atau lateks mudah sekali kotor karena debu mudah menempel pada permukaannya.

    Cara mengatasinya adalah dengan mencampurkan satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

    Bersihkan dinding yang kusam dan kotor menggunakan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Bersihkan mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih. Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini.

    Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih. Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    Cara Mengatasi Dinding Kusam Tanpa Dicat Ulang

    Kontraktor Wildan mengatakan apabila belum bisa mengecat ulang dinding yang kusam karena kesibukan atau terkendala biaya, area tersebut bisa ditutup dengan foto, pajangan, lukisan, atau wallpaper.

    “Tapi kalau tidak mau (perbaikan pada dinding), bisa pakai alternatif lain dengan dipasang wallpaper atau ditutup dengan lukisan atau juga furniture,” tuturnya kepada detikcom saat dihubungi Jumat (25/7/2025).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lagi Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 4 Alasannya!


    Jakarta

    Pakaian yang telah dicuci wajib dijemur agar cepat kering dan tidak lembap. Namun, masih banyak masyarakat yang memilih menjemur pakaian di depan rumah.

    Beberapa orang menganggap menjemur di depan rumah membuat pakaian cepat kering. Sebab, area tersebut yang paling banyak terpapar sinar matahari. Meski begitu, menjemur pakaian di depan rumah tidak dianjurkan karena membawa banyak kerugian.

    Ingin tahu alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah

    Dilansir situs The Spruce, berikut sejumlah alasan mengapa sebaiknya jangan menjemur pakaian di depan rumah:

    1. Bikin Baju Jadi Bau

    Alasan yang pertama adalah membuat baju yang telah dicuci menjadi bau. Sebab, pakaian langsung terpapar dengan udara luar yang tidak selalu bersih. Apalagi jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka pakaian bisa cepat bau saat dijemur.

    Baju juga bisa bau karena terpapar asap dari pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, atau debu dari material bangunan. Selain bikin tidak nyaman, menggunakan pakaian yang penuh debu dan kotor juga berbahaya bagi kesehatan.

    2. Rawan Terkena Serangga dan Kotoran

    Menjemur pakaian di depan rumah sangat rentan terhadap serbuan serangga seperti nyamuk, lalat, dan semut. Apabila ada semut yang masuk ke dalam pakaian tanpa disadari, maka kulit bisa mengalami gatal-gatal saat memakai baju tersebut.

    Selain itu, menjemur baju di depan rumah juga rentan terkena kotoran dari hewan, sehingga membuat baju jadi kotor dan bau. Mau tak mau pakaian yang awalnya bersih harus dicuci ulang.

    3. Kondisi Cuaca yang Tidak Menentu

    Belakangan ini kondisi cuaca di beberapa daerah sedang tidak menentu. Saat pagi hari cuaca tampak cerah, tapi ketika siang menjelang sore bisa terjadi hujan.

    Apabila kamu menjemur pakaian di depan rumah saat cuaca tidak menentu, bisa saja pakaian yang sudah kering akhirnya basah dan kotor lagi karena terkena air hujan.

    Perlu diingat, segera cuci kembali pakaian yang basah karena terkena hujan. Meski sebenarnya bisa dikeringkan, tapi air hujan yang kotor dan menempel di pakaian bisa membuat kulit gatal-gatal.

    4. Merusak Estetika Rumah

    Menjemur pakaian di depan rumah juga dapat merusak estetika hunian. Sebab, adanya tali jemuran dan pakaian yang digantung di halaman depan bisa memberikan kesan berantakan dan sumpek.

    Menjemur pakaian di depan rumah juga memberikan kesan tidak nyaman bagi tamu atau tetangga yang datang. Bahkan, baju yang digantung bisa menghalangi jalan masuk bagi orang saat bertamu ke rumah kamu.

    Maka dari itu, sebaiknya jemur pakaian yang telah dicuci di halaman belakang agar tidak terlihat oleh tamu atau tetangga yang datang. Selain itu, pakaian jadi lebih bersih dan tetap wangi karena tidak terkena debu atau kotoran yang terbang di udara.

    Itulah empat alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Pakai Parfume, Begini Cara Menghilangkan Bau Rokok yang Efektif


    Jakarta

    Asap rokok merupakan campuran asap dengan partikel halus dari hasil pembakaran. Saat asap dibuang ke udara, bukan hanya zat yang terkandung di dalamnya yang berbahaya bagi non perokok, tetapi baunya juga tidak sedap.

    Bau rokok bukan hanya tercium setelah asap dilepas ke udara, melainkan bisa bertahan dalam beberapa menit, terutama jika berada di ruang tertutup. Hal ini tentu tidak bagus karena pasti akan ada orang yang terganggu dengan baunya.

    Dilansir Real Simple, ada cara untuk menghilangkan asap rokok, berikut diantaranya.


    1. Buka Pintu dan Jendela

    Untuk mengurangi bau rokok, cara pertama adalah dengan membuka semua ventilasi udara di ruangan tersebut seperti pintu dan jendela. Dengan begitu ada pertukaran udara di dalam ruangan dan bau asap rokok dapat berkurang

    2. Buang Asbak

    Asbak kerap digunakan untuk membuang puntung. Meskipun sudah tidak lagi terbakar, terkadang baunya masih menempel di asbak tersebut. Sebaiknya, setelah merokok atau ada orang yang baru selesai merokok, cepat bersihkan asbaknya.

    3.Bersihkan Perabotan

    Asap rokok mengandung partikel halus yang bisa menempel pada benda di sekitar, seperti dinding, kursi, bahkan pakaian. Untuk menghilangkan bekas rokok secara maksimal sebaiknya bersihkan segala perabotan di dalam ruangan dengan pembersih yang tepat. Misalnya jika ingin membersihkan pakaian dari asap rokok harus direndam dahulu memakai deterjgen dan satu cangkir soda kue di wadah tersendiri.

    4. Gunakan Cuka

    Cuka juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau asap rokok karena cairan satu ini dapat menyerap bau tersebut. Caranya cukup tuang cuka putih suling ke dalam beberapa mangkuk kecil dan letakkan di sekitar ruangan di area yang tidak terganggu.

    5. Taburkan Soda Kue

    Sama seperti cuka, soda kue juga ampuh untuk menyerap bau dan kelembapan pada ruangan. Caranya taburkan soda kue pada furnitur yang kering seperti sofa atau apapun, bisa gosok dengan sikat yang berbulu lembut. Kemudian, biarkan 4 hingga 8 jam lalu bersihkan dengan penyedot debu.

    6. Bersihkan Dinding

    Asap rokok juga bisa menempel pada dinding dan menimbulkan noda. Apabila menemukan noda bekas rokok di rumah, lekas bersihkan menggunakan campurkan 1 sendok teh pembersih serbaguna dan ½ cangkir soda kue pada 1 liter air hangat dalam ember kemudian aduk. Celupkan spons atau kain mirofiber ke dalam larutan, lalu seka dinding dari atas ke bawah dengan lembut. Kemudian, gunakan spons lain yang sudah dibasahi dengan air biasa untuk menyeka dinding agar menghilangkan sisa sabun.

    7.Bersihkan Karpet

    Biasanya seseorang merokok di luas ruangan, tetapi apabila ada yang suka merokok di dalam ruangan yang lantainya dilapisi dengan karpet, bagian tersebut harus dibersihkan. Sebab, bukan hanya pakaian saja yang akan terkontaminasi zat di dalam asap rokok, melainkan karpet juga. Cara membersihkannya dengan menggunakan penyedot debu, tetapi lebih baik taburkan soda kue dan diamkan selama 8 jam sebelum menyedot debu. Berikan penyegar kain untuk menghilangkan bau.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar bau rokok di ruangan bisa hilang dengan maksimal. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lari Sebelum atau Setelah Sarapan, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?


    Jakarta

    Lari dan sarapan merupakan dua aktivitas yang dapat membuat tubuh menjadi segar dan bersemangat untuk menjalani aktivitas seharian. Selain itu, keduanya juga dapat meningkatkan produktivitas dan membantu kita jauh lebih fokus.

    Namun pertanyaannya, apakah sebaiknya lari dilakukan sebelum atau sesudah sarapan?

    Beberapa orang memilih untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berlari untuk menghindari masalah seperti sakit perut atau lemas. Namun, sebagian lainnya merasa baik-baik saja jika melakukan lari pagi sebelum sarapan.


    Mengutip dari detikHealth, olahraga dan pemenuhan nutrisi merupakan dua aspek penting yang saling berpengaruh. Studi menunjukkan bahwa respon tubuh terhadap olahraga berbeda-beda tergantung apakah seseorang sudah makan atau belum.

    Sarapan sebelum lari penting untuk dilakukan namun juga bisa diabaikan tergantung intensitas larinya. Tubuh manusia tetap membutuhkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas fisik.

    Bagi detikers yang tetap ingin sarapan sebelum lari pagi, maka sebaiknya dapat memilih makanan yang tepat untuk menjaga stamina tubuh.

    Berikut beberapa rekomendasi jenis makanan yang dapat dimakan sebelum mulai lari pagi:

    1. Putih telur
      Bagian putih dalam telur mengandung kalium, magnesium, kalsium, hingga vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, putih telur juga kaya akan protein sehingga detikers dapat menjalani lari tanpa harus merasa kelaparan atau malah kenyang berlebihan.
    2. Pisang
      Salah satu buah yang bisa dikonsumsi sebelum lari yaitu pisang. Buah yang kaya akan potasium ini memiliki kandungan yang mudah dicerna dan dapat memperkuat stamina namun tetap membuat tubuh terasa ringan.
    3. Dada ayam
      Makanan kaya akan protein lainnya yaitu dada ayam. Daging pada dada ayam mengandung 27 gram protein dan vitamin B6, sehingga sangat cocok meningkatkan daya tahan tubuh.
    4. Roti panggang
      Roti panggang mengandung karbohidrat yang dapat mengembalikan energi yang digunakan saat berlari. Dengan begitu, detikers tidak akan merasa cepat lelah.
    5. Oatmeal
      Oatmeal merupakan makanan berbahan dasar gandum yang kaya akan serat dan karbohidrat. Saat sarapan dengan oatmeal, tubuh akan mencerna karbohidrat sehingga gula darah akan tetap stabil selama berlari.

    Demikianlah jawaban terkait pernyataan apakah sebaiknya sarapan atau tidak sebelum berolahraga lari pagi. Semoga dapat membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Lari 30 Menit Bisa Bakar Ribuan Kalori? Ini Perhitungannya yang Bikin Kaget

    Jakarta

    Salah satu manfaat lari yang bisa kita rasakan yaitu pembakaran kalori. Apa detikers pernah penasaran berapa kalori terbakar saat lari 30 menit?

    Hal ini penting diketahui terutama bagi detikers yang sedang dalam program mengurangi berat badan atau ingin mendapatkan berat badan yang ideal.

    Selain durasi berlari, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kalori yang terbakar. Beberapa di antaranya seperti berat badan, kecepatan, berlari, lokasi lari, hingga tingkat elevasi medan lari yang dilalui.


    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum perhitungan berapa kalori yang terbakar saat berlari 30 menit. Yuk, simak sampai selesai!

    Perhitungan Kalori yang Terbakar saat Berlari 30 Menit

    Beberapa aspek seperti berat badan, kecepatan lari, hingga usia juga mempengaruhi jumlah kalori yang dibakar saat berlari 30 menit.

    Harvard Health Publishing melaporkan bahwa berlari dengan kecepatan 8 km/jam mampu membakar kalori dengan jumlah yang berbeda-beda, yaitu bagi berat badan 57 kg (240 kalori), 70 kg (155 kalori), dan 83 kg (185 kalori).

    Estimasi tersebut dapat berubah jika kecepatannya juga diubah, misalnya menjadi 9,6 km/jam, maka akan membakar sebesar 495 kalori (57 kg), 360 kalori (70 kg), dan 420 kalori (83 kg).

    Namun, perhitungan tersebut masih berupa estimasi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembakaran kalori saat berlari. Beberapa di antaranya yaitu berat badan, durasi, dan identitas lari.

    Agar dapat mengestimasikan dengan tepat, detikers dapat menggunakan beberapa aplikasi kalkulator kalori seperti runbundle. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk dapat menghitung jumlah kalori yang terbakar dengan menginput beberapa data seperti berat badan, jarak, durasi lari, hingga tingkat elevasi medan lari.

    Women running in to the shadowKalori yang terbakar saat olahraga lari punya rumus penghitungan. Foto: Getty Images/Primoz_Korosec

    Selain menggunakan aplikasi, detikers juga bisa menghitung kalori yang terbakar menggunakan rumus sederhana. Rumus ini digunakan dalam dunia olahraga untuk mengestimasi energy expenditure. Rumusnya sebagai berikut.

    Calories = (Time x MET x 3.5 x Weight) / 200

    Rumus ini memiliki keterangan dimana time merupakan waktu atau durasi berlari, weight (berat badan), 3.5 (konstanta angka konsumsi oksigen) dengan satuan ml/kg/min, 200 (faktor konversi kalori), dan MET (Metabolic Equivalent of Task), yaitu angka pada intensitas lari.

    Demikianlah pembahasan terkait perhitungan berapa kalori terbakar saat lari 30 menit. detikers dapat memilih untuk menggunakan aplikasi atau rumus sederhana. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Kenapa Knalpot Mobil Keluar Asap Putih? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Knalpot yang mengeluarkan asap putih bisa jadi tanda adanya masalah pada kendaraan. Pada mobil, ini bisa jadi tanda kalau sistem pembakaran.

    Oleh sebab itu, sebagai pengguna mobil kita perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasi knalpot mobil yang keluar asap putih. Berikut ulasannya.

    Penyebab

    Dikutip dari laman resmi Suzuki Indonesia, berikut merupakan penyebab mesin mobil keluar asap putih secara umum:


    • Kebocoran pada air pendingin.
    • Kebocoran oli menuju kompartemen pembakaran.
    • Kondensasi gas buang.
    • Terjadi Kerusakan pada sistem Polyvinyl Chloride (PVC).
    • Ada sisa air yang tertinggal di saluran knalpot.
    • Keausan pada sel katup.
    • Keausan pada ring piston dan silinder blok.

    Penting untuk diketahui, keluarnya asap putih normal bisa terjadi pada kondisi tertentu. Contohnya, saat saat suhu udara dingin (knalpot mengeluarkan uap air yang terlihat sebagai asap putih).

    Ini adalah kondisi normal dan biasanya tidak menunjukkan masalah serius. Pastikan kendaraan sudah cukup dipanaskan, dan perhatikan apakah asap putih tetap keluar saat mesin sudah mencapai suhu kerja normal.

    Cara Mengatasi Knalpot Mobil Keluar Asap Putih

    Dikutip dari situs Astra International, berikut merupakan cara mengatasi knalpot berasap pada mobil:

    1. Cek Oli Mesin

    Knalpot yang mengeluarkan asap putih bisa jadi tanda adanya masalah pada sistem pembakaran maupun kebocoran cairan pendingin ke dalam ruang bakar.

    Oleh sebab itu, cara mengatasinya adalah dengan memeriksa oli mesin.
    Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada tanda-tanda pencampuran dengan air. Jika ada, segeralah bawa mobil ke bengkel agar diperiksa lebih lanjut.

    2. Periksa Niveau Cairan Pendingin

    Keluarnya asap termasuk dari indikasi kebocoran cairan pendingin ke dalam ruang bakar. Cek niveau cairan pendingin, untuk memastikan tidak ada penurunan yang signifikan sekaligus mencegah overheating mesin.

    3. Periksa Piston dan Cylinder Head

    Asap putih knalpot secara berlebihan dengan bau manis, bisa jadi tanda adanya masalah pada piston atau cylinder head. Lakukanlah pengecekan ini oleh teknisi profesional. Tujuannya untuk menentukan sumber masalah dan perbaikan yang sesuai.

    4. Cek Katalis Konverter

    Katalis konverter berperan dalam mengurangi emisi gas buang. Keluarnya asap putih kemungkinan jadi tanda adanya kerusakan pada katalis konverter.

    Periksalah untuk melihat apakah ada bahan bakar yang terbakar secara tidak sempurna atau kerak di katalis konverter. Adanya kerusakan, menjadi alasan untuk penggantian katalis konverter.

    5. Lakukan Perawatan Rutin

    Perawatan rutin sangat disarankan. Hal ini termasuk dalam penggantian cairan pendingin, oli mesin, dan pemeriksaan berkala sesuai dengan jadwal. Cara ini akan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

    6. Jangan Abaikan Warna Asap Kendaraan

    Apabila asap putih di knalpot terus menerus keluar dengan bau yang aneh atau warna mencurigakan, sebaiknya konsultasikan dengan bengkel dan mekanik terpercaya. Pasalnya, warna dan bau asap knalpot bisa jadi salah satu tanda dari adanya masalah spesifik pada mesin mobil

    Jika kamu tidak yakin tentang penyebab asap putih pada knalpot, lebih baik berkonsultasi dengan mekanik profesional.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini 5 Dampak Menggunakan Oli Palsu, Mesin Mobil Bisa Jebol!


    Jakarta

    Mengganti oli mesin wajib dilakukan secara berkala. Beberapa pengendara memilih mengganti oli di bengkel resmi, namun sebagian lebih memilih di bengkel umum.

    Nah, detikers perlu hati-hati ketika ingin mengganti oli mesin. Sebab, ada beberapa oknum bengkel nakal yang menjual oli palsu kepada konsumen.

    Penggunaan oli palsu sangat berbahaya bagi kesehatan mobil, terutama pada komponen mesin. Hal tersebut akan mempengaruhi performa mobil ketika berkendara di jalan.


    Lantas, apa saja dampak yang ditimbulkan dari oli palsu? Berikut penjelasannya.

    Dampak Menggunakan Oli Palsu

    Ada sejumlah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan oli palsu untuk mesin mobil. Dilansir laman Suzuki, berikut sejumlah dampaknya:

    1. Tarikan Mesin Terasa Berat

    Dampak yang paling mudah dirasakan adalah tarikan mesin terasa lebih berat. Hal ini terjadi karena oli palsu menghasilkan endapan kotoran yang membuat komponen di dalam mesin, seperti piston, klep, dan lain sebagainya tidak bisa berfungsi secara optimal.

    2. Mesin Cepat Panas

    Oli palsu tentunya tidak bekerja secara optimal dibandingkan oli asli bawaan pabrikan. Dalam jangka panjang, penggunaan oli palsu menyebabkan mesin jadi cepat panas (overheat).

    Kondisi itu disebabkan karena oli palsu tidak mampu memberikan pelumasan yang maksimal di mesin. Alhasil, terjadi gesekan antara komponen hingga menimbulkan panas yang berlebihan pada mesin.

    3. Mesin Mobil Sulit Dihidupkan

    Dampak selanjutnya adalah mesin mobil jadi sulit untuk dihidupkan. Umumnya, kondisi ini terjadi ketika kamu ingin memanaskan mobil di pagi hari sebelum beraktivitas.

    Selain sulit dihidupkan, suara dari mesin juga terdengar kasar. Kalau dibiarkan secara terus-menerus, bukan tak mungkin mesin mobil mengalami kerusakan parah.

    4. Mesin Jebol

    Penggunaan oli yang asli akan membuat usia mesin lebih panjang dan performanya tetap stabil. Lain halnya jika menggunakan oli palsu, hal ini menyebabkan umur mesin jadi pendek karena sering mengalami kerusakan.

    Dalam jangka panjang, penggunaan oli palsu bisa menyebabkan mesin jebol. Soalnya, oli palsu tidak mampu untuk melumasi berbagai komponen di dalam mesin.

    5. Terdapat Endapan Lumpur di Dalam Mesin

    Ketika mesin sudah jebol, biasanya terdapat endapan lumpur atau gumpalan oli yang tebal di dalam rongga mesin. Kondisi ini disebut sebagai oil sludge.

    Oil sludge disebabkan oleh kotoran hasil oksidasi yang terbentuk karena adanya endapan, sisa pembakaran, atau kerak oli yang bercampur dengan pelumas baru. Sisa pembakaran tersebut akan menggumpal dan menempel di permukaan komponen mesin.

    Adanya oil sludge di dalam mesin dapat menyumbat saluran oli mesin yang kecil, sehingga mesin tidak dapat bekerja secara optimal. Maka dari itu, dampaknya bisa membuat komponen mesin cepat rusak hingga berpotensi jebol.

    Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu

    Sebagian dari detikers mungkin ada yang kesulitan dalam membedakan oli asli dan palsu. Sebenarnya, cara membedakan kedua oli tersebut cukup mudah jika kamu teliti.

    Dilansir situs Auto2000, berikut cara membedakan oli asli dan palsu:

    1. Cek nomor produksi di botol oli, jika yang tertera di tutup dan botol kemasan berbeda, ada indikasi oli tersebut palsu.
    2. Cek segel kemasan di botol oli, pastikan masih tersegel dengan baik.
    3. Lihat label dan hologram di botol oli, jika cetakan labelnya punya kualitas rendah maka dicurigai oli tersebut palsu.
    4. Lihat warna olinya, jika kuning cerah tandanya oli tersebut asli dan masih baru. Kalau warna oli cenderung cokelat kehitaman, ada indikasi oli tersebut palsu.

    Itu dia dampak menggunakan oli palsu pada mesin mobil. Jadi, tetap waspada saat membeli oli agar tidak mendapatkan oli palsu.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Tips Menyimpan Motor yang Jarang Digunakan agar Tidak Rusak


    Jakarta

    Motor yang jarang digunakan juga perlu perhatian khusus, agar kondisinya tetap prima saat dibutuhkan. Tanpa perawatan yang tepat, motor bisa terkena masalah.

    Mulai dari berkarat, performa mesin yang turun, hingga aki yang lemah. Oleh sebab itu, ketahui tips penyimpanan yang tepat agar menjaga motor tetap awet dan siap digunakan kapan saja.

    Cara Merawat dan Menyimpan Motor yang Jarang Digunakan

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah cara yang tepat untuk menyimpan sepeda motor jika tidak digunakan dalam waktu yang lama:


    1. Membersihkan Motor

    Dikutip dari Twisted Throttle, sebelum menyimpannya, bersihkanlah motor secara menyeluruh. Cuci motor dan keringkan sepenuhnya, agar semua kelembapan dari permukaan hilang.

    Jangan biarkan bercak air atau kotoran serangga menempel pada cat motor, karena merusak lapisan cat. Tambahkanlah lapisan lilin, yang nantinya berfungsi sebagai penghalang terhadap kelembapan dan karat.

    Pemilik motor juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghambat korosi. Ini berfungsi untuk membantu melindungi permukaan plastik motor, serat karbon, logam, karet, dan anodisasi dari oksidasi maupun korosi (kehancuran material akibat reaksi kimia yang ada di sekitarnya).

    2. Merawat Aki

    Aki adalah bagian vital dari sepeda motor yang yang penting dan mahal. Perawatan dan penyimpanan yang tepat akan membantu kita mendapatkan masa pakai yang paling lama.

    Periksalah level cairan baterai. Pasalnya, asam baterai yang rendah menyebabkan sulfasi yang mengakibatkan hubungan arus pendek di antara pelat internal.

    Meskipun level cairan baterai tak bisa disesuaikan karena tertutup rapat, namun ia tetap memerlukan perawatan di luar musim. Pengisian daya secara berkala dan penyimpanan di tempat hangat akan memberikan masa pakai baterai yang lebih lama.

    3. Melumasi Rantai Sepeda Motor

    Dikutip dari situs Prime Storage, selain membersihkan, kita juga perlu melumasi rantai sepeda motor sebelum menyimpannya.

    Sebelum melumasi dan memolesnya, pertimbangkan untuk memanaskan rantai (sekitar lima mil perjalanan). Hal tersebut memungkinkan pelumas larut lebih cepat untuk masuk ke rantai O-Ring (pelumasan maksimal).

    Namun, lebih baik juga untuk selalu merujuk ke buku petunjuk kepemilikan motor sebelum melakukan perawatan.

    4. Ganti Oli Mesin

    Sebagian pengendara mungkin tidak menyadari, kalau oli motor di mesin juga membantu sistem penyaringan. Oli menahan partikel-partikel kecil dalam suspensi sampai mencapai filter.

    Dalam hal ini, sebagian besar dari partikel-partikel itu akan terperangkap dan dikeluarkan dari sirkulasi. Karbon merupakan salah satu endapan utama yang berakhir tersuspensi dalam oli motor.

    Setiap kali silinder dinyalakan, karbon yang berasal dari ruang pembakaran, akan didorong melewati ring piston. Saat sepeda motor disimpan dengan oli motor bekas, karbon akan perlahan terpisah lalu naik ke permukaan.

    Endapan tersebut sangat korosif, yang juga bisa menyebabkan goresan pada permukaan logam, seperti bantalan transmisi dan roda gigi.

    Maka dari itu, oli mesin dan filter perlu diganti sebelum disimpan. Tujuannya untuk membuang oli kotor dan endapan karbon berbahaya yang tersuspensi di dalamnya.

    5. Pakai Penutup Motor yang Berkualitas

    Pilihlan penutup motor yang berkualitas, untuk melindungi sepeda motor dari debu, kelembapan, goresan, kotoran dan perubahan suhu.

    Penutup motor berguna dalam mencegah masuknya kelembapan, hal ini akan membantu menghindari dari korosi atau karat. Selain itu, penutup motor yang pas juga memberikan perlindungan di dalam dan luar ruangan.

