Tag: pendaftaran kuliah

  • Beasiswa DAAD EPOS Jerman Sedang Dibuka, Begini Syarat dan Jadwalnya



    Jakarta

    Beasiswa kuliah di Jerman terkait pembangunan, EPOS, sedang dibuka Lembaga Pertukaran Akademis Jerman (DAAD). Peminat asal Indonesia bisa melamar pada program master dan PhD.

    Dikutip dari laman resmi DAAD, beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan dari negara berkembang dan negara industri baru dari semua disiplin ilmu yang mengantongi pengalaman profesional minimal 2 tahun. Beasiswa ini dibuka untuk studi 12-42 bulan, sesuai dengan durasi yang ditentukan pada tiap program studi (prodi).

    Beasiswa DAAD EPOS

    Beasiswa kuliah di Jerman ini meliputi:


    1. Uang saku 992 Euro (Rp 18,7 juta) per bulan untuk program master dan 1.300 euro (Rp 24,5 juta) per bulan untuk kandidat doktor
    2. Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan personal liability
    3. Tunjangan perjalanan, kecuali ditanggung oleh negara asal atau sumber pendanaan lainnya
    4. Dalam keadaan tertentu, penerima beasiswa bisa mendapat komponen tambahan berikut:

    – Subsidi sewa tempat tinggal bulanan
    – Uang saku bagi anggota keluarga yang menyertai ke Jerman

    Syarat Beasiswa

    1. Lulusan sarjana di bidang yang sesuai dengan nilai jauh di atas rata-rata (sepertiga terbaik), diperoleh tidak lebih dari 6 tahun
    2. Memiliki minimal 2 tahun pengalaman profesional usai memperoleh gelar sarjana
    3. Bekerja untuk pemerintah atau perusahaan swasta di negara berkembang (termasuk Indonesia), serta terlibat di bidang perencanaan dan pelaksanaan arahan serta proyek yang utamanya bergerak pada kebijakan pembangunan berdampak pada bidang teknologi, ekonomi, maupun sosial
    4. Memenuhi persyaratan akademis yang diperlukan sesuai prodi
    5. Jika sudah bermukim di Jerman, maka disyaratkan tidak lebih dari 16 bulan per batas waktu pendaftaran
    6. Dapat menyelesaikan studi di Jerman dengan hasil di atas rata-rata untuk ujian akademik pertama (sepertiga terbaik) dan ujian kemampuan bahasa
    7. Menunjukkan bukti minat di bidang pembangunan
    8. Berkomitmen mengambil peran tanggung jawab sosial, dan memulai serta mendukung proses perubahan di lingkungan pribadi dan profesional setelah merampungkan studi dengan beasiswa
    9. Mengikuti pelatihan bahasa Jerman wajib selama 6 bulan di awal penerimaan beasiswa
    10. Pendaftar program berbahasa pengantar bahasa Inggris menyertakan bukti keterampilan bahasa memadai sesuai persyaratan prodi tujuan.
    11. Pendaftar prodi berbahasa Jerman disyaratkan memperoleh tingkat bahasa Jerman minimal B1 (dibuktikan dengan sertifikat), serta lulus ujian bahasa DSH 2 atau TestDaF 4 sebelum memulai studi.

    Jadwal Beasiswa

    Berikut batas waktu pendaftaran kuliah di tiap program dengan beasiswa DAAD ini:

    Ilmu Ekonomi, Administrasi Bisnis, dan Ilmu Ekonomi Politik

    • MA Master’s Programme in International and Development Economics (MIDE) HTW Berlin: 31 Agustus 2025
    • MSc Development Economics, GAU Göttingen: 1.Oktober-15 November 2025
    • MBA Small Enterprise Promotion and Training (SEPT), Universitas Leipzig: 1 Oktober 2025

    Kerja Sama Pembangunan

    • MA Development Management, RU Bochum: 30 September 2025
    • MSc Geography of Environmental Risks and Human Security, Universitas Bonn atau United Nations University: 15 Desember 2025
    • PhD Bonn International Graduate School for Development Research (BIGS-DR), Universitas Bonn: 31 Agustus 2025
    • Ma Sustainable Development Management, HS Rhein-Waal: 1 Juni 2025

    Bidang Prodi Lainnya

    Prodi lainnya dibuka di bidang teknik dan ilmu terkait, perencanaan perkotaan dan regional, ilmu pertanian dan kehitanan, ilmu alam dan lingkungan, kedokteran dan kesehatan masyarakat, ilmu sosial, pendidikan, dan hukum, serta studi media. Cek batas waktu pendaftaran per program studi dengan klik DI SINI.

    Informasi lebih lanjut mengenai prodi Beasiswa DAAD EPOS bisa dicek melalui brosur resminya, klik DI SINI. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Peluang Beasiswa S1 di Kampus Unggul AS, Mahasiswa Asal RI Ini Berbagi Kiat


    Jakarta

    Yanti Manurung meraih menempuh pendidikan dengan beasiswa sejak duduk di bangku sekolah menengah. Ia tercatat menerima beasiswa di SMA Unggul Del angkatan pertama dan beasiswa Pestalozzi untuk belajar A Level (setara kelas 12-13) di Sussex, Inggris.

    Kini, alumnus S1 Swarthmore College kandidat PhD ini tengah menekuni bidang neuroscience di University of Illinois Chicago (UIC), Amerika Serikat.

    Yanti menuturkan, hingga saat ini, masih ada miskonsepsi bahwa perguruan tinggi besar dan swasta di luar negeri, khususnya AS, mengenakan biaya mahal pada mahasiswa S1-nya. Terlebih mahasiswa internasional seperti dari RI.


    Ia menjelaskan, para calon mahasiswa di kampus tersebut justru menerima calon mahasiswa hanya berdasarkan merit (prestasi). Setelah dinyatakan lolos seleksi, total mahasiswa yang diterima dengan beasiswa juga lebih banyak.

    “Kesempatan dapat beasiswa itu sangat lebih tinggi di universitas-universitas yang lebih bagus, contohnya Harvard, MIT (Massachusetts Institute of Technology), Princeton, Yale, dan Amherst,” tuturnya pada Strategy Session Pendaftaran S-1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) di kanal YouTube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ditulis Senin (9/12/2024).

    Peluang Beasiswa S1 di AS: Need-Blind dan Need-Aware

    Admisi Need-Blind

    Yanti menjelaskan, perguruan tinggi seperti Harvard dan MIT menggunakan prinsip need-blind dalam penerimaan mahasiswa baru. Dalam hal ini, kampus bersangkutan tidak melihat kemampuan finansial pelamar sebagai bahan pertimbangan kelulusannya.

    “Mereka nggak mempertimbangkan apakah kamu akan perlu financial aid, beasiswa, atau nggak. Mereka hanya melihat application kamu hanya dalam merit-based standpoint,” ucapnya.

    Setelah lolos seleksi, sambungnya, calon mahasiswa bersangkutan baru akan diminta melengkapi berkas terkait keuangan keluarga untuk membicarakan pengaturan beasiswa lebih lanjut.

    Ia menggarisbawahi, financial aid pada kampus need-blind admission lazimnya tidak 100 persen. Contohnya seperti perguruan tinggi negeri AS University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), University of Illinois Chicago (UIC), dan University of California (UC) yang notabene memiliki endowment (anggaran pendanaan) terbatas dan jumlah mahasiswa sangat banyak.

    Sementara itu, beasiswa pada perguruan tinggi dengan endowment yang besar seperti Harvard, MIT, Princeton, dan Amherst memungkinkan financial aid hingga 100 persen. Termasuk di dalamnya seperti uang kuliah dan tempat tinggal.

    “Biasanya untuk anak internasional (di universitas negeri AS) tidak dikasih (financial aid) 100 persen sesuai kebutuhan. Tapi di universitas ini (Harvard hingga Amherst), kita jamin pasti akan memenuhi 100 persen kebutuhan kalian,” terangnya.

    Need-Aware

    Perguruan tinggi dengan need-aware admission mempertimbangkan kemampuan finansial calon pelamar di samping prestasi luar biasa. Namun, jika sudah lolos seleksi, calon mahasiswa lazimnya mendapat beasiswa 100 persen. Untuk itu, seleksi beasiswa di kampus need-aware admission sangat kompetitif.

    “Implikasinya, anak yang berprestasi tapi butuh beasiswa 100 persen, dibandingkan dengan anak yang prestasinya sama tapi tidak perlu beasiswa sama sekali, anak ini (yang tidak butuh beasiswa) yang akan dikasih kesempatan masuk, karena bagaimanapun, universitas butuh uang,” ucap Yanti.

    “Berarti, agar kamu bisa menyaingi anak-anak dari negara kaya seperti China, Korea, Jepang, kalian prestasinya harus 2 kali lipat dibanding mereka,” imbuhnya.

    Contoh perguruan tinggi need-aware admission antara lain Swarthmore College, Columbia University, Stanford University, University of Pennsylvania, Cornell University, dan lain-lain.

    Persiapan Dana

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Stella Christie sebelumnya menyarankan agar siswa fokus untuk untuk menyiapkan pendaftaran kuliah di luar negeri ketimbang memikirkan dana untuk kuliah. Sebab, peluang beasiswa dan bantuan pendidikan dapat diurus kemudian.

    “Jangan khawatir dulu tentang dana. Misalnya kalian diterima di top university, itu ada cara, pasti ada jalannya. Saya jamin. Bukan berarti akan mulus, tapi kemungkinan besar ada jalannya,” ucapnya.

    Stella sendiri lulus dari S1 Harvard University, AS dengan predikat Magna Cum Laude. Ia memperoleh financial aid yang meliputi tuition (uang kuliah) dan board (tempat tinggal, termasuk akomodasi dan makanan).

    Untuk mencukupi kebutuhan lainnya, Stella bekerja sebagai pembersih toilet di Harvard, staf yang menyiapkan bahan makanan, pencuci piring, penyiapan teknis presentasi, dan petugas perpustakaan.

    “Kalau kita mau, pasti ada cara,” ucapnya.

    Diketahui, beasiswa dari berbagai negara juga meliputi uang pendaftaran kuliah hingga biaya hidup. Selamat mencari dan menyiapkan diri untuk kuliah di luar negeri dengan beasiswa, detikers!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar Kuliah


    Jakarta

    King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) Arab Saudi membuka pendaftaran S2 dan S3 musim semi 2025 hingga 1 Oktober 2024 mendatang. Setelah itu, masa pendaftaran kuliah musim gugur dibuka hingga 11 Januari 2025.

    Dikutip dari laman resminya, KAUST menyediakan fellowship untuk semua mahasiswa baru yang diterima di kampusnya. Fellowship ini termasuk beasiswa yang meliputi semua biaya kuliah, akomodasi, asuransi kesehatan, bantuan kepindahan, dan lain-lain.

    Pendaftaran kuliah ke KAUST tidak terpisah dengan tahap pendaftaran beasiswa. Calon mahasiswa juga tidak dikenakan biaya pendaftaran.


    Berminat kuliah di KAUST tahun depan, detikers? Simak syarat, jadwal, dan cara mendaftar kuliah di KAUST Kingdom of Saudi Arabia di bawah ini.

    Syarat Beasiswa KAUST 2024

    • Skor TOEFL IBT minimal 79 atau IELTS minimal 6.5 (kode admisi KAUST 4107)
    • Hasil ujian GRE, tidak wajib tetap diutamakan, khususnya jika mendapat skor kuantitatif tinggi (dikirimkan ETS langsung ke KAUST, kode admisi 4139)
    • Transkrip akademik, ijazah, rapor, atau rekam akademik dari semua institusi pendidikan sebelumnya
    • Hasil scan transkrip resmi berbahasa Indonesia dan translasi bersertifikasi dalam bahasa Inggris, yang memuat skala penilaian untuk semua dokumen lamaran
    • Transkrip final (jika lolos seleksi)
    • Tiga surat rekomendasi dari dosen atau dosen pembimbing tempat riset atau kuliah di jurusan utama pada jenjang sebelumnya, surat dikirimkan langsung oleh pemberi rekomendasi
    • Curriculum vitae (CV)

    Komponen Beasiswa KAUST

    • Biaya kuliah penuh
    • Uang saku USD 20 ribu – USD 30 ribu (Rp 303 juta-Rp 454 juta) per tahun
    • Tempat tinggal (dapat dikenakan biaya)
    • Asuransi kesehatan dan gigi (dapat dikenakan biaya)
    • Dukungan kepindahan

    Jadwal Pendaftaran KAUST 2025 Musim Semi

    • Pendaftaran: 15 Agustus-1 Oktober 2024
    • Pengumuman hasil seleksi: 14 November-1 Desember 2024
    • Mulai kuliah: 26 Januari 2025

    Jadwal Pendaftaran KAUST 2025 Musim Gugur

    • Pendaftaran: 15 Agustus 2024 -11 Januari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi: 27 Februari-2 Maret 2025
    • Mulai kuliah: 31 Agustus 2025

    Informasi beasiswa KAUST 2025 dapat dicek lebih lanjut di laman https://admissions.kaust.edu.sa/. Semoga bermanfaat, ya!

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2, S3, dan Riset Dibuka, Cek Yuk!


    Jakarta

    Beasiswa Global Korea Scholarship for Graduate Degrees (GKS-G) 2025 dibuka Pemerintah Korea Selatan untuk program S2, S3, dan riset. Calon mahasiswa asal Indonesia dapat mendaftar.

    Ada dua jalur pendaftaran yang dibuka pada program ini. Jalur pertama yakni jalur kedutaan, dengan mendaftar ke Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia. Jalur kedua yakni jalur universitas, dengan langsung mendaftar ke salah satu universitas yang ditunjuk.

    Beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2 dan S3

    Beasiswa Pemerintah Korea Selatan ini meliputi:


    • Tiket penerbangan kelas ekonomi
    • Biaya pendaftaran kuliah (ditanggung universitas) bagi peserta program gelar
    • Biaya kuliah (hingga 5 juta won) bagi peserta program gelar
    • Kursus bahasa Korea 1 tahun senilai 5,2 juta won bagi peserta program gelar
    • Uang saku:
      • – Kursus bahasa Korea: 14,16 juta won per tahun (Rp 160,19 juta per tahun)
      • – S2 dan S3: 15,72 juta won per tahun (Rp 177,84 juta per tahun)
      • – Program riset: 19,8 juta per won per tahun (Rp 224 juta per tahun)

    Periode Beasiswa

    • S2: 1 tahun belajar bahasa Korea, 2 tahun studi
    • S3: 1 tahun belajar bahasa Korea, 3 tahun studi
    • Riset: 6 bulan atau 1 tahun

    Kuota Beasiswa

    • Jalur kedutaan umum: 30 orang asal Indonesia
    • Jalur universitas:
      • – Umum: 9 orang asal Indonesia
      • – R-GKS: 59 orang asa Indonesia
    • Riset: 5 orang dari 157 negara/wilayah yang diundang (termasuk Indonesia)
    • R&D: 300 orang dari semua negara di dunia
    • Global Network: 80 orang dari semua negara di dunia

    Syarat Umum

    • Pelamar dan orang tua pelamar tidak berkewarganegaraan Korea, kecuali yang melamar program R&D, International Organization program
    • Minimal sudah lulus per 31 Juli 2025 pada jenjang berikut:
      • – Pelamar S2: Lulusan S1/sederajat
      • – Pelamar S3: Lulusan S2
      • – Pelamar Postdoctoral: Lulusan S3
      • – Pelamar exchange professor: Lulusan S2, wajib tengah menjadi dosen akademik
      • – Pelamar research program for education, science, culture, or international cooperation professionals: S2, Wajib merupakan profesional di bidang pendidikan, sains, budaya, atau international cooperation.
    • IPK satu jenjang pendidikan sebelumnya wajib memenuhi salah satu kondisi di bawah ini:
      • – Persentil skor minimal 80 persen, atau termasuk 20 persen teratas di angkatan
      • – IPK minimal setara dengan 2,64 dari 4,00 atau 2,80 dari 4,300 atau 2,91 dari 4,500 atau 3,23 dari 5,00
    • IPK dibuktikan dengan transkrip akademik yang mencantumkan IPK atau informasi peringkat, atau transkrip yang nilainya dikonversi ke skala di atas
    • Pelamar yang belum lulus saat mendaftar wajib menyertakan transkrip akademik hingga semester yang terakhir ditempuh
    • Usia di bawah 40 tahun atau lahir setelah 1 September 1985
    • Khusus dosen akademik di wilayah penerima Official Development Assistance (ODA) dapat melamar jika berusia di bawah 45 tahun/lahir setelah 1 September 1980, cek daftar wilayah di www.oecd.org
    • Pelamar yang akan menyelesaikan program bahasa Korea IRTS per 2025 dapat melamar jika mendapat:
      • – Sertifikat skor TOPIK dari ujian ke-87 sampai ke-100
      • – Sertifikat skor TOPIK IBT Level 3 dari ujian ke-1 sampai ke-7
    • Pelamar yang belum memperoleh sertifikat TOPIK saat mendaftar masih dapat melamar.
    • Sehat mental dan fisik untuk studi di Korea sepanjang durasi program.

    Batas waktu pendaftaran, cara pendaftaran, dokumen tambahan yang diperlukan, dan lain-lain bisa dicek dengan membaca laman resmi serta mengontak Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia dan universitas yang dilamar. Pihak kedutaan dan universitas akan melakukan seleksi tahap pertama.

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2, S3, dan Riset bisa dicek lebih lanjut DI SINI. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com