Tag: penyakit jantung

  • Makan Ramen Lebih dari 1 Kali Seminggu Tingkatkan Risiko Kematian Dini


    Jakarta

    Ramen merupakan hidangan khas Jepang yang kini mendunia. Namun menu ini tidak terlalu baik untuk kesehatan bila dikonsumsi terlalu sering.

    Dilansir dari DailyMailUK (26/09/2025), sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, Health and Ageing mengungkap konsumsi ramen lebih dari sekali dalam seminggu berisiko meningkatkan kemungkinan kematian dini, khususnya pada pria di bawah usia 70 tahun.

    Penelitian ini melibatkan lebih dari 6.500 partisipan di Prefektur Yamagata, Jepang, berusia sekitar 40 tahun. Mereka dibagi dalam 4 kelompok berdasarkan frekuensi makan ramen, mulai dari kurang dari sebulan sekali hingga lebih dari tiga kali seminggu.


    Hasilnya kelompok yang paling sering mengonsumsi ramen, terutama yang meminum lebih dari separuh kuahnya, menunjukkan risiko kematian yang lebih tinggi. Dalam masa observasi yang berlangsung selama 4,5 tahun, tercatat 145 kematian di antara partisipan, dengan 100 di antaranya akibat kanker dan 29 akibat penyakit jantung.

    Close up shot of miso noodle ramen with chopped pork meat and soft boiled eggKebiasaan makan ramen. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kanawa_Studio

    Para peneliti menyoroti kandungan garam yang sangat tinggi dalam kuah ramen sebagai faktor utama penyebab kematian.

    “Ramen dan kuahnya mengandung kadar garam yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit terkait garam, seperti stroke dan kanker lambung,” tulis laporan tersebut.

    Risiko tersebut semakin meningkat bila konsumsi ramen disertai dengan kebiasaan minum alkohol, di mana pria yang makan ramen lebih dari 3 kali seminggu sambil minum alkohol, tercatat memiliki risiko kematian hingga 3 kali lipat dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

    Namun para peneliti juga mengakui adanya keterbatasan dalam studi ini. Data dikumpulkan melalui catatan makanan yang bersifat laporan mandiri sehingga rentan ketidakakuratan. Misalnya terkait ukuran porsi, jenis ramen, atau pola makan pendukung lainnya. Faktor gaya hidup seperti olahraga, kondisi medis kronis, serta kebiasaan makan di luar periode survei juga tidak tercatat secara detail.

    Meski begitu, temuan ini cukup memberi peringatan bagi penggemar ramen. Para ahli kesehatan menganjurkan agar ramen dinikmati sesekali saja, bukan menjadi santapan rutin. Saat mengonsumsinya, hindari meminum seluruh kuah ramen yang tinggi kandungan garam, apalagi bila bersamaan dengan konsumsi alkohol.

    Close-up japanese noodle called ramen in a white bowlRamen. Foto: iStock

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah menegaskan bahaya konsumsi garam berlebih. Hampir seluruh negara di Eropa dilaporkan mengonsumsi garam jauh di atas batas aman. WHO merekomendasikan konsumsi garam harian maksimal 5 gram per orang, sementara pedoman di Inggris membatasi hingga 6 gram per hari.

    Kelebihan garam terbukti menjadi penyebab utama hipertensi yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, dua penyakit mematikan yang kerap datang tanpa gejala awal.

    Dengan demikian meski ramen menawarkan kelezatan yang menggoda, menjaga frekuensi konsumsi dan membatasi asupan kuahnya adalah langkah bijak untuk kesehatan jangka panjang.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rahasia Dokter AS, Kebiasaan Ini Turunkan Risiko Sakit Jantung hingga 50 Persen


    Jakarta

    Seorang dokter jantung di Amerika Serikat (AS), dr Bhojraj mengatakan bahwa risiko penyakit jantung sebenarnya bisa ditekan hingga 50 persen. Menurutnya, gaya hidup sehat memiliki peranan besar terhadap kondisi ini.

    Menurut dokter dengan pengalaman 20 tahun tersebut, kebiasaan ‘aktif bergerak’ seperti olahraga atau gerakan-gerakan lainnya, selama dapat menantang otot dan paru-paru dapat membantu menyehatkan sistem kardiovaskular.

    “Cara Anda bergerak, makan, tidur, dan mengelola stres menentukan umur panjang Anda jauh lebih banyak daripada apa yang ada di lemari obat Anda,” kata dr Bhojraj, dikutip dari Times of India, Senin (13/10/2025).


    Hidup Aktif Mengurangi Risiko Penyakit Jantung hingga 50 Persen

    Menurut dr Bhojraj, latihan kekuatan otot dan aerobik yang teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan penurunan kognitif hingga 50 persen. Hal ini sangat penting, karena belum ada obat yang memiliki khasiat serupa.

    Tidak perlu olahraga yang berat, menurut dr Bhojraj, hidup aktif ini bisa dimulai dari sesuatu yang kecil seperti berjalan kaki konsisten setiap hari.

    Bisa dengan 10.000 langkah atau bahkan 20-30 menit per hari, cukup untuk mengatur tekanan darah, melancarkan sirkulasi, dan mendukung irama jantung yang sehat.

    Bergerak juga tak selalu tentang kesehatan fisik, ia juga menurunkan kortisol, yakni hormon stres utama tubuh. Kortisol yang tinggi dapat membahayakan jantung dan otak.

    Hidup aktif bergerak dapat meredakan stres, meningkatkan suasana hati dan fungsi kognitif.

    “Untuk menua dengan baik, mulailah dari sini (hidup aktif). Itu bukan trik, itulah cara tubuh Anda dirancang untuk menyembuhkan diri,” tutupnya.

    (dpy/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Pemilik Goldar Ini Disebut Lebih Rendah Risikonya Kena Serangan Jantung


    Jakarta

    Studi ilmiah terus menunjukkan korelasi antara penyakit kardiovaskular dan golongan darah. Individu bergolongan darah O lebih kecil kemungkinannya mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan golongan darah lainnya. Kok bisa begitu?

    Golongan Darah dan Penyakit Jantung Koroner

    Sebuah studi tahun 2012 yang dipublikasikan dalam Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, mengungkapkan pembawa darah A, B, atau AB lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, dibandingkan dengan golongan darah O.

    Temuan menunjukkan tingkat serangan jantung dan gagal jantung yang lebih tinggi di antara pembawa darah non-O.


    Sebaliknya, golongan darah O memiliki efek perlindungan ringan, menurunkan risiko kejadian kardiovaskular yang signifikan. Peningkatan risiko pada golongan darah non-O mungkin terkait dengan kadar faktor pembekuan yang lebih tinggi dan penanda inflamasi tertentu, yang dapat berkontribusi pada penyumbatan arteri dan penyakit jantung seiring waktu.

    Selama lebih dari dua dekade, penelitian yang ketat menemukan bahwa individu dengan golongan darah non-O, yakni A, B, dan AB, memiliki risiko yang lebih tinggi sekitar 6-23 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O.

    Dikutip dari Times of India, temuan ini menunjukkan bahwa golongan darah O mungkin memiliki perlindungan kardiovaskular yang cukup. Itu kemungkinan karena kadar faktor pembekuan darah yang lebih rendah, seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII, serta dampak positif pada penanda kolesterol dan peradangan.

    Secara spesifik, risikonya 11 persen lebih tinggi untuk golongan darah non-O.

    Risiko Stroke

    Golongan darah juga dikaitkan dengan risiko stroke, terutama pada kasus stroke yang terjadi pada usia dini. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan terhadap stroke sebelum berusia 60 tahun.

    Individu dengan golongan darah O memiliki risiko yang lebih rendah, dan inilah mengapa golongan darah mungkin menjadi komponen integritas kardiovaskular secara keseluruhan.

    Temuan studi tahun 2014, yang dipublikasikan dalam Jurnal Trombosis dan Hemostasis menyelidiki total 646 kasus dan menyimpulkan bahwa pada individu non-diabetes, golongan darah AB memiliki risiko stroke sekitar 1,6 hingga hampir 7 kali lebih tinggi dibandingkan dengan golongan darah O. Sementara risiko keseluruhan sekitar 1 hingga 3,3 kali lebih tinggi pada seluruh populasi.

    Mengetahui Golongan Darah Penting?

    Variasi risiko kardiovaskular berdasarkan golongan darah diduga disebabkan oleh variasi peradangan dan pembekuan darah. Individu golongan darah non-O memiliki konsentrasi faktor pembekuan darah, faktor VIII, dan faktor von Willebrand, yang lebih tinggi.

    Konsentrasi yang lebih tinggi tersebut berpotensi memicu pembentukan gumpalan darah yang berbahaya. Golongan darah non-O juga memiliki konsentrasi penanda inflamasi yang lebih tinggi, yang berpotensi menyebabkan perkembangan penyakit jantung dalam jangka panjang.

    Meskipun golongan darah tidak dapat diubah, mengetahui bahwa golongan darah O memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah akan memberikan panduan untuk pencegahan dengan penekanan. Pasien dengan golongan darah lain harus menjalani pemeriksaan kardiovaskular yang lebih intensif dan intervensi yang lebih berani terhadap variabel risiko, seperti pola makan, olahraga, dan tekanan darah.

    Pasien golongan darah O terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke di awal kehidupan, dibandingkan dengan pasien non-O. Penelitian ilmiah menunjukkan perbedaan faktor pembekuan dan peradangan dapat menjadi penyebab efek perlindungan tersebut.

    Memahami hal-hal detail ini dapat membantu tim medis dan pasien dalam membuat keputusan yang lebih tepat terkait pencegahan dan pengobatan kardiovaskular.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Alasan Goldar O Disebut Lebih Rendah Risikonya Kena Serangan Jantung

    Jakarta

    Sebuah studi ilmiah menemukan bahwa orang dengan golongan darah O lebih kecil kemungkinannya mengalami penyakit kardiovaskular. Temuan menunjukkan tingkat serangan jantung dan gagal jantung yang lebih tinggi di antara pembawa darah non-O.

    Alasan Golongan Darah O Lebih Rendah Alami Serangan Jantung

    Golongan darah O memiliki efek perlindungan ringan dan menurunkan risiko kejadian kardiovaskular yang signifikan. Peningkatan risiko pada golongan darah non-O mungkin terkait dengan kadar faktor pembekuan darah yang lebih tinggi dan penanda inflamasi tertentu, yang dapat berkontribusi pada penyumbatan arteri serta penyakit jantung seiring waktu.

    Penelitian ketat pun dilakukan selama dua dekade. Hasilnya, individu dengan golongan darah non-O yaitu A, B, AB, berisiko 6-23 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner.


    Temuan ini menunjukkan bahwa golongan darah O mungkin mempunyai perlindungan kardiovaskular yang cukup. Itu kemungkinan karena kadar faktor pembekuan darah yang lebih rendah, seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII, serta dampak positif pada penanda kolesterol dan peradangan.

    Berdasarkan penelitian, golongan darah O menunjukkan adanya kemampuan untuk melindungi kardiovaskular yang cukup. Dikutip dari Times of India, hal itu mungkin karena kadar faktor pembekuan darah yang lebih rendah, seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII, serta dampak positif pada penanda kolesterol dan peradangan.

    Selain serangan jantung, golongan darah juga dapat berpengaruh pada risiko seseorang mengalami stroke. Ada bukti bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan terhadap stroke sebelum usia 60 tahun.

    Sementara orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah mengalami stroke. Hal ini yang mungkin menjadi komponen integritas kardiovaskular secara keseluruhan.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 3 Penyakit Ini Jadi Musuh Utama Jemaah Haji Indonesia



    Madinah

    Penyakit jantung, paru-paru, dan stroke menjadi musuh utama jemaah haji Indonesia. Karena itu, dokter spesialis jantung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. Kelly SpPJ meminta jemaah haji untuk menerapkan hidup sehat selama berada di Kota Madinah agar tetap sehat sehingga bisa pulang ke Tanah Air sesuai jadwal.

    “Jadi kalau penyakit itu tidak diantisipasi dari awal oleh jemaah haji akan berakibat jemaah akan dirawat lebih lama, bahkan hal terburuknya yakni bisa menjadi fatal,” ujar dr. Kelly kepada detikHikmah, Kamis (11/7/2024).

    dr Kelly SpPJ, dokter spesialis penyakit jantungdr Kelly SpPJ, dokter spesialis penyakit jantung KKHI Madinah. (Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom)

    Dia mengungkap, dari banyak kasus jemaah paling banyak wafat dan dirawat adalah karena infeksi paru-paru dan penyakit jantung disusul penyakit stroke secara persentase mencapai 70 persen. KKHI Madinah hingga kini terus memberikan imbauan berupa sosialisasi dengan menggelar acara senam jantung sehat kepada para jemaah.


    “Kasus terbanyak saat ini sejak fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) penyakit terbanyak yang diderita jemaah adalah infeksi paru dan banyak dirawat di rumah sakit Arab Saudi (RSAS), lalu penyakit terbanyak kedua adalah jantung,” kata dr Kelly.

    Kelly menyebut ada 44 pasien yang masih dirawat di RSAS dengan mayoritas infeksi paru dan jantung yang banyak diderita jemaah. Kelly mengimbau jemaah diminta juga menerapkan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan dan asupan yang dimakan. Salah satu hal yang harus dilakukan jamaah adalah senam haji atau sering berjalan. Idealnya dilakukan 3-5 kali dalam sepekan dengan durasi ideal selama 30 menit.

    “Selain itu, jamaah haji juga harus melakukan pencegahan yang lain yaitu menghindari rokok,” kata dia.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Ratusan Jemaah Ikuti Senam Haji, Antisipasi Penyakit Jantung di Tanah Suci



    Madinah

    Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menggelar sosialisasi kesehatan bagi jemaah haji yang saat ini masih di Madinah. Selain sosialisasi kesehatan, pihaknya juga menggelar senam gerakan jantung sehat.

    Acara bertema ‘Ngobras Gerakan Jantung Sehat Jemaah Haji’ ini diikuti oleh ratusan jemaah haji di Arjwaan Al Saadah Hotel, Madinah. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Daker Madinah Ali Machzumi, Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi Indro Murwoko, dan para tenaga kesehatan yang bertugas di klinik sektor yang ada di Madinah.

    “Kegiatan ini adalah sosialisasi kesehatan jemaah haji, fokusnya adalah agar jemaah haji menjaga kondisi kesehatannya, agar bisa kembali ke Tanah Air sesuai jadwal,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan PPIH Arab Saudi dr Indro Murwoko, Selasa (9/7/2024).


    Menurutnya, sosialisasi ini sebagai bentuk antisipasi kesehatan para jemaah sebelum mereka diberangkatkan pulang ke Tanah Air. Kata Indro, jemaah haji yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) sebagian besar menderita sakit paru-paru dan jantung.

    “Karena memang kita ketahui, penyakit jantung paling banyak diderita jemaah haji dan apabila tidak diantisiapasi dari awal bisa menyebabkan jemaah sakit dan harus dirawat di rumah sakit bahkan bisa menjadi fatal,” kata Indro.

    Sosialisasi kesehatan dan senam jemaah haji di Madinah, Selasa (9/7/2024).Sosialisasi kesehatan dan senam jemaah haji di Madinah, Selasa (9/7/2024). Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom

    Jemaah haji yang hadir mayoritas merupakan adalah lanjut usia (lansia). Mereka turut mengikuti senam haji yang dipandu oleh tenaga kesehatan. Selain itu, jemaah juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kesehatan yang mereka keluhkan selama berada di Tanah Suci.

    Mereka diimbau untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama berada di Madinah hingga menjelang kepulangannya ke Tanah Air. Jemaah diminta tak memaksakan ibadah sunnah ke Masjid Nabawi terlebih cuaca panas siang hari di Madinah cukup ekstrem mencapai 44 derajat celsius.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • KKHI Madinah Ingatkan Jemaah Olahraga Ringan Jelang Kepulangan



    Madinah

    Petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah terus melakukan sosialisasi kesehatan kepada para jemaah haji yang masih berada di Madinah. Sosialisasi ini terus dilakukan saat masa fase pemulangan jemaah ke Tanah Air.

    “Hari ini kami ngobrol bareng jemaah yang disiapkan untuk kembali ke Tanah Air, jadi sehat untuk terbang ke Tanah Air, ” ujar dokter KKHI Madinah, dr Pipit Susilowati SpN kepada detikHikmah, Kamis (18/7/2034).

    Sosialisasi Kesehatan Jemaah Haji Jelang Kepulangan ke Tanah AirSosialisasi kesehatan jemaah haji jelang kepulangan ke Tanah Air. (Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom)

    Sosialisasi kesehatan ini dilakukan di sejumlah lokasi hotel para jemaah haji menginap. Adapun fokusnya mengenai 3 penyakit yang kini banyak diderita para jemaah haji, yakni penyakit paru-paru, penyakit jantung dan penyakit stroke terutama jemaah haji lanjut usia (lansia).


    “Kami mensosialisasikan ke jemaah untuk menyiapkan obat-obat yang dikonsumsi rutin jemaah juga diingatkan agar banyak minum air dan olahraga ringan itu yang harus diingatkan ke jemaah,” kata Pipit.

    Dalam sosialisasi ini, jemaah juga berkesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait keluhan kesehatan mereka. Jemaah nampak antusias mengikuti program ngobrol sehat yang digelar KKHI Madinah ini. Sebelum acara ngobrol sehat berakhir, puluhan jemaah ikut senam haji sebagai olahraga ringan.

    Untuk diketahui, dari banyak kasus jemaah paling banyak wafat dan dirawat adalah karena infeksi paru-paru dan penyakit jantung disusul penyakit stroke secara persentase mencapai 70 persen. KKHI Madinah hingga kini terus memberikan imbauan berupa sosialisasi dengan menggelar acara senam jantung sehat kepada para jemaah.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebagai Inovasi Haji 2024, KKHI Bentuk 158 Pos Satelit Kesehatan di Makkah



    Makkah

    Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji. Salah satu inovasi utama adalah pengaktifan pos satelit di 11 sektor.

    “Sebanyak 158 pos satelit, yang didirikan di 11 sektor, menjadi solusi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan ke jemaah haji. Pos-pos ini dikelola oleh Tim Kesehatan Haji (TKH) kloter dan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah,” ujar Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag, Minggu (21/7/2024).

    Dengan adanya pos satelit, lanjut Widi, jemaah haji semakin mudah mengakses fasilitas kesehatan di sektor. Konsep pos satelit adalah layanan rawat jalan dan rujukan ke KKHI maupun RSAS tanpa memandang kloter jemaah. “Layanan ini ditangani bersama-sama oleh TKH kloter,” katanya


    Selain pos satelit, ia mengatakan, KKHI Makkah mengadakan poliklinik risti (risiko tinggi) spesialis ke sektor. Tujuannya, mendekatkan layanan KKHI Makkah ke sektor dan mengidentifikasi jemaah dengan risiko kesehatan tinggi untuk mempertahankan status istithaah kesehatan dengan konsep KKHI menyapa sektor.

    Disampaikan Widi, setelah Kementerian Kesehatan Arab Saudi memberikan apresiasi kepada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah yang telah memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang ditetapkan otoritas Arab Saudi, KKHI Makkah kembali memperoleh apresiasi dari sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi yang menjadi rujukan, di antaranya Saudi National Hospital, Makkah.

    “Saudi National Hospital (SNH) merupakan satu dari 14 rumah sakit yang bekerjasama dengan KKHI Makkah pada musim haji tahun 1445 H/2024 M,” ujarnya.

    Ia menambahkan, selain menerima rujukan dari KKHI, Saudi National Hospital juga menerima rujukan dari kloter dan sektor.

    “Saudi National Hospital merupakan salah satu rumah sakit yang selalu menerima rujukan jemaah haji Indonesia dengan berbagai kondisi, terutama penyakit jantung,” jelas dia.

    —–

    Foto:

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Manfaat Rutin Bercinta, Termasuk Kurangi Stres-Tingkatkan Kualitas Tidur

    Jakarta

    Bercinta sering dipandang sebagai aktivitas untuk memuaskan hasrat berahi. Namun, manfaat seks tidak berhenti sampai di situ saja.

    Sejumlah studi menunjukkan seks dapat memberikan beragam manfaat untuk kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Bahkan, bercinta secara rutin dan teratur dikaitkan dengan penurunan risiko depresi hingga penyakit jantung.

    Lantas, apa saja manfaat yang diperoleh dari berhubungan seks secara rutin? Dikutip dari WebMD, berikut ulasannya.


    1. Meredakan Stres

    Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon yang disebut kortisol. Dalam jumlah kecil, kortisol membantu tubuh agar berfungsi dengan baik. Namun jika jumlahnya terlalu tinggi, dapat membuat tubuh merasa tegang atau lelah.

    Ketika berhubungan seks, tubuh akan melepaskan hormon endorfin. Hormon ini dapat meningkatkan suasana hati dan membantu mengembalikan kadar kortisol ke normal.

    Seks juga merangsang pelepasan oksitosin yang membuat seseorang menjadi rileks dan terhubung secara emosional dengan pasangan, sehingga menurunkan tingkat stres lebih jauh lagi.

    2. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Seks juga mendorong pelepasan hormon prolaktin, hormon yang berperan dalam mengatur tidur.

    Setelah bercinta, lonjakan prolaktin akan memicu munculnya rasa kantuk dan rileks. Hal ini tidak hanya membantu untuk terlelap, tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Meningkatan Sistem Imun Tubuh

    Seks dapat menunjang sistem imum dengan meningkatkan produksi antibodi yang melindungi tubuh dri infeksi. Sebuah studi kecil yang dilakukan Wilkes University di Pennsylvania menemukan mahasiswa yang berhubungan seks tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki antibodi imunoglobulin A yang meningkatkan kemampuan imun tubuh dalam melawan virus dan bakteri.

    Studi lain yang dilakukan pada 2021 juga menemukan seks dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan virus COVID-19.

    4. Meredakan Nyeri

    Hormon yang dilepaskan saat berhubungan seks juga dapat membantu meredakan nyeri pada tubuh. Saat bercinta, endorfin dapat berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dan menghambat transmisi sinyal rasa sakit.

    Survei yang dilakukan pada 2013 oleh Munster University juga menemukan seks dapat meringankan gejala nyeri yang disebabkan oleh serangan migrain.

    5. Mendukung Kesehatan Mental

    Selama berhubungan seks, tubuh akan melepaskan hormon-hormon meningkatkan suasana hati, seperti endorfin, oksitosin, dan dopamin. Hormon-hormon ini tak hanya mengurangi stres, tapi juga dapat memperdalam keintiman emosional yang dirasakan terhadap pasangan.

    Semua hal tersebut berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik.

    6. Memperkuat Dasar Panggul

    Saat mencapai orgasme, otot dasar panggul secara alami berkontraksi dan rileks. Hal ini secara tidak langsung melatih dan memperkuat otot tersebut.

    Otot dasar panggul berfungsi untuk menopang berbagai organ dalam tubuh, seperti kandung kemih, usus, rahim, dan prostat. Otot-otot ini juga mendukung fungsi dan performa seksual yang lebih baik.

    7. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Seks dapat meningkatkan detak jantung, sehingga merangsang sirkulasi dan membantu menjaga tekanan darah berada di kisaran yang sehat. Beberapa penelitian juga menunjukkan berhubungan seks secara teratur dapat menurunkan risiko masalah jantung pada pria yang lebih muda dan sehat.

    Sedangkan bagi wanita, penelitian menunjukkan kualitas pengalaman seksual (bukan seberapa sering berhubungan seks) yang baik dikaitkan dengan penurunan risiko masalah jantung.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Wajib Tahu, 6 Makanan Enak yang Bikin Gairah Seks Makin ‘On Fire’

    Jakarta

    Hubungan seks yang berkualitas umumnya dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan, baik untuk suami maupun istri. Namun, ternyata ada beberapa momen yang membuat gairah seks menurun, sehingga berdampak pada sesi bercinta yang kurang memuaskan.

    Kondisi seperti ini ternyata tidak hanya dialami pria, wanita juga dapat mengalami kehilangan gairahnya untuk bercinta. Penyebabnya bisa karena mood yang anjlok hingga tidak memiliki stamina yang cukup kuat untuk berhubungan.

    Meski begitu, masalah seperti tersebut masih bisa diatasi dengan mengkonsumsi makanan enak yang mungkin sering dikonsumsi. Dikutip dari laman Shape, berikut daftar makanan yang dapat meningkatkan gairah seks buat pasutri.


    1. Brokoli

    Ternyata brokoli memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam membangkitkan gairah saat bercinta. Ahli diet dan pendiri Nutritious Life, Keri Glassman, menyarankan untuk mengkonsumsi brokoli karena kaya akan vitamin C.

    “Vitamin C membantu sirkulasi darah ke organ-organ dan juga dikaitkan dengan peningkatan libido wanita,” tambahnya.

    2. Semangka

    Buah yang satu ini ternyata dapat membantu meningkatkan gairah seks. Meski 92 persen dari semangka mengandung air, sekitar 8 persen yang tersisa itu mengandung nutrisi yang penting untuk kesehatan seksual.

    Menurut penelitian dari Texas A&M Fruit and Vegetable Improvement Center, semangka memiliki bahan-bahan yang memberikan efek seperti viagra pada pembuluh darah tubuh. Bahkan, buah tersebut dapat meningkatkan libido.

    “Semangka mengandung fitonutrien yang disebut citrulline, yang diubah tubuh menjadi arginin, asam amino yang meningkatkan kadar oksida nitrat dalam tubuh, yang merelaksasi pembuluh darah dengan cara yang sama seperti obat seperti Viagra,” kata Gahns-Clement dan Clement.

    3. Telur

    Telur merupakan salah satu makanan enak yang banyak disukai orang. Kandungan protein yang tinggi pada telur menjadi sumber stamina dan juga rendah kalori.

    Selain itu, telur adalah sumber asam amino L-arginin yang baik. Zat tersebut telah terbukti efektif dalam mengobati berbagai jenis penyakit jantung dan disfungsi ereksi.

    4. Jahe

    Salah satu bumbu masakan ini sangat kaya manfaat untuk kesehatan, termasuk sebagai peningkat libido. Selain itu, jahe yang dikonsumsi mentah, di dalam masakan, maupun dalam bentuk suplemen juga cocok untuk melindungi diri dari flu atau pilek.

    5. Cengkeh

    Cengkeh yang biasanya digunakan saat memasak juga dapat membantu meningkatkan gairah seks. Untuk mengkonsumsinya, cengkeh dapat diseduh dengan sari apel panas, dicampurkan ke dalam makanan, atau ditambahkan ke dalam minuman hangat.

    “Di India, cengkeh telah digunakan untuk mengobati disfungsi seksual pria selama berabad-abad,” kata Glassman.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine menemukan bahwa ekstrak cengkeh menghasilkan peningkatan aktivitas seksual pada tikus jantan normal.

    “Cengkeh juga digunakan untuk menghilangkan bau mulut, yang juga tidak akan merusak kemampuan berciuman Anda,” beber Glassman.

    6. Buah ara atau figs

    Buah ara atau figs dianggap sebagai stimulan kesuburan yang sangat baik dan dapat meningkatkan sekresi feromon. Jika ingin sesi bercinta makin manis dan memuaskan, cobalah untuk memakannya sebelum berhubungan seks.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy