Tag: penyakit jantung

  • Kelamaan Tak Bercinta Bisa Picu 6 Dampak Buruk, Ini Temuan Riset

    Jakarta

    Bercinta menjadi momen yang penting untuk pasangan suami istri. Selain memberikan dampak yang baik untuk kesehatan mental dan fisik, nyatanya bercinta dapat menjadi faktor besar keharmonisan rumah tangga.

    Namun, apa jadinya bila pasangan suami istri terlalu lama tidak bercinta? Dikutip dari WebMD, berikut ini beberapa dampak dari terlalu lama tidak berhubungan intim:

    1. Kecemasan

    Bercinta bersama pasangan bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi kecemasan. Seks dapat mengurangi hormon yang dilepaskan oleh tubuh sebagai respons terhadap stres.


    Kehidupan seks yang aktif dapat membuat seseorang lebih bahagia dan sehat. Ini penting untuk meredakan kecemasan.

    2. Risiko Gangguan Jantung

    Penelitian mengatakan orang yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang lebih mungkin terkena penyakit jantung daripada mereka yang melakukannya dua kali seminggu atau lebih. Peneliti menduga ini berkaitan dengan tingkat stres yang lebih rendah hingga aktivitas fisik lebih baik.

    Bercinta dengan frekuensi yang tepat dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Salah satu alasannya adalah karena seks dapat meningkatkan kadar zat pembasmi kuman yang disebut imunoglobulin A atau IgA.

    Orang yang berhubungan seks lebih dari dua kali seminggu memiliki kadar IgA yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berhubungan seks.

    4. Keharmonisan Memburuk

    Bercinta dapat ‘membasahi’ otak dengan zat sisa kimiawi yang dapat membantu diri lebih terikat dengan pasangan sekitar dua hari. Apabila dilakukan secara rutin, ini tentu saja baik untuk hubungan yang lebih baik jangka panjang.

    Hubungan seksual yang sehat dan sama-sama bahagia, dapat membangun kepercayaan dan pengertian antara diri dan pasangan. Jadi pasangan suami istri sebaiknya jangan sampai kelamaan skip bercinta.

    5. Jam Tidur Berkurang

    Tanpa seks, tubuh dapat kehilangan hormon yang dapat membantu tidur dengan nyenyak. Beberapa di antaranya seperti prolaktin dan oksitosin.

    Misalnya seperti oksitosin merupakan ‘hormon cinta’ yang ketika dilepaskan dapat memberikan rasa rileks dan mengurangi stres. Hal tersebut yang akhirnya membuat tubuh menjadi lebih mudah tidur.

    6. Tekanan Darah Naik

    Bercinta secara rutin juga baik untuk membantu mengontrol tekanan darah. Seks yang sehat dapat melibatkan sedikit latihan aerobik hingga pembentukan otot, serta baik untuk meredakan tingkat stres.

    Hal-hal tersebut yang akhirnya dapat membantu mengontrol tekanan darah yang lebih baik.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh saat Pasutri Mendadak Jarang Bercinta

    Jakarta

    Seks adalah salah satu ‘rutinitas’ yang dilakoni oleh pasangan suami istri. Selain untuk kepuasan dan menjaga keharmonisan, seks juga dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan.

    Lantas, apa yang terjadi jika pasutri mendadak jarang berhubungan seks? Berhenti bercinta untuk sementara waktu memang tidak memiliki pengaruh yang serius terhadap tubuh. Namun, jika seseorang berhenti bercinta dalam waktu yang sangat lama, maka efek sampingnya bisa menyerang kesehatan fisik dan mental.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang terjadi pada tubuh ketika berhenti bercinta dalam waktu yang lama.


    1. Stres dan Cemas Meningkat

    Dikutip dari WebMD, seks dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Ini karena seks melepaskan hormon bahagia, seperti dopamin dan endorfin, yang membuat relaks tubuh dan mengurangi stres.

    Karenanya, orang yang berhenti bercinta dalam waktu lama bisa lebih rentan mengalami stres. Kehidupan seks yang aktif juga dapat membuat seseorang lebih sehat dan bahagia, sehingga jauh dari kecemasan.

    2. Gangguan pada Jantung

    Penelitian menemukan orang yang berhubungan seks sekali sebulan atau kurang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung, dibanding orang yang melakukannya dua kali seminggu. Salah satu alasannya adalah karena seks bertindak sebagai aktivitas fisik yang membantu melancarkan sirkulasi darah.

    Selain itu, seks juga dapat menurunkan tingkat stres, salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    3. Penurunan Daya Ingat

    Seseorang yang berhenti bercinta juga rentan mengalami penurunan daya ingat. Pasalnya, seks secara rutin dapat membantu meningkatkan kemampuan daya ingat, terutama pada orang yang berusia antara 50-89 tahun.

    Belum diketahui secara pasti kaitan antara seks dan daya ingat. Namun, peneliti menduga seks dapat meningkatkan perkembangan sel otak yang berhubungan dengan ingatan.

    Penelitian juga menunjukkan seks dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama immunoglobulin A yang terdapat pada lapisan mukosa (selaput lendir) dan melindungi tubuh dari ancaman virus, bakteri, dan zat berbahaya penyebab penyakit.

    Pria yang jarang berhubungan seks ternyata memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat. Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Harvard menemukan pria yang ejakulasi kurang dari 7 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat 20 persen lebih tinggi dibanding pria yang ejakulasi 21 kali per bulan.

    Studi yang sama dilakukan di Australia menemukan pria yang ejakulasi 7 kali dalam seminggu memiliki risiko kanker prostat 36 persen lebih rendah.

    6. Risiko Gangguan Seksual Meningkat

    Baik pria maupun wanita yang jarang bercinta juga punya risiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi seksual. Pada wanita yang memasuki masa menopause, dinding vagina mereka dapat menipis dan kering jika tidak rutin berhubungan seks.

    Penelitian juga menunjukkan pria yang bercinta kurang dari satu kali dalam seminggu memiliki risiko lebih tinggi terkena disfungsi ereksi dibanding pria yang bercinta setiap minggu.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Alasan Seks Bisa Bikin Panjang Umur, Cegah Penyakit Jantung hingga Kanker

    Jakarta

    Seks bukan hanya sekadar aktivitas untuk mendapatkan kenikmatan semata. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian telah menemukan kaitan antara seks dan kesehatan.

    Bahkan, seks bisa membuat seseorang hidup lebih lama alias panjang umur. Direktur Klinik San Diego Sexual Medicine, dr Irwin Goldstein mengatakan kehidupan seksual yang aktif dapat berkontribusi terhadap kesehatan secara keseluruhan.

    Lantas, bagaimana cara seks bisa membuat seseorang hidup lebih lama? Dikutip dari Healthline, berikut penjelasannya.


    1. Seks mengurangi risiko penyakit jantung

    Salah satu cara utama seks membuat seseorang panjang umur adalah dengan menurunkan risiko penyakit tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang rutin berhubungan intim memiliki risiko yang lebih kecil terkena penyakit kronis tertentu, salah satunya penyakit jantung.

    Studi yang dilakukan New England Research Institute pada 2010 menemukan aktivitas seksual dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Lebih lanjut, rutinitas seks juga dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

    2. Seks mengurangi stres dan tekanan darah tinggi

    Stres dan tekanan darah tinggi adalah dua faktor yang dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit. Nah, seks dapat membantu mengatasi kedua hal tersebut.

    Aktivitas seksual akan membuat tubuh melepaskan hormon bahagia, seperti oksitosin dan dopamin. Hormon bahagia ini tidak hanya memberikan perasaan nyaman, tapi juga menurunkan kadar kortisol, yakni hormon yang memunculkan stres.

    Ketika tingkat stres menurun, pembuluh darah di dalam tubuh akan mengendur. Alhasil, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun.

    Sebuah studi yang dilakukan di Australia pada 2003 menemukan pria yang sering ejakulasi memiliki risiko lebih kecil terkena kanker prostat.

    Studi serupa yang dilakukan oleh National Cancer Institute menunjukkan pria yang ejakulasi setidaknya lima kali dalam seminggu, baik melalui seks atau masturbasi, memiliki peluang lebih kecil mengalami kanker prostat.

    4. Seks mengurangi risiko kanker payudara

    Seks tidak hanya mengurangi risiko kanker pada pria, tapi juga wanita. Goldstein mengatakan beberapa studi menunjukkan wanita yang sering melakukan seks vagina memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara.

    5. Seks mencegah preeklamsia

    Preeklamsia adalah salah satu penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil. Preeklamsia adalah peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ. Kondisi ini biasanya terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

    Sejumlah penelitian menunjukkan wanita yang cukup terpapar sperma pasangannya sebelum pembuahan, memiliki kemungkinan preeklamsia yang lebih kecil.

    Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan pada 2000 menemukan wanita yang sering melakukan seks oral, khususnya mereka yang menelan sperma pasangannya, memiliki risiko preeklamsia yang lebih kecil.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Cara Memperbesar Penis Secara Alami dan Medis, Berapa Ukuran Normalnya?


    Jakarta

    Cara memperbesar penis bisa dilakukan dengan metode alami atau menggunakan tindakan medis. Bagi sebagian pria, ukuran penis bisa melambangkan tingkat kesuburan, kemampuan, hingga kekuatan.

    Inilah yang kemudian membuat beberapa pria terobsesi untuk memperbesar ukuran penisnya. Yuk, simak ulasan berikut tentang cara memperbesar penis.

    Cara Memperbesar Penis Secara Alami dan Tindakan Medis

    Ada banyak cara atau metode bahkan beberapa produk yang diyakini dapat memperbesar alat vital pria tersebut. Namun, belum tentu semua cara-cara itu aman digunakan dan bisa memberikan hasil sempurna.


    Dirangkum dari laman mayoclinic.org dan lybrate.com, berikut adalah 10 cara memperbesar penis secara alami atau menggunakan tindakan medis:

    1. Menggunakan Pil dan Lotion

    Beberapa jenis pil dan lotion yang mengandung vitamin, mineral, herbal atau hormon diklaim oleh sebagian produsen menjadi salah satu cara memperbesar penis. Namun, cara ini tetap harus diperhatikan karena bisa saja memberikan dampak buruk seperti iritasi pada kulit kelamin.

    Ada baiknya jika ingin menggunakan metode ini, terlebih dahulu melakukan konsultasi pada dokter ahli. Kebanyakan produk bahkan tidak terbukti memberikan hasil yang sempurna.

    2. Pompa Vakum

    Memperbesar penis menggunakan pompa vakum memang dinilai cukup efektif. Namun hasilnya hanya akan bertahan sementara.

    Perlu diperhatikan juga, menggunakan pompa vakum terlalu sering dapat menyebabkan rusaknya jaringan elastis pada penis. Hal ini akan berpengaruh pada proses ereksi pria.

    3. Jelqing Exercises

    Cara memperbesar penis satu ini dilakukan dengan menggunakan gerakan tangan untuk mendorong darah dari pangkal menuju kepala penis. Meski cara ini terlihat lebih mudah dari beberapa cara yang lain, belum ada bukti ilmiah yang mampu membuktikan secara langsung.

    Namun kamu harus cukup berhati-hati ketika menggunakan metode ini. Efek samping jelqing bisa saja menyebabkan bekas luka akibat lecet, rasa sakit, bahkan hingga cacat.

    4. Peregangan

    Peregangan bisa menjadi cara terbaik untuk memperbesar ukuran penis. Pria cukup menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menggeser kulit dari atas ke bawah penis secara berulang.

    Lakukan cara ini setiap 20 menit setiap hari untuk mendapat hasil yang diinginkan. Jika mengalami ejakulasi ketika melakukan metode ini, tunggu sekitar beberapa menit agar penis menjadi lebih rileks.

    5. Berhenti Merokok

    Partikel asap dari tembakau dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh arteri yang membawa darah menuju penis. Hal ini dapat mempengaruhi ukuran penis pada pria.

    Merokok juga dapat menyebabkan penyakit jantung, dan penyumbatan aliran darah ke beberapa organ dalam tubuh. Salah satunya adalah penis.

    6. Banyak Konsumsi Buah dan Sayur

    Mengonsumsi banyak sayur dan buah dapat menjadi cara termudah dalam membesarkan ukuran penis. Buah dan sayur yang tinggi antioksidan dapat membuat penis pada pria sehat.

    Buah dan sayur juga sangat membantu dalam melawan radikal bebas (unsur yang merusak tubuh) dalam pembuluh darah. Itulah kenapa dengan mengonsumsi banyak buah dan sayur dapat mempengaruhi ukuran penis.

    7. Mengurangi Rasa Stres

    Stres dan rasa cemas terbukti dapat mempengaruhi ukuran penis pada pria. Hal ini terjadi karena perasaan negatif menyebabkan darah mengalir dari penis. Sehingga sulit untuk memperbesar ukuran penis tersebut.

    Kecemasan kinerja seksual juga bisa menjadi penyebab stres yang kemudian membuat ukuran penis menjadi lebih kecil dari biasanya. Oleh sebab itu, cobalah untuk mengontrol emosi dalam diri agar tidak stres dan merasa cemas berlebihan.

    8. Meditasi

    Meluangkan waktu untuk melakukan meditasi bisa menjadi cara memperbesar penis. Meditasi diyakini dapat membantu dalam meningkatkan gairah seksual, dan juga melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh yang mengarah pada perkembangan penis.

    9. Mandi dengan Air Hangat

    Mandi dengan menggunakan air hangat dapat membantu meningkatkan aliran darah dalam tubuh termasuk penis. Suhu hangat pada air dapat melancarkan aliran darah pada organ dan memungkinkan pertumbuhan penis.

    Ukuran Normal Penis pada Pria

    Organ seksual penis akan mengalami pertumbuhan selama masa pubertas yang biasanya dimulai antara usia 9 hingga 14 tahun dan berlanjut 5 tahun berikutnya. Pertumbuhan pada penis maksimal akan terjadi hingga seorang pria berusia 20 an tahun.

    Lantas berapakan ukuran normal rata-rata penis setiap pria?

    Kebanyakan pria memiliki ukuran penis rata-rata 15,24 cm (6,0 inci) dan akan bertambah besar ketika mengalami ereksi. Namun, berikut ini adalah ukuran rata-rata penis pria yang dilakukan oleh para ahli kesehatan dalam beberapa penelitian yang menggunakan prosedur standar:

    • Panjang penis lembek: 9,16 cm (3,6 inci).
    • Panjang penis yang diregangkan: 13,24 cm (5,21 inci).
    • Panjang penis ereksi: 13,12 cm (5,17 inci).
    • Lingkar penis lembe: 11,66 cm (4,59 inci).

    Itulah beberapa cara memperbesar penis yang bisa dicoba secara rutin. Jika dilakukan secara rutin, akan membantu meningkatkan penis hingga 2 cm dari ukuran normal.

    Bagi pria yang ingin mencoba cara memperbesar penis, sebaiknya dilakukan sesuai saran dokter. Jangan sampai keinginan memiliki penis besar mengorbankan kesehatan dan produktivitas sehari-hari.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Makanan Pendongkrak Testosteron, Bikin Pria Moncer di Ranjang


    Jakarta

    Hormon testosteron memegang peran penting dalam menjaga fertilitas atau kesuburan, fungsi seksual, kesehatan tulang, dan otot pada pria. Kadar hormon ini pada umumnya bisa mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya umur.

    Namun, faktor lain seperti kondisi medis, gaya hidup, dan pola makan juga bisa turut menyebabkan penurunan atau ketidakseimbangan hormon ini. Faktor lain, seperti stres dan berat badan yang berlebih atau obesitas juga bisa menjadi penyebab penurunan produksi hormon testosteron.

    Selain mengonsultasikan pada dokter, ada sejumlah cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya adalah dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup.


    Berikut adalah 5 makanan yang bisa bantu tingkatkan produksi hormon testosteron dalam tubuh, dikutip dari Medical News Today.

    1. Jahe

    Jahe telah dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan herbal sejak dahulu. Riset di era modern telah membuktikan bahwa rempah ini bisa meningkatkan fertilitas pada laki-laki.

    Sebuah riset pada 2012 menunjukkan bahwa konsumsi jahe secara rutin selama tiga bulan terbukti dapat meningkatkan kadar hormon testosteron hingga 17,7 persen pada laki-laki dengan permasalahan kesuburan. Dalam riset yang sama, jahe dinilai bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kesehatan sperma.

    2. Oyster

    Oyster atau tiram memiliki kandungan zinc yang melimpah. Zinc adalah kandungan yang memegang peran penting dalam meningkatkan kesehatan sperma dan organ reproduksi.

    Pria dengan kondisi kekurangan zinc lebih rentan terhadap kondisi hipogonadisme, yaitu kondisi tubuh yang tidak bisa memproduksi hormon testosteron dalam jumlah yang seharusnya. Hal ini juga bisa menyebabkan kemandulan.

    3. Buah delima

    Buah delima telah menjadi simbol dari fertilitas atau kesuburan sejak lama. Selain itu, kadar antioksidan yang terkandung dalam buah ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesehatan jantung dan meredakan stres yang berlebih.

    Berdasarkan riset pada 2012, konsumsi buah delima dapat meningkatkan kadar hormon testosteron pada pria dan wanita. Sebanyak 60 partisipan mengonsumsi jus delima murni selama dua minggu dan hasilnya memperlihatkan adanya peningkatan kadar testosteron dalam liur hingga 24 persen.

    4. Ikan dan minyak ikan

    Ikan, terutama ikan yang berlemak baik, memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang baik untuk tubuh. Beberapa contoh ikan yang mengandung lemak yang baik bagi tubuh adalah salmon, sarden, ikan herring, dan ikan trout.

    Sebuah studi pada 2016 mengungkap bahwa minyak yang dihasilkan dari ikan bisa meningkatkan kualitas air mani dan peningkatan kadar testosteron pada hewan.

    5. Extra-virgin olive oil

    Minyak zaitun memiliki segudang manfaat baik bagi tubuh, termasuk menurunkan risiko terhadap penyakit jantung dan kanker. Selain itu, minyak ini juga kaya akan vitamin E dan antioksidan yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan organ reproduktif pria.

    Dalam sebuah penelitian, konsumsi minyak ini terbukti dapat memicu produksi hormon testosteron pada pria dewasa dan menstimulasi testis untuk memproduksi hormon tersebut.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Makanan yang Ampuh Tingkatkan Libido Pria, Bikin Stamina Makin Membara


    Jakarta

    Hormon testosteron memegang peran penting dalam menjaga fertilitas atau kesuburan, fungsi seksual, kesehatan tulang, dan otot pada pria. Kadar hormon ini pada umumnya bisa mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya umur.

    Namun, faktor lain seperti kondisi medis, gaya hidup, dan pola makan juga bisa turut menyebabkan penurunan atau ketidakseimbangan hormon ini. Faktor lain, seperti stres dan berat badan yang berlebih atau obesitas juga bisa menjadi penyebab penurunan produksi hormon testosteron.

    Selain mengonsultasikan pada dokter, ada sejumlah cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya adalah dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup.


    Berikut adalah 5 makanan yang bisa bantu tingkatkan produksi hormon testosteron dalam tubuh, dikutip dari Medical News Today.

    1. Jahe

    Jahe telah dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan herbal sejak dahulu. Riset di era modern telah membuktikan bahwa rempah ini bisa meningkatkan fertilitas pada laki-laki.

    Sebuah riset pada 2012 menunjukkan bahwa konsumsi jahe secara rutin selama tiga bulan terbukti dapat meningkatkan kadar hormon testosteron hingga 17,7 persen pada laki-laki dengan permasalahan kesuburan. Dalam riset yang sama, jahe dinilai bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kesehatan sperma.

    2. Oyster

    Oyster atau tiram memiliki kandungan zinc yang melimpah. Zinc adalah kandungan yang memegang peran penting dalam meningkatkan kesehatan sperma dan organ reproduksi.

    Pria dengan kondisi kekurangan zinc lebih rentan terhadap kondisi hipogonadisme, yaitu kondisi tubuh yang tidak bisa memproduksi hormon testosteron dalam jumlah yang seharusnya. Hal ini juga bisa menyebabkan kemandulan.

    3. Buah delima

    Buah delima telah menjadi simbol dari fertilitas atau kesuburan sejak lama. Selain itu, kadar antioksidan yang terkandung dalam buah ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesehatan jantung dan meredakan stres yang berlebih.

    Berdasarkan riset pada 2012, konsumsi buah delima dapat meningkatkan kadar hormon testosteron pada pria dan wanita. Sebanyak 60 partisipan mengonsumsi jus delima murni selama dua minggu dan hasilnya memperlihatkan adanya peningkatan kadar testosteron dalam liur hingga 24 persen.

    4. Ikan dan minyak ikan

    Ikan, terutama ikan yang berlemak baik, memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang baik untuk tubuh. Beberapa contoh ikan yang mengandung lemak yang baik bagi tubuh adalah salmon, sarden, ikan herring, dan ikan trout.

    Sebuah studi pada 2016 mengungkap bahwa minyak yang dihasilkan dari ikan bisa meningkatkan kualitas air mani dan peningkatan kadar testosteron pada hewan.

    5. Extra-virgin olive oil

    Minyak zaitun memiliki segudang manfaat baik bagi tubuh, termasuk menurunkan risiko terhadap penyakit jantung dan kanker. Selain itu, minyak ini juga kaya akan vitamin E dan antioksidan yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan organ reproduktif pria.

    Dalam sebuah penelitian, konsumsi minyak ini terbukti dapat memicu produksi hormon testosteron pada pria dewasa dan menstimulasi testis untuk memproduksi hormon tersebut.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tipe, Gangguan, dan Tips untuk Menjaganya


    Jakarta

    Ereksi artinya kondisi di mana penis menjadi tegang dan membesar karena aliran darah yang meningkat di dalamnya. Ereksi adalah hal yang wajar dan penting dalam fungsi seksual pada seorang pria.

    Nah, dalam artikel ini, kita akan mengetahui apa itu ereksi beserta jenisnya, dan berbagai gangguan yang berhubungan dengan kondisi ini. Untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai ereksi, mari simak pembahasannya di bawah ini sampai selesai!

    Ereksi Artinya

    Dilansir dari laman Healthline, ereksi adalah kondisi ketika penis menjadi tegang dan membesar. Hal ini akan membuat penis terasa kaku dan menyebabkannya berdiri dan menjauh dari tubuh.


    Ereksi adalah bagian penting dalam fungsi seksual pada pria dan sering dikaitkan dengan gairah seksual yang dimiliki. Ereksi bisa terjadi ketika seorang pria merasakan gairah atau rangsangan seksual.

    Pada beberapa kondisi, penis juga bisa menjadi besar dan mengeras secara tiba-tiba tanpa rangsangan seksual. Misalnya pada saat pagi hari ketika seorang pria baru terbangun dari tidurnya.

    Ereksi terjadi ketika otak mengirimkan sinyal ke saraf di penis untuk melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke dalam penis. Setelah itu, otot-otot pada penis dan panggul akan berkontraksi yang membuat penis menjadi tegang dan besar.

    Tipe Ereksi

    Pada umumnya, ada tiga tipe ereksi yang bisa dialami oleh seorang pria. Dilansir dari laman National Library of Medicine, berikut ini adalah penjelasan mengenai tipe-tipe ereksi.

    1. Ereksi Refleksogenik

    Ereksi refleksogenik merupakan jenis ereksi yang berasal dari sentuhan atau rangsangan fisik yang terjadi secara nyata. Misalnya, seorang pria bisa mengalami ereksi ketika melakukan foreplay sebelum berhubungan seksual.

    Ereksi refleksogenik adalah jenis ereksi yang terjadi sebagai respons terhadap rangsangan fisik langsung. Ereksi refleksogenik biasanya merupakan tanda bahwa fungsi seksual seseorang masih normal.

    2. Ereksi Psikogenik

    Ereksi psikogenik merupakan rangsangan seksual yang bukan secara fisik, bisa berasal dari stimulasi audio visual atau fantasi. Misalnya, ketika seorang pria menyaksikan adegan film yang bersifat seksual atau membayangkan aktivitas seksual maka gairah seksual bisa memuncak dan menyebabkan ereksi.

    3. Ereksi Nokturnal

    Ereksi nokturnal terjadi secara alami yang berlangsung pada malam hari ketika sedang tertidur. Ereksi ini bisa muncul tanpa disengaja dan tanpa rangsangan seksual.

    Disfungsi Ereksi

    Dikutip dari buku Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja oleh Rima Wirenviona dan Anak Agung Istri Dalem Cinthya Riris, disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan penis untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.

    Disfungsi ereksi disebut juga dengan impotensi. Kondisi ini bisa berasal dari masalah fisik, psikologis, atau perpaduan dari kedua hal tersebut.

    Masalah fisik termasuk penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyakit neurologis. Faktor psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, dan masalah hubungan juga dapat mempengaruhi kemampuan seorang pria untuk mencapai dan mempertahankan ereksi.

    Disfungsi ereksi yang dialami seorang pria dapat sangat mengganggu kehidupan seksual. Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan, frustasi, dan kurangnya rasa percaya diri dalam hubungan seksual yang akan mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, serta hubungan dan keintiman dengan pasangan.

    Tips Menjaga Ereksi

    Disfungsi ereksi dapat sangat mengganggu kehidupan bersama pasangan dan kehidupan secara menyeluruh. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjaga penis agar tetap bisa merasakan ereksi:

    • Menjaga asupan makanan yang sehat.
    • Olahraga secara teratur.
    • Menjaga berat badan tetap ideal.
    • Hindari konsumsi minuman beralkohol.
    • Hindari kebiasaan merokok.
    • Perhatikan kadar kolesterol dan tekanan darah di dalam tubuh.
    • Memperhatikan konsumsi obat.
    • Memperhatikan kondisi kesehatan mental.
    • Mengelola stres dengan olahraga, yoga, atau meditasi.
    • Tidur dan istirahat dengan cukup.

    Nah, itulah dia pembahasan mengenai apa arti ereksi pada pria beserta tipe, gangguan, dan tips menjaga ereksi. Terapkanlah gaya hidup yang sehat agar kamu terhindar dari disfungsi ereksi dan menciptakan kehidupan seksual yang sehat bersama pasangan.

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 12 Manfaat Sehat yang Didapat Jika Tiap Hari Rutin Bercinta


    Jakarta

    Melakukan sentuhan dengan pasangan memberikan kesenangan tersendiri, apalagi jika melakukan hubungan seks. Gairah yang memuncak, akan membuat suasana menjadi lebih panas. Hal tersebutlah yang membuat seks menjadi hal yang disenangi oleh setiap pasangan.

    Ketika ingin melakukan hubungan seks, terkadang akan menjadi pertanyaan oleh sebagian orang. Kebanyakan orang akan menanyai bagaimana jika ia ingin melakukan seks setiap hari, apakah memberikan manfaat?


    Dikutip dari Entertainment Times, terdapat 12 manfaat melakukan seks setiap harinya.

    1. Memperkuat hubungan

    Pasangan yang melakukan hubungan seks akan memperkuat emosional. Setelah melakukan hubungan seks, maka pasangan akan mengobrol. Hal tersebutlah yang dapat memperkuat hubungan karena adanya kesenangan dan merasakan kepuasan.

    2. Meningkatkan kesehatan jantung

    Penelitian mengungkapkan bahwa seorang pria yang melakukan hubungan seks sebulan sekali, cenderung mengalami penyakit jantung dibandingkan dengan pria yang melakukan hubungan seks lebih dari dua kali seminggu.

    Seks juga dapat menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kadar homosistein. Kadar tersebut mampu untuk mengurangi risiko penyumbatan pada pembuluh darah, ketika pembuluh darah lancar maka seseorang akan jauh lebih aman untuk tidak terkena serangan jantung.

    3. Meningkatkan kekebalan imun

    Melakukan hubungan seks secara teratur akan meningkatkan antibodi pasangan, hal ini dapat membantu pasangan tidak terkena penyakit flu maupun demam. Melakukan hubungan seks, akan membantu sel kekebalan tubuh melawan virus.

    4. Mengurangi stres

    Berhubungan seks akan meningkatkan suasana hati, ketika pasangan melakukan hubungan seks secara teratur maka dapat mengatasi stres. Kasih sayang dengan sentuhan secara langsung saat melakukan hubungan seks dapat meningkatkan suasana yang positif pada hari berikutnya.

    5. Meredakan rasa sakit

    Menurut penelitian, wanita yang melakukan hubungan seks secara teratur akan mengurangi rasa sakit pada kepalanya. Saat melakukan hubungan seks dan mencapai orgasme, maka hormon endorfin akan dilepaskan dari otak. Hormon tersebutlah yang mampu untuk menghilangkan rasa sakit.

    6. Mendapat umur yang panjang

    Melakukan hubungan seks hingga mencapai orgasme, akan meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Selain itu, seks juga dapat memperbaiki jaringan dan menjaga kesehatan kulit. Saat pria mengeluarkan cairan sperma dalam seminggu, maka dapat hidup lebih lama daripada pria yang hanya sekali dalam beberapa minggu melakukan seks.

    7. Meningkatkan sirkulasi darah

    Detak jantung dan darah akan meningkat ketika melakukan hubungan seks. Artinya, ketika darah didistribusikan ke organ, dan sel, maka tubuh akan menghilangkan racun dan badan akan terasa lebih segar.

    8. Meningkatkan kualitas tidur

    Setelah melakukan seks, maka tubuh akan jauh lebih santai dan cepat merasa ngantuk. Hal ini karena adanya orgasme yang menimbulkan rasa rileks, ketika seseorang tidur nyenyak maka akan meningkatkan daya tubuh dan energinya.

    9. Meningkatkan kebugaran

    Selain melakukan olahraga, seks juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Melakukan hubungan seks selama setengah jam akan membakar lebih dari 80 kalori.

    10. Meningkatkan kadar estrogen dan testosteron

    Hormon testosteron dapat meningkatkan gairah pria. Selain meningkatkan otot dan tulang, hormon tersebut dapat menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol. Sedangkan untuk wanita, hormon estrogen akan membantu dalam penyakit jantung, dan mengeluarkan aroma pada tubuh wanita.

    11. Mengurangi tekanan depresi

    Wanita yang tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks, cenderung lebih kecil berisiko mengalami depresi dibandingkan wanita yang menggunakan kondom. Hubungan seks dapat mengatasi depresi karena adanya senyawa yang keluar dalam tubuh atau disebut dengan oksitosin, hormon ini akan membuat seseorang melakukan aktivitas seperti memeluk dan berciuman.

    12. Merasa jauh lebih baik

    Setelah melakukan hubungan seks, maka seseorang akan merasa jauh lebih baik. Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh menjadi sehat, hubungan dengan pasangan menjadi lebih baik, dan suasana hati yang terus merasa senang.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 9 Makanan Pendongkrak Stamina Bercinta, Bikin Pria Makin ‘Gaspol’ di Ranjang


    Jakarta

    Gairah seksual atau lebih dikenal dengan istilah libido memiliki tingkat yang berbeda-beda pada masing-masing orang. Faktanya, semakin bertambah usia seseorang, membuat kemampuan ereksi seseorang berkurang.

    Kondisi tersebut dapat dipicu oleh sejumlah faktor, misalnya gangguan psikologis, pola hidup yang tak sehat, hingga perubahan hormon.

    Dikutip dari Entertainment Times, berikut beberapa makanan yang dapat meningkatkan stamina bercinta:


    1. Cokelat

    Cokelat hitam diyakini bisa menambah stamina dan energi karena mengandung serotonin dan phenylethylamine, yaitu zat yang dapat merangsang hasrat seksual. Selain itu, zat tersebut juga bisa membuat suasana hati seseorang menjadi lebih baik.

    2. Tiram

    Tiram mengandung tinggi seng yang dapat membantu meningkatkan produksi sperma dan testosteron. Selain itu, tiram juga dapat meningkatkan kadar dopamine untuk kesehatan seksual pria.

    Makanan laut ini dikenal sebagai salah satu sumber asam lemak omega-3 yang terbukti membantu mengurangi peradangan, meningkatkan kesehatan jantung, dan mencegah risiko penyakit jantung. Mengkonsumsi tiram dapat meningkatkan aliran darah yang bisa mengobati disfungsi ereksi pria.

    3. Telur

    Telur memiliki vitamin B6 dan B5 yang dapat menyeimbangkan kadar hormon dan mengurangi stres. Hal ini sangat penting untuk memperbaiki libido pasangan. Pria dapat mengkonsumsi telur mentah sebelum melakukan hubungan seks untuk memaksimalkan energi dan kesuburan.

    4. Alpukat

    Buah alpukat dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kadar energi dan libido saat melakukan hubungan seks. Buah ini juga memiliki kandungan vitamin B6 yang membuat hubungan intim berlangsung lebih lama.

    Selain itu, kandungan potasium di dalam alpukat diyakini dapat mengatur kelenjar tiroid wanita. Kandungan yang ada pada buah alpukat menjadi elemen terpenting dalam meningkatkan libido pria dan wanita.

    5. Daun seledri

    Daun seledri mempunyai khasiat untuk meningkatkan gairah seksual. Seledri dapat meningkatkan kadar androsteron dan berfungsi sebagai afrodisiak (berbagai makanan yang dapat menstimulasi gairah seksual). Kadar androsteron adalah hormon tidak berbau yang dikeluarkan melalui keringat.

    Selain itu, daun seledri juga dapat meningkatkan kesuburan, hal ini karena adanya kandungan vitamin C dan antioksidan yang mempunyai sifat anti-inflamasi yang dapat meningkatkan jumlah sperma.

    6. Mangga, persik, dan stroberi

    Stroberi memiliki kandungan zinc yang tinggi dan bermanfaat bagi kehidupan seksual pasangan. Kandungan ini dapat meningkatkan testosteron dan produksi sperma.

    Selain stroberi, buah mangga memiliki vitamin C yang ampuh untuk mengobati permasalahan seks. Buah ini memiliki sifat afrodisiak yang dapat meningkatkan stamina seks pasangan.

    Sementara buah persik diketahui memiliki kandungan vitamin A dan vitamin C yang dapat menambahkan stamina seks pada pria Selain itu, vitamin C di dalamnya juga dapat meningkatkan jumlah sperma pada pria.

    7. Pisang

    Pisang memiliki kandungan potasium yang dapat membantu pria dalam meningkatkan produksi testosteron, yaitu hormon yang dapat meningkatkan libido dan membuat ereksi bertahan lebih lama. Selain itu, memiliki kandungan bromelain dan vitamin B yang dapat meningkatkan hasrat seksual dan kinerja dalam berhubungan seks.

    8. Bawang putih

    Bawang putih dapat meningkatkan kesuburan pria, membantu meningkatkan produksi sperma dan kadar testosteron karena mengandung antioksidan. Selain itu, bawang putih dapat meningkatkan aliran darah yang bisa mengobati masalah pada disfungsi ereksi pria.

    9. Kacang almond

    Almond mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat membuat tubuh menjadi sehat. Tidak hanya itu, almond juga dapat memperbaiki dan meningkatkan fungsi seksual pada sistem reproduksi pria. Bahkan kacang almond juga mengandung nutrisi yang dapat memberikan ketahanan dan kekuatan pada tubuh pria.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 10 Efek Tak Terduga Jika Pasutri Jarang Bercinta, Nomor 2 Paling Ditakutkan


    Jakarta

    Berhubungan intim adalah hal yang umum dilakukan bagi pasutri. Aktivitas seksual ini bahkan bermanfaat untuk meningkatkan keintiman bersama pasangan. Namun, beberapa faktor dan kondisi tertentu bisa membuat seseorang tidak lagi berhubungan intim. Apa yang akan terjadi jika seseorang jarang melakukan hubungan intim?

    Dikutip dari Vinmec, kurang atau tidak adanya seks dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa masalah dengan kehidupan, termasuk kesehatan. Berikut informasinya.

    1. Merasa cemas

    Seks menurunkan jumlah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai respons terhadap stres. Kehidupan seks yang aktif membuat Anda lebih bahagia sehat. Hal ini juga membantu mengurangi tingkat stres dalam hidup. Namun, seks yang sudah lama tidak dilakukan bisa meningkatkan rasa cemas dan stres.


    2. Jantung mungkin tidak bekerja dengan baik

    Penelitian menunjukkan orang yang berhubungan seks satu kali dalam sebulan atau kurang dari itu memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada mereka yang melakukannya dua kali seminggu atau lebih. Pasalnya, bercinta seperti ‘berolahraga’ yang bisa membuat tubuh lebih sehat secara fisik dan mental.

    3. Kehilangan memori

    Ini tidak seserius seperti lupa meletakkan barang-barang, tetapi bisa memengaruhi kehidupan seseorang. Itu karena seks berkaitan dengan ingatan, terutama jika berusia 50-89 tahun.

    4. Sistem kekebalan tubuh melemah

    Bercinta setiap minggu bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh daripada mereka yang jarang berhubungan seks. Hal ini dikarenakan bercinta bisa meningkatkan zat anti-bakteri yang disebut imunoglobulin A, atau IgA. Orang yang berhubungan seks lebih dari 2 kali seminggu memiliki kadar IgA lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berhubungan seks.

    5. Memengaruhi hubungan dengan pasangan

    Seks membantu ‘mengikat’ seseorang dengan pasangannya untuk waktu yang lama. Tanpanya, Anda mungkin kehilangan kepuasan dalam hubungan tersebut. Jarang berhubungan seks dapat mempersulit membangun kepercayaan dan pengertian kepada pasangan.

    6. Menurunkan kesehatan prostat

    Sebuah penelitian menemukan pria yang ejakulasi kurang dari 7 kali sebulan lebih mungkin terkena kanker prostat daripada pria yang ejakulasi 21 kali sebulan. Namun, perlu diperhatikan bahwa berhubungan seks tanpa pelindung dan sering berganti-ganti pasangan juga dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS).

    7. Sulit tidur

    Selama berhubungan seks, wanita mendapatkan dorongan estrogen yang lebih tinggi yang membantu tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, tidak berhubungan seks dapat membatasi produksi hormon pemicu tidur seperti prolaktin dan oksitosin.

    8. Merasa lelah dan nyeri

    Hal ini terjadi karena wanita tidak mengalami orgasme yang menyebabkan tubuh melepaskan endorfin dan hormon lain. Hormon tersebut membantu meredakan sakit kepala, punggung, dan nyeri kaki. Mereka juga dapat membantu meredakan nyeri sendi dan kram menstruasi.

    9. Meningkatkan masalah seksual

    Beberapa penelitian menunjukkan pria yang berhubungan seks kurang dari 1 kali seminggu memiliki kemungkinan 2 kali lebih tinggi terkena disfungsi ereksi (DE), dibandingkan mereka yang aktif secara seksual setiap minggu.

    10. Menaikkan tekanan darah

    Jarang berhubungan seks berpotensi menaikkan tekanan darah. Hal ini karena seks dapat membuat seseorang merasa lebih baik dan mengurangi kecemasan, sehingga menjaga tekanan darah dalam kisaran normal.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy