Tag: Penelitian

  • Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh dalam dua tahun terakhir. Proyeksi potensi ekonomi yang dihasilkan oleh teknologi ini tidak main-main.

    Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

    Riset PwC bahkan mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan dan kesehatan akan paling banyak diuntungkan. 

    Potensi ekonomi yang besar itu mengerakan Sunu Puguh Hayu Triono bersama dua orang rekannya, yaitu Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc dan Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, MH merancang penelitian yang bertajuk “Brief Policy to Blockchain Based Industry In Indonesia: It Is Now or Later?

    “Industri blockhain itu punya potensi yang sangat besar sebenarnya. Kita melihat di situ, industri ini bisa berkembang. Tapi di sisi lain, banyak tindakan yang kurang baik hingga merugikan masyarakat atau investor kripto, seperti rugpull dan token-token kripto yang tidak jelas. Kita bicara investor sudah meningkat dan menjadi kebutuhan, literasi juga diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan,” kata Sunu dalam wawacara dengan tim TokoNews, Senin (8/8).

    Ilustrasi blockchain.
    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

    Sunu melihat perkembangan industri blockchain di Indonesia belum dibarengi dengan policy atau kebijakan yang tujuannya untuk melindungi masyarakat dan mengembangkan inovasinya. Sehingga menurutnya banyak orang yang mungkin akan ragu-ragu untuk mengembangkan teknologi blockchain, karena tidak ada guidance yang jelas.

    Bantu Formulasikan Kebijakan Blockchain di indonesia

    Tiga orang peneliti yang berasal dari institusi Telkom Univesity ini menjelaskan ada dua tujuan dari penelitian yang nanti akan mereka jalankan. Keduanya harus memiliki nilai pengembangan ekosistem dan melindungi masyarakat.

    “Di satu sisi, mengembangkan ekosistem industri berbasis blockchain dan melindungi para pelaku yang terlibat di dalamnya. Hal menarik dari penelitian ini, karena teknologi ini masih baru secara penerapannya belum mainstream, dan dikaitkan hanya dengan aset kripto, jadi kami melihat di blockchain ini yang utamanya token, itu akan berlaku seperti uang, apapun yang nanti dikembangkan akan menjadi potensi yang besar, seperti GameFi, move-to-earn dan lainnya,” jelas Sunu.

    Menurut para peneliti, teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk digunakan, tidak ada kebijakan pemerintah yang komprehensif untuk mengatur, melindungi pihak-pihak yang terlibat, dan mendukung penciptaan inovasi berbasis blockchain. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu langkah untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi ekosistem blockchain di Indonesia.

    (ki-ka) Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc, Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, dan Sunu Puguh Hayu Triono ingin melakuikan penelitian terkait blockchain di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.
    (Ki-ka) Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc, Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, dan Sunu Puguh Hayu Triono ingin melakuikan penelitian terkait blockchain di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    Metode Penelitian

    Seperti dijelaskan di awal, penelitian ini akan merumuskan beberapa rekomendasi kebijakan dalam untuk melindungi publik dan pemangku kepentingan dalam industri berbasis blockchain, dan juga untuk mendorong terciptanya inovasi. Target keluaran Rumusan dalam penelitian ini adalah publikasi pada jurnal ilmiah internasional yang terindeks Scopus.

    Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka semisistematis tinjauan. Wawancara dilakukan dengan pakar industri blockchain yang terdiri dari praktisi, akademisi di bidang ekonomi dan bisnis, serta akademisi di bidang publik aturan. Metode analitik bersifat deskriptif atau naratif untuk mensintesiskan temuan-temuan wawancara dan tinjauan literatur.

    Penelitian Didukung Tokocrypto

    Sunu dan dua rekannya berhasil mendapatkan bantuan penelitian dari Tokocrypto melalui ekosistem TokoScholar, salah satu platform yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain. Para peneliti telah menerima dana hibah sebesar Rp 50 juta untuk menjalankan penelitiannya dari proposal yang terpilih.

    Sunu dan tim akan diberikan waktu tiga bulan untuk menjalankan program penelitiannya. Nantinya, hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan kepada tim Tokocrypto untuk ditindak lanjuti untuk memajukan industri blockchain di Indonesia.

    Tokocrypto Researcher Grants
    Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

    Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

    Program Lead TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan teknologi blockchain telah digunakan di Indonesia sejak generasi awal perkembangannya. Namun, penggunanya masih terfokus pada aplikasi transaksi finansial. 

    “Potensinya bisa untuk membantu sektor lain di Indonesia yang masih tertinggal, seperti pertanian dan kesehatan. Butuh riset yang mendalam untuk mengembangkan blockchain dan aset kripto di Indonesia,” kata Dimas.

    Dimas menambahkan, salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    Berbicara investasi aset kripto, rasanya tidak afdal jika tak membicarakan project atau produk di dalamnya. Terlebih pertumbuhan industri kripto di Indonesia, kini semakin ramai dengan produk-produk kripto lokal yang bermunculan.

    Namun di sisi lain, banyak investor dan masyarakat yang bingung untuk mencari project atau produk kripto mana yang sejalan dengan kebutuhan mereka dan pengaplikasiannya sesuai dengan konteks di Indonesia. Maka dari itu, hal ini membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

    Adalah Nicolaus Euclides Wahyu Nugroho bersama rekannya Sisilia Thya Safitri mencoba melakukan penelitian dengan tajuk “Analisis Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia.” Mereka ingin melihat lebih jauh lagi potensi yang bisa dikembangkan dari produk kripto di Indonesia.

    Potensi Produk Kripto di Indonesia

    Kripto kini sudah dipandang menjadi salah satu instrumen investasi yang potensial dan menjanjikan untuk jangka panjang. Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat per Juli 2022, jumlah investor aset kripto capai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

    Prospek project kripto lokal atau dalam negeri saat ini semakin cerah dengan adanya regulasi baru. Bappebti telah menerbitkan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. 

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto dan bendera Indonesia.

    Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

    Dalam aturan tersebut memuat daftar 383 jenis aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Di antara ratusan jenis itu, terdapat sejumlah project kripto lokal yang masuk. Artinya beberapa project aset kripto lokal sudah diakui kualitas dan prospek ke depannya oleh regulator di Indonesia.

    “Aset kripto semakin dikenal oleh masyarakat, namun banyak juga yang berpikiran negatif. Kita itu selain ingin mengetahui produk yang bagus, jadi karena tujuan penelitian ini memang cari produk yang cocok, kira-kira produk yang sudah dicari oleh orang-orang di Indonesia, apakah itu cocok? Atau ada kemungkinan tidak untuk creation produk baru, juga harus sudah menjawab produk yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Nicolaus kepada TokoNews pada Senin (8/8).

    Menurut Nicolaus, dengan adanya penelitian ini bisa memberikan referensi kepada masyarakat untuk melihat investasi kripto secara keseluruhan. Dan membandingkannya dengan instrumen investasi lainnya, seperti  pasar uang, obligasi, dan saham.

    Metode Penelitian

    Nicolaus menjelaskan akan melakukan penelitian akan dimulai dari studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan instrumen pengukuran dan dibuatkan kuisioner.

    Penentuan Variable Bebas (VB) dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan studi literatur pada penelitian terkait untuk menentukan pengaruh terhadap variable terikat (VT) yaitu penentuan produk kripto sebagai aset di Indonesia, disingkat Cypto Product (CP). 

    Menurut penelitian yang telah dilakukan, terdapat kelebihan dan kelemahan pada masing–masing jenis kripto. Kelebihan dan kelemahan tersebut yang akan dijadikan Variabel bebas pada penelitian inI, yaitu:

    • Hash Rate (HR).
    • Access Speed (AS).
    • Currency Exchange Process (CE).
    • Block Generation Time (BG).
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.

    Baca juga: Video: Penting Perempuan Mandiri Finansial dan Lebih Dekat Aset Digital

    Dengan rangkaian metode yang digunakan tersebut, diharapkan dapat mengetahui produk kripto apa yang paling diminati di Indonesia dan kemungkinan dalam pembuatan produk kripto baru yang memenuhi keinginan dari masyarakat Indonesia.

    TokoScholar Dukung Penelitian Kripto dan Blockchain

    Proposal penelitian yang dikeluarkan oleh Nicolaus dan Sisilia mendapat dukungan penuh dari Tokocrypto melalui ekosistem TokoScholar, salah satu platform yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain. 

    Para peneliti telah mendapatkan dana hibah kurang lebih Rp 50 juta untuk menjalankan penelitiannya dari proposal yang mereka buat. Jangka waktu penelitian yang diberikan maksimal tiga bulan. Nantinya, hasil penelitian akan dipublikasi oleh peneliti dan akan ditindak lanjuti oleh Tokocrypto dalam mengembangkan produk serta bisnis ke depan.

    Program Lead of TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan mencari produk kripto yang sesuai dengan kebutuhan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, Tokoscholar memutuskan menfasilitasi penelitian yang dilakukan oleh Nicolaus dan Sisilia.

    Tokocrypto Researcher Grants
    Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    “Perkembangan investasi aset kripto kini sudah semakin eksponensial. Namun, di sisi lain, kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk atau project kripto yang sesuai dengan mereka, belum dipahami sepenuhnya. Sehingga, banyak di antara mereka yang ikuti melakukan investasi atas dasar FOMO, tanpa melakukan riset,” kata Dimas.

    Dimas menambahkan, perlu diingat dalam investasi aset kripto, investor harus melakukan riset terlebih dahulu. Jangan terpengaruh dengan FOMO yang mendukung aset kripto lokal, namun lihat whitepaper, roadmap, hingga profil pengembangnya. Maka dari itu, edukasi dan literasi mengenai kripto dan blockchain sangat dibutuhkan.

    Salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BRIN Buka Beasiswa Riset buat Mahasiswa S2-S3, Bantuan hingga Rp 9 Juta



    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun ini kembali membuka beasiswa Degree by Research. Beasiswa berlaku bagi mahasiswa magister (S2) dan doktor (S3).

    Degree by Research atau DbR ini merupakan dana pendidikan untuk meningkatkan kapasitas talenta Indonesia dalam kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap).

    Program DbR nantinya diselenggarakan lewat fasilitas pengamatan antariksa di Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur. Di mana di sana terdapat sebuah teleskop besar berukuran 380 cm.


    DbR khusus untuk Platform Timau adalah bentuk kerja sama BRIN dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan adanya beasiswa ini anak muda yang ingin meneliti lebih jauh soal astronomi dan antariksa diharapkan dapat terfasilitasi.

    Siapa saja yang boleh ikut program beasiswa ini? Mengutip unggahan @lapan_ri, ini ketentuannya:

    Syarat Daftar Beasiswa DbR Platform Timau 2025

    • Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Non ASN/sumber daya manusia lainnya
    • Bersedia berkolaborasi dengan periset dari BRIN
    • Mendapatkan rekomendasi dari kepala unit
    • Mendapatkan persetujuan proposal riset
    • Melakukan pendaftaran secara online pada laman byresearch.brin.go.id

    Pilihan Program Riset di DbR Platform Timau 2025

    1. Stellar Physics
    2. Solar System
    3. Galaxy
    4. Space Environment
    5. Light Pollution
    6. Instrumentation-Control-and-Robotic System on Astronomy

    Keuntungan Penerima DbR Platform Timau 2025

    • Mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa S2 selama 4 semester plus 1x perpanjangan semester
    • Mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa S2 selama 6 semester plus 1x perpanjangan semester
    • Bantuan dana riset Rp 6 juta untuk S2
    • Bantuan dana riset Rp 9 juta untuk S3
    • Mendapatkan insentif RA (Research Assistant) di BRIN jika status peserta Non Afiliasi

    Daftar Kampus Mitra DbR 2025

    Selain program DbR Platform Timau 2025 yang sediakan BRIN dan ITB, ternyata ada beberapa kampus lain yang punya program ini dengan subjek penelitian yang bisa berbeda. Berikut daftar kampusnya:

    1. Universitas Padjadjaran
    2. Institut Pertanian Bogor
    3. Institut Teknologi Sepuluh November
    4. Universitas Diponegoro
    5. Universitas Hasanuddin
    6. Universitas Sebelas Maret
    7. Universitas Andalas
    8. Universitas Airlangga
    9. Universitas Brawijaya
    10. Universitas Sumatera Utara
    11. Universitas Syiah Kuala
    12. Swinburne University of Technology
    13. Universiti Teknologi Malaysia
    14. University of Twente
    15. Tomsk Polytechnic University
    16. Suranaree University of Technology
    17. Deakin University
    18. Université Polytechnique Hauts-de-France
    19. Universitas Sains Malaysia

    Itulah informasi beasiswa DbR Platform Timau 2025 bagi mahasiswa S2 dan S3 di seluruh wilayah Indonesia. Segera daftar yuk!

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Program Penelitian Internasional Indonesia-Inggris 2024 Buka Pendaftaran, Ini Infonya!



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama pemerintah Inggris buka kesempatan penelitian internasional melalui program International Science Partnerships Fund (ISPF). Program ini dikhususkan bagi seluruh dosen perguruan tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

    Sebagai informasi, ISPF merupakan hibah kolaborasi penelitian yang diberikan pemerintah Inggris atau British Council. Penelitian yang dibangun diharapkan bisa mendorong kesejahteraan manusia di masa depan.

    Tidak hanya Indonesia, negara-negara yang ikut bergabung dalam ISPF yakni Mesir, Kenya, Malaysia, Thailand dan Turki. Topik proposal ISPF 2024 berikatan dengan resilient planet, transformative technologies, dan healthy people, animals, and planet.


    Karena bersifat internasional, hibah dana penelitian yang bisa didapatkan mencapai angka Rp 1,6 M dengan durasi 22 bulan. Untuk itu, yuk simak informasi lengkapnya dikutip dari BIMA Kemdikbudristek dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (11/6/2024).

    Syarat Pendaftaran Peneliti ISPF 2024

    1. Warga Negara Indonesia (WNI).
    2. Peneliti utama haruslah dosen tetap perguruan tinggi di bawah Ditjen Diktiristek yang memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN) yang masih berlaku atau nomor induk dosen khusus (NIDK) dan terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
    3. Memiliki tanda pengenal yang terdaftar di SINTA Kemendikbudristek.
    4. Peneliti utama harus memiliki gelar PhD dan setidaknya memiliki jabatan asisten ahli.
    5. Peneliti utama harus memiliki setidaknya 2 artikel yang dipublikasikan dan terindeks dengan reputasi baik dalam jurnal nasional terakreditasi sebagai penulis utama atau penulis koresponden. Atau memiliki minimal 1 hak kekayaan intelektual (HAKI) terkait yang terdaftar.
    6. Tidak pernah dinyatakan bersalah atas kasus administratif atau pidana apapun termasuk mereka yang sedang mengajukan banding.
    7. Tim peneliti harus terdiri dari 1-2 orang yang merupakan peneliti dengan karir baru atau mahasiswa doktoral.
    8. Tim peneliti harus memiliki identitas yang terdaftar di SINTA.
    9. Tim peneliti dipastikan tidak terlibat dalam anggota tim peneliti manapun yang didanai oleh proyek Ditjen Diktiristek.

    Ketentuan Pendanaan Penelitian ISPF 2024

    Sebagai pengingat dana maksimal yang bisa didapatkan peneliti adalah Rp 1,6 miliar. Permintaan pendanaan harus dirinci mengikuti standar biaya masukan (SBM) yang meliputi:

    1. Anggaran dapat mencakup biaya langsung dan tidak langsung selama penelitian.
    2. Biaya langsung minimal 95% dari total anggaran.
    3. Biaya tidak langsung tidak boleh melebihi 5% dari total anggaran.
    4. Biaya langsung bisa digunakan untuk gaji tim peneliti tetapi tidak boleh melebihi 25% dari total anggaran.
    5. Besaran gaji peneliti harus berdasar standar yang ditetapkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
    6. Biaya tidak langsung bisa dipergunakan untuk mencapai keluaran dan hasil penelitian.
    7. Anggaran harus sudah termasuk pajak
    8. Anggaran tidak mencakup pembangunan gedung baru dan jenis infrastruktur lainnya
    9. Biaya bisa digunakan untuk perjalanan internasional maksimal dua kali setahun.

    Cara Mendaftar ISPF 2024

    • Ketentuan dan persyaratan proposal lebih lengkap bisa diunduh melalui tautan http://ugm.id/GuidelinesISPFMay2024.
    • Tim peneliti dari Indonesia wajib menyampaikan pernyataan minat paling lambat tanggal 6 Juni 2024 melalui tautan http://ringkas.kemdikbud.go.id/ISPF2024 dan mengunggah proposal ke sistem BIMA.
    • Batas pengusulan melalui sistem BIMA adalah tanggal 12 Juli 2024

    Informasi lebih lanjut bisa diliaht di sini. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • LPDP Pastikan Dana Riset & Beasiswa Tak Berhenti Meski Ganti Tahun Anggaran



    Jakarta

    Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Mohammad Lukmanul Hakim menegaskan dana riset dan beasiswa yang bersumber dari LPDP akan terus digelontorkan setiap tahunnya. Termasuk saat pergantian tahun anggaran.

    “Salah satu yang sebenarnya sudah disimpul oleh Bu Menteri (Menteri Keuangan Sri Mulyani) bahwa LPDP dengan format badan layanan umum itu bisa mendanai multi years dengan fleksibel sekali. Sehingga saat ini ketika para riset itu mendapatkan dana LPDP, dia tidak harus akhirnya terhenti di akhir tahun anggaran,” katanya dalam konferensi pers Konvensi Sains dan Teknologi Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB pada Sabtu (9/8/2025).


    Lukmanul mengatakan riset yang didanai LPDP punya cakupan berbagai sektor. Terutama pada bidang saintek, penelitian dapat bergantung pada musim hingga cuaca.

    “Padahal karakter penelitian, apalagi misalnya penelitiannya penelitian pangan yang bergantung pada musim tanam gitu, tentu tidak bisa akhirnya terpotong pada tahun anggaran. Dia harus melintasi tahun anggaran dan juga waktunya bisa difleksibelkan,” tuturnya.

    Sumber Beasiswa dan Riset dari Dana Abadi

    Kemudian Lukmanul mengatakan alasan tidak ada cut off dana riset dan beasiswa karena bersumber dari dana abadi. Adapun dana abadi yang dikelola LPDP saat ini mencapai Rp 154,11 triliun.

    “Ya, demikian juga beasiswa. Dan salah satu juga yang kita harapkan dengan memilih dana abadi adalah adanya kesinambungan pendanaan. Jadi kemarin sudah dipaparkan Bu Menteri bahwa total sekarang LPDP mengelola Rp 154 triliun,” katanya.

    LPDP Punya 4 Jenis Dana Abadi

    Dana abadi tersebut digunakan untuk membiayai dana abadi pendidikan (DAP) Rp 126,12 triliun, dana abadi penelitian (DAPL) Rp 12,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi (DAPT) Rp 10 triliun, dan dana abadi kebudayaan (DAKb) Rp 5 triliun.

    “Nah, sekarang LPDP itu sudah punya pengelolaan 4 dana abadi. Dana abadi pendidikan, dana abadi penelitian, dana abadi kebudayaan, dan dana abadi perguruan tinggi. Dana abadi pendidikan ini dikhususkan untuk mendanai utamanya beasiswa,” jelas Lukmanul.

    “Rp 154 triliun yang itu dikelola dengan skema dana abadi. Diharapkan dengan skema dana abadi, kebijakan berkaitan dengan riset maupun biasiswa itu tidak terganggu dengan hal-hal lain di luar itu,” sambungnya.

    Kemudian dana abadi penelitian sesuai dengan namanya ini juga dikhususkan untuk mendanai penelitian program riset. Kemudian dana abadi kebudayaan merupakan aspirasi dari pelaku budaya yang menginginkan dana abadi secara khusus.

    “Ini yang akhirnya hasil pengembangan investasinya digunakan untuk mendanai program-program kebudayaan. Kemudian dana abadi perguruan tinggi, dana abadi perguruan tinggi ini dikelola untuk menaikkan level atau ranking perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” ucapnya.

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa 2026 Fokus di Bidang STEM & Prodi Tertentu



    Jakarta

    Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Mohammad Lukmanul membocorkan tentang skema pendanaan beasiswa 2026. Ia mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan untuk bidang tertentu.

    Hal ini juga termasuk penyediaan kuota dan penentuan perguruan tinggi. Daya tampung akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi.

    Lukmanul mengatakan pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.


    “Jika Kemdiktisaintek melihat program beasiswa LPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kata Lukmanul saat ditemui di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Menurutnya, skema tersebut belum bisa direalisasikan tahun ini. Pasalnya, seleksi LPDP 2025 sudah berlangsung.

    “Tentu ini baru informasi yang kami dapat, mudah-mudahan ini akan bisa berjalan di tahun depan. Tidak di tahun ini, karena di tahun ini memang sudah berjalan seleksinya,” katanya.

    Pendaftar Bidang STEM Diprioritaskan

    Selain itu, ia juga mengatakan bidang yang difokuskan negara yakni science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Meski demikian, pendaftar masih bisa bebas mendaftar tujuan perguruan tingginya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi ada formula, orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” kata Lukmanul.

    “Pendaftar akan diarahkan untuk memilih bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan negara,” tambahnya.

    Adapun bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    Lukmanul menjamin pengguliran dana LPDP untuk beasiswa akan terus berjalan. Sekalipun ada efisiensi, LPDP tetap membuka beasiswa karena adanya dana abadi.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenpora Buka Beasiswa Riset untuk Mahasiswa S1-S3, Bantuan Rp 10 Juta!



    Jakarta

    Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuka program Bina Insan Akademia 2025. Program ini memberikan fasilitas bantuan dana penelitian bagi mahasiswa S1, S2, dan S3.

    Adapun nilai bantuan hingga Rp 10 juta per orang. Penelitian yang akan dibiayai harus seputar isu-isu kepemudaan yang bisa memberikan dampak nyata kepada Indonesia.

    Dengan beasiswa ini, diharapkan para mahasiswa mendapatkan penguatan kapasitas intelektual dan kontribusi nyata pemuda dalam pengembangan ilmu pengetahan serta kebijakan kepemudaan di Indonesia.


    Bagaimana cara memperoleh beasiswa ini? Mengutip unggahan Instagram @kemenpora, berikut informasinya:

    Syarat Penerima Beasiswa Bina Insan Akademia 2025

    • Pemuda berusia 16-30 tahun per tanggal 31 Desember 2025
    • Mempunyai KTP, kartu keluarga atau identitas sejenis lainnya
    • Terdaftar sebagai mahasiswa S1, S2 atau S3 di perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS)
    • Mengajukan proposal penelitian karya ilmiah tingkat akhir terkait dengan tema/kajian kepemudaan
    • Mengajukan proposal permohonan dana fasilitasi karya ilmiah kepemudaan diserta rincian anggaran biaya
    • Sudah menyelesaikan semua mata kuliah yang dinyatakan dalam bentuk transkrip
    • Memiliki IPK minimal 3.0
    • Memiliki rekening bank nasional yang masih aktif atas nama penerima
    • Mendapatkan rekomendasi dari dosen pembimbing dan ketua program studi
    • Melampirkan surat persetujuan seminar proposal karya ilmiah yang disetujui oleh pimpinan prodi atau keterangan lain yang sejenis
    • Melampirkan data diri dan prestasi
    • Menandatangani surat pernyataan tidak sedang dan tidak akan menerima dana fasilitasi penyelesaikan skripsi atau tesis atau disertasi yang serupa dari sumber lain dalam negeri maupun luar negeri
    • Akreditasi perguruan tinggi dan prodi, minimal B dari BAN PT.

    Cara Daftar Beasiswa Bina Insan Akademia 2025

    1. Buka laman pendaftaran di https://bit.ly/daftarBIA2025?r=qr
    2. Isi data diri mulai dari nama, domisili, dan nomor handphone
    3. Isi informasi pendidikan
    4. Unggah dokumen-dokumen yang diminta
    5. Submit data dan dokumen
    6. Tunggu sampai hasil pengumuman keluar

    Jadwal Seleksi Beasiswa Bina Insan Akademia 2025

    • Pendaftaran: 31 Oktober-15 November 2025
    • Seleksi administrasi dan substansi: 16-18 November 2025
    • Pengumuman daftar penerima: 20 November 2025
    • Batas laporan penggunaan dana: 5 Desember 2025

    Demikian informasi beasiswa Bina Insan Akademia dari Kemenpora. Selamat mencobanya detikers!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Minum Air Kemasan Disebut Berbahaya untuk Kesehatan, Kok Bisa?


    Jakarta

    Sebuah penelitian terbaru mengungkap kebiasaan sederhana yang tanpa disadari dapat membuat seseorang menelan puluhan ribu partikel mikroplastik setiap tahunnya.

    Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Concordia, Kanada, menemukan orang yang rutin minum dari botol air plastik sekali pakai dapat mengonsumsi hingga 90.000 partikel mikroplastik tambahan setiap tahun dibandingkan mereka yang memilih air keran (tap water).

    Dilansir dari NYPost (15/10/2025), dalam studi yang meninjau lebih dari 140 artikel ilmiah, para peneliti memperkirakan rata-rata manusia menelan antara 39.000 hingga 52.000 partikel mikroplastik setiap tahun.


    Namun, paparan meningkat drastis bagi orang-orang yang minum air kemasan, terutama air yang dikemas dalam botol plastik sekali pakai karena partikel kecil tersebut dapat terlepas dari lapisan dalam botol, terutama ketika botol dipanaskan atau diperas.

    Air Mineral Dalam Kemasan Terpapar Nanoplastik, Apa Bahayanya?Air Mineral Dalam Kemasan Terpapar mikroplastik, Apa Bahayanya? Foto: Getty Images/JohnnyGreig

    “Minum air dari botol plastik mungkin aman dalam keadaan darurat, tetapi tidak seharusnya menjadi kebiasaan sehari-hari,” kata Sarah Sajedi, pakar manajemen lingkungan sekaligus penulis utama penelitian ini. Ia menegaskan risiko terbesar bukanlah racun, melainkan paparan kronis jangka panjang yang dapat menumpuk di tubuh manusia.

    Mikroplastik sendiri adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari pecahan benda plastik yang lebih besar. Begitu tertelan, partikel ini tidak hanya lewat begitu saja, tetapi dapat memasuki aliran darah dan menumpuk di organ vital seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, hingga plasenta. Sejumlah studi bahkan menunjukkan partikel mikroplastik cukup kecil untuk menembus penghalang darah-otak yang sangat sulit ditembus.

    Menurut penelitian lanjutan, mikroplastik di dalam tubuh berpotensi menyebabkan peradangan kronis, kerusakan sel, gangguan hormon, dan ketidakseimbangan mikrobiota usus. Beberapa penelitian awal juga mengaitkannya dengan risiko kanker, penyakit jantung, gangguan kesuburan dan masalah paru-paru.

    Air Mineral Dalam Kemasan Terpapar Nanoplastik, Apa Bahayanya?Botol minuman sekali pakai. Foto: Getty Images/JohnnyGreig

    Menanggapi temuan ini, Sarah Sajedi menyerukan adanya standar pengujian mikroplastik pada produk air kemasan serta kebijakan yang lebih ketat untuk mengurangi pencemaran plastik.

    “Edukasi adalah langkah paling penting yang bisa kita lakukan. Masyarakat perlu memahami kebiasaan minum air kemasan dampaknya bersifat jangka panjang,” ujarnya.

    Sementara itu, Bottled Water Association (Asosiasi Air Kemasan Internasional) menyatakan komitmennya untuk mendukung riset lebih lanjut dan menjamin keamanan produk air minum kemasan.

    Mereka juga menegaskan isu mikroplastik bukan hanya tanggung jawab industri air minum kemasan saja, melainkan masalah global yang harus dihadapi bersama.

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Uban Bisa Hilang? Ilmuwan Temukan Kunci agar Rambut Kembali ke Warna Aslinya!


    Jakarta

    Seiring bertambahnya usia, pigmen warna pada rambut akan memudar dan berubah menjadi putih atau disebut dengan uban. Hal ini biasa jika di alami orang yang sudah berusia senja.

    Namun, bagaimana jika pertumbuhan uban dialami oleh mereka yang masih muda? Apakah bisa warna asli rambut seseorang kembali seperti semula setelah memutih? Ini penjelasannya menurut sains.

    Rambut Beruban Bisa Kembali ke Warna Aslinya?

    Rambut beruban sering kali jadi tanda penuaan, tapi ternyata tidak selalu begitu. Berdasarkan studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature, uban muncul karena “kemacetan” sel di dalam folikel rambut, bukan karena tubuh menua secara keseluruhan.


    Peneliti dari NYU Langone Health, Amerika Serikat, menemukan bahwa sel penghasil pigmen warna rambut, yakni sel induk melanosit (melanocyte stem cells/McSCs), gagal berpindah tempat sesuai waktunya. Akibatnya, rambut tetap tumbuh sehat, tetapi warnanya memudar menjadi abu-abu atau putih.

    “Studi kami menambah pemahaman dasar tentang bagaimana sel induk melanosit bekerja untuk mewarnai rambut,” kata Qi Sun, PhD, peneliti utama studi tersebut, dikutip dari NYU Langone Health.

    Mengapa Rambut Bisa Berubah Jadi Uban?

    Di dalam folikel rambut terdapat dua jenis “tim kerja”:

    • Sel induk rambut, yang mengatur pertumbuhan rambut.
    • Sel induk melanosit, yang bertugas memberi warna pada rambut.

    Saat rambut baru mulai tumbuh, sel induk melanosit seharusnya bergerak ke area yang kaya protein WNT yaitu sinyal kimia yang memerintahkan mereka berubah menjadi sel penghasil pigmen (melanosit).

    Namun, ketika sel-sel tersebut “macet” di tempat atau tak lagi menerima sinyal, tahap pewarnaan tidak terjadi, dan rambut yang tumbuh menjadi berwarna abu-abu.

    “Sel induk melanosit seharusnya bisa berperilaku seperti bunglon yang bisa berubah dan beradaptasi sesuai lingkungannya. Ketika kemampuan itu hilang, rambut menjadi abu-abu,” jelas Mayumi Ito, PhD, profesor dermatologi di NYU Langone Health.

    Penelitian Langsung di Folikel Rambut

    Penemuan ini bukan hasil dugaan semata. Tim ilmuwan melakukan penelitian langsung jangka panjang dan analisis RNA sel tunggal pada folikel rambut tikus.

    Mereka melacak posisi setiap sel dan melihat bagaimana instruksi genetik berubah selama beberapa siklus pertumbuhan rambut.

    Hasilnya, semakin sering pertumbuhan rambut dipaksa berulang, semakin banyak sel induk pigmen yang tertinggal di tempat yang salah dan jumlah uban pun meningkat.

    Dengan kata lain, posisi, pergerakan, dan waktu kerja sel menentukan warna rambut.

    Meskipun temuan ini terdengar menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa belum ada obat untuk menghilangkan uban secara permanen.

    Stres, genetik, dan faktor lingkungan tetap berpengaruh pada munculnya uban.

    Langkah berikutnya adalah membuktikan apakah pola serupa juga terjadi pada manusia. Jika iya, maka ilmuwan bisa mencari cara aman untuk mendorong sel bergerak tepat waktu atau menguatkan sinyal dalam folikel rambut agar warna kembali muncul secara alami.

    “Tujuannya bukan sekadar mengubah warna rambut, tetapi menjaga keseimbangan antara sel yang aktif dan yang beristirahat,” ungkap tim peneliti.

    Uban Bukan Rambut Rusak

    Bagi detikers yang mulai menemukan helai putih di kepala, jangan khawatir. Rambut beruban bukan berarti rambut lemah atau tidak sehat.

    Folikel rambut tetap berfungsi dengan baik, hanya saja tim sel pewarna rambut sedang terlambat menerima instruksi kerja.

    Kini, sains sedang mencari cara untuk memperbaiki “kemacetan” di dalam folikel tersebut. Jika berhasil, warna rambut bisa kembali seperti semula, tanpa pewarna kimia.

    Untuk saat ini, uban bukan lagi misteri, melainkan soal waktu dan koordinasi sel yang sedang dipelajari sains.

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahli Saraf Teliti Otak yang Doyan Nonton Porno, Hasilnya…


    Jakarta

    Banyak orang meyakini, sering menonton video pornografi dapat menyebabkan kecanduan, bahkan kerusakan pada otak. Lantas sebenarnya, apa sih yang terjadi pada otak orang senang menonton video porno?

    Nicole Prause, PhD adalah seorang ahli saraf yang meneliti perilaku seksual manusia, kecanduan, dan fisiologi respons seksual, sekaligus merupakan pendiri lembaga penelitian independen Liberos. Ia dan rekan-rekan peneliti lain menemukan bahwa otak orang-orang yang aktif menonton film dewasa tidak memunculkan reaksi layaknya orang kecanduan.

    “Kami memantau orang-orang, misalnya, yang datang ke lab kami dan berinteraksi dengan pasangan. Kami mencoba memahami bagaimana respons otak mereka saat melihat pornografi atau masturbasi,” kata Nicole dikutip dari Psychology Today, Selasa (18/7/2023).


    Salah satu temuan besar pertama adalah kurangnya aktivitas curie, terkadang disebut biomarker kecanduan. Umumnya, kondisi ini ditemukan pada orang yang mengalami kecanduan zat.

    “Jika kecanduan pornografi, dan kami menunjukkan gambar-gambar porno kepada mereka, kami berharap otak mereka akan merespons gambar-gambar itu lebih kuat daripada orang lain yang melihat gambar-gambar ini dan tidak melaporkan adanya masalah,” kata Nicole.

    Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kecanduan atas respons yang diberikan melalui film dewasa tersebut.

    Di samping itu, penelitiannya menemukan, orang yang mengalami depresi mungkin mengandalkan tontonan film dewasa sebagai langkah mekanisme koping. Beberapa orang sayangnya berpikir aktivitas tersebut menimbulkan presentasi yang lebih obsesif-kompulsif.

    (Faesal Mubarok/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy