Tag: penyebabnya

  • 5 Cara Menghilangkan Baret di Motor, Mudah Tanpa Perlu ke Bengkel


    Jakarta

    Baret yang muncul di bodi sepeda motor sering bikin pengendara merasa resah. Memang tidak berpengaruh terhadap performa mesin, tetapi adanya baret bisa mengganggu penampilan dan estetika motor.

    Selain itu, adanya baret di motor juga menyebabkan permukaan bodi lebih cepat rusak dan berkarat. Alhasil, kamu harus merogoh kocek lebih dalam untuk memperbaiki bodi motor agar tampilannya terlihat seperti baru.

    Namun, detikers tak perlu repot-repot ke bengkel untuk menghilangkan baret di motor. Soalnya, ada sejumlah cara untuk menghilangkan baret dengan menggunakan bahan-bahan sederhana. Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Menghilangkan Baret di Motor

    Mengutip situs Planet Ban, setidaknya ada lima cara menghilangkan baret di motor dengan mudah tanpa harus pergi ke bengkel. Simak langkah-langkahnya dalam artikel ini:

    1. Pakai Pasta Gigi

    Langkah pertama bisa menggunakan pasta gigi yang ada di kamar mandi. Cara pakainya juga mudah, yakni cukup oleskan pasta gigi secukupnya ke bagian bodi motor yang lecet, kemudian gosok secara perlahan menggunakan kain bersih.

    2. Menggunakan Scratch Remover

    Scratch remover adalah suatu cairan yang bisa menyamarkan lecet atau baret pada bodi motor. Bentuknya yang seperti lem ini sangat praktis digunakan untuk menghilangkan baret di bodi kendaraan.

    Cara pakainya cukup dengan mengoleskan sedikit cairan secara langsung ke bagian yang baret. Namun, pastikan baretnya harus yang dangkal atau masih tipis. Agar bekas baret memudar bisa menggunakan kain microfiber untuk mengelapnya secara perlahan sampai hilang.

    3. Mengamplas Bodi Motor

    Metode pengamplasan juga bisa menghilangkan lecet yang muncul di bodi motor. Sebagai catatan, gunakan amplas dengan tekstur yang lembut dan lakukan amplas di bagian bodi motor yang masih baret tipis.

    Lakukan pengamplasan secara perlahan hingga baret lebih merata dari sebelumnya. Lakukan secara hati-hati karena bisa saja amplas malah menyebabkan lecet di bagian bodi motor yang lain.

    Perlu diingat, saat pengamplasan harus dilakukan pada bodi motor yang keadaannya sudah basah dan tersiram air. Selain itu, amplas juga harus direndam ke dalam air terlebih dulu agar saat digunakan tidak menyebabkan permukaan bodi semakin baret.

    4. Pakai Kompon

    Jika bodi motor masih terlihat baret dan sulit dihilangkan, kamu bisa menggunakan kompon pada bagian baret yang sebelumnya sudah diamplas. Kompon sendiri memiliki tekstur seperti cairan atau krim.

    Untuk mengolesnya, kamu bisa menggunakan dengan kain yang halus. Setelah itu, gosok dengan perlahan sampai baret mulai hilang dan voila! Kini bodi motor kamu sudah terlihat lebih kinclong seperti baru.

    5. Menggunakan Baking Soda

    Tips terakhir untuk menghilangkan baret di motor adalah dengan campuran baking soda dan air. Cara penggunaannya, cukup campurkan baking soda dengan air secukupnya, setelah itu aduk hingga merata.

    Ketika sudah menjadi pasta, kini tinggal dioleskan pada bagian bodi motor yang baret. Lalu, gosok secara perlahan menggunakan kain yang lembut sampai baret di bodi motor menghilang.

    Penyebab Baret di Motor

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan muncul baret di motor. Beberapa penyebabnya yaitu:

    • Gesekan dengan benda keras seperti batu atau helm.
    • Tabrakan dengan kendaraan lain saat di jalan raya.
    • Kurangnya perawatan terhadap bodi motor dengan baik.
    • Penggunaan bahan kimia tertentu yang menyebabkan baret di bodi motor.

    Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan perawatan terhadap bodi motor secara rutin dengan mencuci serta memolesnya dengan alat khusus. Selain itu, pastikan kamu berkendara dengan aman agar motor kesayanganmu terhindar dari baret.

    Demikian lima cara menghilangkan baret di motor dengan mudah tanpa harus ke bengkel. Semoga bermanfaat.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Tidak Bisa Distarter tapi Bisa Diengkol? Ini 4 Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah umum yang dialami banyak pengendara motor matic adalah tidak bisa menyala ketika distarter. Namun, motor bisa hidup jika menekan engkol atau disebut kick starter.

    Memang pada akhirnya motor akan menyala dan bisa dikendarai. Namun hal tersebut harus jadi perhatian, sebab cukup merepotkan jika perlu menginjak engkol terus menerus demi menyalakan motor.

    Lantas, apa sih penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Motor Tidak Bisa Distarter tapi Bisa Diengkol

    Seiring perkembangan teknologi, kini banyak motor matic keluaran terbaru yang sudah menghilangkan kick starter atau engkol. Meski begitu, masih banyak ditemui motor matic yang memiliki engkol. Biasanya motor tersebut merupakan keluaran lama.

    Jika motor detikers masih menggunakan engkel, fitur tersebut dapat membantu apabila motor tak mau menyala saat distarter.

    Mengutip situs Planet Ban, berikut sejumlah penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol:

    1. Tegangan Aki Kurang Optimal

    Penyebab yang pertama karena tegangan aki kurang optimal. Saat tegangan aki kurang memadai, komponen-komponen di dalamnya tidak bisa mendukung proses pengapian pada motor. Sebab, aki berperan penting sebagai pemberi pasokan listrik ke sejumlah bagian, salah satunya sistem pengapian.

    Perlu diketahui, aki yang bekerja dengan baik biasanya memiliki tegangan sekitar 12 volt. Kalau tegangannya di bawah angka tersebut, maka aki tidak berfungsi dengan baik sehingga motor sulit menyala dengan cara distarter.

    2. Korsleting pada Starter

    Faktor lainnya bisa disebabkan karena korsleting pada electric starter. Kondisi ini biasanya dapat dilihat pada terminal 30 starter, tepatnya ada di dekat logam mesin yang tersambung dengan massa dari aki.

    Tanda-tanda korsleting dapat diketahui dengan adanya bekas terbakar berwarna hitam di sekitar area tersebut. Jika memang ditemukan tanda-tanda seperti itu, bisa dipastikan bahwa electric starter motor tidak berfungsi karena sekring starter sudah putus.

    3. Masalah pada Busi

    Busi memiliki peran penting dalam sistem pengapian. Soalnya, busi bertugas menghasilkan api yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang pembakaran.

    Seiring pemakaian, busi motor bisa mengalami sejumlah masalah, mulai dari sudah melewati batas usia pakai, sudah aus, menjadi longgar, atau terkena kotoran maupun cairan seperti oli. Jika busi mengalami masalah tersebut, maka jangan heran kalau motor tidak bisa menyala saat distarter.

    Selain pada busi, kerusakan di kabel busi juga bisa menjadi pemicunya. Kabel ini berfungsi sebagai penghubung antara cop busi dan coil yang mendistribusikan tegangan ke busi.

    4. Aliran Bensin yang Tidak Lancar

    Penyebab yang terakhir bisa disebabkan oleh aliran bensin yang tidak lancar. Kondisi ini dapat terjadi pada motor yang menggunakan sistem bahan bakar tradisional atau karburator. Hal tersebut terjadi karena udara yang terperangkap di dalam selang bensin, sehingga tidak dapat memompa bensin.

    Untuk mengatasi masalah ini, detikers perlu melepas selang yang tersambung ke input karburator. Pada umumnya bisa dikencangkan dengan klem, lalu tunggu hingga bensin mulai mengalir dengan normal. Setelah itu, selang dapat dipasang kembali dan coba hidupkan motor dengan menekan starter.

    Demikian empat penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Begini Cara Mencegah Pecah Ban Truk di Jalan Tol



    Jakarta

    Kendaraan niaga seperti truk acap mengalami pecah ban saat melaju di jalan tol. Kelebihan muatan, ditambah kondisi ban yang sudah tidak prima kerap menjadi penyebabnya. Lalu bagaimana cara mencegah ban truk pecah saat melaju di jalan tol? Ini tipsnya.

    Baru-baru ini, sebuah truk bak terbuka bermuatan ratusan ekor ayam mengalami kecelakaan tunggal akibat pecah ban, Sabtu (14/9/2024). Truk itu terguling dan melintang di tol Jombang – Mojokerto, KM 685 +500 A.

    Ahmad Juweni, National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia, menyorot pentingnya langkah-langkah pencegahan untuk meningkatkan keselamatan berkendara. Menurutnya, pecah ban bukan hanya masalah teknis, tapi juga merupakan isu keselamatan yang bisa berdampak luas, karena ketika ban meledak di tengah perjalanan, risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan lain meningkat secara signifikan.


    Ini beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    1. Sesuaikan beban muatan

    Beban muatan yang melebihi kapasitas sering kali menjadi penyebab utama pecah ban di jalan tol. Ahmad menjelaskan bahwa setiap ban memiliki spesifikasi tertentu untuk menopang beban maksimal. Muatan yang melebihi spesifikasi akan meningkatkan risiko kerusakan hingga pecah ban.

    Untuk mengetahui kapasitas angkut ban, pengguna dapat memeriksa indeks beban yang tertera pada dinding samping ban. Misalnya, ban Hankook 1100R20 AH30 memiliki indeks beban 150/147, yang artinya ban ini mampu menopang beban 3.350 kg per ban untuk roda depan (steer), dan 3.075 kg per ban jika dipasangkan pada ban ganda, dengan tekanan angin 120 psi.

    Jika terpaksa membawa muatan yang melebihi spesifikasi ban, usahakan untuk menyesuaikan tekanan angin dan mengurangi kecepatan guna menjaga kendali kendaraan. Namun, sebaiknya hindari muatan berlebih karena dapat merusak performa ban dan meningkatkan risiko kerusakan.

    2. Periksa tekanan angin

    Tekanan angin yang tidak sesuai muatan akan menurunkan performa ban dan menyebabkan kerusakan. Kekurangan tekanan angin bisa mengakibatkan defleksi berlebih, yaitu kondisi di mana dinding samping ban menekuk atau melengkung secara berlebihan saat berkendara. Hal ini menghasilkan panas berlebih dan melemahkan lapisan ban, sehingga meningkatkan risiko pecah.

    Perbedaan tekanan angin pada ban ganda juga berbahaya. Ban dengan tekanan lebih rendah akan mengalami gesekan berlebih dan cepat aus, sementara ban dengan tekanan lebih tinggi dapat pecah akibat beban yang tidak merata. Oleh karena itu, pengendara disarankan untuk rutin memeriksa tekanan ban sebelum perjalanan, atau setidaknya setiap dua minggu.

    3. Lakukan perawatan rutin

    Kurangnya perawatan ban dapat meningkatkan risiko pecah ban di jalan. Sebelum perjalanan, pengemudi disarankan buat memeriksa kondisi telapak ban secara rutin. Bersihkan kerikil atau batu kecil yang tersangkut di permukaan ban, karena jika dibiarkan, benda tersebut dapat menembus dan merusak telapak ban, sehingga memperbesar risiko pecah.

    Selain itu, penting untuk menjaga kondisi kaki-kaki kendaraan dan ban. Perawatan yang diabaikan akan menyebabkan ketidakstabilan pada kemudi dan keausan ban yang tidak merata, yang akhirnya memperpendek umur pakai ban.

    4. Jaga kecepatan berkendara

    Kebiasaan mengemudi dengan kecepatan tinggi secara konstan juga meningkatkan risiko potensi menabrak dan melindas objek tajam di jalan tol juga lebih besar, sehingga memicu pecah ban. Untuk kendaraan niaga disarankan menggunakan jalur paling kiri atau jalur lambat, dengan kecepatan sesuai dengan rambu-rambu yang berlaku.

    Hankook Tire juga memberikan langkah darurat yang dapat dilakukan jika sewaktu-waktu kendaraan niaga mengalami pecah ban di jalan tol, antara lain:

    1. Tetap tenang dan tidak menginjak rem sekaligus

    Pertama, usahakan jangan panik dan tetap tenang agar pengendara bisa tetap konsentrasi. “Jangan menginjak rem sekaligus saat kondisi ban pecah, karena beban kendaraan akan bertumpu pada ban yang pecah. Hal ini dapat berakibat fatal karena berkurangnya daya cengkeram dan mengakibatkan kendaraan kehilangan kendali atau tergelincir,” jelas Ahmad.

    2. Kendalikan setir dan nyalakan lampu hazard

    Kedua, pegang kendali setir dengan posisi tangan di arah jarum jam 3 dan 9. Kemudian, secara perlahan arahkan kendaraan ke bahu jalan. “Segera nyalakan lampu hazard untuk memberikan tanda bagi pengemudi lain bahwa kendaraan anda mengalami gangguan, sehingga mereka akan menjaga jarak aman,” tambah Ahmad.

    3. Hindari manuver berlawanan arah

    Terakhir, jangan membelokkan kemudi ke arah yang berlawanan dari posisi ban yang pecah, karena dapat menyebabkan kendaraan terguling. Saat ban belakang pecah, biasanya lebih mudah dikendalikan dibandingkan dengan pecah ban depan, karena ban depan yang masih berfungsi tetap menjadi tumpuan arah kemudi.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Dampak Buruk Membiarkan Oli Motor Sampai Habis


    Jakarta

    Oli mesin merupakan salah satu komponen penting bagi sepeda motor. Fungsi utama dari oli adalah untuk melumasi, mendinginkan, dan membersihkan komponen di dalam mesin agar dapat bekerja secara optimal.

    Pada umumnya, oli mesin perlu diganti setiap 3.000 km atau dalam waktu dua bulan sekali. Apabila kamu sering mengendarai sepeda motor, maka oli harus diganti lebih sering agar performa motor tetap optimal.

    Sayangnya, banyak pengendara motor yang menyepelekan tentang mengganti oli mesin. Bahkan, oli sengaja tidak diganti hingga benar-benar habis. Kondisi itu ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan mesin, lho.


    Lantas, apa dampak yang ditimbulkan jika motor kehabisan oli mesin? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Oli Mesin Motor Habis

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan oli mesin sepeda motor habis. Dilansir situs Wahana Honda, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Terjadi kebocoran pada seal oli akibat pengisian oli mesin yang melebihi kapasitas atau usia seal yang sudah tua.
    2. Terlalu banyak oli yang terbakar akibat kondisi shielding pada ring piston yang kondisinya sudah tidak baik.
    3. Oli mesin jarang diganti akibat pemakaiannya yang terlalu panjang. Misalnya, oli mesin baru diganti setelah menempuh jarak 10.000 km.

    Akibat Membiarkan Oli Mesin Motor Sampai Habis

    Mungkin, banyak pengendara motor yang sering lupa kapan waktunya mengganti oli mesin, sehingga tidak sadar jika oli sudah habis. Namun, jika kamu sering membiarkan oli motor sampai habis, maka siap-siap saja motor kesayanganmu mengalami berbagai kerusakan.

    Berikut sejumlah dampak membiarkan oli mesin sepeda motor sampai benar-benar habis:

    1. Terasa Getaran di Bagian Mesin

    Dampak yang pertama dan umum dialami banyak pengendara adalah muncul getaran yang tidak nyaman di bagian mesin. Hal ini karena jumlah volume oli yang sudah habis sehingga tidak bisa melumasi komponen mesin.

    Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras lagi yang memicu timbulnya gesekan besar, sehingga menyebabkan getaran sekaligus suara kasar dari mesin motor yang bikin tidak nyaman.

    Salah satu alasan kenapa detikers perlu mengganti oli mesin secara rutin adalah agar performa motor tetap optimal. Kalau oli jarang diganti bahkan dibiarkan sampai benar-benar habis, maka dapat mempengaruhi performa mesin.

    3. Boros Bahan Bakar

    Dampak berikutnya adalah bahan bakar jadi lebih boros. Sebab, mesin motor harus bekerja lebih keras lagi karena oli sudah terkontaminasi kotoran.

    Alhasil, mesin membutuhkan tenaga yang lebih besar agar dapat bekerja secara optimal. Nah, kondisi tersebut yang menyebabkan bahan bakar jadi lebih cepat habis.

    4. Mesin Alami Overheat

    Tak hanya sebagai pelumas, oli juga berfungsi sebagai pendingin mesin. Apabila kamu telat mengganti oli atau bahkan membiarkan oli sampai benar-benar habis, hal itu menyebabkan mesin lebih cepat panas hingga mengalami overheat.

    Perlu diingat, mesin yang sudah overheat dapat mempengaruhi performa motor. Bahkan, motor bisa saja mengalami mogok karena suhu mesin sudah terlalu panas.

    Oli mesin juga berperan penting dalam menjaga daya tahan dan keawetan mesin. Maka dari itu, jika kamu terlambat mengganti oli maka bisa ‘memangkas’ usia mesin motor. Soalnya, banyak komponen di mesin motor yang cepat rusak akibat jarang mengganti oli.

    6. Turun Mesin

    Dampak yang terakhir dan paling merugikan pemilik motor adalah turun mesin. Hal ini diakibatkan motor terus dikendarai sampai oli mesin benar-benar habis.

    Biaya turun mesin tentu tidak sedikit, apalagi jika kerusakan yang ditimbulkan sudah merembet ke komponen lain. Bisa jadi, kamu harus mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah hanya untuk memperbaiki mesin.

    Daripada harus merogoh kantong dalam-dalam hanya untuk memperbaiki mesin yang rusak, sebaiknya detikers rutin mengganti oli secara rutin. Selain menjaga keawetan mesin, rutin mengganti oli juga mampu menjaga performa motor tetap baik.

    Demikian enam dampak membiarkan oli mesin motor sampai benar-benar habis. Jangan lupa rutin ganti oli mesin, ya!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penyebab Air Menetes dari Bawah Mobil, Dampak, dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Air menetes dari bawah mobil bukan saja disebabkan karena AC, tetapi ada kemungkinan penyebab lain. Masalah ini jangan dibiarkan begitu saja karena bisa berdampak buruk pada kenyamanan hingga kerusakan mobil.

    Simak artikel ini untuk mengetahui apa saja penyebab air menetes dari bawah mobil, lengkap dengan tanda, dampak jika dibiarkan, dan cara mengatasinya.

    Penyebab Air Menetes dari Bawah Mobil

    Dirangkum dari situs Honda Bintang, Nissan, dan Wuling Indonesia, ada tiga kemungkinan penyebab air menetes dari bawah mobil. Salah satunya memiliki dampak serius jika tidak diperbaiki.


    1. Kondensasi AC

    Yang pertama, air menetes dari bawah mobil disebabkan proses kondensasi AC. Kondensasi terjadi karena perbedaan suhu antara saluran AC mobil yang dingin dengan udara sekitar yang lebih hangat.

    Selain itu, biasanya juga muncul embun dari kondensasi yang berkumpul di bawah dashboard baik bagian kanan maupun kiri. Namun kemunculan air akibat kondensasi AC ini wajar dan tidak berbahaya selama keluar dari bawah mobil.

    Namun jika air AC bocor di dalam kabin, maka hal ini termasuk kerusakan. Penyebabnya mungkin adalah adanya sumbatan atau kerusakan pada saluran AC pada bagian bawah mobil. Air biasanya muncul di sekitar bawah dashboard dan dekat karpet. Untuk menangani ini, bawalah mobil ke bengkel umum atau khusus yang menangani AC mobil.

    2. Air Wiper Bocor

    Kemungkinan selanjutnya adalah tabung air wiper yang bocor. Air wiper yang bocor biasa terjadi di kolong mobil. Penyebabnya antara lain tabung air wiper yang sudah keropos.

    Masalah ini mungkin tidak terlalu serius. Namun detikers tetap harus menanganinya agar wiper bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

    3. Air Radiator Bocor

    Penyebab yang lebih serius adalah terjadinya kebocoran air radiator. Biasanya air menetes dari bawah mobil pada saat mesin mati.

    Air radiator berfungsi penting pada mobil, yakni sebagai pendingin mesin yang menyala. Jika air bocor dan habis, maka mesin akan kepanasan dan bisa merusak komponen-komponen mobil.

    Dampak Air Radiator Bocor

    Karena air radiator yang bocor bisa menyebabkan masalah serius, maka detikers harus segera menangani tetesan air di bawah mobil. Jika tidak, berikut ini beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat air radiator bocor, dikutip dari situs Suzuki Arista:

    1. Mesin Kepanasan

    Fungsi air radiator adalah mendinginkan mesin sehingga suhu mesin tetap stabil ketika mobil digunakan. Jika air radiator bocor sampai habis, maka mesin akan kepanasan.

    2. Boros BBM

    Saat mesin kepanasan atau overheat, bahan bakar minyak (BBM) juga ikut meningkat alias boros. Penyebabnya karena mesin akan bekerja lebih keras untuk menjaga suhunya tetap stabil.

    3. Kondisi Kabin Tidak Nyaman

    Karena mesin dan komponen-komponen lain kepanasan, maka kemungkinan kabin menjadi tidak nyaman ditempati penumpang. Suhu ruangan akan ikut meningkat, bahkan mungkin akan tercium bau tak enak.

    4. Kerusakan Mesin

    Dampak lebih jauh dari air radiator bocor adalah mesin yang rusak akibat kepanasan. Komponen yang sering rusak karena overheat antara lain piston, ring piston, dan klep.

    Cara Mengatasi Air Menetes dari Bawah Mobil

    Lantas bagaimana tindakan pencegahan dan penanganan pertama jika melihat air menetes dari bawah mobil? Dikutip dari situs Wuling, berikut adalah beberapa cara mengatasinya berdasarkan situs Wuling:

    1. Cek Lokasi dan Warna Cairan

    Pertama-tama, cek letak dan warna air yang menetes dari bawah mobil. Air radiator biasanya berwarna hijau, merah, atau biru, tergantung jenis yang digunakan. Cek dengan benar lokasi tetesan airnya untuk mendapat petunjuk lebih jelas.

    2. Cek Saat Mesin Dingin

    Jika melakukan pengecekan, selalu lakukan saat mesin dingin. Beberapa kasus yang terjadi, orang terkena semburan air radiator yang masih panas, sehingga menimbulkan luka bakar pada kulit. Saat mesin sudah dingin, cek bagian-bagian radiator, selang, klip pengikat selang, dan pompa air.

    3. Cek Tutup Radiator dan Reservoir

    Jangan lupa memastikan agar tutup radiator dan reservoir cairan pendingin dipasang dengan benar dan tidak rusak. Tutup yang sudah rusak atau tidak pas bisa menyebabkan kebocoran air radiator.

    4. Cek Kondisi Seal dan Klem

    Cek juga bagian seal-seal di sekitar komponen sistem pendingin, seperti pompa air dan thermostat. Pastikan masih dalam kondisi baik. Selain itu, klem-klem yang longgar atau rusak sebaiknya diperbaiki.

    5. Ganti Komponen yang Bocor

    Jika menemukan masalah yang menimbulkan kebocoran, maka gantilah komponen itu. Jika terdapat retakan pada radiator atau selang, mungkin detikers perlu menggantinya secara keseluruhan.

    6. Isi Cairan Radiator Lagi

    Jika penyebab air menetes adalah kebocoran air radiator, maka isilah kembali cairan radiator itu kembali agar suhu mesin tetap bisa stabil dan mencegah kerusakan komponen.

    Nah, itulah tadi berbagai penyebab air menetes dari bawah mobil. Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika masalahnya pada kebocoran air radiator, sebab bisa merusak mesin.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Pasang Kepala Aki Mobil dan Masalah yang Sering Terjadi


    Jakarta

    Kepala aki atau klem aki merupakan bagian penting untuk memastikan sistem kelistrikan mobil berjalan stabil. Kepala aki terdiri dari bagian kutub positif dan negatif yang terhubung dengan terminal sehingga bisa mengalirkan listrik.

    Cara pasang kepala aki mobil tidak boleh sembarangan, karena bisa patah atau menyebabkan aliran listrik tidak lancar.

    Simak artikel ini untuk mengetahui cara pasang kepala aki mobil yang benar, lengkap dengan beberapa masalah yang sering terjadi, serta solusi untuk mengatasinya.


    Cara Pasang Kepala Aki Mobil

    Dalam proses ganti aki, kita harus memperhatikan cara pasang kepala aki mobil dengan benar. Dikutip dari situs Suzuki dan beberapa sumber lain, berikut ini langkah-langkah memasang kepala aki mobil:

    1. Persiapkan Alat yang Digunakan

    Persiapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan, di antaranya adalah tang, obeng dan kunci pas.

    2. Matikan Mesin

    Secara umum kita harus mematikan mesin mobil saat melakukan penggantian aki maupun bagian-bagian aki, termasuk kepala aki. Jika mesin menyala, maka ada kemungkinan terjadi korsleting.

    3. Lepaskan Kepala Aki Kutub Negatif Lalu Positif

    Saat melepas kepala aki, pastikan untuk melepas kutub negatif (-) terlebih dahulu yang berwarna hitam, baru kemudian kepala aki kutub positif (+) yang berwarna merah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi korsleting. Lepaskan kabel, baut dan klemnya.

    4. Bersihkan Bagian Kepala Aki

    Bersihkan bagian kepala aki terlebih dahulu. Jika terdapat jamur atau kerak, bersihkan dengan air panas ke area yang terkena jamur.

    5. Beri Gemuk

    Beri lapisan grease atau gemuk pada area kepala aki. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepala aki berjamur atau berkerak.

    6. Pasang Kepala Aki Kutub Positif Lalu Negatif

    Saat pemasangan, pasang terlebih dahulu kutub positif baru negatif. Jika terbalik, maka bisa muncul percikan api yang membahayakan, atau bisa terjadi korsleting.

    Jika setelah memasang kabel kutub negatif muncul percikan api, hal ini wajar terjadi. Percikan api akan berhenti ketika kepala aki sudah dipasang secara sempurna.

    7. Pastikan Kepala Aki Terpasang Kencang

    Jangan terburu-buru memasang kepala aki. Pastikan bagian kepala aki terpasang dengan benar, semua mur, baut, klem dan kabel harus dipasang secara sempurna dan kencang agar aki bisa bekerja dengan baik.

    Jika terlalu kendur maka aliran listrik tidak akan sempurna. Namun jika terlalu kencang juga bisa menyebabkan mudah patah. Selain itu, pemasangan yang tidak pas bisa memunculkan rongga kecil yang menyebabkan jamuran. Cukup kencangkan sampai kepala aki tidak goyang.

    Masalah Pada Kepala Aki

    Berikut ini beberapa masalah yang kerap terjadi pada kepala aki, lengkap dengan solusi untuk mengatasinya:

    Kepala Aki Jamuran

    Detikers mungkin pernah melihat kepala aki jamuran atau muncul kerak putih, tepatnya di sekitar terminal positif. Dilansir dari situs Daihatsu, penyebabnya bisa karena kelembapan, oksidasi air aki, klem terlalu kendur atau terlalu kencang, panas yang berlebih pada kutub positif aki, maupun kelebihan volume air aki.

    Untuk mencegahnya, detikers bisa memberikan lapisan grease atau gemuk pada area kepala aki. Namun jangan sampai memberikannya secara berlebihan agar tidak mengganggu aliran listrik.

    Tapi jika sudah terlanjur muncul jamur atau kerak, kalian bisa membersihkan dengan air panas ke area yang terkena jamur. Jika belum cukup bersih, gosoklah dengan sikat gigi sampai bersih. Bersihkan dengan kain lap.

    Kepala Aki Kendur

    Masalah lainnya adalah kepala aki kendur. Seharusnya, kepala aki tidak goyang atau mudah diputar. Hal ini membuat aliran listrik tidak maksimal, bahkan membuat aki mudah tekor.

    Selalu cek kondisi kepala aki secara berkala dan pastikan masih dalam kondisi kencang. Gunakan kunci yang pas saat membuka dan memasang agar tidak dol.

    Detikers juga bisa memberikan lapisan grease atau gemuk agar lebih kencang serta mencegah celah yang menimbulkan jamur.

    Tapi jika sudah rusak, kalian bisa mengganti kepala aki dengan yang baru. Kepala aki biasanya terbuat dari kuningan. Pastikan membeli di tempat yang terpercaya, karena ada produk yang dibuat dari bahan tidak berkualitas, sehingga mudah patah atau kendur.

    Nah, itulah tadi cara pasang kepala aki mobil dengan benar agar listrik aki dapat mengalir secara optimal, serta sejumlah solusi bagi masalah yang sering terjadi pada kepala aki.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Begini Cara Mengatasi Drat Baut Dol dan Karatan


    Jakarta

    Drat baut dol merujuk pada kondisi uliran sekrup yang mulai longgar. Kondisi ini berisiko menurunkan fungsi dan kinerja kendaraan, hingga mengancam keselamatan pengendara.

    Jika menemui kondisi drat baut dol, pengendara tentu harus segera memperbaikinya. Selain dol atau longgar, masalah lain yang kerap terjadi pada baut adalah karatan. Berikut beberapa cara mengatasi drat baut dol dan karatan.

    Cara Mengatasi Drat Baut Dol

    Dirangkum dari laman Suzuki, berikut ini cara mengatasi uliran baut yang longgar:


    1. Gunakanlah kunci ring berpenampang segi enam dan jangan menggunakan kunci bergerigi.
    2. Jika mungkin, gunakanlah obeng untuk menyambung kunci agar kunci bisa lebih panjang sehingga lebih mudah digunakan.
    3. Pasanglah kunci pada baut yang sudah dol tersebut, lalu pukul-pukul beberapa kali menggunakan palu. Hal ini dilakukan agar lubang kunci bisa masuk dan mencengkeram baut.
    4. Tapi jika baut sudah terlalu keras, detikers bisa memukul tepat di kepala baut untuk membantu kunci ring agar bisa mencengkeram baut.
    5. Putar kuncinya berlawanan arah jarum jam sambil menekan secara perlahan agar baut ikut berputar.
    6. Jika berhasil, maka posisi baut akan berputar sedikit demi sedikit. Lanjutkan sampai dengan bautnya terlepas.

    Cara Mengatasi Drat Baut Karatan

    Karatan dapat diatasi dengan menghilangkan lebih dulu noda pada baut. Berikut langkah lengkapnya:

    1. Pertama-tama, bersihkan permukaan mur dan baut terlebih dahulu jika kotor. Bersihkan menggunakan sikat.
    2. Beri pelumas pada bagian kepala baut dengan minyak rem. Lalu oleskan juga ke bagian tubuh baut lewat celah-celahnya.
    3. Diamkan sekitar 15-30 menit agar minyak rem bisa meresap.
    4. Coba lepaskan mur dan baut menggunakan kunci yang sesuai. Putar mur bolak-balik dengan sedikit tekanan.
    5. Saat memutar mur, lakukan pelan-pelan agar baut tidak menjadi gundul yang membuatnya susah dilepas.
    6. Jika bautnya sudah bisa berputar, cukup putar terus secara perlahan sampai benar-benar lepas.

    Penyebab Drat Baut Dol dan Karatan

    Lantas apa saja yang menyebabkan drat baut dol dan karatan? Berikut penjelasan yang dirangkum dari situs Honda Bintang Motor dan Suzuki:

    • Pemasangan baut secara sembarangan, misalnya miring. Ini bisa membuat baut rusak.
    • Pemasangan baut terlalu kendur membuatnya mudah lepas. Jika terlalu kencang bisa membuat drat atau ulirnya aus atau dol.
    • Terjadi proses oksidasi pada mur atau baut yang menyebabkan karatan. Misalnya karena sering kehujanan, udara lembap, dll. Cara merawatnya adalah dengan membersihkan komponen dan memberinya pelumas.
    • Pemakaian spare part yang tidak standar juga bisa membuat baut menjadi dol karena terlalu dipaksakan.
    • Memasangkan baut dengan mur yang tidak sesuai atau mur bekas juga bisa menyebabkannya cepat berkarat dan sulit dilepas.

    Nah, itulah beberapa cara mengatasi drat baut dol dan karatan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka lakukan perawatan dengan baik agar drat baut tidak dol atau karatan.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biaya Kuras Tangki Bensin Mobil di Bengkel Resmi


    Jakarta

    Dalam kondisi tertentu, mobil harus dikuras tangki bahan bakarnya untuk melakukan perbaikan. Berapa biaya kuras tangki bensin di bengkel resmi?

    Beberapa kondisi pada mobil mengharuskan tangki bensin dikuras. Miasalnya seperti masalah pada filter atau pompa bahan bakar yang tersumbat sehinga tangki bahan bakar harus diturunkan dan bensin yang ada di dalamnya perlu dikuras.

    Biaya Kuras Tangki Bensin Mobil

    Bengkel resmi menerima jasa kuras tangki bensin. Biayanya memang berbeda-beda tergantung dengan tipe dan jenis kendaraannya.


    “Kuras tangki itu beda-beda sih, karena dia beda-beda tipe. Kisaran harga dari Rp 260 ribu sampai di Rp 520 ribu, sesuai tipe kendaraannya untuk turun tangki tipe mobil low, medium, high, tidak termasuk luxury,” kata Kepala Bengkel Astrido Toyota Cileungsi Eko Prasetyo kepada detikOto, Senin (2/11/2024).

    Ada beberapa pengerjaan yang dilakukan bengkel untuk menguras tangki. Pertama membongkar dan menurunkan tangki dari mobil serta mengosongkan bensin yang ada di dalamnya.

    “Kemudian kita bersihin tangki dalamnya. Kita lihat kondisi filter, pompa, terus kemudian ada beberapa mobil ada regulatornya juga, itu kita cek juga, kita bersihkan sekalian. Kemudian dilakukan pengukuran juga, kan di tangki ada sender-nya yang buat menunjukkan level bensinnya, itu sekalian kita cek, kita bersihkan juga. Jadi item-item yang ada di tangki itu lah, semuanya tuh kita cek, kita bersihkan, kemudian pemasangan lagi dan kita tes jalan,” beber Eko.

    Estimasi pengerjaan kuras tangki bensin di bengkel resmi memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam. Untuk bensin di dalam tangki, jika kondisinya masih bagus bisa digunakan kembali.

    “Kan nanti (bensin yang dikuras) kita taruh di wadah khusus, kalau kandungan air di bensin tinggi pasti akan kelihatan tuh. Nanti biasanya kita ngobrol lagi sama customernya mau dipakai lagi atau nggak. Tapi kalau yang sifatnya nggak ada keluhan biasanya bagus. Biasanya yang ada keluhan brebet itu pas kita cek kandungan airnya tinggi. Kalau kandungan air tinggi, kita saranin mendingan ganti, nanti beliin (bensin) yang baru,” ujar Eko.

    Penyebab Tangki Bensin Mobil Harus Dikuras

    Menurutnya, ada beberapa penyebab yang membuat mobil harus dikuras tangki bensinnya. Misalnya seperti terdapat kandungan air pada bensin atau terdapat kotoran yang menyumbat di filter sehingga pemilik kendaraan merasakan tarikan berat, brebet, atau bahkan sampai tidak bisa digas.

    “Biasanya salah satu penyebabnya tangki sering kosong. Karena dia kan di dalam pasti ada kotoran ya. Bertahun-tahun usianya, sehingga pasti ada endapan. Kalau saat kondisi sering kosong, itu kadang-kadang kotorannya ikut, makin banyak tuh,” ujar Eko.

    “Kotoran bisa dua faktor, bisa dari tangki, bisa juga dari bahan bakarnya. Tipe tangki kan ada beberapa yang sudah pakai semacam kayak fiber, ada yang masih pelat. Nah itu mesti ada endapan lah. Atau misalnya dulu pernah pakai semacam untuk naikin oktan yang sifatnya kayak serbuk, akhirnya ada endapan, itu juga bisa. Tapi yang umum kalau kotor itu biasanya karena umur dan bahan bakar sama kondisi tangki,” jelasnya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Gejala Filter Bensin Mobil Tersumbat



    Jakarta

    Seiring pemakaian, filter bensin pada mobil bisa saja tersumbat. Hal ini menyebabkan berbagai gejala yang dapat dirasakan oleh pemilik kendaraan.

    Kepala Bengkel Astrido Toyota Cileungsi Eko Prasetyo membeberkan, ada beberapa gejala yang bisa dirasakan jika filter bensin kotor atau bahkan tersumbat. Mampatnya filter bensin itu membuat tersendatnya pasokan bahan bakar ke mesin.

    “Biasanya kalau karena kotoran aja ya, pertama dia pada proses hidupinnya agak susah, terus kemudian tarikan terasa agak berat nggak seperti biasanya. Sampai di kondisi yang benar-benar (parah) dia nggak bisa digas tuh, dia bisa hidup tapi nggak bisa digas. Itu udah sampai tahap benar-benar harus diganti. Dan paling ekstremnya kalau filter benar-benar kotor ya dia nggak bisa hidup. Bertahap sih nggak langsung,” kata Eko kepada detikOto, Senin (2/11/2024).


    Menurutnya, ada beberapa penyebab yang membuat filter BBM pada mobil tersumbat. Misalnya terdapat kotoran yang menyumbat di filter sehingga pemilik kendaraan merasakan tarikan berat, brebet, atau bahkan sampai tidak bisa digas.

    “Biasanya salah satu penyebabnya tangki sering kosong. Karena dia kan di dalam pasti ada kotoran ya. Bertahun-tahun usianya, sehingga pasti ada endapan. Kalau saat kondisi sering kosong, itu kadang-kadang kotorannya ikut, makin banyak tuh,” ujar Eko.

    “Kotoran bisa dua faktor, bisa dari tangki, bisa juga dari bahan bakarnya. Tipe tangki kan ada beberapa yang sudah pakai semacam kayak fiber, ada yang masih pelat. Nah itu mesti ada endapan lah. Atau misalnya dulu pernah pakai semacam untuk naikin oktan yang sifatnya kayak serbuk, akhirnya ada endapan, itu juga bisa. Tapi yang umum kalau kotor itu biasanya karena umur dan bahan bakar sama kondisi tangki,” jelasnya.

    Dari pihak agen pemegang merek memang tidak ada rekomendasi perawatan filter bensin. Namun, Eko mengatakan pada kendaraan-kendaraan tertentu filter bensin akan diperiksa saat mobil diservis berkala di bengkel resmi.

    “Kalau (tipe) yang filternya di luar tangki itu memang ada (perawatannya), di 40 ribu km, di 80 ribu kita cek. Setiap 20 ribu km kita cek, kita bersihin. Udah termasuk di servis berkala,” katanya.

    Namun, ada juga jenis kendaraan yang jika filter BBM-nya tersumbat, maka harus menguras tangki bahan bakar. Adapun biaya untuk kuras tangki bahan bakar berkisar antara Rp 260 ribu sampai Rp 520 ribu tergantung tipe kendaraannya.

    “Karena ada beberapa tipe yang dia kalau ganti filternya, tangkinya (harus) turun. Jadi bisa sekalian pengerjaannya kuras. Tapi ada beberapa tipe yang filternya ada di luar tangki,” katanya,

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini yang Bikin Filter Bensin Mobil Tersumbat



    Jakarta

    Filter bahan bakar pada kendaraan bisa saja tersumbat seiring pemakaian dan usia kendaraan. Ada beberapa penyebab filter bensin mobil tersumbat.

    Kepala Bengkel Astrido Toyota Cileungsi Eko Prasetyo mengatakan ada beberapa kebiasaan pemilik kendaraan yang bisa menyebabkan filter bensin dan fuel pump rusak. Salah satunya membiarkan tangki bahan bakar sering kosong.

    “Biasanya salah satu penyebabnya tangki sering kosong sih. Karena dia kan di dalam pasti ada kotoran ya. Bertahun-tahun usianya, sehingga pasti ada endapan. Kalau saat kondisi sering kosong, itu kadang-kadang kotorannya ikut, makin banyak tuh (tumpukan kotorannya),” kata Eko kepada detikOto, Senin (2/11/2024).


    Kotoran bisa muncul dari dua faktor. Bisa dari tangkinya, bisa juga dari bahan bakar yang mungkin terdapat kotoran. Atau, dari faktor lain seperti penggunaan bahan aditif yang meninggalkan jejak endapan.

    “Tipe tangki kan ada beberapa yang sudah pakai semacam kayak fiber, ada yang masih pelat. Nah itu pasti ada endapan lah. Atau misalnya dulu pernah pakai semacam untuk naikin oktan yang sifatnya kayak serbuk, akhirnya ada endapan, itu juga bisa. Tapi yang umum kalau kotor itu biasanya karena umur dan bahan bakar sama kondisi tangki,” jelasnya.

    Eko melanjutkan, dari agen pemegang merek (APM) memang tidak ada imbauan untuk melakukan servis atau tangki bahan bakar secara rutin. Namun, jika pemilik kendaraan merasakan gejala tertentu bisa dibicarakan kepada pihak bengkel untuk memeriksa bagian-bagian seperti tangki BBM, filter dan pompa bahan bakar.

    “Kalau dirasa udah lama nih nggak dibongkar, coba dibersihin. Atau dia perjalanan jauh di luar Jakarta yang kondisi pom bensinnya kita nggak tahu kondisinya,” katanya.

    Kata Eko, ada beberapa gejala yang bisa dirasakan jika filter bensin kotor atau bahkan tersumbat. Mampatnya filter bensin itu membuat tersendatnya pasokan bahan bakar ke mesin.

    “Biasanya kalau karena kotoran aja ya, pertama dia pada proses hidupinnya agak susah, terus kemudian tarikan terasa agak berat nggak seperti biasanya. Sampai di kondisi yang benar-benar (parah) dia nggak bisa digas tuh, dia bisa hidup tapi nggak bisa digas. Itu udah sampai tahap benar-benar harus diganti. Dan paling ekstremnya kalau filter benar-benar kotor ya dia nggak bisa hidup. Bertahap sih nggak langsung,” ujarnya.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com