Tag: pendidikan internasional

  • Beasiswa YSEALI 2025 ke AS Dibuka, Mahasiswa dan Fresh Graduate Dicari!



    Jakarta

    Program Beasiswa Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellows kembali dibuka untuk kaum muda di kawasan Asia Tenggara. Pendaftaran ini dibuka mulai dari 23 Juni hingga 21 Juli 2025.

    Beasiswa YSEALI merupakan beasiswa kuliah singkat ke Amerika Serikat (AS) untuk mahasiswa dan fresh graduate. Nantinya, program ini akan berlangsung sekitar lima minggu.

    YSEALI disponsori oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dengan tujuan mempertemukan para pemimpin muda yang berasal dari Asia Tenggara. Tujuannya agar para pemuda mampu membangun jejaring kepemimpinan.


    “Pemerintah AS berkomitmen untuk memberdayakan para pemimpin muda dan mempererat hubungan antara masyarakat Amerika Serikat dan Asia Tenggara yang berjumlah satu miliar,” kata Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Jamie Ravetz, dilansir id.usembassy.gov.

    “Melalui Program YSEALI Academic Fellows, kami tidak hanya berinvestasi pada potensi individu-kami berinvestasi pada masa depan kawasan ini,” imbuhnya.

    Lantas apa saja syarat beasiswa YSEALI 2025?

    Syarat Beasiswa YSEALI 2025

    1. Berusia antara 18 dan 25 tahun pada batas waktu pendaftaran, meskipun pelamar luar biasa yang berusia di atas 25 tahun dapat dipertimbangkan jika mereka memenuhi semua persyaratan kelayakan lainnya

    2. Warga negara dari: Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam

    3. Seorang mahasiswa sarjana penuh waktu atau paruh waktu dari perguruan tinggi, universitas, atau lembaga pendidikan tinggi lainnya; atau telah lulus dengan gelar sarjana dalam empat tahun terakhir

    4. Mahir dalam membaca, menulis, dan berbicara bahasa Inggris

    5. Bukan warga negara AS atau penduduk tetap Amerika Serikat

    6. Bukan pegawai atau anggota keluarga langsung pegawai Pemerintah AS (termasuk kedutaan atau konsulat AS, USAID, atau entitas Pemerintah AS lainnya)

    7. Bukan alumni Program Beasiswa Akademik YSEALI

    8. Memenuhi syarat untuk menerima visa J-1 AS.

    9. Biaya visa dibayar oleh program

    10. Tidak ada biaya bagi mereka yang terpilih sebagai Fellow.

    Kewajiban bagi Pelamar yang Lolos

    – Menunjukkan minat, pengetahuan, atau pengalaman profesional dalam keterlibatan masyarakat; sumber daya alam; inovasi dan kewirausahaan; atau masyarakat dan tata kelola.

    – Menunjukkan kualitas kepemimpinan yang kuat dan potensi di universitas, tempat kerja, dan/atau komunitas mereka;

    – Menunjukkan komitmen atau minat dalam pelayanan masyarakat, kesukarelaan, atau bimbingan;

    – Menunjukkan minat serius untuk mempelajari tentang Amerika Serikat dan Asia Tenggara sebagai suatu kawasan;

    – Bersedia berpartisipasi aktif dalam program akademik intensif, pengabdian kepada masyarakat, dan kunjungan studi;

    – Memiliki komitmen untuk kembali ke negara asal untuk menerapkan keterampilan dan pelatihan kepemimpinan guna memberi manfaat bagi komunitas, negara, atau kawasan Asia Tenggara; dan

    – Memiliki sedikit atau tidak memiliki pengalaman studi atau perjalanan sebelumnya di Amerika Serikat.

    Bagi detikers yang berminat bisa lamar DI SINI. Informasi atau pertanyaan tentang akomodasi, kelayakan, atau topik lainnya, bisa menghubungi ysealiafp@umontana.edu.

    (faz/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa DAAD EPOS Jerman Sedang Dibuka, Begini Syarat dan Jadwalnya



    Jakarta

    Beasiswa kuliah di Jerman terkait pembangunan, EPOS, sedang dibuka Lembaga Pertukaran Akademis Jerman (DAAD). Peminat asal Indonesia bisa melamar pada program master dan PhD.

    Dikutip dari laman resmi DAAD, beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan dari negara berkembang dan negara industri baru dari semua disiplin ilmu yang mengantongi pengalaman profesional minimal 2 tahun. Beasiswa ini dibuka untuk studi 12-42 bulan, sesuai dengan durasi yang ditentukan pada tiap program studi (prodi).

    Beasiswa DAAD EPOS

    Beasiswa kuliah di Jerman ini meliputi:


    1. Uang saku 992 Euro (Rp 18,7 juta) per bulan untuk program master dan 1.300 euro (Rp 24,5 juta) per bulan untuk kandidat doktor
    2. Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan personal liability
    3. Tunjangan perjalanan, kecuali ditanggung oleh negara asal atau sumber pendanaan lainnya
    4. Dalam keadaan tertentu, penerima beasiswa bisa mendapat komponen tambahan berikut:

    – Subsidi sewa tempat tinggal bulanan
    – Uang saku bagi anggota keluarga yang menyertai ke Jerman

    Syarat Beasiswa

    1. Lulusan sarjana di bidang yang sesuai dengan nilai jauh di atas rata-rata (sepertiga terbaik), diperoleh tidak lebih dari 6 tahun
    2. Memiliki minimal 2 tahun pengalaman profesional usai memperoleh gelar sarjana
    3. Bekerja untuk pemerintah atau perusahaan swasta di negara berkembang (termasuk Indonesia), serta terlibat di bidang perencanaan dan pelaksanaan arahan serta proyek yang utamanya bergerak pada kebijakan pembangunan berdampak pada bidang teknologi, ekonomi, maupun sosial
    4. Memenuhi persyaratan akademis yang diperlukan sesuai prodi
    5. Jika sudah bermukim di Jerman, maka disyaratkan tidak lebih dari 16 bulan per batas waktu pendaftaran
    6. Dapat menyelesaikan studi di Jerman dengan hasil di atas rata-rata untuk ujian akademik pertama (sepertiga terbaik) dan ujian kemampuan bahasa
    7. Menunjukkan bukti minat di bidang pembangunan
    8. Berkomitmen mengambil peran tanggung jawab sosial, dan memulai serta mendukung proses perubahan di lingkungan pribadi dan profesional setelah merampungkan studi dengan beasiswa
    9. Mengikuti pelatihan bahasa Jerman wajib selama 6 bulan di awal penerimaan beasiswa
    10. Pendaftar program berbahasa pengantar bahasa Inggris menyertakan bukti keterampilan bahasa memadai sesuai persyaratan prodi tujuan.
    11. Pendaftar prodi berbahasa Jerman disyaratkan memperoleh tingkat bahasa Jerman minimal B1 (dibuktikan dengan sertifikat), serta lulus ujian bahasa DSH 2 atau TestDaF 4 sebelum memulai studi.

    Jadwal Beasiswa

    Berikut batas waktu pendaftaran kuliah di tiap program dengan beasiswa DAAD ini:

    Ilmu Ekonomi, Administrasi Bisnis, dan Ilmu Ekonomi Politik

    • MA Master’s Programme in International and Development Economics (MIDE) HTW Berlin: 31 Agustus 2025
    • MSc Development Economics, GAU Göttingen: 1.Oktober-15 November 2025
    • MBA Small Enterprise Promotion and Training (SEPT), Universitas Leipzig: 1 Oktober 2025

    Kerja Sama Pembangunan

    • MA Development Management, RU Bochum: 30 September 2025
    • MSc Geography of Environmental Risks and Human Security, Universitas Bonn atau United Nations University: 15 Desember 2025
    • PhD Bonn International Graduate School for Development Research (BIGS-DR), Universitas Bonn: 31 Agustus 2025
    • Ma Sustainable Development Management, HS Rhein-Waal: 1 Juni 2025

    Bidang Prodi Lainnya

    Prodi lainnya dibuka di bidang teknik dan ilmu terkait, perencanaan perkotaan dan regional, ilmu pertanian dan kehitanan, ilmu alam dan lingkungan, kedokteran dan kesehatan masyarakat, ilmu sosial, pendidikan, dan hukum, serta studi media. Cek batas waktu pendaftaran per program studi dengan klik DI SINI.

    Informasi lebih lanjut mengenai prodi Beasiswa DAAD EPOS bisa dicek melalui brosur resminya, klik DI SINI. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Ramai #KaburAjaDulu, Ini 7 Beasiswa S1-S3 yang Tak Wajibkan Awardee Kembali ke RI



    Jakarta

    Tagar #KabuAjaDulu ramai dibahas oleh anak muda di media sosial. Tagar ini menunjukan sebuah tren kuliah atau bekerja di luar negeri karena situasi di Indonesia tak sesuai dengan harapan mereka.

    #KaburAjaDulu ini juga dapat bermakna kesempatan bagi pelajar di Indonesia untuk pergi ke luar negeri beberapa lama misalnya untuk kuliah. Bagi detikers yang berniat belajar di luar negeri, sejumlah beasiswa ini tak mensyaratkan mahasiswa harus kembali ke Indonesia setelah selesai studi.

    Ada beasiswa apa saja? Melansir masing-masing laman resmi beasiswa, berikut daftarnya:


    Daftar Beasiswa S1-S3 yang Tak Wajibkan Awardee Kembali ke RI

    1. Global Korean Scholarship (GKS)

    Apakah detikers ingin menetap di Korea? Beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) bisa jadi solusi agar bisa tinggal di sana sementara sekaligus melanjutkan kuliah.

    GKS menawarkan beasiswa untuk jenjang mulai dari D2, S1, S2 hingga S3. Komponen pembiayaan yang ditanggung beasiswa ini antara lain biaya daftar, biaya kuliah, uang saku tahunan sampai Rp 224 juta dan biaya kursus bahasa Korea selama satu tahun.

    Syarat daftar beasiswa ini yakni sebagai berikut:

    • Tidak berkewarganegaraan Korea, kecuali jika melamar program R&D, International Organization program.
    • Sehat mental dan fisik.
    • Pelamar yang belum lulus saat mendaftar wajib menyertakan transkrip akademik hingga semester yang terakhir ditempuh
    • Pelamar yang belum memperoleh sertifikat TOPIK saat mendaftar masih dapat melamar.
    • Syarat lengkapnya bisa dilihat di sini https://www.studyinkorea.go.kr/ko/scholarship ya.

    2. Ministry of Education (MoE) Taiwan

    Kementerian Taiwan menawarkan beasiswa MoE Taiwan untuk jenjang S1, S2 dan S3. Awardee beasiswa ini dapat menerima bantuan pendidikan hingga NT$ 40.000/semester atau sekitar Rp 19,9 juta.

    Tak ada syarat usia dalam beasiswa ini. Lebih jelasnya berikut syarat yang harus dipenuhi pelamar:

    • Tidak berstatus Overseas Chinese Student atau warga negara Taiwan.
    • Belum/tidak terdaftar belajar di salah satu kampus di Taiwan pada tahun sebelumnya.
    • Tidak mengikuti pertukaran pelajar antar universitas ketika nanti lolos.
    • Tidak pernah belajar di Taiwan pada tingkatan/jenjang yang sama.
    • Tidak pernah menerima beasiswa dari pemerintah taiwan lebih dari lima tahun.
    • Tidak menerima beasiswa lain dari pemerintah Taiwan jika lolos.
    • Tidak pernah membatalkan program beasiswa MoE Taiwan pada waktu sebelumnya.

    3. MEXT Research Jepang

    Beasiswa MEXT Research Jepang ini bisa dicoba bagi yang ingin melanjutkan D4, S1 atau S2. Pendanaan berlaku hingga 2 tahun masa studi.

    Beasiswa MEXT ini bersifat fully funded. Awardee akan ditanggung biaya kuliahnya, tunjangan hidup. tiket pesawat hingga pengurusan visa pelajar.

    Namun, pelamar sebelumnya harus memenuhi syarat ini agar dapat lolos:

    • Mempunyai IPK minimal 3,2
    • Memilih jurusan yang sesuai dengan jenjang pendidikan sebelumnya
    • Sehat secara jasmani dan rohani
    • Siap belajar bahasa Jepang
    • Mempunyai skor TOEFL-PBT/ITP: minimal 543, TOEFL-iBT: minimal 72, IELTS: minimal 5.5, TOEIC L&R: minimal 785, TOEIC S&W: minimal 310, dan JLPT: minimal N2

    4. Singapore International Graduate Award (Singa)

    Beasiswa Singa disediakan oleh Agency for Science, Technology, and Research Singapore. Jenis beasiswa yang tersedia dapat memungkinan awardee melanjutkan studi S2 langsung ke S3.

    Adapun tujuan kampus yang bisa dipilih di beasiswa Singa antara lain
    Nanyang Technological University, The National University of Singapore, The Singapore University of Technology and Design dan The Singapore Management University.

    Apa saja syarat bisa ikut beasiswa Singa? Berikut di antaranya:

    • Mempunyai semangat dalam penelitian dan berprestasi secara akademik
    • Ijazah atau surat keterangan lulus S1 atau S2
    • Transkrip akademik S1 atau S2
    • Mempunyai paspor
    • Foto ukuran paspor terbaru berformat JPEG atau PNG
    • Dua surat rekomendasi (dikirim secara daring oleh pemberi rekomendasi)
    • Hasil GRE/IELTS/TOEFL/SAT I&II/GATE yang bisa diminta dari pihak kampus

    5. Turkiye Burslari

    Turki merupakan salah satu tujuan studi favorit mahasiswa Indonesia. Jika detikers ingin ke sana, maka beasiswa Turkiye Burslari bisa jadi pilihan.

    Cakupan pembiayaan beasiswa ini terdiri dari uang kuliah, uang saku per bulan, tiket pesawat hingga tempat tinggal. Ada empat jenis beasiswa yang tersedia yakni beasiswa S1, S2, S3 dan beasiswa riset.

    Beberapa syarat khusus berdasarkan jenjang dapat dilihat selengkapnya di sini ya https://www.turkiyeburslari.gov.tr/.

    6. Stipendium Hungaricum Scholarship Program

    Beasiswa ini sediakan oleh Director for Internationalisation of Higher Education Stipendium Hungaricum Programme. Beasiswa menawarkan bantuan pendidikan S1, S2, dan kursus pelatihan.

    Beasiswa ini menanggung biaya kuliah secara penuh dan tunjangan hidup bulanan. Jika ingin mendaftar beasiswa ini, pelamar harus memenuhi syarat umum ini:

    • Melakukan pendaftaran di laman registrasi.
    • Mengunggah foto terbaru pelamar.
    • Pelamar beasiswa parsial studi parsial harus menyatakan dengan jelas durasi (ditunjukkan dalam bulan) dan tanggal mulai (September atau Februari) studi yang mereka lamar.
    • Membuat motivation letter.
    • Mengunggah salinan pindaian bukti asli kemampuan berbahasa.
    • Sementara syarat khusus setiap jenjang bisa dilihat di sini https://apply.stipendiumhungaricum.hu/ ya.

    7. Ministry of Entrepreneurship and Tourism Romania

    Pemerintah Romania menawarkan kesempatan warga Indonesia belajar di negaranya lewat beasiswa ini. Salah satu hal yang berbeda dari beasiswa ini adalah pelamar tak disyaratkan minimal IPK dan tak perlu melampirkan skor TOEFL atau IELTS.

    Beasiswa ini menanggung biaya kuliah, biaya latihan bahasa selama satu tahun, biaya hidup bulanan, asrama, bantuan layanan kesehatan hingga biaya transportasi lokal.

    Jika detikers tertarik daftar beasiswa dari pemerintah Romania ini dapat mendaftar di sini ya https://jakarta.mae.ro/en/local-news/1310.

    Itulah beberapa beasiswa yang tak mewajibkan awardee kembali ke Indonesia. Ada yang menarik minatmu?

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Siap-siap, Pendaftaran Beasiswa GKS 2026 Dibuka Mulai 15 September



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa program sarjana GKS tahun 2026 akan dibuka pada 15 September 2025. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Institut Pendidikan Internasional Korea Selatan.

    Berdasarkan laman resmi Korea.net, panitiaGKS membuka kuota bagi 280 mahasiswa internasional dari 71 negara. Pendaftaran dibuka hingga 31 Oktober 2025.


    GKS atau Global Korea Scholarship adalah program beasiswa penuh yang dikelola oleh National Institute for International Education (NIIED), lembaga eksekutif di bawah kementerian pendidikan Korea Selatan.

    Beasiswa ini diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan kepada mahasiswa Internasional yang ingin kuliah di Korea untuk jenjang D2, S1, S2, dan S3. Beasiswa GKS bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia internasional dengan Korea Selatan di luar negeri.

    Apa saja manfaat beasiswa GKS? Simak di bawah ini.

    Manfaat Beasiswa GKS Sarjana 2026

    Melansir laman Atase Pendidikan KBRI di Korea Selatan, manfaat beasiswa GKS mencakup:

    Tiket pesawat PP Indonesia-Korea pada awal dan akhir masa penerimaan beasiswa.

    Tunjangan awal saat pertama kali tiba di Korea sejumlah 200 ribu KRW (Rp 2,3 juta)

    Tunjangan untuk mahasiswa Program Sarjana senilai 900 ribuKRW (Rp 10,6 juta) setiap bulan, mahasiswa Program Magister 1 jutaKRW (Rp 11,8 juta) setiap bulan, dan pelajar Program Riset diberikan tunjangan senilai 1,5 jutaKRW (Rp 17,7 juta) setiap bulan.

    Tunjangan penelitian sejumlah 210.000-240.000 KRW (Rp 2,48 juta-Rp 2,83 juta) per semester.

    Biaya belajar bahasa Korea selama 1 tahun sebelum perkuliahan

    Tanggungan penuh biaya perkuliahan

    Asuransi kesehatan sebesar 20 ribu KRW (Rp 236 ribu) per bulan.

    Hibah Kemampuan Bahasa Korea sejumlah 100 ribu KRW (Rp 1,18 juta) per bulan bagi penerima beasiswa GKS yang memiliki TOPIK level 5 dan 6.

    Hibah Penyelesaian Beasiswa 100 ribu KRW (Rp 1,18 juta).

    Syarat Beasiswa GKS 2026

    Pelamar harus memiliki kesehatan yang memadai, baik mental maupun fisik, untuk tinggal di negara asing untuk waktu yang lama.

    Harus berusia di bawah 25 tahun pada tanggal masuk (untuk jenjang S1)

    Telah menyelesaikan atau dijadwalkan untuk menyelesaikan pendidikan formal semua kursus dasar, menengah, dan menengah pada tanggal kedatangan (S1)

    Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (GPA) di atas 80% dari institusi pendidikan terakhir

    Dokumen Pendaftaran BeasiswaGKS 2026

    Satu set dokumen asli lengkap yang terdiri dari:
    a. Form 1: Formulir pendaftaran
    b. Form 2: NIIED Pledge
    c. Form 3: Personal Statement
    d. Form 4: Study Plan
    e. Form 5: 2 Surat rekomendasi
    f. Form 6: Completed Self Medical Assessment
    g. Form 7: Sertifikat dan penghargaan lainnya (opsional)
    h. Form 8: Hasil tes kesehatan pelamar

    Seluruh dokumen di atas dapat diunduh pada link berikut: https://www.studyinkorea.go.kr.

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa GKS 2026 dapat dicek melalui http://posspika.kemdikbud.go.id/beasiswa-gks. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa ICCR, Kesempatan Mahasiswa Indonesia Bisa Kuliah Gratis di India


    Jakarta

    India merupakan negara dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, keanekaragaman budaya yang kuat, serta salah satu pusat peradaban masa lampau tertua di Asia. Bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia yang ingin belajar atau menempuh studi di India, terdapat penawaran beasiswa gratis.

    Beasiswa yang dimaksud yakni Indian Council for Cultural Relations (ICCR), beasiswa dari Dewan Hubungan Kebudayaan India. Beasiswa ini terbuka untuk jenjang sarjana (S1), pascasarjana (S2), magister filsafat (M Phil) hingga doktoral (PhD).

    Mengutip Embassy of India di Jakarta, pendaftaran beasiswa biasanya dibuka setiap Januari. Namun, untuk penerimaan 2025/2026, pendaftaran beasiswa dibuka mulai Februari hingga April.


    Untuk tahun akademik 2026/2027 belum ada pengumuman pendaftaran resminya. Namun, mahasiswa yang tertarik dengan ICCR bisa mulai mempersiapkan diri, ya! Simak persyaratan dan prediksi jadwal pelaksanaan untuk periode 2026/2027 berikut ini.

    Ada 21 Skema Beasiswa dan Menerima Ribuan Mahasiswa

    Mengutip laman Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India, ICCR mengelola 21 skema berbeda dalam beasiswanya. Enam di antaranya didanai oleh ICCR, sedangkan yang lainnya dikelola atas nama MEA dan Ministry of Ayush.

    Skema yang terkenal antara lain Beasiswa Umum Atal Bihari Vajpayee (A1201). Beasiswa ini memiliki lebih dari 600 kuota pada tahun akademik 2025/2026.

    Kemudian ada skema Beasiswa Tari & Musik Lata Mangeshkar (A1209), yang terbuka bagi mahasiswa asing untuk studi di bidang seni tari, musik, teater, seni pertunjukan, patung, bahasa, hingga kuliner. Pada 2025/2026, skema ini memiliki 100 kuota penerima beasiswa.

    Selain itu ada juga ‘Beasiswa Pertukaran Budaya Dr. S. Radhakrishnan’ dan ‘Beasiswa Ayush’. Setiap tahunnya, ICCR menerima sekitar lebih dari 3.000 mahasiswa asing dari 180 negara. Setiap tahun juga, ICCR mampu meluluskan sekitar 6.000-an sarjana asing yang belajar di berbagai institusi pendidikan tinggi di India.

    Adapun secara umum, beasiswa-beasiswa dari ICCR memiliki manfaat antara lain:

    – Tiket pesawat pulang pergi (untuk skema tertentu)

    – Biaya pendidikan

    – Tunjangan hidup

    – Biaya akomodasi

    Persyaratan Umum Pendaftaran ICCR

    Berikut ini persyaratan umum yang dibutuhkan untuk mendaftar ICCR, dikutip dari laman PPI India.

    1. Persyaratan bagi pendaftar S1

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP dan SMA yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    2. Persyaratan bagi pendaftar S2

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP, SMA dan S1 yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    – GMAT (hanya untuk MBA)

    3. Persyaratan bagi pendaftar S3

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP, SMA dan S1 yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    – Proposal research

    Jadwal Pelaksanaan Seleksi ICCR

    Mengacu pada pembukaan beasiswa untuk tahun akademik 2025/2026, berikut ini jadwal seleksi ICCR, dikutip dari Embassy of India.

    • 20 Februari-30 April 2025: Pendaftaran online
    • 31 Mei 2025: Pengumuman dari kampus tujuan
    • 15 Juni 2025: Pengalokasian beasiswa dan pembuatan surat penawaran
    • 22 Juni 2025: Finalisasi mahasiswa untuk menerima atau menolak beasiswa
    • 1 Juli 2025: Jika kuota beasiswa belum terpenuhi, mahasiswa yang belum diterima akan diberi kesempatan penawaran beasiswa lain
    • 10 Juli 2025: Finalisasi bagi mahasiswa yang diberi penawaran kedua

    Meski belum ada pengumuman resmi untuk periode tahun depan, detikers bisa cek informasi lanjut mengenai beasiswa ICCR dan cara daftarnya dengan login di Portal Beasiswa A2A http://a2ascholarships.iccr.gov.in.

    Dengan adanya ICCR, menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia dan India di bidang pendidikan terjalin dengan kontinu. Kedua negara tengah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui pendidikan tinggi, sehingga bisa mempersiapkan generasi muda yang bersaing secara global.

    (faz/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com