Tag: penis

  • Sayuran Ini Bisa Jadi Alternatif Atasi Masalah Mr P ‘Susah Berdiri’


    Jakarta

    Disfungsi ereksi merupakan gangguan penis yang dapat mempengaruhi kemampuan penis untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Kondisi ini dapat disebabkan banyak faktor.

    Terkadang, seorang pria yang mengalami masalah ereksi adalah hal yang normal. Masalah ereksi dapat terjadi karena merasa gugup, cemas, frustrasi, atau lelah.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, masalah ini juga dapat disebabkan oleh kondisi lain atau efek samping dari obat-obatan.


    Untuk mengatasinya, ternyata tidak harus selalu menggunakan obat-obatan. Sebuah penelitian menemukan makan sayuran berdaun hijau juga dapat membantu memangkas risiko disfungsi ereksi dan meningkatkan aliran darah ke penis.

    Para peneliti dari Universitas Shantou di China membandingkan pola makan dan fungsi seksual pada 3.184 pria di Amerika Serikat. Hasilnya, sekitar 27 persen mengalami masalah ereksi.

    “Pria yang memiliki pola makan kaya antioksidan, termasuk bayam dan kangkung, 37 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami disfungsi ereksi, dibandingkan mereka yang paling sedikit mengkonsumsinya,” terang para peneliti yang dikutip dari The Sun.

    Mereka memperkirakan kandungan antioksidan yang ada di dalam sayuran tersebut dapat mengurangi kerusakan sel dan pembuluh darah. Hal itu yang dapat meningkatkan kehidupan seks pria.

    “Temuan kami mengungkapkan hubungan antara skor indeks antioksidan makanan dan kejadian disfungsi ereksi,” beber penulis penelitian Dr Zhuangcheng Huang.

    “Mereka mengisyaratkan bahwa pola makan yang kaya akan berbagai nutrisi antioksidan mungkin berperan dalam mencegah dan meringankan disfungsi ereksi,” lanjutnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Perubahan yang Terjadi Pada Mr P Seiring Bertambahnya Usia

    Jakarta

    Seiring pertambahan usia, tubuh manusia akan mulai mengalami perubahan. Pada pria, perubahan juga terjadi pada Mr P alias penis.

    Penis dapat mengalami berbagai macam perubahan, mulai dari ukuran, bentuk, hingga kemampuan ereksi. Terkadang, risiko penis mengalami masalah kesehatan tertentu pun meningkat seiring bertambahnya usia.

    Lantas, apa saja perubahan yang bisa terjadi pada penis seiring pertambahan usia? Dikutip dari Livestrong, berikut penjelasannya.


    1. Ereksi Berkurang

    Profesor urologi dari Loyola Medicine di Chicago, Denise Asafu-Adjei, MD mengatakan pertambahan usia bisa memengaruhi kemampuan penis untuk ereksi. Ini disebabkan oleh perubahan pada jaringan yang membuat penis bisa ereksi.

    “Ketika kita masih muda, jaringan penis ada pada bentuk terbaiknya, elastis serta dapat menghasilkan ereksi yang keras dan utuh,” ujarnya.

    Selain faktor usia, penurunan fungsi ereksi juga dapat dipengaruhi oleh gaya hidup. Karenanya, menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga, dapat membantu mempertahankan fungsi ereksi meski sudah memasuki usia lanjut.

    2. Penis Jadi Kurang Sensitif

    Pertambahan usia juga bisa memengaruhi sensitivitas penis terhadap rangsangan seksual. Inilah penyebab pria yang sudah tua membutuhkan waktu lebih lama agar bisa terangsang saat bercinta.

    Risikonya akan semakin bertambah ketika seorang pria mengidap kondisi kronis, seperti diabetes tipe 2. Diabetes dapat memengaruhi saraf dan pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk yang ada di penis.

    Kabar baiknya, pria sehat memiliki risiko yang lebih kecil mengalami masalah ini. Jadi, penurunan sensitivitas bukanlah perubahan mutlak yang bakal terjadi pada setiap pria seiring pertambahan usia.

    3. Ukuran Penis Mengecil

    Asafu-Adjei menjelaskan ada beberapa hal yang bisa menyebabkan ukuran penis menyusut seiring pertambahan usia. Pertama, jaringan penis mulai kehilangan elastisitasnya.

    Kedua, kelebihan berat badan. Asafu-Adjei mengatakan lemak yang menumpuk di perut dapat ‘mengubur’ penis dan membuatnya tampak lebih kecil. Karenanya, mengurangi lemak visceral bisa saja membuat penis tampak lebih panjang atau besar.

    “Saya melihat peningkatan yang baik dalam cara orang-orang memandang diri dan tampilan penis mereka hanya dengan memangkas lemak perut,” katanya.

    4. Penis Melengkung

    Penis pria mengalami banyak hal selama bertahun-tahun. Terkadang, itu dapat menyebabkan perubahan bentuk penis.

    Kondisi ini disebut juga sebagai penyakit Peyronie, yaitu kondisi penis melengkung yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut di bawah kulit penis.

    Penyakit terbilang cukup jarang, hanya menyerang 1 dari 10 orang pria. Namun, risikonya dapat meningkat seiring pertambahan usia.

    “Hal ini disebabkan oleh cedera pada penis, termasuk posisi seksual tertentu,” ujar Asafu-Adjei.

    5. Risiko Disfungsi Ereksi Meningkat

    Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika penis kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi.

    Usia menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Translational Andrology and Urology pada 2017 menemukan saat pria berusia 40-an, risiko terkena disfungsi ereksi adalah 40 persen, dan akan terus meningkat sebesar 10 persen per dekade.

    Sebagian dari peningkatan itu disebabkan oleh meningkatnya risiko kondisi yang dapat memengaruhi fungsi ereksi, seperti diabetes, penyakit jantung, kolesterol, dan tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, penurunan kadar testosteron yang terjadi seiring pertambahan usia juga berkontribusi memengaruhi dorongan seks dan kemampuan ereksi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Macam Tipe Mr P, Ada yang Lengkung ke Atas hingga Mirip Huruf C


    Jakarta

    Sebagian orang percaya kenikmatan saat bercinta ditentukan oleh ukuran penis pria. Tak hanya itu, ada juga yang beranggapan bentuk penis tertentu dapat memberikan kenikmatan yang lebih besar ketika berhubungan intim.

    Memang, setiap pria memiliki ukuran dan bentuk penis yang berbeda-beda. Ada yang lurus, melengkung, panjang, tebal, dan lain sebagainya.

    Namun, tidak ada ukuran atau bentuk penis yang mutlak. Penis yang sehat tetap dapat melakukan fungsinya dengan baik terlepas dari ukuran ataupun bentuknya.

    Lantas, seperti apa saja bentuk penis yang bisa dimiliki pria? Dikutip dari Healthline, berikut pembahasannya.

    1. Melengkung ke atas

    Seperti pisang, penis tipe ini akan sedikit melengkung ke atas saat sedang ereksi. Penis tipe ini sangat cocok untuk berbagai posisi missionary karena memudahkan pria menyentuh G-spot wanita saat bercinta.

    2. Melengkung ke bawah

    Selain penis yang melengkung ke atas, ada juga penis yang melengkung ke bawah saat sedang ereksi. Lekukan ini juga memberi keunggulan bagi pria untuk merangsang titik sensitif yang ada di sepanjang dinding depan vagina.

    Bentuk penis seperti ini dapat lebih mudah merangsang G-spot wanita saat bercinta dengan gaya doggy.

    3. ‘Huruf C’

    Beberapa orang juga memiliki penis yang melengkung ke samping seperti huruf C. Tenang saja, bentuk penis ini normal dan bukan gejala penyakit.

    Bentuk penis ini juga memiliki keunggulan saat melakukan penetrasi menyamping, seperti posisi T-bone. Posisi ini memungkinkan pria memberikan rangsangan pada dinding depan vagina, seperti yang dilakukan penis melengkung ke atas saat missionary.

    4. Lurus

    Penis yang lurus memiliki bentuk yang hampir sama dari pangkal hingga kepala. Bentuk penis ini bisa melakukan berbagai macam gaya bercinta tanpa perlu melakukan banyak penyesuaian.

    5. Pangkal besar dengan kepala lancip

    Penis ini memiliki ukuran pangkal yang besar dan kepala penis yang lebih kecil sehingga tampak seperti kerucut.

    Penis ini juga punya kelebihan tersendiri. Kepala yang kecil memudahkan saat penetrasi, sementara pangkal yang besar memberikan rangsangan yang lebih besar saat penis bergesekan dengan dinding dalam vagina.

    6. Pangkal kecil dengan kepala besar

    Pangkal kecil dan kepala besar membuat penis ini sekilas mirip dengan martil. Seperti tipe penis lainnya, penis dengan bentuk seperti ini juga punya keunggulan tersendiri saat bercinta.

    Kepala penis yang lebih besar dapat menstimulasi dinding vagina dan menimbulkan gesekan yang menambah kenikmatan. Potensi penis tipe ini bisa dimaksimalkan dengan melakukan gaya bercinta missionary atau cowgirl.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bisa Begini Dampaknya Jika Tak Buang Air Kecil usai Bercinta

    Jakarta

    Ada beberapa “ritual” wajib yang perlu dilakukan setelah berhubungan intim, mulai dari mencuci tangan, membersihkan alat kelamin, dan lainnya. Melakukan hal tersebut bertujuan untuk menjaga diri tetap bersih dan mencegah penyebaran bakteri atau virus.

    Tak hanya itu, pasangan suami istri juga dianjurkan untuk buang air kecil setelah bercinta. Apa sih alasannya?

    Dikutip dari Business Insider, tidak buang air kecil setelah bercinta dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), khususnya pada wanita. Profesor obstetri dan ginekologi dari New York University, dr Frederick Naftolin menjelaskan wanita pada dasarnya memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK.


    Hal ini lantaran posisi vagina berdekatan dengan uretra dan anus. Uretra adalah saluran yang berfungsi mengeluarkan urine dari dalam tubuh.

    Wanita umumnya memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan pria. Hal ini membuat bakteri yang ada di anus dapat berpindah dengan mudah ke uretra, dan kemudian masuk ke kandung kemih.

    Lalu, kenapa tidak buang air kecil bisa meningkatkan risiko ISK? Naftolin mengatakan saat berhubungan intim, bakteri yang ada di vagina atau rektum dapat lebih mudah masuk ke uretra.

    “Saat orang melakukan hubungan intim atau bahkan foreplay, gesekan di sekitar uretra akan membuatnya meradang, dan uretra mulai mengeluarkan pelumas dan cairan sebagai respons. Cairan tersebut kemudian menjadi medium bagi bakteri untuk masuk ke sana (uretra),” ungkapnya.

    Apakah Pria Juga Perlu Buang Air Kecil Setelah Bercinta?

    Naftolin menuturkan meski pria juga dianjurkan untuk buang air kecil setelah bercinta, mereka tidak perlu selalu melakukannya. Sebab, pria memiliki urethra yang lebih panjang dibandingkan wanita.

    “Mereka (pria) memiliki saluran yang lebih panjang antara bagian luar dan kandung kemih, jadi mereka jarang terkena ISK,” kata Naftolin.

    Kendati demikian, pria berisiko mengalami kanker prostat akibat seks. Ini terjadi ketika penis sering mengalami kontak dengan anus, misalnya saat melakukan seks anal. Karenanya, Naftolin menyarankan untuk menggunakan kondom selama bercinta untuk menghindari infeksi.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Minuman Ajaib yang Bikin Ereksi Makin Gahar, Termasuk Jus Tomat

    Jakarta

    Gairah seks pasangan suami istri dapat menurun seiring berjalannya waktu. Hal ini bisa saja berpengaruh pada kualitas hubungan seksual.

    Salah satu yang mempengaruhi kualitas dan gairah seksual adalah masalah disfungsi ereksi. Meski begitu, hal ini masih bisa diatasi dengan perubahan pola makan dan nutrisi yang cukup.

    “Nutrisi, termasuk apa yang kita makan dan minum, berperan penting dalam kesehatan seksual,” kata dr Amy Pearlman, salah satu pendiri Prime Institute dan ahli urologi bersertifikat di Florida Selatan, dikutip dari Eat This.


    Mengkonsumsi minuman yang berkhasiat bisa membantu menjaga kesehatan organ reproduksi. Ini membantu meningkatkan aliran darah, mencegah kerusakan sel yang melepaskan oksida nitrat, dan membantu menjaga kesehatan serta vitalitas secara keseluruhan.

    Berikut beberapa minuman yang bisa membuat ereksi semakin ‘tahan lama’:

    1. Air Putih

    Air putih mungkin menjadi minuman yang paling sering dikonsumsi. Selain baik untuk tubuh, kebutuhan air yang cukup setiap hari ternyata bisa membantu menjaga fungsi seksual.

    “Air sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk fungsi seksual. Dan tetap terhidrasi dengan baik akan meningkatkan aliran darah yang tepat, yang penting untuk mencapai dan mempertahankan ereksi,” terang Pearlman.

    2. Kopi

    Secangkir atau dua cangkir kopi dikaitkan dengan penurunan risiko mengalami disfungsi ereksi pada pria. Efek ini tampaknya berlaku bagi mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas.

    “Pastikan untuk memperhatikan gula yang kerap ditambahkan ke dalam kopi. Sebab, gula bukanlah bahan tambahan terbaik untuk diet saat ingin berfokus pada kesehatan seksual,” kata dia.

    3. Jus Tomat

    Selain baik untuk kulit, ternyata jus tomat juga mengandung senyawa yang dapat membantu agar penis ereksi lebih lama. Tomat mengandung likopen yang sangat berperan bagi kehidupan seks.

    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Andrology, tomat yang memiliki kadar likopen yang lebih rendah dalam makanan mereka sebenarnya diketahui memiliki risiko disfungsi ereksi yang lebih tinggi.

    Manfaat lain likopen yang terkait dengan kesehatan pria adalah potensinya untuk membantu menjaga kesehatan prostat. Faktanya, sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Medicine menemukan bahwa likopen dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.

    4. Jus Semangka

    Untuk mempertahankan ereksi, dibutuhkan aliran darah yang baik ke bagian penis. Untuk menjaga aliran darah tersebut, mungkin disarankan untuk mengkonsumsi jus semangka. Semangka mengandung asam amino yang dapat membantu penis tetap ereksi.

    “Jus semangka menghasilkan cairan yang mengandung citrulline, asam amino yang dapat membantu meningkatkan aliran darah ke banyak area tubuh, termasuk penis, yang dapat membantu orang mencapai ereksi dalam kasus tertentu,” kata Lauren Manaker, MS, RDN, ahli diet terdaftar dan penulis Fueling Male Fertility dan The First Time Mom’s Pregnancy Cookbook.

    Faktanya, sebuah penelitian kecil yang diterbitkan dalam Urology menemukan bahwa suplemen citrulline membantu 12 dari 24 peserta dengan disfungsi ereksi ringan meningkatkan ‘fungsi ereksi normal’ selama periode 1 bulan.

    5. Smoothie

    Tak hanya enak, smoothie juga menjadi minuman yang cocok untuk kesehatan penis. Minuman ini mengandung banyak antioksidan, seperti vitamin C dan E, yang terbukti meningkatkan fungsi ereksi dengan mencegah kerusakan pada sel-sel yang memproduksi oksida nitrat.

    “Vitamin C dapat ditemukan dalam buah-buahan seperti jeruk dan stroberi, dan vitamin E dapat ditemukan dalam minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, serta buah dan sayuran seperti mangga dan alpukat. Jadi dengan bahan-bahan bergizi ini, Anda dapat membuat smoothie yang menyegarkan,” pungkas Pearlman.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dear Paksu! Ini Cara Menemukan G-spot Istri, Bikin Orgasme Lebih Intens

    Jakarta

    Titik G-spot pada wanita wanita memang nyata adanya. Namun, ini bukan sebuah ‘tombol ajaib’ yang bisa ditekan, sehingga wanita bisa langsung mendapatkan orgasme instan.

    Laki-laki harus mencari keberadaan g-spot di area vagina. Jika area ini ditemukan dan disentuh, menurut banyak wanita dapat menimbulkan sensasi nikmat, bahkan orgasme. Hal ini disampaikan Jordan Rullo, PhD, psikolog kesehatan klinis di Utah, Amerika Serikat.

    “Tempat yang jika disentuh akan menimbulkan orgasme. Siapa yang tidak menginginkannya. Jika ada titik yang mudah menyebabkan orgasme, hal ini akan mengurangi rasa frustasi banyak orang tentang bagaimana membantu pasangan wanitanya mencapai klimaks,” ujar Jordan Rullo dikutip dari Everyday Health.


    Ternyata, masih banyak orang yang belum mengetahui seperti apa sebenarnya bentuk klitoris pada wanita. Dosen kehormatan di Universitas Manchester, Fiona Reid MD mengatakan hal ini karena fungsi seksual wanita sangat kompleks.

    “Fungsi seksual wanita sangat kompleks dan mungkin kurang mendapat perhatian dalam penelitian atau pengobatan klinis,” kata Fiona Reid.

    Megan Pollock, terapis seks yang disertifikasi oleh American Association of Sexuality Educators, Counselors, and Therapist mengatakan wanita tidak akan memiliki G-spot jika bukan karena klitoris. G-spot adalah jaringan yang memisahkan dinding vagina dari klitoris.

    Sedangkan Rachel Needle, PsyD direktur Modern Sex Therapy Institutes mengatakan rangsangan pada G-spot mungkin juga akan merangsang setidaknya 8.000 syaraf bagian dari klitoris.

    Di mana Letak G-spot?

    Zona ini terletak di bagian depan dinding vagina. Untuk menemukannya, masukkan jari yang sudah terlumasi (satu atau dua jari) ke dalam vagina. Letak G-spot sekitar dua inci di atas vagina, dan ketika ditemukan tekstur dinding (vagina) akan menjadi sedikit berenda.

    Area tersebut juga sering digambarkan sebagai ‘spons’. Sisa dinding akan terasa halus, sampai jari menyentuh area ini.

    “Area ini padat dengan saraf dan mengembang ketika gairah seksual meningkat,” kata Rullo.

    Saat area tersebut dirasa sudah ditemukan, maka bisa distimulasi dengan melakukan gerakan pada jari dengan perlahan. Selain mencarinya dengan jari, beberapa posisi seks tertentu seperti woman on top, karena penis kemungkinan akan bisa menyentuh area tersebut saat penetrasi.

    Bagaimana Rasanya Orgasme G-spot?

    Orgasme G-spot adalah hasil interkoneksi antara klitoris, uretra, dan dinding anterior vagina. Wanita mungkin menganggap jenis orgasme ini lebih kompleks daripada rangsangan klitoris langsung.

    Ahli menyebut kebanyakan wanita melaporkan orgasme G-spot terasa lebih dalam, internal, dan menyeluruh. Namun, tidak terfokus pada area klitoris saja.

    “Jika Anda penasaran dan ingin menjelajahi rangsangan G-spot, dekati pengalaman tersebut tanpa tekanan atau ekspektasi. Pahami bahwa Anda mungkin tidak menemukan apa yang Anda cari, dan itu tidak masalah,” kata Rullo.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Mager Pipis Setelah Bercinta? Pikir Lagi, Bisa Begini Dampaknya

    Jakarta

    Setelah bercinta, pasangan mungkin kehabisan energi dan ingin segera rileks atau langsung tidur. Namun, ada beberapa ritual ‘wajib’ yang ternyata penting untuk dilakukan usai berhubungan intim.

    Salah satunya adalah buang air kecil. Aktivitas sederhana ini disebut dapat membantu mengurangi risiko infeksi saluran kemih, terutama pada wanita. Lantas, apa sih hubungan antara buang air kecil dan infeksi saluran kemih?

    Dikutip dari Livestrong, pakar obstetri dan ginekologi Taraneh Shirazian, MD, mengungkapkan vagina memiliki mikrobioma yang unik. Ketika mikrobioma itu terusik, maka berpotensi memicu infeksi saluran kemih atau infeksi vagina karena adanya bakteri baru di area tersebut.


    “Bila urine tertahan di sana dan ada bakteri baru yang masuk, bakteri ini dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) pada sebagian orang,” ujarnya.

    Selain itu, buang air kecil setelah bercinta dapat menjaga keseimbangan pH di vagina.

    “Jika Anda melakukan hubungan seks penetrasi di mana pasangan Anda berejakulasi di dalam Anda (atau di dekat vagina Anda), sperma dapat mengganggu pH vagina Anda. Sperma membuat pH vagina lebih basa, yang dapat memengaruhi mikrobioma vagina, yang memicu infeksi,” kata Shirazian.

    Seberapa Buruk Dampak Tidak Buang Air Kecil Setelah Bercinta?

    Mungkin ada orang yang selama ini tidak buang air kecil setelah bercinta, dan merasa baik-baik saja. Ada juga orang yang sering buang air kecil, tapi masih mengalami ISK.

    Shirazian mengatakan tidak cara untuk mengetahui seseorang ada di kategori mana. Namun, buang air kecil adalah hal yang perlu dibiasakan, terutama jika seseorang tahu dirinya rentan terhadap infeksi vagina atau ISK.

    “Ditambah lagi, jika Anda berhubungan seks di mana penis mengeluarkan sperma di dalam vagina, air mani akan keluar entah bagaimana, dan demi menjaga kebersihan, lebih baik cairan itu dibuang ke toilet daripada mengotori sprei Anda,” jelas Shirazian.

    “Buang air kecil setelah berhubungan seks memudahkan dan memudahkan Anda untuk membuang cairan ekstra itu – dan juga dapat membuang bakteri yang dapat meningkatkan risiko ISK atau infeksi vagina,” tandasnya.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dokter ‘Spill’ Posisi Bercinta yang Rentan Picu Mr P Patah, Waspadai Gejalanya


    Jakarta

    Fraktur penis atau penis ‘patah’ ternyata merupakan suatu kondisi yang bisa saja terjadi pada pria, meskipun organ reproduksi ini tak memiliki tulang. Salah satu penyebabnya karena bengkoknya penis secara tiba-tiba saat ereksi.

    Selama ereksi, penis akan membesar karena adanya darah yang mengisi dua tabung di kedua sisi alat kemaluan tersebut (corpora cavernosa). Penis yang ereksi berisiko mengalami robekan pada tunica albuginea atau lapisan pelindung bagian dalam jika tiba-tiba ia bengkok.

    Spesialis urologi dari Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Putu Angga Risky Raharja, SpU, FICS, menyebut biasanya kondisi fraktur penis ini sering ditemukan pada pria setelah berhubungan seksual. Salah satu posisi bercinta yang berisiko menyebabkan penis patah adalah woman on top.


    “Biasanya pada habis berhubungan seksual, ada kayak tiba-tiba ereksinya hilang, terus ada bunyi keretak gitu, dan ada kelihatan ada perdarahan di bawah kulit di penis,” ujar dr Angga saat ditemui detikcom di Jakarta Barat, Jumat (28/6/2024).

    Tanda dan gejala fraktur penis

    1. Nyeri penis langsung

    2. Suara letupan atau retakan

    3. Kehilangan ereksi cepat atau tiba-tiba

    4. Perubahan warna pada batang penis karena pendarahan

    5. Memar dan bengkak akibat penumpukan darah

    6. Ada darah dalam urin atau di ujung penis

    7. Nyeri saat buang air kecil

    Jika tidak diobati, fraktur penis dapat menyebabkan penis melengkung atau ketidakmampuan permanen untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk seks (disfungsi ereksi). Sehingga, lanjut dr Angga perlu penanganan lebih lanjut oleh dokter untuk mengetahui tindakan lanjutan yang diperlukan.

    “Kalau misalnya ada kondisi seperti itu ya bagi masyarakat, itu mesti dibawa ke IGD, mesti diperiksa oleh dokter, karena biasanya ada bagian dari penis yang robek, kalau bagiannya yang robek itu tidak dijahit atau tidak dioperasi, ke depannya nanti malah dia bisa jadi impotensi atau disfungsi ereksi,” tutupnya.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dokter Urologi Ungkap Posisi Seks yang Berisiko Picu Penis ‘Patah’


    Jakarta

    Penis ‘patah’ atau fraktur penis adalah kondisi saat penis mengalami cedera atau ‘patah’ saat ereksi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan penis yang mengalami pembengkakan, adanya bunyi ‘krek’, mendadak kehilangan ereksi, hingga terjadinya perdarahan.

    Apabila kondisi ini tak segera ditangani, dokter urologi menyebut bisa memicu gangguan reproduksi.

    “Kalau bagiannya yang robek itu tidak dijahit atau tidak dioperasi, ke depannya nanti malah dia bisa jadi impotensi atau disfungsi ereksi,” kata spesialis urologi dari Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Putu Angga Risky Raharja, SpU, FICS, saat ditemui di Jakarta Barat, Jumat (28/6/2024).


    “Robekannya itu sering di lapisan penggungkus penis ya, di situ ada robek biasanya di bagian sana, jadi bukan tulang di penis ya, sebenarnya di penis nggak ada tulang, tapi robeknya di situ,” katanya lagi.

    dr Angga menyebut kasus penis patah sering ditemukan pada pria setelah berhubungan seksual. Salah satu posisi berhubungan intim yang paling berisiko memicu penis patah adalah woman on top atau posisi wanita di atas pria.

    Dalam posisi ini, wanita biasanya menumpukan seluruh berat tubuhnya pada penis yang sedang ereksi, sehingga ia sering kali tidak sadar saat posisi penis berubah atau tertekuk.

    Karena itu, dr Angga menyarankan bagi pria yang mengalami sejumlah tanda-tanda penis patah harus segera langsung ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

    “Kalau misalnya ada kondisi seperti itu ya bagi masyarakat, itu mesti dibawa ke IGD, mesti diperiksa oleh dokter,” sambungnya lagi.

    (suc/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bapak-bapak! Mohon Dicatat, 6 Rekomendasi Variasi Bercinta Berdasarkan Bentuk Mr P

    Jakarta

    Bentuk penis atau Mr P selalu berbeda pada setiap orang, baik itu dari ukuran atau karakteristiknya.

    Tidak ada bentuk ataupun ukuran penis yang buruk, setiap penis memiliki keunikannya masing-masing. Penting untuk mengenali jenis penis yang dimiliki agar dapat menggunakannya secara maksimal saat bercinta. Apa itu penis?

    Dikutip dari Healthline, penis merupakan sebuah organ yang terbuat dari jaringan spons. Jaringan spons ini terisi oleh darah yang dapat menyebabkan terjadinya ereksi.


    Meski kelihatannya cukup sederhana, penis sebenarnya cukup kompleks. Penis terdiri dari kelenjar (kepala), korpus (batang), dan prepusium (kulup). Penis juga memiliki uretra atau tabung tipis tempat keluarnya air seni dan air mani.

    Bentuk Penis dan Rekomendasi Varian Bercinta

    1. Melengkung Ke Atas atau Pisang

    Seperti halnya pisang, saat ereksi bentuk penis ini melengkung sedikit ke atas.

    Memiliki bentuk penis melengkung ke atas memberikan keuntungan saat bercinta. Karena akan lebih mudah dalam menstimulasi G-spot, A-spot dan prostat.

    Gaya misionaris menjadi salah satu posisi bercinta yang pas tapi tetap sederhana yang dapat dilakukan oleh pria dengan bentuk penis pisang.

    2. Melengkung Ke Bawah atau Pisang Terbalik

    Penis seperti pisang terbalik memiliki bentuk sedikit melengkung ke bawah saat ereksi.

    Bentuk penis melengkung ke bawah memiliki keunggulan tersendiri, karena dapat mencapai titik-titik rangsang di sepanjang dinding depan vagina.

    Kunci untuk memanfaatkan lekukan ini adalah dengan membalikkan posisi tubuh pasangan agar lebih dekat dengan titik-titik rangsang tersebut, dan memasukkannya dari arah belakang.

    3. Bentuk C

    Penis seperti huruf C memiliki lekukan yang mencolok ke arah kanan. Bentuk penis ini memungkinkan untuk menstimulasi titik-titik rangsang seperti bentuk penis mirip pisang.

    Cobalah posisi T-bone, saat pasangan membentuk posisi menyerupai huruf “T.” Dalam posisi ini, satu pasangan berbaring telentang, sementara pasangan lainnya berbaring menyilang di atasnya pada sudut 90 derajat. Posisi ini memungkinkan penetrasi dari samping dan dapat memberikan sudut serta sensasi yang berbeda bagi kedua pasangan.

    4. Lurus

    Penis lurus memiliki bentuk yang hampir sama dari batang hingga kepala. Penis dengan bentuk ini memungkinkan pasangan bercinta dengan leluasa menggunakan berbagai cara, dan mempermudah pasangan mencapai zona sensitif seksual satu sama lain.

    5. Kerucut

    Penis ini memiliki bentuk seperti kerucut, dengan pangkal yang lebih tebal dan lebar lalu semakin menyempit ketika berada dekat dengan bagian kepala.

    Seperti bentuk penis lainnya, penis dengan bentuk kerucut memiliki keistimewaan. Kepala penis yang lebih sempit, membuatnya lebih mudah masuk ke dalam vagina. Dan pangkalnya yang lebih lebar memberikan lebih banyak rangsangan pada area vagina.

    6. Palu

    Seperti halnya palu, penis ini memiliki bentuk pangkal yang panjang dan tipis dengan kepala yang jauh lebih besar.

    Kepala yang tebal dan besar, mampu menstimulasi dinding vagina atau dubur, menciptakan gesekan yang akan terasa nyaman untuk kedua pasangan.

    Pilihlah posisi yang memungkinkan untuk merangsang klitoris atau lubang kencing pada saat yang sama untuk memudahkannya masuk. Posisi seperti misionaris dan cowgirl bisa menjadi posisi yang pas dan ramah untuk penis.

    (sao/sao)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy