Tag: penyakit kanker

  • 4 Cara Cegah Paparan Serat Berbahaya dari Atap Asbes yang Bisa Bikin Kanker


    Jakarta

    Material asbes kerap digunakan sebagai atap rumah. Namun, material tersebut ternyata berbahaya bagi kesehatan manusia.

    World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan material asbes bersifat karsinogenik, yakni dapat memicu penyakit kanker apabila manusia terpapar seratnya. Selain itu, serat asbes juga bersifat tajam sehingga susah untuk dimusnahkan meskipun ukurannya kecil.

    Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, syarat penggunaan material asbes yang diperbolehkan maksimal hanya 5 serat/ml.


    “Serat asbes yang terlepas dari atap asbes berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 3 mikrometer atau lebih tipis dari 1/700 helai rambut, jika terhirup manusia akan mengendap di paru-paru,” tulis pada unggahan tersebut seperti yang dikutip dari Instagram @dkijakarta, asbes memiliki pada Jumat (20/9/2024).

    Maka dari itu, beberapa negara terutama di Eropa dan Australia sudah memboikot pemakaian material asbes terutama pada bangunan. Sementara itu, di Indonesia masih marak rumah-rumah memakai atap dari asbes. Bahkan pada 2020 lalu, Indonesia adalah pemakai terbesar material asbes di dunia menurut data yang diungkap Pemerintah Provinsi Jakarta.

    Apabila rumah kamu masih menggunakan material asbes atau ingin mengurangi paparan dari serat asbes, melansir dari detikHealth, berikut cara mencegahnya.

    1. Mengganti dengan Material Lain

    Cara paling tepat untuk tidak terpapar bahaya asbes adalah dengan tidak menggunakannya lagi. Ada banyak material terutama untuk bagian atap yang dapat menggantikan asbes seperti genteng metal dan genteng keramik. Kedunya sama-sama bagus dan dapat menghantarkan panas lebih baik daripada asbes yang konduksi panasnya buruk.

    2. Jangan Memotong Asbes

    Serat asbes bisa rontok dengan sendirinya dan tak kasat mata. Maka dari itu, sebaiknya jangan memotong, mengamplas, atau mematahkan asbes, terutama tanpa penutup mulut dan hidung.

    3. Buang Material Asbes ke Tempat yang Benar

    Selain untuk melindungi diri sendiri, kamu juga harus memikirkan keselamatan orang lain. Maka dari itu, saat membuang asbes tidak boleh sembarang. Jika kamu mengetahui tempat yang bisa memusnahkan asbes, kirim material tersebut ke sana agar tidak membahayakan siapa pun.

    4. Selalu Cek Kondisi Asbes

    Apabila kamu belum bisa mengganti atap asbes di rumah dengan jenis material lain, setidaknya kamu perlu memeriksa kondisinya. Apabila sudah terjadi pelapukan kamu harus menggantinya. Begitu pula jika permukaannya sudah berlubang harus segera diganti.

    Apabila terlihat masih kokoh kamu harus sering menyemprotkan air ke lembaran asbes agar tanah, debu, atau serat tidak berterbangan di dalam rumah dan berakhir terhirup oleh penghuni rumah. Bisa pula dengan menutup asbes dengan lembaran plastik atau terpal untuk menghindari paparan cuaca. Lalu, sebisa mungkin memberikan ruang batas antara asbes dengan ruangan dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Cukup Pakai Pengharum, Ini 7 Cara Hilangkan Bau Rokok di Dalam Ruangan



    Jakarta

    Merokok merupakan kebiasaan yang sulit hilang karena bisa dilakukan di mana saja bahkan di dalam rumah atau sebuah ruangan. Padahal, merokok di dalam rumah sangat berisiko terhadap kesehatan penghuninya.

    Asap rokok juga dapat menempel tak hanya pada pakaian, kulit, dan rambut, tetapi juga pada dinding, lantai, hingga perabotan di dalam rumah. Jika dibiarkan hal ini dapat membahayakan kesehatan penghuni seperti memicu timbul penyakit kanker dan paru-paru.

    Rumah atau ruangan yang sudah terkena asap rokok terlalu sering juga membuat baunya dapat menempel dan sulit hilang. Ketika tidak ada yang merokok pun, bau asapnya masih menyengat. Menghilangkan bau rokok tak semudah hanya menyemprotkan pengharum ruangan karena asap rokok menempel ke seluruh benda di ruangan.


    Lantas, bagaimana caranya membersihkan rumah atau ruangan agar terbebas dari bau rokok?

    Melansir dari situs Real Simple, terdapat 7 cara menghilangkan bau rokok sebagai berikut.

    Buka Pintu dan Jendela

    Pertama-tama buka pintu dan jendela untuk meningkatkan aliran udara di dalam ruangan. Bila perlu nyalakan kipas.

    Buang Asbak

    Buang asbak atau singkirkan abu rokok yang ada di dalam ruangan.

    Gunakan Cuka

    Tuang cuka putih suling ke dalam beberapa mangkuk kecil dan letakkan di sekitar ruangan di area yang tidak terganggu. Cuka berguna untuk menyerap bau.

    Bersihkan Perabotan

    Bersihkan segala perabotan di dalam ruangan, misalnya bantal, gorden, atau apa saja. Bersihkan dengan deterjen dengan menambahkan satu cangkir soda kue ke cucian.

    Taburkan Soda Kue

    Taburkan soda kue pada furnitur yang kering seperti sofa atau apapun, bisa gosok dengan sikat yang berbulu lembut. Kemudian, biarkan 4 hingga 8 jam lalu bersihkan dengan penyedot debu.

    Bersihkan Dinding

    Asap rokok juga bisa meninggalkan noda pada dinding, loh. Caranya campurkan 1 sendok teh pembersih serbaguna dan ½ cangkir soda kue pada 1 liter air hangat dalam ember kemudian aduk. Celupkan spons atau kain mirofiber ke dalam larutan, lalu seka dinding dari atas ke bawah dengan lembut. Kemudian, gunakan spons lain yang sudah dibasahi dengan air biasa untuk menyeka dinding agar menghilangkan sisa sabun.

    Bersihkan Karpet

    Pada karpet bisa gunakan penyedot debu, tetapi lebih baik taburkan soda kue dan diamkan selama 8 jam sebelum menyedot debu. Berikan penyegar kain untuk menghilangkan bau.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar bau rokok di ruangan bisa hilang dengan maksimal. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rajin Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Cegah Kanker Payudara


    Jakarta

    Kanker payudara yang menyerang banyak wanita bisa diminimalisir risikonya. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat berikut secara rutin.

    Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan. Kondisi ini terjadi karena mutasi atau perubahan pada gen yang mengakibatkan sel-sel tubuh membelah secara abnormal dan tidak terkendali.

    Meskipun sering diasumsikan sebagai penyakit bawaan genetik, tetapi kanker juga bisa menyerang seseorang karena faktor lingkungan dan gaya hidup.


    Menerapkan gaya hidup sehat merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari risikonya. Selain olahraga dan tidak merokok, konsumsi makanan sehat juga perlu diperhatikan. Beberapa makanan diketahui mengandung nutrisi untuk mengurangi risiko kanker payudara.

    Melansir getsurrey.co.uk (11/03/2025), berikut 5 makanan yang menurunkan risiko kanker payudara.

    1. Sayuran berdaun hijau

    Sayuran hijauSayuran hijau ini menawarkan banyak asupan nutrisi yang baik untuk menghindari risiko kanker. Foto: Getty Images/Ivan Pantic

    Setiap orang disarankan makan sayuran setiap hari. Namun, untuk menghindari kanker, kamu bisa fokus terhadap jenis sayuran berdaun hijau.

    Bayam, selada, sawi hijau, sampai kangkung diketahui bermanfaat karena kandungan antioksidan karotenoid, seperti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin.

    Kadar antioksidan tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara.

    Kandungan antioksidan dan glukosinolat di dalam beberapa sayuran hijau ini juga dapat melindungi sel dalam tubuh dari kerusakan DNA. Senyawa tersebut juga bisa membunuh sel kanker dengan menghambat pembentukan pembuluh darah tumor, sehingga penyebaran sel kanker juga dapat dicegah.

    Menurut situs Healthline, sebuah studi besar tahun 2015 mengaitkan kadar karotenoid total dalam darah yang lebih tinggi dengan penurunan risiko kanker payudara sebesar 18-28% serta penurunan risiko kekambuhan dan kematian pada mereka yang sudah menderita kanker payudara.

    Sayuran berdaun hijau juga kaya akan serat yang menyehatkan pencernaan. Kandungan zat gizi mikro di dalamnya juga mampu meningkatkan kesehatan jantung.

    2. Bawang putih

    Rutin Makan Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol Sampai 10%Bawang putih juga bisa dikonsumsi untuk menghindari kanker karena kandungan allicinnya. Foto: Ilustrasi iStock

    Kabar gembira bagi pencinta bawang putih karena bumbu dapur ini termasuk salah satu yang bisa mengurangi risiko kanker payudara.

    Senyawa allicin yang kaya antioksidan pada bawang putih menurunkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker lambung, hingga kanker paru.

    Menurut laporan situs Healthline, sebuah studi tahun 2020 yang melibatkan 660 wanita di Puerto Rico mengaitkan asupan bawang putih dan bawang bombai tinggi terhadap penurunan risiko kanker payudara.

    Makanan ini juga mengandung vitamin C, antioksidan flavonoid, dan senyawa organosulfur yang semuanya memiliki sifat antikanker.

    Makanan lain yang bisa mencegah risiko kanker bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Buah jeruk

    Mana Lebih Dulu, Buah Jeruk atau Warna Oranye? Ini Kata AhliBuah jeruk juga mengandung antioksidan untuk melindungi kanker. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    Berbagai jenis buah citrus, seperti jeruk, lemon, atau jeruk nipis sekaligus bisa mencegah risiko terkena kanker.

    Di dalam buah tersebut terkandung senyawa flavonoid yang bisa melindungi tubuh dari serangan kanker. Flavonoid merupakan sejenis antioksidan yang berperang mencegah pertumbuhan sel kanker.

    Selain itu, buah citrus juga kaya akan vitamin C, folat, karotenoid, yang memiliki efek antioksidan, antikanker, dan anti-inflamasi untuk mencegah berbagai jenis penyakit.

    4. Ikan kaya omega-3

    stripe-bellied Tuna. Euthynnus pelamis. Scomberomoridae. Bay of Biscay.Ikan tuna yang kaya omega-3 ini juga bisa dikonsumsi untuk mencegah kanker. Foto: iStock

    Selain buah dan sayuran, ikan berlemak, seperti salmon sampai tuna juga bisa dikonsumsi untuk melindungi diri dari kanker.

    Kandungan lemak omega-3, selenium, dan antioksidan, seperti astaxanthin dapat melindungi diri dari kanker.

    Beberapa penelitian yang disebut Healthline juga menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan berlemak dapat secara khusus mengurangi risiko kanker payudara.

    Selain kandungan asam lemak omega-3, ikan berlemak ini juga mengandung vitamin D yang dipercaya bisa menghambat perkembangan sel-sel kanker.

    Dengan mengonsumsi setidaknya 2 porsi ikan kaya asam lemak sehat setiap minggunya, kamu bisa mendapat asupan asam lemak omega-3 dan vitamin D yang cukup untuk mencegah kanker.

    5. Tomat

    Tomat juga bagus dikonsumsi sehari-hari karena nutrisinya bisa mencegah kanker. Di dalam tomat terkandung karotenoid, berupa pigmen pemberi warna merah yang tinggi antioksidan dan dapat membantu tubuh melawan radikal bebas pemicu kanker payudara.

    Studi dari Ohio State University juga menemukan bahwa makan tomat bisa mengurangi risiko penyakit kanker sebanyak 50 persen. Nutrisi di dalamnya juga dapat mengurangi risiko kanker kulit.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com