Tag: penataan

  • Jangan Pernah Letakkan 5 Barang Ini di Teras Rumah



    Jakarta

    Teras adalah bagian dari rumah yang pertama kali terlihat oleh orang Ketika bertemu. Oleh karena itu penataan teras terbilang penting agar menciptakan kesan pertama yang baik ketika ada tamu datang.

    Selain itu teras juga memiliki fungsi untuk sekadar bersantai. Oleh karena itu juga perlu pendataan yang baik agar duduk di teras terasa nyaman.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa hal yang tidak boleh diletakkan di teras rumah untuk memaksimalkan fungsionalitas dan estetika.


    Furniture Berlapis Kain

    Furniture yang dilapisi kain pelapis lebih baik digunakan di ruang berjemur, bukan teras. Saat mendekorasi teras, sebaiknya gunakan furniture dengan bantal yang dapat dilepas untuk dibersihkan.

    Disarankan untuk memilih tekstil dengan peringkat kinerja luar ruangan yang tahan terhadap jamur dan pudar.

    Furniture Ringan

    Saat memilih furniture untuk diletakkan di teras rumah, sebaiknya hindari memilih furniture yang terlalu ringan.

    “Meskipun lebih mudah untuk ditata ulang, barang-barang yang ringan tidak cocok untuk kondisi berangin dan dapat membuat ruangan tampak tidak teratur atau lebih buruk lagi, merusak barang-barang dan properti,” kata Margie Kaercher, pendiri Hearth & Honey Homes.

    Carilah furniture yang cukup mudah dipindahkan sesuai kebutuhan, namun tidak akan tertiup angin.

    Tanaman Berlebihan

    Tanaman dapat membuat suatu ruangan tampak cantik, tetapi terlalu banyak justru dapat menimbulkan masalah di teras. Jangan gunakan semua jenis tanaman sehingga menciptakan suasana seperti hutan.

    Saat memajang tanaman di teras, kamu bisa memajang tanaman dengan memanfaatkan seluruh ruang. Coba dengan beberapa tanaman pot di tanah serta beberapa tanaman gantung untuk menarik perhatian ke atas dan memanfaatkan ketinggian teras.

    Lampu Dalam Ruangan

    Area yang memiliki pencahayaan yang baik memang menjadi terlihat menarik, namun tidak semua lampu cocok untuk teras. Ada beberapa jenis lampu yang tidak dirancang khusus untuk kondisi luar ruangan.

    “Perangkat ini rentan terhadap kerusakan akibat kelembapan, yang seiring waktu dapat menyebabkan korsleting atau karat,” kata Kaercher.

    Pendekatan yang bisa dilakukan adalah memilih lampu tanpa kabel yang dapat digunakan di dalam ruangan, tetapi mudah dibawa ke teras sesuai kebutuhan tanpa perlu colokan.

    Elektronik

    Menyimpan barang elektronik di teras bukanlah ide yang bijak, karena faktor-faktor seperti kelembapan, hujan, dan matahari. Simpan speaker portabel di dalam rumah saat kamu tidak berada di teras, jangan meletakkannya secara permanen.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bikin Rumah Sempit Terlihat Luas Tanpa Bongkar Dinding



    Jakarta

    Punya rumah atau ruangan yang sempit bukan berarti terasa pengap dan terbatas. Dengan trik interior yang tepat, hunian mungil tetap bisa terlihat lapang dan nyaman dihuni.

    Dilansir dari The Spruce, ada beberapa cara sederhana yang bisa membuat ruangan kecil tampak lebih luas tanpa harus repot membongkar dinding.

    1. Maksimalkan Cahaya Alami dan Pencahayaan Malam

    Cahaya alami yang masuk lewat jendela akan membuat ruangan terasa lega. Hindari menutup jendela dengan tirai tebal, cukup gunakan tirai tipis agar sinar matahari tetap masuk.


    Untuk malam hari, gunakan lampu gantung dengan kontrol redup serta lampu dinding yang memantulkan cahaya ke atas maupun ke bawah. Trik ini bisa memberi kesan ruangan lebih tinggi.

    2. Gantung Cermin

    Cermin tidak hanya mempercantik ruangan, tapi juga menciptakan ilusi ruang yang lebih luas. Pantulan cahaya dari cermin akan membuat ruangan terasa lebih terang sekaligus lapang.

    3. Biarkan Dinding Kosong

    Hindari memenuhi dinding dengan banyak dekorasi. Dinding kosong justru membantu menciptakan kesan visual yang lega. Perabot kecil yang tidak fungsional juga sebaiknya dihindari agar ruang tidak terasa sesak.

    4. Pilih Furniture Kompak dan Multifungsi

    Hunian mungil akan lebih efektif jika diisi dengan perabot multifungsi, misalnya sofa bed atau meja lipat. Pilih ukuran yang proporsional, jangan terlalu besar agar ruangan tidak tampak gelap dan penuh.

    5. Gunakan Warna dengan Bijak

    Warna terang bisa membuat ruangan terasa lebih luas dan hangat. Sebaliknya, cat dinding gelap justru akan membuat ruang sempit terlihat makin kecil. Pilihan warna netral atau pastel bisa jadi solusi tepat.

    Dengan kombinasi pencahayaan, penataan perabot, hingga pilihan warna yang tepat, rumah kecil pun bisa terlihat lebih lega tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk renovasi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Kesalahan Menata Ruang Tamu yang Bikin Rumah Terlihat Sumpek



    Jakarta

    Banyak orang ingin membuat rumahnya terasa lebih nyaman dan menarik dengan menata ruang tamu sebaik mungkin. Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kesalahan dalam penataan interior yang justru membuat ruangan kecil terlihat makin sumpek.

    Elemen seperti wallpaper, sofa, tirai, hingga karpet bisa memberi kesan proporsional bila dipilih dengan tepat. Sebaliknya, jika salah mengaplikasikan, ruang tamu bisa terasa penuh dan sempit.

    Berikut tujuh kesalahan menata ruang tamu yang sebaiknya dihindari agar rumah kecil tetap terlihat lega, dikutip dari Brightside:


    1. Motif Wallpaper Terlalu Besar

    Green table with plant between pink chair and blue sofa in floral living room with wallpaper and posterGreen table with plant between pink chair and blue sofa in floral living room with wallpaper and poster Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Wallpaper dengan motif besar bisa membuat ruangan terasa semakin sempit, apalagi jika rumah berukuran kecil dan banyak sekat. Sebaiknya gunakan wallpaper bermotif kecil dengan warna terang agar ruangan terlihat lebih terbuka.

    2. Rak Buku Terbuka

    Ilustrasi Rak Buku BerkualitasIlustrasi Rak Buku Berkualitas Foto: iStock

    Rak buku terbuka sering membuat ruangan terkesan berantakan dan padat. Pilihlah rak berpintu untuk menyimpan buku atau barang agar ruang tamu terlihat lebih rapi dan lapang.

    3. Sofa Bentuk-L

    Large L-shaped corner sofa in living room furniture show homeLarge L-shaped corner sofa in living room furniture show home Foto: istock

    Sofa berbentuk L memang nyaman, tapi kurang cocok untuk rumah kecil. Bentuknya justru menciptakan batasan yang membuat ruangan semakin sempit. Model sofa ini lebih pas ditempatkan di rumah dengan ruang luas.

    4. Salah Menempatkan Cermin

    Spacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquetSpacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquet Foto: Getty Images/iStockphoto/in4mal

    Cermin bisa memberi ilusi ruangan lebih besar, tetapi penempatan yang salah justru berdampak sebaliknya. Hindari meletakkan cermin di sudut gelap, lebih baik pasang di dekat atau seberang jendela agar cahaya bisa terpantul ke seluruh ruangan.

    5. Tirai Berbahan Tebal

    on Black Backgroundon Black Background Foto: istock

    Tirai dari bahan berat seperti satin atau beludru bisa membuat ruangan terasa suram dan menekan. Pilih tirai dengan bahan ringan seperti linen atau sifon untuk memberi kesan terang dan lapang.

    6. Karpet Kecil di Tengah Ruangan

    Eclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white wallsEclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white walls Foto: istock

    Penggunaan karpet kecil di tengah ruang tamu dapat membuat ruangan terlihat terpecah-pecah. Sebaiknya gunakan karpet berukuran besar atau hindari pemakaian karpet sama sekali jika ruang tamu tergolong sempit.

