Tag: pengembangan

  • Taman Benyamin Sueb Bekas Markas Kodim untuk Mengenang Legenda Betawi



    Jakarta

    Sebagai apresiasi terhadap pengaruh besar Benyamin Sueb, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyulap bekas Kodim 0505 Jatinegara menjadi Taman Benyamin Sueb. Kini, tempat tersebut menjadi tujuan wisata sekaligus menyimpan jejak-jejak karya Benyamin Sueb.

    Jauh sebelum menjadi Taman Benyamin Sueb, atau pada 1625, bangunan tersebut merupakan tempat tinggal dari Meester Cornelis Senen. Dia utusan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan kawasan yang ini dikenal sebagai Jatinegara.

    Kemudian pada 1950-an bangunan itu menjadi markas Kodim 0505 Jatinegara. Kemudian, oleh Pemprov DKi saat dipimpin Anies Baswedan bangunan itu diresmikan sebagai Taman Benyamin Sueb, tepatnya pada 2018.


    Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, menjelaskan selain sebagai apresiasi kepada sang seniman, taman itu juga menjadi keinginan Bang Ben, sapaan karib Benyamin Sueb. Dia pernah menyatakan keinginannya agar Jakarta memiliki wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

    “Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja. Dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” kata Heni kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

    Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady)

    Di Taman Benyamin Sueb itu bukan hanya terdiri dari area terbuka layaknya sebuah taman, tetapi juga terdapat kurang lebih enam bangunan. Yakni, Museum Benyamin Sueb, tiga bangunan yang merupakan peninggalan zaman dulu yang terletak di belakang museum dan juga di kanan-kiri museum. Kemudian, terdapat bangunan Rumah Betawi yang biasa digunakan sebagai area latihan oleh sanggar-sanggar.

    Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb. Ada penghargaan-penghargaan yang sempat ia peroleh dari segala bidang, lalu rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

    Heni mengatakan arsip dan foto-foto yang ada di museum itu merupakan mengatakan peninggalan Benyamin Sueb. Benda-benda yang ada di sana juga merupakan barang asli yang pernah dipakai oleh sang seniman.

    Heni juga membeberkan museum itu baru saja mendapatkan koleksi teranyar, yakni sepeda ontel. Walaupun bukan sepeda yang pernah dipakai bang Ben, tapi sepeda tersebut serupa dengan yang pernah dipakai oleh Benyamin.

    “Ya ini yang di Museum Benyamin Sueb itu barang-barang milik almarhum semua. Semuanya kita dapat dari Yayasan Benyamin Sueb, kita dapat juga dari sahabat-sahabat beliau. Nah, yang belum lama kita dapat sepeda juga kita dapat hibah dari Komunitas Sepeda Ontel tapi itu sepeda zamannya beliau,” kata Heni.

    Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati (Muhammad Lugas Pribady)

    Dalam kesempatan berkunjung ke Taman Benyamin Sueb, detikTravel melihat beberapa orang yang tengah berlatih tari di bangunan Rumah Betawi. Heni juga mengatakan ada beberapa sanggar yang kerap berlatih di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa.

    “Contohnya ini sedang ada latihan dari Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) ini dia rutin menggunakan gedung kami setiap hari Selasa dan Jumat,” kata Heni.

    detikTravel pun penasaran untuk melihat latihan tersebut. Ketua Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa, Teguh Hari Santoso, menjelaskan sanggar yang ia kelola merupakan sanggar tari yang mencakup berbagai tarian di seluruh Indonesia. Dan Sanggar SBK sudah rutin berlatih di Taman Benyamin Sueb sejak lima tahun yang lalu.

    “Alhamdulilah di sini tuh sudah hampir empat atau lima tahun ya, kita latihan seminggu dua kali. Kalau untuk diklatnya itu hari Selasa dari jam 15.00 sampai jam 20.00 WIB. Terus di hari Jumat itu pembekalan anak-anak yang sudah mahir,” kata Teguh..

    Teguh juga menyampaikan dengan hadirnya Taman Benyamin Sueb sebagai wadah pelestarian seni dan budaya sangat membantu sanggarnya untuk mengeksplorasi tarian. Dan ia menjelaskan di sanggar besutannya itu tari Betawi merupakan gerbang untuk menguasai berbagai tarian Indonesia lainnya.

    “Wah alhamdulillah dengan adanya Taman Benyamin Sueb ini kami selaku sanggar yang ada di Jakarta Timur terbantu sekali dengan adanya Taman Benyamin Sueb jadi kita bisa latihan dan eksplorasi gerak di Taman Benyamin Sueb ini,” katanya.

    “Justru pengenalan awalnya itu (tari) Betawi gitu, setelah itu akan meningkat ke Bali, Sumatera, Sulawesi gitu. Ya jadi untuk pertama kali masuk di sanggar ini pasti kita kasihnya tari Betawi yang dasar, biasanya kita kasih tari cokek terus sama tari ragam dasar Betawi,” ujar dia.

    Taman Benyamin Sueb ini dibuka untuk umum jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

    Sementara itu, untuk area Taman Benyamin Sueb seperti Rumah Betawi yang dijadikan tempat latihan oleh sanggar, pengelola membatasi waktu kegiatan hingga pukul 21.00 WIB.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nongkrong di Kafe Betawi Jadul Tanah Abang, Tempatnya Fotogenik



    Jakarta

    Waroeng Daon Lontar, sebuah kafe bernuansa Betawi jadul, yang berada di Jl. Lontar Raya, Tanah Abang, Jakarta. Tempatnya nyaman dan harga makanan terjangkau.

    Kafe yang baru merayakan ulang tahun pertamanya itu dibangun berdasarkan rekomendasi dari orang tuanya yang sangat menyukai nuansa jadul dan barang antik.

    “Orang tua saya memang sangat menyukai barang-barang antik dan desain vintage. Mereka merekomendasikan untuk membuka kafe dengan tema ala jaman dahulu,” kata Waroeng Daon Lontar, Putera, saat berbincang dengan detikTravel, Minggu (15/9/2024).


    Putera menceritakan bahwa desain kafe itu benar-benar dipengaruhi oleh selera dan keinginan orang tuanya.

    “Desainnya pun merupakan ide dari orang tua saya. Orang tua saya benar-benar ingin menciptakan suasana yang membawa nuansa jadul,” kata Putera.

    Waroeng Daon Lontar, kafe betawi jadulWaroeng Daon Lontar, kafe betawi jadul Foto: (Asti/detikTravel)

    Urusan menu makanan, Putera sempat berencana menyajikan makanan khas Betawi di kafe itu, seperti soto dan kerak telor. Tetapi, setelah mempertimbangkan waktu dan proses penyajiannya, ia memutuskan untuk menyediakan menu yang lebih umum dan praktis.

    “Saya memang ingin menyajikan menu Betawi awalnya, tetapi proses penyajiannya memerlukan waktu yang lama. Jadi, saya memilih untuk menyajikan menu yang lebih sesuai dengan konsep kafe pada umumnya,” kata Putera.

    Waroeng Daon Lontar pada mulanya dibuka untuk melayani tamu-tamu dari kantor advokat milik orang tua Putera.

    “Awalnya, kafe itu hanya dibuat untuk melayani tamu kantor orang tua saya. Namun, semakin lama semakin banyak pengunjung, ditambah lagi banyak yang merekam video dan menjadi viral di FYP. Dari situ, saya mulai berinovasi untuk meningkatkan kualitas kafe ini,” ujar Putera.

    Itu mencerminkan bahwa kafe tersebut tidak hanya menjadi tempat bersantap, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan bisnis keluarga mereka.

    Perjalanan kafe ini tidak selalu mulus. Putera menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan kafe ini dari sekadar tempat untuk tamu kantor menjadi destinasi populer di Tanah Abang.

    “Saya tidak menyangka bahwa kafe ini akan berkembang seperti sekarang. Awalnya, kami hanya berencana untuk melayani kebutuhan tamu kantor. Namun, kami berhasil mengembangkan kafe ini dan kini mulai ramai dikunjungi,” kata Putera.

    Tanggal 7 Agustus 2024 menandai satu tahun perayaan Waroeng Daon Lontar sejak grand opening pada 7 Agustus 2023.

    Waroeng Daon Lontar, kafe betawi jadulWaroeng Daon Lontar, kafe betawi jadul Foto: (Asti/detikTravel)

    “Pada 7 Agustus bulan kemarin, Kami baru saja merayakan satu tahun kafe kami,” ujar Putera. Perayaan ini menjadi kesempatan untuk refleksi dan perencanaan masa depan kafe.

    Dalam satu tahun terakhir, Putera berharap agar kafe ini terus ramai dikunjungi dan menjadi berkah. Putera juga berharap agar kafe ini dapat bertahan dan terus berkembang di masa depan.

    “Saya berharap kafe ini tidak hanya ramai, tetapi juga membawa berkah. Semoga konsep Betawi jadul ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar dia.

    Dengan suasana vintage yang kental dan desain yang unik, Waroeng Daon Lontar menjadi tempat yang menarik untuk menikmati makanan dan merasakan nostalgia masa lalu.

    “Kafe ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda dari tempat makan lainnya. Kami ingin pengunjung merasakan suasana yang nyaman dan membawa pengunjung kembali ke masa lalu,” kata Putera.

    Putera juga menekankan bahwa meskipun harga menu terjangkau, kualitas tetap menjadi prioritas utama.

    “Kami ingin memastikan bahwa semua orang bisa menikmati makanan dengan harga yang wajar tanpa mengurangi kualitas dan suasana,” kata dia.

    Itu menunjukkan komitmen Putera untuk menjaga standar pelayanan dan kepuasan pelanggan.

    Seiring dengan perkembangan zaman, Waroeng Daon Lontar berusaha untuk tetap relevan dengan menyesuaikan konsep kafe tanpa mengorbankan esensi Betawi jadul yang diusung.

    “Meskipun zaman terus berkembang, kami berusaha untuk mempertahankan konsep Betawi jadul yang menjadi ciri khas kafe ini,” kata Putera.

    Waroeng Daon Lontar menawarkan pengalaman yang berbeda dan menyenangkan di tengah kesibukan Jakarta.

    “Kami ingin pengunjung merasa seperti berada di masa lalu yang penuh kenangan, sambil menikmati makanan dan suasana yang nyaman di era modern,” kata Putera.

    Itu menjadi kombinasi yang menarik antara nostalgia dan kenyamanan. Soal harga juga tak menguras kantong. Makanan dibanderol antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Meskipun harga dapat berubah sewaktu-waktu, kafe ini tetap menjadi pilihan menarik bagi pengunjung.

    Bagi anda yang ingin merasakan suasana Betawi jadul dan menikmati makanan dengan harga terjangkau, Waroeng Daon Lontar adalah pilihan yang tepat.

    “Jika Anda ingin menikmati pengalaman makan yang unik dan merasakan nuansa masa lalu, Waroeng Daon Lontar adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi,” ujar Putera.

    Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Waroeng Daon Lontar dan merasakan keunikan kafe ini. Dengan desain yang menarik dan konsep yang khas, kafe ini menawarkan pengalaman bersantap sambil bernostalgia di tengah hiruk-pikuk Jakarta.

    (bnl/bnl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Waspadai Bus Pariwsata Bodong saat Mudik



    Jakarta

    Di musim mudik lebaran, mungkin saja beredar bus pariwisata yagn tidak memiliki izin. Calon penumpang harus mewaspadai angkutan yang akan digunakan untuk perjalanan mudik lebaran nanti. Jangan sampai perjalanan mudik malah membawa petaka.

    Menurut Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, bus pariwisata jumlahnya cukup banyak digunakan mudik gratis. Namun, bus pariwisata itu kerap belum dilakukan rampcheck.

    “Lantaran tidak tersedia anggaran dan menjadi bagian anggaran yang ikut dipangkas demi efisiensi anggaran,” kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/3/2025).


    Djoko meminta pemerintah tetap melakukan rampcheck untuk bus pariwisata. Aktivitas rampcheck bus wisata dapat dilakukan di pool PO Bus Wisata atau lokasi wisata.

    “Jangan sampai nanti ketika pemberangkatan mudik gratis ditemukan sejumlah unit bus wisata tidak laik jalan. Bus wisata yang kerap disewa untuk mudik gratis lebaran harus dalam kondisi laik jalan,” ujarnya.

    Djoko menegaskan, perlu disosialisasikan bahaya mudik jika menggunakan bus pariwisata bodong atau ilegal, karena pemeliharaan armada dan pengemudi tidak jelas.

    “Meskipun pengadaan armada bus diserahkan ke pihak event organizer (EO), minta disediakan armada bus yang sudah lolos rampcheck. Perjalanan jarak jauh disediakan 2 pengemudi. Apalagi kondisi mudik, waktu perjalanan bisa lebih lama dari kondisi biasanya,” ucapnya.

    Menurut Djoko, para penyelenggara mudik harus bertanggung jawab terhadap keselamatan pemudik. Mereka harus memastikan bahwa bus yang digunakan adalah bus pariwisata resmi yang memiliki perizinan dan telah dilakukan rampchek oleh pemerintah.

    “Ditandai dengan logo rampchek yang ditempel di kaca bagian depan,” katanya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penampakan Gua Terawang di Blora yang Punya Wajah Baru



    Blora

    Blora di Jawa Tengah punya destinasi wisata alam gua Terawang yang kini tampil dengan wajah baru. Pastinya wisatawan akan dibuat betah.

    Gua Terawang merupakan salah satu ikon wisata yang berada di wilayah Kabupaten Blora. Gua ini enawarkan keindahan pemandangan alam yang patut diperhitungkan sebagai opsi untuk berakhir pekan bareng keluarga, pacar, atau teman.

    Gua Terawang berada di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Baru-baru ini, gua itu menarik perhatian wisatawan karena memiliki wajah baru.


    Tak hanya punya bebatuan yang berlumuran air serapan, gua itu kini disulap menjadi eco park yang sangat memanjakan mata.

    Gua Terawang sekarang sudah dihiasi dengan lampu-lampu yang mempercantik suasana, tempat duduk dan kafe yang menyediakan kopi lokal blora, sehingga diharapkan membuat pengunjung menjadi nyaman dan betah di sini.

    Gua ini berada dalam kawasan Perum Perhutani Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Blora. Disebut sebagai gua Terawang karena di dalam gua kita bisa melihat cahaya matahari yang tembus dari luar.

    Cahaya matahari yang menembus gua ini menambah keindahan dan cocok untuk berswafoto. Salah satu pengunjung dari Kabupaten Grobogan, Nikmatul Khoiriyah, sengaja menyempatkan diri berkunjung ke gua ini.

    Dia mengaku baru pertama kali mengunjungi gua Terawang yang dia tahu dari sosial media. Menurut dia, gua Terawang mempertahankan keaslian dari goa. Sehingga tampak asri.

    “Di sini jalan-jalan aja sih, mas mumpung lagi liburan. Emm, tempatnya bagus, tahu informasi di sini dari FYP TikTok,” ucapnya di sela menikmati keindahan dari dalam gua pada Minggu (19/1/2025).

    Pengunjung menikmati suasana di dalam Goa Terawang, Blora, Minggu (19/1/2025).Pengunjung menikmati suasana di dalam Goa Terawang, Blora Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

    “Gua Terawang bagus sih. Dari Purwodadi (Grobogan, red) ke sini kan lumayan dekat, worth it kalau mau jalan-jalan biasa,” ungkap wanita yang kerap disapa Nikmah.

    Oh iya, pengunjung mesti hati-hati ya, karena di sekitar gua banyak monyet-monyet liar yang terkadang meminta makan pengunjung. Namun, satwa monyet akan ramah ketika tidak diganggu.

    Keberadaan monyet-monyet itu juga dinilai menjadi salah satu daya tarik objek wisata tersebut. Kebanyakan monyet itu memang hanya berada di area pohon-pohon jati, kadang juga turun ke bawah.

    Nikmah mengaku sempat kaget dengan keberadaan monyet yang berkeliaran di sekitar goa. Menurutnya banyak tempat bagus yang cocok digunakan untuk berfoto.

    “Dapat foto-foto, ada kafenya juga. Nyaman sih. Ada lumayan banyak monyet, tapi monyetnya baik-baik,” terangnya.

    Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Blora Yeni Ernaningsih menjelaskan gua Terawang telah dikembangkan menjadi Gua Terawang Eco Park yang dikerjasamakan dengan mitra.

    “Ini adalah wana wisata yang dimiliki oleh Perum Perhutani KPH Blora berupa gua dengan buffer zone (zona penyangga) yang ada di sekelilingnya berupa tegakan tanamam jati. Saat ini kita lakukan pengembangan baru menjadi Gua Terawang Eco Park namanya. Untuk di dalam goa sendiri insyaallah masih asri,” jelasnya.

    Keseruan di dalam Goa Terawang Eco Park yang telah disulap menjadi ramah bagi pengunjung, Minggu (19/1/2025).Goa Terawang Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

    Pihaknya akan terus mengembangkan destinasi wisata ini. Nantinya pihaknya akan menggaet pelaku UMKM untuk mendisplay produk UMKM di sekitar area.

    “Memang di bawah (dalam gua) kita perkeras, tapi itu hanya untuk jalan, untuk pengunjung sehingga lebih aman dan tidak licin. Sedangkan untuk yang di sekitarnya kita nanti ada playground, kemudian resto, dan nanti ada lapak lapak yang dipakai untuk UMKM,” jelasnya.

    Yeni menjelaskan kondisi gua yang sebelumnya belum ada pengembangan. Hanya mengelola dan memanfaatkan kondisi yang ada. Sebelumnya juga terkendala masalah anggaran. Dia berharap Goa Terawang tetap menjadi icon destinasi wisata alam Blora.

    “Jadi dengan nama eco park ini adalah kayak wajah baru dari Goa Terawang yang menjadi icon wisata di Kabupaten Blora ini,” jelasnya.

    Cara Menuju ke Gua Terawang

    Lokasi Gua Terawang berada di tepi jalan. Jaraknya sekitar 33 kilometer dari jantung kota Blora atau sekitar 107 dari Kota Semarang. Menuju lokasi jalannya cukup mulus, dalam perjalanan menuju goa ini mata kita diperlihatkan pemandangan hamparan hutan jati.

    Jika dari arah Semarang, pengunjung di pertigaan Gagakan depan Puskesmas Kunduran ambil arah kanan, terus sejauh 12 kilometer.

    Ketika dari arah Blora, bisa juga melewati jalan Ngawen-Japah-Todanan sejauh kurang lebih 25 kilometer. Pengunjung kalau dari Kudus dan sekitarnya bisa melewati Jalan Pucakwangi, Kabupaten Pati.

    Tiket Masuk dan Jam Buka

    Pengunjung bisa menikmati pemandangan di dalam gua Terawang dengan membeli harga tiket Rp 10 ribu per orang. Wisata alam tersebut buka setiap hari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

    Gua Terawang belum dibuka untuk kunjungan di malam hari. Meski demikian, pihaknya telah merencanakan untuk buka di malam hari.

    “Untuk jam buka pengunjung mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Untuk malam hari tidak kami perkenankan untuk di dalam gua. Tetapi nanti apabila pengembangan sudah jadi, kemungkinan yang di luar akan kami buka, terutama untuk restonya sehingga bisa menikmati makan malam di dalam gua di malam hari,” imbuh dia.

    Besar harapannya gua Terawang yang berada di Blora bagian barat ini dapat berkontribusi positif bagi sektor pariwisata Blora.

    “Di mana menjadikan Blora barat sekarang menjadi ramai dengan adanya kunjungan wisata di Gua Terawang. Dan berharap Gua Terawang masih tetap menjadi ikon Kabupaten Blora dengan suasana eksotik dalam gua yang masih terjaga kondisinya,” pungkas Yeni.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Saung Ciburial, Dulu Miskin, Kini Mendunia!



    Jakarta

    Dari pelosok terpencil hingga panggung nasional, Desa Sukalaksana di Garut, Jawa Barat menulis ulang kisahnya. Sebuah desa yang dulu menjadi kantong kemiskinan, kini menjelma menjadi destinasi wisata ‘Desa BRILian’ yang menginspirasi. Bagaimana bisa?

    Udara segar pegunungan menyambut di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat. Desa itu berjarak sekitar 10 km dari jantung kota Garut. Dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial, tempat ini menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang asri. Keasrian desa itu dulu tidak bikin warganya berkecukupan.

    Ya, Desa Sukalaksana adalah desa tertinggal dulu. Namun, berkat ide kreatif Kepala Desa Oban Sobana dan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank BRI, desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata yang memikat.


    “Dulu desa ini bisa disebut desa miskin di Garut,” kata Siti Julaeha, pengelola Bumdes Desa Sukalaksana, kepada detikcom.

    Desa itu merupakan pemekaran, namun bukan berada di sisi jalan utama. Nah, Kades Oban menyadari desa itu harus mampu membiayai operasional dengan potensi yang dimiliki. Dia berguru ke Yogyakarta, tepatnya ke Desa Petingsari. Pulang dari Desa Petingsari, Oban langsung mempraktikkan apa yang didapatkan dari Jogja itu; membangun Desa Sukalaksana menjadi desa wisata.

    “Desa wisata enggak usah kita buat yang aneh-aneh, sesuatu yang diada-adakan, kenapa kita tidak coba kalau di sini (memiliki potensi desa) dan kita kembangkan, itu sebenarnya inspirasi pertamanya,” ujar Siti.

    Oban dan Bumdes serta warga lokal menyepakati untuk memanfaatkan rumah khas desa itu, rumah palupuh, yang kemudian dibangun sebagai ikon desa komplet dengan sumber mata air bernama mata air Ciburial di belakangnya.

    Desa Seukalaksana itu kemudian juga dikenal sebagai Desa Saung Ciburial. Untuk mengembangkan pariwisata, desa itu mengusung konsep natural. Kemudian, dikembangkan pula kearifan lokal yang autentik, mulai dari perkebunan sawi yang terkenal, budidaya domba Garut, hingga teh kewer dan kopi.

    “Lebih pure menyajikan tentang desa,” kata Siti.

    Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan tradisional anak-anak, pencak silat Gajah Putih yang mendunia, dan berbagai kerajinan lokal.

    Kini, Desa Wisata Saung Ciburial dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukalaksana.

    BRI turut berperan penting dalam pengembangan desa wisata ini. Bantuan yang diberikan berupa peralatan, dana, dan pendampingan.

    “BRI mulai datang sekitar sebelum pandemi 2019-an,” kata Siti.

    Dukungan ini sangat membantu, terutama dalam pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Istimewanya lagi, Desa Sukalaksana menyabet predikat juara 1 Desa BRILian 2021.

    Desa Sukalaksana memiliki luas wilayah 203.426 hektare dengan jumlah penduduk 4.991 jiwa (data 2021). Keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial menjadi bukti bahwa potensi desa dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    (fem/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tempat-Tempat yang Bikin Tenang Total



    Jakarta

    Healing bisa makin maksimal saat dilakukan di tempat wisata yang tenang, apalagi tanpa sinyal. Di mana saja?

    Liburan tanpa gangguan bisa terlaksana dengan banyak pilihan. Salah satunya, menjauhkan HP dari genggaman.

    Tetapi, kini HP sudah menjadi salah satu perangkat untuk menjadi kamera sekaligus. Nah, akan lebih maksimal andai traveler memilih destinasi tanpa sinyal. HP dibuat mode flight atau memang menuju destinasi tanpa sinyal seluler.


    Tempat healing tenang total tanpa sinyal:

    1. Pantai Pasir Perawan

    Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (16/12). Hamparan pasir yang lembut akan ditawarkan oleh 'Pantai Pasir Perawan' yang ada di Pulau Pari. File/detikFoto.Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu (Agung Pambudhy)

    Pantai Pasir Perawan berlokasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Seperti namanya, pantai ini memiliki pasir putih yang sangat cantik, hutang mangrove yang masih alami, air lautnya sebening kaca dan cocok untuk berenang karena berarus tenang.

    Tak begitu jauh dari Jakarta, namun melipir ke pantai ini membuat sinyal ponselmu hilang dari peredaran dan kamu bisa liburan tanpa gangguan!

    2. Kampung Adat Baduy Dalam

    Kawasan Baduy Dalam di Desa Kanekes, Lebak, Banten resmi menjadi wilayah blank spot internet sejak September 2023. Pemutusan sinyal internet ini adalah permintaan dari para tetua adat Baduy dan dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

    Saat itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo, Usman Kansong, membenarkan bahwa sinyal internet di Baduy Dalam sudah diputus. Pemutusan sinyal internet dilakukan pertengahan bulan September.

    Saat itu, tetua adat Baduy Dalam meminta agar wilayahnya dijadikan titik tanpa sinyal internet atau blank spot. Tetua adat tak ingin masyarakat Baduy terpengaruh oleh konten negatif dari internet.

    Permintaan itu dilayangkan melalui surat kepada Pemerintah Kabupaten Lebak. Suratnya berisi dua permintaan yaitu Pertama, menghapus sinyal atau mengalihkan sinyal internet di wilayah tanah Ulayat Baduy. Kedua, permintaan membatasi atau menutup aplikasi yang berisi konten negatif yang bisa mempengaruhi moral dan akhlak generasi muda Baduy.

    3. Trekking di Sentul

    Cover Gif Curug Ciburial, Sentul, BogorCover Gif Curug Ciburial, Sentul, Bogor (Rachman_punyaFOTO)

    Trekking di Sentul bisa menjadi pilihan untuk sepi tanpa sinyal seharian. Banyak pilihan rute dan curug yang bisa dituju. Operator tur juga tersedia cukup banyak.

    Di sini, traveler bisa trekking di dalam hutan dengan sebagian jalur sawah. Juga, melintasi sungai.

    Destinasi yang dituju bisa ke Curug Leuwi Asih, Curug Leuwi Hejo dan Leuwi Lieuk, Curug Putri Kencana, Curug Cibingbin, Bukit Paniisan, Goa Garunggang, Curug Leuwi Asih, Curug Cibaliung dll.

    4. Hutan Mangrove PIK

    Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran.Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran. (Pradita Utama)

    Taman Wisata Angke (TWA) memperkenalkan Hutan Mangrove PIK sebagai salah satu tempat wisata asri di pinggir ibu kota. Hutan mangrove memang tidak memiliki sinyal telekomunikasi yang baik karena tempatnya yang terpencil dan vegetasi yang lebat.

    Aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Hutan Mangrove adalah hunting foto, belajar menanam mangrove, menikmati sunset dari menara pandang dan menyusuri rimbunnya bakau dengan perahu. Tiket masuknya mulai dari Rp 30 ribu di hari biasa dan Rp 35 ribu di akhir pekan.

    5. Kebun Teh Gambung Ciwidey

    Kebun Teh CiwideyKebun Teh Ciwidey (Muhammad Iqbal/detikTravel)

    Kebun teh Gambung di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu wisata perkebun teh antimainstream. Cantik dan mempesona, kebun teh ini belum seramai di Rancabali.

    Kebun Teh Gambung juga terkenal sebagai pusat pengembangan teh, sehingga suasanannya tenang karena menjadi area penelitian. Tempat ini sangat cocok untuk mereka yang mau mencari suasana tenang dan sunyi.

    6. Telaga Sunyi

    telagaTelaga Sunyi Baturaden (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

    Tempat wisata ini terkenal dengan suasana sunyi dan pemandangan indah. Ya, Telaga Sunyi di Baturradem, Banyumas, Jawa Tengah. Destinasi ini berada di area pegunungan yang dikelilingi oleh hutan pinus.

    Berjarak dari 2,5 km dari pusat wisata Baturraden, wisatawan bisa menjangkaunya dengan mudah. Aktivitas di sini tentu saja berenang, berfoto, bersantai dan menikmati keindahan alam. Harga tiketnya Rp 10.000-15.000 per orang.

    7. Taman Literasi Martha Tiahahu

    Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu.Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu. (Grandyos Zafna)

    Kalau yang lainnya berada di alam, yang satu ini bisa ditemukan di tengah kota, Taman Literasi Martha Tiahahu. Berlokasi di Blok M, Jakarta Selatan, Taman Literasi menjadi salah satu tempat wisata tenang, cocok bagi si kutu buku.

    Masuk ke perpustakaannya, pengunjung akan diminta tenang tanpa boleh berbicara selama berada di sana. Tak perlu khawatir lapar, taman ini dikelilingi dengan taman yang menyediakan kawasan kuliner pilihan.

    (bnl/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Daftar Pertanyaan Interview Kerja dan Jawaban Bill Gates, Bisa Dicontek


    Jakarta

    Ketika dihadapkan dengan pertanyaan interview kerja, bahkan kandidat paling bersinar pun dapat memberikan jawaban kurang memuaskan. Bill Gates pun berbaik hati membagikan jawaban dari wawancara kerja yang menurutnya cemerlang.

    Tak hanya dari pengalamannya pribadi, co-founder Microsoft ini turut menjabarkan jawaban yang membuatnya puas. Dilansir Times of India, berikut ini daftar pertanyaan kerja dan jawabannya ala Bill Gates.

    1. Mengapa kami harus merekrut Anda?

    Gates menekankan bahwa pertanyaan ini bukan tentang menyombongkan diri, melainkan tentang mengomunikasikan nilai Anda dengan jelas agar selaras dengan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa manajer perekrutan tidak hanya mencari daftar pencapaian namun juga ingin melihat bagaimana keterampilan dan pola pikir Anda selaras dengan misi dan tantangan perusahaan.


    Alih-alih memberikan jawaban yang samar seperti ‘Saya bekerja keras’ atau ‘Saya dapat bekerja dalam tim’, Gates menyarankan untuk menyesuaikan jawaban Anda agar menonjolkan kekuatan yang dicari perusahaan. Misalnya, jika peran tersebut menuntut inovasi, kandidat dapat menggambarkan momen ketika mereka memecahkan masalah sulit secara kreatif dan bagaimana pendekatan tersebut dapat menguntungkan perusahaan.

    Sebagai contoh, Gates sendiri sering menyebutkan pencapaiannya di bidang coding, hasratnya yang mendalam terhadap perangkat lunak, keterampilan kerja tim, dan ambisinya ketika menjawab pertanyaan ini di awal kariernya.

    2. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?

    Menurut Gates, pertanyaan ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran diri, alih-alih mempromosikan diri. Ia menyarankan kandidat untuk memilih kekuatan yang relevan dengan pekerjaan sambil menjelaskan bagaimana kualitas tersebut telah menghasilkan hasil nyata di masa lalu.

    Terkait kelemahan, Gates menyarankan kejujuran yang diimbangi dengan pengembangan diri. Artinya, kandidat harus mengakui area yang perlu ditingkatkan sambil menunjukkan langkah-langkah yang Anda ambil untuk mengatasinya.

    Mengapa? Hal ini menunjukkan kedewasaan dan kemauan untuk belajar. Inilah kualitas yang sangat dihargai oleh pemberi kerja.

    Untuk jawaban Bill Gates sendiri, Gates mengakui bahwa ia tidak terlalu terampil dalam pemasaran atau penjualan, tetapi ia unggul dalam penciptaan produk dan menetukan fitur. Dengan mengakui kelemahan tanpa berusaha menutupinya, sambil memperkuat kekuatan aslinya, Gates menunjukkan jenis kesadaran diri yang kritis.

    3. Bagaimana Anda melihat diri Anda dalam lima tahun mendatang?

    Diingatkan bahwa pertanyaan ini bukan tentang memprediksi masa depan, melainkan lebih tentang mengungkapkan ambisi. Perusahaan ingin melihat kandidat memiliki arah dan dorongan.

    Karenanya, Gates menyarankan untuk menyelaraskan tujuan karier Anda dengan pertumbuhan perusahaan. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa Anda ingin berkembang bersama organisasi. Meskipun visi jangka panjang Anda berubah, menunjukkan bahwa Anda berpikir ke depan dan termotivasi untuk membangun masa depan akan meninggalkan kesan yang kuat.

    4. Berapa ekspektasi gaji Anda?

    Mengenai pertanyaan rumit ini, Gates menyarankan para kandidat untuk menyeimbangkan antara keyakinan dan fleksibilitas. Terlalu kaku soal gaji dapat membuat Anda tampak sulit diajak bekerja sama, sementara meremehkan diri sendiri dapat menimbulkan keraguan tentang nilai Anda.

    Kata Gates, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu tentang standar industri dan memberikan kisaran yang wajar. Hindari angka pasti. Ia juga menekankan untuk membingkai diskusi gaji berdasarkan nilai, bagaimana keterampilan dan kontribusi Anda membenarkan kompensasi, sekaligus menunjukkan keterbukaan untuk bernegosiasi. Hal ini menunjukkan profesionalisme dan kepraktisan.

    Saran dari Bill Gates

    Terakhir, bagi Gates, wawancara bukan sekadar menjawab pertanyaan. Ini adalah kesempatan untuk menceritakan sebuah kisah yang menyoroti hasrat, potensi, dan kesesuaian Anda dengan budaya perusahaan. Ia mendorong para kandidat untuk mempersiapkan diri, berlatih, dan tetap jadi diri sendiri.

    Ingat, tujuannya bukanlah kesempurnaan, melainkan membangun koneksi. Dengan membingkai pertanyaan-pertanyaan umum sebagai peluang untuk mengungkapkan karakter dan ambisi, Gates yakin setiap kandidat dapat mengubah wawancara yang menegangkan menjadi terobosan karier .

    Gates mengingatkan para kandidat bahwa kepercayaan diri yang dipadukan dengan rasa ingin tahu seringkali meninggalkan kesan yang lebih kuat daripada jawaban yang sudah dilatih. Menerima tantangan dan menunjukkan kemampuan beradaptasi dapat membedakan Anda dalam setiap wawancara kompetitif. Gates percaya bahwa kandidat yang berhasil adalah mereka yang menggabungkan keterampilan dengan tujuan, menunjukkan tidak hanya apa yang dapat mereka lakukan tetapi juga mengapa mereka ingin melakukannya.


    (ask/ask)



    Sumber : inet.detik.com

  • 2 Wisata Alam Baru Disiapkan di IKN, Lagi Pembebasan Lahan



    Penajam Paser Utara

    Untuk memperkuat sektor pariwisata seiring rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pengembangan objek wisata alam.

    “Pemerintah kabupaten perkuat sektor pariwisata dengan kembangkan dua objek wisata alam,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Israwati ketika ditanya mengenai potensi wisata di Penajam, seperti dilansir dari Antara, Kamis (7/8/2025).

    Ibu Kota Nusantara (IKN), sebagai Ibu kota negara baru Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, dinilai memberi imbas dalam memperbesar peluang sektor wisata lokal untuk berkembang dan memberikan manfaat ekonomi masyarakat.


    Pemerintah kabupaten, kata dia, harus menyiapkan sektor wisata agar bisa menarik lebih banyak pengunjung, atau wisatawan, sehingga bermuara pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

    “Saat ini sedang proses pembebasan lahan warga untuk kembangkan dua objek wisata alam,” tambahnya.

    Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melibatkan tim penilai (appraisal) bertugas menilai harga tanah yang pantas dan wajar dalam pembebasan lahan mengembangkan objek wisata pantai dan hutan bakau di kabupaten yang akrab disapa Benuo Taka itu.

    Objek atau tempat wisata yang bakal dikembangkan tersebut, Pantai Sipakario Kelurahan Nipah-Nipah dan Ekowisata Hutan Mangrove (bakau) Kelurahan Kampung Baru di Kecamatan Penajam.

    “Pembebasan lahan dilakukan secara transparan melibatkan tim appraisal dan penilaian lahan didasarkan rencana pengembangan dengan menentukan harga yang ditawarkan kepada pemilik lahan,” katanya.

    Hasil penilaian tim appraisal diumumkan secara terbuka, terutama kepada pemilik lahan dan setelah ada kesepakatan bakal dilanjutkan dengan proses pembayaran pembebasan lahan tersebut, demikian Andi Israwati.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bali Genjot 3 Destinasi Wisata Baru



    Denpasar

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membeberkan tiga destinasi wisata baru yang dibangun untuk pemerataan ekonomi.

    Tiga destinasi tersebut adalah kawasan Turyapada Tower di Buleleng, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung, dan Taman Wisata KBS Park di Jembrana.

    Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya menjelaskan perekonomian di Bali saat ini lebih banyak terpusat di wilayah selatan. Ia berharap pembangunan destinasi wisata baru itu bisa menggeliatkan pariwisata di wilayah Bali lainnya.


    “Untuk menyeimbangkan perekonomian wilayah Bali utara, timur, dan barat,” kata Sumarajaya saat memimpin rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, dan Asian Development Bank di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (29/8/2025).

    Sumarajaya juga menyampaikan arah kebijakan dan program pembangunan kepariwisataan Bali. Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengendalikan pembangunan hotel di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar.

    Selain itu, dia berujar, Pemprov Bali juga berupaya mengembangkan sistem transportasi berkualitas untuk meningkatkan daya saing pariwisata.

    Ia mengklaim arah kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas ekosistem alam dan lingkungan. Ia juga memaparkan penguatan tata kelola kepariwisataan Bali untuk mengatur orang asing di Pulau Dewata.

    Hal itu dilakukan sebagai respons atas banyaknya turis asing yang melakukan pelanggaran terhadap norma hukum dan budaya Bali.

    Kemudian, menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian lokal Bali dengan meningkatkan penggunaan produk lokal Bali,” imbuh Sumarajaya.

    Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Herfan Brilianto Mursabdo, mengungkapkan Bali menjadi wajah pariwisata Indonesia.

    Menurutnya, kepala daerah perlu memiliki visi yang jelas terkait pengembangan pariwisata di daerahnya.

    “Menjadi contoh bagi pengembangan di daerah-daerah lain, khususnya dalam hal keterbukaan masyarakatnya, kebudayaan masyarakatnya, serta bagaimana pemdanya memiliki visi yang jelas terhadap pengembangan pariwisata di daerah,” ujar Herfan.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Sukses Ngargogondo Bersama Pegadaian



    Jakarta

    Desa Ngargogondo di lereng Gunung Menoreh, Magelang, Jawa Tengah, tidak hanya menyublim menjadi desa wisata, namun menjadi penanda lahirnya perubahan. Desa binaan Pegadaian itu melengkapi dengan pertanian organik, UMKM hijau, dan tata kelola yang berpihak pada warga.

    Pemandangan mewah sebuah desa disuguhkan Desa Ngargogondo. Sebuah amfiteater dan pendopo yang cukup luas menjadi sajian Balkondes Ngargogondo The Gade Village. Juga, lapangan bola komplet dengan jogging trek di sekelilingnya menjadi poin plus desa yang berjarak sekitar 2,5km dari Candi Borobudur itu.

    Area itu semakin menyenangkan dengan pohon kelengkeng. “Kalau pas panen, wisatawan bisa menikmati kelengkeng. Warga akan membuka warung kelengkeng di sekitar balkondes atau balai ekonomi desa,” kata Aryan Subekti, 42, pengelola Balkondes Ngargogondo, dalam perbincangan dengan detiktravel, Selasa (30/9/2025).


    Musim kelengkeng itu datang pada periode ini. Nah, akhir pekan lalu, Desa Ngargogondo The Gade Village mereka yang mengikuti Borobudur Jemparingan Festival atau festival panah tradisional bisa menikmati kelengkeng berkilo-kilo di sana.

    Andalan lain dari kebun warga di Desa Ngargogondo adalah singkong, pepaya, dan cabai. “Yang istimewa cabai. Cabai yang kami hasilkan ini cabai organik. Pupuknya organik, pengolahan tanahnya kami upayakan tanpa bahan kimia,” kata Aryan.

    Balkondes Ngargogondo The Gade VillageBalkondes Ngargogondo The Gade Village (dok. Balkondes Ngargogondo The Gade Village)

    Aryan menceritakan bahwa pertanian organik cabai ini merupakan hasil pendampingan dari Pegadaian. Bukan hanya penanaman cabai, namun mulai dari pembuatan pupuk organik.

    “Dari Pegadaian mendampingi kelompok tani di desa Ngargogondo dengan pembuatan pupuk organik. Itu dimulai sejak 2022. Semua proses, mulai dari pembuatan pupuk, praktik menanam, kemudian disewakan lahan oleh Pegadaian untuk menanam cabai. Kami jamin, cabai dari Desa Ngargogondo adalah produk cabai organik,” kata Aryan.

    Untuk menjadikan Desa Ngargogondo memiliki pembeda sebagai penghasil pertanian organik itu, Aryan mengatakan, Pegadaian menggandeng asosiasi atau komunitas yang menghimpun petani, nelayan, pelaku UMKM, akademisi, dan swasta Intani, juga bekerja sama dengan perguruan tinggi Universitas Jenderal Soedirman.

    “Kerja sama itu termasuk untuk membangun demplot, uji pupuk, sertifikasi untuk kelompok petani untuk pembuatan pupuk. Harapannya kampung kami bisa jadi desa produsen tanaman pangan organik dan jangka panjangnya mendukung program untuk ketahanan pangan. Program ini juga sekaligus cara Pegadaian mengEMASkan Indonesia. Buat kami program ini menjadi cara mengurangi pembelian pupuk kimia,” kata Aryan.

    Bagi Aryan dan warga Desa Ngargogondo, pertanian organik dulu terasa mustahil. Mereka hanya melihat kisah sukses petani organik lewat televisi, berita, atau media sosial. Sebelum 2018, desa yang terletak di kaki Bukit Menoreh itu mayoritas dihuni petani sawah tadah hujan, dengan keterbatasan sumber air karena sedikitnya mata air di sekitar perbukitan.

    “Dulu tiap musim kemarau kami terkendala air. Dulu, 80-90 persen penduduk berprofesi sebagai petani, petani sawah tadah hujan,” kata Aryan.

    Balkondes Ngargogondo The Gade VillageBalkondes Ngargogondo The Gade Village (dok. Balkondes Ngargogondo The Gade Village)

    Aryan menjelaskan bahwa pendapatan Desa Ngargogondo terus meningkat setelah mendapat pembinaan dari Pegadaian. Seiring berjalannya waktu, jumlah tamu dan acara di Balkondes Ngargogondo terus bertambah. Jika semula pada 2020 cuma ada 32 event dan 5.747 orang serta menjadi 70 event dan 8.026 orang pada 2024. Pada 2020, desa itu hanya memperoleh sekitar Rp 26 juta, namun dalam beberapa tahun naik pesat hingga mencapai Rp 229 juta.

    Dia pun menyadari, sebagai pengelola Balkondes, laporan keuangan harus disajikan secara transparan. Transparansi inilah yang menjadi salah satu pilar penting dalam penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance).

    “Dengan pendapatan ini, kas desa otomatis meningkat. Warga juga jadi memiliki pendapatan lain,” ujar Aryan.

    Bermula dari Tanah Bengkok

    Dalam tujuh tahun terakhir ini, mata pencaharian warga Desa Ngargogondo masih sama. 80-90 persen petani, petani tadah hujan. Namun, kini mereka tidak lagi hanya mengandalkan pemasukan dari bertani tadah hujan itu.

    “Ada pendapatan lain. Selain dari cabai organik itu, kami lebih dulu dibukakan pintu melalui balkondes. Balkondes Ngargogondo The Gade Village ini,” kata Aryan.

    Aryan menjelaskan semua itu bermula pada 2018. Saat itu, BUMN untuk memberikan bantuan balkondes untuk 20 desa di Borobudur, program satu desa satu balkondes. Nah, Desa Ngargogondo salah satunya. Oleh BUMN, adalah Pegadaian yang ditugaskan untuk mendampingi desa Ngargogondo. Peresmian dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT Pegadaian Sunarso.

    “Dulu, ini tanah bengkok desa. Dulu ilalang, enggak menghasilkan. Luasnya 3.500 meter persegi. Kemudian, dialihkan menjadi balkondes. Istimewanya, ada lapangan di sebelah balkondes ini,” kata Aryan.

    Balkondes Ngargogondo The Gade VillageMushola di Balkondes Ngargogondo The Gade Village (dok. Balkondes Ngargogondo The Gade Village)

    Sementara itu, Reggy Nouvan, ESG Spesialis PT Pegadaian, mengatakan bahwa Pegadaian menempatkan pembangunan desa wisata sebagai bagian dari tanggung jawab sosial korporasi (CSR) dan strategi pemberdayaan ekonomi lokal.

    “Pilihan lokasi Ngargogondo didasarkan pada potensi kultural, lingkungan, dan peluang ekonomi masyarakat setempat untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata yang inklusif. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan warga, menciptakan mata pencaharian alternatif (ekonomi pariwisata), serta memperkuat reputasi Pegadaian sebagai BUMN yang berkontribusi pada pembangunan daerah berkelanjutan,” kata Reggy.

    Reggy sekaligus menyampaikan bahwa Desa Ngargogondo disiapkan sebagai desa yang ramah lingkungan. Strategi yang disiapkan untuk mewujudkannya antara lain dengan desain dan pembangunan berkelanjutan, yakni memprioritaskan material lokal, arsitektur yang sesuai kearifan lokal, dan minim dampak lingkungan.

    Kemudian, pengelolaan jejak lingkungan dengan mengadopsi praktik pengelolaan air, energi, dan limbah yang efisien. Lantas, menggandeng komunitas dan menggelar pelatihan untuk pengelola dan masyarakat agar menjalankan operasional yang berwawasan lingkungan.

    “Kami juga menggandeng pihak ketiga, mulai dari akademisi, NGO, dan mitra teknis untuk menerapkan praktik ramah lingkungan,” kata dia.

    Reggy juga mengatakan Desa Ngargogondo mengedepankan tata kelola yang melibatkan BUMDes dan kolaborasi dengan Pegadaian, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal.

    “Penciptaan lapangan pekerjaan untuk warga lokal juga oke sejauh ini. Ada warga yang mengelola secara penuh dan warga yang direkrut secara kasual tiap ada event besar berjalan dengan baik,” kata Reggy.

    Aryan mengatakan saat ini ada lima orang yang mengelola Balkondes Ngargogondo. “Tetapi, kami juga menggunakan sistem kasual warga sesuai kebutuhan. Kalau sedang banyak tamu, kami rekrut warga, baik itu ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda desa, sampai Gen Z, kami ajak bergabung,” kata dia.

    Fasilitas di Balkondes Ngargogondo The Gade Village

    Balkondes Desa Ngargogondo The Gade Village memiliki berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Selain dua pendopo besar dengan kapasitas 300 orang, balkondes ini juga memiliki amfiteater dengan kapasitas 80 penonton, homestay, toilet, musala, serta lapangan dengan lintasan jogging.

    “Di sini juga langganan buat festival, event running, wedding. Sudah ada yang booking untuk wedding sampai Januari,” kata Aryan.

    Selain itu, balkondes ini memiliki restoran dan 17 kamar, yang terdiri dari 5 kamar dengan double bed, 3 kamar dengan twin bed, serta 3 family room yang masing-masing memiliki tiga kamar.

    Balkondes Ngargogondo The Gade VillageAmfiteater Balkondes Ngargogondo The Gade Village (dok. Balkondes Ngargogondo The Gade Village)

    Tarif penginapan per malamnya adalah Rp 500 ribu untuk kamar double dan twin, serta Rp 1,5 juta untuk kamar family. Setiap kamar telah dilengkapi dengan AC, TV, air panas, dan sarapan.

    “Semoga Balkondes Ngargogondo The Gade Village ini menjadi satellite destination yang memperkaya pengalaman pengunjung Borobudur dengan atraksi budaya dan ekowisata lokal,” ujar Reggy.

    “Selain itu, juga menyediakan rute wisata terpadu yang memperpanjang durasi tinggal wisatawan di wilayah, sehingga mendatangkan manfaat ekonomi lebih besar ke komunitas setempat, serta meningkatkan kapasitas pemasaran regional dan kerja sama lintas-stakeholder untuk memaksimalkan nilai tambah pariwisata berkelanjutan,” kata Reggy.

    Reggy menambahkan Pegadaian juga mengintegrasikan literasi keuangan dengan pengembangan desa wisata, di antaranya mengenalkan produk-produk seperti Pegadaian tabungan emas, khususnya bagi pelaku UMKM dan pekerja sektor pariwisata.

    Dengan cara itu, masyarakat desa wisata tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan wisata, tetapi juga memiliki sarana finansial yang berkelanjutan untuk menghadapi risiko di masa depan untuk mewujudkan misi PT Pegadaian #mengEMASkan Indonesia.

    (fem/ddn)



    Sumber : travel.detik.com