Tag: pemilihan nama

  • Paula Verhoeven Bisnis Fashion, Perkenalkan Brand Hijab dan Modest Minimalis

    Jakarta

    Model dan selebriti Paula Verhoeven merambah bisnis di industri fashion dengan membuat clothing line yang diberi nama Amapola. Brand milik Paula menyuguhkan koleksi busana ready-to-wear dengan desain yang timeless dan elegan.

    Koleksi Amapola disebut Paula memiliki ciri khas detail versatile, chic dengan twist yang memberikan sentuhan unik pada setiap desain. Amapola menggunakan warna earth tone dengan gaya kasual yang melekat pada diri wanita yang tengah proses cerai dengan Baim Wong itu.


    Ibu dari Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong ini mulai menggunakan hijab sesudah menunaikan umrah saat Ramadan Maret 2024. Sejak saat itu, penampilannya semakin mencuri atensi. Tak sedikit hijabers yang meniru gaya hijab Paula yang simpel.

    Menanggapi respon positif dari masyarakat tentang gayanya, Paula menciptakan Amapola. Dia ingin memenuhi beragam kebutuhan wanita, agar tampil stylish untuk dipakai sehari-hari.

    Paula Verhoeven memperkenalkan brand hijab dan modest fashion, Amapola di D'Gallerie (6/2/2025).Paula Verhoeven memperkenalkan brand hijab dan modest fashion, Amapola di D’Gallerie. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    “Aku bikin brand modest fashion karena sekarng aku berhijab dan kenapa modest? Karena orang yang tidak berhijab juga bisa pakai,” Ungkap Paula Verhoeven ketika ditemui Wolipop di D’Gallerie, Barito, Jakarta Selatan.

    Berdasarkan pengalamannya yang sulit menemukan ukuran baju yang sesuai, Paula Verhoeven juga menyediakan koleksi modest khusus wanita yang mempunyai tinggi badan sekitar 170 cm.

    “Slogan Amapola itu Simplicity with a Twist. Jadi aku setiap koleksi mempunyai twistnya masing-masing. Ada juga Pola Size karena pengalaman aku sudah mencari badan se-aku, aku membuat khusus untuk yang tinggi badan sekitar 170 cm,” jelasnya.

    Paula Verhoeven memperkenalkan brand hijab dan modest fashion, Amapola di D'Gallerie (6/2/2025).Paula Verhoeven memperkenalkan brand hijab dan modest fashion, Amapola di D’Gallerie (6/2/2025). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Amapola mengeluarkan koleksi pertama bertajuk Earth Series. Dalam acara private viewing ini, Paula menyajikan beragam koleksi yang cocok dipakai untuk sehari-hari, mulai dari blouse dan kemeja. Ada juga koleksi Hari Raya yang menggunakan perpaduan bahan lace, organza dengan detail bordir bunga.

    Paula juga menyediakan koleksi hijab bahan paris dengan beragam pilihan warna. Mulai dari warna monokrom, pastel hingga earth tone, hijab dilengkapi dengan detail logo Amapola pada ujungnya.

    Ia juga mengungkapkan pemilihan nama lini brand busananya Amapola tersebut sudah ia persiapan sejak tiga tahun terakhir belakangan.

    “Pemilihan nama sebenarnya sudah aku temukan jauh hari bahkan sebelum menikah. Persiapannya sekitar tiga tahun yang lalu seperti mengurus PT dan HAKI-nya dan baru terealisasi tahun ini,” kata Paula.

    Paula Verhoeven memperkenalkan brand hijab dan modest fashion, Amapola di D'Gallerie (6/2/2025).Paula Verhoeven memperkenalkan brand hijab dan modest fashion, Amapola di D’Gallerie (6/2/2025). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Paula juga menjelaskan arti nama Amapola sendiri merupakan bunga dan berasal dari bahasa Spanyol yang artinya red poppy.

    “Amapola itu melambangkan bunga yang salah satu elemen penting yang menambah keindahan di bumi, yang menggambarkan bahwa harapan baru untuk tetap hidup akan selalu ada, bahkan lebih baik dari yang sebelumnya, jika dirawat dengan baik. Dan artinya bisa artinya ‘Sama Paula’,” tuturnya.

    Paula yang pernah meraih juara pertama dalam ajang Elite Model Look pada 2003 itu menuturkan menyukai warna earth tone dan mengaplikasikan pada koleksinya.

    “Pemilihan materialnya aku kenyamanan adalah tujuan utama. Pemilihan hijabnya lembut dan mggak bikin budeg. Bajunya bahan linen, katun dan silk. Hijabnya juga ada dua series, Pola Series yang instan karena aku pemula dan nyaman dengan instan. Ada hijab dari bahan paris yang diberi nama Ama Series. Aku sudah tahu pemilihan bahannya untuk bebas bergerak dan tidak terlalu sulit. Aku juga sering custom,” jelasnya.

    Paula Verhoeven memperkenalkan brand hijab dan modest fashion, Amapola di D'Gallerie (6/2/2025).Paula Verhoeven memperkenalkan brand hijab dan modest fashion, Amapola di D’Gallerie. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Berkembangnya dunia bisnis fashion dan hijab di Tanah Air, Paula mengaku akan terus konsisten menghasilkan karya yang unik dan berbeda. “Alhamdulillah aku mendapatkan banyak dukungan dan akan positif saja karena Indonesia pasarnya luas. Yang membedakan Amapola ini kan simpel dan twist,” terangnya.

    Sederet selebriti hadir memberikan dukungan acara peluncuran brand terbaru Paula, seperti Ashanty, Aurelie Hermansyah, Tya Ariestya, Diera Bachir, Inara Rusli, hingga Tities Sapoetra.

    “Alhamdulillah bersyukur dan sudah sejauh ini proses yang aku lewati dan bisa mempunyai brand yang cita-cita aku dulu. Semoga bisa diterima masyarakat luas dan juga brand hijab. Kepengennya mimpinya yang besar dan harapannya kepengen go internasional,” pungkas Paula.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cerita di Balik Nama Unik Dusun Anjir di Kulon Progo



    Kulon Progo

    Nama Dusun Anjir di Kulon Progo memang unik. Kira-kira, apa cerita di balik dusun yang namanya identik dengan umpatan ala anak gaul Jaksel ini?

    Anjir menjadi nama sebuah dusun di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Nama yang unik ini ternyata bermula dari adanya pohon ikonik yang pernah tumbuh di dusun tersebut. Kepala Dusun Anjir, Saifudin, menceritakan awal mula dusun ini diberi nama Anjir.


    Saifudin mengatakan pemilihan nama Anjir bermula dari adanya pohon di pekarangan milik mantan pemangku dusun setempat yang bernama Bardi Wirodimejo.

    Pohon tersebut menarik perhatian masyarakat karena memiliki tinggi yang menjulang dan wujudnya mirip tongkat raksasa.

    “Kenapa Anjir gitu kan ya, lha ini dulu awalnya dari dukuh pertama bernama Mbah Bardi Wirodimejo, orangnya tinggi besar, kebetulan saya masih menangi beliau. Nah di depan rumah Mbah Bardi ini dulunya ada pohon, kita tidak tau namanya, pohon ini tinggi kaya semacam cagak antena gitu, karena tidak ada daunnya efek kemarau,” ucap Saifudin saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

    Saifudin mengatakan pohon tersebut mengingatkan warga dengan patok penyangga tanaman atau biasa disebut Ajir. Sebagai tambahan informasi, Ajir adalah alat yang terbuat dari batang bambu atau tongkat bilahan bambu yang berfungsi sebagai penyangga batang, tempat bersandar pohon atau merambatnya tanaman perdu.

    “Jadi Ajir itu cagak tanaman. Biasanya dipakai untuk tanaman seperti kacang panjang gitu,” terangnya.

    “Nah dari sinilah kemudian menjadi nama dusun ini. Semula penyebutannya masih Ajir, tapi karena lidah Jawa jadinya Anjir. Kemudian sekarang lebih dikenal Nganjir jadi ada tambahan ng, tapi untuk penulisan resminya tetap Anjir,” terangnya.

    Terkait siapa yang pertama kali mencetuskan nama tersebut, Saifudin mengaku kurang mengetahuinya. Dia menduga ini merupakan ide dari tokoh masyarakat di masa itu.

    “Kemungkinan pencetus nama itu dukuh pertama tadi, atau bisa juga tokoh-tokoh lain di masa itu,” ujarnya.

    Saifudin mengatakan belum ada arsip sejarah yang secara terang benderang menjelaskan kapan nama Anjir ini digunakan jadi nama dusun tersebut.

    Namun, dia memperkirakan nama dusun Anjir ini mulai ada pasca-pemekaran Kalurahan Hargorejo pada medio tahun 1947 silam.

    “Jadi dulu Hargorejo itu terdiri dari empat kelurahan, yaitu Penggung, Kriyan, Kokap Lama, dan Selo. Penggabungan empat Kalurahan jadi Hargorejo ini tahun 22 April 1947. Kemudian dulu itu ada Kalurahan Penggung, yang mencakup wilayah Anjir saat ini. Karena terjadi penggabungan tadi, sini masih tetep Penggung. Nah terus tahunya berapa saya belum ketemu itu terjadi pemekaran, dan Anjir berdirinya tanggal berapa tahun berapa belum ketemu, namun dimungkinkan berdirinya itu tahun 75-80 an,” ujarnya.

    Cara Menuju ke Dusun Anjir

    Dusun Anjir terletak di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. Dari pusat Kota Jogja jarak menuju ke dusun ini berkisar 40 km atau 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

    Anjir sendiri memiliki luas 150 hektar dan menjadi tempat tinggal bagi 690 warga. Mayoritas warga di sini bekerja sebagai pekebun dan petani.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com