Tag: penolakan

  • Para Terlapor Kasus Dugaan Kartel Pinjol Tolak LDP Investigator KPPU


    Jakarta

    Para terlapor dalam Perkara Nomor 05/KPPU-I/2025 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait Layanan Pinjam-Meminjam Uang atau Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Fintech P2P Lending) di Indonesia, menolak Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) yang disampaikan Investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

    Penolakan tersebut disampaikan dalam Sidang Majelis Komisi yang digelar KPPU di Kantor KPPU Jakarta, kemarin. Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Rhido Jusmadi, serta dihadiri seluruh anggota majelis. Sidang tersebut membahas agenda Penyampaian Tanggapan Terlapor terhadap LDP serta alat bukti berupa surat dan/atau dokumen serta daftar saksi/ahli.

    “20 dari total Terlapor membacakan tanggapan LDP secara langsung di hadapan sidang, selebihnya dianggap dibacakan. Semua menolak kecuali Terlapor 40 yang menolak sebagian,” kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU, Deswin Nur dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9/2025).


    Secara rinci, Deswin menyampaikan sebanyak 95 Terlapor telah menyampaikan tanggapan beserta daftar alat bukti secara tertulis dalam bentuk hard copy maupun soft file. Sementara satu Terlapor belum menyerahkan tanggapan, namun telah menyampaikannya secara lisan di depan persidangan.

    Adapun Terlapor akan menyerahkan tanggapan tertulis dimaksud paling lambat Senin (15/9/2025) pukul 08.30 WIB. Sementara itu satu Terlapor sampai sidang kemarin berlangsung belum juga hadir di depan persidangan tanpa adanya keterangan dari bersangkutan.

    “Pasca sidang ini, Majelis Komisi akan mempelajari tanggapan tertulis Para Terlapor atas LDP, dan akan melanjutkan sidang pada 15 hingga 18 September 2025 dengan agenda Pemeriksaan Alat Bukti Terlapor (Inzage),” pungkasnya.

    Simak Video ‘Utang Warga +62 Naik! Pinjol Rp 83,52 T dan Paylater Rp 31,5 T’:

    (anl/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir
  • Harus Jujur, Personal, dan Bikin ‘Malu’



    Jakarta

    Menulis esai beasiswa sering kali menjadi tantangan besar bagi calon mahasiswa. Penulis sekaligus aktivis muda pendidikan, Abigail Limuria, menyampaikan kunci membuat esai yang baik bukan sekadar kalimat indah, tapi juga kejujuran dan sisi personal penulis.

    “Esai yang bagus itu tuh adalah esai yang menurut aku ya, yang merupakan teman-teman hampir malu tulisnya. Karena itu personal, dan benar-benar menggambarkan seseorang kayak apa sih,” ujar Abigail dalam acara The Future Festival yang diselenggarakan LPDP di Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

    Menurutnya, pendaftar harus bisa menempatkan diri sebagai reviewer. Dengan begitu, pelamar bisa menilai apakah esai yang ditulis memberi kesan kuat bagi pembacanya.


    “Nah itu tuh harus bisa taruh di posisi reviewer-nya juga gitu ya. Tapi lagi-lagi aku juga saranin, dalam menulis esai coba refleksi yang banyak, apa sih kehidupan teman-teman tuh yang masa-masa paling challenging untuk teman-teman. Atau misalnya pencapaian yang paling mengembangkan,” sarannya.

    Belajar dari Kegagalan dan Penolakan

    Abigail juga menekankan pentingnya menerima kegagalan dalam proses seleksi beasiswa atau masuk kampus. Rasa sakit akibat ditolak menurutnya justru bisa menjadi ‘otot mental’ yang melatih keberanian.

    “Semakin sering kita gagal, semakin kita terbiasa bangkit lagi. Justru kalau kita nggak pernah gagal, bisa jadi kita kurang berani mencoba hal-hal menantang,” jelas penulis buku Makanya, Mikir! itu.

    Bagi Abigail, kegagalan bisa dilihat sebagai “badge of honor”. Artinya, kegagalan adalah tanda keberanian seseorang melangkah keluar dari zona nyaman.

    Turunkan Ego, Siap Bertumbuh

    Di akhir sesi, Abigail menekankan pentingnya menurunkan ego saat menghadapi kegagalan melamar beasiswa. Ego yang terlalu tinggi menurutnya hanya bisa membuat penolakan terasa lebih menyakitkan.

    “Walaupun tentu keliru, pasti masih sakit, pasti menakutkan, pasti memalukan kadang-kadang. Tapi nggak lama ya, ini dari pengalaman aku juga, semakin ego aku tinggi, semakin ditolak dan gagal itu rasanya sakit,” kata Abigail.

    Abigail menegaskan, berpikir kritis, reflektif, dan jujur pada diri sendiri adalah bekal utama bagi pelajar. Prinsip itu juga yang mendukung penulisan esai beasiswa menjadi lebih berbobot

    “Jadi ketika kita menerima informasi, kita tidak langsung melakukan apa-apa, tapi kita bisa olah. Jadi kita ada pertanyaan yang selanjutnya tidak terlalu menarik. Dan di atasnya itu lagi adalah berpikir secara kreatif,” tutupnya.

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Babak Baru Barca Vs Ter Stegen: Ada Langkah Hukum?


    Jakarta

    Runyamnya hubungan Marc-Andre ter Stegen dengan Barcelona, klubnya sendiri, berlanjut dan memasuki babak baru.

    Masa depan Ter Stegen di Barca musim panas ini sempat santer dispekulasikan. Pada satu titik, Barcelona pun terindikasi sudah siap menjualnya dan melepas ban kaptennya.

    Namun, sejauh ini Ter Stegen masih tetap di Barca. Situasinya saat ini turut membuat proses registrasi pemain Barca jadi terkendala.


    Hal itu berawal ketika Ter Stegen menjalani operasi, untuk memulihkan bagian punggungnya, pada tanggal 29 Juli lalu. Tapi, seperti dikutip ESPN, baru-baru ini ia tidak memberi izin untuk berbagi data medisnya ke LaLiga.

    Data ini dibutuhkan komite medis LaLiga untuk menentukan kadar cedera Ter Stegen. Barca bisa terbebas dari 50% gaji pemainnya itu, untuk tujuan registrasi pemain, jika LaLiga memutuskan Ter Stegen bisa absen setidaknya 4 bulan.

    Direktur Olahraga Barcelona Deco pada awalnya berencana untuk bicara langsung dengan Ter Stegen sepulangnya dari tur Asia. Deco kemudian disebut terkejut mendapatkan fax berisi penolakan Ter Stegen untuk menandatangani laporan klub.

    Sejumlah media Spanyol sudah mengklaim bahwa Barcelona kini membuka kemungkinan untuk menjatuhkan sanksi disiplin dan langkah hukum kepada Ter Stegen. Sedangkan sumber ESPN menyebut, memang ada opsi-opsi yang dipertimbangkan.

    Situasi ini memunculkan babak baru Barca vs Ter Stegen. Musim panas ini, rencana Ter Stegen naik meja operasi diklaim sudah membuyarkan rencana klub Catalan itu untuk menjualnya.

    Dengan Ter Stegen menjalani operasi, dan setelah itu menjalani pemulihan, tidak ada klub yang ingin membelinya. Di sisi lain, Barca sudah merekrut Joan Garcia untuk menjadi kiper nomor 1 dan memperpanjang kontrak Wojciech Szczesny.

    Barcelona memprediksi Ter Stegen harus absen selama 4 bulan, dengan situasi itu membuatnya bisa mulus mendaftarkan pemain baru termasuk Garcia. Tapi Ter Stegen bersikeras sudah akan bisa pulih dalam 3 bulan.

    Disebutkan lebih lanjut, Barcelona saat ini belum mendaftarkan lima pemainnya. Padahal tersisa kurang dari dua pekan sebelum Los Cules memulai laga pertamanya di LaLiga musim baru.

    (krs/bay)



    Sumber : sport.detik.com