Tag: pemutus

  • Catat! Lakukan Ini Saat Listrik Padam dan Cara Antisipasinya


    Jakarta

    Pernahkah mengalami listrik padam secara tiba-tiba di rumah? Masa-masa seperti itu memang merepotkan karena penghuni susah beraktivitas di dalam rumah.

    Pemadaman listrik bisa terjadi kapan saja dengan waktu yang tidak dapat diperkirakan. Oleh karena itu, penghuni rumah mesti tahu apa yang perlu dilakukan sewaktu-waktu listrik padam.

    Lantas, apa langkah-langkah menghadapi pemadaman listrik. Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens.


    Persiapan Sebelum Pemadaman Listrik

    Sebelum ada pemadaman listrik, berikut ini yang bisa dilakukan sebagai langkah antisipasi.

    1. Persediaan Senter dan Baterai

    Persiapkan senter agar penghuni tetap punya sumber cahaya di saat listrik padam. Penghuni bisa persiapkan lilin, tetapi akan lebih nyaman dan aman menggunakan senter daripada menyalakan api.

    Ponsel juga punya senter bawaan. Namun, menyalakan senter di ponsel akan menguras baterainya.

    2. Buat Rencana Tempat Mengungsi

    Dalam beberapa kasus, pemadaman listrik bisa berlangsung lebih dari sehari. Hal ini akan membatasi aktivitas penghuni rumah.

    Jadi, persiapkan tempat untuk mengisi daya ponsel atau bermalam. Dengan begitu, penghuni dapat meminimalisir kerepotan akibat pemadaman listrik.

    Tips Hadapi Pemadaman Listrik

    Kalau listrik tiba-tiba padam di rumah, penghuni bisa melakukan tips ini.

    1. Cek Rumah Tetangga

    Hal perlu yang dilakukan saat listrik padam adalah mengecek kalau tetangga mengalami hal yang sama. Caranya cukup dengan melihat ke luar jendela.

    Jika di luar rumah kamu gelap, berarti terjadi pemadaman massal. Namun, kalau lingkungan terang, kemungkinan penghuni rumah perlu memeriksa saklar pemutus arus rumah.

    2. Hubungi Perusahaan Utilitas

    Setelah memastikan tetangga mengalami hal serupa, segera hubungi perusahaan listrik kamu untuk mencari tahun kapan listrik akan menyala kembali.

    3. Cabut Perangkat Elektronik

    Lonjakan daya dapat terjadi sesaat listrik kembali menyala. Lonjakan daya yang kuat bisa membuat peralatan menjadi terlalu panas, sehingga berpotensi timbul kerusakan atau kebakaran.

    Nah, sebaiknya penghuni cabut perangkat elektronik besar dan perangkat lain yang tidak terhubung ke pelindung lonjakan arus.

    4. Jangan Sering Buka Kulkas

    Jangan sering membuka dan menutup pintu kulkas. Penghuni perlu menjaga udara dingin di dalam lemari es selama mungkin.

    Buka lemari es dan freezer hanya saat benar-benar diperlukan. Lalu, ada baiknya punya persediaan makanan tahan lama yang dapat disiapkan tanpa listrik.

    Itulah beberapa tips seputar pemadaman listrik di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Water Heater yang Bisa Diperbaiki Tanpa Tukang


    Jakarta

    Water heater menjadi alat andalan buat memanaskan air di kamar mandi agar penghuni rumah tidak kedinginan. Namun, alat ini sewaktu-waktu bisa rusak, apalagi kalau sudah lama digunakan.

    Jika water heater bermasalah, penghuni rumah tidak perlu buru-buru panggil tukang buat memperbaikinya. Ada beberapa masalah pemanas air yang dapat ditangani sendiri.

    Penghuni perlu mengenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater agar tahu cara memperbaikinya. Simak penjelasannya berikut ini.


    Masalah Water Heater

    Inilah deretan masalah yang dapat terjadi pada water heater dan cara memperbaikinya, dikutip dari The Spruce.

    1. Suhu Air Terlalu Panas

    Suhu air yang terlalu panas bukannya membuat nyaman, tetapi menyiksa penghuni rumah. Nah, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang dipasang terlalu tinggi. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

    • Pertama, matikan daya water heater di panel servis.
    • Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius.
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    2. Air Panas Tidak Keluar

    Selain itu, masalah yang paling umum pada water heater adalah air yang keluar tidak panas. Hal ini biasanya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

    Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.

    Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

    3. Air Berwarna Karat

    Bagian dalam tangki pemanas air bisa korosi sehingga air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater.

    Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater. Batang tersebut mudah korosi dibandingkan tangki. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    4. Water Heater Bocor

    Kemudian, water heater bisa bocor pada bagian katup dan sambungan pipa. Jika air bocor itu hangat atau panas, kemungkinan hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor.

    Untuk memperbaikinya, penghuni dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging. Suara bising itu menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengetahui Fungsi Relay pada Sepeda Motor dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Terdapat berbagai komponen penting di dalam sepeda motor, salah satunya adalah relay. Mungkin sebagian detikers ada yang baru mendengar nama komponen ini.

    Meski ukurannya kecil, tetapi relay memiliki peran penting terhadap kelistrikan sepeda motor. Relay juga memiliki sejumlah fungsi pada sepeda motor agar sistem kelistrikan tetap berjalan normal.

    Lantas, apa itu relay? Lalu apa saja fungsi relay pada sepeda motor? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Relay pada Sepeda Motor

    Relay adalah sakelar elektromagnetik yang dapat memberikan daya ketika pemicu internal menerima arus listrik. Komponen ini sering menjadi perhatian utama bagi pengendara yang melakukan modifikasi kelistrikan.

    Mengutip laman Suzuki Indonesia, relay bertugas untuk menjaga kestabilan daya listrik yang digunakan oleh komponen kelistrikan, seperti lampu atau klakson. Maka dari itu, saat detikers mengganti klakson atau lampu LED, maka wajib melakukan pemasangan relay.

    Selain itu, relay juga memiliki sejumlah fungsi lainnya pada sepeda motor, yakni:

    1. Mengurangi Beban pada Sakelar Utama

    Relay berfungsi mengurangi beban arus listrik pada sakelar utama. Misalnya, saat menghidupkan lampu utama atau starter motor dibutuhkan arus listrik yang cukup besar.

    Nah, relay memungkinkan arus besar tersebut untuk dikendalikan oleh sakelar dengan arus kecil. Dengan begitu, masa penggunaan sakelar dapat bertahan lebih lama serta meningkatkan keamanannya.

    2. Memastikan Kinerja Kelistrikan

    Fungsi relay berikutnya adalah membantu memastikan perangkat kelistrikan pada sepeda motor menerima arus yang cukup agar berfungsi normal. Dengan mengurangi resistensi dan memastikan arus yang stabil, relay dapat meningkatkan kinerja komponen kelistrikan, seperti lampu dan klakson.

    3. Mengontrol Banyak Perangkat Secara Efisien

    Mengutip situs Planet Ban, relay dapat mengontrol sejumlah perangkat sekaligus melalui satu sakelar. Cara ini sangat berguna untuk sistem yang kompleks seperti pengapian, sistem injeksi bahan bakar, dan sistem keselamatan lainnya.

    4. Melindungi Sistem Kelistrikan

    Relay juga berfungsi sebagai perangkat perlindungan dengan memutus sirkuit apabila terjadi arus berlebih atau korsleting. Komponen ini dapat membantu mencegah kerusakan pada komponen kelistrikan dan menjaga keamanan sepeda motor.

    Cara Kerja Relay pada Sepeda Motor

    Cara kerja relay cukup sederhana, yakni sebagai pemutus dan menghubungkan arus. Sama seperti sakelar, hanya saja semua tugas relay dilakukan dengan sangat cepat dan otomatis.

    Di dalam relay terdapat dua komponen utama, yakni kumparan atau elektromagnet dan sakelar. Jadi, kumparan bertugas untuk memutus arus listrik dan menghubungkan arus listrik ke sakelar.

    Pada umumnya, relay yang digunakan merupakan relay dengan arus yang kecil, bentuknya lebih kompak dan model bodinya transparan. Desain tersebut dapat memudahkan pemasangan serta pengecekan jika terjadi kerusakan pada relay.

    Memasang relay pada sepeda motor juga mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Namun, pastikan detikers memilih relay berkualitas tinggi.

    Untuk sepeda motor, ukuran standar relay yang biasa dipasang adalah 12V dan 30-40A. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup ideal untuk menjaga kinerja komponen tetap maksimal dan mencegah aki tidak mudah tekor.

    Itu dia pembahasan mengenai fungsi relay pada sepeda motor dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Fungsi Relay Starter pada Sepeda Motor dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Sepeda motor terdiri dari berbagai macam komponen, salah satunya adalah relay starter. Meski komponen ini memiliki ukuran yang kecil, tetapi punya fungsi sangat penting pada sepeda motor.

    Fungsi utama relay starter adalah sebagai penghubung antara komponen di kelistrikan. Selain itu, masih ada sejumlah fungsi lainnya dari relay starter.

    Simak beberapa fungsi relay starter pada sepeda motor dan cara kerjanya dalam artikel ini.


    Fungsi Relay Starter di Sepeda Motor

    Relay starter adalah sebuah komponen elektromagnetik yang berfungsi sebagai sakelar atau switch yang dioperasikan secara elektrik. Relay dapat memberikan daya ketika pemicu internal menerima arus listrik.

    Mengutip laman Planet Ban, relay memungkinkan sirkuit dengan arus atau tegangan rendah untuk mengendalikan, membuka, dan menutup sirkuit lain yang memiliki arus atau tegangan yang lebih tinggi.

    Selain itu, ada sejumlah fungsi lain dari relay starter pada sepeda motor, yakni:

    1. Menghidupkan Sepeda Motor

    Fungsi utama relay starter adalah untuk menghidupkan sepeda motor. Jika relay starter bermasalah, maka motor akan sulit atau bahkan tidak bisa dinyalakan melalui starter elektrik.

    2. Penghubung Antara Komponen

    Relay starter berfungsi sebagai jembatan penghubung antara kontak, aki, dan dinamo starter pada sepeda motor. Saat kontak dalam posisi ‘On’, arus listrik dari aki mengalir ke dinamo starter, meskipun mesin belum menyala.

    Ketika tombol starter elektrik ditekan, maka relay starter akan menghubungkan arus listrik ke dinamo starter, sehingga mesin langsung menyala.

    3. Melindungi Lonjakan Arus Listrik

    Ketika motor dihidupkan maka dapat menarik arus listrik yang lebih besar dari arus operasi normal. Dalam hal ini, relay starter bekerja dengan komponen lain, seperti resistor start, untuk memastikan bahwa lonjakan awal arus listrik tidak merusak motor atau komponen lainnya di sirkuit.

    4. Pemisahan Sirkuit

    Relay starter memungkinkan sirkuit dengan arus rendah mengontrol operasi sirkuit dengan arus tinggi. Hal ini memastikan bahwa komponen-komponen yang rentan, seperti starter dan kontrol elektronik tidak perlu menangani beban arus yang tinggi.

    5. Melindungi Beban Arus Berlebih

    Fungsi lain dari relay starter adalah untuk melindungi motor dari kerusakan akibat beban arus berlebih. Jika arus yang mengalir ke motor melebihi batas yang aman, relay starter akan memutus sirkuit untuk mencegah beban berlebih.

    Cara Kerja Relay Starter

    Prinsip kerja relay starter cukup sederhana, yakni sebagai pemutus dan menghubungkan arus. Sama seperti sakelar, hanya saja semua tugas relay dilakukan dengan sangat cepat dan otomatis.

    Di dalam relay terdapat dua komponen utama, yakni kumparan atau elektromagnet dan sakelar. Jadi, kumparan bertugas untuk memutus arus listrik dan menghubungkan arus listrik ke sakelar.

    Pada umumnya, relay yang digunakan merupakan relay dengan arus yang kecil, bentuknya lebih kompak dan model bodinya transparan. Desain tersebut dapat memudahkan pemasangan serta pengecekan jika terjadi kerusakan pada relay.

    Memasang relay pada sepeda motor juga mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Namun, pastikan detikers memilih relay starter berkualitas tinggi.

    Untuk sepeda motor, ukuran standar relay yang biasa dipasang adalah 12V dan 30-40A. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup ideal untuk menjaga kinerja komponen tetap maksimal dan mencegah aki tidak mudah tekor.

    Demikian pembahasan mengenai fungsi relay starter sepeda motor dan cara kerjanya. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Tips Merawat Motor yang Jarang Dipakai, Jangan Sampai Rusak!


    Jakarta

    Motor yang jarang digunakan bukan berarti tidak perlu perawatan. Mesin dan body motor tetap harus dirawat untuk menjaga kondisi kendaraan ini tetap prima serta mampu bekerja maksimal.

    Proses perawatan motor jarang digunakan hampir sama dengan kendaraan yang menemani aktivitas tiap hari. Sebagai catatan, motor yang didiamkan begitu saja tanpa perawatan berisiko rusak.

    Tips Merawat Motor yang Jarang Digunakan

    Dilansir dari situs Astra Otoshop, berikut ini sejumlah tips menyimpan sepeda motor yang jarang dipakai agar tetap sehat dan nyaman digunakan:


    1. Bersihkan Sepeda Motor

    Jika motor tidak dipakai dalam jangka waktu lama, maka bersihkan dulu motor tersebut sebelum disimpan. Cucilah sepeda motor secara menyeluruh agar debu dan sisa bahan kimia bisa hilang. Jangan lupa keringkan dengan lap untuk mencegah korosi.

    2. Lakukan Perawatan Mesin

    Tetap lakukan servis secara berkala, misalnya satu atau dua bulan sekali. Komponennya akan dicek sekaligus akan dilakukan pelumasan di bagian tertentu untuk mencegah korosi. Jangan lupa untuk memanaskan mesin untuk mencegah pengentalan cairan.

    3. Pilih Tempat Penyimpanan

    Pilihlah tempat penyimpanan yang kering atau tidak lembap, sehingga motor tetap terlindungi dari cuaca ekstrem. Selain itu, lokasi penyimpanan motor sebaiknya memiliki ventilasi dan cukup teduh untuk menghindari paparan langsung sinar matahari.

    4. Jaga Aki Tetap Penuh

    Aki motor tetap harus penuh meski tidak sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Detikers bisa menggunakan pengisi baterai agar daya tetap penuh selama penyimpanan. Detikers juga bisa mempertimbangkan pelepasan klem baterai atau menggunakan pemutus sirkuit untuk mencegah pengurasan daya.

    5. Penuhi Tangki Bahan Bakar

    Pastikan pula untuk memenuhi tangki bahan bakar. Tangki yang kosong lebih berisiko mengalami korosi, karena proses kondensasi di dalamnya. Hal ini juga dapat merusak kualitas bahan bakar.

    Bahan bakar yang tidak berkualitas bisa menimbulkan endapan atau kerak di dalam karburator atau injektor. Endapan atau kerak yang dibiarkan berisiko menyebabkan kerja mesin tidak maksimal.

    6. Pastikan Kualitas dan Kuantitas Oli

    Oli juga harus dipastikan selalu berada pada batas yang direkomendasikan. Sebelum ditinggal pergi, motor sebaiknya diganti oli terlebih dahulu. Selain masalah kuantitas, kualitas oli juga membuat komponen bisa terjaga lebih optimal.

    7. Cek Kondisi Ban

    Terakhir, periksa tekanan udara pada ban secara berkala. Pastikan tekanan udaranya sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Lebih aman menggunakan standar tengah agar ban tidak mendapatkan tekanan berat.

    Nah, dengan tips merawat motor di atas, maka kendaraan yang jarang dipakai bisa tetap awet. Jangan sampai motor rusak karena jarang dipakai, karena biaya penanganan kerusakannya bisa lebih mahal.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com