Tag: penggunaan bahan

  • Ini yang Bikin Asbes Berbahaya buat Kesehatan Manusia



    Jakarta

    Asbes merupakan yang bahan atap rumah. Material ini banyak digunakan di Indonesia karena harganya murah dan ketahanannya cukup bagus.

    Namun, bahan tersebut dinilai berbahaya bagi kesehatan manusia kalau terlalu sering terpapar seratnya.

    Lantas, apa yang membuat asbes berbahaya ya?


    Dikutip dari unggahan Dinkes DKI Jakarta, asbes adalah bahan beracun berbahaya (B3). Hal ini sebagaimana dikategorikan dalam Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1999.

    Penggunaan material itu pun sudah ada aturan yang membatasi penggunaannya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, syarat penggunaan material asbes yang diperbolehkan maksimal hanya 5 serat/ml.

    Pasalnya, serat asbes dapat lepas dari permukaannya sewaktu-waktu. Apabila terhirup oleh manusia, serat tersebut dapat mengendap dan berbahaya bagi kesehatan.

    “Serat asbes yang terlepas dari atap asbes berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 3 mikrometer atau lebih tipis dari 1/700 helai rambut, jika terhirup manusia akan mengendap di paru-paru,” tertulis dalam unggahan Instagram @dkijakarta, dikutip pada Minggu (15/12/2024).

    Partikel serat asbes tersebut berbentuk tajam, sehingga sulit untuk dikeluarkan dari tubuh. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan, di antaranya kanker, asbestosis (kerusakan paru-paru permanen), kesulitan bernapas, efusi plura (cairan menumpuk di paru-paru).

    Gejala dari penyakit asbestosis biasanya tidak langsung terasa oleh penderitanya, melainkan setelah 10-40 tahun setelah terpapar.

    Menurut data Global Burden of Disease (GDB) 2019, setiap tahunnya sebanyak 1.600 warga Indonesia terbunuh penyakit yang dipicu karena pemakaian asbes.

    Walau sudah ada bukti akan bahaya pemakaian asbes, Indonesia tetap menjadi pemakai bahan asbes terbesar di dunia pada 2020 lalu. Bahkan, impor dan penggunaan bahan asbes ini meningkat tajam dalam 10 tahun terakhir yakni lebih dari 100.000 ton asbes antara 2010-2019.

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Bisa Bikin Boros Saat Bangun Rumah Menurut Kontraktor


    Jakarta

    Membangun rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Terkadang biaya bangun rumah bisa membengkak di luar perencanaan.

    Pemilik rumah perlu berhati-hati agar tidak boros saat bangun rumah. Jangan sampai tabungan habis dan pembangunan rumah mangkrak.

    Nah, ada beberapa hal yang bisa membuat pemilik boros ketika bangun rumah. Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Biaya Bangun Rumah Bengkak

    Inilah beberapa hal yang perlu dihindari agar pengeluaran tidak berlebihan waktu bikin rumah menurut kontraktor.

    1. Tidak Mengikuti Rencana Awal

    Kontraktor Wildan mengatakan pembangunan rumah menjadi semakin mahal karena tidak mengikuti rencana awal. Sebelumnya, pemilik harus sudah merencanakan dan memperhitungkan desain rumah dengan matang. Hindari perubahan ketika sudah pembangunan agar tidak ada pembengkakan biaya.

    “Konsepnya satu lantai jadi dua lantai. Udah dua lantai terus mau jadi lagi tiga lantai ada rooftop-nya. Nah itu akan ada pembekakan (biaya). Nah itu balik lagi ke guideline,” ujar Wildan saat dihubungi detikProperti belum lama ini.

    2. Bahan Bangunan Tidak Berkualitas

    Penggunaan bahan bangunan yang tidak berkualitas bisa merugikan pemilik di kemudian hari. Bahan tersebut cenderung lebih cepat rusak sehingga pemilik harus mengeluarkan biaya perbaikan.

    “Pinter-pinter pilih bahan karena banyak orang yang tergiur harga murah tapi dia (bahan) nggak tahan lama,” ucapnya.

    3. Tukang Bangunan Kurang Terampil

    Selanjutnya, tenaga ahli atau tukang yang kurang terampil juga bisa membuat biaya bangun rumah menjadi mahal. Hasil pekerjaan mereka bisa saja tidak sesuai harapan sehingga harus mengulang lagi pengerjaannya. Oleh karena itu, pemilik harus pandai memilih tukang yang terampil.

    4. Penggantian Kualitas Material

    Pemilik rumah tentu ingin menggunakan material bangunan dengan kualitas terbaik. Hal ini boleh saja tetapi sebaiknya sudah ditentukan sejak perencanaan awal. Sebab, perubahan merek atau produk bahan bangunan akan membuat pengeluaran pemilik melebihi anggaran.

    “Misalkan awalnya mau pakai semen harga Rp 50.000. Setelah berjalan ternyata hasilnya kurang bagus, dia mau ganti upgrade. Nah itu bisa jadi pembengkakan juga. Jadi dia pakai harga yang Rp 70.000 satu sak. Nah tinggal dikali aja satu rumah misalkan 100 sak udah lumayan,” tuturnya.

    Itulah beberapa hal yang bikin boros saat bangun rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hampir Semua Mobil Punya Tombol Ini, tapi Banyak yang Tak Tahu Fungsinya



    Jakarta

    Tombol ini biasanya terletak tak jauh dari tombol untuk menghidupkan dan menyalakan AC. Apa sih fungsinya?

    Mobil-mobil kekinian dilengkapi dengan banyak teknologi canggih, yang umumnya bisa dilihat pada makin banyak tombol-tombol fitur yang terpampang di dashboard.

    Tapi tombol bergambar tanda panah memutar di dalam kabin ini sebenarnya sudah bisa ditemui juga pada mobil-mobil lama. Beberapa menyebutnya sebagai ‘air circulation button’. Alias tombol sirkulasi udara. Apa fungsi tombol ‘air circulation button’ dengan gambar panah berputar ini?


    Dikutip dari berbagai sumber, ketika tombol ini dipencet, maka mobil akan menyirkulasikan udara yang sudah berada di dalam kabin. Mobil tidak akan menyedot udara dari luar untuk disirkulasikan dalam kabin.

    Keuntungan utamanya akan sangat terasa ketika udara luar sedang tinggi/panas sementara kamu mau mendinginkan udara di dalam kabin. Fungsi ini akan membuat AC mobil mendinginkan kabin lebih cepat.

    Ini memungkinkan terjadi karena, alih-alih mesin menyedot udara dari luar untuk didinginkan lalu digunakan dalam kabin, sistem pendingin akan menggunakan udara yang ada di dalam kabin, yang tentunya punya suhu lebih rendah dan kuantitas lebih sedikit.

    Tombol sirkulasi udara ini juga diklaim akan membuat efisiensi kendaraan jadi lebih baik.

    Mobil umumnya lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar saat AC dipilih menggunakan mode sirkulasi dalam kabin. Ini memungkinkan terjadi karena menjaga udara (dalam kabin) tetap dingin membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding ketika mesin secara terus menerus mendinginkan udara panas dari luar. Demikian dikutip dari KTLA.

    Karena sistem menyirkulasikan udara di dalam kabin, fungsi ini juga bisa membantu mengurangi polutan masuk ke dalam mobil. Ketika terjebak kemacetan, fungsi ini disarankan untuk digunakan.

    (din/din)



    Sumber : oto.detik.com