Tag: pendidikan anak

  • Cara Cek Bantuan PIP Lewat HP, Mudah dan Cepat



    Jakarta

    Pengecekan bantuan PIP Kemendikdasmen kini bisa dicek melalui layar ponselmu. Mudah dan cepat, bagaimana cara cek bantuan PIP lewat HP?

    Seperti diketahui, Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bantuan uang tunai yang diberikan pemerintah untuk memperluas akses dan kesempatan belajar. Program ini dirancang untuk membantu siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk membiayai pendidikannya.

    Setiap tahunnya, PIP dicairkan dalam tiga termin ke rekening masing-masing siswa. Untuk mengetahui dana ini sudah cair atau belum, siswa perlu memastikan apakah dirinya merupakan penerima atau bukan.


    Pengecekan bisa dilakukan secara mudah melalui ponsel atau handphone (HP) peserta. Bagaimana caranya? Berikut informasinya.

    Cara Cek PIP Lewat HP

    Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menyatakan jika pencairan PIP bisa dicek melalui laman SIPINTAR dengan alamat https://pip.kemdikbud.go.id/home_v1. Melalui SIPINTAR, masyarakat dapat mendapat informasi penyaluran PIP.

    Adapun langkah-langkahnya yakni:

    Buka browser atau peramban di HP masing-masing
    Buka https://pip.kemdikbud.go.id/home_v1
    Gulir ke bawah sampai bertemu fitur “Cari Penerima PIP”
    Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan NIK siswa
    Jumlahkan hasil perhitungan sebagai kode keamanan
    Klik tombol Cek Penerima PIP
    Laman akan memunculkan nama siswa yang terdata sebagai penerima PIP beserta status dananya.

    Cara Aktivasi Rekening dan Pengambilan Dana PIP

    Dana PIP bisa diambil jika peserta sudah mengaktifkan rekening PIP. Cara mengaktifkannya adalah:

    Siapkan kartu identitas diri seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP
    Kunjungi bank penyalur dana PIP yakni BNI, BSI, dan BRI
    Ikuti proses aktivasi rekening sesuai tata cara yang ditunjukkan petugas bank
    Cek saldo rekening untuk memastikan apakah dana PIP sudah masuk setelah rekening diaktifkan.

    Bila dana sudah masuk, peserta bisa menarik dana bantuan PIP dengan cara:

    Kunjungi teller bank penyalur BNI, BSI, dan BRI untuk penarikan dana
    Berikan buku tabungan atau kartu bank debit kepada teller
    Tunggu proses pengambilan dana
    Dana juga bisa diambil melalui mesin ATM terdekat tempat tinggal peserta didik
    Cukup masukkan kartu debit ke mesin ATM dan ikuti petunjuk yang ada di layar.

    Besaran Dana PIP 2025

    Besaran dana PIP berbeda di setiap jenjang pendidikan, berikut rinciannya:

    Jenjang SD, SDLB, dan Paket A

    Kelas 1 pada semester ganjil: Rp 225 ribu
    Kelas 2-6 pada semester ganjil: Rp 450 ribu
    Kelas 1-5 pada semester genap: Rp 450 ribu
    Kelas 6 pada semester genap: Rp 225 ribu

    Jenjang SMP, SMPLB, dan Paket B

    Kelas 7 pada semester ganjil: Rp 375 ribu
    Kelas 8-9 pada semester ganjil: Rp 750 ribu
    Kelas 7-8 pada semester genap: Rp 750 ribu
    Kelas 9 pada semester genap: Rp 375 ribu

    Jenjang SMA, SMK, SMALB, dan Paket C

    Kelas 10 pada semester ganjil: Rp 900 ribu
    Kelas 11-12 pada semester ganjil: Rp 1,8 juta
    Kelas 10-11 pada semester genap: Rp 1,8 juta
    Kelas 12 pada semester genap: Rp 900 ribu

    Dana PIP Kemendikdasmen bisa digunakan untuk:

    Membeli seragam sekolah.
    Membeli buku dan alat tulis.
    Membeli sepatu sekolah, tas sekolah, dan perlengkapan sekolah lainnya.
    Uang ongkos ke sekolah.
    Uang saku siswa.
    Kursus atau les siswa.
    Biaya praktik dan keperluan magang/penempatan kerja.

    Jadwal Pencairan Dana PIP

    Termin 1: Februari-April tahun berjalan
    Termin 2: Mei-September tahun berjalan
    Termin 3: Oktober-Desember tahun berjalan

    Demikian cara mengecek dana PIP melalui HP. Mudah bukan?

    (nir/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Dapat Bantuan, Ini Kelompok Siswa yang Akan Terima PIP PAUD/TK



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan mulai menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) ke jenjang TK mulai tahun 2026. Perluasan sasaran PIP ini merupakan bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun.

    Menurut lamanKemendikdasmen, alokasi anggaran PIP tahun 2025 mencapai Rp 13.364. 007.900 yang diberikan pada sebanyak 18.594.627 siswa di semua jenjang. Menurut data Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), sampai dengan tanggal 22 September 2025, dana PIP yang sudah disalurkan mencapai Rp 5.890.311.975.000 untuk 10.427.673 murid atau sekitar 44 persen.


    Pendidikan TK Wajib Dilalui Sebelum SD

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan saat ini pendidikan TK wajib untuk anak-anak sebelum mengenyam pendidikan SD. Menurutnya, anak yang memiliki pengalaman belajar di TK itu penting untuk membangun rasa percaya diri, sosialisasi, dan menunjukkan norma-norma baik.

    “Banyak penelitian yang menunjukkan pengaruh dan pengalaman belajar di pendidikan anak usia dini terhadap learning sustainability-nya, dan fokusnya pada bagaimana membangun rasa percaya diri, menanamkan kecintaan pada ilmu, sosialisasi, mengenalkan norma-norma, itu kan sangat penting, terutama yang tadi membangun rasa percaya diri juga bagian dari kenapa mereka punya learning sustainability yang lebih dibanding mereka yang tidak punya pengalaman (TK),” katanya dalam program Jejak Pradana yang tayang di detikcom, Kamis (23/10/2025).

    Lebih lanjut, Mu’ti menilai PIP penting diberikan kepada anak yang berada di TK. Sebab, salah satu alasan ada anak yang tidak punya pengalaman belajar di TK adalah karena orang tua mereka tidak mampu.

    “Karena sebagian orang tua tidak menyekolahkan anaknya di TK karena alasan biaya, sekarang kita coba dorong dengan PIP itu, mudah-mudahan bisa menjadi ya sedikit sumbangan dari pemerintah untuk anak-anak bisa punya pengalaman belajar di TK,”ucapnya.

    Kelompok Siswa Penerima PIP PAUD/TK Tahun 2026

    Mu’ti mengatakan PIP 2026 akan diberikan khusus untuk siswa PAUD/TK dari keluarga tidak mampu dengan target 888 ribu murid. Alokasi anggaran yang disiapkan untuk 2026 adalah Rp 400 miliar.

    Saat ini,Kemendikdasmen telah berkomitmen bersama Kementerian Desa untuk menghadirkan satu desa satu TK. Anggaran untuk membangun TK ini diambil dari anggaranKemendikdasmen pada program revitalisasi pendidikan.

    Jika mengacu pada pemberian PIP di jenjang lainnya, siswa yang sudah memperoleh bantuan PIP tersebut adalah siswa yang sudah memperoleh SK Pemberian, yakni siswa yang telah melakukan aktivasi rekening atau sudah pernah memperoleh PIP di tahun-tahun sebelumnya.

    Selain itu, ada pula siswa yang memperoleh SK Nominasi. Para siswa itu adalah penerima PIP baru yang belum memiliki rekening untuk penyaluran PIP.

    “Revitalisasi tahun ini yang 16.170 juga untuk TK-TK juga, termasuk pendirian unit sekolah baru atau renovasi TK yang sudah ada,” ujarnya.

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Anak Nasional agar Anak Saleh, Cerdas, dan Berakhlak


    Jakarta

    Di Hari Anak Nasional, orang tua bisa memberikan hadiah berupa doa terbaik untuk anak-anaknya. Doa ini bisa menjadi cara untuk memohon kepada Allah SWT agar anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang saleh, cerdas, dan bermanfaat bagi umat.

    Doa orang tua kepada anak termasuk doa yang mustajab, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,

    وعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ثلاث دعوات لا ترد: دعوة الوالد، ودعوة الصائم، ودعوة المسافر.


    Artinya: “Tiga orang yang tidak akan tertolak (doanya), yaitu: doa orang tua bagi anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR Al-Baihaqy).

    Dikutip dari buku Rahasia Dahsyat di Balik Kata Syukur karya Yana Adam (Abu Alwi bin Nasrudin bin Sudir), seorang anak saleh bisa menjadi investasi akhirat bagi orang tuanya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW,

    “Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

    Doa untuk Anak di Hari Anak Nasional

    Beberapa doa untuk anak termaktub dalam Al-Qur’an, doa ini bisa menjadi amalan bagi orang tua. Dikutip dari buku Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya oleh Aulia Fadli, berikut bacaan doanya:

    1. Doa Memohon Anak Soleh

    Doa ini termaktub dalam surat Al Furqan ayat 74, berikut bacaannya:

    وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Arab-Latin: Wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā

    Artinya: Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

    2. Doa Nabi Zakaria AS

    Doa ini termaktub dalam surat Ali Imran ayat 38, berikut bacaannya:

    هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

    Arab-Latin: Hunālika da’ā zakariyyā rabbah, qāla rabbi hab lī mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samī’ud-du’ā`

    Artinya: Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.

    3. Doa Nabi Ibrahim AS

    Nabi Ibrahim AS berdoa agar diberi karunia anak yang saleh. Doa ini diabadikan dalam surat As-Saffat ayat 100 yang bisa dijadikan amalan doa untuk memohon anak-anak yang saleh.

    رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

    Arab-Latin: Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

    Surat Ibrahim ayat 40 juga bisa menjadi doa untuk memohon anak saleh, berikut bacaannya:

    رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

    Arab-Latin: Rabbij’alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du’ā`

    Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

    4. Doa agar Anak Diberi Perlindungan

    Nabi Muhammad SAW kerap melafalkan sebuah doa untuk keselamatan dua cucunya, Hasan dan Husein. Berikut bacaan doa Rasulullah SAW,

    أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab latin: U’īdzukuma bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.

    Artinya: “Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.” (HR Abu Daud)

    5. Doa agar Anak Menjadi Pintar

    Ada doa yang dapat diamalkan agar mendapatkan anak yang pintar. Berikut bacaan doanya:

    اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

    Arab latin: Allaahummam-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah

    Artinya: “Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lagu Anak-anak Islami Terlengkap, Bisa Dinyanyikan Saat Hari Anak Nasional


    Jakarta

    Peringatan Hari Anak Nasional akan diselenggarakan pada Rabu, 23 Juli 2025. Biasanya, sekolah maupun instansi atau lembaga yang membidangi pendidikan anak-anak akan mengadakan acara. Lagu anak-anak islami lengkap ini bisa dinyanyikan untuk rayakan Hari Anak Nasional.

    Berdasarkan Pedoman Peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025 dari Kementerian PPPA, tema Hari Anak Nasional 2025 adalah Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.

    Hari Anak Nasional menjadi barometer komitmen berbagai pihak untuk menjamin setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.


    Peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Dalam hal ini, peringatan Hari Anak Nasional juga menjadikan anak sebagai subjek pembangunan yang dilibatkan secara bermakna dalam berbagai aspek kehidupan.

    Lagu Anak-anak Islami Terlengkap

    Menyanyikan lagu anak-anak islami bersama-sama di Hari Anak Nasional dapat memberikan pembelajaran yang sarat akan makna. Tidak hanya bernyanyi, tapi dalam setiap katanya ada pesan yang baik disampaikan kepada generasi penerus.

    Berikut lagu anak-anak Islami terlengkap yang bisa jadi referensi:

    Lagu Anak Islami : Sholawat Allahul Kahfi

    Berikut lirik lagu anak Islami Sholawat Allahul Kahfi yang dapat Anda ajarkan kepada si kecil sejak dini.

    Sholawat Allahul Kahfi

    اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

    Allahul kaafii rabbunal kaafi

    قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

    Qashadnal kaafi wajadnal kaafi

    لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

    Likullin kaafi kafaa nal kaafi

    وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

    Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

    اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

    Allahul kaafii rabbunal kaafi

    قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

    Qashadnal kaafi wajadnal kaafi

    لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

    Likullin kaafi kafaa nal kaafi

    وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

    Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

    اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

    Allahul kaafii rabbunal kaafi

    قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

    Qashadnal kaafi wajadnal kaafi

    لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

    Likullin kaafi kafaa nal kaafi

    وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

    Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

    Muda mudi di ini zaman
    Bukan tak pandai pengetahuan
    Ilmu dan azab ditinggalkan
    Sehingga diri bagaikan hewan

    اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

    Allahul kaafii rabbunal kaafi

    قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

    Qashadnal kaafi wajadnal kaafi

    لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

    Likullin kaafi kafaa nal kaafi

    وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

    Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

    Hari ke hari yang dipikirkan
    Kisah cinta dan kasih sayang
    Lupa mati tinggalkan sembahyang
    Sesal diri tak kepalang

    اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

    Allahul kaafii rabbunal kaafi

    قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

    Qashadnal kaafi wajadnal kaafi

    لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

    Likullin kaafi kafaa nal kaafi

    وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

    Wa ni’mal kaafi Alhamdulillah

    Harta dicari setiap hari
    Siang dan malam lupa diri
    Anak dan istri lupa mengaji
    Sesal dikubur di hari nanti

    اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

    Allahul kaafii rabbunal kaafi

    قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

    Qashadnal kaafi wajadnal kaafi

    لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

    Likullin kaafi kafaa nal kaafi

    وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

    Wa ni’mal kaafi alhamdulillah

    Muda mudi di zaman ini
    Senang dicari setiap hari
    Hura hura dan lupa diri
    Lupa mengaji dan lupa mati

    اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

    Allahul kaafii rabbunal kaafi

    قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

    Qashadnal kaafi wajadnal kaafi

    لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

    Likullin kaafi kafaa nal kaafi

    وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

    Wa ni’mal kaafi alhamdulillah

    Cukup sudah nasihat ini
    Untuk orang yang punya hati
    Jika ingin semangat diri
    Dekatkan Allah dan juga nabi

    اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

    Allahul kaafii rabbunal kaafi

    قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

    Qashadnal kaafi wajadnal kaafi

    لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

    Likullin kaafi kafaa nal kaafi

    وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

    Wa ni’mal kaafi alhamdulillah

    Lagu Anak Islami: 25 Nabi dan Rasul

    Lagu anak islami ini cocok untuk diperkenalkan kepada anak agar mereka mengenal nama-nama Nabi dan Rasul Allah sejak dini.

    25 Nama Nabi dan Rasul

    Ash sholatu ‘ala Nabi
    Wassalaamu ‘ala Rasul

    Wal anbiyaail mursaliin
    Kulluhum mukromun

    Sholawat ke atas Nabi
    Sejahtera ke atas Rasul

    Nabi-Nabi yang diutuskan
    Mereka semua adalah mulia

    Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh
    Ibrahim, Luth, Ismail

    Ishak, Yaqub, Yusuf, Ayub
    Syuaib, Musa, Harun, Dzulqifli

    Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa
    Yunus, Zakaria, Yahya, Isa

    Wal aakhiru khotimul anbiya
    Muhammad Al Musthofaa

    Sholawat ke atas Nabi
    Sejahtera ke atas Rasul

    Terangkan hati kami Ya Allah
    Seperti hati RosulMu Ya allah

    Ash sholatu ‘ala Nabi
    Wassalaamu ‘ala Rasul

    Wal anbiyaail mursaliin
    Kulluhum mukromun

    Lagu Anak Islami: Lagu Rukun Islam

    Untuk memperkenalkan ajaran rukun Islam kepada anak. Anda dapat menggunakan lagu berikut yang nada musiknya menggunakan nada lagu Balonku Ada Lima agar anak-anak mudah mengingatnya.

    Rukun Islam

    Rukun Islam yang lima
    Syahadat, salat, puasa
    Zakat untuk si papa
    Haji bagi yang kuasa
    Siapa belum salat (hey)
    Siapa belum zakat
    Kan rugi di akhirat
    Allah pasti melaknat

    Lagu Anak Islami : Hymne TPA

    Biasanya jika anak-anak mengikuti kegiatan TKA/TPA, mereka akan diperkenalkan dengan nyanyian lagu anak Islami berikut ini. Nah, lagu islami ini cocok dinyanyikan untuk peringatan Hari Anak Nasional terutama di sekolah Islam.

    Hymne TPA

    Sejak kecil, kami baca
    Al-Qur’an pedoman kami

    Agar terang jiwa raga
    Selamat dunia akhirat

    Ya Allah, curahkanlah
    Rahmat-Mu pada kami

    Jadikanlah Qur’an suci
    Jalan terang hidup kami

    Tekad kami putra-putri
    Santri TKA-TPA
    Pegang teguh Qur’an suci
    Mengharap ridha ilahi
    (2x)

    Lagu Anak Islami: Allah Maha Esa

    Anda dapat menggunakan nada lagu Balonku Ada Lima untuk menyanyikan lagu anak Islami berikut yang berjudul Allah Maha Esa.

    Allah Maha Esa
    Rukun Islam yang lima
    Syahadat, Salat,Puasa
    Zakat untuk siapa
    Haji bagi yang kuasa
    Siapa tidak salat, dor!
    Kan rugi di akhirat
    Siapa yang tidak zakat
    Oleh Allah dilaknat

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Orang Tua Menanggung Dosa Anaknya? Ini Penjelasan Menurut Dalil


    Jakarta

    Setiap orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anak mereka, termasuk mengajarkan adab dan akhlak. Bagaimana dengan anak yang berlaku buruk, apakah dosanya ditanggung orang tua?

    Dalil-dalil Al-Qur’an menunjukkan bahwa Islam memiliki prinsip yang sangat jelas bahwa setiap individu bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan melalui firman-Nya dalam surat Al-An’am ayat 164.

    قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ


    Artinya: Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

    Kemudian dalam ayat lain disebutkan,

    كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

    Artinya: Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. (QS. Al-Muddatsir: 38)

    Mengutip buku Fikih Anak Muslim karya Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa secara prinsip dasar, setiap orang menanggung dosanya dan orang tua tidak serta-merta menanggung dosa anaknya.

    Namun, terdapat beberapa kondisi di mana dosa anak dapat turut menjadi beban tanggung jawab orang tua, tergantung pada peran serta pengaruh mereka dalam proses pembentukan akhlak dan perilaku sang anak.

    Dalam Islam, anak-anak kecil tidak dibebankan dosa sampai ia berusia baligh. Hal ini seperti dijelaskan dalam hadits riwayat Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata:

    “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,’Qalam (pencatat dosa) diangkat (maksudnya: tidak dihitung melakukan dosa) dari tiga orang: anak kecil sampai ia baligh, orang tidur sampai ia bangun, dan orang yang terkena musibah sampai musibah itu diangkat’.”

    Orang Tua Bisa Berdosa Jika Lalai Mendidik Anak

    Merujuk buku Islam Berbicara Soal Anak yang ditulis oleh Kariman Hamzah para ulama berpendapat, orang tua dapat ikut menanggung dosa anak jika mereka lalai dalam mendidik dan membina akhlak anaknya, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama.

    Kewajiban mendidik anak tercermin dalam banyak hadits Rasulullah SAW, salah satunya,

    “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Rasulullah SAW juga memberikan perintah tegas dalam hal pendidikan ibadah, khususnya dalam mendirikan sholat,

    “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika meninggalkannya) pada usia sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud)

    Dengan demikian, jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang abai terhadap kewajiban agama, dan orang tuanya tidak memberikan arahan yang benar, maka kesalahan dan dosa anak tersebut bisa berdampak pada orang tua sebagai bentuk tanggung jawab kepemimpinan dalam keluarga.

    Dosa Bertambah Jika Orang Tua Menjadi Penyebab Kemaksiatan Anak

    Islam memberikan peringatan keras terhadap siapa pun yang mendorong atau menjadi penyebab orang lain berbuat dosa. Dalam konteks ini, orang tua yang memfasilitasi perilaku maksiat anak, misalnya dengan memberikan kebebasan tanpa pengawasan, membiarkan tontonan dan pergaulan buruk, atau bahkan menyuruh langsung pada hal yang haram, maka akan mendapatkan bagian dari dosa tersebut.

    Dalam hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)

    Tanggung Jawab Orang Tua Berakhir Ketika Anak Sudah Dewasa

    Dilansir dari laman Daarut Tauhid, disebutkan bahwa tanggung jawab orang tua tidak berlaku selamanya. Jika orang tua telah mendidik anak-anaknya dengan ajaran Islam yang benar, memberikan contoh perilaku yang baik, dan menasihati mereka ketika menyimpang, maka tanggung jawab dosa tidak lagi berada di pundak orang tua, meskipun anak tetap melakukan kesalahan.

    Hal ini dapat dilihat dari kisah Nabi Nuh AS yang memiliki anak durhaka. Walau sang ayah adalah seorang nabi yang mulia dan berdakwah tanpa henti, anaknya tetap memilih jalan kekufuran dan akhirnya tenggelam dalam banjir besar. Allah SWT berfirman kepada Nabi Nuh sebagaimana diabadikan dalam surat Hud ayat 46,

    قَالَ يَٰنُوحُ إِنَّهُۥ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيْرُ صَٰلِحٍ ۖ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۖ إِنِّىٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

    Artinya: Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan”.

    Kisah ini menunjukkan bahwa hidayah tidak bisa diwariskan, dan orang tua tidak dibebani atas keputusan akhir anak yang sudah cukup umur dan paham tanggung jawab agama.

    Di sisi lain, ketika seorang anak menjadi pribadi saleh, hal itu justru menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi kedua orang tuanya. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com