Tag: pencernaan

  • Pejuang Diet Merapat! Ini 8 Buah yang Bisa Cepat Turunkan BB


    Jakarta

    Buah-buahan adalah salah satu jenis makanan yang kerap direkomendasikan untuk diet. Tentunya bukan tanpa alasan, sebab buah-buahan mengandung berbagai macam nutrisi yang bisa menunjang penurunan berat badan.

    Salah satu nutrisi utama pada buah-buahan adalah serat. Serat dapat membantu melancarkan fungsi pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, serta mengendalikan nafsu makan.

    Beberapa jenis buah-buahan juga mengandung sejumlah nutrisi yang turut mendukung pengelolaan berat badan, seperti vitamin dan antioksidan.


    Pertanyaannya, buah apa saja yang paling baik dikonsumsi saat diet untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftarnya.

    1. Apel

    Apel kaya akan polifenol, yakni zat antioksidan yang mampu melawan peradangan. Buah ini juga kaya akan serat yang mengenyangkan. Satu buah apel berukuran sedang beserta kulitnya dapat mengandung lebih dari 4 gram serat, atau 14 persen dari rekomendasi asupan serat harian.

    Sebuah studi juga menemukan mengonsumsi apel sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori.

    2. Alpukat

    Meskipun alpukat memiliki kadar lemak dan kalori yang tinggi, buah ini merupakan salah satu pilihan tepat untuk menurunkan berat badan.

    Sebuah studi pada 2021 mengungkapkan konsumsi alpukat dikaitkan dengan penurunan lemak visceral, yakni lemak yang menumpuk di area rongga perut. Penelitian serupa juga menemukan alpukat dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan keinginan untuk makan sebesar 28-40 persen selama lima jam berikutnya.

    3. Blueberry

    Blueberry termasuk buah rendah kalori dengan sekitar 85 kalori per cangkir. Buah ini juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

    Penelitian menunjukkan mengonsumsi 150 gram (sekitar satu cangkir) blueberry setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 15 persen.

    Anthocyanin, sejenis antioksidan yang ada pada blueberry, juga dapat membantu menurunkan berat badan. Studi menunjukkan asupan antosianin yang tinggi dikaitkan dengan massa lemak yang lebih rendah, yaitu sekitar 3-9 persen.

    4. Kiwi

    Satu buah kiwi mengandung sekitar 50 kalori dan kurang dari 7 gram gula. Perpaduan ini membuat kiwi cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    Buah kiwi juga dapat membantu pengelolaan berat badan. Sebuah studi pada 2020 menemukan konsumsi kiwi secara rutin pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas dapat menyebabkan penurunan lemak tubuh, tekanan darah, dan penanda inflamasi secara signifikan.

    5. Jeruk

    Jeruk identik dengan vitamin C. Selain bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh, vitamin ini juga dapat menunjang proses penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2005 menemukan vitamin C dapat meningkatkan pembakaran lemak 30 persen lebih banyak saat berolahraga. Kandungan serat dan air pada jeruk juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    6. Pir

    Pir memiliki kandungan senyawa alami yang terbukti dapat menurunkan kadar gula darah, meredakan peradangan, serta menjaga kesehatan paru-paru dan jantung. Buah ini juga merupakan pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 menemukan orang dewasa yang mengonsumsi dua buah pir setiap hari dapat mengalami penurunan ukuran lingkar pinggang hingga 0,7 cm.

    Pir juga kaya akan serat, air, serta rendah kalori. Kombinasi ini menjadikannya buah yang ideal dikonsumsi saat diet.

    7. Stroberi

    Seperti buah beri lainnya, stroberi termasuk buah yang rendah kalori dan gula. Di sisi lain, stroberi juga mengandung serat dan antioksidan tinggi, membuatnya sangat berkhasiat bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.

    Stroberi juga sudah diteliti potensinya untuk melawan berbagai macam penyakit, seperti sindrom metabolik, diabetes, obesitas, penyakit jantung, hingga kanker. Jadi selain membantu menurunkan badan, mengonsumsi stroberi secara rutin juga dapat melindungi dari risiko penyakit yang membahayakan nyawa.

    8. Semangka

    Kandungan air, serat, antioksidan, dan nutrisi lainnya membuat semangka menjadi salah satu buah yang tepat untuk mendukung penurunan berat badan.

    Dalam sebuah penelitian, orang dengan obesitas yang mengonsumsi 2 cangkir semangka potong mengalami penurunan indeks massa tubuh (body mass index/BMI), rasio pinggang-pinggul, tekanan darah sistolik, dan stres oksidatif yang signifikan. Selain itu, mereka juga mengaku merasa kenyang lebih lama, dan keinginan untuk makan lebih banyak berkurang.

    Semangka juga termasuk buah yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi oleh pejuang diet yang berusaha mencapai defisit kalori.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Makanan Rendah Kalori untuk Diet, Mudah Didapatkan dan Bikin Kenyang

    Jakarta

    Ketika seseorang sedang menjalani diet, penting untuk memilih makanan yang tidak hanya rendah kalori namun juga bisa membuat kenyang lebih lama.

    Kalori adalah salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, bahkan ketika sedang menjalani diet. Kalori berperan sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari bergerak, berpikir, bernapas, hingga menjaga suhu tubuh. Tanpa kalori yang cukup, tubuh tidak akan bisa bekerja secara optimal.

    Namun saat sedang diet, seseorang perlu mengurangi asupan kalori yang dikonsumsi. Hal ini bertujuan agar jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak menyebabkan penumpukan yang berujung pada kenaikan berat badan.


    Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan rendah kalori. Makanan-makanan ini sebenarnya tidak sulit untuk didapat. Bahkan, ada beberapa makanan rendah kalori yang tetap bisa memberikan rasa kenyang hingga waktu makan selanjutnya.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar makanan rendah kalori yang murah dan mengenyangkan.

    1. Telur

    Selain tergolong makanan rendah kalori, telur juga padat akan nutrisi. Satu butir telur dapat mengandung sekitar 72 kalori, 6 gram protein, dan berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan.

    Studi menunjukkan mengonsumsi telur saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi sepanjang hari.

    Penelitian lain juga mengungkapkan mengonsumsi makanan tinggi protein saat sarapan, seperti telur, dapat mengurangi kecenderungan ngemil, memperlambat pengosongan perut, dan menurunkan tingkat hormon penyebab lapar.

    2. Kentang

    Kentang adalah salah satu makanan yang kerap dikonsumsi sebagai pengganti nasi saat sedang diet. Selain rendah kalori, kentang juga kaya akan protein dan serat yang tak kalah penting untuk menurunkan berat badan.

    Protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Di sisi lain, serat dapat memperlambat penyerapan makanan di saluran pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan melancarkan buang air besar (BAB).

    Sebuah penelitian juga menyebutkan kentang memiliki komponen inhibitor protease yang dapat menekan nafsu makan dan mengurangi jumlah asupan makanan untuk meningkatkan rasa kenyang.

    3. Dada ayam

    Dada ayam merupakan menu yang sudah tidak asing lagi buat para pejuang diet. Sebab, potongan dada merupakan bagian daging ayam yang paling rendah lemak dan kalori.

    Misalnya, 100 gram daging dada ayam yang dimasak dapat mengandung hingga 160 kalori dan 32 gram protein. Kombinasi ini tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan kalori harian tubuh, tapi juga menekan nafsu makan dan rasa lapar.

    4. Ikan

    Selain dada ayam, daging ikan juga menjadi salah satu sumber protein hewani yang baik dikonsumsi saat diet. Sebuah studi juga mengungkapkan protein dari daging ikan dapat memberikan efek kenyang yang lebih besar dibanding daging ayam atau sapi.

    Beberapa jenis ikan, seperti salmon dan makerel, juga mengandung asam lemak omega-3 yang penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

    5. Legum

    Legum atau polong-polongan juga termasuk makanan rendah kalori yang mengenyangkan. Tak hanya itu, legum juga mengandung protein dan serat tinggi yang dapat membantu mengurangi nafsu makan dan rasa lapar.

    Adapun contoh legum antara lain kacang kedelai, buncis, lentil, kacang tanah, kacang arab, kacang hijau, dan lain sebagainya.

    6. Semangka

    Semangka adalah salah satu buah terbaik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang menurunkan berat badan. Satu cangkir semangka potong (sekitar 150 gram) hanya mengandung 46 kalori saja. Tak hanya itu, semangka juga kaya akan mikronutrien penting, seperti vitamin A dan C.

    Studi menunjukkan konsumsi makanan dengan kepadatan kalori rendah, seperti semangka, dapat memberikan efek kenyang yang serupa dengan makanan padat kalori. Selain itu, mengonsumsi makanan dengan kepadatan kalori yang lebih rendah dikaitkan dengan penurunan asupan kalori dan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Ahli Gizi Tak Sarankan Makan Salad Malam Hari Karena Hal Ini


    Jakarta

    Salad biasa menjadi pilihan bagi yang sedang diet. Namun, ahli diet menganjurkan untuk tidak mengonsumsi salad saat malam hari, karena bisa memicu efek buruk.

    Umumnya salad terbuat dari aneka sayuran mentah yang segar rasanya, seperti selada, tomat, mentimun, dan lainnya. Paduan sayur segar ini juga kerap ditambahkan asupan protein dan saus atau dressing.

    Salad banyak dikonsumsi pelaku diet, karena dianggap menyehatkan dengan kandungan nutrisi yang tinggi. Di antaranya ada vitamin, serat, dan mineral.


    Para pelaku diet biasanya mengonsumsi salad ini saat sarapan atau makan siang. Selain itu, salad juga kerap menjadi pendamping menu makan malam.

    Banyak orang juga yang mengira jika mengonsumsi salad pada malam hari adalah pilihan yang tepat sebelum tidur. Namun, ada beberapa ahli yang tidak menyarankan konsumsi salad pada malam hari, karena beberapa efek yang ditimbulkan.

    Dilansir dari Food NDTV (15/12), Amita Gadre, selaku ahli gizi mengungkapkan efek yang mungkin ditimbulkan ketika mengonsumsi salad pada malam hari. Salah satunya dapat memengaruhi sistem pencernaan.

    Berikut efek yang ditimbulkan dari mengonsumsi salad malam hari:

    1. Pencernaan me lemah

    A cropped image of an Asian woman mixing ingredients in her healthy fresh vegan salad. The close-up showcases a multi-colored salad bowl filled with assorted fresh leaf vegetables, including rocket, tomato, zucchini, olives and pumpkin seeds.salad Foto: Getty Images/Thai Liang Lim

    Saat mengonsumsi sayuran mentah tubuh diharuskan bekerja 300 persen lebih keras untuk mencernanya. Itulah mengapa ahli gizi lebih merekomendasikan untuk merebus, mengukus, atau meracik jadi jus agar sistem pencernaan lebih lancar.

    Proses memasak sayuran juga membantu tubuh dalam menyerap nutrisi lebih efektif. Selain itu, mengonsumsi salad di malam hari dapat melemahkan sistem pencernaan dan tubuh akan sulit memprosesnya.

    2. Masuknya Racun ke Tubuh

    Pada malam hari, sistem pencernaan tubuh secara alami lebih lemah, berkurang sekitar 50 persen dibandingkan pada siang hari. Jadi, ketika mengonsumsi sayuran mentah malam hari dapat menyebabkan serat menumpuk sehingga membuat lebih sering kencing hingga mengganggu tidur.

    Selain itu, makanan yang tidak tercerna ini dapat menciptakan AMA (racun) di dalam tubuh. Ini menyebabkan terhalangnya penyerapan nutrisi.

    3. Memicu Kembung

    Sayuran mentah diketahui melepaskan gas sebagai mekanisme pertahanan mereka. Gas yang berasal dari sayuran mentah ini dapat menyebabkan perut kembung. Adapun sayuran yang memiliki kandungan gas adalah kubis, jamur, bawang, dan lainnya.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Rutin Konsumsi Lemon dan Kacang Bagus Buat Usus, Ini Kata Dokter


    Jakarta

    Dokter ini mengungkapkan pola makan yang dapat menyehatkan usus agar pencernaan lancar. Caranya dengan mengonsumsi lemon dan kacang-kacangan.

    Joseph Salhab, ahli gastroenterologi di Florida, Amerika Serikat mengungkapkan makanan yang rutin dikonsumsi olehnya. Makanan sehat ini dapat menyehatkan usus dan sistem pencernaannya.

    Dilansir dari NY Post (10/9/2024), Salhab juga mengungkapkan kalau dirinya telah menjauhi makanan cepat saji yang mengandung banyak minyak. “Saya tidak sempurna dan terkadang suka jajan, tetapi saya perhatikan ketika memasak sendiri, saya cenderung tidak makan berlebihan dan merasa nutrisinya terpenuhi,” ungkapnya.


    Konsumsi buah dan sayuran tinggi vitamin C

    Salhab memulai harinya dengan mengonsumsi buah-buahan. Ia kerap membuat racikan air lemon atau teh lemon, sering juga langsung mengonsumsi buah segar dengan kandungan vitamin C.

    “Orang yang mengonsumsi lebih banyak vitamin C akan memiliki risiko lebih rendah terkena batu empedu, kesehatan hati jadi membaik, dan bakteri usus lebih baik juga,” ujarnya.

    Apa Benar Minum Air Lemon Bisa Turunkan Berat Badan?Apa Benar Minum Air Lemon Bisa Turunkan Berat Badan? Foto: iStock

    Selain lemon, vitamin C juga dapat ditemukan dalam jenis buah citrus lainnya, kiwi, stroberi, tomat, dan lainnya. Sayuran juga ada yang mengandung vitamin C, seperti kubis dan brokoli.

    Salhab juga mengonsumsi kopi secara rutin. Ini dilakukannya untuk melindungi diri dari batu empedu dan penyakit lainnya. Sebuah penelitian pada 2022 menemukan bahwa kopi dapat merangsang pelepasan kolesistokinin, hormon yang berperan penting dalam pencernaan.

    University of Chicago’s Steatotic Liver Disease Clinic juga pernah mengungkapkan dalam sebuah artikel bahwa ahli diet dan ahli gizi, Annie Guinane merekomendasikan untuk mengonsumsi hingga 3 cangkir kopi sehari untuk melindungi hati. Mayo Clinic juga mengungkapkan batas asupan kopi per hari sekitar 3-4 cangkir per hari (400 mg kafein).

    Konsumsi kacang 2 porsi seminggu

    Kacang-kacangan juga dikonsumsi oleh Salhab untuk menyehatkan ususnya. Jenisnya meliputi kacang almond, kacang mete, kenari, dan jenis kacang pohon lainnya. Manfaat ini dapat dirasakan karena kacang-kacangan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik.

    Sebuah studi tahun 2017 terhadap pasien kanker usus besar Stadium 3 menemukan bahwa mereka yang makan setidaknya 2 ons kacang (56 gram) kacang seminggu memiliki risiko kanker sebesar 42% lebih rendah dan kemungkinan kematian dini 57% lebih rendah.

    (yms/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • 5 Makanan Enak Ini Bisa Mengatasi Perut Kembung


    Jakarta

    Perut yang mengandung gas banyak bisa menyebabkan kembung, dan membuat tak nyaman. Kamu bisa mengonsumsi beberapa makanan kaya nutrisi ini untuk mengurangi gas tersebut.

    Kamu pasti pernah merasakan perut terasa kembung dan begah. Kondisi itu disebabkan karena banyak gas di dalam perut. Umumnya, kondisi ini terjadi setelah makan-makanan yang tinggi serat.

    Namun, selain pola makan, tingkat energi kita juga berpengaruh. Menurut dokter osteopati Dr. Joseph Mercola, ketika sel dalam tubuh tidak menghasilkan energi yang cukup, ini bisa mengganggu keseimbangan usus.


    Kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi. Misalnya makanan yang mengandung antioksidan, senyawa penting, hingga tinggi akan kadar airnya.

    Dikutip dari Real Simple (17/09/24) berikut 5 makanan untuk mengurangi gas dalam perut:

    1. Pepaya

    Ilustrasi pepayaPepaya mengandung papain, enzim yang berperan mengurangi gas. Foto: Getty Images/iStockphoto/awayge

    Pepaya tidak hanya rasanya saja yang manis, tetapi juga manfaatnya. Pepaya merupakan obat untuk pencernaan yang sehat. Itu karena pepaya mengandung enzim yang disebut papain.

    “Papain adalah enzim pencernaan yang ampuh membantu memecah protein di saluran pencernaan,” ujar ahli gizi Mercola.

    Ia menambahkan bahwa pepaya dapat mengurangi makanan yang tidak tercerna untuk difermentasi oleh bakteri penghasil gas. Rutin ngemil buah pepaya juga dapat membantu menghilangkan banyak gas.

    2. Jahe

    Jahe umumnya digunakan sebagai bumbu dapur untuk meningkatkan aroma dan rasa masakan. Namun, di samping itu, jahe bermanfaat untuk masalah pencernaan yang disebabkan oleh gas.

    Mercola menjelaskan bahwa terdapat senyawa aktif dalam kandungan jahe. “Senyawa itu disebut gingerol dan shogaol, keduanya memiliki sifat anti-inflamasi dan karminatif yang kuat,” ujarnya.

    Kamu bisa mendapatkan manfaat ini dengan menyeduh jahe dalam air panas, atau mencampurkan ke seduhan teh. Selain dapat mengurangi gas, jahe juga dapat menghangatkan perut.

    Makanan untuk mengurangi gas dalam perut ada di halaman selanjutnya.

    3. Mentimun

    Cucumber vegetable food cut in slice and knife on cutting board for cooking in kitchen.Kandungan air pada mentimun dapat melancarkan sistem pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sasirin pamai

    Mentium dikenal dengan kadar air yang tinggi dalam kandungannya, yakni mencapai 95%. Karenanya mengonsumsi mentimun dapat menghindari tubuh. Ini juga bagus untuk mengatasi masalah pencernaan.

    Menurut Moskovitz, mentimun dapat mengurangi gas yang membuat perut kembung. “Menghidrasi tubuh adalah cara terbaik untuk menjaga pencernaan tetap teratur dengan baik,” ujar Moskovitz.

    Selain itu, mentimun juga berperan sebagai pelumas alami untuk mencegah makanan yang terjebak berfermentasi di usus.

    4. Yogurt

    Ahli gizi Moskovitz dan Mercola sama-sama setuju bahwa yogurt yang dibuat dari susu mentah dan tidak dipasteurisasi adalah makanan yang bagus untuk mengurangi gas di perut.

    Yogurt mengandung kultur aktif atau yang dikenal sebagai bakteri sehat. “Bakteri tersebutlah yang akan mengatasi gangguan pencernaan dalam jangka panjang,” turur Moskovitz.

    Dengan begitu, perut tidak akan terasa kembung karena kandungan gasnya berkurang. Yogurt bisa jadi pilihan sarapan atau camilan yang sehat.

    5. Teh herbal

    teh hijauTeh hijau menganduk antioksidan yang berperan mengurangi gas dalam perut. Foto: Getty Images/kuppa_rock

    Teh mengandung senyawa penting yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antivirus. Moskovitz mengatakan bahwa senyawa tersebut mendukung sistem pencernaan yang sehat.

    Beberapa teh herbal yang bisa kamu coba adalah, teh peppermint, serai, chamomile, dan teh hijau. Teh herbal tersebut dikemas dengan antioksidan dalam jumlah yang tinggi.

    Ketika diminum hangat-hangat, perut terasa hangat, nyaman, dan meningkatkan kerja usus. Kondisi tersebut tentu akan membuat perut menjadi lebih rileks.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Hobi Makan Buah Setelah Makan Nasi? Ini Efeknya untuk Tubuh


    Jakarta

    Banyak orang pilih menutup santapan dengan makan buah yang manis dan menyegarkan. Lantas, seperti apa efeknya pada tubuh jika kita makan buah setelah makan nasi?

    Buah merupakan bagian dari pola makan gizi seimbang. Konsumsi buah dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian setiap orang.

    Buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Buah juga jadi pelengkap asupan serat untuk memperlancar pencernaan.


    Mengonsumsi buah setelah makan merupakan salah satu kebiasaan umum yang dilakukan banyak orang. Buah kerap dijadikan makanan pencuci mulut yang menyegarkan.

    Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat makan buah setelah makan nasi?

    Pada dasarnya, makan buah tak disarankan dilakukan setelah makan. Melansir Times of India, secara keseluruhan, kebiasaan ini dapat memengaruhi pencernaan Anda. Berikut alasannya:

    1. Kadar gula darah bisa melonjak

    Cholesterol diet and healthy food nutritional concept with clean fruits in heart dish with nutritionist monitoring, blood sugar control record with measuring tool kitFoto: Getty Images/Chinnapong


    Tergantung pasangannya, makan buah tertentu setelah makan bisa meningkatkan kadar gula darah secara tiba-tiba.

    Misalnya, satu buah pisang mengandung sekitar 20 gram (g) karbohidrat. Pisang dimakan setelah makan nasi dan sajian lain yang tinggi karbohidrat.

    Hal di atas bisa meningkatkan beban glikemik keseluruhan, yang berpotensi memengaruhi kadar gula darah.

    2. Terjadi efek FODMAP
    Ada juga kekhawatiran akan peningkatan molekul yang dapat difermentasi atau yang dikenal sebagai FODMAP jika Anda terbiasa menutup sesi makan dengan buah. FODMAP banyak ditemukan pada buah seperti apel dan pir.

    Pada dasarnya, buah dicerna jauh lebih cepat daripada kebanyakan makanan lainnya. Namun, jika dipadukan dengan makanan yang lebih berat, buah akan tetap berada di dalam usus dalam waktu yang lebih lama dan berpotensi mengalami fermentasi serta memicu kembung.

    3. Berat badan naik

    Weight Gain. Unhappy Girl Touching Drooping Belly Standing In Front Of Mirror At Home. Empty Space, Selective FocusWeight Gain. Unhappy Girl Touching Drooping Belly Standing In Front Of Mirror At Home. Empty Space, Selective Focus Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio

    Konon, makan buah setelah makan bisa membantu proses penurunan berat badan. Padahal, faktanya semua buah kaya kalori.

    Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan lengkap, maka buah hanya akan memberikan kalori tanpa ada manfaat berlebih.

    Alih-alih dikonsumsi setelah makan, ada baiknya jika buah dikonsumsi di tengah waktu makan. Selain memberikan pilihan bergizi, makan buah di tengah waktu makan juga bisa memberikan manfaat lain sesuai dengan fungsinya masing-masing.

    Misalnya, memakan jeruk di tengah waktu makan dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi karena kandungan vitamin C yang tinggi. Atau, makan pisang di tengah waktu makan dapat memoderasi lonjakan gula darah.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Makan Buah Setelah Makan Nasi?”

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • 7 Minuman Penurun Berat Badan, Bisa Diminum Setelah Makan Banyak!

    Jakarta

    Setelah menikmati hidangan lezat dalam porsi yang besar, kekhawatiran tentang kenaikan berat badan seringkali muncul. Tak jarang, rasa bersalah menghantui sebab konsumsi kalori yang berlebih.

    Jangan khawatir, terdapat beberapa minuman yang bisa dikonsumsi untuk melancarkan pencernaan dan membantu penurunan berat badan. Berikut beberapa di antaranya.

    Minuman Penurun Berat Badan, Bisa Diminum Setelah Makan Banyak!

    Beberapa minuman penurun berat badan di antaranya yaitu air lemon hangat, teh jahe, hingga teh adas.


    1. Air Lemon Hangat

    Tak hanya menyegarkan, minum air lemon hangat sangat bermanfaat untuk pencernaan. Mengutip laman The Wellness Corner, air lemon merangsang produksi cairan pencernaan yang bisa membantu memecah makanan lebih efisien.

    Lemon dipercaya memiliki efek membersihkan dan bisa membantu detoksifikasi. Bahkan vitamin C dari lemon bisa membantu meningkatkan metabolisme dan mempercepat proses penurunan berat badan. Kamu bisa menikmati perasan air lemon dalam segelas air hangat sebelum atau sesudah makan.

    2. Teh Jahe

    Teh jahe bisa membantu meredakan kembung, gas, dan gangguan pencernaan. Konsumsi teh jahe dapat memperlancar pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.

    Mengutip laman Times of India, teh jahe memiliki efek termogenik yang membantu pembakaran lemak lebih cepat. Hasilnya, teh jahe dapat membantu penurunan berat badan lebih baik.

    3. Teh Peppermint

    Teh peppermint dapat melancarkan pencernaan dan mencegah kembung. Kandungan mentolnya mempunyai efek menenangkan pada sistem pencernaan.

    Jenis teh ini mampu merelaksasikan saluran pencernaan serta meringankan rasa kenyang dan gangguan pencernaan. Untuk membuatnya, cukup seduh daun peppermint dalam air panas dan minum perlahan.

    4. Teh Hijau

    Teh hijau dikenal punya khasiat antioksidan untuk menjaga kesehatan pencernaan. Selain itu, teh hijau mengandung Katekin yang membantu mempercepat pencernaan lemak. Kandungan inilah yang memungkinkan teh hijau menjadi pilihan untuk menurunkan berat badan.

    5. Teh Biji Adas

    Secara tradisional, biji adas digunakan untuk membantu pencernaan dan mengurangi kembung. Hal ini karena enzim dalam biji adas yang membantu merelaksasikan otot-otot pencernaan. Cara mengonsumsinya adalah dengan menghancurkan satu sendok teh biji adas lalu seduh dalam air panas.

    6. Cuka Apel

    Minuman cuka apel terkenal dengan manfaatnya untuk menjaga kesehatan pencernaan. Cuka apel juga bisa membantu merangsang produksi asam lambung dalam proses pemecahan makanan.

    Selain itu, sifat prebiotik cuka apel mendukung pertumbuhan bakteri usus yang sehat. Cara konsumsinya adalah campurkan satu sampai dua sendok makan cuka sari apel dengan air hangat dan sedikit madu. Minum sebelum makan untuk meningkatkan fungsi pencernaan dan mencegah kembung.

    7. Air Putih

    Jika tidak minum cukup air, usus halus akan menyerap sebagian besar air yang dikonsumsi melalui makanan dan minuman. Hal ini mengakibatkan dehidrasi dan mempersulit buang air besar.

    Sebuah penelitian juga menunjukkan, minum lebih banyak air putih bisa membantu menurunkan berat badan. Selain itu, air membantu tubuh menyerap nutrisi dan membuang limbah. Menurut Medical News Today, air hangat dapat membantu mencerna makanan lebih cepat dan pergerakan usus yang teratur.

    Konsumsi minuman penurun berat badan tentunya bisa dilakukan tiap saat, bukan cuma saat makan terlalu banyak. Terutama jika ingin memiliki badan lebih sehat. Tentunya, efek minuman penurun berat badan harus disertai olahraga dan pola hidup sehat lainnya.

    (elk/row)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • 3 Minuman Pagi Rekomendasi Dokter untuk Sehatkan Usus


    Jakarta

    Asupan minuman pagi hari sebenarnya tidak boleh sembarangan. Sejumlah minuman lebih disarankan dokter karena mampu menyehatkan usus. Seperti 3 minuman ini.

    Pada pagi hari, dalam keadaan perut yang masih kosong, kamu tidak bisa mengonsumsi minuman sembarangan. Terutama jika ingin pencernaan dan kesehatan usus terjaga.

    Terdapat sejumlah minuman terbaik yang bisa mendorong kesehatan usus. Seorang dokter telah menguraikan tiga minuman ampuh yang dapat meningkatkan kesehatan usus dan hati.


    Dr. Joseph Saihab, ahli gastroenterologi dan spesialis hati bersertifikat menjelaskannya melalui unggahan di TikTok. Pakar medis ini merekomendasikan untuk mengonsumsi tiga minuman.

    Berikut penjelasannya seperti dirangkum dari express.co.uk (25/02):

    1. Kopi hitam

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanMinum Kopi Hitam di Pagi Hari juga dikenal mampu memberikan manfaat sehat bagi usus. Foto: Ilustrasi iStock

    Dr Salhab menjelaskan, minuman populer ini telah terbukti baik untuk kesehatan hati. Ia menjelaskan, minuman ini dapat membantu mengendalikan penyakit hati berlemak dan telah terbukti menurunkan risiko kanker hati.

    Dr Saihab menambahkan jenis kopi hitam yang baik untuk kesehatan usus yaitu kopi dark roast (biji kopi dipanggang gelap). Sebab, kopi ini punya intensitas rasa kurang asam, menjadikannya pilihan baik untuk penderita refluks asam.

    “Jika kamu punya penyakit asam lambung, cobalah minum kopi yang menggunakan biji kopi dark roast,” jelasnya.

    Namun, perlu diingat manfaat kopi hitam ini akan efektif jika kamu meminumnya begitu saja. Tanpa tambahan gula, susu, atau pemanis lainnya.

    2. Teh hijau

    5 Cara Minum Teh Hijau yang Benar agar Manfaatnya MaksimalTeh hijau direkomendasikan karena mengandung katekin yang baik untuk usus dan hati. Foto: Getty Images

    Selain kopi, teh juga sering menjadi minuman pendamping sarapan. Pencinta teh mungkin menyukai sejumlah jenis teh. Namun, menurut Dr Saihab, pilihan terbaik jatuh kepada jenis teh hijau atau green tea.

    Teh hijau diketahui mengandung katekin yang merupakan oksidan kuat dan telah terbukti bermanfaat bagi usus dan hati. Teh hijau juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tidak suka rasa kopi hitam atau ingin mengurangi konsumsi kafein berlebihan.

    “Sekarang, teh hijau mengandung sedikit kafein, dan lebih sedikit dibandingkan kopi hitam. Tetapi Anda juga bisa mendapatkan formulasi bebas kafein,” jelasnya.

    Minuman pagi lain rekomendasi dokter ini bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Smoothies

    Ilustrasi smoothiesSmoothies dari campuran buah dan sayuran kaya akan antioksidan juga baik untuk kesehatan. Foto: Getty Images/bhofack2

    Bagi mereka yang menghindari kafein sama sekali, ahli gastroenterologi ini merekomendasikan bikin smoothie yang mengandung antioksidan.

    Smoothies cup berbeda dari jus meskipun keduanya sama-sama terdiri dari buah dan sayuran yang dihancurkan. Melanisir Prochiz, jus merupakan sari buah atau sayur, cairan yang secara alami ada di dalam bahan-bahan itu.

    Sedangkan smoothies merupakan hasil blender dari semua bagian pada buah dan sayuran itu. Biasa dikonsumsi dengan ampasnya, sehingga punya tekstur lebih kental dan padat dibandingkan jus.

    Dr. Saihan menyarankan jika memang ingin bebas kafein, lebih baik membuat smoothies dengan memadukan buah-buahan dan sayuran tinggi kandungan antioksidannya.

    Misalnya, menggabungkan antara blueberry, blackberry, strawberry, delima, cherry, mangga, pepaya, sampai pisang. Buah-buahan ini juga bisa ditambah dengan bahan lain, seperti sayuran kangkung, bayam. sampai brokoli.

    “Pencampuran tidak akan memengaruhi kualitas nutrisi,” jelasnya.

    Ketiga minuman di atas memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat meningkatkan kesehatan hati dan usus. Coba konsumsi rutin yuk!

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • Makan 3 Butir Kurma Saat Sahur, Ini 7 Manfaat Sehat yang Didapat


    Jakarta

    Kurma sering dikonsumsi saat bulan Ramadan. Buah ini tak hanya legit manis tetapi jika dikonsumsi 3 butir rutin setiap hari ada 7 manfaat sehat yang didapat.

    Sejak dulu kurma menjadi superfood yang dikenal sangat kaya akan nutrisi. Karena itu ada anjuran untuk mengonsumsi 3 butir kurma setiap hari. Selain rasanya yang manis dan lezat, kurma mengandung banyak nutrisi penting yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Berikut manfaat yang bisa kamu dapatkan dari mengonsumsi tiga butir kurma setiap hari seperti dilansir dari Times of India.

    1. Sumber Nutrisi yang Kaya

    Muslim woman in hijab eating dates fruit in a comfortable home. Clouse up shotKurma Sumber Nutrisi yang Kaya. Foto: Getty Images/Korrawin

    Meskipun ukurannya kecil, kurma mengandung banyak vitamin dan mineral penting seperti kalium, magnesium, vitamin B6, dan serat. Nutrisi ini berperan dalam menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan daya tahan.


    Selain itu, menurut penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, kurma juga kaya akan antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    2. Melancarkan Pencernaan

    Salah satu manfaat utama dari kurma adalah kemampuannya dalam mendukung kesehatan pencernaan. Kandungan seratnya yang tinggi berperan sebagai pencahar alami yang membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.

    Sebuah studi dalam Journal of Nutrition menunjukkan bahwa peserta yang rutin mengonsumsi kurma mengalami peningkatan keteraturan buang air besar dan merasa kenyang lebih lama.

    3. Sumber Energi Alami

    Kurma merupakan pilihan tepat bagi Anda yang membutuhkan energi tambahan dalam aktivitas sehari-hari. Kandungan karbohidrat dan gula alaminya, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, memberikan energi yang cepat tetapi tetap tahan lama.

    Penelitian dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition juga menyebutkan bahwa mengonsumsi kurma sebelum berolahraga dapat meningkatkan daya tahan dan performa tubuh.

    Manfaat makan kurma selama Ramadan ada di halaman selanjutnya.

    4. Menjaga Kesehatan Jantung

    racikan air kurma yang bermanfaatKurma dapat menjaga kesehatan jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kesehatan jantung sangat penting untuk kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurma dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung.

    Menurut penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, kandungan antioksidan dalam kurma berperan dalam mencegah oksidasi kolesterol LDL yang dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.

    5. Meningkatkan Fungsi Otak

    Otak membutuhkan nutrisi yang tepat agar tetap berfungsi dengan baik, dan kurma dapat menjadi pilihan yang baik dalam mendukung kesehatan kognitif. Buah ini kaya akan kalium, yang berperan penting dalam fungsi saraf dan daya ingat.

    Studi dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa makanan kaya kalium, seperti kurma, dapat membantu mengurangi risiko stroke dan mencegah penurunan fungsi otak akibat penuaan.

    6. Memperkuat Tulang

    Masya Allah! Begini Tampilan Buah Kurma di Bawah MikroskopKurma dapat memperkuat tulang. Foto: TikTok @professor.501

    Seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan tulang menjadi semakin penting. Kurma mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan magnesium yang membantu menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.

    Penelitian dalam Journal of Ethnopharmacology menunjukkan bahwa konsumsi kurma secara rutin dapat membantu mencegah pengeroposan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.

    7. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

    Meskipun memiliki rasa manis, kurma tetap bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah yang wajar. Kurma memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.

    Sebuah studi dalam Journal of Medicinal Food menemukan bahwa menambahkan kurma dalam pola makan penderita diabetes dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah dan memperbaiki profil lipid.

    7 Manfaat Mengonsumsi Tiga Butir Kurma Setiap Hari

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Peneliti Temukan Bakteri Baik pada Kopi yang Sehatkan Usus


    Jakarta

    Ilmuwan baru saja menemukan manfaat besar kopi bagi kesehatan. Ada banyak kandungan bakteri baik pada kopi untuk kesehatan usus. Ini penjelasannya!

    Kopi telah lama disebut-sebut memiliki banyak manfaat kesehatan. Mulai dari kesehatan jantung, otak, hingga hati. Mengingat kopi memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

    Selain itu, ada banyak ribuan senyawa yang terkandung dalam setiap cangkir. Belum lama ini sebuah penelitian menemukan temuan baru, kaitan antara kopi dan kesehatan usus.


    Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Microbiology tersebut mengungkap adanya kandungan bakteri baik dalam kopi, seperti dilansir Food and Wine (09/03/25). Berikut faktanya!

    1. Hasil temuan peneliti

    Biji kopiBiji kopi mengandung bakteri baik. Foto: iStock

    Dalam studi ini, para peneliti menganalisis sampel tinja dari 22.867 peserta untuk memahami dampak kopi pada bakteri usus.

    Mereka mengkategorikan peserta ke dalam tiga kelompok, yakni kelompok ‘tidak pernah minum kopi’, kelompok ‘peminum kopi’, dan kelompok ‘peminum kopi berat’.

    Para peneliti menemukan bahwa peminum kopi memiliki kadar yang tinggi pada satu jenis bakteri, yakni L. asaccharolyticus.

    Hasilnya menunjukkan bahwa minum kopi dapat memberikan efek positif pada usus yang akan membantu pertumbuhan bakteri baik.

    2. Pentingnya kesehatan usus

    Profesor klinis di University of Chicago sekaligus kepala staf ilmiah di Endeavor Health Michael Caplan, MD mengatakan bahwa mikrobioma dalam usus sangatlah penting.

    “Bakteri baik dalam usus kita sangat penting untuk kesehatan kita secara keseluruhan, dan memiliki mikrobioma yang beragam sangatlah penting,” tutur Michael Caplan.

    Menurutnya, usus yang sehat dapat membantu mencegah diare yang disebabkan oleh antibiotik, dan bahkan dapat berperan dalam mengatasi obesitas, penyakit jantung, dan hasil kemoterapi.

    Usus juga menampung sebagian besar sel imun, sehingga sangat penting untuk melindungi dan menjaga kekuatannya. Usus yang sehat juga mendukung pencernaan, mengurangi peradangan, dan memengaruhi pikiran kita.

    Fakta tentang manfaat kopi untuk usus ada di halaman selanjutnya.

    3. Korelasi kopi pada bakteri baik

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKandungan polifenol pada kopi bagus untuk kesehatan usus. Foto: Ilustrasi iStock

    Lebih lanjut, Dr. Caplan menunjukkan bahwa sebenarnya bukan hanya kafein yang meningkatkan bakteri baik. Kopi tanpa kafein pun dapat memberikan efek positif pada usus.

    Hal tersebut karena peran dari polifenol, termasuk asam klorogenat dan asam kuinat, yang ditemukan dalam kopi yang membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik.

    Penelitian juga menunjukkan bahwa polifenol bertindak seperti prebiotik. Mereka memberi makan dan mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus.

    4. Berapa banyak konsumsi kopi untuk mendapatkan manfaat ini?

    Dr. Caplan mengatakan bahwa untuk mendapatkan manfaat ini disarankan minum 1-2 cangkir kopi setiap hari. Jumlah itu cukup untuk merangsang flora usus agar siap meningkatkan kesehatan.

    “Jumlah tersebut sejalan dengan rekomendasi Food and Drug Administration (FDA), yang membatasi asupan kafein tidak lebih dari 400 miligram dalam sehari atau sekitar 4 cangkir,” tuturnya Dr. Caplan.

    Bisa juga menambahkan sedikit susu dan gula, karena menurut Dr. Caplan bahan tambahan tersebut tidak akan memengaruhi manfaat kesehatan usus, asalkan tidak berlebihan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com