Tag: penyakit kulit

  • Kisah Nabi Ayyub yang Sabar Diuji dengan Penyakit Kulit Bertahun-tahun


    Jakarta

    Nabi Ayyub AS adalah sosok nabi dikenal sabar dalam menghadapi setiap musibah yang mendatanginya. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia pernah mendapat ujian berupa kehilangan harta dan keluarga, hingga penyakit kulit yang mendera tubuhnya bertahun-tahun.

    Ibnu Katsir mengisahkan dalam bukunya Qashash Al-Anbiyya, Nabi Ayyub AS mulanya termasuk seseorang yang sangat kaya raya. Di antara harta kekayaan yang dimilikinya, yakni berupa hewan ternak serta tanah pertanian yang terbentang luas di daerah Hauran.

    Tak hanya itu, Nabi Ayyub AS juga memiliki seorang istri yang melahirkan anak-anak baik dan saleh. Namun, Allah SWT kemudian mengujinya dengan mengambil seluruh kenikmatan yang dimilikinya saat itu.


    Banyak musibah kian berdatangan menimpa Nabi Ayyub AS mulai dari anak-anaknya yang meninggal dunia, harta kekayaan yang habis tak tersisa, serta beliau mengalami penyakit kulit selama 18 tahun yang sangat sulit disembuhkan.

    Meski demikian, Nabi Ayyub AS senantiasa sabar dan tidak pernah mengeluh terhadap segala ujian yang menerpanya. Ia selalu berbaik sangka dan bertawakal atas kehendak Allah SWT.

    Diuji Penyakit Kulit hingga Diusir dari Kampung Halaman

    Ujian berupa penyakit kulit yang menimpa Nabi Ayyub AS berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuatnya semakin lama dikucilkan oleh masyarakat hingga diusir dari kampung halamannya.

    Bahkan, Anas meruwayatkan bahwa Nabi Ayyub AS dibuang di tempat sampah milik bani Israil hingga tubuhnya dikerumuni lalat dan berbagai macam serangga lainnya.

    Kala itu, tak ada seorang pun yang merasa kasihan kepada Nabi Ayyub AS, kecuali istrinya sendiri yang selalu memuliakan dan mengurus segala kebutuhannya.

    As-Saddiy menceritakan, “Daging yang melekat pada tubuh Ayyub mulai berjatuhan hingga tidak ada yang tersisa di tubuhnya, kecuali tulang belilang dan otot-ototnya saja. Sementara itu, istrinya tiada henti menemui beliau sembari membawa abu gosok sebagai alas untuk berbaring.”

    Usai kondisi yang sangat memprihatinkan itu berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, istrinya berkata, “Duhai Ayyub, seandainya engkau berdoa memohon kepada Tuhanmu, niscaya Dia akan menyembuhkanmu.”

    Kemudian Nabi Ayyub AS menjawabnya, “Aku telah menjalani hidup dalam keadaan sehat walafiat selama tujuh puluh tahun. Oleh sebab itu, tidak sewajarnyakah jika aku bersabar kepada Allah dalam menjalani ujian yang lebih pendek dari tujuh puluh tahun?”

    Betapa terkejutnya istri Nabi Ayyub AS tatkala mendengar ucapan suaminya itu. Selanjutnya, ia bekerja pada orang lain agar dapat mencukupi kebutuhan hidup bersama suaminya.

    Ketika tidak mendapatkan seorang pun yang mau menerimanya bekerja, istri Nabi Ayyub AS lantas menjual salah satu dari dua kepang rambutnya kepada putri seorang pejabat dan ditukarkan dengan makanan yang sangat banyak.

    Saat Nabi Ayyub AS mengetahui kepala istrinya yang sudah tidak berambut, beliau berdoa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya ayat 83,

    وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

    Dikabulkannya Doa Nabi Ayyub Sembuh dari Penyakit Kulit

    Dikutip dari buku Cara Nyata Mempercepat Pertolongan Allah oleh Syafi’ie el-Bantanie, penyakit kulit yang diderita Nabi Ayyub AS akhirnya sembuh atas pertolongan dari Allah SWT dengan mengabulkan doa-doanya.

    Pada saat itu, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ayyub AS agar menghentakkan kakinya ke tanah hingga terpancarlah air yang dapat digunakannya untuk mandi dan meminumnya. Perintah ini termaktub dalam surah Shad ayat 42, Allah SWT berfirman,

    ٱرْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

    Artinya: (Allah berfirman): “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”

    Setelah Nabi Ayyub AS mandi dan minum dengan air tersebut, seketika penyakit kulit yang menimpanya sembuh, badannya sehat kembali, dan wajahnya pun tampak lebih segar dan berseri.

    Tak hanya itu, Nabi Ayyub AS juga kembali dianugerahi dengan harta kekayaan seperti sedia kala, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Ia pun hidup bahagia bersama istrinya dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips yang Nggak Boleh Terlewat saat Bercinta, Biar Tak Nyeri saat Seks

    Jakarta

    Hubungan seksual seharusnya menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan bagi setiap pasangan. Namun, pada beberapa kondisi baik suami atau istri masih bisa merasakan sakit seperti nyeri, perih, atau sensasi panas saat bercinta. Terlebih, saat baru pertama kali mencoba berhubungan intim.

    Dikutip dari WebMD dan Cleveland Clinic, rasa sakit saat berhubungan seks ini termasuk kondisi yang umum. Para ahli medis menyebut seks yang menyakitkan sebagai dispareunia Kondisi ini paling banyak dialami oleh wanita, sekitar 75 persen perempuan melaporkan pernah mengalami rasa sakit saat bercinta.

    Ada beberapa penyebab mengapa hubungan seksual terkadang menyakitkan, di antaranya:


    Kondisi ini terjadi saat lapisan vagina menipis dan kering. Kondisi ini umum terjadi pada wanita selama premenopause dan menopause saat kadar estrogen menurun.

    Uretritis adalah peradangan pada uretra, saluran yang menyalurkan urine dari kandung kemih.

    Rasa nyeri biasanya dirasakan saat pasangan melakukan penetrasi, dan hal ini disebabkan oleh pelumasan yang kurang memadai.

    Vaginismus terjadi ketika otot-otot di vagina berkontraksi secara tidak sengaja saat penetrasi. Kejang otot ini dapat berkisar dari nyeri ringan hingga nyeri berat

    Vulvovaginitis adalah iritasi pada vulva dan vagina yang dapat disebabkan oleh infeksi jamur dan bakteri atau penyakit kulit.

    Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan pasangan jika mengalami rasa sakit saat berhubungan seksual.

    ‘Pemanasan’ sebelum berhubungan merupakan salah satu hal penting yang kadang dilupakan oleh banyak pasangan. Foreplay bisa menjadi upaya untuk merangsang pelumasan alami.

    Komunikasi dengan pasangan terkait posisi seks juga perlu dilakukan. Hal ini agar ditemukan solusi posisi seks apa yang tidak menimbulkan rasa sakit.

    Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi masalah ini. Namun, perlu dikonsultasikan dengan dokter terkait jenis obat apa yang cocok digunakan.

    • Komunikasi dengan Pasangan

    Komunikasikan ke pasangan mengenai kondisi yang dialami selama bercinta, baik itu perasaan puas maupun ketika sakit agar bisa saling mengerti.

    Jika mengidap vaginismus, seorang terapis fisik dapat menunjukkan cara mengendurkan otot-otot panggul untuk mengurangi rasa sakit saat berhubungan seks.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy