Tag: pengajar

  • Ajaib Sekuritas Jembatani Gen Z soal Literasi Keuangan Lewat Future Skills


    Jakarta

    Ajaib Sekuritas memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda dengan berpartisipasi sebagai pengajar dan mitra industri dalam program Future Skills for University, sebuah inisiatif pembelajaran lintas kampus yang diinisiasi oleh Pijar Foundation.

    Program ini merupakan salah satu terobosan nasional dalam membangun future-ready talent ecosystem dengan menjembatani mahasiswa dari berbagai universitas untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi industri terkemuka. Direktur Utama Ajaib Sekuritas, Juliana mengatakan pihaknya percaya literasi finansial harus dimulai sejak bangku kuliah.

    “Keterlibatan di Future Skills memberi kami kesempatan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar investasi yang benar dan aman. Mereka adalah generasi yang akan memasuki dunia finansial digital dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Juliana dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).


    Adapun Future Skills menghadirkan konsep pembelajaran kolaboratif yang menggabungkan unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, dengan praktik dunia profesional. Melalui kemitraan dengan berbagai universitas seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Airlangga, serta mitra industri lintas sektor, peserta dapat mengambil mata kuliah berbasis proyek (project-based learning) yang dapat dikonversi menjadi SKS resmi.

    Sebagai bagian dari kontribusinya, Ajaib Sekuritas membawakan materi mengenai inovasi di sektor keuangan digital dan investasi, termasuk wawasan praktis mengenai pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda Indonesia. Keterlibatan ini menjadi langkah nyata Ajaib dalam mendukung pengembangan talenta yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menghadapi dinamika ekonomi digital.

    AjaibFoto: Ajaib Sekuritas

    Ajaib Sekuritas menjadi satu-satunya platform investasi yang berperan sebagai pengajar dalam batch ini. Materi disampaikan oleh Ratih Mustikoningsih, Senior Financial Expert Ajaib, yang menghadirkan perspektif dunia kerja nyata bagi mahasiswa.

    Kelas ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga mengajak mahasiswa mengerjakan proyek nyata yang relevan dengan kondisi finansial mereka sebagai pemula. Program ini memperluas akses pembelajaran lintas kampus dan menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang masih jarang dilakukan di Indonesia.

    Dengan lebih dari 200 peserta aktif dari berbagai universitas, Future Skills menjadi contoh nyata sinergi antara dunia industri dan akademik dalam mempersiapkan generasi future-ready talents.

    “Kami sangat senang bermitra dengan Ajaib dalam program Future Skills by Pijar Foundation, yang memberikan materi untuk menunjang pengetahuan keuangan masa kini dan masa depan bagi peserta kelas,” ujar Curriculum and Program Lead at Future Skills by Pijar Foundation, Titus Aldi.

    Keterlibatan Ajaib dalam program ini sejalan dengan visinya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia dan memperluas akses terhadap investasi yang aman dan inklusif. Melalui kolaborasi seperti ini, Ajaib berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memahami, mengelola, dan menumbuhkan potensi finansialnya sejak dini.

    Adapun materi yang dibawakan Ajaib mencakup:

    ● Mindset keuangan sehat untuk mahasiswa

    ● Dasar investasi dan manajemen risiko

    ● Mengenal pasar modal digital

    ● Studi kasus real dari investor pemula

    ● Latihan perencanaan investasi sederhana

    ● Praktik membuat mini portfolio assignment

    (akd/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Beasiswa Thailand 2025 Chulalongkorn Dibuka, Dosen, Tendik, Peneliti Diutamakan


    Jakarta

    Beasiswa S2 dan S3 dibuka Chulalongkorn University. Masa pendaftaran beasiswa berlangsung hingga 8 Mei 2025.

    Beasiswa S2 di Chulalongkorn berdurasi maksimal 2 tahun, sedangkan beasiswa S3 berdurasi 3 tahun. Calon mahasiswa internasional, termasuk asal Indonesia, bisa mendaftar. Pengajar, peneliti, atau staf kampus akan yang kembali mengabdi setelah ke negara asal usai kuliah diutamakan pada beasiswa ini.

    Beasiswa Chulalongkorn University 2025

    Beasiswa S2 dan S3 Thailand ini meliputi:


    • Tiket penerbangan kelas ekonomi pergi-pulang (PP) maksimal 8.500 baht (Rp 4,1 juta) per perjalanan
    • Uang kuliah (tidak termasuk uang tambahan yang dikenakan fakultas/prodi/program musim panas)
    • Uang saku dan akomodasi bulanan 16.000 baht (Rp 7,7 juta)

    Syarat Beasiswa

    • Berasal dari ASEAN atau non-ASEAN
    • Diutamakan bagi staf, pengajar, atau peneliti di perguruan tinggi yang akan kembali ke kampus asal
    • Belum pernah kuliah di Chulalongkorn University lebih dari 1 semester
    • Bidang S1 atau S2 sebelumnya harus berkaitan dengan bidang S2/S3 yang akan dilamar, dibuktikan dengan ijazah dan transkrip akademik
    • IPK S1 minimal 2,75 dan S2 minimal 3,25
    • Usia maksimal 40 tahun
    • Skor TOEFL (Paper) minimal 500 atau IELTS minimal 5.0
    • Berkondisi sehat
    • Masa beasiswa dan kuliah tidak dapat ditunda (defer)
    • Penerima beasiswa tidak boleh menerima pekerjaan di Thailand selama periode beasiswa

    Syarat Dokumen

    • Formulir pendaftaran beserta pasfoto ukuran 1 inch
    • CV
    • Transkrip akademik dari perguruan tinggi terakhir
    • Ijazah jika ada
    • Fotokopi paspor
    • Dua surat rekomendasi dari rektor, dekan, atau kepala prodi maupun atasan pelamar di institusi tempat bekerja/berafiliasi
    • Surat keterangan sehat

    Perlu diketahui, pelamar wajib diseleksi dan dipilih oleh fakultas atau prodi tujuan masing-masing. Pelamar terpilih kemudian diajukan ke Kantor Bidang Akademik Chulalongkorn University. Dokumen pelamar wajib diserahkan pihak fakultas/prodi paling lambat 31 Mei 2025.

    Pendaftaran beasiswa Chulalongkorn University dibuka di https://grantgateway.research.chula.ac.th. Cek informasi lebih lanjut dengan akses https://bit.ly/ChulaG dan pengumuman resminya, klik DI SINI.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Beasiswa Guru Indonesia untuk Bertemu Ilmuwan di Swedia, Dapat Uang Saku Rp26 Juta!



    Jakarta

    Nobel Prize Museum membuka beasiswa untuk guru di sejumlah negara menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Penghargaan Nobel atau Nobel Prize Teacher Summit di Stockholm, Swedia. Pendaftaran ini dibuka hingga tanggal 5 Februari mendatang.

    KTT Penghargaan Nobel adalah acara yang dihadiri guru-guru terpilih dari seluruh dunia untuk bertemu dengan peraih Nobel, ilmuwan terkemuka, dan aktivis perdamaian seputar tema yang sangat penting dalam pendidikan. Untuk KTT tahun ini mengangkat tema “Masa Depan Demokrasi”.

    Nantinya, guru-guru yang terpilih akan menghadiri program selama empat hari dan mendapatkan berbagai fasilitas. Acara KTT ini akan berlangsung pada Rabu, 26 Maret 2025 hingga Sabtu, 29 Maret 2025, sebagaimana dilansir situs Nobel Prize Museum.


    Cakupan Beasiswa Program ke Swedia

    1. Biaya visa, perjalanan, transfer dan makan yang akan dicairkan pada saat peserta berada di Stockholm:

    – Guru dari Eropa: SEK 7,000 (USD 575) atau sekitar Rp9,3 juta (kurs Rp16.244)

    – Guru dari MENA (Mesir): SEK 15.000 (USD 1.240) atau sekitar Rp20 juta

    – Guru dari Asia: SEK 20,000 (USD 1,650) atau sekitar Rp26,8 juta

    – Guru dari Afrika: SEK 20,000 (USD 1,650) atau sekitar Rp26,8 juta

    – Guru dari Amerika Latin: SEK 25.000 (USD 2.065) atau sekitar Rp33,5 juta

    2. Hotel di Stockholm, 4 malam (dipesan oleh Nobel Prize Museum)

    3. Pengenalan di Nobel Prize Museum pada hari Rabu, 26 Maret 2025

    4. Kunjungan belajar dan workshop pada hari Kamis, 27 Maret 2025, termasuk makan siang

    5. Biaya konferensi untuk Jumat 28 Maret 2025, termasuk makan siang

    6. Program pada hari Sabtu, 29 Maret 2025 di Nobel Prize Museum

    7. Asuransi selama periode 25-30 Maret 2025

    8. Surat undangan pribadi, untuk digunakan pada saat mengajukan visa dan sejenisnya

    Persyaratan Beasiswa untuk ke Swedia

    1. Guru yang terlatih dan aktif secara profesional (tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi)

    2. Bekerja di salah satu negara berikut: Kolombia, Mesir, Indonesia, Moldova, Filipina, Ukraina, Vietnam, Tanzania, atau Zambia

    3. Memahami, berbicara, membaca dan menulis bahasa Inggris dengan lancar

    4. Bisa mengatur visa Schengen sendiri; ketika permohonan beasiswa disetujui, penerima beasiswa akan menerima surat undangan dan bukti asuransi untuk dilampirkan bersama permohonan visa

    5. Dapat membayar tiket pulang-pergi dan transfer sendiri. Sebab, uang dari beasiswa baru diterima setelah sampai di Stockholm pada tanggal 26 Maret 2025

    6. Memiliki rekening bank tempat kami dapat mentransfer uang dalam SEK, EUR atau USD, dan kartu kredit yang dapat digunakan untuk pembelian di Swedia

    7. Ketika kembali ke negara asal, Anda akan menyelenggarakan “Pusat Konferensi Pengajar Hadiah Nobel” untuk rekan-rekan guru di wilayah asal Anda, menggunakan materi yang disediakan oleh Nobel Prize Museum

    Untuk cara pelamaran, hanya dapat melamar melalui tautan resmi di bawah ini, bukan melalui surat atau email. Pelamar akan diberitahu melalui email paling lambat tanggal 20 Februari 2025 apakah sudah mendapat dukungan finansial atau belum. Tidak ada penjelasan yang akan diberikan kepada mereka yang tidak menerima beasiswa.

    Nah, bagi detikers yang berminat atau memiliki teman guru bisa bagikan dan/atau klik tautan pendaftarannya DI SINI. Informasi tentang beasiswa bisa cek DI SINI.

    (faz/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Boy Thohir Umumkan Beasiswa MBA di AS, Begini Kuliahnya


    Jakarta

    Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation sedang membuka pendaftaran beasiswa TAMBA (Thohir & Alumni USC Indonesia (AUSCI) MBA) & SAMBA (Soerjadjaja AUSCI MBA) Scholarship hingga 31 Agustus 2024. Penerima beasiswa akan kuliah S2 pada program International Business Educational and Research (IBEAR) MBA di University of Southern California (USC) Marshal School of Business, Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS).

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir, mengatakan para penerima beasiswa akan menjalani perkuliahan MBA intensif selama satu tahun, termasuk proyek pemecahan masalah bisnis dunia nyata dalam ekonomi global.

    Pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut mengatakan, selama masa beasiswa, awardee akan mendapat dukungan uang kuliah, tunjangan hidup, dan ongkos pesawat PP Indonesia-AS senilai USD 200.000 (Rp 3,2 miliar) per orang per tahun dari dana keluarga Thohir dan Soerjadjaja.


    “Dengan program satu tahun yang padat itu, dengan pengalaman kerja bikin project di sana, itu akan menjadi satu pengalaman yang luar biasa untuk penerima beasiswa,” ucapnya di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

    Kuliah MBA di USC Marshall

    Dikutip dari laman resminya, program One-Year MBA di USC Marshall School of Business adalah program kuliah Magister Administrasi Bisnis (MBA) intensif satu tahun. Dalam periode tersebut, mahasiswa juga akan menjalani proyek konsultasi 4 bulan untuk memecahkan masalah nyata bisnis global bersama rekan, pengajar, dan klien.

    Kampus swasta elite di kawasan West Coast (pantai barat), Amerika Serikat ini biasanya menerima 55 mahasiswa MBA dari 12-15 negara setiap tahun. Sebanyak 80% di antaranya berusia 32-40 tahun, dan sepertiganya disponsori perusahaan dan bisnis keluarga.

    Sejak 1978, program S2 yang dikenal dengan nama International Education and Research (IBEAR) MBA ini telah memiliki 2.100 alumni dari 60 negara. Salah satunya yakni Dr Ari Firmandi, Director of Transaction and Advisory Services, Ernst&Young.

    Ari menuturkan, masa studi 1 tahun dan latar pengalaman mahasiswa menjadi salah satu daya tarik program IBEAR MBA di USC. Berdasarkan data kampus, mahasiswa di sekolah/fakultas ini rata-rata berlatar pengalaman profesional 12 tahun di berbagai negara. Beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship sendiri mensyaratkan pelamar untuk mengantongi pengalaman profesional di korporasi atau instansi atau memiliki usaha rintisan sendiri yang sudah cukup berjalan dengan baik minimal 6 tahun.

    “Dengan pengalaman yang lebih banyak dibanding yang MBA regular, jadi ketika nanti berdiskusi di dalam kelas, kita akan lebih banyak masukannya. Karena kan dari berbagai industri,” ucap Ari yang juga alumnus S1 Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan S2 Construction Management in Civing Engineering, USC.

    “Salah satu contoh classmate saya itu dari berbagai negara, mungkin ada dari 15 negara. Ada dari Korea, Jepang, Meksiko, ada juga dari Chile, ada juga dari India, pokoknya hampir kami dari seluruh beragam dari company, yang besar Fortune 500 juga ada di situ,” imbuhnya.

    Proyek Nyata Bisnis

    Memasuki semester akhir, mahasiswa IBEAR MBA USC akan menjajal proyek nyata untuk berhubungan dengan pelaku bisnis global dari perusahaan kenamaan dunia. Jejaring USC dengan bisnis di kawasan Pacific Rim memungkinkan mahasiswa menjalankan proyek di Amerika, Korea, hingga India.

    Ari bercerita, pada masa proyek tersebut di 2006, ia terlibat dengan Lockheed Martin, perusahaan kontraktor keamanan, pertahanan, dan kedirgantaraan global. Ia bertugas di bidang riset market entry di India.

    “Walau dia defense company (perusahaan pertahanan) di US, tapi dia fokusnya lagi ingin mencari teknologi IT di India. Jadi kita melakukan research. Makanya diberi nama International Business Education and Research (IBEAR MBA). Karena kita fokus bener-bener (di situ),” tuturnya.

    Ari mengatakan, hasil proyek studi mahasiswa tersebut berkesempatan untuk benar-benar dimanfaatkan oleh perusahaan klien. Pengalaman ini menurutnya sangat berharga bagi mahasiswa, di samping poin plus pengalaman belajar di luar kelas, khususnya bagi penerima beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship nanti.

    “Nanti apa yang student lakukan itu kalau emang bagus, diterima oleh perusahaan yang bersangkutan, akan menjadi inisiatif perusahaan tersebut. Jadi begitu percayanya perusahaan-perusahaan besar di Amerika terhadap program ini,” ucapnya.

    “Jadi ini menurut saya ini sebenarnya akan menjadi salah satu edukasi yang mungkin berharga bagi calon-calon penerima scholarship nanti, ya. Jadi bukan hanya melakukan pembelajaran di dalam kelas, tapi juga nanti mereka akan melakukan real project,” imbuh Ari.

    Ari tak menampik masa kuliah plus proyek dari pagi sampai malam tak mudah. Ia pun harus memanfaatkan jadwal libur untuk membaca bahan studi untuk diskusi keesokan harinya.

    “Jadi saya pas kuliah dulu mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore itu Senin sampai Jumat. Jumat sampai setengah hari itu 5 hari sekolah (kuliah) full terus. Mulai Sabtu mungkin cari nafas sedikit lah ya. Minggu udah belajar lagi, misalnya belajar untuk PR segala macam,” tuturnya.

    “Kalau Senin ada kuliah, kita Minggu udah belajar jadi gitu, terus aja begitu sampai ya, mungkin sampai 8 bulan seperti itu ya, baru 4-6 bulan terakhir itu adalah pekerjaan praktik tadi,” sambung Ari.

    Di sisi lain, Ari mengingatkan esensi MBA bukan sekadar melahap materi perkuliahan, tetapi mempelajari konsep bisnis dan berjejaring.

    “MBA itu kan, it’s not about learning pelajaran, tapi learning business concept. Business concept itu penting, dan yang ketiga adalah networking,” ucapnya.

    Jejaring Global

    Boy Thohir juga menyorot keunggulan IBEAR MBA USC untuk mempertemukan mahasiswa dengan pendiri bisnis global.

    “Ketemunya udah CEO-nya langsung, ketemu CEO Starbucks. Lalu kayak misalnya gini, IBEAR itu juga melakukan kunjungan kerja ke Indonesia. ketemunya langsung CEO-nya Astra. Nah itu kan nggak gampang. Itulah kelebihan daripada USC network itu,” ucapnya.

    Boy menambahkan, jejaring alumni USC global juga jadi keunggulan bagi penerima beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship. Hal ini menurutnya perlu dimanfaatkan profesional hingga pebisnis muda Indonesia.

    “Satu yang hebat dari USC itu adalah networking dunianya. Jadi kita tuh sampai ada USC Global Conference. Bayangin gitu, yang datang tuh ribuan. Saya pernah ikut yang di Jepang, yang datang tuh ribuan karena alumni-alumninya USC itu ada di mana-mana dan besar-besar: Indonesia, Thailand, Hongkong, India, China, terus Korea, Eropa, segala macam,” ucapnya.

    “Jadi yang membedakan itu dari yang lain adalah USC global network itu luar biasa besar dan luar biasa kompak. Contoh misalnya di Indonesia, nggak ada alumni dari universitas di Amerika yang sebesar (USC). Saya berani taruhan deh,” imbuh Boy.

    Mentorship AUSCI

    Peluang mentoring bersama alumni USC Indonesia, termasuk Boy Thohir, juga menjadi salah satu benefit beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship. Bekal studi, proyek, jejaring, dan mentorship ia harapkan dapat mendukung para awardee untuk berkontribusi bagi kemajuan negeri dan menjadi calon pemimpin Indonesia masa depan.

    “Lulusannya ini juga diharapkan (buka lapangan kerja), saya berharap begitu, karena memang salah satu keunggulan daripada IBEAR (MBA) itu adalah di bisnis dan research. Saya sendiri sekolahnya di program entrepreneurship. Enterpreneurship itu apa sih? Menciptakan lapangan kerja; how to create your own business; how to create jobs,” ucap Boy.

    “Tentunya balik (nanti) kerja dulu, tapi eventually mungkin ya nanti either bisa jadi pejabat di satu organisasi yang besar, atau dia bisa menjadi pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja lagi, tujuan utamanya usaha untuk menciptakan lapangan kerja lagi,” imbuh Boy.

    Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa S2 TAMBA & SAMBA Scholarship di IBEAR MBA, USC Marshal School of Business, LA, Amerika Serikat di laman https://ausci.org/scholarship/. Bagaimana, berminat mendaftar, detikers?

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Kuliah di Jerman? Nih, Ada Beasiswa Khusus Muslim Plus Review Tinggal di Sana


    Jakarta

    Detikers tertarik kuliah di Jerman? Sekarang ini tengah dibuka Beasiswa Avicenna Studienwerk khusus untuk muslim.

    Beasiswa ini dibuka untuk jenjang magister dan doktoral. Selain itu, penerima beasiswa diperbolehkan membawa keluarga.

    Salah satu diaspora Indonesia di Jerman, Boy Tri Rizky mengatakan saat ini memang sangat banyak beasiswa untuk S2 dan S3. Ia mengatakan Avicenna Studienwerk sendiri merupakan lembaga beasiswa termuda yang diakui Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal Jerman (BMBF).


    “Di Jerman saat ini banyak banget beasiswa untuk S-2 dan S-3, dan ini sangat terbuka untuk semua agama, nggak cuma muslim, tetapi untuk semua agama,” kata laki-laki yang disapa Mas Boy itu kepada detikEdu (20/2/2025), dikutip Jumat (21/2/2025).

    “Tetapi ada beasiswa juga dari organisasi muslim, namanya Avicenna Studienwerk, ini adalah lembaga beasiswa di Jerman yang bertujuan untuk mendukung mahasiswa dan kandidat doktor Muslim yang berprestasi dan aktif secara sosial di semua bidang studi,” lanjutnya.

    Nah, bagi kalian yang mungkin tertarik dengan beasiswa ini, yuk simak apa kata Mas Boy soal menjadi muslim dan studi kajian Islam di sana!

    Budaya Kampus di Bulan Puasa

    Mas Boy menyebut sayangnya puasa Ramadan dan Lebaran belum diakui di Jerman. Sehingga tidak ada fasilitas khusus untuk mahasiswa muslim selama bulan Ramadan.

    “Jadi nggak ada apa-apa, mahasiswa juga harus ikut kuliah dan nggak ada istirahat atau pulang lebih cepat. Ya intinya nggak ada keistimewaan. Bahkan waktu itu pernah pas Lebaran juga masih ada kuliah,” jelasnya.

    Meski begitu, ia mengatakan ada banyak komunitas muslim di Jerman. Sehingga kalau ingin buka bersama atau ikut kegiatan keagamaan, bisa bersama komunitas-komunitas tersebut.

    Menariknya Jadi Muslim di Jerman

    Pengajar bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di KBRI Berlin ini mengatakan, menariknya jadi muslim di Jerman adalah merasakan menjadi minoritas. Berbeda dari di Indonesia yang serba mudah sebagai muslim.

    “Di Jerman agak sulit, terutama kalau mau sholat. Jarang banget gedung yang menyediakan musala, jadi kalau mau sholat ya harus di tangga darurat,” ujarnya.

    Menurut Mas Boy, di Jerman sebenarnya banyak makanan halal. Namun, jika memang ingin ke restoran yang tidak memiliki sertifikat halal, bisa pesan menu vegetarian saja.

    Meski menjadi minoritas di Jerman, alumnus LPDP ini mengaku tidak pernah memperoleh diskriminasi. Ia merasa aman dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

    “Sistemnya di Jerman sih selama kita tidak mengganggu orang, orang tidak akan mengganggu kita,” terangnya.

    Kampus yang Membuka Peminatan Budaya/Keilmuan Islam

    Mas Boy mengatakan kampus-kampus ternama di Jerman memiliki kajian Islam. Meski tidak tahu pasti jumlahnya, ia memperkirakan ada lebih dari 10 universitas yang membuka studi-studi berkaitan dengan Islam.

    “Muslim itu sudah menjadi bagian dari Jerman, banyak pendatang dari Turki, Suriah, dan negara-negara muslim di sini,” katanya.

    Sekilas soal Avicenna Studienwerk

    Komponen Beasiswa

    Dikutip dari situs resmi, beasiswa Avicenna Studienwerk mencakup dukungan finansial yang terdiri dari hibah bulanan dan sejumlah biaya tetap untuk biaya studi atau penelitian. Dukungan finansial tersebut juga dapat mencakup semester di luar negeri, konferensi, magang, dan kursus bahasa di luar negeri.

    Bagi mahasiswa magister, ini komponen beasiswa yang didapatkan:

    • Dana beasiswa per bulan sebesar 844 Euro (sekitar Rp 14,4 juta)
    • Asuransi kesehatan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)
    • Dana perjalanan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)

    Sementara, bagi mahasiswa doktoral, ini komponen beasiswanya:

    • Dana beasiswa per bulan sebesar 1.190 Euro (sekitar Rp 20,3 juta)
    • Asuransi kesehatan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)
    • Dana perjalanan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)

    Selain itu, beberapa tambahan fasilitas berikut dapat diberikan dalam kondisi tertentu dan dalam batas ketersediaan dana:

    • Dana dukungan untuk keluarga per bulan sebesar 276 Euro (sekitar Rp 4,7 juta)
    • Bantuan awal satu kali/tunjangan buku sebesar 100 atau 50 Euro (sekitar Rp 1,7 juta atau Rp 853,6 ribu)
    • Dana mencetak (print) dokumen untuk doktoral sebesar 2.050 Euro (sekitar Rp 35 juta)

    Syarat Beasiswa

    Beasiswa ini memperbolehkan pendaftar untuk melamar program studi apa pun. Seperti ini syaratnya:

    • Potensi prestasi akademik/penelitian di atas rata-rata
    • Keterlibatan sosial, budaya atau politik;
    • Pendaftaran (atau setidaknya diterima) untuk gelar master atau doktor di universitas di Jerman di bidang studi apa pun.
    • Dokumen syarat yang harus diserahkan (hanya dalam bahasa Jerman atau Inggris):

    – Surat motivasi informal maksimal 2 halaman

    – CV dalam bentuk tabel maksimal 2 halaman

    – Sertifikat kualifikasi masuk pendidikan tinggi (Abitur, A-Level, dll.)

    – Sertifikat universitas dan jika ada referensi pekerjaan

    – Sertifikat pendaftaran terkini

    – Bukti keterlibatan sosial

    – Dua surat rekomendasi akademik

    – Salinan paspor

    – Transkrip nilai terkini.

    • Selain itu untuk kandidat doktor ada syarat lain yakni:

    – Sinopsis singkat proyek disertasi makimal 3 halaman dengan informasi tentang topik proyek, pembimbing, pertanyaan penelitian, status terkini, hasil yang diharapkan.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Buka Beasiswa Bahasa Inggris untuk Guru MI, Klik https://s.id/KursusguruMI



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membuka program kursus bahasa Inggris untuk guru madrasah ibtidaiyah (MI). Kemenag akan memberikan beasiswa untuk 300 guru yang terpilih.

    Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MI dalam pengajaran bahasa Inggris supaya selaras dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.

    “Ini adalah bentuk ikhtiar serius kami untuk mempersiapkan guru MI agar mampu mengajar Bahasa Inggris dengan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan berbasis kebutuhan anak,” kata Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar di Jakarta (25/7/2025), dikutip dari keterangan resmi dalam situs Kemenag RI.


    Ia menyebut dengan penguasaan metodologi dan alat asesmen yang baik, maka guru akan lebih percaya diri dan terampil dalam menyalurkan keterampilan bahasa kepada peserta didik.

    Program ini dilaksanakan secara daring dan terbuka untuk semua guru MI dari seluruh wilayah Indonesia. Pendaftarannya dibuka pada 24-31 Juli 2025 melalui https://s.id/KursusguruMI.

    Apa Saja yang Akan Dipelajari?

    Pada program ini, guru akan dibekali keterampilan memetakan kebutuhan bahasa Inggris siswa, menguasai teknik pengajaran keterampilan bahasa (listening, speaking, reading, dan writing), kosakata, tata bahasa, dan memahami pendekatan pembelajaran serta asesmen yang sesuai perkembangan usia.

    Thobib menyebut program ini merupakan kolaborasi antara Direktorat GTK Madrasah dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui Regional English Language Office (RELO), serta kerja sama dengan asosiasi pengajar Bahasa Inggris internasional, TESOL.

    Ia menyebut, kolaborasi ini merupakan bukti penguatan guru madrasah tak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh dukungan jejaring global. Maka, dengan melibatkan RELO-TESOL, pihaknya ingin memastikan standar pelatihan terbaik untuk guru MI.

    Direktorat GTK Madrasah berharap program ini mampu membuat ekosistem pembelajaran bahasa Inggris di MI semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan globalisasi sejak dini.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Peluang Riset di AS, Pendaftaran Program Diperpanjang!


    Jakarta

    Pendaftaran Fulbright US-ASEAN Visiting Scholar Program diperpanjang. Semula dibuka sampai 1 Desember 2025, periode pendaftaran kini berlangsung hingga 15 Desember 2025.

    Program American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF) – Fulbright Indonesia ini membuka kesempatan bagi akademisi dan peneliti RI untuk mengembangkan atau memperbarui penelitian bersama rekan di universitas terakreditasi di Amerika Serikat. Peserta program juga bisa meneliti bersama lembaga penelitian nirlaba AS, baik negeri maupun swasta.

    Visiting scholar dalam program ini akan meneliti dan berkontribusi pada isu-isu prioritas yang berdampak pada hubungan AS-ASEAN, isu prioritas ASEAN, dan/atau yang berimplikasi jelas bagi seluruh kawasan ASEAN. Program ini memprioritaskan penelitian tentang topik-topik hubungan AS-ASEAN yang memiliki signifikansi regional, bukan yang bilateral.


    Pendaftar yang terpilih akan berangkat ke AS untuk riset selama 3-4 bulan pada paruh pertama 2027 di AS. Sebelumnya, cermati dan penuhi persyaratan berikut.

    Hibah Riset US-ASEAN Visiting Scholar

    Hibah ini meliputi:

    • Tunjangan bulanan antara USD 3.164 – USD 4.805 (Rp 52,7 juta – Rp 80,1 juta) per bulan, tergantung pada kota di AS
    • Tiket pesawat kelas ekonomi pergi-pulang direct, serta tunjangan transit dan bagasi USD 600 (Rp 10 juta)
    • Tunjangan profesional dan pemukiman USD 2.233 (Rp 37,2 juta)
    • Biaya laboratorium atau penelitian universitas yang memenuhi syarat, pertimbangan kasus per kasus
    • Biaya laboratorium dan penelitian universitas yang memenuhi syarat hingga USD 3.000 (Rp 50 juta), jika diperlukan

    Sebagai catatan, tidak ada komponen hibah yang disediakan untuk tanggungan. Adapun jelang akhir program sekitar Maret 2027, peserta biasanya akan berkumpul di Washington, DC.

    Syarat Program Riset US-ASEAN Visiting Scholar

    • Warga negara Indonesia
    • Berdomisili di Indonesia selama pencalonan dan proses seleksi berlangsung
    • Bersedia kembali ke Indonesia usai menyelesaikan program riset di AS
    • Merupakan staf pengajar universitas, Kementerian Luar Negeri, pejabat pemerintah, profesional sektor swasta, perwakilan lembaga think tank, atau personel dari organisasi lain yang berfokus pada isu-isu AS-ASEAN
    • Memiliki rekam jejak prestasi akademis atau profesional yang signifikan
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Diutamakan yang belum memiliki pengalaman terkini dan substansial di Amerika Serikat
    • Tidak sedang mengajar, belajar, atau melakukan riset di AS
    • Belum pernah menerima hibah Fulbright dalam 5 tahun terakhir
    • Belum pernah ke AS sebagai J-1 Exchange Visitor kategori profesor atau peneliti dalam 2 tahun terakhir
    • Bukan pegawai, anggota keluarga pegawai, atau tanggungan pegawai AMINEF, Kedutaan Besar (Kedubes) AS, atau US Department of State

    Bidang Riset

    • Pendaftar dapat mengangkat topik yang mendukung inisiatif ASEAN dan tujuan AS di kawasan ASEAN, seperti dukungan terhadap:
      • Integrasi ekonomi dan pasar keuangan regional
      • Keamanan dan kebijakan AI
      • Integrasi teknologi
      • Perluasan kerja sama maritim
      • Pendidikan
      • Teknologi pangan
      • Ilmu informasi
      • Jurnalisme
      • Hukum
      • Administrasi publik
      • Kesehatan masyarakat
      • Perdagangan
      • Investasi
    • Program dan topik yang dipilih harus mencerminkan bidang prioritas Sekretariat ASEAN dan Misi AS untuk ASEAN
    • Program dan topik pilihan harus dapat mencerminkan prioritas dan relevansi bagi negara yang mengajukan nominasi
    • Diprioritaskan bagi proyek penelitian bercakupan regional, dan/atau memiliki implikasi yang jelas bagi seluruh kawasan ASEAN.

    Dokumen Persyaratan

    • Formulir pendaftaran
    • Pernyataan proyek riset sepanjang 3-5 halaman
    • Daftar pustaka, maksimal 3 halaman
    • Curriculum vitae (CV), maksimal 6 halaman
    • Surat undangan dari institusi tuan rumah di AS lebih disukai; tidak wajib saat pendaftaran, tetapi wajib disertakan sebelum seleksi akhir/keberangkatan
    • Tiga surat rekomendasi
    • Salinan transkrip akademik dan ijazah dalam bahasa asli dan terjemahannya dalam bahasa Inggris
    • Salinan dokumen identitas yang sah, yakni KTP atau paspor

    Cara Daftar

    • Buat akun di https://stu.aminef.or.id/grantee/
    • Unduh dan cermati Instruksi Pengisian Aplikasi Daring Program Beasiswa Fulbright US – ASEAN Visiting Scholar
    • Isi dan lengkapi pendaftaran, progres dapat disimpan untuk dilanjutkan kemudian
    • Selesaikan proses pendaftaran dan kirimkan lamaran.

    Informasi hibah riset US-ASEAN Visiting Scholar dari Aminef-Fulbright Indonesia ini dapat dicek lebih lanjut dengan klik di SINI dan akun Instagram @fulbrightindonesia. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Klamby Gandeng Putri Ariani untuk Menginspirasi Wanita di Ruang Berdaya

    Jakarta

    Brand hijab lokal Klamby menggelar kampanye bertajuk ‘Berdaya Diri.’ Klamby menyediakan sebuah ruang untuk bisa menginspirasi, berkarya, dan berbagi cerita melalui Ruang Berdaya di Atrium Bintaro Jaya Xchange 2 pada 16-20 juli 2025.

    Tempat ini menjadi wadah inspirasi dan kreativitas, di mana pengunjung dapat merasakan pengalaman berbeda melalui berbagai kegiatan menarik yang disiapkan Klamby. Lebih dari sekadar pameran, Ruang Berdaya mengajak semua orang untuk berkarya dan berbagi cerita dalam suasana yang penuh kehangatan.

    Klamby menghadirkan rangkaian acara seru seperti fashion show terbaru, talkshow bersama psikolog, instalasi interaktif Ruang Langkah, live showcase, serta Klamby Warehouse Sale dengan berbagai produk pilihan. Semua ini dirancang untuk menginspirasi dan mempererat hubungan antara brand dengan komunitas hijabers yang terus berkembang.


    Klamby mendukung pemberdayaan wanita Indonesia melalui kampanye bertajuk Klamby mendukung pemberdayaan wanita Indonesia melalui kampanye bertajuk “Berdaya Diri”. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Pada saat talkshow, Klamby menghadirkan sosok-sosok wanita berhijab yang menginspirasi dengan berbagau latar belakang dan mempunyai prestasi yang membanggakan. Antara lain, Alexandra Asmasoebrata sebagai pembalap wanita, Putri Ariani sebagai musisi muda berbakat, dan Lindswell Kwok sebagai mantan atlet Wushu Nasional.

    Selain itu, ada Jeane Phialsa, drummer profesional berhijab, Angkie Yudistira sebagai aktivis disabilitas dan mantan staf khusus Presiden RI, Tiara Alincia dikenal sebagai masinis MRT Jakarta, dan juga Ira Mirawati sebagai tenaga pengajar profesional.

    “Pertama kali ada kesempatan bersama Klamby, di benak aku ini lah kesempatan. Bagi aku, ini adalah kesempatan untuk aku mulai kembali. Aku sudah pensiun dan tidak balik lagi dan fokus mengurus tiga anak. Otomatis sinar aku sudah meredup, aku merasa tidak percaya diri. Aku sudah sibuk dengan anak-anak aku. Aku flash back dan aku harus bangkit kembali,” ungkap Lindwell dalam acara Ruang Berdaya (18/7/2025).

    Klamby mendukung pemberdayaan wanita Indonesia melalui kampanye bertajuk Klamby mendukung pemberdayaan wanita Indonesia melalui kampanye bertajuk “Berdaya Diri”. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Brand yang didirikan oleh Ridho Jufri dan Nadine Gaus ini ingin menunjukkan bahwa wanita bisa berdaya dalam berbagai profesi dan peran. Kegiatan Ruang Berdaya ini juga menyajikan sharing session bersama para ahli (psikolog dan dokter anak), serta workshop menarik yang dirancang khusus untuk Klamby Family, komunitas pelanggan setia Klamby.

    Dalam rangkaian acara ini, Klamby sekaligus meluncurkan koleksi monogram logo Klamby yang terdiri dari dress, kemeja dan hijab. Klamby juga meluncurkan sebuah karya musik berjudul “Berdaya Diri”, hasil kolaborasi bersama Putri Ariani.

    “Putri yang membuat lirik dari Berdaya Diri. Putri itu suka merenungi apa makna itu hidup. Hasilnya refleksi hal-hal yang Putri lalui aku wujudkan dalam sebuah lagu dalam memaknai kehidupan. Kadang-kadang kita terlalu jauh berpikirnya sebenarnya makna hidup itu diri kita sendiri. Kuncinya kita harus percaya diri sendiri jika kita bisa berdaya,” kata Putri.

    Putri Ariani ingin memberikan pesan apa pun peran yang kamu jalani, mulai dari bekerja, membangun bisnis, merawat keluarga dan lainnya setiap wanita kuat dan berdaya.

    “Rayakan dirimu. Hargai setiap proses yang kamu jalani karena sekecil apa pun langkahmu, itu berarti dan berdampak. Untuk kita percaya, karena kita bermakna,” ujar Putri.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Seleksi PPG Calon Guru 2025 Dibuka, Cek Syarat dan Bidang Studinya!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) membuka seleksi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2025. Pendaftaran dibuka hingga 6 November 2025 melalui tautan https://ppg.kemendikdasmen.go.id/.

    PPG Calon Guru merupakan program transformasi yang dahulu dikenal dengan PPG Prajabatan. Program ini dilakukan untuk menyiapkan calon guru yang profesional dan dibekali sertifikat pendidik resmi dari pemerintah.

    Program ini ditujukan bagi lulusan S1 atau D4 baik dari jurusan pendidikan maupun non pendidikan. Mereka akan kuliah selama dua semester, melakukan praktik kerja lapangan, proyek kepemimpinan, dan pendampingan.


    Lalu apa saja yang harus dipersiapkan untuk mendaftar PPG Calon Guru 2025? Dikutip dari laman resmi PPG Kemendikdasmen, Rabu (15/10/2025) berikut informasinya.

    Syarat Seleksi PPG Calon Guru 2025

    Syarat Utama

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Tidak terdaftar sebagai guru/kepala sekolah pada basis data guru dan tenaga kependidikan, seperti Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Simpatika
    3. Berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
    4. Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D4 yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis data Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri
    5. Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00
    6. Memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani (diserahkan saat lapor diri)
    7. Memiliki surat keterangan berkelakuan baik (diserahkan saat lapor diri)
    8. Memiliki surat keterangan bebas NAPZA (diserahkan saat lapor diri)
    9. Menandatangani pakta integritas
    10. Mengikuti tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara

    Daftar Bidang Studi PPG Calon Guru 2025

    Bidang Studi Umum

    • Pendidikan guru sekolah dasar (PGSD)
    • Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK)
    • Bimbingan dan konseling
    • Informatika
    • Pendidikan Pancasila
    • Bahasa Indonesia
    • Ilmu pengetahuan sosial (IPS)
    • Seni budaya
    • Ilmu pengetahuan alam (IPA)
    • Matematika
    • Pendidikan luar biasa
    • Pendidikan guru anak usia dini (PGPAUD).

    Bidang studi kejuruan

    • Teknik otomotif
    • Teknik jaringan komputer dan telekomunikasi
    • Manajemen perkantoran dan layanan bisnis
    • Kuliner
    • Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
    • Teknik elektronika
    • Teknik ketenagalistrikan
    • Teknik mesin
    • Teknik pengelasan dan fabrikasi logam
    • Agriteknologi pengolahan hasil pertanian
    • Broadcasting dan perfilman
    • Desain komunikasi visual.

    Jadwal Seleksi PPG Calon Guru 2025

    • Pendaftaran: 14 Oktober-6 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 10 November 2025
    • Cetak kartu peserta: 10-15 November 2025
    • Pelaksanaan tes subtantif: 12-15 November 2025
    • Pengumuman hasil tes substantif: 29 November 2025
    • Pengumuman jadwal wawancara: 2 Desember 2025
    • Pelaksanaan tes wawancara: 3-20 Desember 2025
    • Pengumuman hasil tes wawancara: 29 Desember 2025
    • Konfirmasi kesediaan mengikuti PPG Calon Guru tahun akademik 2025/2026: Januari 2026
    • Penetapan peserta PPG Calon Guru tahun akademik 2025/2026: Januari 2026
    • Lapor diri: Januari 2026
    • Matrikulasi bagi lulusan S1 non kependidikan dan D4 non PGSD: Januari 2026
    • Orientasi peserta: Februari 2026
    • Awal perkuliahan: Februari 2026.

    Sekali lagi, pendaftaran dilakukan melalui laman https://ppg.kemendikdasmen.go.id/. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana Cara Menjadi Pendidik yang Baik Secara Islami?


    Jakarta

    Menjadi pendidik dalam pandangan Islam adalah amanah besar untuk membentuk akhlak dan menanamkan nilai ketakwaan kepada peserta didik. Seorang guru berperan sebagai penyampai ilmu sekaligus teladan yang mencerminkan makna dari ilmu yang diajarkan.

    Lalu, bagaimana cara agar seorang pendidik dapat menjalankan peran itu dengan baik sesuai ajaran Islam?

    Cara Menjadi Pendidik yang Baik Secara Islami

    Dalam kitab Bidayatul Hidayah susunan Imam Al-Ghazali ditekankan bahwa seorang guru harus berilmu sekaligus beradab. Dijelaskan bahwa pendidik seharusnya memiliki sikap-sikap yang mencerminkan tanggung jawab dan ketulusan dalam mendidik murid.


    Beberapa sikap yang disebutkan antara lain:

    1. Bertanggung jawab terhadap ilmu dan murid yang diajarkan.
    2. Sabar dalam menghadapi berbagai karakter murid.
    3. Duduk dengan tenang dan berwibawa saat mengajar.
    4. Tidak sombong, kecuali untuk menegakkan kebenaran terhadap sesama ahli ilmu.
    5. Bersikap tawaduk (rendah hati) di setiap majelis ilmu.
    6. Menjauhi gurauan berlebihan, agar tidak menghilangkan wibawa dan rasa hormat murid.
    7. Bersikap ramah terhadap murid, terutama yang masih labil atau sulit diarahkan.
    8. Teliti dalam memperhatikan murid yang nakal, agar tidak berkembang menjadi kebiasaan buruk.
    9. Tetap membimbing murid yang bebal, tanpa mudah menyerah.
    10. Tidak gampang marah kepada murid yang lambat memahami pelajaran.
    11. Tidak malu mengakui ketidaktahuan, jika ditanya hal yang belum dikuasai.
    12. Mendengarkan pertanyaan murid dengan penuh perhatian dan menjawab dengan baik.
    13. Menerima alasan murid selama masih dalam batas wajar dan jujur.
    14. Tunduk kepada kebenaran, bersedia mengakui kesalahan jika terbukti keliru.
    15. Melarang murid mempelajari ilmu yang membahayakan, baik akidah maupun akhlaknya.
    16. Menasehati murid agar tidak menjadikan ilmu agama sebagai alat duniawi.
    17. Mengingatkan murid agar memprioritaskan ilmu fardhu ‘ain sebelum mempelajari ilmu fardhu kifayah.
    18. Memperbaiki ketakwaan lahir dan batin, agar ilmunya berbuah manfaat.
    19. Mengamalkan ajaran takwa dalam keseharian, sebelum menyuruh murid untuk menirunya.

    Inti dari seluruh adab tersebut adalah keikhlasan dan keteladanan. Ilmu tidak akan memberi cahaya jika tidak disertai amal dan adab yang benar.

    Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon, juga menekankan bahwa menjadi pendidik yang baik harus dimulai dari hati yang bersih.

    “Yang pertama yang diingatkan oleh Imam Nawawi adalah tata hati, niat yang benar,” ungkap Buya Yahya dalam sebuah tayangan yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah TV.

    Menurut beliau, tanda ketulusan seorang pendidik adalah kesungguhan dalam memperbarui niat melalui doa, terutama di waktu-waktu mustajab seperti tengah malam. Sebelum mengajar, disarankan untuk menunaikan salat dua rakaat dan memohon agar proses belajar menjadi jalan ibadah, bukan hanya sebagai rutinitas.

    Buya Yahya juga mengingatkan agar guru memandang murid dengan kasih sayang, bukan dengan kepentingan duniawi. Pengajar yang tulus mengajar karena Allah akan lebih sabar, lebih lembut, dan lebih berpengaruh terhadap hati murid.

    Selain soal niat, Buya Yahya menjelaskan bahwa pendidik yang baik juga harus tegas dalam menegakkan peraturan.

    “Menegakkan peraturan justru itulah kasih sayang sesungguhnya kepada anak didik,” tegas beliau.

    Ketegasan ini bukan seperti halnya kekerasan, tapi menjadi cara menjaga lingkungan pendidikan agar tetap beradab. Bila aturan diabaikan, maka wibawa guru akan hilang, dan murid pun kehilangan arah. Aturan yang ditegakkan dengan kelembutan dan disertai nasihat akan menumbuhkan rasa hormat serta kedisiplinan.

    Buya Yahya menambahkan bahwa banyak siswa yang baru menyadari manfaat ketegasan guru setelah mereka dewasa. Guru yang dulu tampak keras, justru menjadi sosok yang paling berkesan karena telah menanamkan adab dan batasan yang jelas.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidik yang baik bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan adab, ketulusan, dan ketakwaan.

    Seorang guru sejati adalah mereka yang mengajarkan dengan hati, memperbaiki niat, dan menegakkan aturan dengan kasih. Mereka menjadi teladan yang hidup, di mana tempat murid belajar bukan hanya dari ucapan, tetapi juga dari sikap dan perbuatan.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com