Tag: penghapus

  • 3 Cara Mudah Hilangkan Coretan di Dinding Rumah


    Jakarta

    Adanya coretan di dinding, baik dari krayon, spidol, maupun tinta bisa merusak estetika ruangan. Kejadian tersebut kerap terjadi apabila ada anak-anak di rumah.

    Namun kamu tidak perlu pusing kalau ada coretan di dinding. Sebab, ada berbagai cara untuk membersihkannya. Berikut ini adalah tipsnya.

    Cara Membersihkan Coretan di Dinding

    Pakai Pasta Gigi

    Kandungan abrasif ringan dalam pasta gigi dapat membantu mengikis noda tanpa merusak permukaan dinding. Cara menggunakannya pun cukup mudah. Pertama, oleskan sedikit pasta gigi langsung pada area yang terkena coretan.


    Kemudian, gosok secara lembut dengan kain atau spons basah hingga coretan mulai memudar. Setelah coretan hilang, bersihkan sisa pasta gigi dengan kain bersih yang telah dibasahi air.

    Baking Soda dan Air

    Baking soda, yang dikenal sebagai bahan pembersih alami, juga sangat efektif untuk menghilangkan coretan di dinding. Kamu hanya perlu mencampurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta.

    Oleskan pasta ini pada area yang tercoret, kemudian gosok dengan gerakan melingkar menggunakan kain atau spons. Setelah noda hilang, bersihkan sisa baking soda dengan kain lembab hingga bersih. Cara ini sangat cocok untuk coretan yang tidak terlalu dalam dan tidak membekas lama.

    Pakai Cuka Putih

    Cuka putih memiliki sifat asam yang efektif untuk memecah dan menghilangkan noda yang cukup membandel. Untuk menggunakannya, campurkan cuka putih dengan air dalam perbandingan yang sama.

    Celupkan kain atau spons ke dalam campuran tersebut, lalu gosokkan pada area yang terkena coretan. Proses ini mungkin membutuhkan beberapa kali aplikasi, tergantung pada seberapa kuat noda yang ingin dihilangkan. Setelah coretan hilang, bilas area tersebut dengan kain bersih yang lembab untuk menghilangkan sisa cuka.

    Selain dengan menggunakan cara-cara di atas, kamu juga bisa menggunakan beberapa tips berikut ini. Beberapa cara ini bisa membantu memudarkan coretan di dinding.

    Pertama, uji dulu bahan pembersih pada area kecil dan tersembunyi di dinding. Ini dilakukan untuk memastikan bahan yang digunakan tidak akan merusak cat atau permukaan dinding.

    Kedua, saat membersihkan dinding hindari menggosok terlalu keras karena ini dapat merusak cat atau membuat noda semakin menyebar. Cukup gosok secara lembut dan perlahan.

    Ketiga, kamu bisa coba menggunakan penghapus ajaib (magic eraser) yang banyak tersedia di pasaran. Produk ini sangat efektif untuk menghilangkan berbagai jenis noda tanpa memerlukan bahan tambahan. Basahkan dengan sedikit air pada penghapus ajaib dan gosok perlahan pada coretan dinding.

    Jika cara-cara tersebut masih belum mampu menghilangkan coretan, maka perlu dilakukan pengecatan ulang. Pengecatan ulang adalah pilihan yang baik jika noda terlalu membandel dan tidak bisa diatasi dengan pembersihan biasa. Proses pengecatan dinding cukup sederhana, namun kualitas hasilnya memiliki beberapa faktor penentu.

    “Perhatikan ukuran permukaan dinding dan perbedaan jenis cat. Jika tidak menemukan jenis cat, pilih yang paling mendekati dengan warna dinding awal. Dan yang paling penting adalah keterampilan tukang bangunan yang melakukan pengecatan. Walau seperti sederhana, namun proses pengecatan dinding lumayan kompleks,” kata PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander Samosir dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (31/8/2024).

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan coretan pada dinding di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • KJP 146 Ribu SIswa Jakarta Dicabut, DPRD Minta Verifikasi Ulang Data



    Jakarta

    DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan verifikasi ulang data penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus 2024. Hal itu untuk mengetahui secara langsung penyebab dicabutnya 146 ribu status kepemilikan KJP berdasarkan pemadanan data dan verifikasi tahap II Tahun 2024.

    Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi DK Jakarta Agustina Hermanto menyatakan banyak penerima KJP Plus yang dicabut tidak sesuai dengan kriteria. Artinya, mereka masih layak untuk menerima KJP Plus.

    “Intinya gini, kita ingin yang kemarin dicabut atau dimatikan yang memang layak dapat dihidupkan kembali. Tapi kalau memang pendataan ternyata memang faktanya punya mobil atau salah sasaran, kalau begitu silahkan dijelaskan,” ujar Agustina dalam laman DPRD DK Jakarta dikutip Sabtu (14/12/2024).


    Data dan verifikasi pendaftar KJP Plus tahap II Tahun 2024 telah selesai dipadankan. Dari data 669.716 penerima, telah dilakukan penyesuaian anggaran untuk jumlah penerima KJP Plus maksimal sebanyak 523.622. Sehingga dilakukan seleksi secara prioritas menggunakan data pemeringkatan kesejahteraan atau desil dari data Regsosek.

    Selain itu, Agustina mengimbau agar Disdik memberi penjelasan secara rinci kepada orangtua siswa penyebab status anaknya tidak lagi sebagai penerima KJP Plus. Ia mendorong sebuah forum untuk masyarakat diberikan kesempatan untuk menyanggah kondisi dan keadaannya.

    “Saya sudah tekankan yang memang berhak dicabut tolong kasih forum untuk menyanggahnya. Mereka daftar aja susah, daftar ulang susah makanya saya bilang diberitahu kalau untuk ke depannya harusnya tidak langsung dicoret tanya dulu diskusi dulu dan segala macamnya,” tegasnya.

    “Kita pastikan bahwa didata ulang tapi kalau memang berhak dan memang tidak masuk boleh nyangga dan di tetap diaktifkan jangan dibatalkan gitu jadi dikasih waktu,” tambah dia.

    Ia berharap, setelah evaluasi ini Disdik memiliki langkah konkret untuk mengatasi permasalahan di lapangan terkait pencabutan penerima KJP Plus.

    Kepala Disdik Pastikan akan Verifikasi Ulang Pencabutan Penerima KJP Plus

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan DK Jakarta Sarjoko memastikan akan melakukan verifikasi ulang terkait pencabutan penerima KJP Plus. Hal itu akan dilakukan dengan menyesuaikan dari hasil penetapan pagu anggaran pemadanan data dan verifikasi pendaftar KJP Plus tahap II Tahun 2024.

    “Sesungguhnya kita inginnya semua harus tepat sasaran tetapi kalau ada kondisi-kondisi di lapangan ternyata tidak sesuai dengan faktual untuk itu menjadi informasi yang baru yang perlu kita verifikasi ulang,” pungkas dia.

    Tentang KJP Plus

    Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) adalah program strategis untuk memberikan akses bagi warga DK Jakarta dari kalangan masyarakat kurang mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK. Program ini dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DK Jakarta.

    Besaran dana KJP Plus berbeda setiap jenjang sekolahnya, yakni:

    1. SD/MI

    Jumlah penerima: 242.919 siswa
    Biaya Rutin: Rp 135 ribu/bulan
    Biaya Berkala: Rp 115 ribu/bulan
    Total Besaran Dana: Rp 250 ribu/bulan
    Tambahan SPP untuk SD/MI Swasta 6 bulan: Rp 130 bulan

    2. SMP/MTs

    Jumlah penerima: 147.341 siswa
    Biaya Rutin: Rp 185 ribu/bulan
    Biaya Berkala: Rp 115 ribu/bulan
    Total Besaran Dana: Rp 300 ribu/bulan
    Tambahan SPP untuk SMP/MTs Swasta 6 bulan: Rp 170 ribu/bulan

    3. SMA/MA

    Jumlah penerima: 48.876 siswa
    Biaya Rutin: Rp 235 ribu/bulan
    Biaya Berkala: Rp 185 ribu/bulan
    Total Besaran Dana: Rp 420 ribu/bulan
    Tambahan SPP untuk SD/MI Swasta 6 bulan: Rp 290 ribu/bulan

    4. SMK

    Jumlah penerima: 83.403 siswa
    Biaya Rutin: Rp 235 ribu/bulan
    Biaya Berkala: Rp 215 ribu/bulan
    Total Besaran Dana: Rp 450 ribu/bulan
    Tambahan SPP untuk SD/MI Swasta 6 bulan: Rp 240 ribu/bulan

    5. PKBM

    Jumlah penerima: 1.083 siswa
    Biaya Rutin: 185 ribu/bulan
    Biaya Berkala: Rp 115 ribu/bulan
    Total Besaran Dana: RP 300 ribu/bulan

    Adapun dana bantuan KJP Plus dapat digunakan untuk:

    Buku tulis
    Buku gambar
    Buku pelajaran
    Alat tulis seperti pensil, pulpen, penghapus dan rautan
    Alat gambar seperti macam-macam penggaris, pensil warna, spidol, cat/kertas warna, buku dan atau kertas gambar dan jangka
    Alat dan atau bahan praktik
    Seragam sekolah dan kelengkapannya
    Sepatu dan kaos kaki sekolah
    Tas sekolah
    Pakaian olahraga sekolah
    Buku pelajaran penunjang
    Kudapan bergizi
    Kacamata sebagai alat bantu penglihatan
    Alat bantu pendengaran
    Kalkulator scientific
    USB flashdisk sebagai alat simpan data
    Seragam pramuka dan kelengkapannya
    Pembayaran kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dibiayai oleh Biaya Operasional Pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah
    Komputer/Laptop

    (nir/nir)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pakai Watermark Remover? Perhatikan Dulu Ini!


    Jakarta

    Aplikasi watermark remover banyak digunakan dalam editing foto saat ini. Sebelum menggunakannya, simak dulu hal-hal penting berikut ini!

    Di era digital saat ini, watermark remover atau penghapus watermark menjadi alat yang makin populer dalam dunia editing foto.

    Watermark, yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai tanda air, merupakan logo atau teks yang ditambahkan pada gambar untuk melindungi hak cipta. Ini sering kali menjadi penghalang bagi orang yang ingin menggunakan gambar tersebut untuk keperluan pribadi atau komersial.


    Watermark remover dirancang untuk menghilangkan watermark ini sehingga memberikan akses yang lebih bersih ke gambar asli. Namun, sebelum Anda mulai menggunakan alat ini, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pertimbangkan untuk memastikan hasil yang maksimal dan mematuhi hukum yang berlaku.

    Kepatuhan Hak Cipta

    Salah satu pertimbangan paling penting saat menggunakan watermark remover adalah kepatuhan terhadap hak cipta. Watermark sering kali digunakan untuk melindungi karya cipta dari penggunaan tanpa izin. Menghapus watermark dari gambar tanpa hak atau izin yang sah bisa dianggap sebagai pelanggaran hak cipta. Hal ini dapat menimbulkan masalah hukum serius.

    Sebelum Anda menggunakan alat ini, pastikan Anda memiliki izin yang diperlukan untuk mengedit dan menggunakan gambar tersebut. Jika gambar tersebut bukan milik Anda, pertimbangkan untuk mendapatkan izin dari pemilik hak cipta atau mencari alternatif yang bebas hak cipta. Dengan pertimbangan ini, Anda bisa terhindar dari berbagai konsekuensi di masa depan.

    Kualitas Gambar

    Kualitas gambar setelah penghapusan watermark merupakan faktor krusial yang harus Anda perhatikan. Proses penghapusan watermark dapat memengaruhi kualitas gambar, dan hasil akhir mungkin tidak selalu memuaskan jika alat yang digunakan tidak berkualitas tinggi.

    Beberapa watermark remover hanya menghapus watermark tanpa mempertimbangkan kualitas visual gambar sehingga menghasilkan gambar yang buram atau terdistorsi. Pilihlah alat yang mampu memproses gambar dengan presisi tinggi untuk menjaga kualitas gambar sebanyak mungkin. Dengan memperhatikan hal ini, Anda tetap bisa menghapus watermark yang tidak Anda butuhkan tetapi tetap menjaga kualitas gambar agar tetap baik.

    Backup Gambar Asli

    Selalu buat salinan cadangan dari gambar asli sebelum melakukan pengeditan, terutama jika Anda berencana menggunakan watermark remover. Proses penghapusan watermark dapat memengaruhi struktur gambar secara permanen, dan hasil akhirnya mungkin tidak selalu memuaskan atau sesuai dengan harapan Anda.

    Dengan memiliki salinan cadangan dari gambar asli, Anda dapat dengan mudah kembali ke versi yang belum diedit. Ini akan sangat membantu, terutama jika ternyata hasil pengeditan tidak memenuhi standar atau Anda perlu melakukan pengeditan tambahan.

    Salinan cadangan juga memberikan fleksibilitas jika Anda ingin mencoba berbagai metode penghapusan watermark atau alat yang berbeda. Misalnya, Anda merasa bahwa alat pertama yang digunakan tidak memberikan hasil yang memuaskan. Jadi, Anda bisa mencoba alat atau teknik lain tanpa kehilangan gambar asli yang mungkin lebih berkualitas.

    Tool yang Digunakan

    Berbagai alat watermark remover tersedia di pasaran, dari aplikasi desktop hingga perangkat lunak online. Beberapa alat menawarkan fitur canggih, seperti kemampuan untuk memperbaiki area yang dihapus secara otomatis. Sementara itu, yang lain mungkin memerlukan penyesuaian manual untuk hasil yang lebih baik.

    Pilihlah alat yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan yang memiliki reputasi baik dalam hal keandalan dan efektivitas. Selain itu, pastikan alat tersebut mudah digunakan dan menawarkan dukungan yang memadai jika Anda menemui masalah.

    Keterampilan Pengguna

    Keterampilan pengguna juga mempengaruhi hasil akhir dari penghapusan watermark. Meskipun beberapa alat watermark remover dirancang untuk pengguna awam, keterampilan dalam pengeditan gambar sangat krusial. Pengalaman dalam menggunakan alat ini dan teknik editing yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas hasil akhir.

    Jika Anda tidak berpengalaman, Anda mungkin perlu waktu untuk belajar dan berlatih agar dapat menghasilkan gambar yang bersih dan profesional. Latihan dan kesabaran akan membantu Anda menguasai teknik pengeditan yang diperlukan.

    Hasil Akhir

    Hasil akhir dari penghapusan watermark harus diperiksa dengan cermat. Pastikan bahwa area yang telah dihapus tidak meninggalkan jejak yang terlihat atau cacat yang dapat mengganggu tampilan keseluruhan gambar. Terkadang, area yang dihapus bisa memerlukan retouching tambahan untuk mencapai hasil yang mulus dan natural.

    Evaluasi hasil akhir dengan cermat untuk memastikan bahwa gambar tersebut sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan dan tidak mengurangi estetika keseluruhan. Periksa juga pencahayaan dan warna untuk memastikan konsistensi visual.

    Legalitas dan Etika

    Aspek legalitas dan etika adalah hal yang tidak boleh diabaikan saat menggunakan watermark remover. Secara hukum, menghapus watermark dari gambar tanpa izin bisa dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

    Dari segi etika, Anda harus mempertimbangkan dampak dari penggunaan gambar yang telah dimodifikasi, terutama jika gambar tersebut digunakan untuk keperluan komersial. Selalu hormati hak cipta dan hak pemilik gambar, serta pertimbangkan dampak etis dari pengeditan yang Anda lakukan.

    Gunakan DeWatermark.ai untuk Hasil Terbaik

    Untuk hasil terbaik dalam penghapusan watermark, pertimbangkan menggunakan DeWatermark.ai. DeWatermark.ai adalah alat penghapus watermark berbasis AI yang dirancang untuk memberikan hasil yang optimal dengan mempertahankan kualitas gambar.

    Dengan teknologi canggih yang menganalisis dan menghapus watermark secara akurat, DeWatermark.ai dapat membantu Anda mencapai hasil yang bersih dan profesional. Selain itu, DeWatermark.ai menawarkan antarmuka yang ramah pengguna dan panduan yang memudahkan Anda dalam proses pengeditan. Bagaimana cara menghapus watermark dengan menggunakan DeWatermark.ai? Simak langkah-langkah berikut ini!

    dewatermarkFoto: DeWatermark
    • Pada kolom unggah (upload), unggah atau seret file yang ingin Anda hapus watermark-nya. Saat ini, DeWatermark.ai masih mendukung jenis file JPG dan PNG (akan ada upgrade jenis file nantinya).
    • Setelah foto diunggah, artificial intelligence atau AI yang ada di platform akan mendeteksi watermark yang ada pada foto yang Anda unggah. Secara otomatis, watermark yang terdeteksi oleh algoritma akan dihapus dari foto.
    • Edit lagi secara manual dengan brush yang tersedia. Dalam beberapa kasus, watermark yang dihapus dengan AI tidak bisa hilang dengan sempurna. Anda bisa menggunakan manual brush untuk merapikannya agar hasilnya lebih sempurna
    • Unduh foto yang sudah bebas watermark. Cek sekali lagi foto yang Anda hapus watermark-nya. Jika sudah dirasa sempurna, unduh filenya. Anda bisa memilih versi original atau versi HD sesuai kebutuhan. Mudah sekali bukan?

    Itulah berbagai hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan watermark remover. Dengan memperhatikan semua aspek ini, Anda dapat menggunakan watermark remover dengan lebih efektif dan bertanggung jawab. Ingatlah untuk selalu menghormati hak cipta dan mempertimbangkan kualitas serta legalitas dalam setiap pengeditan yang Anda lakukan!

    Dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat menghasilkan gambar yang bersih dan profesional tanpa mengorbankan etika dan kepatuhan hukum. Untuk hasil penghapusan watermark yang maksimal, jangan lupa gunakan DeWatermark.ai!


    (Content Promotion/DeWatermark)



    Sumber : inet.detik.com

  • Benarkah Ghibah Bisa Menghanguskan Amal Kebaikan?


    Jakarta

    Ghibah atau bergunjing adalah perbuatan yang harus dihindari muslim. Orang yang melakukan ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudaranya sendiri sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Hujurat ayat 12.

    Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

    Mengutip dari buku Ghibah: Sumber Segala Keburukan oleh Shakil Ahmad Khan dan Wasim Ahmad, saat ghibah maka orang yang digunjing tidak hadir dan terlibat dalam perbincangan. Karenanya, mereka tidak dapat membela diri.

    Selain itu, ghibah bisa berujung fitnah apabila hal yang digunjingi ternyata bukan fakta.

    Benarkah Dosa Ghibah Menghanguskan Amal Kebaikan?

    Menurut buku Cermin Muslim susunan Muhammad Irfan Helmy, ghibah dapat menghapus pahala ibadah seseorang. Amal kebaikannya hangus terbakar karena perilaku ghibah.

    Turut dijelaskan dalam kitab Nashaihul ‘Ibad susunan Syekh Nawawi Al Bantani terjemahan Ach Fairuzzabadi, Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menyebut ada empat perangai yang melekat pada manusia yang bisa hilang karena empat perkara lainnya.

    “Ada empat permata (perangai yang melekat) pada diri anak Adam yang dapat dihihilangkan dengan empat perkara lainnya (dari sifat tercela), yakni: akal, agama, haya’ (rasa malu), amal saleh. Kemarahan dapat menghilangkan akal (sehat). Hasud (dengki) dapat menghilangkan agama. Tamak dapat menghilangkan haya’ (rasa malu). Ghibah dapat menghilangkan amal saleh.”

    Menurut buku Ramadhan Bersama Nabi Tafsir dan Hadis Tematik di Bulan Suci karya Rosidin, ghibah merupakan satu hal yang menyebabkan amal kebaikan manusia tak diterima oleh malaikat penyeleksi pada setiap pintu langit. Oleh karenanya, muslim harus menghindari ghibah agar amal kebaikan yang dilakukannya tidak sia-sia.

    Adapun, jika sudah terlanjur menggunjing hendaknya segera bertobat kepada Allah SWT. Lalu, menyebut kebaikan-kebaikan orang yang dighibahkan agar dosa ghibahnya diampuni oleh Sang Khalik.

    Disebutkan dalam buku Jangan Baca Buku Ini Jika Belum Siap Masuk Surga susunan Brilly El Rasheed, Al Hasan Al Bashri pernah ditanya mengenai nasib seseorang di akhirat yang berbuat dosa lalu bertaubat dan beristighfar. Beliau berkata,

    “Dia akan diampuni, akan tetapi dosanya tidak akan terhapus dari catatannya sampai Allah memperlihatkan kepadanya dosa tersebut. Kemudian Allah bertanya kepadanya tentang dosa yang dia lakukan.” Kemudian Al Hasan menangis dengan terisak-isak, lalu berkata, “Jika kita tidak menangis meskipun karena rasa malu tatkala diperlihatkan dosa-dosa kita pada saat itu, maka sudah sepantasnya kita menangisi diri kita.” (Tafsir Ibnu Rajab Al Hanbali)

    Dalil ‘aqlinya, apabila istighfar dan amal-amal penghapus dosa itu menghapus catatan dosa ketika kita masih di dunia, maka buku catatan amal buruk kita di akhirat kelak isinya kosong. Sebaliknya, kalau syirik, hasad, riya’, adu domba, ghibah, celaan dan amalan penghapus pahala lainnya menghapus catatan pahala di dunia, maka buku catatan amal baik di akhirat akan kosong melompong.

    Bilal bin sa’ad berkata dalam Jami’ Al-‘Ulum wa Al Hikam,

    “Sesungguhnya, Allah akan mengampuni semua dosa, akan tetapi tidak akan menghapusnya dari catatan amal hingga dia dihadapkan kepada pemiliknya di hari kiamat sekalipun dia telah bertobat (darinya).”

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com