    Saat sepeda motor disimpan di dalam ruangan, penutup akan melindungi cat dan bodi sepeda motor dari debu abrasif, ataupun benturan kecil.

    6. Memperhatikan Ban

    Ban itu berpori dan akan kehilangan udara ketika disimpan dalam waktu lama. Jika dibiarkan terbebani di satu posisi untuk jangka waktu yang lama, ban akan kempes dan membentuk titik kempes permanen.

    Pemilik motor juga bisa pertimbangkan untuk sedikit memompa ban dan memindahkan motor dari waktu ke waktu. Hal ini bertujuan agar ban tidak berada di posisi yang sama selama berbulan-bulan.

    Cara Menghindari Kerusakan saat Sepeda Motor Tidak Digunakan

    Berikut adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika menyimpan sepeda motor yang jarang digunakan:

    • Jangan menguras tangki, karena tangki yang kosong rentan terhadap korosi serta segel yang mengering.
    • Jangan melepaskan aki motor.
    • Jangan menyimpan sepeda yang dalam keadaan kotor.
    • Jangan mengisi ban motor hingga terlalu penuh.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Ciri-ciri Filter Oli Motor Matik Harus Diganti, Jangan Diabaikan!


    Jakarta

    Filter oli adalah tabung/ atau cartridge yang dilalui oli mesin guna menyaring kontaminan dan partikel keausan.

    Tapi seiring waktu, filter oli bisa mengalami penumpukan kotoran sehingga berisiko kehilangan efektivitasnya. Oleh karena itu, penting untuk tahu ciri-ciri filter oli motor matik yang harus diganti.

    Ciri-ciri Filter Oli Motor Matik Harus Diganti

    Dilansir Auto Zone, berikut adalah tanda-tanda perlu ganti filter oli motor matic:


    Tekanan oli menurun bisa disebabkan oleh penyumbatan di filter oli. Tekanan oli rendah bisa berakibat buruk bagi umur mesin.

    Lampu pada dasbor atau pengukur bisa menyala/berkedip ketika mesin dalam keadaan diam.

    2. Ketika Oli Mesin Terlihat Terlalu Gelap atau Kental

    Setiap bulan ketika pengendara memeriksa level dan kondisi oli mesin, oli akan tampak kecokelatan dan terasa halus di antara jari-jari.

    Indikasi adanya kontaminan dalam oli yang tidak tersaring dengan baik bisa dilihat dari oli yang terasa berpasir dan warnanya tampak hitam. Hal ini bisa membuat kontaminan dalam oli yang tidak tersaring dengan baik.

    Tanda tersebut merupakan salah satu tanda filter oli harus diganti sekaligus oli juga harus diganti.

    3. Mesin Terlalu Panas

    Oli mesin bisa berperan hingga 40% dalam pendinginan mesin. Namun, oli harus mengalir dengan baik melalui mesin ke pendingin oli, dan melalui filter.

    Kalau filter oli penuh dengan kontaminan, oli tidak akan bersirkulasi dengan baik sebagaimana mestinya. Hal ini mungkin membuat suhu akan mulai naik.

    Apabila suhu mencapai zona merah atau membuat lampu peringatan menyala, ini adalah ciri kalau oli tidak bersirkulasi cukup baik untuk menyebarkan panas.

    4. Asap Knalpot Kotor

    Filter oli yang tersumbat bisa membuat fluktuasi tekanan di dalam mesin. Selain itu, sejumlah kecil oli juga bisa masuk melewati ring piston dan ke dalam ruang pembakaran.

    Ketika terbakar, oli akan menghasilkan kotoran yang seperti berwarna hitam atau cokelat saat keluar dari knalpot.

    5. Adanya Kebocoran

    Tanda-tanda filter oli motor matic perlu diganti selanjutnya adalah saat filter oli bocor. Kalau pengendara melihat tetesan di bawah motor, bisa melacaknya hingga ke adaptor filter oli.

    Seringnya, gejala kebocoran filter oli berarti filter tidak menutup rapat flensa. Filter mungkin kendur, segelnya rusak, atau mungkin badan filter oli terbentur, serta bocor.

    6. Lampu Perawatan (Maintenance Light) Menyala

    Di era modern sekarang, sudah banyak kendaraan yang dilengkapi dengan monitor masa pakai oli atau sistem pengingat perawatan yang bisa memberitahu kapan oli harus diganti berikutnya.

    Nah, seringkali pengendara bisa menggunakan sistem ini sebagai pengingat untuk mengganti filter oli.

    7. Efisiensi Bahan Bakar yang Buruk

    Kurangnya pelumasan bisa membuat peningkatan resistansi di dalam mesin. Untuk membuatnya terus berputar sebagaimana mestinya, mesin membutuhkan lebih banyak energi.

    8. Penurunan Kinerja Mesin

    Resistansi lebih tinggi membuat tingkat kinerja yang lebih rendah bisa dideteksi. Pada mesin, hal ini utamanya berlaku untuk turbocharger dan supercharger.

    Kalau kendaraan kekurangan oli, turbocharger dan supercharger bisa rusak atau keausan. Tentunya hal tersebut akan mengurangi kinerja mesin.

    Apa Akibatnya jika Filter Oli Tidak Diganti?

    Akibat jika filter oli tidak diganti adalah bisa membuat media di dalam filter menjadi jenuh, yang pada akhirnya filter akan berhenti berfungsi.

    Selain itu, bahan kimia dan kotoran yang tersisa dari pembakaran juga bisa menumpuk di dalam oli.

    Menurut situs iMotorbike, bahkan disarankan kalau setiap kali mengganti oli juga harus mengganti filter oli. Tujuannya agar tidak mengontaminasi oli baru yang akan dimasukkan ke dalam mesin.

    Filter oli berperan dalam menjaga oli mesin tetap bersih, sehingga bisa mengurangi hambatan antara komponen yang bergerak.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Tanda Busi Kendaraan Perlu Diganti



    Jakarta

    Busi merupakan komponen vital pada kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. Busi berfungsi sebagai pemantik api yang memicu terjadinya pembakaran di ruang mesin. Oleh sebab itu, komponen busi perlu diperhatikan kondisinya. Ini tanda-tanda busi harus diganti.

    Seperti disampaikan Product Manager Denso Sales Indonesia (DSIA) Ivana Stella, setidaknya ada empat ciri busi kendaraan bermotor harus diganti. Ciri pertama yakni terjadinya penurunan kinerja mesin.

    “Misalnya mesin sulit atau tidak langsung menyala saat dihidupkan, kemudian adanya getaran yang berlebihan dalam keadaan diam (langsam) dan gas terasa berat ketika diinjak,” ungkap Ivana dalam keterangan resminya.


    Tanda-tanda selanjutnya adalah konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Busi yang aus dapat mengakibatkan peningkatan konsumsi bahan bakar dan mengurangi efisiensi kendaraan.

    Selain itu, perhatikan warna asap kendaraan yang tak normal. Kendaraan yang mengeluarkan asap berwarna hitam atau abu-abu gelap dapat mengindikasi pembakaran tak sempurna akibat busi yang tidak berfungsi dengan baik.

    “Performa busi dapat terlihat dari perubahan warna busi, warna busi yang gelap disebabkan oleh proses pembakaran pada ruangan bahan bakar yang kurang sempurna, jadi asap mobil berwarna hitam sedangkan warna busi kemerahan atau kekuningan menandakan bahwa mesin mobil Anda sering melakukan pemanasan secara berlebihan,” kata Ivana lagi.

    Tanda keempat busi tak sehat lagi adalah, suara mesin ‘brebet’ ketika dilakukan akselerasi. Menurut Ivana, perubahan kecepatan mesin akan membuat rpm naik, sehingga mempercepat kerja mesin dan busi harus bekerja dengan lebih cepat pula. Performa busi yang tidak optimal akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna ketika sedang berakselerasi.

    Jika busi sudah perlu diganti, salah satu opsi yang disarankan adalah busi jenis iridium. Menurut Assistant General Manager DSIA Reinard Winardi, busi iridium mempunyai beberapa keunggulan.

    “Antara lain pembakaran sempurna yang menghasilkan elektroda pusat dengan ketebalan hanya 0,4 mm. Semakin tipis elektroda, maka pembakaran semakin sempurna,” tuturnya.

    “Selain itu, busi iridium juga menghasilkan pengapian lebih baik dengan desain U-Groove. Busi iridium juga bisa menghasilkan pembakaran yang lebih efisien juga memiliki ketahanan terhadap karbonisasi,” ungkap Reinard.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com