Tag: pemerintah provinsi jawa barat

  • 7 Jenis Beasiswa JFLS Untuk Lulusan SMA, Kuliah Gratis Sampai Lulus Euy!



    Jakarta

    Beasiswa Jabar Future Leader Scholarship (JFLS) 2024 kembali dibuka hingga 20 Juli mendatang. Beasiswa ini membuka tujuh jenis beasiswa untuk lulusan SMA. Apa saja?

    JFLS merupakan beasiswa yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi warga Jawa Barat. Penerima beasiswa akan mendapat bantuan biaya pendidikan serta tunjangan hidup.

    Beasiswa ini membuka kesempatan bagi jenjang D4, S1, S2, hingga S3. JFLS juga menyediakan beasiswa percepatan pendidikan tinggi atau fastrack D3/D4/S1 hanya dalam waktu 1 tahun.


    Lulusan SMA bisa mendaftarkan diri pada tujuh jenis beasiswa. Sebelum itu, yuk simak syarat umumnya.

    Syarat Umum Beasiswa JFLS 2024

    Melansir dari laman resminya, Beasiswa JFLS 2024 hanya mensyaratkan dua syarat umum, yakni:

    1. Warga Jawa Barat dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    2. Berusia maksimal 25 tahun bagi pendaftar jenjang D3 dan D4/S1

    Selain syarat di atas, setiap jenis beasiswa juga mewajibkan prasyarat khusus. Penasaran? Simak di bawah ini.

    7 Jenis Beasiswa JFLS untuk Lulusan SMA

    1. Beasiswa Pendidikan D4/S1 Penuh (4 Tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat.
    • Berstatus sebagai mahasiswa baru di 13 Perguruan Tinggi Akreditasi A di Jawa Barat dan 4 Perguruan Tinggi Akreditasi A luar Jawa Barat.
    • Memiliki nilai rata-rata minimal Ujian Sekolah 80 skala 100 atau 8.0 skala 10.0.
    • Tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota dan sejenisnya diperbolehkan).

    2. Beasiswa Pendidikan D4/S1 (4 Tahun) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat.
    • Berstatus sebagai mahasiswa baru di Perguruan Tinggi PSDKU yang dituju (khusus untuk IPB Sukabumi, ITB Cirebon dan UNPAD Pangandaran) dibuktikan dengan surat keterangan diterima dari Perguruan Tinggi tersebut.
    • Memiliki nilai rata-rata minimal Ujian Sekolah 80 skala 100 atau 8.0 skala 10.0.
    • Tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota dan sejenisnya diperbolehkan).

    3. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Prestasi Keagamaan (1 tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata-rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0.
    • Memiliki nilai IPK minimal 3.0 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.
    • Memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz (Bagi yang beragama Islam).

    4. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Prestasi Olahraga (1 tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata – rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0.
    • Memiliki nilai IPK minimal 2.5 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.
    • Memiliki prestasi di bidang olahraga minimal setingkat nasional dalam tiga tahun terakhir.

    5. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Prestasi Seni dan Budaya (1 Tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata – rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0.
    • Memiliki nilai IPK minimal 2.5 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.
    • Memiliki prestasi di bidang seni dan budaya minimal setingkat nasional dalam tiga tahun terakhir.

    6. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Prestasi Aktivis (1 tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata – rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0.
    • Memiliki nilai IPK minimal 2.75 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.
    • Aktif di bidang keorganisasian baik di tingkat sekolah maupun luar sekolah (organisasi kemasyarakatan) dalam tiga tahun terakhir.

    7. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Percepatan Akses Pendidikan Tinggi (1 tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata – rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0 bagi mahasiswa baru.
    • Memiliki nilai IPK minimal 3.0 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.

    Demikian tujuh jenis Beasiswa JFLS untuk lulusan SMA. Buruan daftar di https://beasiswa-jfl.jabarprov.go.id/

    (nir/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Pelajaran Penting dari Macet Horor di Puncak


    Jakarta

    Libur panjang akhir pekan kemarin membuat kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, macet total. Macet horor ini terjadi lantaran melonjaknya jumlah kendaraan yang melintas di kawasan Puncak, Bogor.

