Tag: pemilihan presiden

  • Cetak Rekor Baru di Tengah Pemilu AS, Harga Bitcoin Tembus $75.000


    Jakarta

    Bitcoin (BTC) kembali mencetak All Time High (ATH) di level $75.000 pada Rabu (6/11) di tengah proses penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Analisis memperkirakan tren kenaikan ini masih berpotensi berlanjut meskipun volatilitas tinggi di pasar kripto tetap perlu diwaspadai.

    Sebelumnya BTC bertengger di level $71.300 pada pagi hari pukul 08:00 WIB, dan mengalami kenaikan sebesar 4,80% dalam 24 jam terakhir. Selain BTC, Ethereum (ETH) juga mengalami peningkatan sebesar 3,00%, mencapai $2.500. Total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan naik 4,50% dan mencapai angka $2,322 triliun.

    Kenaikan harga aset kripto saat ini dipengaruhi oleh pemilu AS yang sedang berlangsung dan tengah dalam proses penghitungan suara popular vote, yang akan menentukan electoral college.


    Pada pukul 15.30 WIB, Donald Trump sementara unggul atas Kamala Harris dalam popular vote dan electoral college. Menurut Apnews, Trump telah memperoleh 267 dari 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk menang, dan unggul di negara bagian penting seperti Michigan dan Wisconsin yang hasilnya belum diumumkan.

    “Dari sisi teknikal, BTC baru saja mencetak harga tertinggi baru di angka $75.000, kami masih melihat potensi lanjut reli untuk mencetak rekor baru hingga $77.875,” ujar Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha dalam keterangan tertulis, Rabu (6/11/2024).

    Dukungan Trump terhadap BTC serta minat politisi pada aset digital memberikan sinyal positif bagi pasar kripto. Namun, regulasi yang diusung oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) diprediksi akan menentukan arah perkembangan kripto di masa depan, dengan SEC di bawah Gary Gensler kerap dinilai menerapkan aturan ketat terhadap industri ini.

    Panji juga mengingatkan para investor untuk tetap waspada terhadap fluktuasi harga BTC yang sedang tinggi saat ini. “Namun, perlu diperhatikan volatilitas BTC saat ini sedang tinggi, tetap antisipasi jika terjadi pembalikan arah yang diakibatkan oleh aksi profit taking dan sell on news,” tutup Panji.

    Berdasarkan data historis, harga BTC sering mengalami kenaikan menjelang dan sesudah pemilu AS. Seperti yang terjadi pada pemilu 2020 harga BTC naik sebesar 28,24% sebelum pemilihan dan melonjak hingga 42,06%. Dan pada pemilu 2016 kenaikan tercatat sebesar 14,99% sebelum dan 8,43% setelah pemilu.

    Sebagai platform investasi yang terus berinovasi, Ajaib Kripto berharap dapat memberikan edukasi dan akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia terhadap aset digital, terutama dalam menghadapi dinamika pasar kripto yang terus berkembang.

    Dengan peningkatan minat masyarakat pada kripto dan layanan investasi yang semakin mudah diakses, Ajaib Group berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya dalam perjalanan finansial para investor. Untuk informasi lebih lanjut, segera kunjungi website Ajaib Kripto.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Tembus Rp 1,25 M Usai Donald Trump Menang Pilpres AS


    Jakarta

    Harga Bitcoin menyentuh level US$ 80.000 atau Rp 1,25 miliar (kurs Rp 15.619) untuk pertama kalinya setelah Donald Trump mengalahkan Kamala Harris dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS).

    Harga Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi karena dukungan Donald Trump terhadap aset digital dan kemungkinan adanya anggota parlemen pro-kripto di Kongres.

    “Trump telah berjanji untuk menjadikan Amerika sebagai ‘ibu kota kripto dunia’ dan timnya dipenuhi dengan pendukung kripto yang kuat. Sifat pro-kripto dari tim, keluarga dan donaturnya meningkatkan kemungkinan Trump menepati janji kampanyenya kepada industri,” kata Kepala Penelitian di Galaxy Digital, Alex Thorn dikutip dari CNBC, Senin (11/11/2024).


    Mata uang Kripto tersebut terakhir kali naik 4,5% menjadi US$ 79.800,19 menurut Coin Metrics. Token yang lebih kecil seperti Cardano dan Dogecoin juga naik masing-masing 40% dan 17%.

    Donald Trump telah membuat pernyataan besar tentang Bitcoin, seperti mempertimbangkan gagasan cadangan Bitcoin nasional yang strategis dan berbicara tentang perlunya menjaga semua Bitcoin yang ditambang di AS.

    Hal itu membuat Ether dan mata uang kripto lainnya akan memperoleh lebih banyak keuntungan. Sejauh ini Bitcoin dan Ether masing-masing telah naik 18% dan 32% sejak hari pemilihan pilpres AS, di mana Coinbase naik 48% minggu lalu.

    “Dalam lingkungan ini, selama dua tahun ke depan kami perkirakan Bitcoin dan aset digital lainnya akan diperdagangkan jauh lebih tinggi dari rekor tertinggi saat ini,” ucap Thorn.

    Lihat juga Video: Donald Trump Menangi Pilpres AS 2024!

    [Gambas:Video 20detik]

    (aid/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Kembali Cetak Rekor!


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi mencapai US$ 91.589 atau Rp 1,449 miliar (kurs Rp 15.830), Sabtu (16/11). Rekor sebelumnya harga Bitcoin mencapai US$ 89.000.

    Menurut data dari Coin Market Cap, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak 4,22% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,03 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 1,63% menjadi US$ 3.106.

    Beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 9,53% ke harga US$0,887, Cardano (ADA) naik 23,84% ke US$ 0,7276, dan Solana (SOL) naik 5,26% ke US$ 219,41.


    Meme coin juga mengalami kenaikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 3,93% menjadi US$0,38 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar.

    Terakhir, harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi mencapai nilai US$ 89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024.

    (ada/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah, Tembus Rp 1,58 M


    Jakarta

    Harga aset digital Bitcoin kembali naik dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, sekitar US$ 99.800 atau Rp 1.584.325.000 per koin (kurs Rp 15.875/dolar AS) pada perdagangan Jumat (22/11) kemarin. Ini merupakan minggu ketiga harga aset kripto itu naik berturut-turut.

    Namun tak lama setelah menyentuh rekor tertinggi baru di atas US$ 99.800, harga Bitcoin kemudian kembali terkoreksi dan berada di kisaran US$ 99.383 atau Rp 1,57 miliar (Rp 1.577.705.125). Sehingga aset digital ternama ini tercatat hanya naik 1,33% dalam perdagangan kemarin.

    Melansir dari Reuters, Sabtu (23/11/2024), kenaikan harga Bitcoin terjadi usai Donald Trump memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden AS sekitar dua minggu yang lalu. Sebab ia merupakan salah satu sosok pro kripto.


    Belum lagi sejak terpilih sebagai presiden, Trump memilih banyak anggota parlemen pro-kripto untuk Kongres AS. sehingga ada cukup banyak investor kembali menaruh minat pada aset digital ini yang membuat harganya terus melonjak.

    “Nilai Bitcoin sudah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini dan naik sekitar 45% sejak kemenangan telak Trump dalam pemilihan umum pada 5 November lalu,” tulis Reuters dalam laporannya.

    Secara keseluruhan aset kripto terbesar di dunia ini mengalami kenaikan harga hingga 130% sepanjang 2024, dan diperkirakan akan terus meningkat dengan momentum lebih dari 10% per minggu.

    “Semakin lama bertahan, semakin banyak pula keuntungan yang akan diambil, itulah kenyataannya,” kata kepala ekonom dan kepala strategi investasi di AMP Sydney, Shane Oliver.

    “Sebagai ekonom dan investor, saya merasa sangat sulit untuk memprediksi nilainya ke depan, tidak ada yang bisa menebak. Namun, ada aspek momentum di dalamnya dan saat ini momentumnya sedang naik,” terangnya lagi.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • Presiden El Salvador Pamer Cuan Rp 5,2 T dari Bitcoin, Begini Respons Elon Musk


    Jakarta

    Presiden El Salvador Nayib Bukele memamerkan pencapaiannya usai Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan all time high (ATH) dan menembus level psikologis US$ 100.000.Hal tersebut itu pun direspons salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk.

    Melalui unggahan di akun X (dulunya Twitter) pribadinya, Bukele membagikan tangkapan layar atas kepemilikan BTC senilai US$ 603,34 juta atau setara Rp 9,53 triliun (kurs Rp 15.800). Terlihat nilainya kini meroket 117,74% secara year to date (ytd).

    Bukele sendiri terkenal sebagai investor besar Bitcoin. Dari unggahan tersebut, juga terlihat bahwa total keuntungan yang diperolehnya selama berinvestasi sebesar US$ 333,59 juta atau setara Rp 5,27 triliun.


    Unggahan tersebut ternyata mendapat respons dari CEO Tesla, Elon Musk. Dikenal sebagai sosok yang pro kripto, ia turut berkomentar terhadap pencapaian dari investasi Bukele.

    “Impressive (menakjubkan),” ujar Musk melalui akun X pribadinya, dikutip Kamis (5/12/2024).

    Harga bitcoin sendiri telah mengalami kenaikan sejak kemenangan Donald Trump di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Sejak pengumuman kemenangan, harganya telah melonjak lebih dari 40%. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar.

    Sementara itu, dikutip dari Coinmarketcap, harga Bitcoin hari ini mencapai US$ 103.587 atau setara Rp 1,64 miliar pada pukul 11.05. Kondisi ini pun menyebabkan para investor kini tengah berpesta menikmati hasilnya.

    Kondisi ini juga didorong oleh optimisme pasat usai Trump memilih Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), menggantikan Gary Gensler. Adapun Atkins sendiri dipandang sebagai pilihan yang ramah terhadap kripto untuk posisi tersebut.

    Kenaikan ini telah mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin di atas US$ 2 triliun untuk pertama kalinya, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu aset paling berharga di dunia. Meskipun pertumbuhannya pada 2024 cukup signifikan, namun bukan yang paling dramatis dalam sejarah Bitcoin. Bitcoin pernah mengalami lonjakan 1.900% pada tahun 2017 dan lonjakan 1.250% selama pandemi COVID-19.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Kandidat Presiden Barcelona Ini Mau Rekrut Haaland & Alvarez?


    Jakarta

    Kandidat Presiden Barcelona Victor Font memberi pernyataan yang menggoda untuk para pendukung klub itu. Ia intip kans merekrut Erling Haaland & Julian Alvarez.

    Barcelona akan mengadakan pemilihan presiden baru pada Maret atau April 2026 mendatang. Font menjadi penantang untuk presiden incumben Joan Laporta, yang akan maju lagi untuk periode berikutnya.

    Langkah Font masih akan berat setelah kekalahannya di pemilihan 2021 silam. Ini mengingat Laporta dianggap cukup berhasil mengeluarkan Barca dari krisis finansial peninggalan mantan presiden Josep Maria Bartomeu dan memastikan pembangunan Camp Nou berjalan.


    Salah satu langkah Font untuk menggoda sekaligus menarik suara para pemilih adalah menjanjikan penerus Robert Lewandowski. Kontrak penyerang 37 tahun itu akan habis Juni 2026 mendatang.

    Font melihat para pendukung mengharapkan sosok besar lainnya, semisal Erling Haaland atau Julian Alvarez. Ia pun menghendakinya, namun turut menegaskan bahwa upaya itu harus dibarengi dengan telaah finansial yang cermat.

    Memang ada keraguan besar Barcelona bisa mendatangkan pemain top semacam Haaland dalam waktu dekat. Namun Font juga tidak merinci bahwa transfer itu harus dilakukan sesegera mungkin.

    “Saya rasa sebagian besar diri saya setuju dengan mayoritas pendukung Barcelona, bahwa pemain seperti Haaland dan Julian Alvarez bikin semua orang antusias, betul?” ujarnya dikutip Mundo Deportivo.

    “Tapi saya sudah selalu menjelaskan bahwa dalam proses semacam ini, ada manajemen keolahragaan dan struktur olahraga yang sedang kami bangun yang harus menanganinya, dan itu harus dijalankan seiring berjalannya waktu.”

    “Tapi kita memang harus menemukan sosok pengganti itu karena itu adalah salah satu kepingan yang akan perlu kita temukan, sebab syukurnya, dengan semua talenta binaan sendiri, plus perekrutan Joan Garcia musim ini dan beberapa perekrutan pemain muda lainnya, saya rasa kita punya tim untuk bertahun-tahun ke depan.”

    (raw/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Rencana Laporta Bangun Patung Messi Dicibir: Cuma Gitu Doang?


    Jakarta

    Presiden Barcelona Joan Laporta mengungkap rencana membangun patung Lionel Messi sebagai bentuk penghormatan. Rencana itu dicibir rival pemilihan presiden.

    Barcelona saat ini menantikan selesainya renovasi Camp Nou, yang diperkirakan akan tuntas sepenuhnya pada Juni 2026. Nah, untuk melengkapinya, Laporta punya rencana mendirikan patung Lionel Messi sebagai penghormatan untuk mantan pemainnya itu.

    Laporta memang belum mengontak Messi untuk rencana itu, tapi menyatakan bakal segera mengirim proposal. Pemain yang kini memperkuat Inter Miami tersebut memang bisa dianggap sebagai binaaan dan pemain terbaik Barca.


    Di Barcelona, Messi memenangi total 35 trofi yang merupakan rekor klub. Ia pergi pada musim panas 2021 karena keadaan klub yang tak bisa dihindari: krisis finansial.

    Meski harus berpisah jalan, nama Messi di Barcelona tetap harum. Kandidat presiden Barcelona Victor Font bahkan percaya mendirikan patung saja terasa kurang untuk sosok sepenting Messi.

    “Kita perlu merangkul Leo Messi dan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa, sesegera mungkin, dia punya peran di Barca, yang seperti sudah dikatakannya pekan lalu, dia inginkan dan semua pendukung Barca akan antusias banget,” ujarnya dikutip Mundo Deportivo.

    “Punya patungnya saja sih tidak cukup.”

    Barcelona akan menggelar pemilihan presiden pada Maret atau April 2026 mendatang. Victor Font akan kembali menantang Joan Laporta setelah kalah pada pemilihan 2021 silam.

    (raw/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Xavi Dukung Rivalnya, Laporta Tidak Kaget


    Jakarta

    Hector Font, yang akan maju dalam pemilihan presiden Barcelona tahun depan, terindikasi dapat dukungan dari Xavi Hernandez. Joan Laporta, presiden Barca saat ini, sontak dimintai tanggapannya.

    Proses pemilihan presiden Barcelona dijadwalkan untuk berlangsung di antara bulan Maret dan Mei tahun 2026. Tapi nuansanya sudah mulai terasa.

    Pada awal pekan ini Font secara resmi mengumumkan kampanye barunya, yang digalang sebagai salah satu langkah menuju kontestasi. Kehadiran Xavi pada momen tersebut lantas mencuri perhatian.


    Xavi bukan cuma dikenal sebagai salah satu legenda Barcelona, tapi juga sosok yang pernah ditunjuk Laporta untuk melatih Blaugrana. Xavi menjadi pelatih Barca periode November 2021-Mei 2024.

    Joan Laporta kini diprediksi bakal menjadi calon kuat dalam pemilihan presiden Barca. Victor Font digadang-gadang menjadi salah satu kuda hitam, apalagi dengan dukungan Xavi terhadapnya.

    Situasi itu kemudian menjadi salah satu hal yang ditanyakan kepada Laporta dalam wawancaranya dengan El Mon a RAC1. Laporta mengaku tidak terkejut.

    “Aku tidak kaget melihat Xavi bersama Victor Font,” ujar Laporta.

    “Menurutku, ia bebas melakukan apa saja yang diinginkannya. Aku tidak kaget karena sebelum ini dirinya juga sudah punya relasi dengan Victor Font,” sebutnya.

    Pada proses pemilihan presiden Barca tahun 2021, Font mengajukan proyeknya dengan Xavi sebagai sosok sentral pendorong model keolahragaan di klub Catalan tersebut.

    Namun, pada saat itu Xavi terkesan menjaga jarak karena mengetahui dirinya merupakan salah satu kandidat untuk menggantikan Ronald Koeman sebagai pelatih. Laporta kemudian memang menunjuk Xavi, tapi Laporta pula yang lantas menggantikannya dengan Hansi Flick — yang saat ini masih melatih Los Cules.

    (krs/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Messi Mau Lengserkan Joan Laporta dari Barcelona?


    Jakarta

    Muncul kabar, Lionel Messi mau terlibat dalam pemilihan presiden baru Barcelona di tahun 2026 nanti. Messi nggak mau calonkan diri, tapi mau lawan Joan Laporta!

    Dilaporkan media-media Spanyol, Barcelona akan lakukan pemilihan presiden klub pada tahun 2026. Presiden saat ini, Joan Laporta di akhir masa jabatannya sejak tahun 2021.


    Joan Laporta dikabarkan siap maju jadi presiden Barcelona lagi. Rumor menyebut, Lionel Messi mau menyainginya!

    Messi bukannya jadi calon presiden, sebab dirinya masih jadi pemain Inter Miami dan baru perpanjang kontrak sampai musim panas 2028. Messi mau dukung calon rivalnya Laporta!

    Hubungan Lionel Messi dan Joan Laporta diketahui tidak harmonis. Messi tinggalkan Barcelona di tahun 2021 ketika di eranya Laporta.

    Messi kabarnya ketika itu siap memperpanjang kontrak, tapi Laporta membatalkannya. Meski begitu, Laporta tetap menghormati Messi sebagai legenda klub.

    Belum diketahui, siapa lawan Laporta nanti. Yang pasti, Laporta sebelumnya juga pernah jadi Presiden Barcelona di tahun 2003-2010.

    (aff/raw)



    Sumber : sport.detik.com