Tag: pencernaan

  • Cermati 8 Efek Samping Konsumsi Kurma Berlebihan


    Jakarta

    Kurma dianjurkan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan ini. Tapi hati-hati, makan kurma juga bisa menimbulkan efek samping pada kesehatan.

    Kurma dikenal sebagai buah kaya nutrisi. Namun, karena dikonsumsi dalam kondisi kering, kandungan kalorinya bisa lebih tinggi daripada kebanyakan buah segar.

    Mengutip Healthline, sebagian besar kalori pada kurma berasal dari karbohidrat. Sementara sisanya berasal dari protein.


    Kurma juga mengandung banyak vitamin dan mineral penting untuk tubuh. Sebut saja kalium, magnesium, zat besi, dan vitamin B6. Kurma juga mengandung sejumlah senyawa antioksidan.

    Efek samping makan kurma berlebihan

    Meski bernutrisi, namun asupan kurma juga harus dibatasi. Pasalnya, ada beberapa efek samping makan kurma berlebihan selain lonjakan gula darah. Berikut ini efek samping konsumsi kurma berlebihan yang dirangkum dari berbagai sumber.

    1. Masalah pencernaan

    Dates Stuffed with Cream Cheese, Peanut Butter, and Pistachios. Served with TeaKurma Foto: Getty Images/Ika Rahma

    Pada dasarnya, kurma sendiri tidak memicu masalah pencernaan. Namun, beberapa kurma mendapatkan tambahan sulfit ke dalamnya.

    Sulfit merupakan senyawa kimia yang ditambahkan ke buah kering untuk proses pengawetan. Mengutip Style Craze, orang yang sensitif terhadap sulfit bisa mengalami reaksi seperti sakit perut, kembung, dan diare.

    Selain itu, kandungan serat pada kurma juga bisa memicu sembelit jika dikonsumsi berlebih.

    2. Ruam kulit

    Tambahan sulfit pada kurma bisa memicu ruam kulit. Ruam juga bisa disebabkan oleh jamur yang banyak ditemukan pada buah kering seperti kurma.

    3. Berat badan naik

    5 Kesalahan Pola Makan saat Berpuasa yang Menyebabkan Berat Badan NaikBerat Badan Naik Foto: iStock

    Kurma mengandung banyak kalori. Hal ini bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan tak terduga.

    Satu gram kurma umumnya mengandung 2,8 kalori. Artinya, kurma termasuk ke dalam makanan dengan kepadatan energi sedang yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    4. Hiperkalemia

    Hiperkalemia merupakan kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar kalium dalam darah.

    Kurma sendiri dikenal sebagai sumber kalium yang kaya. Asupan kurma berlebih bisa memicu hiperkalemia.

    Kadar kalium yang ideal dalam darah adalah 3,6 – 5,2 milimol per liter.

    Efek konsumsi kurma berlebihan ada di halaman berikut ini

    5. Intoleransi fruktosa

    Rasa manis alami kurma berasal dari fruktosa. Satu kurma bisa mengandung hampir 1 sdt gula jenis fruktosa.

    Orang-orang tertentu bisa mengalami kesulitan mencerna fruktosa. Kondisi ini dikenal dengan istilah intoleransi fruktosa.

    Pada kondisi tersebut, gula tidak diserap dengan baik. Kondisi ini bisa memicu sakit perut karena gula bereaksi dengan bakteri alami pada usus.

    6. Masalah gigi

    Ilustrasi sakit gigi dan Trigeminal NeuralgiaIlustrasi sakit gigi Foto: Getty Images/South_agency

    Kurma punya tekstur yang lengket dan bisa menempel pada gigi. Mengutip NDTV, hal ini bisa berkontribusi terhadap penumpukan plak pada gigi.

    Selain itu, kondisi ini juga bisa memicu gigi berlubang.

    7. Masalah ginjal

    Kurma mengandung potasium dalam jumlah tinggi. Potasium sendiri dikenal bisa memicu masalah ginjal bagi siapa pun yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal.

    8. Migrain

    Kurma mengandung tiramin. Nama terakhir merupakan senyawa yang dikenal bisa memicu migrain dan sakit kepala pada sekelompok orang.

    Berapa batas makan kurma per hari?

    Dengan mengetahui daftar efek samping makan kurma di atas, Anda tentu perlu membatasi asupan harian.

    Mengutip Medicine Net, batas makan kurma per hari adalah 100 gram (g). Angka ini setara dengan setidaknya tiga buah kurma berukuran sedang.

    Artikel selengkapnya sudah ditayangkan di sini!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Susu dan Pisang Bersamaan Bisa Picu 6 Masalah Kesehatan Ini


    Jakarta

    Susu dan pisang sering dipadukan untuk sarapan. Namun hati-hati, paduan keduanya dapat memperlambat metabolisme hingga meningkatkan kadar gula darah.

    Susu dan pisang sama-sama menyehatkan. Susu terkenal dengan kandungan proteinnya dan pisang dengan kandungan karbohidratnya. Hal ini membuat keduanya cocok dijadikan menu sarapan.

    Mengonsumsi susu atau pisang sarapan bisa memberikan energi dan membuat perut kenyang dalam waktu lama. Sayangnya, kedua makanan tersebut sebaiknya tidak dimakan bersamaan.


    Perlu diketahui bahwa nutrisi pisang dan susu tidak bisa dicampur karena bisa mengganggu kesehatan, lapor Times Entertainment (21/03/25).

    Berikut 6 masalah kesehatan yang dapat timbul jika mengonsumsi pisang dan susu bersamaan:

    1. Beban pencernaan menjadi berat

    Susu tak boleh dimakan bareng pisangBeban pencernaan menjadi berat Foto: iStock

    Susu dan pisang merupakan makanan yang relatif berat. Jika dikonsumsi bersamaan terlebih ketika di pagi hari maka bisa membebani sistem pencernaan.

    Pisang kaya akan karbohidrat, sementara susu mengandung banyak lemak dan protein. Kombinasi keduanya dapat menyebabkan perut terasa kembung dan tidak nyaman, terutama yang memiliki kondisi perut sensitif.

    2. Memperlambat metabolisme

    Mengonsumsi susu dan pisang dapat memperlambat sistem metabolisme tubuh. Ini karena pisang mengandung gula dan susu mengandung lemak jenuh yang membuat lama untuk dicerna tubuh.

    Begitu juga dengan buah pisang yang punya indeks glikemik tinggi yang bisa memberikan lonjakan gula dengan cepat. Jika dipadukan bisa mengakibatkan penurunan energi karena tubuh bekerja lebih keras untuk memproses gula dan lemak.

    Alasan makan pisang tak boleh dibarengi susu ada di halaman selanjutnya.

    3. Penyerapan nutrisi yang buruk

    Susu tak boleh dimakan bareng pisangPenyerapan nutrisi yang buruk Foto: iStock

    Nutrisi tertentu dalam susu dan pisang mungkin tidak diserap secara efisien oleh tubuh jika dikonsumsi secara bersamaan.

    Kandungan kalsium pada susu akan ‘bersaing’ dengan penyerapan zat besi dari pisang. Sementara itu, zat besi sangat penting untuk transportasi oksigen dalam darah.

    4. Menyebabkan penumpukan lendir

    Kekhawatiran umum yang terkait dengan konsumsi susu adalah dapat meningkatkan produksi lendir dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan orang sering mengalami hidup tersumbat usai minum susu.

    Meskipun kombinasi ini terjadi pada sebagian orang, tetapi jika kemudian dikombinasikan dengan susu maka bisa memperburuk masalah. Bagi orang yang sensitif dengan susu dapat menyebabkan tubuh terasa berat dan lemas.

    5. Meningkatkan kadar gula darah

    Susu tak boleh dimakan bareng pisangPenyerapan nutrisi yang buruk Foto: iStock

    Pisang mengandung gula alami, seperti glukosa dan fruktosa. Keduanya bisa dengan mudah diserap oleh tubuh.

    Jika mengonsumsi pisang kemudian dipadukan dengan susu yang mengandung laktosa, maka bisa menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat.

    Bagi yang memiliki resistensi insulin atau yang berisiko terkena diabetes tipe 2, mengonsumsi pisang dan susu bisa mengalami fluktuasi energi sepanjang energi.

    6. Menyebabkan refluks asam

    Kombinasi buah-buahan yang punya kadar asam seperti pisang dengan produk susu dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan. Khususnya bagi orang yang rentan terhadap refluks asam.

    Sebenarnya pisang tidak begitu asam, tetapi jika dipadukan dengan susu, maka bisa menggumpal di perut. Hal itu dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung, mulas, dan sakit perut.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Minuman Detoks yang Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh

    Jakarta

    Minuman detoks begitu populer karena manfaatnya. Detoksifikasi sendiri adalah proses yang membantu organ vital membersihkan diri.

    Minuman ini dipercaya bisa membersihkan sistem pencernaan dan membuang produk limbah dan berbagai racun yang diserap tubuh. Jika asupan racun tidak dikurangi, maka nantinya bisa menimbulkan berbagai masalah seperti kembung, sakit kepala, sembelit, kelelahan, mual, hingga masalah kulit. Lantas, apa saja minuman detoks yang dapat dikonsumsi?

    11 Minuman Detoks yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

    Mengkonsumsi minuman detoks secara teratur bisa membantu menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme dan membantu melancarkan pencernaan. Mengutip laman Food NDTV, Tuasaude, Insider, dan Medium:


    1. Air Putih

    Air putih dapat mendetoksifikasi dan membantu tubuh membakar lemak. Namun, asupan ini harus diminum dalam jumlah yang cukup.

    Untuk membantu tubuh mengeluarkan racun dan meningkatkan metabolisme, minum 8 gelas air putih per hari. Menurut nutrition bersertifikat di Option Care Health, Kristin Gillespie, air putih bisa membuat kenyang sehingga membuat seseorang tidak makan berlebihan.

    2. Wortel, Jahe, dan Jeruk

    Jeruk adalah sumber antioksidan dan vitamin C yang sangat baik. Wortel mengandung banyak beta-karoten dan serat yang membantu menurunkan berat badan dan melancarkan pencernaan.

    Sementara itu, jahe adalah obat rumahan yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, kembung, kram perut, dan juga mengandung banyak khasiat anti peradangan. Sehingga ketiganya bisa menjadi minuman detoks yang bisa melawan asupan racun dalam tubuh.

    3. Mentimun dan Mint

    Daun mint dianggap menjadi bahan terbaik untuk menenangkan perut yang sakit. Selain itu, mint juga meningkatkan aliran empedu melalui perut yang mempercepat proses pencernaan.

    Kamu bisa memadukan daun ini dengan mentimun dan lemon yang kaya antioksidan. Minuman ini bisa menjadi penyegar saat istrahat dari panas yang menyengat.

    4. Air Lemon

    Detoks air lemon banyak dipercayai digunakan untuk mengurangi bera badan berlebih. Hal ini karena kandungan serat pektin di dalam buah tersebut.

    Serat pektin memberikan rasa kenyang untuk waku yang lama dan menunda rasa lapar. Kamu bisa menambahkan sayuran dan buah seperti wortel, apel, bit, dan lobak kedalam minuman ini.

    5. Teh Jahe Lemon Madu

    Teh yang ditambahkan dengan lemon, jahe, dan madu telah lama digunakan unuk mengobati sakit tenggorokan dan pilek. Namun ternyata, minuman ini juga bisa digunakan sebagai detoks.

    6. Teh Hijau dan Lemon

    Teh hijau mengandung antioksidan dan dapat meningkatkan metabolisme. Untuk meminumnya, kamu bisa menambahkan perasan air lemon untuk meningkatkan rasa dan memberi tambahan vitamin C.

    Minuman detoks ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengelola bera badan. Kandungan kafein dalam teh hijau dan antioksidannya diyakini bisa meningkatkan pembakaran kalori.

    7. Jus Lemon, Jeruk, dan Selada

    Jus lemon, jeruk, dan selada kaya akan serat yang membantu mengeluarkan cairan berlebih dalam tubuh. Meminum jus detoks ini dapat membantu mengendalikan rasa lapar, membantu mencegah makan berlebihan dan menurunkan badan. Setiap sajian 250 ml jus mengandung sekiar 110 kalori.

    8. Selada air dan Jeruk

    Selada air dan jeruk mengandung serat yang membuat tubuh kenyang, sehingga mengurangi keinginan makan yang berlebihan. Oleh sebab itu, jus detoks ini bisa membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan perut.

    9. Wortel dan Bayam

    Wortel dan bayam mengandung banyak serat dan antioksidan, seperti karoten, lutein, dan zeaxanthin. Sehingga paduan wortel dan bayam yang dijus menjadi pilihan yang sangat baik untuk detoksifikasi, menurunkan berat badan, dan mengurangi kembung.

    10. Cuka Apel dan Madu

    Cuka apel terkenal dengan manfaatnya unuk menurunkan berat badan dan kesehatan pencernaan. Untuk mengkonsumsinya sebagai detoks, kamu bisa menggabungkannya dengan madu.

    Campur satu sendok makan cuka apel dengan satu sendok teh madu dalam segelas air hangat. Minum sebelum makan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan mengurangi keinginan makan berlebihan.

    11. Jus Bit, Wortel, Jahe

    Paduan bit, wortel dan jahe memadukan rasa manis alami bit dan wortel, serta rasa pedas jahe. Bit dikenal khasiatnya yang berpotensi mendetoksifikasi dan kemampuannya mendukung kesehatan hati.

    Wortel kaya akan vitamin dan antioksidan, sementara jahe menambah sensasi pedas dan potensi manfaat anti radang. Sehingga, bahan-bahan ini bisa menjadi minuman lezat yang membantu membersihkan tubuh dari racun.

    Minuman detoks memang bisa membantu menurunkan berat badan, namun bukan sebagai solusi yang instan. Sehingga, kamu perlu mengkombinasikannya dengan diet sehat olahraga teratur agar hasilnya optimal.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Manfaat Konsumsi Biji Semangka, Sehatkan Jantung dan Pencernaan


    Jakarta

    Ternyata biji semangka aman dikonsumsi. Bahkan mengandung nutrisi penting yang dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Buah semangka dilengkapi dengan biji yang berukuran kecil-kecil dan banyak. Karenanya, biji semangka tersebut terkadang menyulitkan ketika ingin memakan daging buahnya.

    Banyak orang yang harus menyisihkan agar bijinya tidak tertelan. Namun faktanya, biji buah semangka ternyata aman untuk dikonsumsi. Biji semangka kaya akan banyak nutrisi.


    Mulai dari mineral penting, karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan protein. Mengonsumsi biji semangka pun bisa memberikan manfaat kesehatan.

    Dikutip dari Food NDTV (30/04/25) berikut ini manfaat biji semangka.

    1. Sumber mineral penting

    Harga buah semangka di KalimantanBiji semangka merupakan sumber mineral penting. Foto: Instagram @rafiko_elnino

    Menurut ahli gizi Garima, biji semangka merupakan sumber mineral penting. Mulai dari magnesium, zat besi, dan seng. Nutrisi tersebut dapat bermanfaat untuk daya tahan tubuh.

    Biji semangka juga mengandung protein dan lemak sehat. Bahkan tingginya protein bisa mencapai 40% dari beratnya. Protein tersebut penting untuk regenerasi sel tubuh.

    Begitu juga dengan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda yang bagus untuk kesehatan jantung, tekanan darah, dan proses metabolisme tubuh.

    2. Meningkatkan energi

    Selain protein, biji semangka juga mengandung karbohidrat kompleks yang dapat memberikan energi tahan lama dibandingkan dengan karbohidrat sederhana.

    Terdapat vitamin B dalam kandungan biji semangka yang berperan memproduksi energi tubuh. Mengonsumsi biji semangka dapat membantu mengisi ulang energi.

    “Makan biji semangka dapat membantu kamu tetap bertenaga sepanjang hari,” ujar ahli gizi Garima.

    Manfaat biji semangka untuk kesehatan.

    3. Mendukung kesehatan otak

    Jus semangka.Biji semangka dapat mendukung kesehatan otak. Foto: Getty Images/galitskaya

    Biji semangka dikemas dengan zink dan magnesium. Zink berperan dalam sintesis dan regulasi neurotransmitter, sementara magnesium berperan membantu meningkatkan daya ingat.

    Selain itu, magnesium juga bermanfaat untuk melawan penurunan memori akibat penuaan. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Mertigo Journal Network.

    Peneliti menjelaskan bahwa ekstrak biji semangka memberikan efek korektif dan neuroprotektif pada tikus yang diobati.

    4. Bagus untuk kesehatan jantung

    Biji semangka bagus untuk kesehatan jantung berkat kandungan kalium dan lemak sehat. Nutrisi tersebut dapat mencegah serangan jantung dan stroke.

    Biji semangka juga mengandung asam amino citrulline dan arginine yang berfungsi melancarkan peredaran darah. Ada juga kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6.

    Keduanya jenis lemak sehat itu mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah.

    5. Melancarkan sistem pencernaan

    Ilustrasi jus semangkaManfaat biji semangka untuk sistem pencernaan. Foto: Getty Images/Sergei Dolgov

    Biji semangka kaya akan serat, sehingga baik untuk kesehatan sistem pencernaan. Serat yang tidak larut dalam biji semangka dapat membantu menggerakkan usus dan mencegah sembelit.

    Selain itu, biji semangka dapat membantu merasa kenyang lebih lama. Dalam hal ini dapat mencegah makan berlebihan di waktu-waktu yang tidak tepat.

    Meski begitu, pastikan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak karena bisa menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan pada beberapa orang.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Dibuang! 5 Manfaat Ceker Ayam yang Bisa Bikin Glowing


    Jakarta

    Ceker ayam sering diabaikan karena tak memiliki banyak daging. Tak jarang juga ada yang merasa jijik. Padahal ceker menyimpan 5 manfaat sehat lho!

    Ceker ayam merupakan salah satu bagian organ yang dipandang sebelah mata. Tak jarang orang membuangnya karena merasa jijik dengan penampilannya.

    Sebagian orang ada juga yang menyukai ceker karena sensasi kenyal dagingnya. Ceker ayam sebenarnya bisa dijadikan sup ataupun dimasak bumbu manis maupun pedas.


    Meski tampilannya tak begitu menggugah selera, ceker dapat memberikan manfaat sehat jika dikonsumsi rutin dan tak berlebihan. Baik menjadi sumber protein hingga kolagen yang tinggi.

    Dikutip dari Health Line (19/10/2020), kandungan nutrisi pada 2 ceker ayam (70 gram) di antaranya ada 150 kcal, 14 gram protein, 10 gram lemak, 0,14 gram karbohidrat, 5 persen kalsium, 5 persen fosfor, 2 persen vitamin A, dan 15 persen folat.

    Berikut 5 manfaat sehat dari mengonsumsi ceker ayam dilansir dari Health Line dan Tariq Halal Meats:

    1. Menyehatkan Kulit

    Ceker ayam punya kandungan kolagen yang tinggi. Adanya kandungan ini bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan kulit, seperti hidrasi, elastisitas, dan kepadatan tekstur kulit.

    Sebuah studi mengungkapkan wanita yang memiliki selulit bisa berkurang secara signifikan jika mengonsumsi kolagen secara rutin. Dalam hal ini, salah satu sumber kolagennya adalah ceker ayam.

    Ceker ayam yang mengandung kolagen ini juga dapat dikonsumsi untuk menghalau kerutan pada wajah yang biasanya disebabkan karena radiasi UV. Kolagen ini juga dapat bekerja sebagai peningkat kadar asam hialuronat, molekul yang mencegah penuaan kulit.

    2. Melancarkan Pencernaan

    manfaat konsumsi ceker ayammanfaat konsumsi ceker ayam untuk pencernaan Foto: Getty Images/gionnixxx

    Ceker ayam juga diketahui mengandung gelatin, zat protein yang diekstrak dari kolagen. Kandungan gelatin ini bermanfaat untuk sistem pencernaan.

    Gelatin pada ceker ayam dapat menenangkan lapisan pencernaan. Manfaat lainnya juga dapat meningkatkan penyerapan nutrisi, sehingga kerja usus berperan baik secara keseluruhan.

    Manfaat ceker ayam lain ada di halaman selanjutnya…

    3. Mengurangi Nyeri Sendi

    Menurut Health Line, ceker ayam juga memiliki manfaat dalam mengurangi nyeri sendi. Manfaat ini didapatkan dari kandungan kolagen.

    Kolagen dapat merangsang regenerasi jaringan untuk mengurangi gejala osteoartritis. Artritis atau peradangan sendi yang dibiarkan dapat mengikis atau merusak tulang rawan yang menyebabkan nyeri hingga kesulitan bergerak pada sendi.

    4. Meningkatkan Kesehatan Rambut

    Kolagen juga bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan rambut. Selain menggunakan kosmetik untuk perawatan, ceker ayam dapat menjadi pilihan asupan untuk menjaga kesehatan rambut.

    Ceker ayam mampu memicu produksi keratin. Keratin dibutuhkan guna menjaga helaian rambut yang kuat dan tak mudah rontok.

    5. Mengontrol Gula Darah

    Bagi penderita diabetes, ceker ayam juga dapat bermanfaat baik dalam mengontrol gula darah. Hal ini karena kandungan kolagennya yang tinggi.

    Dalam sebuah studi pada hewan, menunjukkan protein ceker ayam ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan merangsang glukagon-like peptide-1 (GLP-1). Kandungan tersebut merupakan hormon yang mengaktifkan produksi insulin.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Alasan Sebaiknya Jangan Makan Sambil Berdiri, Bisa Begini Dampaknya ke Pencernaan


    Jakarta

    Di tengah rutinitas yang serba cepat, banyak orang kini terbiasa makan sambil berdiri atau berjalan. Misalnya, sarapan cepat sambil berangkat kerja, mengambil camilan di perjalanan menuju acara, atau berdiri sambil makan sudah menjadi kebiasaan umum.

    Sebagian orang memilih kebiasaan ini untuk menghemat waktu atau menyeimbangkan pekerjaan kantor yang banyak duduk. Sekilas, kebiasaan ini tampak ‘membantu’ pencernaan. Namun, makan sambil berdiri setiap hari dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan dan sistem pencernaan.

    Penting untuk memahami bagaimana postur tubuh, kecepatan makan, dan proses pengolahan makanan saling berinteraksi dengan pencernaan agar usus tetap sehat dan terhindar dari ketidaknyamanan.


    Dampak Makan Sambil Berdiri pada Aliran Darah dan Pencernaan

    Dikutip dari Times of India, saat seseorang makan sambil berdiri, gravitasi menyebabkan darah mengalir lebih banyak ke kaki. Hal ini mengurangi jumlah darah yang menuju organ pencernaan yang berperan penting dalam memecah makanan secara efisien.

    Suplai darah yang tidak cukup dapat mengganggu proses pencernaan dan menimbulkan gas, kembung, atau gangguan pencernaan. Postur tubuh saat makan juga memengaruhi seberapa cepat lambung mengosongkan isinya.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Science Publishing Journal menunjukkan makanan bergerak lebih lambat di lambung ketika seseorang duduk atau berbaring dibandingkan saat berdiri.

    Penelitian tersebut juga menemukan makan protein dalam posisi duduk tegak dapat memperbaiki pengosongan lambung, pencernaan protein, serta ketersediaan asam amino dalam darah dibandingkan dengan posisi berbaring.

    Sementara itu, makan sambil berdiri sering kali dikaitkan dengan cara makan yang lebih cepat. Kebiasaan makan terburu-buru dapat menyebabkan udara tertelan lebih banyak, meningkatkan rasa tidak nyaman akibat gas, dan mengurangi proses mengunyah yang memadai, sehingga lambung memerlukan waktu lebih lama untuk memecah makanan.

    Kecepatan makan yang terlalu cepat dapat berdampak buruk terhadap pencernaan dan menimbulkan perut kembung. Karena itu, penting untuk mempertahankan kebiasaan makan yang lebih lambat dan penuh kesadaran agar terhindar dari ketidaknyamanan dan meningkatkan penyerapan zat gizi.

    Di sisi lain, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan berdiri dapat membantu membakar sedikit lebih banyak kalori.

    Studi ini menyebutkan berdiri selama enam jam dapat membakar sekitar 54 kalori lebih banyak dibandingkan duduk, yang secara teoritis dapat menyebabkan penurunan berat badan hingga 10 kilogram dalam empat tahun pada individu dengan berat 65 kilogram.

    Makan sambil berdiri memang bisa mempercepat proses pencernaan, tetapi kadang membuat seseorang merasa lebih cepat lapar. Lambung mengirimkan sinyal kenyang ke otak berdasarkan seberapa besar peregangan dan berapa lama tetap penuh.

    Makanan yang cepat dicerna, seperti karbohidrat olahan, bisa membuat seseorang cepat merasa lapar lagi, sedangkan makanan tinggi serat dan protein memberi rasa kenyang yang lebih lama.

    Dengan demikian, pencernaan yang terlalu cepat akibat makan sambil berdiri bisa tanpa disadari mendorong seseorang makan berlebihan.

    (suc/suc)



    Sumber : health.detik.com