    Menurut Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kemacetan parah yang terjadi di Puncak, Bogor, akhir pekan kemarin murni karena kapasitas berlebih di kawasan tersebut. Mulai dari jalan raya sampai akses wisata tak bisa menampung banyaknya kendaraan yang datang.

    Satlantas Polres Bogor mencatat sebanyak 150 ribu kendaraan melintas di jalur wisata Puncak dalam satu hari. Padahal seharusnya kapasitasnya hanya 70 ribu kendaraan.


    “Kemacetan di Bogor, murni karena over kapasitas, pengaturan lalu lintas yang dilakukan tiap masa liburan belum berjalan efektif karena pergerakan sudah macet, saling mengunci,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman seperti dikutip Antara.

    Tak cuma itu, akses jalan alternatif menuju kawasan Puncak Bogor banyak yang kecil yang biasanya digunakan pengendara sepeda motor. Hal itu menyulitkan petugas dalam menerapkan sistem buka tutup jalan.

    “Banyaknya jalan alternatif menuju atau dari puncak juga menyulitkan pengaturan tutup buka lalu lintas, khususnya mengatur pergerakan roda dua,” katanya.

    Menurut Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Pemotor yang tak sabaran membuat kondisi kemacetan kian parah. Bukannya mengantre saat macet, pemotor justru banyak nekat melawan arah sehingga membuat kendaraan lainnya jadi terhambat.

    “Iya, motor pada melambung melawan arah sehingga lalu lintas terkunci,” lanjutnya lagi.

    Dari macet parah di Puncak akhir pekan kemarin, ada pelajaran penting agar peristiwa ini tidak terjadi lagi dan pengendara tidak terjebak macet berjam-jam. Menurut Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), agar tidak terjebak macet seharusnya pengendara melakukan manajemen perjalanan sebelum berangkat.

    “Jika akan menuju satu destinasi, biasakan dulu melihat map. Rutenya, alternatifnya, tipe jalannya dan waktunya. Jika terjadi kemacetan, ada jalan keluar yang bisa diambil,” kata Sony kepada detikOto, Selasa (17/9/2024).

    Sony telah melakukan hal yang sama akhir pekan kemarin. Dia bepergian dengan konvoi empat mobil, tapi tidak sampai memakan waktu belasan jam karena macet. Kuncinya ada di manajemen perjalanan.

    “Pergi dan pulang tidak melewati rute Puncak 1, tapi lewat jalan alternatif. Masing-masing perjalanan kami tempuh 2,5 jam (Cibubur-Cimacan). Jadi penting sekali mengatur perjalanan,” ungkapnya.

    Akumulasi Semrawutnya Lalu Lintas

    Menurut Sony, kemacetan horor di Puncak kemarin merupakan akumulasi dari semrawutnya lalu lintas. Setidaknya ada empat penyebab, yang mungkin sulit dihindari.

    “Pertama stop and go. Nggak mungkin selaras kecepatan antarkendaraan yang satu dengan yang lain saat stop n go di jalan. Jika jumlahnya berpuluh-puluh maka kemungkinan mengularnya akan panjang,” ucapnya.

    Kedua banyaknya mobil keluar-masuk parkir. Berderetnya spot-spot berhenti membuat kendaraan keluar-masuk dan itu membutuhkan waktu minimal 3-5 menit menyetop arus lalu lintas.

    “Ketiga Pak Ogah. Keberadaan mereka sering kali menyebabkan kemacetan karena tidak dibekali pengetahuan lalu lintas yang cukup dan sering kali menomorsatukan pengendara yang membayar,” sambungnya.

    Terakhir banyaknya motor yang menyerobot jalur berlawanan. Menurut Sony, pemotor banyak yang tidak peka terhadap kondisi ini.

    “Jalur kosong yang ada di sebelah kanannya bukan haknya untuk dilintasi, karena jika itu dilakukan maka akan menyebabkan bottleneck,” bebernya.

    “Hanya anak-anak kecil yang hrs selalu diatur biar tertib. Karena seribu petugas atau rekayasa yang beragam sekalipun akan kewalahan untuk mengurai kemacetan ini jika tidak dibarengi dengan kesadaran pengendara dalam tertib berlalu lintas,” pungkas Sony.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Spot Sunrise Terindah Dekat Jakarta untuk Weekend Adventure



    Jakarta

    Tren berburu sunrise menjadi aktivitas menarik di tempat wisata. Traveler yang mau mencari sunrise sambil jalan-jalan, bisa baca artikel ini.

    Apakah ada tempat berburu sunrise untuk area Jabodetabek? Mungkin pertanyaan ini pernah terlintas di pikiran traveler. Jawabannya, ada. Spot berburu sunrise terbaik ada di gunung dan pantai.

    Merangkum dari berbagai sumber, detikTravel memilih 5 tempat wisata berburu sunrise yang bisa dilakukan saat akhir pekan. Tak perlu ke luar kota, tempat wisata ini berada di sekitar Jakarta.


    1. Pantai Mekar

    Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. Warga berwisata dan bersantai di kawasan yang sejuk ini.Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. Warga berwisata dan bersantai di kawasan yang sejuk ini. Foto: Agung Pambudhy

    Tak banyak yang tahu bahwa Bekasi punya pantai. Inilah Pantai Mekar yang terletak di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Pada tahun 2022, pemerintah provinsi Jawa Barat melakukan penataan kawasan wisata guna mempercantik area tersebut.

    Punya wisata mangrove, wisatawan bisa menikmati keindahan sunrise di sepanjang pantai ini. Anti-mainstream dan masih underrated, Pantai Mekar Bekasi bisa jadi salah satu tempat wisata adventure di akhir pekan.

    2. Pantai Tanjung Pasir

    Sunrise di Pantai Tanjung PasirSunrise di Pantai Tanjung Pasir Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’treaveler)

    Pantai Tanjung Pasir termasuk kawasan pantai yang ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Pantainya yang luas memiliki pasir berwarna kecokelatan yang halus. Dari bibir pantai, pemandangan barisan pulau kecil di Kepulauan Seribu pun bisa terlihat.

    Di Pantai Tanjung Pasir, pengunjung bisa berenang atau sekadar bermain air di tepian pantai. Meski ombaknya cukup tenang, sebaiknya tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut untuk tetap memperhatikan keselamatan.

    Pantai ini identik dengan sunrise yang indah. Jika mengunjungi pantai ini, kamu tidak boleh melewatkan sunrise yang dramatis.

    3. Gunung Pancar

    Kawasan yang terkenal dengan hutan pinusnya ini terletak di Desa Karang Tengah, Bogor. Kawasan ini bersebelahan dengan sentul city.Gunung Pancar Foto: Al Fanny Panestika

    Selain pemandangan gunung, wisatawan akan disuguhkan dengan keindahan hutan pinus. Tempat wisata ini berlokasi di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan jam operasional dari Senin-Minggu. Jam bukanya full 24 jam sehingga cocok untuk dijadikan tempat berkemah.

    4. Bukit Alesano

    bukit alesanoBukit Alesano Foto: Bacalagers Media/d’travelers

    Masih di area Bogor, Bukit Alesano bisa menjadi tempat berburu sunrise bagi kamu yang suka kemping. Berlokasi di Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, tiket masuk ke tempat wisata ini Rp 10.000 per orangnya. Jika ingin kemping, kamu akan dikenakan biaya tambahan Rp 15.000 per orang.

    Buka 24 jam mulai dari Senin-Minggu, wisatawan bisa datang ke sini untuk melihat sunrise maupun sunset.

    5. Tebing Koja

    Tebing Koja saat sunriseTebing Koja saat sunrise Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’traveler)

    Tebing Koja atau Kandang Godzilla berlokasi Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Sekitar lima kilometer dari Stasiun Commuterline Cikoya melalui area perumahan warga, persawahan, dan jalan di perkampungan.

    Sekali masuk, wisatawan dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Sudah viral di media sosial bahwa tempat ini adalah spot foto sunrise terindah Tangerang. Bagaimana tidak, area bekas pertambangan ini memiliki area yang dikelilingi oleh tebing, perbukitan dan danau. Sangat cocok untuk pesepeda atau wisatawan yang ingin treking.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com