Tag: penipuan

  • Apa Itu Manipulasi Melalui Rekayasa Sosial?

    Secara umum, setiap bentuk manipulasi yang berkaitan dengan psikologi perilaku dapat dianggap sebagai rekayasa sosial. Meskipun demikian, tidak selamanya konsep ini terkait dengan aktivitas kriminal atau penipuan. Rekayasa sosial memiliki cakupan luas dan diulas dalam berbagai konteks serta bidang, termasuk ilmu sosial, psikologi, dan pemasaran.

    Dalam konteks keamanan siber, rekayasa sosial dilakukan dengan maksud tersembunyi, mengacu pada serangkaian aktivitas berbahaya yang bertujuan memanipulasi individu untuk melakukan tindakan negatif, seperti memberikan informasi pribadi atau rahasia yang nantinya dapat digunakan untuk merugikan mereka atau perusahaan. Penipuan identitas adalah dampak umum dari jenis serangan ini, sering kali mengakibatkan kerugian finansial yang substansial.

    Rekayasa sosial sering dianggap sebagai ancaman siber, tetapi prinsip ini telah ada sejak lama dan istilah tersebut juga diterapkan pada skema penipuan dunia nyata, yang sering melibatkan peniruan identitas oleh pihak berwenang atau ahli teknologi informasi. Dengan adanya internet, peretas memiliki lebih banyak kesempatan untuk melakukan serangan manipulatif dalam skala yang lebih besar. Sayangnya, praktik berbahaya ini juga terjadi dalam konteks mata uang kripto.

    Bagaimana Mekanisme Operasinya?

    Segala jenis teknik rekayasa sosial bergantung pada kerentanan psikologi manusia. Penipu mengambil keuntungan dari emosi individu untuk memanipulasi dan menipu mereka. Rasa takut, keserakahan, rasa ingin tahu, dan bahkan dorongan untuk membantu orang lain dimanfaatkan untuk menipu melalui berbagai cara. Salah satu bentuk rekayasa sosial yang berbahaya adalah phishing, yang merupakan contoh umum dan dikenal luas.

    Phishing

    Serangan email phishing sering kali meniru komunikasi dari entitas sah, seperti bank nasional, platform belanja online terkemuka, atau penyedia layanan email. Dalam beberapa skenario, email tiruan ini menginformasikan pengguna bahwa akun mereka memerlukan pembaruan atau mendeteksi aktivitas mencurigakan, mendorong mereka untuk memberikan informasi pribadi sebagai cara untuk memverifikasi identitas dan mengamankan akun.

    Akibat rasa takut, beberapa orang langsung mengeklik tautan tersebut dan mengakses situs palsu, tanpa sadar memberikan data yang diminta. Pada titik ini, informasi sensitif langsung berpindah tangan ke peretas.

    Scareware

    Teknik rekayasa sosial juga diterapkan dalam penyebaran scareware. Seperti namanya, scareware adalah jenis malware yang diciptakan untuk menciptakan rasa takut dan kepanikan pada pengguna. Biasanya, scareware mencakup pembuatan peringatan palsu yang dirancang untuk mengelabui korban agar menginstal perangkat lunak palsu yang tampak sah atau mengunjungi situs web yang akhirnya menginfeksi sistem mereka.

    Teknik ini sering kali bergantung pada ketakutan pengguna bahwa sistem mereka telah diambil alih, mendorong mereka untuk mengklik banner atau popup di situs tersebut. Isi pesan biasanya akan serupa dengan: “Sistem Anda telah terinfeksi, klik di sini untuk membersihkannya.”

    Baiting

    Baiting adalah metode rekayasa sosial lain yang meresahkan banyak pengguna yang lengah. Pendekatan ini melibatkan penggunaan godaan untuk menarik perhatian korban, memanfaatkan rasa keserakahan atau rasa ingin tahu mereka. Misalnya, penipu dapat membuat situs web palsu yang menawarkan sesuatu secara gratis, seperti file musik, video, atau buku.

    Namun, untuk mengakses konten tersebut, pengguna diminta untuk membuat akun dan memberikan informasi pribadi. Dalam beberapa kasus, bahkan tanpa membuat akun, file tersebut sudah terinfeksi malware yang dapat menyusup ke sistem komputer korban dan mencuri data sensitif.

    Skema baiting juga dapat terjadi di dunia nyata melalui penggunaan stik USB dan hard drive eksternal. Penipu dengan sengaja meninggalkan perangkat yang terinfeksi di tempat umum. Orang yang penasaran dan tidak waspada yang mengakses isi perangkat tersebut akhirnya menginfeksi komputer pribadi mereka.

    Rekayasa Sosial dan Tantangan dalam Ranah Aset Kripto

    Mentalitas serakah dapat memberikan dampak yang cukup signifikan dalam dunia keuangan. Ini menyebabkan para pedagang dan investor menjadi rentan terhadap serangan phishing, skema Ponzi, atau jenis penipuan lainnya. Di dalam ranah blockchain, euforia yang dihasilkan oleh mata uang kripto telah menarik banyak orang baru dalam jangka waktu singkat (terutama saat pasar sedang naik).

    Meskipun banyak orang belum memahami sepenuhnya cara kerja mata uang kripto, mereka sering mendengar tentang potensi keuntungan dari pasar ini dan seringkali berinvestasi tanpa melakukan riset yang matang. Rekayasa sosial menjadi ancaman serius terutama bagi pendatang baru, yang sering kali terjebak oleh keserakahan atau ketakutan mereka sendiri.

    Di satu sisi, dorongan untuk mendapatkan uang dengan cepat seringkali membuat para pemula terjebak dalam perangkap giveaway dan airdrop dengan iming-iming manis. Di sisi lain, rasa takut bahwa privasi mereka terancam dapat mendorong pengguna untuk membayar tebusan. Beberapa kasus bahkan melibatkan pesan palsu dari peretas tanpa adanya infeksi ransomware yang sebenarnya.

    Mengantisipasi Serangan Rekayasa Sosial

    Seperti yang telah disebutkan, penipuan rekayasa sosial berhasil karena manusia memiliki kerentanan dalam perilakunya. Biasanya, teknik ini memanfaatkan rasa takut sebagai pemicu, mendorong orang untuk segera bertindak untuk melindungi diri mereka (atau sistem mereka) dari ancaman yang tidak nyata.

    Serangan ini juga memanfaatkan sifat manusia yang serakah dengan menarik korban ke dalam berbagai skema investasi palsu. Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa jika suatu penawaran terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, maka mungkin memang begitulah adanya.

    Meskipun beberapa penipu menggunakan teknik yang canggih, penyerang lainnya membuat kesalahan yang terlihat jelas. Beberapa email phishing dan bahkan banner scareware sering kali mengandung kesalahan tata bahasa atau pengejaan, dan hanya efektif terhadap orang yang kurang berhati-hati terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, selalu baca dengan seksama.

    Untuk menghindari menjadi korban serangan rekayasa sosial, beberapa tindakan keamanan yang perlu diperhatikan meliputi:

    1. Edukasi diri sendiri, keluarga, dan teman mengenai kasus umum rekayasa sosial yang berbahaya serta prinsip dasar keamanan.
    2. Tetap waspada terhadap lampiran dan tautan dalam email. Hindari mengklik iklan atau situs web yang berasal dari sumber yang tidak dikenal.
    3. Pasang dan perbarui perangkat lunak antivirus yang tepercaya, serta sistem operasi Anda.
    4. Gunakan solusi otentikasi multifaktor sebanyak mungkin untuk melindungi kredensial email dan informasi pribadi lainnya. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun kripto Anda.
    5. Bagi bisnis, sediakan pelatihan kepada karyawan untuk mengenali dan mencegah serangan phishing serta skema rekayasa sosial.

    Kesimpulan

    Para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan metode baru untuk menipu pengguna demi mencuri dana dan informasi sensitif. Oleh karena itu, pendidikan diri dan orang-orang di sekitar kita menjadi sangat penting. Era internet telah memudahkan jenis penipuan semacam ini. Rekayasa sosial kini juga merambah dunia kripto. Oleh karena itu, selalu berhati-hati dan tetap waspada untuk menghindari jebakan rekayasa sosial.

    Selain itu, siapa pun yang ingin terlibat dalam perdagangan atau investasi kripto seharusnya melakukan penelitian yang baik sebelumnya dan memastikan pemahaman mendalam mengenai pasar dan teknologi blockchain.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trik Menghindari Penipuan dalam Transaksi BTC to IDR

    Cryptocurrency, khususnya Bitcoin (BTC), telah menjadi subjek perhatian yang tidak terbantahkan. Seiring dengan peningkatan popularitasnya, pertumbuhan pasar cryptocurrency turut diiringi oleh tantangan keamanan yang berkembang pesat. 

    Dalam era globalisasi dan terobosan teknologi, penting bagi para pengguna cryptocurrency untuk memahami dan menerapkan strategi perlindungan diri yang efektif. 

    Salah satu aspek krusial dalam menjaga keamanan dalam transaksi BTC to IDR adalah memahami trik menghindari penipuan. 

    Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi beberapa langkah cerdas, seperti memilih wallet terpercaya, menjauhi tawaran yang terlalu menggiurkan, mengikuti berita terkini, dan menerapkan tindakan keamanan ganda, yang dapat diambil untuk melindungi aset digital dan menjelajahi pasar cryptocurrency dengan keyakinan.

    Memverifikasi Identitas Pihak Terlibat

    Salah satu langkah kunci dalam menghindari penipuan dalam transaksi BTC to IDR adalah dengan memverifikasi identitas pihak terlibat. Sebelum melakukan pertukaran atau transaksi dengan seseorang, pastikan untuk melakukan pemeriksaan identitas yang seksama. 

    Terdapat beberapa cara untuk melakukannya, seperti memeriksa riwayat transaksi mereka, memverifikasi alamat dompet digital, dan memastikan bahwa mereka telah melewati proses keamanan yang diperlukan di platform pertukaran.

    Menganalisis Reputasi Platform Penukaran

    Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi BTC to IDR, sangat penting untuk menganalisis reputasi platform penukaran yang digunakan. Pilihlah platform yang telah terbukti aman dan dapat dipercaya oleh komunitas pengguna cryptocurrency. 

    Tinjau ulasan pengguna, evaluasi kebijakan keamanan, dan periksa apakah platform tersebut memiliki lisensi resmi. Seiring dengan pertumbuhan pasar cryptocurrency, banyak platform baru bermunculan, oleh karena itu, telitilah dalam memilih platform yang memiliki catatan kinerja yang baik dan mendukung transparansi dalam operasionalnya.

    Menggunakan Wallet Terpercaya

    Penting untuk memilih dan menggunakan wallet cryptocurrency yang terpercaya untuk menyimpan Bitcoin (BTC) Anda. Pilihlah wallet yang telah teruji keamanannya dan memiliki reputasi yang baik di komunitas. 

    Wallet dapat dibagi menjadi dua jenis: Hot wallet (online) dan cold wallet (offline). Hot wallet lebih mudah diakses tetapi mungkin lebih rentan terhadap serangan online, sedangkan cold wallet menawarkan lapisan keamanan tambahan dengan menyimpan kunci privat secara offline. 

    Pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kenyamanan Anda, namun pastikan wallet tersebut memiliki fitur keamanan yang memadai, seperti autentikasi dua faktor (2FA).

    Menjaga Keamanan Informasi Pribadi

    Keamanan informasi pribadi adalah aspek kritis dalam menghindari penipuan dalam transaksi BTC to IDR. Hindarilah membagikan informasi sensitif, seperti kunci privat atau kata sandi, kepada pihak yang tidak dikenal atau platform yang tidak terpercaya. 

    Pastikan bahwa komputer atau perangkat yang digunakan untuk mengakses wallet atau platform pertukaran memiliki perangkat lunak keamanan yang terkini dan terlindungi dari malware. 

    Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan jaringan internet yang aman dan enkripsi SSL saat melakukan transaksi online.

    Selalu perbarui perangkat lunak keamanan, periksa riwayat transaksi secara berkala, dan berlangganan pemberitahuan keamanan dari platform yang Anda gunakan. Tindakan pencegahan ini akan memberikan lapisan tambahan perlindungan terhadap potensi risiko keamanan dalam ekosistem cryptocurrency.

    Memahami Metode Pembayaran Aman

    Penting untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang metode pembayaran aman dalam transaksi BTC to IDR. Pilihlah metode pembayaran yang memberikan keamanan dan keandalan, seperti transfer bank yang terverifikasi atau penggunaan layanan pembayaran yang terpercaya. 

    Hindari menggunakan metode pembayaran anonim atau yang tidak dapat dilacak, karena hal ini dapat meningkatkan risiko penipuan. Perhatikan pula biaya transaksi yang terkait dengan setiap metode pembayaran dan pastikan bahwa mereka sesuai dengan standar pasar.

    Menjauhi Tawaran yang Terlalu Bagus untuk Dipercayai

    Berhati-hatilah terhadap tawaran atau kesepakatan yang terlalu bagus untuk dipercayai. Penipu seringkali menggunakan daya tarik keuntungan besar untuk menarik perhatian calon korban. 

    Lakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan dan pastikan untuk memverifikasi keaslian tawaran yang diberikan. Jangan terburu-buru atau terpancing oleh janji keuntungan yang tidak masuk akal. Pertahankan sikap kritis dan waspada terhadap situasi yang terkesan tidak realistis.

    Mengikuti Berita dan Perkembangan Terkini

    Menjaga diri tetap informasional dengan mengikuti berita dan perkembangan terkini di dunia cryptocurrency adalah langkah penting dalam mengelola risiko dan membuat keputusan yang cerdas. 

    Perubahan regulasi, proyek-proyek inovatif, atau bahkan isu keamanan dapat secara signifikan memengaruhi nilai Bitcoin dan aset digital lainnya. Berlangganan berita dari sumber terpercaya, mengikuti media sosial yang kredibel, dan bergabung dalam komunitas yang aktif dapat memberikan wawasan yang berharga. 

    Informasi yang diperoleh dari sumber-sumber ini akan membantu Anda dalam membentuk strategi investasi yang terinformasikan dan mengurangi risiko tidak terduga.

    Menerapkan Tindakan Keamanan Ganda

    Tindakan keamanan ganda (2FA) adalah langkah esensial dalam melindungi akun dan aset digital Anda. Dengan mengaktifkan 2FA, Anda menambahkan lapisan keamanan tambahan yang memerlukan verifikasi identitas melalui perangkat lain selain kata sandi. 

    Ini membuat lebih sulit bagi penipu untuk mengakses akun Anda meskipun mereka berhasil mencuri kata sandi. Gunakan aplikasi autentikasi atau SMS verifikasi yang tersedia di platform pertukaran atau wallet digital Anda. 

    Selain itu, perbarui secara berkala informasi keamanan, termasuk kata sandi dan pertanyaan keamanan, untuk menjaga ketangguhan keamanan akun Anda.

    Kesimpulan

    Benang merah yang dapat diambil adalah pentingnya kombinasi strategi keamanan. Dari memilih wallet terpercaya hingga menjauhi tawaran yang meragukan, serta mengikuti berita terkini, langkah-langkah ini meminimalkan risiko penipuan. 

    Demikian pula, menerapkan tindakan keamanan ganda pada akun dan informasi pribadi menjadi kunci vital dalam menjaga keamanan dalam transaksi BTC to IDR

    Dengan kewaspadaan, pemahaman mendalam, dan tindakan proaktif, pengguna cryptocurrency dapat melibatkan diri dalam ekosistem digital dengan lebih aman dan memastikan perlindungan terhadap aset digital mereka.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HP Kamu Bisa Disadap Tanpa Kamu Sadari, Ini Cara Menghentikannya

    Peretasan ponsel kini makin sering terjadi lewat link dan aplikasi berbahaya. Kenali modusnya dan lindungi data pribadi kamu sebelum terlambat.

    HP kini bukan sekadar alat komunikasi, tapi juga tempat menyimpan data pribadi, akun media sosial, hingga akses ke aplikasi perbankan. Sayangnya, banyak pengguna tidak sadar bahwa ponsel mereka bisa disadap tanpa tanda-tanda jelas. Dalam banyak kasus, peretasan terjadi bukan karena sistem yang lemah, melainkan karena kelalaian pengguna saat mengklik tautan atau mengunduh aplikasi tertentu.

    Salah satu metode penyadapan yang paling sering digunakan adalah phishing. Hacker mengirimkan pesan melalui email, SMS, atau chat yang terlihat berasal dari sumber terpercaya, lalu menyisipkan tautan berbahaya. Selain itu, aplikasi berbahaya juga kerap menjadi pintu masuk penyadapan. Aplikasi ini dapat mencuri data login, informasi pribadi, menyebarkan malware, hingga memberikan akses penuh ke ponsel korban. Jika sudah berhasil masuk, hacker bisa mengendalikan perangkat dari jarak jauh tanpa disadari pemiliknya.

    Cegah Penyadapan HP

    marketplace NFT

    Untuk menghentikan dan mencegah penyadapan HP, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan. Restart ponsel secara rutin dapat membantu mengganggu akses aplikasi berbahaya yang berjalan di latar belakang. Pastikan sistem operasi selalu diperbarui agar ponsel mendapatkan patch keamanan terbaru. Gunakan kode sandi yang kuat, aktifkan sidik jari atau Face ID, dan hindari penggunaan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir. Autentikasi dua faktor juga sangat disarankan, terutama untuk aplikasi penting seperti internet banking dan email.

    Langkah pencegahan lainnya adalah lebih selektif saat mengunduh aplikasi. Periksa ulasan dan reputasi aplikasi sebelum menginstalnya, serta pastikan hanya mengunduh dari sumber resmi. Gunakan antivirus terpercaya untuk membantu mendeteksi ancaman. Hindari menggunakan Wi-Fi publik tanpa perlindungan, atau gunakan VPN untuk mengenkripsi data. Jangan sembarangan mengklik tautan mencurigakan dan selalu periksa izin aplikasi, terutama yang meminta akses ke kamera, mikrofon, lokasi, dan kontak.

    Ingat Langkah Kecil Ini!

    Selain itu, biasakan mematikan Bluetooth dan Wi-Fi saat tidak digunakan, hindari melakukan jailbreak pada ponsel, serta selalu logout dari aplikasi dan situs web setelah selesai digunakan, terutama di perangkat bersama. Langkah-langkah sederhana ini sering dianggap sepele, padahal sangat efektif dalam mencegah penyadapan.

    Kesimpulannya, penyadapan HP bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Dengan memahami cara kerja hacker dan menerapkan kebiasaan digital yang aman, risiko peretasan dapat diminimalkan. Lindungi ponsel kamu sekarang, karena satu kesalahan kecil bisa membuka akses besar bagi pihak yang tidak bertanggung jawab.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Viral! Penipuan Kripto Manfaatkan Isu Perang

    Seorang investigator blockchain, ZachXBT, mengungkap adanya akun palsu di platform X (Twitter) yang diduga digunakan untuk memancing perhatian publik dan mengarah pada skema penipuan kripto. Akun bernama “Rashid bin Saeed” tersebut diketahui menyebarkan informasi sensasional terkait konflik geopolitik untuk membangun basis pengikut.

    Kasus ini muncul di tengah kondisi pasar kripto yang sedang diliputi sentimen ketakutan ekstrem, yang dinilai membuat investor lebih rentan terhadap manipulasi.

    Akun Viral Diduga Digunakan untuk Skema Scam

    Dilaporkan BeInCrypto, akun tersebut sempat menjadi viral setelah memposting klaim bahwa Iran telah merilis daftar target infrastruktur sipil yang akan diserang jika Amerika Serikat menyerang fasilitas energi mereka. Postingan tersebut mencantumkan 12 lokasi di enam negara, termasuk fasilitas nuklir dan pembangkit listrik.

    Meski klaim tersebut tidak terbukti, akun ini berhasil mengumpulkan lebih dari 353.000 pengikut. Investigasi menunjukkan bahwa akun tersebut baru diverifikasi pada Februari 2026 dan telah beberapa kali mengganti nama sejak 2025.

    ZachXBT menyebut akun ini sebagai bagian dari pola yang sering digunakan dalam skema pump-and-dump, di mana pelaku membangun audiens melalui konten viral sebelum mempromosikan token dengan likuiditas rendah.

    Baca juga: Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

    Terhubung dengan Promosi Meme Coin

    Indikasi keterkaitan dengan aktivitas kripto terlihat dari akun Telegram yang diduga terkait, yang mempromosikan meme coin bernama Chibification (CHIBI). Token tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang relatif kecil, sekitar 3,9 juta dolar AS, dan mengalami penurunan lebih dari 23% dalam 24 jam terakhir.

    Skema seperti ini biasanya memanfaatkan momentum perhatian publik untuk mendorong harga token sebelum akhirnya dijual secara besar-besaran oleh pelaku, meninggalkan investor ritel dengan kerugian.

    ZachXBT sebelumnya juga mengungkap kasus serupa pada 2025, di mana seorang influencer terlibat dalam skema yang menyebabkan harga token anjlok hingga 97%.

    Sentimen Pasar Mempermudah Manipulasi

    Kasus ini terjadi di tengah kondisi pasar yang berada dalam fase extreme fear. Crypto Fear and Greed Index tercatat di level 8, setara dengan kondisi saat runtuhnya FTX pada 2022.

    Sentimen ketakutan yang berkepanjangan, ditambah dengan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran informasi menyesatkan.

    Dalam kondisi seperti ini, konten sensasional cenderung lebih cepat menyebar dan dipercaya, sehingga meningkatkan efektivitas skema manipulasi.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bahwa risiko di industri kripto tidak hanya berasal dari volatilitas harga, tetapi juga dari manipulasi informasi

    Menurut mereka, kombinasi antara sentimen pasar yang negatif dan isu geopolitik sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membangun narasi yang menarik perhatian investor.

    Tim Research Tokocrypto menekankan pentingnya verifikasi sumber informasi, terutama ketika berkaitan dengan klaim besar atau berita yang belum dikonfirmasi. Investor juga disarankan untuk berhati-hati terhadap promosi token yang muncul secara tiba-tiba, terutama yang didukung oleh akun dengan riwayat tidak jelas.

    Selain itu, mereka menilai bahwa edukasi dan literasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko penipuan, terutama di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

    Waspada di Tengah Ketidakpastian

    Kasus ini menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya adopsi kripto, risiko penipuan juga semakin berkembang dengan metode yang lebih kompleks.

    Pelaku pasar diharapkan untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar, terutama yang memanfaatkan isu sensitif seperti konflik global, agar tidak terjebak dalam skema yang merugikan.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Asosiasi Buka Suara soal Ramai Data Pelamar Kerja Dipakai Daftar Pinjol


    Jakarta

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) buka suara terkait banyaknya kasus data pelamar yang digunakan untuk pinjaman online (pinjol). Ketua umum AFPI Entjik S Djafar mengatakan pihaknya mengecam keras tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Entjik menyayangkan kejadian tersebut terjadi. Dia menekankan pihaknya mengecam oknum yang memanfaatkan data pribadi untuk melakukan tindakan kriminal.

    “AFPI mengecam keras tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan data pribadi untuk melakukan tindakan kriminal,” kata Entjik kepada detikcom, Rabu (10/9/2024).


    Lebih lanjut, dia menjelaskan kasus ini murni penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan modus pencurian data korban. Terkait lolosnya pencairan dana, dia menyebut hal ini terindikasi adanya penyalahgunaan data.

    “Lolosnya pencairan fintech lending atas nama pelamar kerja tanpa sepengetahuan mereka menunjukkan adanya penyalahgunaan data. AFPI menekankan terkait pentingnya verifikasi data yang ketat dan komprehensif. Verifikasi ini harus dilakukan dengan persetujuan pelamar kerja dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya.

    Dia menjelaskan pihaknya terus berdedikasi untuk melindungi konsumen dengan menegakkan kepatuhan yang ketat terhadap kode etik. Tentunya, melalui pengawasan yang ketat dan penerapan aturan yang konsisten.

    Dia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menyerahkan data pribadi kepada pihak lain. Kemudian dia meminta masyarakat untuk segera melapor kepada polisi atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apabila menemukan indikasi pelanggaran oleh perusahaan pinjaman online.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menyerahkan data pribadi kepada pihak lain. AFPI selaku asosiasi resmi yang ditunjuk OJK sebagai wadah penyelenggara fintech lending di Indonesia, dengan tegas menekankan bahwa fintech lending tidak sama dengan pinjol. Pinjol identik dengan persepsi negatif dan ilegal,” terangnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, belakangan ini ramai data pelamar kerja yang digunakan untuk pendaftaran dana pinjol. Salah satu kasusnya terjadi pada sejumlah pelamar kerja di Cililitan, Jakarta Timur mendadak ditagih utang pinjaman online (pinjol). Usut punya usut, data diri para pelamar kerja ini disalahgunakan untuk pinjaman online.

    Bukannya mendapatkan pekerjaan, para korban kini malah tertipu. Mereka kini ditagih-tagih pinjol. Sejauh ini terdata ada 26 orang pelamar kerja yang menjadi korban. Kerugian total ditaksir mencapai miliaran rupiah.

    Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan modus terlapor berinisial R berpura-pura menjadi penyalur tenaga kerja di sebuah konter HP di Cililitan, Jaktim.

    “Si terlapor dalam hal ini Saudara R melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter HP,” kata Nicolas, saat dihubungi wartawan, Senin (8/7).

    Nicolas mengatakan sejauh ini ada 26 korban yang terdata. Total kerugian para korban mencapai Rp 1,1 miliar.

    “Jadi dengan modus tersebut dia mendapatkan korban kurang lebih ada 26 orang, dan jumlah kerugian Rp 1 miliar lebih. Untuk sampai saat ini, pemeriksaan kami terhadap para saksi yang ada bahwa terlapor R ini melakukan seorang diri,” jelasnya.

    Simak juga Video ‘Menakar Harga Data Pribadi Kita’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis hitung uang
    ilustrasi sumber : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • #AwasJebakanBadman, DANA Imbau Pengguna Waspada Modus CS Palsu


    Jakarta

    Hati-hati penipuan online kian marak dan bisa menjebak siapa saja. Apalagi saat ini modus penipuan makin beragam.

    Salah satunya yang mengatasnamakan customer service (CS) atau layanan pelanggan abal-abal. Masyarakat mesti waspada dengan oknum yang mengaku sebagai CS palsu.

    Untuk membantu mengatasi modus penipuan ini, dompet digital DANA pun menghimbau para penggunanya untuk selalu berhati-hati terhadap oknum CS palsu yang mengatasnamakan DANA. Lewat campaign #AwasJebakanBadman, DANA pun memberikan beberapa tips yang bisa di lakukan untuk dapat terhindar dari CS palsu.


    Monitor Pergerakan Online Mencurigakan

    Jika ada CS mencurigakan yang menghubungimu, amati pergerakannya. Jangan berikan data pribadimu seperti PIN, Kode OTP, dan lainnya karena CS DANA yang asli tidak akan pernah meminta data pribadi ini. Selain itu, kamu juga bisa cek apakah nomor atau sosial media yang menghubungimu itu merupakan channel official DANA atau bukan.

    Lakukan Konfirmasi

    Langkah selanjutnya, kamu bisa melakukan konfirmasi apakah nomor, sosial media, atau link yang menghubungimu tersebut benar dari DANA atau bukan. Caranya, kamu cukup buka DANA Protection di aplikasi DANA, dan masukkan nomor, sosial media, atau link tersebut untuk kemudian dicek keasliannya.

    Segera Laporkan

    Jika terkonfirmasi bukan dari DANA, segera laporkan melalui bagian Laporkan via Aduan Nomor di laman DANA Protection. Nantinya kamu akan langsung terhubung dengan layanan Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemkominfo). Dengan begini, kamu juga bisa ikut membantu para pengguna DANA yang lainnya agar tidak terkena jebakan badman.

    Selain ketiga hal tersebut, kamu juga bisa menerapkan beberapa tips tambahan di bawah ini agar semakin aman dari modus penipuan CS palsu. Untuk info lengkapnya bisa cek di sini ya:

    • DANA sudah tidak lagi memiliki Customer Care via WhatsApp.
    • DANA hanya melayani keluhan dan aduan via DIANA, email help@dana.id, call center DANA 1500 445, serta sosial media resmi DANA Indonesia.
    • DANA tidak pernah menghubungi customer terlebih dahulu tanpa adanya laporan.
    • Jangan asal klik link atau isi form dari pihak tidak jelas yang mengatasnamakan DANA.
    • Jangan download & install aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp, Telegram & lainnya.
    • Selalu rahasiakan PIN & Kode OTP kamu, jangan pernah dibagikan ke siapa pun termasuk DANA.
    • Segera report dan block nomor WhatsApp yang mengatasnamakan DANA.
    • Akun resmi media sosial DANA Cuma yang bercentang biru. Jangan terkecoh akun serupa lainnya ya.

    (ads/ads)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu
  • Miris! Banyak Anak Muda Terjerat Pinjol


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pengguna pinjaman online (pinjol) ilegal didominasi kalangan muda. Adapun rentang usia pengguna pinjol ilegal dari 26 tahun sampai 35 tahun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan data tersebut didapatkan dari data yang dimiliki Oleh Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).

    “Pengaduan terkait pinjol ilegal periode 1 Januari hingga 30 Juni 2024 didominasi oleh rentang usia 26-35 tahun,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki dalam keterangan, dikutip Rabu (10/7/2024).


    Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kiki menyebut sebagian besar pelaku pinjol ilegal menggunakan server di luar negeri. Hal tersebut dapat diketahui lantaran adanya kemiripan nama pinjol ilegal yang telah diblokir. Dalam waktu singkat, pinjol ilegal yang telah diblokir tersebut muncul kembali dengan identitas yang hanya sedikit mengalami perubahan, seperti penambahan huruf, tanda baca, maupun angka.

    Dengan begitu, Kiki menilai indikasi tersebut menunjukkan kecenderungan pelaku melakukan kegiatan di luar wilayah Indonesia. Selain itu, pelaku juga lebih menggunakan rekening di luar negeri sehingga menghindari jangkauan otoritas di wilayah Indonesia.

    “Indikasi tersebut menunjukan kecenderungan bahwa pelaku melakukan kegiatan di luar wilayah Indonesia dan cenderung menggunakan rekening di luar negeri sehingga menghindari jangkauan otoritas di wilayah Indonesia,” jelasnya.

    Sementara itu, OJK bersama dengan anggota Satgas Pasti mencatat telah menerima sebanyak 8.213 aduan terkait pinjol ilegal dan telah menghentikan 1.739 entitas keuangan ilegal sejak 1 Januari-30 Juni 2024.

    Modus Pinjol Makin Beragam

    Mengingat semakin maraknya modus pinjol, seperti penyalahgunaan data pelamar kerja, OJK pun mewanti-wanti masyarakat untuk tidak mudah memberikan data informasi kepada orang lain. Kiki mengatakan ternyata masih banyak masyarakat yang tak sadar data pribadinya digunakan untuk pinjaman online bahkan akses membuka rekening untuk judi online.

    “Ada juga kasus yang diadukan ke kami, banyak juga konsumen yang mengadu ternyata memang dapat sesuatu, misal pinjam KTP untuk buka rekening,” ujarnya.

    Kiki, sapaan akrabnya, menjelaskan dalam modusnya biasanya calon korban diiming-imingi sejumlah uang agar mau meminjamkan KTP-nya. Alhasil, pelaku dengan mudah dapat membuka rekening bahkan untuk pencairan dana pinjol.

    Para korban pun tidak sadar hingga akhirnya muncul tagihan kredit. Padahal korban tidak merasa meminjam. Kemudian barulah mereka melaporkan ke OJK.

    “Jangan mau iming-iming Rp 500 ribu atau Rp1 juta kemudian dikejar depkolektor karena dipakai utang Rp 50 juta,” terangnya.

    Kiki menegaskan data kerahasiaan konsumen telah diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 22 tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat. Artinya, apabila konsumen telah resmi mendaftar di pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) resmi, data konsumen akan aman. Dalam aturan tersebut juga tertuang bahwa PUJK dilarang membagikan data konsumen ke pihak lain.

    “Jangan sampai kita ajukan kredit data kita ditolak, ternyata digunakan pihak lain,” jelasnya.

    Asosiasi Buka Suara Data Pelamar Kerja Dipakai Daftar Pinjol

    Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S Djafar mengatakan pihaknya mengecam keras tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan data pribadi untuk melakukan tindakan kriminal.

    “AFPI mengecam keras tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan data pribadi untuk melakukan tindakan kriminal,” kata Entjik kepada detikcom, Rabu (10/9/2024).

    Lebih lanjut, dia menjelaskan kasus ini murni penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan modus pencurian data korban. Terkait lolosnya pencairan dana, dia menyebut hal ini terindikasi adanya penyalahgunaan data.

    “Lolosnya pencairan fintech lending atas nama pelamar kerja tanpa sepengetahuan mereka menunjukkan adanya penyalahgunaan data. AFPI menekankan terkait pentingnya verifikasi data yang ketat dan komprehensif. Verifikasi ini harus dilakukan dengan persetujuan pelamar kerja dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya.

    Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya saat ini sedang meningkatkan pengendalian risiko agar mitigasi risiko menjadi lebih selektif. Dia menyebut pihaknya akan memperkuat learning machine agar lebih peka terhadap pencurian data ataupun data fiktif.

    Selain itu, pihaknya akan membentuk satuan tugas atau Satgas untuk mendalami persoalan ini. Nantinya, Satgas ini akan menginventarisir bentuk penipuan dan akan mengusulkan risk mitigation model untuk diterapkan di semua platform

    “Kami akan bentuk task force team untuk membahas hal ini,” ujarnya.

    Lebih lanjut, dia menjelaskan masing-masing perusahaan pinjol mempunyai cara sendiri dan berbeda dalam mitigasi risiko. Dia menjelaskan mitigasi risiko selalu berhubungan dengan tingkat risiko dan besaran pinjaman yang diberikan masing-masing perusahaan sesuai dengan target marketnya.

    “Sesuai kacamata masing-masing dalam melihat risiko kredit. Masing-masing fintech punya cara sendiri terkait mitigasi risiko,” imbuhnya.

    Dia menegaskan pihaknya terus berdedikasi untuk melindungi konsumen dengan menegakkan kepatuhan yang ketat terhadap kode etik. Tentunya, melalui pengawasan yang ketat dan penerapan aturan yang konsisten.

    Dia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menyerahkan data pribadi kepada pihak lain. Kemudian dia meminta masyarakat untuk segera melapor kepada polisi atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apabila menemukan indikasi pelanggaran oleh perusahaan pinjaman online.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menyerahkan data pribadi kepada pihak lain,” pungkasnya.

    (rrd/rir)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu
  • KoinP2P Gagal Bayar Rp 360 Miliar


    Jakarta

    PT Lunaria Annua Teknologi (KoinP2P) diketahui gagal bayar imbal hasil pengguna sebesar Rp 360 miliar. Diketahui uang itu telah dibawa kabur oleh borrower atau peminjam.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya telah menerima 88 pengaduan mengenai anak usaha KoinWorks itu. Dominan pengaduan yang masuk mengenai masalah return atau imbal hasil.

    “KoinaP2P melakukan penundaan pembayaran kepada lender (standstill) disebabkan oleh fraud yang dilakukan oleh distributor (yang menerima dana untuk borrower) kurang lebih Rp 360 miliar,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki, dikutip Senin (20/1/2025).


    KoinP2P telah menyampaikan pengumuman terkait standstill kepada lender berisi latar belakang dan proposal standstill. Pada kebijakan standstill, KoinP2P memberikan perpanjangan 2 tahun dan kompensasi 5% per tahun yang akan diterima setiap bulan sejak lender menyetujui standstill.

    “KoinP2P sudah menyediakan hotline 02130072007 untuk menampung pertanyaan lender,” ungkap Kiki.

    Sebelumnya KoinP2P telah mengatakan bahwa menjadi korban kejahatan keuangan oleh salah satu borrowernya alias peminjamnya. Direktur KoinP2P, Jonathan Bryan, mengatakan pihaknya sudah membuat laporan ke pihak kepolisian.

    “Saat ini kasusnya sedang dalam tahap investigasi,” kata Jonathan dalam keterangan tertulis, Selasa (19/11/2024).

    Akibat aksi pelaku ini, kata Jonathan, ekosistem KoinP2P jadi terpengaruh. Meski begitu, Jonathan menegaskan bahwa perusahaan tetap bertanggung jawab untuk memulihkan dana.

    Jonathan menjelaskan pihaknya juga mengupayakan suntikan modal baru, mengalokasikan keuntungan untuk memulihkan dana pemberi pinjaman yang terdampak, dan berupaya mengejar pelaku lewat jalur hukum agar mengembalikan uang yang dibawa kabur.

    Merespon masalah itu OJk melakukan pemeriksaan terhadap KoinP2P. Dalam pemeriksaan itu terdapat kelemahan implementasi kebijakan dan operasional, tata kelola, dan manajemen risiko, maupun pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan, maka OJK akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk penegakan hukum.

    “OJK melakukan pemantauan secara ketat (closed-monitoring) terkait dengan progress dan realisasi komitmen Manajemen dan PSP KoinP2P tersebut, termasuk langkah-langkah perbaikan yang dilakukan,” ungkao keterangan OJK pada November 2024 lalu.

    Pada saat itu, OJK pun memperoleh komitmen dari Pemegang Saham Pengendali (PSP) KoinP2P untuk segera melakukan penambahan modal disetor dalam rangka penguatan dan pengembangan kondisi perusahaan.

    KoinP2P adalah platform pinjaman produktif dan bukan pinjaman konsumtif seperti pinjaman online (pinjol). Platform peer-to-peer lending ini telah mendanai lebih dari 11.000 bisnis UMKM.

    (ada/rrd)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu
  • Waspada Penipuan Online Jelang Idul Fitri, Begini Cara Hindarinya


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan bahwa akan ada kenaikan upaya penipuan online saat Ramadan, terutama menjelang Idul Fitri. Masyarakat patut waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas keuangan.

    OJK sendiri mencatat, terdapat 1.512 pengaduan terkait social engineering pada pekan ketiga dan keempat Februari 2025. Angka ini meningkat sekitar 46% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 1.033 pengaduan.

    Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Jonathan Kriss mengatakan, modus penipuan digital terus berkembang, tidak hanya manipulasi psikologis yang menjadi modus social engineering atau phishing.


    Kini bahkan muncul modus baru seperti SMS penipuan dengan metode fake Base Transceiver Station (BTS) memungkinkan para pelaku mengirim SMS penipuan secara massal ke ponsel di sekitarnya tanpa terdeteksi oleh sistem operator.

    “Kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap modus-modus tersebut dengan tidak membagikan data pribadi kepada orang tidak dikenal dan selalu memverifikasi keaslian informasi langsung melalui saluran resmi,” ujar Jonathan, dalam keterangan tertulis, Senin (24/3/2025).

    Berdasarkan data internal AdaKami, lanjut Jonathan, ditemukan
    sejumlah akun palsu di berbagai platform media sosial yang mencatut nama AdaKami. Akun palsu ini diduga digunakan untuk melancarkan aksi penipuan. Beberapa kasus bahkan melibatkan klaim palsu bahwa AdaKami telah mengirim dana ganda.

    “Situasi ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan digital terus mencoba mencari celah untuk memanfaatkan situasi. Untuk itu, selain mengaplikasikan teknologi terkini, AdaKami juga secara rutin terus melakukan edukasi agar masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan online,” ujarnya.

    Lantas, apa yang masyarakat bisa lakukan untuk menghindari penipuan digital? Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti:

    1. Hindari Membuka Tautan Mencurigakan
    Phishing merupakan salah satu modus paling umum yang sering ditemui. Tautan Website untuk phising akan terlihat mirip dengan website resmi dan menggunakan nama domain yang mirip. Untuk itu, AdaKami menyarankan agar pengguna selalu menghindari membuka tautan yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal baik melalui pesan singkat, email, atau media sosial, yang mengatasnamakan lembaga keuangan.

    2. Lakukan Verifikasi Informasi
    Banyak pelaku yang sering berpura-pura menjadi Customer Service lembaga keuangan. Patut diperhatikan bahwa lembaga keuangan memiliki Customer Service resmi. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu. Pengguna AdaKami bisa menghubungi hotline 1500077.

    3. Gunakan Platform Resmi yang Telah Mendapatkan Izin OJK
    Dengan menggunakan platform fintech lending yang telah mendapatkan izin OJK, masyarakat akan terlindungi dari segala bentuk tindakan tidak sesuai peraturan yang ditetapkan termasuk penyalahgunaan data pribadi dan modus penipuan lainnya.

    4. Waspada Penyalahgunaan Data Pribadi
    Hal yang sering luput dari perhatian masyarakat terkait penyalahgunaan data pribadi adalah informasi yang dicantumkan saat melakukan transaksi belanja daring atau pesan antar. Nama, nomor telepon, dan alamat pengantaran yang tercantum pada kemasan paket dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab jika informasi pada kemasan tidak dihapus atau dirobek sebelum kemasan tersebut dibuang.

    Oleh karena itu, ada baiknya bersikap hati-hati dengan selalu menghapus atau menyobek bagian label pengiriman dengan data pribadi sebelum membuang kemasan atau mengunggah review terkait produk yang diterima.

    Simak juga Video ‘Pemerintah RI Pulangkan 84 WNI Penipuan Online di Myanmar’:

    (shc/rrd)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir
  • Ada Uang Masuk Mendadak ke Rekening, Jangan Senang Dulu!


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat agar waspada terkait modus terbaru penipuan pinjaman online (pinjol) ilegal. Masyarakat diminta waspada mengenai dana yang tiba-tiba masuk ke rekening.

    Modus tersebut memanfaatkan kelengahan masyarakat. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan mulanya korban tidak tahu-menahu mengenai modus tersebut sehingga mentransfer balik dana saat diminta.

    “Nah di awal-awal ketika orang enggak tahu, kemudian ketika ada yang menghubungi untuk tolong ditransfer kembali ke rekening tertentu karena kami salah transfer begitu ya orang itu dengan lugu mentransfer kembali dana itu ke rekening yang disebutkan. Padahal itu adalah satu modus ya,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki dalam acara konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (8/7/2025).


    Kiki menerangkan usai uang dikembalikan, pelaku tetap menagih korban dengan iming-iming seolah telah menikmati pinjaman. Laporan terkait modus ini terus meningkat, baik lewat kanal resmi pengaduan OJK maupun saat turun ke lapangan.

    Kiki mengimbau masyarakat agar terus waspada dalam penggunaan data pribadi. Dia menegaskan masyarakat harus menjaga data pribadi dan jangan disebarkan ke orang lain.

    “Kita sebagai pemilik data pribadi harus selalu menjaga data pribadi kita dan juga kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah membagikan informasi pribadi kepada orang lain tanpa dia sadar misalnya di sosial medianya dan lain-lain. Ini juga terus kita melakukan edukasi,” terang Kiki.

    Pihaknya juga menyampaikan terkait modus-modus yang sering dilakukan penipu, salah satunya dengan mengirimkan link. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tak mudah mengakses link dengan sumber yang tidak jelas.

    “Kemudian jangan menginformasikan data pribadi tanggal lahir, alamat rumah nama ibu kandung dan lain-lain kepada orang lain maupun melalui sosial media. Terutama jangan tentu saja mengaku-ngaku dari pihak bank jadi begitu yang bisa kita sampaikan,” jelas Kiki.

    Tonton juga “OJK Sebut Gen Z-Milenial Dominasi Penyumbang Kredit Macet di Pinjol” di sini:

    (rea/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir