Tag: pendidikan inklusif

  • Beasiswa Pelatihan Guru SMA-SLB Segera Dibuka! Dilatih Kampus Aussie-Jepang-China



    Jakarta

    Beasiswa pelatihan teknis bagi guru pendidikan menengah dan pendidikan khusus segera dibuka! Bidang apa dan apa saja syaratnya?

    Dari laman akun Instagram @gtkdikmendiksus, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dit Guru PMPK) segera membuka kesempatan untuk belajar bersama Universitas Luar Negeri Terbaik dari Australia, Jepang dan China.

    Sasarannya adalah guru Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).


    5 Bidang Pelatihan Teknis

    Ada 5 bidang pelatihan teknis yang akan dibuka, demikian dilansir dari laman GTK Dikdasmen, Rabu (20/8/2025).

    1. Program Beasiswa Pelatihan Teknis Bidang STEM

    Bertujuan untuk membantu guru dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga dapat melaksanakan pembelajaran berbasis STEM melalui penerapan PBL (Project Based Learning) bekerja sama dengan Monash University, Australia.

    2. Program Beasiswa Pelatihan Teknis Bidang Bimbingan dan Konseling

    Topik Program Pembelajaran Profesional pada Layanan Bimbingan Konseling Sekolah untuk Mendukung Pengembangan murid Abad 21 bertujuan memberdayakan guru untuk secara efektif membimbing murid melalui kompleksitas kehidupan modern, memastikan murid tidak hanya cakap secara akademis tetapi juga tangguh secara sosial, emosional, dan psikologis melalui beasiswa Pelatihan Teknis bekerja sama dengan Monash University, Australia.

    3. Program Beasiswa Pelatihan Teknis Bidang Literasi dan Numerasi

    Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi melalui penerapan strategi pengajaran yang inovatif dan kreatif. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan praktis kepada guru, khususnya yang mengajar di SMA, SMK dan SLB, dalam mengembangkan metode pengajaran yang mampu meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung murid dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif yang bekerja sama dengan Flinders University, Australia.

    4. Program Beasiswa Pelatihan Teknis Bidang Kecerdasan Artifisial

    Pelatihan ini untuk guru pendidikan menengah bertujuan memberikan pemahaman mengenai konsep dasar dari kecerdasan artifisial, pemanfaatannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, serta aspek etika serta implikasi sosialnya bekerjasama dengan Tianjin University China.

    5. Program Beasiswa Pelatihan Teknis Bidang Pendidikan Inklusif

    Dengan topik Pendekatan Inklusif dalam Mendukung Keberagaman Murid di Kelas dirancang untuk mengintegrasikan teori dan praktik pendekatan inklusif dalam konteks pembelajaran nyata di kelas, mencakup pemahaman mengenai konsep dasar pendidikan inklusif, keberagaman murid di kelas, pendekatan inklusif melalui pembelajaran yang akomodatif, dan kolaborasi dalam pendidikan inklusif bekerja sama dengan Hiroshima University, Jepang.

    Persyaratan Melamar Beasiswa

    Berikut persyaratan buat para guru SMA-SMK dan SLB yang hendak melamar beasiswa pelatihan teknis:

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Berusia maksimal 50 tahun pada 31 Desember 2025
    3. Memiliki kemampuan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
    4. Sudah mengajar/membimbing/bertugas paling sedikit 2 (dua) tahun terakhir di satuan pendidikan SMA, SMK, dan/atau SLB di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
    5. Sekurang-kurangnya memiliki kualifikasi akademik studi program strata satu (S1/DIV) jurusan matematika, fisika , kimia, biologi, teknik dan ilmu komputer;
    6. Mengisi formulir pendaftaran pada laman https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis;
    7. Mengunggah hasil pindai (scan) Kartu Tanda Penduduk (KTP);
    8. Mengunggah hasil pindai (scan) Surat Keputusan Pengangkatan Guru ASN, atau Surat Keputusan Pengangkatan Guru tetap Yayasan;
    9. Mengunggah hasil pindai (scan) Ijazah dan transkrip nilai S-1/DI-V (IPK minimal 3,00 skala 4,00) yang telah dilegalisir;
    10.Mengunggah hasil pindai (scan) sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal TOEFL ITP 450/TOEFL iBT 45/IELTS 5.0/Duolingo English Test 75/English Score 290 (Dikecualikan bagi peserta yang pendidikan sebelumnya menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Pengantar Utama dibuktikan dengan pindai (scan) ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi luar negeri dengan masa lulus tidak lebih dari 2 tahun terhitung dari tanggal pendaftaran);
    11. Mengunggah hasil pindai (scan) surat pernyataan calon Peserta penerima Program Pelatihan Teknis (format lampiran 1).
    12. Mengunggah hasil pindai (scan) surat rekomendasi dari atasan (format lampiran 2);
    13. Mengunggah hasil pindai (scan) esai/personal statement (format lampiran 3); dan
    14. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan Surat Keterangan dari rumah sakit/puskesmas dan/atau surat keterangan berkebutuhan khusus bagi yang memiliki kebutuhan khusus.

    Alur Pendaftaran Beasiswa Pelatihan Teknis

    Berikut alur pendaftaran Pelatihan Teknis GTKPG Kemendikdasmen:

    1. Pahami Syarat dan Siapkan Berkas Persyaratan Pelatihan Teknis

    Pastikan anda telah membaca dan memahami syarat, ketentuan serta menyiapkan berkas yang akan diunggah untuk mendaftar pelatihan teknis yang dituju.

    2. Daftar Pelatihan Teknis dan Lengkapi Profil

    Daftar pelatihan teknis melalui link yang tersedia dalam Portal Pelatihan Teknis GTKPG dan Lengkapi Profil Anda.

    3. Unggah Dokumen sesuai syarat Pelatihan Teknis yang dituju

    Unggah Semua Dokumen sesuai dengan informasi syarat pelatihan teknis yang dituju melalui Portal Pelatihan Teknis GTKPG.

    4. Tunggu Verifikasi dan Pengumuman Penerima Pelatihan Teknis

    Tunggu proses verifikasi dan pengumuman penerima pelatihan teknis yang akan dilakukan Kemendikdasmen

    Keterangan lengkap bisa dibaca di sini.

    (nwk/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Dukung Pendidikan Inklusif, ASG Salurkan 200 Beasiswa di Universitas Terbuka



    Jakarta

    Agung Sedayu Group (ASG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan inklusif bagi masyarakat Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (PIK 2), ASG menyalurkan 200 beasiswa kuliah bagi calon mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT).

    Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) ini dilaksanakan di sela acara Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil Wilayah 2, yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe. MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses – Agung Sedayu Group (PIK 2), Letjen TNI (Purn) Dr. Nono Sampono, S.Pi., M.Si.

    Nono menyampaikan dukungan terhadap dunia pendidikan merupakan salah satu fokus utama ASG melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menegaskan komitmen tersebut diwujudkan secara konsisten melalui berbagai inisiatif nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.


    “Agung Sedayu Group melalui program CSR kami memang spesifik hadir pada wilayah pendidikan, kesehatan, dan sosial. Maka itu, kali ini kami berkesempatan bermitra dengan Universitas Terbuka untuk membantu mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan,” ujar Nono, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Senin (10/11/2025).

    Ia menambahkan, fokus utama ASG di bidang pendidikan selama ini telah memberikan dampak positif di berbagai daerah. Melalui berbagai inisiatif, ASG turut membantu sejumlah perguruan tinggi hingga lembaga pesantren di wilayah tersebut.

    Lebih jauh, Nono menjelaskan program beasiswa kali ini menjadi salah satu kontribusi ASG dalam mendukung perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

    “Terkait program beasiswa 200 calon mahasiswa yang akan kuliah di UT, kami berharap ini dapat membantu mereka mencapai tingkat kesarjanaan,” jelasnya.

    Nono menyatakan program ini diperuntukkan bagi 200 calon mahasiswa baru yang berdomisili di kawasan Tangerang Raya, khususnya di wilayah operasional utama Agung Sedayu Group.

    “Beasiswa ini memang khusus bagi calon mahasiswa baru, bukan yang sedang belajar. Setiap mahasiswa akan menerima bantuan senilai Rp1,8 juta per semester selama empat tahun masa studi, atau hingga lulus. Bisa dibilang total program ini mendekati Rp3 miliar,” jelasnya.

    Ia juga mengungkapkan alasan ASG memilih Universitas Terbuka sebagai mitra strategis dalam penyaluran beasiswa. Menurutnya, model pembelajaran terbuka dan fleksibel yang dimiliki UT memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang bisa mendapatkan akses pendidikan tinggi.

    “Alasan kami memilih UT karena universitas ini salah satu jalur paling strategis. Di mana pun masyarakat berada, mereka bisa belajar. Kami ingin semakin banyak masyarakat kita bisa meraih gelar strata satu,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia menyoroti masih rendahnya angka lulusan sarjana di Indonesia yang baru mencapai sekitar 8 persen, jauh tertinggal dibandingkan negara maju yang minimal berada di angka 40 persen.

    “Saya kira ASG juga memiliki semangat untuk turut mendorong peningkatan angka tersebut hingga menyentuh 40 persen melalui program seperti ini. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia,” tutupnya.

    Di sisi lain, Prof. Dr. Ali menilai kerja sama ini merupakan momentum penting bagi UT sebagai perguruan tinggi terbuka terbesar di Indonesia. Ia melihat kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan pendidikan tinggi di tanah air.

    “Hari ini menjadi hari bersejarah bagi kami, karena UT resmi menjadi mitra strategis bagi Agung Sedayu Group,” ujarnya.

    Ali menjelaskan salah satu prinsip utama yang dipegang UT adalah resource sharing, yakni berbagi sumber daya dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

    “UT itu resource sharing, jadi penting bagi kami untuk terus berkolaborasi. Tujuannya tidak lain adalah mencerdaskan bangsa. Kami ingin bergotong royong bersama berbagai pihak untuk memajukan Indonesia,” tutur Ali.

    Ia menambahkan, 200 beasiswa ini merupakan tahap pertama dari kerja sama antara UT dan Agung Sedayu Group. Jika hasilnya berjalan baik, kedua pihak akan membuka peluang untuk melanjutkan dan memperluas program ini di tahun berikutnya.

    Terkait sistematika penerimaan beasiswa, Direktur UT Serang, Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum., menegaskan para penerima beasiswa akan dipilih melalui proses seleksi yang sistematis dan transparan.

    “Beasiswa ini ditujukan untuk calon mahasiswa baru dari area operasional ASG, yakni Tangerang Raya. Kami menyiapkan proses seleksi yang ketat, termasuk portofolio, surat pernyataan kesanggupan studi, dan komitmen mahasiswa,” ujar Teguh.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan program belajar akan dimulai pada Juli 2026, sehingga proses seleksi dan pembekalan akan berlangsung panjang dan menyeluruh.

    “Kami akan membentuk tim pendamping yang memfasilitasi penerima beasiswa, baik dalam tutor online maupun pembekalan akademik,” tambahnya.

    Teguh menegaskan UT berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa penerima beasiswa agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu.

    “Karena ini adalah karunia yang tidak boleh disia-siakan. Maka kami akan hadir mendampingi mereka hingga tuntas,” ujarnya.

    Program beasiswa ini menegaskan peran ASG sebagai pelaku industri yang tidak hanya fokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga berkomitmen memajukan pendidikan. Melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka, ASG berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia.

    (akn/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Jenis Penyandang Disabilitas yang Bisa Daftar Beasiswa LPDP, Cek Ketentuannya


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyediakan sejumlah beasiswa afirmasi untuk calon pelajar Indonesia. Salah satunya bernama Beasiswa Disabilitas.

    Berdasarkan Panduan Pendaftaran Beasiswa Penyandang Disabilitas Tahap 2 Tahun 2025, Beasiswa Penyandang Disabilitas adalah beasiswa yang ditujukan untuk masyarakat penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan LPDP. Pelamar disyaratkan melampirkan surat keterangan dari dokter, psikolog atau psikiater, atau audiologis dari RS atau puskesmas.


    Surat keterangan tersebut berisi pernyataan bahwa pelamar bersangkutan, dengan kondisi disabilitasnya, mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif. Pihak yang menandatangani surat keterangan disesuaikan dengan jenis disabilitas masing-masing.

    Jenis Penyandang Disabilitas yang Bisa Mendaftar Beasiswa LPDP Afirmasi Disabilitas

    Pada Beasiswa Disabilitas, pendaftar disyaratkan masuk salah satu kategori berikut:

    • Penyandang disabilitas fisik
    • Penyandang disabilitas intelektual
    • Penyandang disabilitas mental
    • Penyandang disabilitas sensorik
    • Penyandang disabilitas ganda atau multi

    Bagaimana Jika Tidak Masuk Kategori?

    Jika kondisi disabilitas pendaftar Beasiswa Disabilitas LPDP tidak sesuai dengan ketentuan di atas, maka ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan LPDP:

    • Memindahkan pendaftar ke program beasiswa LPDP lainnya jika memenuhi syarat beasiswa tersebut
    • Menyatakan pendaftar tidak lolos seleksi beasiswa LPDP pada tahapan seleksi tertentu jika tidak memenuhi persyaratan beasiswa LPDP lainnya maupun Beasiswa Penyandang Disabilitas.

    Syarat Beasiswa Disabilitas LPDP

    Berikut sejumlah syarat yang diberlakukan bagi pendaftar Beasiswa Penyandang Disabilitas berdasarkan pembukaan pendaftaran tahap 2 2025:

    • Usia maksimal 42 tahun untuk pendaftar jenjang magister dan 47 tahun untuk pendaftar jenjang doktor
    • IPK minimal 2,5 dari skala 4,0 untuk pendaftar jenjang magister dan 3,0 dari 4,0 untuk pendaftar jenjang doktor
    • Pendaftar beasiswa magister dan doktor dalam negeri tidak disyaratkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris
    • Pendaftar beasiswa magister atau doktor luar negeri disyaratkan memenuhi skor minimum bahasa Inggris salah satu tes terstandar berikut:
      • TOEFL ITP 500
      • TOEFL iBT 61
      • PTE Academic 50
      • IELTS 6.0
      • Duolingo English Test 95
      • TOEP 500
    • Sertifikat bahasa Inggris pendaftar beasiswa luar negeri disyaratkan masih berlaku 2 tahun terakhir, paling cepat pada tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran masing-masing.

    Informasi beasiswa LPDP program afirmasi untuk penyandang disabilitas selengkapnya bisa diakses melalui https://lpdp.kemenkeu.go.id/en/beasiswa/afirmasi/beasiswa-penyandang-disabilitas-2025/ atau klik DI SINI.

    (twu/faz)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Akses Internet Sulit di Daerah, Prabowo Sebut Ada Teknologi Murah untuk Tiap Sekolah


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto menyatakan ada teknologi konektivitas murah yang dapat dipasang di setiap sekolah yang sulit mendapat internet dan wifi. Hal ini guna mendukung akses ke konten pelajaran pada bidang-bidang yang sulit, yang disiarkan via interactive flat panel (IFP) atau layar pintar untuk pembelajaran interaktif.

    Prabowo menjelaskan, guru-guru terbaik akan disiapkan studio untuk mengajar bidang-bidang yang sulit. Kontennya kemudian akan disiarkan ke seluruh pelosok Indonesia. Langkah ini ia harap membantu sekolah yang gurunya belum menguasai materi-materi tersebut.

    “Di gunung-gunung, pulau terpencil. Jangankan itu, saya yakin, di pinggir Jakarta ini juga masih banyak sekolah yang tidak punya guru-guru yang menguasai pelajaran-pelajaran yang susah,” ucapnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), disiarkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden.


    “Sekarang, dari tempat studio yang terpusat, (guru yang menguasai) bisa ngajar, bisa diterima oleh 330.000 sekolah yang sulit mendapat internet, wifi. Sekarang sudah ada teknologi sangat murah, bisa kita pasang di tiap sekolah, tidak terlalu mahal,” imbuhnya.

    Sebagai perbandingan, Prabowo mengatakan biaya pemasangan teknologi konektivitas untuk mendukung akses ke konten pembelajaran tersebut lebih murah dari berlangganan Starlink.

    “Starlink mugkin masih agak mahal untuk bayar tiap bulan, tapi sudah ada teknologi yang lebih murah,” ucapnya.

    Akses Konten, Layar Pintar IFP Ditambah

    Prabowo mengatakan, upaya penggunaan teknologi konektivitas ini diharapkan mendukung penggunaan layar pintar atau IFP yang berisi konten pengetahuan yang menarik bagi anak-anak.

    Ia menjelaskan, sekolah-sekolah direncanakan menerima tambahan 3 layar IFP per sekolah pada 2026. Sementara itu, 2 layar IFP tambahan direncanakan menyusul pada 2027.

    “Tahun depan rencananya adalah kita akan tambah tiga layar, ya. Hari, tahun ini, kita mampu satu layar, tahun depan kita akan bagi tiga layar. berarti di setiap sekolah akan ada empat ruangan yang punya layar ini. Mudah-mudahan tahun 2027 kita bisa tambah lagi 2 layar, jadi enam kelas tiap sekolah bisa punya layar,” ucapnya.

    “Jadi semua anak-anak kita mendapat akses kepada pengetahuan yang terbaik, terkini, dengan animasi dan dukungan yang terbaik. Saya dapat laporan dari Mendikdasmen bahwa antusiasme anak-anak sekarang meningkat untuk sekolah ya. Selain MBG, dia juga pelajarannya juga menarik,” sambung Prabowo.

    Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), target penyaluran IFP pada pertengahan Desember 2025 yakni diterima lebih dari 288.000 satuan pendidikan negeri dan swasta. Hingga 7 Oktober 2025, distribusinya mencapai 70.000 lebih sekolah termasuk SLB, memungkinkan siswa tunanetra dapat memanfaatkan fitur talkback pada layar interaktif.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com