    7. Kipas Angin di Langit-langit

    Ceiling fan in a roomCeiling fan in a room Foto: istock

    Kipas angin plafon bisa membuat ruangan tampak lebih gelap, terutama di rumah kecil dengan langit-langit rendah. Alternatifnya, gunakan kipas angin berdiri atau meja dengan warna terang agar tidak menambah kesan sumpek.

    Itulah tujuh kesalahan yang sering dilakukan saat menata ruang tamu. Dengan pemilihan dekorasi dan furnitur yang tepat, ruang kecil tetap bisa terasa nyaman, rapi, dan lega.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tren Baru! Cara Bikin Kebun Cantik di Rumah Meski Tanpa Halaman Luas



    Jakarta

    Membuat kebun di rumah adalah salah satu cara termudah untuk menghadirkan ketenangan di tengah sibuknya aktivitas sehari-hari. Banyak orang merasa bahwa berkebun hanya cocok dilakukan jika punya halaman yang luas, padahal konsep kebun modern justru semakin fleksibel dan tidak bergantung pada ukuran lahan.

    Selama konsepnya tepat, area apapun di rumah dapat diubah menjadi area hijau yang nyaman. Kebun tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi tambahan di rumah, tetapi juga sebagai ruang terapi. Melihat tanaman setiap hari mampu menurunkan tingkat stres. Karena itu, banyak orang memulai tren membangun kebun di rumah yang mudah diterapkan, tidak rumit dirawat, dan tetap enak dipandang.

    Dilansir dari situs The Spruce, berikut ini beberapa inspirasi kebun yang mudah dibuat dan dirawat di rumah.


    Kebun Mini di Sudut Rumah

    Trendy home plants: monstera, dieffenbachia, sansevieria, pilea on a wicker bookcase in the room, indoor garden concept with copy spaceTrendy home plants: monstera, dieffenbachia, sansevieria, pilea on a wicker bookcase in the room, indoor garden concept with copy space Foto: Getty Images/iStockphoto/t sableaux

    Kebun kecil bisa dioptimalkan hanya dengan memanfaatkan sudut rumah menggunakan pot, rak bertingkat, hingga penataan diagonal yang membuat lahan terlihat lega. Tanaman-tanaman seperti lidah mertua dan sirih gading dapat mudah tumbuh dan perawatannya tidaklah rumit.

    Kebun dengan konsep ini sangat memungkinkan dibuat di rumah dengan pemilihan tanaman-tanaman yang cocok dan dapat tumbuh baik di iklim tropis. Kebun mini akan tetap terlihat segar meskipun tidak mendapatkan cahaya matahari.

    Kebun Herbal Serbaguna

    Ilustrasi tanaman herbalIlustrasi tanaman herbal Foto: Getty Images/Rike_

    Kebun herbal adalah salah satu kebun rumahan paling praktis karena tanaman seperti mint, rosemary, dan chamomile cenderung kuat dan tidak memerlukan tanah khusus untuk ditanam. Kebun ini dapat ditempatkan di dekat dapur agar mudah dipetik saat memasak.

    Kebun ini cocok diterapkan di rumah yang biasanya memiliki area dapur belakang dengan pencahayaan yang baik, sehingga aroma herbal yang harum juga dapat membantu menciptakan suasana dapur yang segar dan bisa mengusir hama-hama yang ada di dapur.

    Kebun Tropis dengan Tanaman Berdaun Besar

    Ilustrasi tanamanIlustrasi tanaman Foto: Getty Images/iStockphoto/StephanieFrey

    Kebun tropis direkomendasikan bagi pemilik rumah yang menginginkan suasana yang rimbun dan teduh. Tanaman-tanaman yang bisa ditanam di kebun ini adalah tanaman seperti monstera, banana plant, hingga berbagai jenis tanaman palm untuk menghasilkan gaya kebun tropis.

    Tanaman-tanaman tersebut sudah sangat familiar di Indonesia dan bisa tumbuh subur di iklim lokal. Dengan mempunyai kebun jenis ini, nuansa rumah akan menjadi seperti nuansa villa di Bali.

