Jakarta –
American Field Service (AFS) membuka pendaftaran AFS Global STEM Educators angkatan 2 2025 sampai 31 Juli mendatang. Guru asal Indonesia dapat mendaftar beasiswa pelatihan ini.
AFS Global STEM Educators adalah beasiswa pertukaran virtual 6 minggu bagi guru bidang science, technology, engineering, dan mathematics tingkat SMP/SMA atau yang mengajar siswa usia 13-18 tahun.
Pada program sertifikasi ini, guru akan mengembangkan skill kepemimpinan dan kompetensi pengajaran dengan standar global, mengkaji isu-isu lintas budaya dalam pendidikan, mengeksplorasi sumber daya untuk mengajarkan pembangunan berkelanjutan dan kewarganegaraan global kepada siswanya, dan mengembangkan ide untuk menjembatani kelas-kelas multikultural.
Syarat Pendaftaran
- Berusia minimal 18 tahun
- Mampu berbahasa Inggris
- Memiliki minat pada pendidikan kewarganegaraan global, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan metodologi pembelajaran eksperiensial
- Memiliki minat pada STEM, keberlanjutan, dan kompetensi global
- Memiliki rasa ingin tahu dan mau berinteraksi dengan rekan global yang beragam dan menjelajahi budaya dan cara mengajar yang berbeda
- Dapat merampungkan kegiatan sertifikasi pembelajaran daring sekitar 2-3 jam per minggu selama 6 minggu dan menggunakan setidaknya satu aktivitas dari Educator Toolkit dengan siswa, dengan rencana pelajaran minimal 15-45 menit
- Guru yang berasal dari populasi yang kurang terwakili dan/atau memiliki keterbatasan ekonomi sangat dianjurkan untuk melamar
- Dapat mengakses komputer, telepon pintar, atau perangkat digital berkamera dan bermikrofon, yang terpasang koneksi internet wifi stabil untuk mengakses konten program virtual (dapat dibantu AFS jika tidak ada).
Jadwal Seleksi
- Pendaftaran angkatan 2: 6 Juni-31 Juli 2025
- Pengumuman: 5 Agustus 2025
- Program virtual angkatan 2: 23 Agustus-4 Oktober 2025.
Informasi beasiswa pelatihan guru AFS Global Stems Educators 2025 angkatan 2 lebih lanjut dapat diakses di https://afs.org/global-stem/educators/.
(twu/nah)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ mode: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
“https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
![]() |
| ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey |









