Tag: pendidikan

  • 5 Beasiswa dari Pemerintah buat Mahasiswa S1-S3, Berlaku di Dalam & Luar Negeri


    Jakarta

    Pemerintah Indonesia setiap tahunnya menyediakan beasiswa untuk mahasiswa perguruan tinggi di seluruh daerah. Beasiswa dari pemerintah ini biasanya bersifat fully funded.

    Jenis-jenis beasiswa dari pemerintah juga beragam, ada untuk jenjang D1, D2, D3, D4, S1, S2 hingga S3. Dikarenakan fully funded, biasanya beasiswa dari pemerintah tinggi pendaftar.

    Sehingga detikers yang ingin mendapatkannya harus menyiapkan berkas pendaftaran dari sekarang. Bahkan saat ini juga ada beasiswa yang sudah dibuka pendaftarannya.


    Ada beasiswa apa saja memang? Ini daftarnya.

    Daftar Beasiswa S1-S3 dari Pemerintah Indonesia

    1. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa BIB disediakan oleh Kementerian Agama. Sasaran penerima BIB adalah siswa, alumni, tenaga pendidik, hingga pegawai lembaga yang berada di bawah Kemenag.

    Ada berbagai macam beasiswa yang ditawarkan mulai dari S1, S2 dan S3. Tahun ini, Beasiswa Indonesia Bangkit sudah dibuka dengan masa pendaftaran hingga 31 Mei 2025.

    Keuntungan mendapatkan beasiswa ini antara lain bebas biaya kuliah, dapat biaya hidup bulanan, asuransi, biaya transportasi hingga biaya pendukung lainnya. Untuk melihat syarat dan mendaftar, detikers bisa mencobanya di https://beasiswa.kemenag.go.id/

    2. Beasiswa Garuda ACE

    Beasiswa Garuda ACE disediakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Penerimanya adalah mahasiswa S1 atau S2.

    Beasiswa Garuda ACE akan membantu awardee untuk siap berkuliah di luar negeri. Benefit yang dirasakan mulai dari pelatihan bahasa Inggris dan riset dari expert.

    Selain itu, peserta memperoleh biaya paket internet, biaya tes TOEFL, dan biaya daftar program S2/S3. Pendaftaran Beasiswa Garuda ACE gelombang 2 terbuka hingga 10 Juni 2025. Pendaftaran bisa dilakukan DI SINI ya. https://docs.google.com/document/d/e/2PACX-1vTYRwAGkgPSAvuj4m3HpKOl6uqykNhK9PuyOaxyN564bLUZSAmkswr-ZfqsLsoLL-h9XrBZzCsBJXIQ/pub

    3. Beasiswa SDM Sawit

    Hampir setiap tahun Kementerian Pertanian (Kementan) membuka Beasiswa SDM Sawit. Beasiswa berlaku bagi pekerja atau keluarga pekerja di seluruh perkebunan sawit yang ada di Indonesia.

    Bantuan diberikan lewat pembiayaan kuliah semester awal hingga akhir untuk pendidikan D1, D2, D3 D4 dan S1. Keuntungan tambahan dari beasiswa adalah uang saku, uang buku, uang wisuda dan biaya transportasi ke kampus.

    Namun, setelah lulus peserta harus siap bekerja di perusahaan kelapa sawit. Untuk informasi selengkapnya detikers bisa melihat di https://www.beasiswasdmsawit.id/.

    Penutupan pendaftaran tahun ini pada 31 Mei 2025. Jangan tertinggal ya!

    4. Beasiswa LPDP

    Siapa yang tak tahu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini termasuk beasiswa yang banyak kuota dan jenisnya.

    LPDP disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tujuan beasiswa LPDP juga luas mencakup dalam negeri maupun luar negeri.

    Banyak skema yang ditawarkan beasiswa LPDP. Mulai dari beasiswa reguler, beasiswa untuk ASN, beasiswa untuk penyandang disabilitas dan lainnya.

    Untuk melihat jenis skema dan pembiayaan beasiswa LPDP bisa mengakses laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/ ya.

    5. Beasiswa Kemenkes

    Dikarenakan kebutuhan akan tenaga kesehatan dan dokter yang expert di bidang tertentu masih tinggi, Kementerian Kesehatan membuka beasiswa setiap tahunnya. Baik bekerja sama dengan LPDP, Kemenkes memiliki berbagai skema beasiswa.

    Mulai beasiswa D4-S3 untuk PNS, beasiswa fellowship untuk dokter spesialis, beasiswa afirmasi di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) hingga beasiswa afirmasi bagi dokter dari daerah 3T.

    Periode pembukaan beasiswa Kemenkes biasanya berbeda-beda, tidak dibuka serentak. Oleh karena itu, pantau terus laman http://bandikdok.kemkes.go.id/ jika perlu ya.

    Itulah daftar beasiswa S1-S3 yang disediakan oleh pemerintah bagi mahasiswa. Sudah tentukan mau daftar yang mana?

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal, Cara Cek, dan Tahap Lanjutannya


    Jakarta

    Seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 1 2025 menuju tahap akhir. Kini calon awardee tinggal menunggu waktu pengumuman tahap akhir yang akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang.

    Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibuka dua kali setiap tahunnya. Pendaftaran LPDP Tahap 1 telah dimulai sejak 17 Januari 2025 lalu.

    Untuk resmi menjadi awardee, peserta wajib melalui berbagai seleksi. Dari administrasi, seleksi bakat skolastik, dan terakhir seleksi substansi.


    Menjadi tahap terakhir, seleksi substansi sudah mulai digelar pada 6 Mei 2025 lalu. Hasil tahap substansi juga akan menjadi hasil akhir seleksi beasiswa LPDP tahap 1 2025.

    Dikutip dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Senin (26/5/2025) berikut serba-serbi pengumuman LPDP 2025 yang perlu kamu ketahui.

    Jadwal Pengumuman LPDP 2025

    Seperti yang disebutkan, pengumuman LPDP 2025 akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang. Namun, bila melihat keseluruhan rangkaian seleksi, jadwal LPDP tahap 1 2025 adalah sebagai berikut:

    • Pendaftaran: 17 Januari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    Cara Cek Pengumuman LPDP 2025

    Pengumuman LPDP tahap 1 2025 akan dilakukan melalui akun yang digunakan saat mendaftar LPDP. Tahapannya yaitu:

    1. Buka https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/index.php/site/login
    2. Masukkan email dan password yang didaftarkan sebelumnya
    3. Klik tombol “Masuk”
    4. Pengumuman LPDP Tahap 1 Tahun 2025 akan terlihat

    Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan proses pemberangkatan dan menunggu waktu perkuliahan dengan Beasiswa LPDP. Sedangkan yang belum berhasil, masih bisa mengikuti seleksi di kesempatan selanjutnya.

    Tahapan Setelah Lolos Pengumuman LPDP 2025

    Ketika dinyatakan lolos seleksi di pengumuman LPDP 2025, peserta harus segera menyiapkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. LoA Unconditional adalah surat resmi dari kampus tujuan yang menyatakan bila peserta telah diterima sebagai mahasiswa tanpa syarat tambahan.

    Sehingga peserta hanya perlu melakukan daftar ulang dan mempersiapkan keberangkatan. Ada dua jalur berbeda yang akan dilalui awardee bila belum dan sudah memiliki LoA Unconditional, yakni:

    Sudah Punya LoA Unconditional

    Bila peserta sudah memiliki LoA Unconditional tahapan selanjutnya adalah:

    1. Persiapan keberangkatan

    Persiapan keberangkatan merupakan agenda pembekalan yang dikenal dengan Persiapan Keberangkatan (PK). Pengajuan PK bisa dilakukan melalui aplikasi e-Beasiswa dengan memenuhi persyaratan dokumen, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Mengisi universitas tujuan studi dan tanggal intake.

    2. Mengajukan Suat Pernyataan (SP)

    SP adalah dokumen yang menyatakan kesediaan penerima beasiswa untuk mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh LPDP. SP berisi dokumen yang harus disiapkan, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Kalender Akademik
    • Silabus Pembelajaran
    • Surat Persetujuan Penundaan Studi (Defer) dari universitas bagi awardee LPDP yang melakukan penundaan studi.
    • Surat tugas belajar bagi awardee LPDP dengan status PNS/TNI/Polri atau dosen
    • Surat pernyataan bersedia mengikuti persiapan keberangkatan.

    3. Pengajuan Letter of Guarantee (LoG)

    Letter of Guarantee (LoG) adalah surat keterangan jaminan pendanaan beasiswa dari LPDP. Awardee mendapatkan LoG setelah SP diproses dan mendapat SK.

    LoG merupakan dokumen wajib yang harus diserahkan ke universitas tujuan sebelum memulai studi. Karena LoG adalah sebuah surat yang menjamin pendanaan beasiswa peserta.

    Belum Punya LoA Unconditional

    Bila peserta belum memiliki LoA Unconditional, maka mereka harus melakukan proses Pengayaan Bahasa.

    Bagi mahasiswa dengan tujuan studi di luar negeri, LPDP bisa menerbitkan Letter of Sponsorship (LoS) sebagai upaya agar mahasiswa bisa diterima di kampus tujuan. LoS bisa ditemukan di aplikasi e-Beasiswa yang tersedia untuk 3 tujuan program studi yang telah didaftarkan.

    Tapi untuk diingat, bila LoS bukanlah surat garansi final dari LPDP dengan artian berbeda dengan Letter of Guarantee (LoG). Untuk mendapatkan LoG, mahasiswa harus memiliki LoA Unconditional.

    Sedangkan untuk mahasiswa dengan tujuan studi dalam negeri, peserta langsung bisa mendaftarkan diri di seleksi universitas tujuan. Batas ‘perburuan’ LoA Unconditional adalah 18 bulan setelah dinyatakan lulus sebagai awardee LPDP.

    Itulah informasi tentang Pengumuman LPDP 2025. Semoga mendapatkan hasil terbaik ya detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa KJMU Kini Bisa untuk Mahasiswa S1-S3 di Semua Universitas



    Jakarta

    Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Pramono Anung mengumumkan beberapa ketentuan baru untuk program beasiswa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Apa saja itu?

    Ia mengatakan mulai tahun ini beasiswa KJMU berlaku juga untuk mahasiswa S2 dan S3. Sebelumnya, beasiswa ini hanya diperuntukkan mahasiswa S1.

    “Perbedaannya dengan KJMU yang dulu, itu hanya sampai S1. Namun, sekarang kami perluas hingga S2 dan S3 untuk mahasiswa yang IPK-nya bagus. Kenapa itu dilakukan? Untuk memutus apa yang disebut dengan garis ketidakberuntungan,” ujar Pramono dilansir website resmi Provinsi DKI Jakarta, Rabu (28/5/2025).


    Tak hanya itu, beasiswa KJMU sekarang bisa dicoba mahasiswa yang berasal dari semua universitas. Pada tahun lalu dan ke belakang, KJMU hanya berlaku untuk kampus berakreditasi A.

    “Selain itu, yang membedakan KJMU saat ini dengan yang sebelumnya, yaitu KJMU bisa untuk semua universitas dengan akreditasi apapun baik A/B/C, tidak hanya yang akreditasinya A saja,” lanjutnya.

    Besar Bantuan Rp 9 Juta per Semester

    Adapun besar nominal bantuan KJMU tidak berubah yakni Rp 9 juta per semester. Untuk uang saku bulanan, mahasiswa akan menerima Rp 750 per bulan.

    Pramono mengatakan uang tersebut akan langsung ditransfer ke pihak kampus. Sehingga mahasiswa tak repot mengurus dan bisa fokus belajar dan menyelesaikan perkuliahan.

    Disampaikan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, kuota beasiswa KJMU saat ini sebanyak 16.979 mahasiswa. Sebanyak 14.745 mahasiswa sudah menerima manfaatnya.

    Sementara 2.129 orang lainnya masih dalam tahap penyaluran ke rekening dan cetak kartu ATM. Ia pun menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses seleksinya.

    “Kami tegaskan, seluruh proses pendaftaran KJMU tidak dipungut biaya apapun,” ujar Nahdiana.

    Syarat Penerima Beasiswa KJMU

    Syarat umum penerima KJMU adalah mahasiswa yang ber-KTP alamat wilayah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, peserta harus berasal dari keluarga tidak mampu dinyatakan surat keterangan tidak mampu/miskin dari RT.

    Lalu, mahasiswa bukan penerima beasiswa yang bersumber dari APBD Jakarta atau APBN. Belum ada syarat khusus untuk jenjang S1, S2 maupun S3 sehingga informasinya harus terus dipantau lewat website dan media sosial resmi Pemprov DKI Jakarta.

    Dalam memudahkan penerima, Pemprov DKI juga telah membuka poskp KJMU di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Jakarta. Informasi posko tersebut bisa dilihat di jakita.jakarta.go,id.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa ICETEX 2025 Dibuka, Kuliah S2 Gratis di Kolombia dan Dapat Uang Saku



    Jakarta

    Kedutaan Besar Republik Indonesia Bogota mengumumkan pembukaan beasiswa Instituto Colombiano de Crédito Educativo y Estudios Técnicos en el Exterior (ICETEX) 2025 bagi warga Indonesia.

    Beasiswa ICETEX disediakan oleh pemerintah Kolombia. Bantuan pendidikan ini berlaku untuk jenjang studi magister atau S2 di kampus-kampus Kolombia.

    Penerima beasiswa bisa menerima berbagai fasilitas kuliah gratis selama maksimal 24 bulan. Selain itu, penerima beasiswa diharapkan dapat menjalin relasi mendalam antara warga negara asing, lembaga pendidikan tinggi hingga mitra kerja sama di negara tersebut.


    Bagaimana cara daftar beasiswa ICETEX ini? Mengutip laman resmi beasiswa, berikut informasinya.

    Komponen Pembiayaan Beasiswa ICETEX 2025

    • Uang kuliah
    • Asuransi kesehatan
    • Uang saku bulanan
    • Visa
    • Immigration card

    Durasi Pembiayaan Beasiswa ICETEX 2025

    – Program magister maksimal hingga 24 bulan (4 semester akademik)
    – Pelamar dengan pendidikan magister lebih dari 24 bulan tidak akan diterima.
    – Untuk pelamar dengan gelar magister kurikulum 3 semester dan berlaku hingga 18 bulan, komponen pembiayaan akan diberikan sesuai ketentuan dalam katalog penawaran beasiswa.

    Syarat Daftar Beasiswa ICETEX 2025

    • Bukan warga Kolombia.
    • Tidak berdomisili atau pernah berdomisili di wilayah Kolombia selama 6 bulan terakhir sebelum mendaftar beasiswa atau telah memulai studi di Kolombia pada saat itu.
    • Tidak boleh memiliki hubungan perkawinan atau hubungan de facto di Kolombia.
    • Tidak pernah mendapatkan manfaat dari ICETEX melalui program Beca Colombia.
    • Berusia tidak lebih dari 50 tahun.
    • Memiliki rata-rata nilai kumulatif 4,0 dari 5,0 dalam studi sarjana. Menurut skala penilaian setiap negara, nilai ini harus setara dengan minimal 4,0 untuk skala Kolombia.
    • Memiliki gelar profesional, sarjana atau pascasarjana di bidang pengetahuan apa pun.
    • Memiliki penerimaan di setidaknya satu hingga tiga program pascasarjana yang tercantum dalam Katalog Penawaran Akademik 2025-2.
    • Memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, dibuktikan surat dari dokter.

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa ICETEX

    • Surat Letter of Acceptance dari kampus di Kolombia (Minimal 1, maksimal 4)
    • Ijazah sarjana
    • Transkrip nilai sarjana
    • Surat motivasi dan prioritas
    • Fotokopi paspor
    • Surat keterangan sehat jasmani dan mental dari dokter maksimal terbit 30 hari lalu
    • Sertifikat keahlian

    Jadwal Seleksi Beasiswa ICETEX 2025

    • Pembukaan beasiswa: 7 April 2025
    • Pendaftaran: 7 April-13 Juni 2025
    • Seleksi pelamar: 13-20 Juni 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: 24 Juni 2025
    • Pengumuman lebih lanjut: 25 Juni 2025
    • Pengiriman acceptance letter ke ICETEX: 26-27 Juni 2025
    • Mulai perkuliahan: sesuai dengan kampus dan prodi yang dipilih

    Detikers tertarik dengan beasiswa ini? Segara daftar di https://portal.icetex.gov.co/Portal/Home/HomeEstudiante/becas/programa-de-reciprocidad- para-extranjeros-en-colombia/becas-colombia-extranjeros ya.

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa SM ITB 2025 Masih Dibuka, Cek Syaratnya di Sini



    Jakarta

    Institut Teknologi Bandung (ITB) masih membuka pendaftaran beasiswa Seleksi Mandiri (SM) 2025 hingga 8 Juni mendatang. Ada tiga beasiswa yang bisa kamu ikuti.

    Umumnya, ITB akan mengenakan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru dari jalur SM ITB. Namun,detikers tak perlu khawatir karena ada tiga jenis beasiswa yang dibuka.

    Mengutip unggahan Instagram @admission.itb, berikut tiga jenis beasiswa SM ITB 2025.


    3 Jenis Beasiswa SM ITB 2025 beserta Syaratnya

    1. Beasiswa Dukungan Khusus 3T

    Beasiswa Dukungan 3T ditujukkan bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah 3T. Bantuan ini berupa pembebasan biaya pendaftaran dan biaya pendidikan, baik UKT per semester maupun IPI.

    Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung pemerataan pembangunan sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia. Ada 25 prodi yang dapat dipilih dalam beasiswa ini.

    2. Beasiswa Prodi Stategis Nasional

    Ada beberapa prodi di ITB yang turut mendorong pembangunan nasional atau disebut prodi strategis nasional. Mahasiswa jalur SM ITB yang memilih prodi strategis nasional berkesempatan mendapatkan beasiswa. Penerima beasiswa ini akan dibebaskan dari biaya IPI.

    Berikut daftar prodinya:

    Prodi Pendukung Industri Dasar Indonesia

    – Fisika (FMIPA-IPA)
    – Kimia (FIPA-IPA)

    Prodi Pendukung Ketahanan Pangan dan Energi

    – Rekayasa Pertanian (SITH-R)
    – Rekayasa Kehutanan (SITH-R)
    – Teknologi Pascapanen (SITH-R)
    – Teknik Bioenergi dan Kemurgi (FTI-SP)

    Prodi Pendukung Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim

    – Astronomi (FMIPA-IPA)
    – Metereologi (FITB)
    – Oseanografi (FITB)

    3. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

    Terakhir adalah Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dengan KIP Kuliah, mahasiswa akan dibebaskan dari UKT dan IPI serta mendapat bantuan biaya hidup.

    Untuk menjadi penerima KIP Kuliah, mahasiswa harus mendaftar KIP Kuliah dan mendapatkan rekomendasi dari sekolah asal yang menyatakan pelamar tidak mampu secara ekonomi dan serius menempuh pendidikan di ITB.

    Syarat Daftar SM ITB 2025

    1. Lulusan SMA/sederajat tahun 2023, 2024, dan 2025.
    2. Calon mahasiswa harus memiliki nilai UTBK SNBT 2025.
    3. Calon mahasiswa bukan merupakan peserta yang lolos di SNBP atau SNBT 2025.
    4. Membayar biaya pendaftaran Rp 700.000 kecuali peserta dari wilayah 3T atau pemegang KIP Kuliah
    5. Masing-masing pendaftar memilih maksimal 4 pilihan prodi.
    6. Mengikuti ujian Seleksi SM ITB secara daring.

    Jadwal Seleksi SM ITB 2025

    Pendaftaran: 5 Mei-8 Juni 2025
    Batas akhir pembuatan akun: 6 Juni 2025
    Batas akhir finalisasi: 7 Juni 2025
    Batas akhir pembayaran: 8 Juni 2025
    Ujian kemampuan menggambar: 11 Juni 2025
    Ujian kemampuan akademik: 12 Juni 2025
    Pengumuman hasil seleksi: 20 Juni 2025

    Demikian informasi mengenai Beasiswa SM ITB 2025. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 74,95% Dosen RI Belum S3, Kemdikti Luncurkan Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025


    Jakarta

    Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Periode pendaftaran berlangsung mulai Senin, 2 Juni 2025 sampai 14 Juni mendatang.

    Beasiswa PDDI adalah beasiswa doktor bagi dosen pada perguruan tinggi dalam koordinasi Kemdiktisaintek. Pendanaan beasiswa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan pada DIPA Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek.

    Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengatakan beasiswa ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas dosen dengan menempuh program doktor. Ia menjelaskan sekitar 74,95 persen dosen di Indonesia belum berkualifikasi pendidikan doktor.


    Brian mengatakan peningkatan kualifikasi dosen turut mendukung naik pangkat dan mendukung kesejahteraan dosen. Untuk itu, ia menyatakan, pihaknya kini juga tengah mengupayakan beasiswa doktor bagi dosen dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan beasiswa dari riset, khususnya pada topik prioritas pemerintah.

    “Barangkali tahun depan dana penelitian langsung kita blok untuk S3,” ucapnya di peluncuran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia 2025 di Grha Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025

    Beasiswa doktor untuk dosen Kemdiktisaintek 2025 ini dibuka bagi dosen yang telah diterima pada perguruan tinggi di dalam negeri sesuai skema beasiswa pada prodi yang telah ditetapkan PPPAPT. Usia maksimalnya yakni 51 tahun bagi program doktor 3 tahun dan 2 tahun bagi program doktor 4 tahun.

    Bagi pendaftar program joint degree atau dual degree, maka dosen bersangkutan disyaratkan menyertakan perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) program tersebut. Opsi pola pada program doktor 4 tahun yaitu 2 tahun di dalam negeri dan 2 tahun terakhir di luar negeri (2+2) atau 3 tahun di dalam negeri dan 1 tahun terakhir di perguruan tinggi luar negeri (3+1).

    Pendaftaran beasiswa doktor untuk dosen 2025 dari Kemdiktisaintek ini dibuka secara daring di laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Program Beasiswa S3 Dosen Bisa Disambi Mengajar


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Beasiswa doktor di dalam negeri program joint degree dan dual degree ini disediakan dalam skema penyelenggaraan program doktor by research dan program doktor by coursework.

    Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengatakan program doktor by research memungkinkan dosen untuk tetap mengajar dengan porsi lebih sedikit sambil menjalani riset dan bimbingan.

    “(Contohnya) ketika semester break, break mengajar, mereka (yang) misalnya dari Sumatera (lalu) bersekolah di ITB. Misalnya dia tinggal 1-2 bulan di ITB. Kemudian ketika masa mengajar, dia kembali lagi ke sana (kampus tempat mengajar),” ucapnya di peluncuran beasiswa di Grha Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (2/6/2025).


    Brian menambahkan, kendati porsi mengajar dikurangi dan perlu usaha lebih dalam meneliti, bimbingan, sambil mengajar, skema ini memungkinkan dosen dapat tetap menerima pendapatan. Diharapkan, skema ini memotivasi dosen untuk tidak khawatir dengan pemasukan semasa studi dan mau meningkatkan kualifikasi pendidikan.

    “Intinya adalah pendapatan yang diterima oleh dosen asal itu tetap dia bisa terima. Betul-betul itu tetap bisa diterima sehingga tadi yang kondisi awalnya bahwa dosen-dosen itu tidak mau sekolah karena dia (terkendala) motivasi itu kita atasi dengan cara seperti itu. Harapannya teman-teman dosen tidak perlu khawatir,” ucapnya.

    Syarat Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025

    • Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) atau paspor
    • Memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN) atau nomor induk dosen khusus (NIDK) bagi dosen tetap di bawah koordinasi Kemdiktisaintek
    • Usia maksimal 51 tahun bagi program doktor 3 tahun dan 48 tahun bagi program doktor 4 tahun
    • Sudah diterima pada perguruan tinggi dalam negeri sesuai dengan skema beasiswa pada program studi yang telah ditetapkan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT)
    • Merupakan mahasiswa baru pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026
    • IPK program magister paling rendah 3,25 dari 4,00
    • Memiliki ijazah atau bukti setara ijazah dan transkrip akademik program pendidikan tinggi sebelumnya
    • Mendapat paling sedikit 1 rekomendasi dari dosen
      Memiliki surat izin mengikuti pendaftaran dan seleksi dari Pejabat Pembina Kepegawaian yang berwenang bagi ASN atau pimpinan instansi yang berwenang bagi non-ASN
    • Melampirkan surat izin dari pemimpin PTN asal atau dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) jika berasal dari PTS
    • Melampirkan surat keterangan sehat dan bebas narkoba yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang paling lama 6 bulan terhitung dari tanggal pendaftaran dengan ketentuan:
      • – Surat keterangan sehat jasmani yang dikeluarkan oleh dokter dari rumah sakit/puskesmas/klinik
      • – Surat keterangan bebas dari narkoba yang dikeluarkan oleh dokter dari rumah sakit/puskesmas/klinik/lembaga yang berwenang untuk pengujian zat narkoba
    • Menandatangani surat pernyataan pendaftaran Beasiswa PDDI sesuai dengan format yang disediakan oleh PPAPT
    • Tidak sedang menjalani pendidikan pada satuan pendidikan lain
    • Tidak sedang melaksanakan pendidikan pada jenjang program pendidikan yang sama dengan yang telah diselesaikan/tamat
    • Tidak berstatus sebagai calon penerima atau penerima beasiswa dari sumber lain yang akan mengakibatkan atau mengakibatkan pendanaan ganda (double funding) pada komponen pendanaan yang sama terhadap beasiswa doktor untuk dosen ini
    • Tidak mendaftar dan/atau menerima beasiswa nongelar atau non-degree dengan sumber pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sampai dengan ditetapkan sebagai penerima beasiswa
    • Tidak sedang mengikuti seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) sampai ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
    • Khusus pendaftar penyandang disabilitas:
      • – Melampirkan surat keterangan sebagai penyandang disabilitas dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit atau dokter sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
      • – Melampirkan surat persetujuan dari orang tua/wali/suami/istri dan membubuhkan tanda tangan di atas meterai Rp l0.000
      • – Melampirkan surat permohonan pendampingan sesuai dengan kebutuhan aktivitas disabilitas.
    • Beasiswa hanya diperuntukkan untuk pendaftar yang melaksanakan pendidikan jalur masuk reguler pada perguruan tinggi yang ditetapkan PPAPT dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut:
      • – Kelas eksekutif
      • – Kelas khusus
      • – Kelas karyawan
      • – Kelas jarak jauh
      • – Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk
      • – Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara, kecuali untuk program joint degree/dual degree
      • – Kelas internasional khusus tujuan dalam negeri
      • – Kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan standar pelaksanaan kelas reguler.
    • Esai atau karangan berisi komitmen kontribusi ke instansi asal/negara pasca studi meliputi deskripsi diri, deskripsi peran yang akan dilakukan, deskripsi cara mewujudkan peran tersebut, dan penilaian diri (kekuatan, kelemahan, pengalaman membanggakan, pengalaman kurang membanggakan, dan hal-hal yang pernah dilakukan dan disesali) dengan jumlah kata 1500-2000.
    • Proposal penelitian, dengan ketentuan:
      • – Minimal memuat: judul, latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan/tujuan penelitian, metode dan desain, manfaat, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka
      • – Ditulis dalam bahasa Indonesia untuk dalam negeri dan Bahasa Inggris untuk tujuan luar negeri
      • – Panjang 1500 – 2000 kata.

    Syarat Khusus

    • Penerima Beasiswa PDDI bagi pendaftar program joint degree/dual degree menyertakan perjanjian kerja sama/MoU program joint degree/dual degree.
    • Bagi yang menjalani program doktor joint degree/dual degree berdurasi 4 tahun , maka opsi polanya yakni:
      • – Pola 2+2: Tahun ke-1 dan ke-2 ditempuh di perguruan tinggi dalam negeri, tahun ke-3 dan ke-4 ditempuh di perguruan tinggi luar negeri
      • – Pola 3+1: Tahun ke-1 hingga ke-3 ditempuh di perguruan tinggi dalam negeri, tahun ke-4 ditempuh di perguruan tinggi luar negeri
    • Pola program doktor joint degree/dual degree berdurasi kurang dari 4 tahun dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan antara 2 perguruan tinggi penyelenggara.

    Tahap Seleksi

    • Seleksi administrasi: Validasi kesesuaian dan kebenaran dokumen
    • Seleksi substansi: Wawancara yang menilai aspek kemampuan akademik atau keterampilan, sikap, dan wawasan kebangsaan.

    Informasi beasiswa doktor untuk dosen 2025 dari Kemdiktisaintek lebih lanjut dapat diakses di https://beasiswa.kemdikbud.go.id.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Kuliah Aperti BUMN 2025, Peluang Studi Gratis sampai Lulus


    Jakarta

    Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (Aperti BUMN) membuka pendaftaran beasiswa kuliah hingga lulus sesuai ketentuan. Tahun ini, beasiswa Aperti BUMN dibuka di enam perguruan tinggi yang berafiliasi dengan BUMN mulai 2-16 Juni 2025.

    Ketua Umum Aperti BUMN dan Rektor Institut Teknologi (IT) PLN Prof Dr Ir Iwa Garniwa MK MT IPU ASEAN Eng APEC Eng mengatakan beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan SMA, SMK, MA, atau yang sederajat pada 2025 atau 2024 yang ingin menempuh pendidikan program sarjana atau vokasi Peluang beasiswa program magister (S2) juga dapat dibuka kampus anggota.

    Ia merinci, beasiswa Aperti BUMN 2025 terdiri dari beasiswa penuh dan beasiswa parsial. Kuota total yakni sebanyak 301 mahasiswa.


    “Peserta yang lolos seleksi ada yang mendapatkan beasiswa penuh, tidak membayar biaya sekolah (pendidikan) sama sekali; ada yang kita sebut parsial, ini tergantung perguruan tinggi masing-masing,” ucapnya di Universitas Pertamina, Jakarta, Senin (2/6/2025), dikutip dari kanal YouTube Universitas Pertamina, Selasa (3/6/2025).

    Di samping dukungan biaya kuliah dan fasilitas akademik, penerima beasiswa berkesempatan untuk menjadi peserta prioritas pada program magang BUMN afiliasi kampus. Penerima beasiswa juga berkesempatan menjalani pelatihan soft skills dan hard skills yang relevan dengan dunia kerja serta berjejaring dengan alumni serta profesional di bidangnya.

    Daftar Perguruan Tinggi Beasiswa Aperti BUMN

    Pendaftar dikenakan biaya Rp 100.000 dengan ketentuan mendaftar ke maksimal 1 perguruan tinggi Aperti BUMN saja. Berikut anggota Aperti BUMN saat ini yang dapat dilamar dengan beasiswa Aperti BUMN beserta kuota beasiswanya:

    Telkom University

    • Afiliasi: PT Telkom Indonesia Tbk
    • Kuota beasiswa penuh: 25
    • Kuota beasiswa parsial: 30

    Institut Teknologi (IT) PLN

    • Afiliasi: PT PLN (Persero)
    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 100

    Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)

    • Afiliasi: Semen Indonesia Group (SIG)
    • Kuota beasiswa penuh: 10
    • Kuota beasiswa parsial: 20

    Universitas Pertamina

    • Afiliasi: PT Pertamina (Persero)
    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 10

    Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI)

    • Afiliasi: PT Pos Indonesia (Persero)
    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 50

    Politeknik Semen Indonesia

    • Afiliasi: Semen Indonesia Group (SIG)
    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 36

    Iwa mengatakan, Aperti BUMN juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi afiliasi BUMN Malaysia. Lewat kerja sama ini, mahasiswa berkesempatan untuk menjalani student exchange dan kolaborasi riset.

    Syarat Beasiswa Aperti BUMN 2025

    • Siswa SMA/SMK/MA/sederajat lulusan 2024 atau 2025
    • Memilih satu perguruan tinggi Aperti BUMN
    • Melampirkan:
      • Nilai rapor semester 1-5
      • Sertifikat prestasi akademik dan/atau nonakademik yang diraih selama SMA/sederajat (diutamakan)
      • Surat rekomendasi sekolah (diutamakan).

    Jadwal Beasiswa Aperti BUMN 2025

    • Pendaftaran: 2-16 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 17-20 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 21 Juni 2025
    • Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kecerdasan Majemuk (TKM): 23 Juni 2025
    • Pengumuman lolos ujian masuk: 24 Juni 2025
    • Seleksi wawancara: 25-26 Juni 2028
    • Pengumuman penerima beasiswa Aperti BUMN: 1 Juli 2025

    Unggah berkas pendaftaran di website Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) kampus tujuan masing-masing. Semoga berhasil, detikers!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Penuh dan Parsial Aperti BUMN 2025, Begini Bedanya


    Jakarta

    Enam perguruan tinggi afiliasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka penerimaan mahasiswa baru jalur Beasiswa Aliansi Perguruan Tinggi (Aperti) BUMN 2025. Periode pendaftaran berlangsung sampai 16 Juni mendatang.

    Ketua Umum Aperti BUMN dan Rektor Institut Teknologi (IT) PLN Prof Dr Ir Iwa Garniwa MK MT IPU ASEAN Eng APEC Eng mengatakan, beasiswa Aperti BUMN 2025 terdiri dari dua skema yakni beasiswa penuh dan parsial.

    “Peserta yang lolos seleksi ada yang mendapatkan beasiswa penuh, tidak membayar biaya sekolah (pendidikan) sama sekali; ada yang kita sebut parsial, ini tergantung perguruan tinggi masing-masing,” ucapnya di Universitas Pertamina, Jakarta, Senin (2/6/2025), dikutip dari kanal YouTube Universitas Pertamina, Selasa (3/6/2025).


    Beasiswa Aperti BUMN 2025: Penuh dan Parsial

    Sebagai contoh, Institut Teknologi PLN membuka beasiswa penuh hingga lulus di Prodi D3 Teknologi Listrik dan Prodi D3 Teknik Mesin. Periode beasiswa yakni maksimal 6 semester, seperti dikutip dari laman Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IT PLN.

    Sementara itu, beasiswa parsial berupa potongan Biaya Pengembangan dan Pembangunan Pendidikan (BP3). Skema ini dibuka bagi pelamar prodi Sarjana (S1) apapun di IT PLN.

    Adapun biaya kuliah IT PLN kelas reguler tahun akademik 2025/2026 terdiri dari uang pangkal dan BP3 yang dibayarkan 1 kali di awal kuliah, serta biaya uang kuliah yang dibayarkan setiap semester.

    Uang pangkal berbeda-beda setiap prodi, mulai dari Rp 3,6 juta sampai Rp 6 juta. Sementara itu, BP3 sebesar Rp 8 juta atau Rp 10 juta, tergantung prodinya. Adapun uang kuliah prodinya berkisar dari Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per semester.

    Beda halnya dengan Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI). Kampus yang berafiliasi dengan PT Pos Indonesia (Persero) menerapkan beasiswa parsial berupa pembebasan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan pembebasan biaya Sumbangan Pengembangan Pendidikan SPP pada 1 semester terakhir.

    Adapun beasiswa penuh ULBI jalur Aperti BUMN merupakan pembebasan biaya pendidikan sampai lulus, baik DPP maupun SPP. Beasiswa penuh dan parsial ULBI ini berlaku pada semua prodi.

    DPP ULBI dibayarkan 1 kali, berkisar Rp 5 juta – Rp 10 juta. Sedangkan SPP ULBI tahun akademik 2025/2026 mulai dari Rp 5,5 juta-Rp 9,8 juta.

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN 2025 Penuh dan Parsial

    Total sebanyak 301 kursi kuliah dengan beasiswa dibuka melalui Beasiswa Aperti BUMN 2025. Setiap kampus juga menerapkan kuota yang berbeda pada skema beasiswa penuh dan beasiswa parsial.

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Telkom University

    • Kuota beasiswa penuh: 25
    • Kuota beasiswa parsial: 30

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Institut Teknologi (IT) PLN

    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 100

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)

    • Kuota beasiswa penuh: 10
    • Kuota beasiswa parsial: 20

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Universitas Pertamina

    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 10

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI)

    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 50

    Kuota Beasiswa Aperti BUMN Politeknik Semen Indonesia

    • Kuota beasiswa penuh: 5
    • Kuota beasiswa parsial: 36

    Pantau ketentuan beasiswa penuh dan parsial masing-masing perguruan tinggi untuk Beasiswa Aperti BUMN 2025 di laman resminya. Semoga berhasil pada seleksi tahun ini!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada 100+ PTN dan PTS yang Menerima KIP Kuliah, Cek Daftarnya di Sini



    Jakarta

    Program beasiswa pendidikan KIP Kuliah telah menjangkau lebih dari 100 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Untuk mengecek daftar perguruan tinggi tersebut, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

    Seperti diketahui, KIP Kuliah merupakan bantuan biaya pendidikan tinggi dari pemerintah untuk mahasiswa kurang mampu. Beasiswa ini akan mencakup biaya pendidikan serta memberikan biaya tunjangan hidup.

    Namun perlu diingat jika tidak semua PTN dan PTS menyediakan beasiswa ini. Maka dari itu, perlu untuk melakukan riset sebelum mendaftar di perguruan tinggi impian.


    Nah ada cara mudah untuk mengetahui daftar PTN dan PTS yang menjadi penerima mahasiswa KIP Kuliah. Berikut caranya.

    Cara Cek PTN dan PTS yang Menerima KIP Kuliah

    1. Kunjungi laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/
    2. Klik Menu Profil Perguruan Tinggi pada halaman atas
    3. Gulir ke bawah sampai layar menunjukkan Cari Perguruan Tinggi/Program Studi Penerima KIP Kuliah
    4. Layar akan menunjukkan daftar perguruan tinggi yang menerima KIP Kuliah
    5. Kamu juga bisa mencari apakah perguruan tinggimu termasuk penerima KIP Kuliah dengan menuliskan nama perguruan tinggi pada kolom Cari

    20 PTN Penerima Peserta KIP Kuliah Terbanyak pada SNBT 2025

    Sebagai referensi, ada 20 PTN penerima peserta KIP Kuliah terbanyak pada SNBT 2025. Menurut Konferensi Pers: Pengumuman SNBT 2025 yang disiarkan pada Youtube SNPMB ID pada Selasa (27/5), perguruan tinggi ini bisa menerima hingga ribuan peserta KIP Kuliah.

    Perguruan tinggi mana saja? Simak di sini:

    1. Universitas Negeri Surabaya

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 3.252 orang

    2. Universitas Negeri Padang

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 2.815 orang

    3. Universitas Negeri Medan

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 2.744 orang

    4. Universitas Negeri Makassar

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 2.508 orang

    5. Universitas Lampung

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.998 orang

    6. Universitas Nusa Cendana

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.898 orang

    7. Universitas Tadulako

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.874 orang

    8. Universitas Pendidikan Indonesia

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.697 orang

    9. Universitas Negeri Gorontalo

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.696 orang

    10. Universitas Negeri Malang

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.645 orang

    11. Universitas Haluoleo

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.640 orang

    12. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.598 orang

    13. Universitas Hasanuddin

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.571 orang

    14. Universitas Jember

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.554 orang

    15. Universitas Siliwangi

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.484 orang

    16. Universitas Malikussaleh

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.424 orang

    17. Universitas Jambi

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.411 orang

    18. Universitas Jenderal Soedirman

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.347 orang

    19. Universitas Syiah Kuala

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.275 orang

    20. Universitas Mataram

    Peserta KIP Kuliah yang diterima: 1.267 orang

    Syarat Pendaftaran KIP Kuliah 2025

    1. Lulusan SMA, SMK, atau sederajat yang lulus tahun 2025, 2024, dan 2023
    2. Telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk baik PTN atau PTS pada program studi yang telah terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi
    3. Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus yang didukung bukti dokumen yang sah.

    Dokumen keterbatasan ekonomi calon penerima KIP Kuliah bisa dibuktikan dengan:

    1. Kepemilikan program bantuan pendidikan nasional atau Program Indonesia Pintar (PIP) Dikdasmen.
    2. Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial, contohnya:
    3. Program Keluarga Harapan (PKH)
    4. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
    5. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
    6. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin maksimal pada desil 3 di Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
    7. Berasal dari panti sosial/panti asuhan

    Jika tidak masuk dalam seluruh kriteria di atas, calon mahasiswa tetap bisa mendaftar KIP Kuliah asalkan memenuhi persyaratan tidak mampu secara ekonomi. Syaratnya termasuk:

    Jumlah pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak sebesar Rp 4 juta setiap bulan.
    Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp 750 ribu.
    Calon penerima yang menggunakan kriteria ini wajib mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com