Tag: pendidikan vokasi

  • Beasiswa Kredensial Mikro Guru SMK Dibuka Lagi, Ayo Daftar!



    Jakarta

    Dalam rangka Hari Guru Nasional 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka beasiswa Kredensial Mikro Guru SMK. Pendaftaran beasiswa ini dibuka hingga 28 November 2025.

    Lewat beasiswa ini, guru SMK akan memperoleh bantuan pelatihan hingga sertifikasi. Dengan adanya pelatihan, guru-guru SMK dapat mencetak siswa yang siap kerja.

    Apa saja fasilitas lain dari beasiswa ini? Mengutip Instagram @direktoratsmk, berikut di antaranya.


    Fasilitas Beasiswa Kredensial Mikro Guru SMK

    1. Biaya pelatihan
    2. Biaya praktik
    3. Biaya sertifikasi/uji kompetensi
    4. Biaya paket internet untuk pelatihan daring
    5. Biaya akomodasi (penginapan) dan konsumsi untuk pelatihan luring

    Pilihan Kompetensi dalam Beasiswa Kredensial Mikro Guru SMK

    1. Teknologi Informasi dan Komunikasi
    2. Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
    3. Teknologi Konstruksi dan Bangunan
    4. Seni dan Ekonomi Kreatif
    5. Energi dan Pertambangan

    Paket Beasiswa Kredensial Mikro Guru SMK

    • Pelatihan kompetensi pemrogram senior berbasis dunia kerja
    • Pelatihan kreator konten sosial media terintegrasi AI
    • Pelatihan dan sertifikasi skema pengelasan
    • Pelatihan dan sertifikasi skema pemesinan
    • Pelatihan dan sertifikasi skema drafting and design
    • MikroTik MTCNA sertifikasi internasional
    • Kredensial mikro guru SMK by ICE Institute
    • “G-Inkreat” guru inovator kewirausahaan
    • “G-UIXpert” guru UI/UX expert program
    • Creative design production workshop for teachers
    • Modeller BIM (level 4)
    • Juru gambar bangunan gedung
    • Cost estimator bidang konstruksi
    • SA installation (pemasangan AC cassette)
    • Administrasi perkantoran digital berstandar industri dengan sertifikasi BNSP junior office operator
    • Desain grafis dan perancangan UI/UX berstandar industri dengan Adobe & Figma
    • Literasi data dan pengolahan informasi berstandar industri dengan Microsoft Excel
    • Pendidikan dan pelatihan sertifikasi okupasi petugas K3
    • Pendidikan dan pelatihan sertifikasi kewirausahaan industri jenjang IV
    • Pendidikan dan pelatihan sertifikasi digital marketing
    • Perancangan robot
    • Pemrograman robot
    • Perakitan robot
    • Pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) untuk concept dan assets 3D modeling
    • Pemrogram junior (junior programmer)
    • Coding for non-coders: desain aplikasi sederhana low-code
    • Pengembangan game edukasi berbasis Unity
    • Desain motion graphic & visual effects dengan Adobe After Effects
    • Pelatihan full stack web developer (ReactJS)
    • Pelatihan full stack mobile developer (Flutter)
    • Pelatihan AI dasar untuk IoT dengan ESP32-CAM

    Bagi Ibu/Bapak guru yang tertarik, daftar langsung pada link https://kredensialmikrosmk.kemendikdasmen.go.id/. Selamat mencoba.

    (cyu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Cak Imin Minta LPDP Juga Biayai Lulusan Vokasi, Bikin Dana Abadi Khusus



    Jakarta

    Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berharap Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bisa membiayai para lulusan vokasi, termasuk SMK. Selama ini, LPDP umumnya diketahui memberikan beasiswa untuk lulusan S1/D4 untuk lanjut studi S2 dan S3.

    “Ya itu rencana jangka panjang, kita sedang menyiapkan sebuah peraturan pemerintah agar yang dibiayai oleh pemerintah melalui LPDP, tidak hanya (lulusan) S1,” kata Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Selasa (18/11/2025).

    Cak Imin menginginkan lulusan-lulusan SMK atau sekolah vokasi mendapatkan manfaat dari LPDP. Khususnya untuk menjalani pelatihan berbagai macam kompetensi.


    “Saya sedang menyusun agar ada dana abadi khusus vokasi, seperti halnya dana abadi untuk kuliah dan studi-studi di luar negeri di berbagai disiplin ilmu, yang biasanya melalui LPDP,” katanya.

    Menurut Cak Imin, pengembangan talenta lulusan sekolah vokasi atau SMK perlu didukung. Dengan penggunaan dana abadi ini, ia menilai para lulusan SMK/SMA akan bisa tetap bersaing dengan lulusan S1 dan jenjang di atasnya.

    “Pelatihan dan pendidikan vokasi juga bisa menjadi program dari LPDP, terutama khususnya yang mau ke luar negeri,” katanya.

    Peningkatan Skill Lewat SMK Go Global

    Ia menyebut Kemenko PM kini tengah mempersiapkan program SMK Go Global. Lewat program ini, pemerintah akan mengirim 500 ribu lulusan SMK/SMA dan umum bekerja di luar negeri.

    “Dari keadaan yang dibutuhkan inilah, kita ingin menyimpulkan bahwa upgrading skill, link and match sekolah formal dan dunia kerja, membutuhkan program-program vokasi yang berlanjutan,” katanya.

    Lulusan SMK/SMA yang dikirim tersebut akan dilatih kemampuan sesuai bidang yang dituju dan bahasa sesuai negara tujuan. Akhir tahun ini, sudah ada 500 orang yang disiap ke luar negeri untuk bekerja lewat program SMK Go Global.

    “SMK Global ini diawali dengan kesadaran adanya fakta bahwa pengangguran lulusan SMK berjumlah amat sangat besar. Sampai detik ini, yang kami catat, tidak kurang dari 1,5 juta orang lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan dengan berbagai macam latar belakang, skill, dan berbagai kelebihan lainnya,” katanya.

    Program ini juga dikatakan Cak Imin merupakan salah satu prioritas pemerintah dan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 500 ribu orang direncanakan akan dikirim ke luar negeri selama tahun 2026.

    “Program ini menjadi program prioritas jangka pendek dengan Quick Win, capaian cepat, di tahun 2026,” katanya.

    Keahlian Lulusan Dimatangkan Sejak SMA/SMK

    Untuk mematangkan keahlian siswa yang akan berangkat, pemerintah menginstruksikan SMA/SMK membuka kelas migran. Di kelas migran, siswa akan fokus belajar bahasa asing sesuai negara tujuan kerja dan kompetensi lain.

    “Kelas-kelas migran yang memang dipersiapkan untuk lulusan SMK yang akan keluar negeri sejak semester 1, kelas 1 sudah dipersiapkan dengan memadai,” katanya.

    Adapun tujuan utama dari program SMK Go Global ini adalah untuk menekan angka pengangguran di Indonesia. Selain itu, para pekerja diharapkan dapat memiliki skill yang diakui di negara tempatnya bekerja.

    “Program cepat ini diharapkan (membuat) lulusan SMK yang menganggur bisa segera diatasi, dan ke depan akan menjadi sistem yang berlanjut dan terencana dengan baik,” ujarnya.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com