Tag: penyakit hashimoto

  • Viral Diet 90-30-50, Ini Rekomendasi Menu Makanan dari Pakar


    Jakarta

    Media sosial belakangan tengah ramai dengan fenomena diet 90-30-50 yang diklaim efektif menurunkan berat badan hingga 8 kg dalam waktu dua bulan saja. Metode diet ini dilakukan dengan cara mengombinasi makanan-makanan seperti protein, serat, dan lemak sehat.

    Sebagai informasi, diet 90-30-50 diperkenalkan oleh seorang ahli diet di Amerika Serikat Courtney Kassis pada 2023. Dirinya menciptakan diet ini karena didiagnosis mengidap penyakit Hashimoto, yang menyebabkan ia kesulitan menurunkan berat badan.

    Menurut Courtney, metode diet ini mengharuskan seseorang mengatur pola makan dengan asupan 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak. Sejak melakukan metode diet ini, Courtney mengaku sukses menurunkan berat badan dari 58 kg menjadi 50 kg dalam waktu kurang lebih dua bulan.


    Dikutip dari Times of India, ahli gizi Catherine Gervacio, RND mengatakan kandungan protein yang cukup pada metode ini memang efektif untuk mendukung pemeliharaan, perbaikan, dan rasa kenyang.

    “Rekomendasi umum adalah 0,8 hingga 1 gram per satu kg berat badan untuk orang dewasa,” kata Gervacio.

    “Mengenai serat, jumlahnya (pada metode diet ini) cukup untuk mengatur gula darah, meningkatkan kesehatan usus, dan meningkatkan rasa kenyang. Kebanyakan orang tidak memenuhi anjuran 25 gram (untuk wanita) dan 38 gram (untuk pria) setiap hari,” sambung dia.

    Mengenai lemak sehat, ahli diet Trista Best, MPH, RD, LD mengatakan seseorang harus memprioritaskan lemak sehat jika ingin mengikuti metode diet ini. Best juga merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh dan menghindari lemak trans.

    “Lemak sehat meliputi lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal seperti yang bisa ditemukan di ikan salmon, biji chia, tahu, almond, dan alpukat,” kata Best.

    Berikut makanan-makanan yang dianjurkan untuk diet 90-30-50. Namun, perlu dicatat bahwa hasil dari metode diet ini mungkin akan berbeda pada masing-masing orang, tergantung dengan kondisi kesehatan dan sistem metabolisme masing-masing.

    • Protein: daging ayam, daging sapi, telur, kalkun, yogurt Yunani, dan keju cottage.
    • Serat: sayuran berdaun hijau, brokoli, kembang kol, biji chia, biji rami, kacang almond, dan buncis.
    • Lemak sehat: kacang-kacangan dan selai kacang, biji-bijian, alpukat, minyak zaitun.

    Ahli gizi diet Shelley Balls, MDA, RDN, LDN mengatakan metode ini diet terbilang “sangat efektif” untuk membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, mengonsumsi protein yang cukup memang bisa membantu menjaga massa otot.

    Balls menambahkan konsumsi serat harian yang cukup dapat membantu seseorang untuk merasa kenyang lebih lama. Efek anti-inflamasi pada lemak sehat juga efektif dalam membantu menurunkan berat badan seseorang.

    (dpy/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Hashimoto, Pola Makan Sehat untuk Atasi Gangguan Tiroid


    Jakarta

    Beberapa pola diet dikembangkan untuk mengatasi penyakit tertentu. Salah satunya diet Hashimoto untuk mengatasi penyakit Hashimoto’s thyroiditis. Begini panduannya.

    Pola diet dirancang tak hanya untuk menurunkan berat badan, tapi juga meningkatkan kondisi kesehatan. Sebab banyak penyakit erat kaitannya dengan pola makan.

    Jika menjalani pola makan tepat, maka risiko penyakit tersebut bisa dicegah atau bahkan gejalanya bisa teratasi. Karenanya penting bagi penderita penyakit mengetahui makanan yang dianjurkan dan dilarang untuk mereka konsumsi.


    Di Amerika Serikat (AS) ada diet yang dikembangkan untuk mengatasi penyakit tiroid Hashimoto. Bernama diet Hashimoto, ini 5 fakta menariknya seperti dilansir dari Healthline:

    1. Apa itu tiroiditis Hashimoto?

    Tiroiditis Hashimoto adalah kondisi autoimun yang secara bertahap menghancurkan jaringan tiroid melalui limfosit, yaitu sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

    Tiroid sendiri merupakan kelenjar endokrin di pangkal leher yang mengeluarkan hormon. Hormon tersebut mempengaruhi hampir setiap sistem organ, termasuk jantung, paru-paru, kerangka, dan sistem pencernaan dan saraf pusat.

    Kerusakan pada kelenjar ini akhirnya menyebabkan produksi hormon tiroid tidak mencukupi.

    2. Bagaimana pola makan memengaruhi penyakit Hashimoto?

    Ilustrasi wanita makan stroberi atau saladFoto: Getty Images/nensuria

    Pola makan dan gaya hidup punya peran penting dalam menangani penyakit tiroid ini. Sebab penelitian menunjukkan bahwa peradangan mungkin menjadi faktor pendorong di balik berbagai gejala Hashimoto. Peradangan pun sering kali dikaitkan dengan pola makan.

    Perubahan pola makan dan gaya hidup juga merupakan kunci untuk mengurangi risiko penyakit lain, karena penderita tiroiditis Hashimoto memiliki risiko lebih tinggi terkena kondisi autoimun, kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes.

    Selain itu, pola makan yang lebih tepat dapat membantu mengurangi peradangan, serta memperlambat atau mencegah kerusakan tiroid yang disebabkan oleh peningkatan antibodi tiroid. Juga mengatur berat badan, gula darah, dan kadar kolesterol.

    3. Pola makan bebas gluten dan bijian

    Banyak penelitian menunjukkan bahwa penderita tiroiditis Hashimoto lebih mungkin menderita penyakit celiac. Karenanya ahli merekomendasikan agar setiap orang yang didiagnosis menderita Hashimoto diperiksa untuk penyakit celiac.

    Selain itu, beberapa penelitian menemukan kalau diet bebas gluten dan biji-bijian dapat bermanfaat bagi penderita tiroiditis Hashimoto. Absen makan gluten ditemukan mampu mengurangi kadar antibodi tiroid sekaligus meningkatkan fungsi tiroid dan kadar vitamin D.

    Selain itu, penelitian lain mencatat bahwa orang dengan tiroiditis Hashimoto kemungkinan besar mendapat manfaat dari diet bebas gluten, meskipun mereka tidak menderita penyakit celiac.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    4. Lebih baik hindari produk susu (dairy)

    Still life with dairy product on wooden backgroundFoto: Getty Images/iStockphoto/grafvision

    Untuk diketahui, penderita tiroiditis Hashimoto juga mungkin mengalami intoleransi laktosa. Dalam sebuah penelitian terhadap 83 wanita dengan tiroiditis Hashimoto, 75,9% didiagnosis dengan intoleransi laktosa.

    Oleh karena itu, jika ada gejala yang mengarah pada intoleransi laktosa, coba berhenti mengonsumsi produk susu. Hal ini dapat membantu masalah pencernaan, serta fungsi tiroid dan penyerapan obat.

    5. Fokus konsumsi makanan antiinflamasi

    Peradangan atau inflamasi mungkin menjadi penyebab tiroiditis Hashimoto. Oleh karena itu, pola makan antiinflamasi yang kaya akan buah-buahan dan sayuran dapat memperbaiki gejala secara signifikan.

    Sebuah penelitian pada 218 wanita penderita tiroiditis Hashimoto menemukan bahwa penanda stres oksidatif, suatu kondisi yang menyebabkan peradangan kronis, lebih rendah pada mereka yang lebih sering makan buah dan sayuran.

    Pilih juga makanan utuh yang padat nutrisi. Hindari makanan olahan tinggi agar kesehatan secara umum juga lebih baik.

    (adr/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt