Tag: pengembunan

  • Ingat! 5 Tanda Jendela Rumah Harus Diganti



    Jakarta

    Jendela menjadi elemen yang penting dalam bagian rumah, jendela memberikan pandang dari dalam ke luar ruangan. Saat dilihat dari luar, jendela dapat memberikan karakter, gaya, dan daya tarik.

    Dengan melihat pentingnya jendela, bagian ini layak mendapatkan perawatan penuh dan juga perlu diganti saat waktunya tiba. Ada beberapa tanda yang bisa kamu lihat, apakah jendela rumah perlu diganti atau tidak.

    Melansir Southern Living, berikut beberapa tanda saatnya mengganti jendela di rumah kamu.


    Kesulitan dalam Pengoperasian

    Salah satu tanda yang paling jelas jendela mungkin perlu diganti adalah kesulitan dalam pengoprasian. Rangka jendela yang melengkung dan rusak, seringkali menjadi penyebab hal ini terjadi.

    “Rangka jendela yang melengkung akan membuat jendela lengket, sulit dibuka, dan menimbulkan angin,” kata Jeramy Sibley, presiden Glass Doctor.

    Usia rumah juga dapat mempengaruhi cara kerja dan fungsi jendela karena pergeseran pondasi. Proses tersebut dapat menyebabkan tanda-tanda kerusakan yang terlihat, retakan, dan kerentanan yang lebih besar terhadap kerusakan.

    Masalah Kondensasi dan Kelembapan

    Paparan kelembapan yang berkepanjangan akan dapat merusak jendela, terutama jika jendela terbuat dari kayu. Pengembunan jendela menjadi masalah yang lebih besar bila terjadi diantara panel kaca.

    Karena hal ini menjadi bukti adanya masalah segel dan kemungkinan besar sudah saatnya jendela perlu diganti.

    Penampilan yang Ketinggalan Zaman

    Meskipun tampilan rumah mungkin tidak cukup berpengaruh untuk menjamin penggantian jendela, hal ini hanya faktor yang perlu dipertimbangkan. Jendela baru dapat memberikan tampilan yang lebih menarik dan memungkinkan visibilitas yang lebih baik ke dunia luar.

    Memperbarui rumah dengan jendela yang memberikan tampilan modern dan menarik, akan mengubah tampilan dan nuansa rumah.

    Efisiensi Energi

    Seiring dengan pergeseran dan penurunan struktur bangunan dari waktu ke waktu yang perlahan kehilangan daya lindungnya sehingga dapat mengalami penurunan suhu.

    Hal ini membuat pengaturan suhu di rumah menjadi tidak sesuai. Di rumah manapun, rangka dan panel harus disegel dengan benar untuk menghindari perpindahan suhu.

    Jendela dan rangka pintu menjadi bukaan ke luar, sehingga menjadi penyebab utama hilangnya energi rumah tangga. Pengembunan di sekitar kaca dan aliran udara baru merupakan tanda bahwa jendela tidak seefisien energi yang semestinya.

    Kebisingan yang Berlebih

    Jika tinggal di kota atau daerah yang memiliki lebih banyak kebisingan jalan raya, pengendalian suara harus menjadi pertimbangan saat memilih jendela baru.

    Apabila kamu memperhatikan kebisingan berlebih yang masuk ke dalam rumah, hal ini bisa menjadi tanda bahwa jendela harus diganti agar dapat menjadi peredam suara dengan maksimal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Atasi Embun di Jendela Rumah



    Jakarta

    Pengembunan pada jendela akan terjadi saat adanya perbedaan suhu yang signifikan antara bagian dalam dan luar rumah kamu. Meskipun pengembunan adalah hal yang normal, kelembapan yang berlebih dapat menjadi masalah.

    Pengembunan terbentuk di jendela saat udara hangat dan lembap bersentuhan dengan permukaan yang lebih dingin. Perbedaan suhu ini menyebabkan uap air di udara mengembun menjadi tetesan cairan di kaca.

    Dilansir This Old House, berikut beberapa cara mencegah pengembunan pada jendela sehingga menghindari adanya kelembapan.


    Mengurangi Pengembunan Jendela Dalam Ruangan

    Menyesuaikan Pengaturan Humidifier

    Jika kamu menggunakan pelembap udara, terutama selama musim dingin. Pastikan pelembap udara diatur pada tingkat kelembapan ideal. Langkah sederhana ini dapat mengurangi kondensasi jendela secara signifikan.

    Meningkatkan Sirkulasi Udara

    Sirkulasi udara yang baik membantu mendistribusikan kelembapan secara merata ke seluruh rumah, mengurangi kemungkinan terbentuknya kondensasi pada permukaan dingin seperti jendela.

    Gunakan kipas langit-langit atau kipas portabel untuk menjaga sirkulasi udara, terutama di ruangan yang cenderung memiliki tingkat kelembapan tinggi.

    Teknik Ventilasi yang Tepat

    Ventilasi yang baik sangat penting untuk mengendalikan kelembapan dalam ruangan. Gunakan kipas angin di kamar mandi dan dapur untuk membuang kelembapan berlebihan pada area tersebut.

    Pertimbangkan untuk memasang sistem mitigasi radon, yang juga dapat membantu meningkatkan ventilasi rumah secara keseluruhan.

    Mengatasi Pengembunan Jendela di Ruang Tertentu

    Dapur

    Memasak menghasilkan banyak uap air, gunakan kap penghisap asap atau kipas angin saat memasak dan buka jendela jika cuaca memungkinkan. Menutup panci atau wajan saat memasak juga dapat membantu mengurangi pelepasan uap air.

    Area lain yang sering terabaikan adalah lemari es. Terkadang kondensasi di dalam lemari es juga dapat menyebabkan kelembapan di dapur, pastikan pintu lemari es tertutup rapat dan jangan biarkan terbuka terlalu lama.

    Kamar Mandi

    Kamar mandi secara alami merupakan lingkungan yang lembap, nyalakan kipas angin selama menjadi dan biarkan pintu kamar mandi terbuka jika memungkinkan agar kelembapan dapat hilang.

    Periksa kebocoran pada kran, kepala pancuran, dan di bawah wastafel secara berkala. Kebocoran kecil dapat menyebabkan tingkat kelembapan yang lebih tinggi di kamar mandi.

    Kamar Tidur

    Kamar tidur juga dapat mengalami kondensasi, terutama selama musim hujan. Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang baik dan hindari penggunaan pelembap udara kecuali jika diperlukan.

    Buka jendela secara teratur agar udara segar dapat bersirkulasi dengan baik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Berjamur dan Lembap Jangan Asal Dicat Ulang, Begini Solusinya



    Jakarta

    Memasuki musim hujan masalah yang kerap ditemui di rumah adalah dinding lembap. Tandanya adalah muncul noda-noda putih hingga hitam di beberapa area. Selain itu, jika dipegang, dinding akan terasa seperti berkapur.

    Apabila sudah seperti ini, apa solusinya dengan pengecatan ulang?

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya menjelaskan dinding yang sudah berjamur karena lembap atau bocor memang harus dicat ulang. Namun, pengecatan ulang bukan cara untuk mengatasi jamur tersebut.


    Pemilik rumah harus mengatasi kebocoran atau celah-celah di mana udara dan air masuk ke dinding. Mengutip BBC, salah satu penyebab dinding berjamur adalah terjadinya kondensasi atau pengembunan. Hal ini merupakan fenomena alami terjadi. Biasanya disebabkan adanya perbedaan suhu pada dinding dengan lingkungan sekitarnya. Namun, risikonya memang tidak baik untuk tampilan ruangan dan kesehatan penghuninya.

    “Kita perbaikin dulu, kenapa dia berjamur temboknya ya kalau dia berjamur, ya mau nggak mau, kalau mau hasilnya maksimal, harus dikerok dulu,” kata Rahman saat ditemui detikcom di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Setelah cat lama dihapus atau dibersihkan hingga hanya tersisa dinding acian, ambil cairan khusus untuk mencegah jamur tumbuh di dinding. Lalu, pakai cat dasar yang mengandung alkali killer atau pencegah pertumbuhan garam alkali. Tunggu selama 1-2 jam hingga mengering.

    Apabila sudah kering, bisa pasang top coat sebanyak 2 lapis. Setiap lapisan harus ditunggu selama 1-2 jam hingga mengering.

    Rahman mengatakan dinding yang rentan muncul jamur berada di tempat yang lembap seperti kamar mandi. Bisa juga di rumah tua, dapur, dan sekitar jendela rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun Saat Hujan Tanpa AC


    Jakarta

    Saat hujan, sering kali pandangan pengemudi mobil terhalang embun di kaca bagian luar. Munculnya embun disebabkan adanya perbedaan suhu antara bagian dalam dan luar mobil.

    Memang hal ini akan mudah diatasi dengan menyalakan AC. Tapi bagaimana jika AC mobil rusak atau memang tidak ingin menyalakan AC? Simak artikel ini untuk mengetahui 7 cara mengatasi kaca mobil berembun saat hujan tanpa AC.

    Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun Saat Hujan Tanpa AC

    Dirangkum dari situs Toyota Astra dan Citroen Indonesia, berikut ini 7 cara mengatasi kaca mobil berembun saat hujan tanpa AC:


    1. Gunakan Wiper

    Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan wiper atau pembersih kaca. Manfaatkan wiper dan cairan pembersih kaca untuk membuat kaca menjadi semakin jelas.

    2. Gunakan Defogger

    Banyak mobil memiliki fitur defogger atau pemanas kaca belakang. Fitur standar ini dirancang untuk menghilangkan embun dengan cepat pada kaca belakang. Dengan demikian, pengemudi akan mendapatkan pandangan yang lebih jelas ke belakang.

    3. Pakai Cairan Anti-Fog

    Cara mengatasi kaca mobil berembun saat hujan tanpa AC selanjutnya adalah dengan menggunakan cairan anti-fog atau penghilang embun. Cairan ini diaplikasikan pada kaca untuk mengurangi pengembunan di permukaan kaca. Lihat petunjuk penggunaan agar hasilnya optimal.

    4. Jaga Kelembapan Ruang Mobil

    Kemungkinan munculnya embun adalah karena kelembapan udara. Jaha kelembapan di dalam mobil agar tetap rendah menggunakan dehumidifier portabel atau silica gel yang bisa menyerap kelembapan di dalam kabin.

    5. Buat Sirkulasi Udara yang Tepat

    Detikers juga bisa membuat sirkulasi udara yang tepat tanpa AC, yakni dengan membuka sedikit jendela agar udara dari luar bisa masuk sehingga suhu bisa seimbang.

    Atau atur ventilasi udara pada posisi defrost dan arahkan ke kaca depan. Hal Ini dapat membantu aliran udara mengarah ke kaca sehingga embun berkurang.

    6. Bersihkan Kaca Secara Rutin

    Cara selanjutnya adalah dengan rutin membersihkan kaca. Kaca yang kotor semakin mudah membuat kaca berembun saat hujan. Jangan lupa menggunakan kain mikrofiber yang dapat membersihkan kotoran tanpa meninggalkan bekas.

    7. Cek Seal Kaca dan Pintu

    Terakhir, cek seal di sekitar kaca dan pintu dan pastikan dalam kondisi baik. Seal yang bocor dapat menyebabkan bagian dalam kabin lembap, meningkatkan kemungkinan kaca berembun.

    Nah, itulah tadi 7 cara mengatasi kaca mobil berembun saat hujan tanpa AC. Cara paling mudah dilakukan adalah dengan membuka jendela sedikit, namun jangan sampai air hujan ikut masuk ke dalam.

    Saksikan juga video: Pecahkan Kaca Mobil, Maling di Sukabumi Gondol Uang Setoran BBM Rp 490 Juta

    [Gambas:Video 20detik]

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Cara Mengatasi HP Kemasukan Air Sendiri di Rumah, Mudah!

    Jakarta

    HP kemasukan air? Jangan terlalu panik. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan ketika HP kemasukan air.

    Dengan penanganan yang cepat dan tepat, HP kamu masih punya peluang lebih besar untuk bisa selamat dan berfungsi normal. Selain itu, kamu juga bisa mengenali tanda-tanda yang menunjukkan bahwa komponen internal ponsel telah rusak karena air.

    Cara Mengatasi HP Kemasukan Air

    Dilansir laman Pandas Security, berikut adalah hal yang harus dilakukan jika air masuk ke ponsel:


    1. Selamatkan HP dari Air

    Hal pertama ketika HP terkena air adalah menyelamatkannya. Karena semakin lama terkena air, maka semakin besar kemungkinan HP akan terisi air. Hal ini akan memperkecil kemungkinannya untuk diselamatkan.

    2. Matikan HP

    Ketika HP kemasukan air dalam posisi menyala, segeralah untuk mematikannya. Langkah ini bertujuan untuk memutus sumber daya dan menghentikan aliran listrik di perangkat.

    Dengan begitu, kita bisa mengurangi kemungkinan terjadinya korsleting, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

    3. Lepas Bagian HP

    Bongkar bagian atau komponen HP yang bisa dilepas. Misalnya, casing HP, kartu SIM, dan baterai.

    Cara ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan, dan mempersiapkannya untuk pengeringan secara terpisah.

    Sementara bagi pengguna iPhone, melepas baterai memerlukan pembongkaran menyeluruh. Lebih baik hal ini dilakukan oleh profesional.

    4. Bersihkan Sisa Air

    Setelah komponen HP dibongkar, pakailah kain kering atau tisu untuk mengeringkan air yang tersisa pada bagian-bagiannya. Pastikan kamu mengelap dengan lembut, jangan menggosoknya.

    Kamu bisa menepuk-nepuk dengan perlahan. Cara ini dilakukan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

    5. Menyerap Kelembapan

    Setelah mengeringkan permukaan HP, langkah selanjutnya adalah menyerap sisa air (yang mungkin masuk ke bagian dalam HP).

    Banyak orang menaruh HP di dalam kantung beras mentah, namun cara mengatasi HP masuk air dengan beras sebenarnya bukan cara terbaik untuk mengeluarkan air dari HP.

    Alternatifnya, kamu bisa pertimbangkan untuk meletakkan komponen HP ke dalam wadah tertutup dengan bungkusan gel silika (bungkusan kecil yang sering ditemukan dalam kotak sepatu baru atau botol pil). Bungkusan gel silika lebih baik daripada beras, karena dirancang khusus untuk menyerap kelembapan.

    Kamu bisa menggunakan metode beras, meletakkan komponen HP di dekat kipas angin atau ventilasi AC, untuk mengeringkan HP dari air.

    Jika memungkinkan, hindari penggunaan pengering rambut. Karena cara ini bisa risiko signifikan mendorong air lebih dalam ke celah-celah ponsel, bahkan bisa menyebar ke area yang sebelumnya kering.

    6. Tunggu Sampai Benar-benar Kering

    Biarkan komponen HP dalam metode pengeringan selama 24 sampai 48 jam. Jangka waktu ini akan memastikan sebagian besar air menguap.

    Hal ini bermanfaat dalam mengurangi risiko korsleting dan kerusakan. Waktu pengeringan yang tepat untuk HP juga bergantung pada beberapa variabel, seperti teknik pengeringan yang dipilih dan tingkat paparan air.

    Jika mengeringkan HP dengan gel silika, waktu pengeringan yang umum adalah 24 jam. Sementara, jika mengeringkan HP yang masuk air dengan menggunakan beras atau kipas angin sebaiknya 48 jam.

    Kalau HP terkena air sebentar, mungkin akan lebih cepat kering. Namun, dalam kasus HP terendam seluruhnya waktu pengeringan yang diperlukan lebih lama.

    7. Mencoba Menyalakan Kembali HP

    Setelah melakukan pengeringan awal, kamu bisa nyalakan HP. Ini dilakukan menguji untuk mengetahui apakah HP masih berfungsi.

    Jika HP dinyalakan secara normal, layar sentuh berfungsi, dan audio jernih, kemungkinan HP kamu aman.

    Jika mengalami layar terdistorsi, suara tak jernih, atau tidak bisa menyala, sebaiknya cari bantuan profesional untuk memperbaikinya, sehingga tidak memperparah kerusakan.

    Dampak HP yang Terkena Air

    Kita bisa mengetahui potensi kerusakan HP akibat terkena air. Salah satunya, HP kemasukan air bisa merusak LCD dan mengganggu layar sentuh sehingga menyebabkan layar tidak responsif.

    Berikut adalah akibat jika HP kemasukan air:

    • Layarnya berkabut, ada pengembunan di lensa kamera atau di bawah layar. Hal ini mengindikasikan adanya air yang masuk ke dalam perangkat.
      Ada tindakan tak terduga, seperti aplikasi terbuka dan tertutup sendiri (karena air yang
    • mempengaruhi sirkuit internal).
    • Kinerja HP jadi lemot.
    • Layar sentuhan yang tidak responsif.
    • Baterai jadi cepat terkuras.
    • Daya yang tidak konsisten.
    • Suara teredam dan kualitas audio menurun, karena air yang mempengaruhi speaker atau mikrofon.
    • Masalah pengisian daya karena mengganggu port pengisian daya.
    • Adanya korosi, seperti muncul bintik-bintik hijau atau putih pada komponen internal akibat paparan air.
    • Ada perubahan warna pada motherboard atau bagian internal lainnya.

    (khq/fds)



    Sumber : inet.detik.com