Tag: penipuan kripto

  • Cara Menghindari Crypto Phisher yang Bisa Curi Uangmu

    Kamu mungkin penasaran tentang bagaimana cara melindungi diri dari crypto phisher yang berbahaya yang bisa mencuri uang tanpa disadari. Dalam dunia kripto yang semakin berkembang pesat, ancaman penipuan semakin meningkat.

    Namun, dengan langkah-langkah yang tepat, kamu dapat menghindari jebakan yang ditetapkan oleh para penipu ini. Penting untuk selalu waspada terhadap penipuan rekayasa sosial di mana penipu berusaha memperoleh informasi pribadi melalui manipulasi psikologis. Mereka dapat menyamar sebagai entitas terpercaya seperti lembaga pemerintah, bisnis ternama, atau anggota komunitas.

    Penipuan dalam dunia aset kripto dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Penipu atau scammer akan melakukan segala cara untuk mencuri aset kripto dari dompet digital Anda. Secara umum, penipuan kripto dapat dibagi menjadi dua kategori yang berbeda.

    Pertama, ada upaya untuk mendapatkan akses ke dompet digital target atau kredensial autentikasi. Artinya, penipu mencoba mendapatkan informasi yang memberi mereka akses ke dompet digital atau informasi pribadi lainnya, seperti kode keamanan. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan dapat mencoba mendapatkan akses ke perangkat keras fisik.

    Kedua, penipu bisa langsung mentransfer kripto ke akun mereka sendiri melalui pemalsuan identitas, penipuan investasi atau peluang bisnis, atau metode jahat lainnya.

    Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari penipuan kripto atau crypto phisher yang dapat mencuri aset kamu:

    1. Waspadai Penipuan Rekayasa Sosial

    Dalam penipuan rekayasa sosial, penipu menggunakan manipulasi dan penipuan psikologis untuk mendapatkan informasi penting yang terkait dengan akun pengguna. Mereka membuat orang percaya bahwa mereka berurusan dengan entitas tepercaya seperti lembaga pemerintah, bisnis terkenal, dukungan teknis, anggota komunitas, rekan kerja, atau teman.

    Penipu akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan calon korban dan mendorong mereka untuk mengungkapkan kunci atau mentransfer uang ke dompet digital penipu. Mereka sering menggunakan situs kencan untuk membuat target yang tidak curiga percaya bahwa mereka sedang menjalin hubungan jangka panjang.

    Ilustrasi security digital account.

    Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensial di Bulan Juli 2023, Raih Peluang Cuan!

    Sebaiknya tetap waspada terhadap permintaan informasi pribadi yang mencurigakan dan jangan mudah percaya pada orang yang baru kamu kenal secara online.

    2. Hati-hati dengan Penipuan Impersonasi dan Giveaway

    Penipu sering berpura-pura menjadi selebritas, pebisnis, atau tokoh influencer dalam dunia kripto. Mereka menjanjikan untuk menggandakan atau mencocokkan jumlah kripto yang dikirimkan kepada mereka melalui penipuan yang disebut “giveaway.”

    Pesan yang dibuat dengan baik dan seringkali terlihat seperti akun media sosial yang sah dapat menimbulkan rasa keaslian dan mendesak. Mereka menciptakan mitos peluang “sekali seumur hidup” yang dapat membuat orang dengan cepat mentransfer dana dengan harapan mendapatkan pengembalian instan. Banyak pemilik kripto juga dihubungi oleh penipu yang mengaku berasal dari dukungan atau keamanan bursa kripto.

    Penting untuk selalu memverifikasi identitas orang yang mengajukan penawaran atau promosi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jangan mengirimkan dana atau informasi pribadi kepada siapa pun yang meminta hal tersebut melalui platform media sosial atau email yang tidak terverifikasi.

    3. Waspada terhadap Penipuan Phishing

    Dalam konteks industri kripto, penipuan phishing menargetkan informasi yang terkait dengan dompet online. Penipu tertarik pada kunci pribadi atau kata sandi dompet crypto, yang diperlukan untuk mengakses kripto.

    Metode yang digunakan penipu serupa dengan penipuan phishing pada umumnya. Mereka mengirimkan email dengan tautan yang mengarahkan pemegang akun ke situs web palsu dan meminta mereka untuk memasukkan kunci pribadi. Setelah penipu mendapatkan informasi ini, mereka dapat mencuri kripto.

    Pastikan kamu selalu memeriksa alamat email pengirim dan pastikan situs web yang Anda kunjungi memiliki protokol keamanan yang kuat (https). Jangan pernah memberikan kunci pribadi atau kata sandi kecuali Anda yakin tentang keaslian situs web tersebut.

    4. Jangan Merespons Penipuan Pemerasan

    Ilustrasi penipuan kripto. Sumber: Binance Academy.
    Ilustrasi penipuan kripto. Sumber: Binance Academy.

    Baca juga: Aset Kripto Kembali Populer Efek Kapitalisasi Pasar yang Meningkat

    Metode rekayasa sosial populer lainnya yang digunakan penipu adalah mengirim email pemerasan. Dalam jenis email ini, penipu mengklaim memiliki bukti kunjungan pengguna ke situs web dewasa atau halaman terlarang lainnya, dan mengancam akan mengungkapkannya kecuali pengguna memberikan kunci pribadi atau mentransfer kripto kepada mereka.

    Kasus-kasus semacam ini merupakan upaya pemerasan kriminal dan harus dilaporkan kepada pihak penegak hukum setempat. Jangan merespons atau memenuhi tuntutan penipu semacam itu.

    5. Hati-hati dengan Penipuan Investasi atau Peluang Bisnis

    Prinsip yang berlaku dalam investasi tetap berlaku, terutama dalam dunia kripto: Jika sesuatu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, maka kemungkinan itu memang tidak benar. Banyak spekulan yang berusaha mencari keuntungan telah jatuh ke dalam situs web menyesatkan yang menawarkan jaminan pengembalian atau pengaturan investasi dengan imbalan besar.

    Sayangnya, jaminan palsu ini sering kali berakhir dengan kerugian keuangan ketika individu mencoba menarik uang mereka dan menemui kendala. Selalu lakukan riset yang cermat sebelum berinvestasi dan pastikan untuk bekerja dengan platform terpercaya yang memiliki reputasi baik.

    Dalam menghadapi ancaman penipuan crypto, penting untuk tetap waspada, memverifikasi informasi, dan menjaga keamanan dompet digital Anda. Selalu periksa keaslian penawaran dan jangan memberikan informasi pribadi atau mentransfer dana kecuali Anda yakin sepenuhnya.

    Dan pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Penipuan Kripto yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

    Di era saat ini, kasus penipuan kripto sangat marak terjadi. Kripto telah menjadi aset yang sangat berharga bagi para penjahat. Keunggulan kripto dalam hal likuiditas, portabilitas, dan ketidakmungkinan untuk dikembalikan setelah transaksi membuatnya menjadi target empuk bagi penipuan.

    Seiring dengan itu, gelombang penipuan, baik yang menggunakan metode konvensional maupun yang spesifik untuk aset kripto, semakin melanda dunia digital.

    Mengenali tanda-tanda penipuan kripto yang umum juga sangat penting. Berhati-hatilah terhadap tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, seperti janji keuntungan besar dengan risiko rendah.

    Penipuan sering kali menggunakan janji-janji seperti itu untuk menarik minat para calon korban. Selalu lakukan analisis yang objektif dan realistis terhadap segala bentuk investasi kripto.

    Jika Anda merasa ragu atau tidak yakin tentang suatu transaksi atau penawaran, jangan ragu untuk meminta saran dari ahli kripto yang terpercaya. Mereka dapat memberikan wawasan dan panduan yang berharga dalam menghindari penipuan.

    Selain itu, bergabunglah dengan komunitas kripto yang dapat saling memberikan informasi dan berbagi pengalaman terkait penipuan yang telah mereka hadapi.

    Dalam artikel ini, kami akan mengulas secara mendalam tentang lima penipuan kripto yang sering terjadi. Dengan memahami cara-cara penipuan ini bekerja dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat melindungi diri dan aset kripto Anda dari ancaman penjahat digital.

    1. Penipuan Giveaway Sosial Media

    Sungguh menakjubkan, belakangan ini, kita melihat banyak orang yang sangat dermawan di platform seperti Twitter dan Facebook. Jika Anda melihat kolom komentar di tweet-tweet terkenal, pasti akan ada perusahaan kripto atau influencer favorit Anda yang sedang mengadakan giveaway.

    Mereka menjanjikan pengembalian yang fantastis, cukup dengan mengirimkan 1BNB/BTC/ETH kepada mereka, akan menerima kembali dengan jumlah 10 kali lipat! Meski terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, sebenarnya itu hanya kebohongan belaka.

    Aturan praktis yang baik untuk diingat adalah jika sesuatu terdengar terlalu bagus, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

    Penipuan semacam ini jarang terjadi dalam bentuk program giveaway yang sah di media sosial. Oleh karena itu, Anda harus selalu berhati-hati terhadap pesan-pesan semacam itu.

    Pesan menggiurkan ini sering kali berasal dari akun yang terlihat seperti orang yang Anda kenal dan cintai, tetapi sebenarnya itu hanya trik. Balasan-balasan yang mengucapkan terima kasih kepada akun tersebut juga bisa jadi akun palsu atau bot yang digunakan dalam penipuan giveaway.

    Oleh karena itu, sebaiknya abaikan pesan-pesan tersebut. Jika Anda merasa yakin itu adalah penawaran yang sah, teliti profilnya dengan lebih saksama. Anda akan dengan cepat menemukan perbedaannya dan menyadari bahwa akun Twitter atau profil Facebook tersebut adalah palsu.

    Selain itu, bahkan jika Tokocrypto atau entitas lain memang mengadakan program giveaway yang sah, mereka tidak akan pernah meminta Anda untuk mengirimkan dana terlebih dahulu.

    2. Skema Piramida dan Ponzi

    Meskipun skema piramida dan Ponzi memiliki perbedaan, keduanya dapat digolongkan dalam kategori yang sama karena memiliki kesamaan. Dalam kedua jenis penipuan ini, peserta dijanjikan pengembalian modal yang luar biasa dengan mengajak anggota baru bergabung.

    Skema Ponzi

    Dalam skema Ponzi, Anda mungkin mendengar tentang peluang investasi dengan jaminan keuntungan yang tinggi (tanda pertama yang patut dicurigai!). Biasanya, skema ini dijual sebagai layanan manajemen portofolio.

    Namun, sebenarnya tidak ada formula ajaib yang bekerja di sini. “Keuntungan” yang diterima hanya berasal dari uang yang diinvestasikan oleh investor baru.

    Penyelenggara skema ini mengambil uang dari investor dan menambahkannya ke dalam dana kolektif. Satu-satunya sumber dana baru dalam skema ini berasal dari investor baru. Investor yang lebih lama dibayar menggunakan uang dari investor yang lebih baru, dan siklus ini berlanjut saat ada investor baru yang bergabung.

    Skema ini terungkap ketika tidak ada lagi dana yang masuk ke dalam skema tersebut. Pada titik itu, pembayaran kepada investor yang lebih lama tidak dapat dilanjutkan, dan skema ini pun runtuh.

    Sebagai contoh, ada layanan yang menjanjikan keuntungan sebesar 10% dalam sebulan. Anda berinvestasi sebesar US$ 100. Kemudian, penyelenggara mengajak dua orang “klien” lainnya untuk berinvestasi masing-masing US$ 100. Dengan menggunakan uang baru ini, Anda dibayar US$ 110 pada akhir bulan. Penyelenggara harus terus mengajak klien baru untuk membayar klien yang lebih lama. Siklus ini berlanjut sampai akhirnya skema ini kolaps.

    Skema piramida

    Dalam skema piramida, para pesertanya harus bekerja lebih keras. Pada puncak piramida terdapat penyelenggara, yang merekrut sejumlah orang untuk bekerja di level di bawahnya. Setiap orang yang direkrut harus merekrut orang lain pula.

    Dengan demikian, terbentuklah struktur yang berkembang secara eksponensial dan bercabang-cabang, karena level baru terus ditambahkan (itulah sebabnya disebut piramida).

    Ilustrasi penipuan kripto skema piramida. Sumber: Binance Academy.
    Ilustrasi penipuan kripto skema piramida. Sumber: Binance Academy.

    Pada dasarnya, ini adalah struktur bisnis yang besar (dan legal). Tetapi dalam skema piramida, peserta dijanjikan pendapatan dari merekrut anggota baru.

    Sebagai contoh, penyelenggara memberikan hak kepada Alice dan Bob untuk merekrut anggota baru dengan biaya masing-masing US$ 100, dan mereka akan mendapatkan potongan 50% dari pendapatan anggota baru tersebut.

    Alice dan Bob dapat menawarkan kesepakatan yang sama kepada anggota baru yang mereka rekrut (setidaknya dua anggota baru diperlukan untuk mengembalikan investasi awal mereka).

    Misalnya, jika Alice berhasil menjual keanggotaan kepada Carol dan Dan (masing-masing seharga US$ 100), ia hanya akan mendapatkan US$ 100 karena setengah dari pendapatannya harus diberikan ke level di atasnya.

    Jika Carol melanjutkan dengan merekrut anggota baru, maka uang akan mengalir ke atas – Alice akan mendapatkan setengah dari pendapatan Carol, dan penyelenggara akan mendapatkan setengah dari setengah pendapatan Alice.

    Seiring dengan pertumbuhan skema piramida, anggota yang lebih lama akan mendapatkan pendapatan yang meningkat seiring dengan aliran uang dari tingkat bawah ke atas. Namun, karena pertumbuhannya yang eksponensial, model ini tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

    Tidak jarang, peserta juga harus membayar hak untuk menjual produk atau layanan. Mungkin Anda pernah mendengar tentang perusahaan pemasaran multi-level tertentu yang dituduh menjalankan skema piramida dengan cara ini.

    Dalam konteks blockchain dan aset kripto, proyek-proyek kontroversial seperti OneCoin, Bitconnect, dan PlusToken telah mendapatkan kecaman dan tindakan hukum karena diduga menjalankan skema piramida.

    3. Aplikasi Seluler Palsu

    Tidak mudah untuk mengabaikan tanda-tanda peringatan saat menghadapi aplikasi palsu jika Anda tidak berhati-hati. Penipuan semacam ini umumnya mengarahkan pengguna untuk mengunduh aplikasi berbahaya yang sering kali meniru aplikasi yang sudah populer.

    Setelah aplikasi berbahaya terinstal, mungkin tidak ada yang tampak mencurigakan dan semuanya berfungsi seperti biasa. Namun, aplikasi tersebut sebenarnya dirancang khusus untuk mencuri kripto Anda. Di dunia kripto, banyak kasus di mana pengguna mengunduh aplikasi mencurigakan yang mengklaim sebagai perusahaan kripto terkenal.

    Dalam skenario semacam ini, ketika pengguna diberi alamat untuk mengirimkan aset ke dompet atau menerima pembayaran, mereka sebenarnya mengirimkan dana ke alamat yang dikendalikan oleh penipu. Tentu saja, setelah dana dikirim, tidak ada cara untuk membatalkannya.

    Salah satu alasan mengapa penipuan semacam ini berhasil adalah karena posisi peringkat aplikasi tersebut.

    Meskipun aplikasi tersebut berbahaya, beberapa di antaranya bahkan dapat menduduki peringkat tinggi di Apple Store atau Google Play Store, memberikan kesan bahwa aplikasi tersebut sah dan aman.

    Untuk menghindari hal ini, pastikan Anda hanya mengunduh aplikasi dari situs web resmi atau tautan yang diberikan oleh sumber yang tepercaya. Periksa juga kredensial penerbit saat menggunakan Apple Store atau Google Play Store.

    4. Phishing

    Bahkan bagi pemula dalam dunia kripto, praktik phishing sudah tidak asing lagi. Penipuan ini umumnya melibatkan peniruan seseorang atau perusahaan dengan tujuan mencuri data pribadi korban.

    Praktik ini bisa terjadi melalui berbagai media, seperti telepon, email, situs web palsu, atau aplikasi pesan. Penipuan melalui aplikasi pesan khususnya umum terjadi dalam lingkungan kripto.

    Tidak ada prosedur atau peraturan khusus yang diikuti oleh penipu saat mencoba mendapatkan informasi pribadi. Anda mungkin menerima email yang memberi tahu tentang masalah di akun bursa Anda, dan diminta untuk mengikuti tautan untuk memperbaiki masalah tersebut.

    Tautan tersebut kemudian akan mengarahkan Anda ke situs web palsu yang serupa dengan aslinya, yang meminta Anda untuk login. Melalui cara ini, penipu dapat mencuri kredensial Anda dan bahkan aset kripto.

    Ilustrasi penipuan kripto.
    Ilustrasi penipuan kripto.

    Salah satu penipuan umum melalui Telegram adalah ketika penipu menyusup ke grup resmi dompet atau bursa kripto.

    Ketika pengguna melaporkan masalah mereka di grup tersebut, penipu akan menghubungi mereka secara pribadi, menyamar sebagai tim dukungan pelanggan atau anggota tim. Dari sana, mereka akan meminta pengguna untuk membagikan informasi pribadi dan frase sandi.

    Jika seseorang mengetahui frase sandi Anda, mereka akan dapat mengakses dana yang disimpan. Frase sandi tersebut tidak boleh diberikan kepada siapa pun, bahkan kepada perusahaan yang sah.

    Memperbaiki masalah pada dompet Anda tidak memerlukan frase sandi, jadi jika ada yang memintanya, kemungkinan besar itu adalah pihak jahat.

    Hal yang sama berlaku untuk akun bursa, di mana Tokocrypto atau layanan lain tidak akan pernah meminta kata sandi Anda.

    Langkah yang bijaksana jika Anda menerima pesan yang tidak diminta adalah mengabaikannya dan menghubungi perusahaan langsung melalui kontak resmi yang tercantum di situs web mereka.

    Berikut beberapa tips keamanan lainnya:

    • Periksa URL situs web yang Anda kunjungi. Penipu sering mendaftarkan domain yang sangat mirip dengan perusahaan asli (misalnya, Binnance.com).
    • Tandai atau bookmark domain yang sering Anda kunjungi. Mesin pencari mungkin menampilkan situs web palsu.
    • Jika Anda meragukan pesan yang diterima, abaikan dan hubungi perusahaan atau individu yang sah melalui saluran resmi.
    • Tidak ada yang berhak mengetahui private key atau frase sandi Anda.

    5. Vested Interest (Kepentingan Terselubung)

    Akronim DYOR (Do Your Own Research) sering disebutkan di dunia kripto dengan tujuan yang baik. Ketika berbicara tentang investasi, sebaiknya Anda tidak sepenuhnya mengandalkan kata orang lain mengenai aset kripto atau token mana yang harus dibeli. Anda tidak pernah tahu motif sebenarnya di balik saran mereka.

    Mereka mungkin dibayar untuk mempromosikan ICO tertentu atau memiliki investasi besar di dalamnya. Hal ini berlaku baik untuk orang asing, influencer, maupun tokoh terkenal. Tidak ada jaminan bahwa setiap proyek akan berhasil. Bahkan, banyak yang akan gagal.

    Dalam mengevaluasi suatu proyek secara objektif, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor. Setiap orang memiliki pendekatan berbeda dalam melakukan riset terhadap investasi yang prospektif. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang penting:

    1. Bagaimana distribusi koin/token dilakukan?
    2. Apakah sebagian besar pasokan dikonsentrasikan di tangan beberapa entitas?
    3. Apa nilai jual unik dari proyek ini?
    4. Apakah ada proyek lain yang melakukan hal yang sama, dan mengapa proyek ini lebih unggul?
    5. Siapa yang mengerjakan proyek ini? Apakah tim pengembang memiliki rekam jejak yang baik?
    6. Bagaimana kondisi komunitas proyek ini? Apa yang sedang dibangun oleh tim saat ini?
    7. Apakah koin/token ini benar-benar memiliki kebutuhan dan kasus penggunaan yang jelas?

    Kesimpulan

    Pihak jahat tidak akan pernah kehabisan cara untuk menipu dana dari pengguna kripto yang kurang curiga. Untuk menghindari penipuan yang umum terjadi, Anda perlu tetap waspada dan menyadari skema yang digunakan oleh pihak-pihak jahat tersebut. Selalu periksa apakah

    Anda menggunakan situs web atau aplikasi resmi, dan ingatlah: Jika investasi terdengar terlalu menggiurkan untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Apa itu Cryptocurrency? Macam-macam Kripto dan Cara Berinvestasi.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penipuan Crypto yang Sering Terjadi dan Cara Melindungi Data

    Melakukan investasi memang harus sangat berhati-hati, karena selain adanya volatilitas harga, ancaman dari sisi keamanan pun harus diperhatikan.

    Banyak modus penipuan yang sering terjadi di dunia kripto, pada artikel ini akan membahas modus penipuan yang sering terjadi dan bagaimana cara melindungi informasi dan data kamu agar tetap aman.

    Modus Penipuan Kripto yang Sering Terjadi

    Berinvestasi dalam aset digital menawarkan banyak peluang, tetapi juga datang dengan tantangan dan risiko tertentu. 

    Seiring dengan meningkatnya popularitas kripto dan aset digital lainnya, banyak investor yang mulai terjun ke pasar kripto tanpa sepenuhnya memahami ancaman yang bisa datang.

    Berikut beberapa ancaman yang sering terjadi saat berinvestasi dalam aset digital:

    1. Phishing

    Phising biasanya dilakukan dengan dengan cara yang sangat halus dan meyakinkan, dengan tujuan untuk mencuri informasi pribadi atau kredensial akses. Para pencuri data ini biasanya membuat airdrop palsu, email palsu, hingga platform kripto palsu, dengan tujuan pengguna memberikan akses dompet.

    1. Malware Scams

    Ini merupakan jenis penipuan yang menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk mencuri akses ke dompet kripto atau kunci pribadi milik korban. Penipu biasanya menyisipkan malware dalam file yang tampak normal, seperti aplikasi, plugin, atau dokumen PDF. 

    1. Giveaway Scams

    Penipuan kripto yang memanfaatkan identitas tokoh terkenal untuk menipu korban. Penipu biasanya berpura-pura menjadi selebriti atau figur penting di dunia kripto dan menawarkan hadiah sejumlah kripto. Modusnya berupa unggahan di media sosial yang mengklaim, bahwa tokoh tertentu, seperti Elon Musk sedang membagikan Bitcoin. Korban akan diminta mengirim sejumlah kripto dengan janji akan mendapatkannya kembali dalam jumlah yang lebih besar.

    1. Rug Pull

    Penipuan ini terjadi saat pengembang membuat proyek kripto baru yang menarik para investor baru, namun saat investor baru masuk, para pengembang menarik dana mereka dan membuat nilai dari aset tersebut jatuh.

    1. Peniruan Identitas

    Penipu biasanya berpura-pura menjadi individu atau entitas terpercaya, seperti layanan dukungan pelanggan dari bursa kripto. Mereka kemudian menipu korban untuk memberikan informasi pribadi sensitif atau mentransfer dana. Kamu pasti sering menemukan ini saat melakukan komplain dan menyebutkan nama platform di sosial media, terutama X (Twitter).

    Cara Melindungi Data dan Informasi Saat Investasi Kripto

    Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari ancaman penipuan dan peretarasan yang sering terjadi seperti di atas.

    1. Gunakan Platform Kripto yang Aman

    Menggunakan platform kripto yang terbukti aman dan tersertifikasi, sangat penting untuk melindungi aset kripto kamu.

    Pastikan platform yang kamu pilih memiliki fitur keamanan yang kuat, seperti autentikasi dua faktor (2FA), enkripsi data, dan audit keamanan reguler. Selain itu, pilih platform yang memiliki reputasi baik dan transparan dalam operasionalnya seperti adanya Proof of Reserve (POR).

    Salah satunya, kamu bisa menggunakan platform kripto terpercaya Tokocrypto yang sudah dilengkapi dengan keamanan berlapis seperti Autentikasi Dua Faktor (2FA), Kode Anti-Phishing, Keamanan Biometrik, hingga Fitur Proof of Reserve (PoR) yang memungkinkan kamu untuk melihat, dan memverifikasi secara langsung bahwa aset cadangan yang dimiliki oleh suatu platform kripto cukup untuk mendukung semua dana pengguna dan kegiatan investasi yang dilakukan di dalamnya.

    1. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

    Tambahkan lapisan keamanan ekstra dengan mengaktifkan 2FA pada akun exchange dan dompet kripto untuk melindungi akses dari pihak tidak berwenang.

    1. Waspada Terhadap Phishing

    Hindari mengklik tautan mencurigakan di email, media sosial, atau pesan instan, dan selalu verifikasi situs web sebelum memasukkan informasi pribadi. Hindari memberikan Seed Phrase dompet digital kamu, kepada orang lain.

    1. Jaga Kerahasiaan Seed Phrase

    Usahakan jangan simpan private key secara digital di perangkat yang terhubung ke internet karena dapat meningkatkan risiko kebocoran data. Menulis dan menyimpan seed phrase di secara fisik di tempat yang aman bisa jadi pilihan, atau kamu bisa memindahkan aset ke hot wallet untuk menghindari risiko hacking.

    1. Perbarui Platform Secara Berkala

    Selalu perbarui perangkat lunak dompet, platform exchange, dan perangkat yang digunakan untuk menghindari kerentanan keamanan.

    Selain itu dengan memperbarui platform yang kamu gunakan secara berkala, bisa memberikan kamu akses fitur terbaru dan keamanan yang lebih kuat.

    1. Selalu Bersikap Skeptis

    Penipu sering menyamar sebagai tokoh terkenal, agen platform kripto, atau penyelenggara giveaway untuk mencuri data dan aset digital. Jangan mudah percaya dengan klaim atau tawaran yang terdengar terlalu baik untuk jadi kenyataan. 

    Selalu periksa keaslian informasi, verifikasi identitas pengirim, dan pastikan sumber tersebut resmi sebelum bertindak. Sikap skeptis adalah tameng penting untuk menjaga keamanan data dan melindungi diri dari ancaman penipuan.

    Kesimpulan

    Investasi kripto menawarkan banyak peluang, namun ancaman keamanan seperti phishing, malware, dan penipuan identitas tetap perlu diwaspadai. 

    Dengan langkah pencegahan seperti menggunakan platform terpercaya seperti Tokocrypto, mengaktifkan 2FA, dan menjaga kerahasiaan data, kamu bisa meminimalisir risiko.

    Tetap skeptis dan teliti sebelum mengambil keputusan. Dengan kewaspadaan yang baik, kamu bisa menjelajahi dunia kripto dengan lebih aman dan penuh percaya diri.


    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.

    Referensi:

    Sanfor, Techopedia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Modus Penipuan NFT dan Tips Menghindarinya

    Animo masyarakat terhadap NFT sudah tak terbendung lagi, terbukti dengan NFT yang dianggap telah menghasilkan penjualan dengan nominal lebih dari 4 miliar USD pada awal tahun 2022 melansir Rolling Stone. Meski begitu, transaksi NFT pada kenyataannya masih berada di kondisi yang belum stabil karena masing-masing NFT belum memiliki nilai yang jelas. Akhirnya, modus penipuan NFT pun merajalela.

    Hal yang sama juga menimpa para pegiat NFT di Indonesia, yang mana peningkatan tren sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2021, tetapi di awal tahun 2022 trennya kembali melonjak berkat fenomena “Ghozali Everyday”. Di sisi lain, nyatanya hal ini juga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mendorong banyak terjadinya modus penipuan NFT atau scam. 

    Lalu, apa saja, sih, modus penipuan yang sering terjadi di dunia NFT dan bagaimana cara menghindarinya? Baca terus artikel ini untuk tahu lebih lengkapnya, ya!

    3 Modus Penipuan yang Umum Terjadi di Dunia NFT

    1. Identitas dan website palsu 

    Salah satu modus penipuan NFT yang umum terjadi adalah identitas dan website palsu. Cara kerjanya adalah para oknum impersonate atau berpura-pura menjadi aktor besar yang terkenal di dunia NFT. Misalnya, ada individu yang membuat akun mengatasnamakan MetaMask, wallet yang populer di kalangan pegiat NFT, untuk menipu dan memancing pengguna agar memberikan private key mereka.Selain itu, tidak sedikit pula dari mereka yang berlindung di balik akun yang berpura-pura sebagai influencer NFT sembari memberikan tawaran palsu pada pengguna. Alhasil, tidak jarang pengguna khususnya pemula yang terkena perangkap dan kehilangan asetnya dalam jumlah besar.

    2. Skema rug pull & pump and dump

    skema penipuan rug and pull

    Modus penipuan selanjutnya adalah skema rug pull & pump and dump, di mana seringkali menciptakan banyak korban dengan mengalami kerugian besar-besaran. Skema ini mengacu pada situasi di mana suatu proyek NFT mengalami kenaikan harga besar-besaran dalam waktu yang singkat. 

    Usut punya usut, ternyata kenaikan tersebut disebabkan oleh sekelompok orang yang dengan sengaja membelinya untuk mendorong penjualan. 

    Sesaat sudah banyak orang yang ikut membeli dan harganya mencapai puncak, para pihak di belakangnya termasuk sejumlah orang yang sengaja membelinya di awal mencairkan pendapatannya lalu pergi begitu saja, membuat proyek NFT tersebut tidak lagi bernilai.

    Baca juga: Ketahui Teknik Pump and Dump Crypto dan Cara Menghindarinya

    3. Karya seni yang tidak original

    Scam yang terakhir terjadi pada NFT art, di mana tidak sedikit koleksi NFT yang tersedia di marketplace ternyata merupakan hasil ‘curian’ dari seniman aslinya. Bagaimana bisa? Hal ini terjadi saat banyak oknum yang dengan sengaja minting atau upload karya seni kreator tersebut ke marketplace

    Selain itu, tidak sedikit pula oknum yang mengambil sebagian suatu karya seni untuk kemudian digabungkan menjadi satu karya seni yang baru. Sekilas, karya seni tersebut memang baru. Padahal, hal tersebut bisa digolongkan plagiarisme karena mengambil karya seni yang sudah ada tanpa izin dari kreator aslinya. Jadi, Anda harus selalu berhati-hati dan pintar memilih NFT sebelum membelinya, ya!

    Baca juga: Mari Cari Tau tentang Hak Cipta Karya Seni di Indonesia

    5 Tips agar Terhindar dari Modus Penipuan NFT bagi Pemula

    illustrasi nft

    Melihat banyaknya modus penipuan atau scam NFT yang bertebaran di dunia maya, tidak bisa dipastikan kapan scam tersebut akan sepenuhnya menghilang. Akan tetapi, sebagai pengguna Anda bisa, kok, menghindarinya, terutama bagi pengguna yang baru terjun ke dunia NFT alias pemula. 

    Bagaimana caranya? Berikut ini 5 tips dalam menghindari scam NFT!

    1. Gunakan platform resmi dan ternama

    Kini, platform NFT seperti marketplace dan wallet sudah sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pengguna. Namun, penting bagi Anda untuk selalu memilih platform yang resmi dan ternama. 

    Kok, gitu

    Sebab, Anda dapat lebih mudah melacak histori dan track record-nya. Selain itu, umumnya platform ternama sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni sehingga terjamin lebih aman untuk bertransaksi.

    2. Selalu simpan private keys untuk sendiri

    Tips selanjutnya sangat berguna dalam menghindari modus penipuan NFT yang berlindung di balik identitas palsu. Pastikan Anda selalu melindungi private key yang Anda miliki dan tidak mengirimkannya pada siapapun. 

    Hal ini dikarenakan oknum dapat langsung mengakses wallet yang Anda miliki. Dari sejumlah aset kripto hingga koleksi NFT yang Anda miliki bisa lenyap seketika sesaat oknum tersebut mendapatkan private key

    3. Perhatikan sumber link dan tidak asal klik

    Dalam menghindari scam NFT, tips lainnya adalah untuk selalu memperhatikan sumber link yang Anda terima dan tidak asal klik. Dalam perjalanan Anda di dunia NFT, sangat mungkin bagi Anda untuk menerima kiriman pesan berisi link dari orang asing. 

    Sebelum klik, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu asal muasal link tersebut. Apabila terlihat mencurigakan, alangkah baiknya untuk langsung mengabaikan pesan tersebut.

    4. Lakukan verifikasi terhadap proyek NFT

    Masih berhubungan dengan tips sebelumnya, Anda juga harus selalu melakukan verifikasi terhadap suatu proyek NFT yang Anda temui. Misalnya, Anda melihat ada proyek NFT baru yang terlihat menjanjikan karena banyak orang yang membelinya. 

    Di situasi tersebut, Anda disarankan untuk tidak langsung ikut membeli, melainkan untuk melakukan riset yang mendalam mengenai proyek tersebut lebih dulu. Seperti siapa pihak di belakangnya, tujuan proyek tersebut, dan hal penting lainnya.

    5. Tetap berhati-hati

    Tips terakhir yang harus selalu Anda lakukan adalah tetap berhati-hati dan terus mempertanyakan tiap kali Anda menemui hal baru dalam dunia NFT. Dengan berhati-hati dalam bertindak, semakin besar kemungkinan Anda terhindar dari modus penipuan NFT. Jadi, pastikan selalu waspada dan jangan mudah ikut-ikutan alias FOMO, ya!

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    Tidak bisa dipungkiri, modus penipuan NFT sedang marak seiring adopsinya yang kian meningkat. Namun, Anda sebagai pemula bisa kok menghindarinya selama selalu mengikuti tips yang telah disebutkan di atas. Selain itu, penting juga untuk gabung ke komunitas NFT agar Anda bisa mengetahui informasi terkini mengenai dunia NFT, termasuk kabar penipuan yang sepertinya masih akan terus bergulir.

    Maka dari itu, segera gabung dengan komunitas NFT Tokocrypto di Discord dan Telegram serta daftarkan diri Anda di marketplace NFT TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: Kejahatan Kripto Turun Drastis pada Tahun 2023

    Kejahatan terkait kripto turun pada tahun 2023 karena sebagian besar aset digital tetap sideways dan sebagian besar berada di wilayah pasar bearish. Penipuan dan dana curian menurun, tetapi ada peningkatan ransomware, menurut laporan Chainalysis.

    Laporan Tren Kejahatan Kripto 2024 dari perusahaan analisis blockchain Chainalysis memperkirakan bahwa nilai total yang diterima oleh alamat mata uang kripto ilegal turun menjadi $24,2 miliar pada tahun 2023. Selain itu, nilai tersebut hanya mewakili 0,34% dari seluruh volume transaksi mata uang kripto selama setahun terakhir.

    Temuan utama dari laporan Chainalysis:

    • Pendapatan penipuan kripto turun 29,2% pada tahun 2023 karena para penipu mengubah taktik mereka ke arah “penipuan romantis” yang lebih personal.
    • Dana yang dicuri melalui peretasan kripto turun 54,3%, sebagian besar disebabkan oleh lebih sedikit keberhasilan peretasan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).
    • Pendapatan Ransomware meningkat pada tahun 2023 setelah menurun pada tahun sebelumnya.
    • Pendapatan pasar Darknet juga pulih mendekati level puncak tahun 2021 setelah penutupan Hydra pada tahun 2022, yang pernah menjadi pasar darknet terbesar.
    • Transaksi dengan entitas yang terkena sanksi menyumbang 61,5% dari semua volume kripto ilegal pada tahun 2023.
    Total kripto senilai lebih dari $24 miliar diterima melalui alamat terlarang pada tahun 2023. Sumber: Chainalysis.
    Total kripto senilai lebih dari $24 miliar diterima melalui alamat terlarang pada tahun 2023. Sumber: Chainalysis.

    Baca juga: Harga Bitcoin Akan Capai Level Ini Sebelum Memulai Reli Baru

    Laporan tersebut mencatat bahwa angka volume transaksi gelap merupakan perkiraan batas bawah berdasarkan alamat gelap yang diketahui. Lebih banyak alamat sering kali diidentifikasi seiring berjalannya waktu.

    Misalnya, laporan tahun 2023 memperkirakan volume transaksi kripto ilegal senilai $39,6 miliar terjadi pada tahun 2022 karena mengidentifikasi alamat terlarang tambahan sejak laporan tahun lalu.

    Tren Kejahatan Kripto

    Data Chainalysis menunjukkan penurunan keseluruhan kejahatan berbasis cryptocurrency. Namun, laporan tersebut menunjukkan adanya pergeseran berkelanjutan dalam mata uang pilihan dan taktik yang digunakan oleh penjahat dunia maya dan penipu yang memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari penegak hukum dan industri kripto.

    Tren kejahatan kripto berkembang untuk menghindari deteksi melalui penipuan percintaan yang dipersonalisasi dan penggunaan yurisdiksi yang diberi sanksi untuk menyembunyikan aktivitas terlarang dalam transaksi yang sah. Selain itu, ancaman ransomware masih tetap kuat.

    Oleh karena itu, laporan tersebut mendesak investasi berkelanjutan dalam kemampuan analitik blockchain yang sedang berkembang untuk mengungkap aktivitas kriptografi terlarang di berbagai mata uang kripto dan jenis transaksi.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gen Z Jepang Ternyata Paling Takut Crypto, Ini Alasannya

    Generasi Z di Jepang menjadi kelompok paling waspada terhadap risiko penipuan kripto dibandingkan generasi lainnya. Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam cara tiap generasi memandang aset digital.

    Gen Z Fokus pada Ancaman Penipuan di Media Sosial

    Dikutip BeInCrypto, survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Clabo pada Februari 2026 terhadap 1.486 responden menunjukkan bahwa Gen Z paling khawatir terhadap penipuan kripto, terutama yang berasal dari media sosial.

    Berbeda dengan generasi yang lebih tua, Gen Z lebih sering terpapar promosi palsu, giveaway fiktif, hingga skema penipuan yang tersebar di platform digital yang mereka gunakan sehari-hari.

    Generasi Tua Justru Bingung Cara Kerja Kripto

    Secara keseluruhan, alasan utama responden menganggap kripto mencurigakan adalah karena tidak memahami cara kerjanya (23,3%). Disusul oleh volatilitas harga (21,1%) dan risiko penipuan (19,2%).

    Namun, kelompok generasi yang lebih tua, termasuk generasi “bubble economy” Jepang, lebih mengkhawatirkan kompleksitas teknologi blockchain dibanding risiko penipuan.

    Baca juga: Jepang Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pelaku Kripto Ilegal

    Minat Investasi Masih Rendah

    Survei juga menunjukkan bahwa adopsi kripto di Jepang masih tergolong rendah. Sebanyak 50% responden mengaku belum pernah berinvestasi di kripto.

    Hanya 33,7% yang saat ini memiliki aset digital, sementara 15,7% lainnya pernah berinvestasi namun sudah keluar dari pasar.

    Menariknya, kelompok milenial tercatat sebagai generasi dengan tingkat investasi kripto tertinggi sekaligus paling aktif dalam mencari informasi.

    YouTube Jadi Sumber Utama Keputusan Investasi

    Dalam hal sumber informasi, situs berita masih menjadi rujukan utama (38,4%), diikuti media sosial (36,7%) dan YouTube (31,6%).

    Namun, untuk pengambilan keputusan investasi, YouTube justru menempati posisi pertama dengan 27%, mengungguli platform lainnya. Hal ini menunjukkan peran besar konten video dalam memengaruhi keputusan investor ritel.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perbedaan persepsi antar generasi ini mencerminkan tantangan utama dalam adopsi kripto. “Gen Z cenderung lebih digital-native sehingga lebih cepat mengenali pola penipuan, sementara generasi yang lebih tua masih menghadapi hambatan dari sisi pemahaman teknologi,” jelas tim.

    Mereka juga menambahkan bahwa rendahnya tingkat partisipasi menunjukkan adanya gap literasi yang signifikan. “Edukasi yang lebih sederhana dan relevan dengan masing-masing generasi menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan dan adopsi kripto di pasar seperti Jepang,” tambahnya.

    Hasil survei ini menunjukkan bahwa tantangan industri kripto tidak hanya soal volatilitas, tetapi juga soal kepercayaan dan literasi. Tanpa pendekatan edukasi yang tepat, adopsi kripto berpotensi berjalan lebih lambat di berbagai kelompok masyarakat.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Viral! Penipuan Kripto Manfaatkan Isu Perang

    Seorang investigator blockchain, ZachXBT, mengungkap adanya akun palsu di platform X (Twitter) yang diduga digunakan untuk memancing perhatian publik dan mengarah pada skema penipuan kripto. Akun bernama “Rashid bin Saeed” tersebut diketahui menyebarkan informasi sensasional terkait konflik geopolitik untuk membangun basis pengikut.

    Kasus ini muncul di tengah kondisi pasar kripto yang sedang diliputi sentimen ketakutan ekstrem, yang dinilai membuat investor lebih rentan terhadap manipulasi.

    Akun Viral Diduga Digunakan untuk Skema Scam

    Dilaporkan BeInCrypto, akun tersebut sempat menjadi viral setelah memposting klaim bahwa Iran telah merilis daftar target infrastruktur sipil yang akan diserang jika Amerika Serikat menyerang fasilitas energi mereka. Postingan tersebut mencantumkan 12 lokasi di enam negara, termasuk fasilitas nuklir dan pembangkit listrik.

    Meski klaim tersebut tidak terbukti, akun ini berhasil mengumpulkan lebih dari 353.000 pengikut. Investigasi menunjukkan bahwa akun tersebut baru diverifikasi pada Februari 2026 dan telah beberapa kali mengganti nama sejak 2025.

    ZachXBT menyebut akun ini sebagai bagian dari pola yang sering digunakan dalam skema pump-and-dump, di mana pelaku membangun audiens melalui konten viral sebelum mempromosikan token dengan likuiditas rendah.

    Baca juga: Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

    Terhubung dengan Promosi Meme Coin

    Indikasi keterkaitan dengan aktivitas kripto terlihat dari akun Telegram yang diduga terkait, yang mempromosikan meme coin bernama Chibification (CHIBI). Token tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang relatif kecil, sekitar 3,9 juta dolar AS, dan mengalami penurunan lebih dari 23% dalam 24 jam terakhir.

    Skema seperti ini biasanya memanfaatkan momentum perhatian publik untuk mendorong harga token sebelum akhirnya dijual secara besar-besaran oleh pelaku, meninggalkan investor ritel dengan kerugian.

    ZachXBT sebelumnya juga mengungkap kasus serupa pada 2025, di mana seorang influencer terlibat dalam skema yang menyebabkan harga token anjlok hingga 97%.

    Sentimen Pasar Mempermudah Manipulasi

    Kasus ini terjadi di tengah kondisi pasar yang berada dalam fase extreme fear. Crypto Fear and Greed Index tercatat di level 8, setara dengan kondisi saat runtuhnya FTX pada 2022.

    Sentimen ketakutan yang berkepanjangan, ditambah dengan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran informasi menyesatkan.

    Dalam kondisi seperti ini, konten sensasional cenderung lebih cepat menyebar dan dipercaya, sehingga meningkatkan efektivitas skema manipulasi.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bahwa risiko di industri kripto tidak hanya berasal dari volatilitas harga, tetapi juga dari manipulasi informasi

    Menurut mereka, kombinasi antara sentimen pasar yang negatif dan isu geopolitik sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membangun narasi yang menarik perhatian investor.

    Tim Research Tokocrypto menekankan pentingnya verifikasi sumber informasi, terutama ketika berkaitan dengan klaim besar atau berita yang belum dikonfirmasi. Investor juga disarankan untuk berhati-hati terhadap promosi token yang muncul secara tiba-tiba, terutama yang didukung oleh akun dengan riwayat tidak jelas.

    Selain itu, mereka menilai bahwa edukasi dan literasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko penipuan, terutama di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

    Waspada di Tengah Ketidakpastian

    Kasus ini menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya adopsi kripto, risiko penipuan juga semakin berkembang dengan metode yang lebih kompleks.

    Pelaku pasar diharapkan untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar, terutama yang memanfaatkan isu sensitif seperti konflik global, agar tidak terjebak dalam skema yang merugikan.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos Perusahaan Teknologi Korsel Ditangkap Terkait Penipuan Kripto Rp 5,7 T


    Jakarta

    CEO Wacon, Byun Young-oh ditangkap atas kasus penipuan kripto besar-besaran. Bos perusahaan teknologi asal Korea Selatan telah ditahan pihak berwenang karena dituding menipu lebih dari 500 orang.

    Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (16/8/2024), dana yang terkumpul dalam kasus tersebut mencapai US$ 366 juta atau Rp 5,7 triliun (kurs Rp 15.700).

    Meningkatnya penggunaan kripto menarik perhatian beberapa komunitas. Namun, beberapa orang seperti Young-oh memanfaatkan momen tersebut demi keuntungan pribadi.


    Menurut laporan media lokal, Young-oh dan kaki tangannya Yeom melakukan penipuan gaya Ponzi melalui layanan bernama MainEthernet. Melalui platform tersebut, Young-oh dan Yeom menjanjikan investor pengembalian antara 45% dan 50% atas deposit ethereum atau ETH.

    Pelaku menargetkan investor lanjut usia dan menjanjikan keuntungan yang tinggi. Beberapa laporan menyatakan bahwa hingga 12.000 orang menginvestasikan dana dengan MainEthernet, dan sebagian besar dari mereka berusia 60 tahun ke atas.

    MainEthernet telah menerima jutaan dolar dari para investor yang tidak mencurigai adanya kecurangan. Namun, investor mulai curiga ada yang tidak beres ketika mereka tidak dapat menarik dananya sekitar pertengahan tahun lalu.

    Pada November, Young-oh bertemu dengan investor dan menjanjikan pengembalian dana, menambahkan bahwa dia akan menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu empat bulan. Namun korban tidak menerima pengembalian uang dan menyadari bahwa kantor perusahaan di Seoul sudah lenyap.

    Young-oh membantah tuduhan bahwa dia menjalankan skema Ponzi. “Saya bahkan tidak tahu apa itu Ponzi. Dan saya tidak tahu bagaimana skema pemasaran berjenjang disusun,” ujar dia.

    Meski demikian, Divisi Kriminal Kelima dari Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul bermaksud untuk menuntut keduanya atas tuduhan penipuan. Wacon sebelumnya berjanji untuk memperoleh keuntungan melalui kasino dan kecerdasan buatan (AI), dan menjanjikan deposit sebesar 100%, dan 30% pada hari ke-40.

    Perusahaan kemudian menggunakan metode multi-level marketing (MLM), yang mana investor mendapatkan biaya referensi tak terbatas untuk pendaftar baru. Namun, Wacon belum membayar modal atau bunga sejak Juni 2023. Dilaporkan bahwa Wacon terus menerima investor baru hingga awal tahun 2024.

    (ily/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Jangan Asal Beli Bitcoin cs! Ini 4 Risiko Investasi Aset Kripto


    Jakarta

    Aset uang kripto saat ini telah menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup banyak diminati, terutama dari kaum muda semisal Gen Z. Meski begitu jenis investasi yang satu ini tergolong memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi, karenanya penting untuk berhati-hati sebelum membeli aset ini.

    Agar terhindar dari potensi kerugian besar saat bertransaksi kripto, ada baiknya para investor memahami terlebih dahulu risiko dari kepemilikan aset digital tersebut. Melansir dari unggahan Instagram @ojkndonesia, Jumat (24/1/2025), berikut beberapa risiko berinvestasi di aset kripto.

    1. Risiko Fluktuatif

    Harga aset kripto dapat mengalami kenaikan ataupun penurunan dengan cepat dan tidak terduga. Kondisi ini membuat calon investor yang ingin memiliki aset digital tersebut harus siap dengan risiko kehilangan uang yang cukup besar.


    2. Risiko Kejahatan Siber dan Penipuan

    Aset kripto juga rentan terhadap kejahatan siber seperti peretasan dan skema phising. Terlebih mengingat aset ini hanya diperdagangkan secara digital.

    Selain itu, banyaknya asumsi bahwa aset kripto merupakan investasi dengan potensi keuntungan tinggi juga menarik banyak skema penipuan, termasuk skema pump-and-dump yang dapat mengakibatkan kerugian besar bagi pengguna.

    3. Risiko Pasar

    Pasar kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen investor, berita global, atau perubahan ekonomi, yang semuanya dapat menyebabkan fluktuasi harga. Sehingga nilai dari aset ini bisa seketika jatuh dan membuat kerugian yang sangat besar tanpa terduga.

    4. Risiko Likuiditas

    Tidak semua aset kripto memiliki likuiditas yang tinggi. Terdapat beberapa jenis aset kripto yang sulit untuk dijual kembali ketika membutuhkan uang tunai. Hal ini bisa sangat menyulitkan saat membutuhkan dana mendesak.

    Demikian sejumlah risiko dari investasi kripto. Semoga detikers bisa berinvestasi dengan bijak dan nggak cuma ikut-ikutan alias FOMO.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Waspada Penipuan Kripto, Ini Tipsnya Biar Nggak Jadi Korban


    Jakarta

    Kasus penipuan terjadi berbagai industri, tak terkecuali kripto. Mengutip Pintu Academy, setidaknya ada beberapa modus penipuan di industri ini.

    Modus itu yakni, iming-iming hadiah gratis dengan meminta data-data pribadi. Kemudian, berpura-pura meniru orang lain dengan menduplikasi akun sosial media.

    Tak cuma itu, ada juga phising dengan menyamar dan mengubah identitas seolah-olah sebagai perusahaan kripto resmi, dengan mengubah nama website perusahaan hingga menggunakan nomor WhatsApp palsu. Lalu, serangan ransomware yakni upaya hacker untuk memblokir akses situs dan memasukan ke dalam program komputer.


    “Beberapa tips dari kami untuk menghindari modus penipuan mengatasnamakan PINTU. Jika dihubungi bukan dari layanan resmi PINTU, seperti WhatsApp palsu, harap segera blokir nomor tersebut,” kata Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad dalam keterangan tertulis, Jumat (21/2/2025).

    “Jangan mudah percaya dan tergiur iming-iming imbal hasil investasi yang ditawarkan. Keputusan investasi berada di tangan pengguna sendiri, PINTU tidak pernah menawarkan titip dana. Kemudian, jangan memberikan data pribadi kepada siapa pun. Terakhir, jangan mengunduh atau mengklik tautan yang berasal dari situs tidak resmi,” imbuhnya.

    Pihaknya mengimbau untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan PINTU. Dua modus yang paling umum adalah penggunaan nama PT Pintu Kemana Saja secara tidak sah dan nomor WhatsApp palsu yang mengklaim sebagai kontak resmi PINTU.

    “Seluruh komunikasi resmi PINTU hanya dilakukan melalui email help@pintu.co.id dan fitur Live Chat di aplikasi PINTU. Penggunaan WhatsApp hanya diperuntukan untuk mengirim kode One-time Password (OTP), bukan untuk komunikasi dengan pengguna. Tim Customer Success (CS) PINTU tidak pernah menggunakan nomor WhatsApp maupun nomor telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna. Selain itu, situs resmi PINTU adalah pintu.co.id, dan setiap website lain yang mengatasnamakan PINTU dapat dipastikan palsu,” paparnya.

    Ia menambahkan, salah satu modus yang telah ditemukan adalah dengan mencantumkan nomor palsu saat pengguna melakukan pencarian.

    “Salah satu modus penipuan yang ditemukan adalah dengan mencantumkan nomor palsu yang muncul saat pengguna melakukan pencarian Whatsapp Pintu kripto atau Whatsapp PINTU Investasi pada Google,” ungkapnya.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com