    Kebun Vertikal untuk Lahan Sempit

    Ide Kebun VertikalIde Kebun Vertikal Foto: Instagram

    Kebun vertikal adalah solusi paling efektif untuk lahan sempit, terutama di rumah urban. Taman vertikal bukan hanya menghemat ruang, tetapi juga membantu meredam panas yang diserap dinding. Konsep kebun ini sangat cocok untuk rumah-rumah kota dengan fasad sempit atau area balkon kecil, sehingga dinding polos dapat sekaligus menjadi elemen dekorasi hijau yang fungsional.

    Kebun Buah Mini di Halaman Belakang

    Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan. Foto: Ari Saputra

    Tren kebun buah di rumah meningkat pesat berkat teknik tabulampot (teknik tanam buah dalam pot). Buah seperti lemon dan jeruk dapat tumbuh subur dalam pot selama mendapatkan sinar matahari yang cukup. Adaptasinya di Indonesia juga sangat mudah karena banyak varietas buah tropis yang justru tumbuh lebih cepat dalam kondisi panas dan lembap.

    Kebun Kering

    Stylish room interior with beautiful potted cactiStylish room interior with beautiful potted cacti Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Bagi penghuni rumah yang menginginkan mempunyai kebun tapi tidak memiliki banyak waktu untuk merawatnya, tanaman kaktus cocok untuk dirawat di kebun. Tanaman ini tahan terhadap panas dan tidak membutuhkan banyak air.

    Bagi rumah yang berada di wilayah panas seperti Jakarta dan Surabaya, konsep kebun ini membuat penampakan kebun tampak rapi, modern, dan tidak menghabiskan banyak waktu untuk penyiraman.

    Itulah beberapa kebun yang dapat dibuat dengan mudah di rumah dan pastinya mudah dirawat. Semoga menginspirasi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jelang Ramadan, Adidas Kolaborasi dengan Desainer Prancis Luncurkan Gamis

    Jakarta

    Lirik pasar muslim, Adidas akan meluncurkan gamis sepak bola pada Februari 2025 mendatang. Gamis yang dirancang khusus untuk sepak bola di lapangan ini viral mencuri atensi.

    Menjelang Ramadan tahun ini, Adidas memperkenalkan kolaborasi unik dengan desainer muslim Prancis Emile Samory. Kolaborasi tersebut menghasilkan desain gamis yang sporty.

    Melalui akun Instagram @emilesamory, sang desainer mengunggah desain gamis tersebut. Unggahannya ramai disambut komentar netizen yang sebagian besar menyebut desainnya sangat segar dan benar-benar berbeda dari desain Adidas sebelumnya.


    [Gambas:Instagram]

    Koleksi kolaborasi ini akan dirilis pada Februari 2025 melalui aplikasi Adidas, tepat pada bulan Ramadan. Gamis tersebut terbuat dari bahan yang ringan dan fleksibel dengan detail tiga garis memanjang. Terdapat logo Adidas pada bagian depan sebelah kanan.

    Teman-teman yang terhormat, saya sangat senang untuk mempersembahkan kolaborasi pertama saya dengan @adidas. Kami mengembangkan gamis sepak bola yang fungsional agar Anda merasa nyaman di lapangan,” tulis sang desainer di unggaham Instagram @emilesamory.

    Menurut Emilie, kolaborasi ini sudah melewati proses yang panjang untuk menghasilkan gamis yang nyaman. Dalam postingannya, Emile juga memperlihatkan kegiatan beberapa pria menggunakan gamis karyanya dengan peci putih.

    Saya ingin membuat ini sejak bertahun-tahun dan kami mulai mengembangkan produk ini 1 tahun yang lalu dengan tim @adidasfootball yang luar biasa. Terima kasih banyak kepada @annelisebaumgarten @biancamast_@madi_hmr @_fra_vand semua orang dari kantor pusat Adidas di Herzo,” ujarnya.

    Emile Samory mengungkapkan rasa bangga karena bisa menuangkan desain khusus untuk Adidas.

    Sebagai seniman multidisiplin, saya bangga dapat menghidupkan proyek khusus ini dan menjalankan visi saya dari awal hingga akhir. Dari membuat gamis sepak bola hingga bekerja dengan desainer adidas, melakukan penataan pada model saya, menembak kampanye, dan memakai produk saya sendiri,” terangnya.

    Emilie sebelumnya memiliki pengalaman dalam merancang gamis untuk jersey klub sepak bola seperti Chelsea dan PSG.

    (gaf/eny)





    Sumber : wolipop.detik.com

  • 5 Gaya Hijab Clean Look untuk Idul Adha ala Irish Bella hingga Inara Rusli

    Jakarta

    Hari Raya Idul Adha 2025 tinggal dua hari lagi. Tak hanya menjadi waktu untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga kesempatan untuk tampil rapi dan anggun. Salah satu gaya yang bisa kamu terapkan untuk menyambut hari besar umat Islam ini adalah hijab clean look, tampilan hijab yang rapi dan simpel.

    Sejumlah artis seperti Irish Bella, Aurel Hermansyah, Larissa Chou, Dinda Hauw, hingga Inara Rusli kerap tampil memukau dengan gaya ini. Kamu bisa membentuk hijab gaya clean look dengan hijab pashmina dan segi empat.

    Gaya hijab clean look mengedepankan kesan minimalis dengan penataan yang rapi dan warna-warna netral lembut. Tak memerlukan banyak aksesori atau lilitan yang rumit, tampilan ini juga cocok untuk kamu yang ingin tetap tampil syar’i, elegan, dan nyaman sepanjang hari.


    Terinspirasi dari para artis, berikut lima gaya hijab clean look yang bisa kamu coba untuk menyambut Idul Adha tahun ini:

    1. Irish Bella Pakai Hijab Gaya Clean Look Serba Pastel

    Tampil serba pink pastel, gaya hijab clean look ala Irish Bella bisa jadi inspirasi untuk Hari Raya Idul Adha.Tampil serba pink pastel, gaya hijab clean look ala Irish Bella bisa jadi inspirasi untuk Hari Raya Idul Adha. Foto: Dok. Instagram @_irishbella_.

    Irish Bella dikenal dengan gaya hijab yang simpel dan feminin. Dalam gaya ini, Irish Bella memakai hijab segi empat yang menempel rapi dipadu dengan busana serba pastel bahan shimmer dari @arinnahijab_official. Aksen pita pada bagian leher membuat kesan semakin feminin.

    2. Inspirasi Gaya Hijab Clean Look ala Aurelie Hermansyah

    Gaya hijab clean look ala Aurelie Hermansyah.Gaya hijab clean look ala Aurel Hermansyah. Foto: Dok. Instagram @aurelie.hermansyah.

    Aurel Hermansyah memiliki gaya hijab yang modern, bisa menjadi inspirasi untuk Hari Raya Idul Adha nanti. Untuk tampilan yang lebih santai, Aurel memilih hijab pashmina fluid hitam, dipadu dengan setelan outfit warna mahogany.

    3. Gaya Hijab Clean Look Syari ala Larissa Chou

    Gaya hijab clean look ala Larissa Chou.Gaya hijab clean look ala Larissa Chou. Foto: Dok. Instagram @larissachou.

    Sebagai publik figur dan ibu muda, Larissa dikenal lewat gaya hijabnya yang sederhana namun elegan, cocok dijadikan inspirasi hijabers muda. Seperti gaya hijab satu ini, ia membentuk hijab yang menutupi bagian dada warna merah marun dilengkapi dengan bros.

    4. Dinda Hauw Bentuk Rapi Hijab Segi Empat

    Gaya hijab clean look ala Dinda Hauw.Gaya hijab clean look ala Dinda Hauw. Foto: Dok. Instagram @dindahw.

    Aktris muda ini mantap berhijab setelah menikah dengan Rey Mbayang. Dia kini aktif membagikan foto OOTD dengan gaya modest. Semenjak berhijab, remaja dan ibu muda kerap menjadikan Dinda sebagai role model. Sehari-hari, Dinda kerap mengenakan hijab warna pastel. Kali ini, Dinda tampil edgy dengan hijab segi empat hitam yang dililit rapi ke belakang. Dipadu dengan busana dan tas tangan dari Burberry.

    5. Gaya Hijab Clean Look Syari Pakai Hijab Pashmina ala Inara Rusli

    Gaya hijab clean look ala Inara Rusli.Gaya hijab clean look ala Inara Rusli. Foto: Dok. Instagram @mommy_starla.

    Untuk gaya sehari-hari, Inara Rusli konsisten mengenakan hijab syari yang menutup dada. Gaya hijab clean look serba putih seperti yang dipakai Inara, cocok untuk Hari Raya Idul Adha.

    Dari kelima gaya hijab clean look, penampilan siapa yang menjadi favorit kamu?

    (gaf/hst)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Mengunjungi Desa ala ‘Kerajaan’ di Gunungkidul



    Gunungkidul

    Pedukuhan Wotawati di Gunungkidul yang cuma disinari sinar matahari selama 7 jam sehari kini punya penampakan baru seperti di zaman ‘kerajaan’.

    Wotawati saat ini telah bersolek. Sebagian besar rumah di Wotawati memiliki tampilan depan bangunan atau fasad yang sama, seperti pada masa kerajaan. Kesamaan itu tampak pada penggunaan bata merah ekspose pada bagian dindingnya.

    Selain itu, setiap rumah saat ini memiliki gapura yang berbentuk sama dan menggunakan bata merah ekspose. Gapura tersebut identik dengan masa kerajaan sehingga menimbulkan sensasi tersendiri saat mengunjungi Wotawati.


    Lurah Pucung, Estu Dwiyono mengatakan perubahan fasad rumah warga sudah berlangsung sejak Juni 2024. Saat itu Wotawati mendapat suntikan dana keistimewaan (Danais) sekitar Rp 5 miliar untuk penataan tahun ini.

    “Jadi saat ini memang kita sedang melaksanakan penataan di kawasan Wotawati. Sebenarnya menata sesuatu yang sudah ada, hanya istilahnya kita poles,” katanya kepada wartawan di Wotawati, Gunungkidul, Sabtu (9/11).

    Wotawati Gunungkidul kini bak kerajaan. Foto diambil Sabtu (10/11/2024).Wotawati Gunungkidul kini bak kerajaan Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

    “Seperti pagar-pagar di setiap rumah tadinya sudah ada, tapi kami poles lagi, perbaiki agar tampil lebih artistik dengan menggunakan Danais. Jadi sebenarnya tidak ada membangun baru,” lanjut Estu.

    Penataan tersebut, kata Estu, bakal berlangsung selama tiga tahun ke depan. Sedangkan jumlah rumah yang fasadnya mengalami renovasi mencapai puluhan.

    “Insyaallah, program ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan dan ada sekitar 79 rumah yang akan direnovasi fasadnya,” ujarnya.

    Terkait konsep fasad rumah warga khususnya gapura yang menyerupai di Bali, Estu menampiknya. Menurut Estu, penggunaan bata merah merupakan perpaduan antara masa Majapahit dan Mataram.

    “Sebenarnya konsep tidak mirip dengan Bali ya, kami tetap menjaga karakter lokal. Konon ceritanya kami bagian dari pelarian Majapahit, karena itu kenapa kami memilih bata merah itu kan sebenarnya kita identik dengan Majapahit atau awal Mataram,” ucapnya.

    “Tapi kemudian tetap kita akulturasikan dengan yang menjadi ciri khasnya Jogja, khususnya Gunungkidul. Sehingga gapura-gapura itu tidak seperti gapuranya Majapahit, Bali, tapi tetap dengan gaya Jogja dan Gunungkidul,” imbuh Estu.

    Penataan untuk Daya Tarik Wisata

    Dengan penataan tersebut, Estu berharap Wotawati yang sebelumnya kerap disebut menjadi kawasan terisolir berubah menjadi kawasan terpadu. Di mana tidak hanya menawarkan keindahan dan keunikan pemukiman tetapi juga ada camping ground termasuk sentra pertanian dan peternakan terpadu.

    “Dan kami berharap beberapa rumah warga nantinya bisa menjadi homestay sebagai tempat menginap wisatawan,” ucapnya.

    Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Bendara menyebut penataan di Wotawati memang perlu. Semua itu untuk menjadikan Wotawati sebagai salah satu perwujudan quality tourism

    “Karena ini baru mulai penataan, harapannya mulai ditata bersama-sama dengan industri dari sekarang agar bisa menjadi quality tourism,” katanya.

    GKR Bendara juga meminta jangan sampai keindahan alam di Wotawati rusak setelah menjadi tempat wisata. Karena itu GKR Bendara berharap ada aturan khusus dari Kalurahan.

    “Untuk menjaga keindahan alam desa wisata ini, kami berharap ada aturan dari kelurahan yang melindungi lingkungan. Selain itu adanya kesadaran dari masyarakat sekitar untuk menjaga alam,” ucapnya.

    “Sehingga Desa Wisata Wotawati diharapkan bisa menjadi contoh desa wisata berkelanjutan dengan quality tourism. Karena itu yang menjadi fokus pembangunan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta,” lanjut GKR Bendara.

    Bahkan, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat ini juga melakukan upaya penghijauan dan pemeliharaan lahan agar semakin subur. Di mana salah satunya di Wotawati.

    Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin meningkat, perlindungan terhadap lingkungan hidup menjadi kebutuhan yang mendesak.

    “Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kualitas udara dan meningkatkan daya serap karbon, tapi juga untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pusat Kota Garut yang Makin Cantik Saja



    Garut

    Kawasan pusat perkotaan Garut kini punya wajah baru yang berbeda. Penampakannya jadi makin cantik saja. Cocok dikunjungi untuk libur akhir pekan ini.

    Pusat kota Garut atau yang akrab disebut oleh warga setempat dengan nama Pengkolan kini telah selesai dibenahi. Pengkolan saat ini tampil dengan wajah baru, dipenuhi ruang publik dan beragam spot foto yang estetik.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, proses renovasi yang dilakukan Pemkab Garut di Pengkolan saat ini sudah rampung seluruhnya.


    Titik renovasi yang paling kentara, berada di perempatan antara Alun-alun dan Rutan Garut. Di sudut perempatan itu, kini disulap menggunakan ukiran seni yang menawan.

    Ada mural berisi beragam ikon-ikon khas Garut. Mulai dari domba adu, Candi Cangkuang, batik garutan, Babancong, dodol hingga Gunung Guntur dan Papandayan.

    Wajah baru Pengkolan Garut yang kini makin estetikWajah baru Pengkolan Garut yang kini makin estetik Foto: Hakim Ghani/detikJabar

    Mural itu dilukis di dinding Rutan Garut yang ikonik sekaligus legendaris, karena sudah eksis sejak zaman Belanda dulu.

    Persis di samping mural, Pemkab Garut juga menambahkan ornamen bunga sintetis yang tersusun dengan warna hijau, kuning dan merah.

    Di tengahnya, ada tulisan ‘Welcome To Garut Swiss van Java’. Spot tersebut langsung menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat buat foto-foto.

    Buktinya, di setiap saat, banyak pelancong yang menyempatkan diri untuk berfoto di sana.

    “Lumayan, cantik. Jadi tidak terlihat kumuh seperti sebelumnya,” kata Nadya Nurhalimah (35), warga Garut di lokasi.

    Selain mural dan ornamen di dinding Rutan Garut tadi, ada beberapa renovasi juga yang dilakukan Pemda. Di antaranya adalah sebuah monumen mini bertuliskan ‘GARUT’ di pertigaan Kantor POS.

    Juga ada beragam tempat duduk umum yang disediakan di dekatnya. Kemudian, ada juga sebuah sudut jalan yang dihias dengan ornamen persegi yang estetik.

    Pj Bupati Garut Barnas Adjidin mengatakan renovasi yang dilakukan di jantung perkotaan Garut itu diharapkan bisa membuat masyarakat yang berkunjung ke Pengkolan nyaman.

    “Penataan kawasan Pengkolan ini maksudnya tentu agar membuat masyarakat Garut nyaman. Kami ingin masyarakat bahagia,” ungkap Barnas.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lahan Warpat Puncak Bakal Disulap Jadi Anjungan Pandang



    Bogor

    Lahan eks bangunan Warpat atau Warung Patra di kawasan wisata Puncak, Bogor akan disulap menjadi anjungan pandang beserta posko untuk petugas gabungan.

    “Posko gabungan untuk petugas, tapi kan semacam di negara-negara luar, masyarakat bisa menikmati anjungannya,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, dikutip dari Antara, Rabu (8/1/2025).

    Ia menjelaskan bangunan posko gabungan ini didesain seunik mungkin dilengkapi dengan anjungan pandang, sehingga bisa menjadi destinasi baru bagi masyarakat.


    “Jadi harapnya kita bikin struktur yang mengubah kultur. Jadi jangan sampai kita bikin desain, kemudian desainnya bikin malu,” ujarnya lagi.

    Pembangunan posko gabungan dan anjungan pandang ini merupakan bagian dari penataan kawasan wisata Puncak yang dilakukan Pemkab Bogor bersama pemerintah pusat sejak 2024.

    Diketahui, sejumlah kebutuhan penataan Puncak yang telah diusulkan Pemkab Bogor seperti pagar pengaman atau guard rail, peningkatan kualitas jalan berupa pelebaran dan pelapisan jalan, pedestrian, taman, serta dinding penahan tanah.

    Kemudian, dari segi keamanan dan keselamatan, Pemkab Bogor mengusulkan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, dan lampu penerangan jalan umum atau PJU.

    Di samping itu, Pemkab Bogor juga membutuhkan perluasan Rest Area Gunung Mas yang lahannya milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dari semula 7 hektare, diusulkan penambahan 4 hektare.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Diusulkan Warga, Kampung Pelangi di Dago Ganti Nama Jadi Lembur Katumbiri



    Bandung

    Salah satu wilayah di Bandung yakni Dago kini bersolek kembali. Tempat itu adalah kawasan wisata tematik Kampung Pelangi yang mulai hidup lagi, namanya pun berganti jadi Lembur Katumbiri.

    Nama Lembur Katumbiri diusulkan langsung oleh warga untuk menggantikan nama sebelumnya dengan harapan lebih mencerminkan identitas lokal dan menghindari stereotipe.

    “Katumbiri” dalam bahasa Sunda berarti pelangi, tetapi dengan rasa kultural yang lebih dalam dan kontekstual.


    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan kawasan wisata tematik Lembur Katumbiri di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong. Mengutip situs resmi Pemkot Bandung, Farhan menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas dinas, komunitas, dan seniman yang menjadikan kawasan ini hidup dengan warna, cerita, dan identitas lokal.

    Kampung tersebut direvitalisasi dengan pengecatan ulang 347 rumah menggunakan 504 galon cat senilai Rp190 juta, melibatkan 150 personel lapangan.

    Ia menyebut kehadiran Lembur Katumbiri sebagai bukti bahwa pembangunan Kota Bandung kini tak lagi sekadar urusan infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek seni, budaya, dan kebersamaan warga.

    “Kami ingin Bandung punya cerita. Jangan sampai kota ini hanya jadi tempat lewat, tetapi tak memberi kenangan. Mural di dinding harus punya narasi, seperti yang kita lihat di Leiden, Belanda dengan puisi Khairil Anwarnya,” ungkap Farhan.

    Farhan juga menyinggung pentingnya menjaga keteraturan kota, termasuk penataan PKL dan parkir liar. Ia berharap Lembur Katumbiri bisa menjadi contoh kawasan wisata lokal yang rapi, inklusif, dan bernilai edukatif.

    Jangan Hanya Jadi Simbol

    Mengutip detikJabar, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengatakan pihaknya menyambut baik niat Pemkot Bandung yang menata kawasan Dago untuk menjadi daya tarik wisata dengan mengedepankan nilai-nilai seni dan budaya. Namun Asep meminta pemerintah harus menghadirkan sesuatu hal yang dapat memberi manfaat untuk kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan Lembur Katumbiri tersebut.

    “Kami merespon positif apa yang dilakukan oleh pemerintah, namun bukan sekadar dinamakan Lembur Katumbiri. Harus ada yang substantif di sana, bagaimana ciri khas di sana, diberdayakan, misal jadi pasar tradisional sehingga buat masyarakat sendiri bukan sekedar orang menikmati keindahan warna-warni,” kata Asep.

    (ddn/upd)



    Sumber : travel.detik.com