Tag: pengaman

  • Kabel Jangan Dibiarkan Terbuka, Berikut Beragam Jenis Penutup Biar Rapi



    Jakarta

    Kabel listrik yang dibiarkan terbuka dapat menyebabkan berbagai risiko, mulai dari kebakaran hingga sengatan listrik. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan penutup kabel yang tepat untuk menjaga keamanan dan keteraturan.

    Apa saja jenis-jenis penutup kabel listrik yang dapat melindungi kamu dan meningkatkan keselamatan di rumah atau di tempat kerja, berikut pembahasannya.

    Pipa Conduit

    Pipa conduit adalah salah satu solusi terbaik untuk melindungi kabel listrik. Terbuat dari berbagai bahan, seperti PVC dan logam, pipa ini melindungi kabel dari kerusakan fisik dan cuaca, pipa conduit sering digunakan di lingkungan industri dan komersial, di mana keamanan kabel sangat penting.


    Pelindung Kawat (Cable Sleeve)

    Melansir kingfisherdirect.com, apakah kamu ingin menjaga kantor tetap rapi atau mengurangi risiko tersandung, manajemen kabel yang baik dapat membantu menciptakan ruang yang teratur dan aman. Pelindung kawat, atau cable sleeve, berfungsi untuk melindungi kabel dari gesekan dan kerusakan.

    Terbuat dari bahan seperti nilon atau poliester, pelindung ini sangat berguna di area yang sering mengalami pergerakan, seperti di belakang perangkat elektronik atau di area kerja.

    Box Terminal

    Box terminal adalah komponen penting dalam sistem kelistrikan, box ini digunakan untuk menyambungkan beberapa kabel listrik dan melindungi sambungan dari kelembapan dan debu. Dengan menggunakan box terminal, kamudapat memastikan sambungan listrik yang aman dan teratur.

    Pengaman Kabel (Cable Protector)

    Pengaman kabel dirancang khusus untuk melindungi kabel yang tergeletak di lantai atau area yang sering dilalui. Terbuat dari bahan yang tahan lama, pengaman ini mencegah kerusakan fisik pada kabel dan mengurangi risiko orang tersandung.

    Penutup Listrik (Cable Cover)

    Penutup listrik digunakan untuk menutupi kabel yang terlihat di dinding atau lantai. Terbuat dari plastik, penutup ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tetapi juga membantu menjaga estetika ruangan dengan menyembunyikan kabel yang berantakan.

    Pengikat Kabel (Cable Tie)

    Meskipun bukan penutup, pengikat kabel sangat penting dalam mengorganisir kabel. Dengan menggunakan pengikat kabel, kamu dapat menghindari kabel yang berantakan, yang dapat menyebabkan kerusakan dan kebingungan saat mencari kabel tertentu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kasus Mat Solar, Ini 4 Tips Cegah Maling Masuk Rumah Lewat Jendela


    Jakarta

    Rumah pesinetron Mat Solar baru-baru ini kemalingan saat seluruh keluarga tengah terlelap. Dua ponsel raib dibawa maling. Setelah diselidiki, maling berhasil masuk ke rumah Mat Solar melalui jendela rumah yang tidak tertutup rapat.

    “Jendelanya kurang rapat nutupnya. Lupa dikunci juga sama sepupu aku. Nah pas dia masuk tuh kamar jendelanya tuh ada sepupu aku yang lagi tidur. Jadi dibuka sama malingnya. Terus malingnya ngambil Hp sepupu aku. Terus langsung keluar kamar, ke bawah. Terus waktu itu Hp mama akhirnya diambil,” kata anak Mat Solar Haidar Rasyad seperti yang dikutip dari detikHot, Rabu (9/10/2024).

    “Pas mama bangun, mama bilang ‘Hp mama nggak ada sama ayah’. Aku mikirnya nggak negatif, rumah nggak pernah kemalingan,” tambahnya.


    Dari rekaman CCTV, maling berada di rumah Mat Solar lebih dari 30 menit dan berkeliling dari lantai bawah dan atas. Saat ini keluarganya telah melaporkan kasus ini ke polisi dan petugas keamanan sudah bersiaga di sekitar rumahnya.

    Berkaca dari kasus ini, keamanan rumah perlu diperhatikan hingga ke hal terkecil yakni mengunci segala akses masuk ke rumah. Maling pasti berusaha mencari celah untuk masuk ke rumah. Mereka biasanya sudah mengintai lokasi yang telah mereka targetkan.

    Selain mengunci seluruh akses masuk seperti jendela dan pintu, Forbes Home, menyebutkan ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar tidak ada lagi kejadian maling masuk melalui jendela rumah, berikut di antaranya.

    1. Pasang Sensor Gerak

    Sensor gerak mendeteksi pergerakan di luar rumah. Nantinya sensor ini akan mengirimkan data ke monitor yang bisa diakses oleh pemilik rumah.

    Lokasi pemasangannya bisa di berbagai tempat termasuk di luar jendela. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui dan mencegah maling masuk ke rumah. Sebab, apabila pergerakan tersebut cukup mencurigakan seperti menghancurkan properti rumah atau mendatangi suatu tempat yang dilarang, alarm akan berbunyi. Suara tersebut bisa tanda bagi pemilik rumah untuk berhati-hati dan mengecek monitor secepatnya.

    Jika sudah ketahuan ada orang yang ingin melakukan tindakan berbahaya, kamu harus segera menelpon polisi dan kamu harus tetap berada di dalam rumah.

    2. Pasang Teralis Jendela

    Biasanya jendela rumah di Indonesia dipasang teralis dari besi atau kayu. Fungsi dari teralis ini bukan hanya sebagai penambah estetika rumah, melainkan pengaman. Dengan dipasang pembatas tersebut, siapa pun tidak dapat masuk melalui jendela.

    Pemasangannya pun tidak sulit dan bisa dipasang sejak awal menempati rumah tersebut. Ventilasi rumah tidak akan terhambat dengan adanya teralis tersebut. Selain itu, saat ini model teralis juga sudah beragam sehingga tidak kuno dan tidak terlihat mengganggu.

    Saat memasang jeruji pada jendela, pastikan untuk membiarkan satu jendela kosong tanpa pembatas agar mudah diakses saat terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran. Namun, jendela ini sebaiknya dari kaca atau bahan lainnya yang mudah untuk dibuka dari dalam.

    4. Pasang CCTV Pengaman

    Seperti kasus di rumah Mat Solar, keluarga memiliki bukti ada pencurian di rumah setelah mengecek CCTV. Saat ini kehadiran CCTV sangat dibutuhkan untuk memastikan hal yang terjadi yang luput dari penglihatan. Kamu bisa memasang CCTV di lokasi yang tepat dan tidak terhalang apa pun.

    5. Pastikan Rumah Punya Penerangan

    Rumah yang cukup terang dapat mencegah pencuri berkeliaran di sekitar rumah. Sebab, rumah yang terang dapat membuat pergerakan mereka ketahuan. Biasanya cara mereka mengakali hal tersebut dengan mematikan sistem listrik di rumah sebelum mereka masuk ke rumah.

    Kamu juga bisa memasang lampu yang otomatis menyala saat ada pergerakan. Dengan begitu, kamu juga akan langsung sadar jika tiba-tiba lampu menyala berarti ada seseorang atau pergerakan tidak jauh dari sana.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • MCB Saja Nggak Cukup, Listrik di Rumah Harus Dilengkapi dengan ELCB



    Jakarta

    Meningkatkan keamanan instalasi listrik sangat penting untuk melindungi keselamatan penghuni rumah.

    Saat ini banyak sekali kejadian seseorang meninggal dunia karena tersetrum listrik. Hal ini disebabkan karena arus listrik yang merambat melalui media yang dapat menghantarkan listrik, seperti air atau perangkat elektronik di rumah.

    Saat ini sudah banyak anjuran untuk menambah perangkat pelindung untuk mencegah kejadian tersebut. Perangkat tersebut bernama ELCB (Earth-Leakage Circuit Breaker).


    Perangkat satu ini mirip dengan MCB (Miniature Circuit Breaker), tetapi fungsinya jauh berbeda. Menurut Electrical Specialist PT Graha Anugrah Elektrindo Moch Ari Wibowo MCB adalah perangkat yang berfungsi sebagai pengaman beban berlebih dan hubung singkat listrik atau source circuit. Sementara itu, ELCB adalah perangkat yang berfungsi sebagai perangkat pengamanan arus bocor agar terhindar dari sengatan arus listrik.

    “ELCB itu fungsinya lebih sensitif daripada MCB. Misalkan amit-amit ada orang kesetrum. Tapi dia ada (pakai) ELCB, itu orangnya nggak bakalan kesetrum. Nanti yang turun si ELCB-nya turun (mematikan listrik di rumah),” jelas Ari saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Selain iru, ELCB juga sangat berguna untuk rumah yang sering kebanjiran. Air yang masuk ke dalam stop kontak di rumah dapat memberi sinyal kepada ELCB untuk mematikan aliran listrik di rumah. Sebab, apabila air sampai merendam stop kontak, listrik bisa saja menyambar melalui air.

    MCB dan ELCB memiliki bentuk mirip, yakni berupa tombol yang bisa digerakkan untuk aktif dan non aktif. Selain itu, pemasangannya juga bisa dilakukan berdampingan.

    Pemakaian ELCB tidak ada di setiap instalasi rumah, berbeda dengan MCB yang pasti ada di kWh meter. Pemilik rumah harus memasangnya sendiri dengan bantuan ahli listrik. Menurut Ari, pemasangannya bukan dari PLN, melainkan bisa melalui jasa pemasangan instalasi listrik.

    Ari menambahkan selain ada ELCB, saat ini muncul pula produk bernama RCBO atau Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection. Perangkat satu ini merupakan gabungan antara MCB dan ELCB. Dengan memakai RCBO, kWh meter sudah memiliki MCB dan ELCB. Produk ini tentu jauh lebih praktis karena pemilik rumah tidak perlu memasang kedua tombol tersebut secara terpisah.

    Namun, pemasangannya tidak semudah ketika memasang ELCB karena untuk rumah lama yang sudah lebih dulu memiliki MCB, tidak bisa sembarangan mengganti MCB. Sebab, MCB dipasang oleh PLN dan apabila ingin menggantinya harus mendapat persetujuan dahulu.

    Itulah fungsi ELCB bagi instalasi listrik di rumah, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudik Aman dan Nyaman Bareng Si Kecil



    Jakarta

    Perjalanan mudik menjadi momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Bagi keluarga muda yang baru pertama kali mudik bersama anak, perjalanan ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

    Perlu diketahui, kendaraan pribadi masih menjadi moda favorit untuk mudik. Kementerian Perhubungan bahkan memperkirakan sekitar 33 juta masyarakat akan memilih moda transportasi ini, menunjukkan bahwa perjalanan darat masih menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga.

    Agar lebih aman dan nyaman, Suzuki memberikan 5 tips mudik bersama si kecil.

    “Bagi pelanggan kami yang akan melakukan perjalanan mudik, kami sangat menghimbau agar berbagai hal bisa dipersiapkan dengan baik. Tentu saja pengendara perlu memperhatikan aspek safety driving, terutama bagi Suzuki Family yang melibatkan anak-anak dalam perjalanannya, sangat penting untuk tidak menyepelekan sisi keamanan dan keselamatan,” kata Harold Donnel, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales.


    Pakai Kursi Khusus Anak

    Untuk berkendara bersama buah hati, pastikan kendaraan telah dilengkapi ISOFIX agar memudahkan pemasangan kursi khusus anak (car seat). Demi keamanan, gunakan kursi khusus anak untuk perjalanan mudik.

    Selain itu, keberadaan fitur keselamatan seperti sabuk pengaman, fitur electronic stability program(ESP) dan airbag menjadi faktor penting dalam memberikan perlindungan optimal. Dengan demikian, pengendara hingga penumpang bisa merasa lebih tenang.

    Bawa Perlengkapan Si Kecil

    Perjalanan dengan anak kecil memerlukan persiapan perlengkapan yang lebih banyak, seperti popok, susu, pakaian ganti, dan perlengkapan medis dasar. Untuk menjaga keteraturan dalam kabin, manfaatkan ruang penyimpanan secara efisien. Kebanyakan mobil modern telah menyediakan ruang penyimpanan fleksibel, sehingga semua barang kebutuhan si kecil bisa tersimpan dengan rapi selama perjalanan.

    Siapkan Hiburan untuk Anak

    Perjalanan jauh dapat menjadi tantangan bagi anak-anak karena bisa saja mudah merasa bosan. Maka dari itu, menyediakan hiburan yang sesuai menjadi langkah penting. Buku cerita, permainan edukatif, serta pemanfaatan fitur hiburan dalam kendaraan dapat membantu menjaga suasana tetap menyenangkan. Mudahnya, seperti menggunakan fitur smartphone mirroring pada peranti head unit untuk memutar musik atau video di layar utama. Ketika berhenti di lokasi parkir, fitur hiburan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai momen kebersamaan.

    Hindari Menggunakan Gadget Berlebihan

    Gadget mungkin menjadi solusi hiburan paling praktis. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi interaksi antar anggota keluarga. Sebagai alternatif, orang tua dapat mengajak anak berpartisipasi dalam permainan interaktif sederhana yang melibatkan seluruh keluarga, seperti tebak-tebakan atau mengenali berbagai kendaraan di sepanjang perjalanan. Dengan demikian, mudik tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan keluarga.

    Pakai Mobil yang Tepat

    Pastikan menggunakan kendaraan yang nyaman dan efisien untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik. Ruang kabin lega, fitur keselamatan lengkap, serta efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi aspek utama dalam memilih kendaraan paling sesuai.

    Suzuki mengklaim, Suzuki New XL7 Hybrid hadir sebagai pilihan ideal bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi. Dukungan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki memberikan pengalaman berbeda saat menjelajahi berbagai kota.

    “Kami harap produk dan layanan dari Suzuki mampu memberikan pengalaman berkendara lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Suzuki Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh pelanggan dan masyarakat yang merayakan,” tutup Harold.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Menyiasati Rest Area Penuh di Libur Lebaran



    Jakarta

    Pada musim mudik lebaran, biasanya tempat peristirahatan atau rest area di jalan tol akan selalu penuh. Bahkan tak jarang pemudik perlu mengantre untuk mendapat lokasi parkir. Bagaimana cara menyiasati kondisi rest area penuh saat mudik lebaran?

    1. Ketahui Puncak Arus Mudik

    Pemerintah memperkirakan puncak mudik terjadi pada 28-30 Maret 2025, sementara puncak arus balik tanggal 5-7 April 2025. Artinya, jika lebih fleksibel, bisa menghindari tanggal tersebut karena dikhawatirkan rest area akan padat oleh pemudik.


    Pemerintah juga akan mengeluarkan pengaturan arus lalu lintas. Seperti one way di jalan tol yang tahun lalu diterapkan di Jalan Tol Trans Jawa antara Jakarta, hingga ke tol Semarang. Tahun ini, kebijakan tersebut bersama skema contraflow dan ganjil-genap akan kembali diterapkan. Pantau terus update-nya untuk kelancaran perjalanan.

    2. Masukkan Rest Area Dalam Rencana Perjalanan

    Masukkan rest area ke dalam rencana perjalanan dengan menyesuaikan kondisi kendaraan, bahan bakar, dan pengemudi. Dengan begitu, Anda sudah memperkirakan di rest area mana akan berhenti. Beberapa rest area menawarkan sarana hiburan seperti tempat wisata yang dapat dikunjungi bersama keluarga.

    3. Persiapkan Kondisi Mobil

    Mobil yang sehat membuat Anda tidak perlu khawatir sehingga tidak tergantung kepada rest area. Pastikan sudah mengecek kondisi ban hingga ban serep dan dongkrak, oli mesin dan transmisi, komponen kaki-kaki mobil, serta cairan pendukung mobil lainnya sebelum berangkat.

    4. Jaga Kondisi Fisik Pengemudi

    Alangkah baiknya jika ada 2 pengemudi mobil supaya dapat bergantian setiap 2 jam sehingga tidak mengandalkan rest area untuk istirahat. Namun jika hanya mengemudi sendiri, pastikan Anda sudah tidur minimal selama 6 jam sebelum berangkat sebagai antisipasi jika tidak dapat masuk rest area.

    5. Makanan dan Minuman Wajib Diperhatikan

    Rest area menyediakan kebutuhan makan dan minum, namun di masa mudik Lebaran pengunjungnya dapat membeludak dan menyulitkan, bahkan untuk sekadar mencari tempat parkir. Anda bisa menyiapkan kebutuhan logistik penumpang sebelum perjalanan, khususnya kalau mengajak anak atau lansia.

    6. Perhatikan Bahan Bakar

    Isi penuh bensin sebelum masuk jalan tol dan gunakan data di MID buat memperhitungkan penggunaan bahan bakar dalam perjalanan. Dengan begitu, bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk masuk ke rest area tanpa perlu khawatir kehabisan bensin.

    7. Manajemen Perjalanan dengan Baik

    Pemilihan waktu perjalanan memegang peran sangat penting, terutama buat ruas tol Jakarta hingga Semarang. Optimalkan aturan one way di jalan tol, jadi waktu perjalanan dapat dipangkas. Manfaatkan peta digital dan social media resmi untuk mengecek situasi lalu lintas terkini dan mencari rest area.

    8. Dilarang Berhenti di Bahu Jalan Tol!

    Kecuali darurat, jangan pernah berhenti di bahu jalan tol karena berisiko ditabrak dari belakang. Bagaimana kalau anak atau lansia tidak bisa menahan keinginan buang air kecil? Jika masih jauh dari rest area, tepikan mobil dan pastikan posisinya aman dengan memperhatikan garis marka jalan. Pasang rambu-rambu darurat seperti segitiga pengaman di belakang mobil dan nyalakan lampu hazard. Segera jalan begitu urusan selesai.

    9. Manfaatkan Pom Bensin Dekat Exit Tol

    Anda bisa memanfaatkan exit tol untuk mencari pom bensin di jalan raya terdekat dengan menggunakan aplikasi peta digital. Sambil isi bensin, Anda bisa leluasa beristirahat, ke kamar mandi, atau makan. Sempatkan tidur sekitar 30 menit kalau mengemudi sendiri, dan lanjutkan perjalanan ketika fisik sudah mulai bugar.

    “Rest area merupakan kebutuhan penting pemudik sehingga menjadi memicu kemacetan panjang, bahkan sampai ditutup sementara. Karena itu, Anda harus mempersiapkan mobil dengan baik supaya tidak tergantung rest area. Buat yang belum servis berkala atau mobilnya mengalami gangguan, bisa berkunjung ke Posko Siaga Auto2000 yang beroperasi 24 jam, sekaligus memberi waktu bagi penumpang untuk istirahat,” terang Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Selasa (1/4/2025).

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com