Tag: penyebabnya

  • Gagal Magang Hub Kemnaker 2025? Cek Penyebabnya Agar Lolos di Batch 2!



    Jakarta

    Hasil seleksi Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) atau Magang Nasional 2025 sudah rilis. Pengumuman telah diinformasikan pada 16 Oktober 2025 kemarin.

    Total pendaftar Magang Hub Kemnaker 2025 batch 1 ini sebanyak 156.159 orang. Tentunya, tidak semua peserta bisa lolos diterima magang di perusahaan tujuannya.

    Sebagian peserta harus menerima bahwa dirinya tidak lolos ke seleksi tahap berikutnya. Ada berbagai faktor yang membuat peserta gagal dalam seleksi tahap awal ini.


    Salah satunya, keterangan atau status yang diterima peserta gagal adalah “Tidak Memenuhi Syarat”. Mengapa bisa dikatakan tidak memenuhi syarat?

    Penyebab “Tidak Memenuhi Syarat” di Magang Hub Kemnaker

    Dalam unggahan Instagram @kemnaker, dikutip Jumat (17/10/1015), dijelaskan bahwa ada beberapa kemungkinan peserta gagal karena alasan tidak memenuhi syarat.

    Pertama, bisa jadi karena tanggal kelulusan lebih dari satu tahun terakhir. Kemudian, data peserta belum masuk ke PDDikti karena kampus belum melaporkan atau memperbarui data kelulusan.

    “Kemnaker menggunakan data lulusan perguruan tinggi langsung dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) milik Kemendiktisaintek,” tulis unggahan tersebut.

    Adapun data kelulusan yang diambil Kemnaker adalah yang berlaku pada periode 1 Oktober 2024-30 september 2025. Sementara penarikan data terakhir dilakukan per 1 Oktober 2025.

    “Jadi, kalau kampus Rekanaker baru memperbarui data setelah tanggal itu, datanya belum otomatis masuk ke sistem Magang Hub Kemnaker,” tulis @kemnaker.

    Masih Ada Lowongan Sebanyak 80.000 Peserta

    Bagi detikers yang gagal dalam batch ini, tak perlu khawatir dan sedih berlarut. Pasalnya, masih banyak lowongan yang tersedia untuk batch-batch berikutnya.

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan kuota Magang Nasional sebesar 100 ribu orang. Sisa kuota untuk magang berikutnya masih ada 80.000 lowongan.

    “Kami menargetkan 100.000 lowongan magang dapat tersedia hingga akhir tahun 2025. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh dunia usaha untuk ikut serta membuka kesempatan magang bagi generasi muda Indonesia,” kata Yassierli Senin (13/10/2025), dikutip dari detikFinance.

    Kapan Magang Hub Kemnaker Batch 2 Dibuka?

    Magang Hub Kemnaker batch 2 akan dibuka pada 2 November 2025. Tak berhenti pada tahun ini, pemerintah berencana melanjutkannya pada 2026.

    “Kita selesaikan dulu batch 1, kita akan evaluasi batch 1. Sesudah itu, nanti kita lihat ada beberapa rekomendasi yang akan ditindaklanjuti di batch 2 atau bahkan di tahun depan,” ujar Menaker.

    Bagi detikers yang akan mencoba lagi di batch berikutnya, syarat utama yang harus dipenuhi untuk daftar Magang Hub Kemnaker yakni WNI, lulusan diploma atau sarjana maksimal satu tahun lalu, dan berasal dari kampus yang terdaftar di Kemendiktisaintek.

    Selamat mencoba kembali detikers dan semoga sukses ya di batch 2!

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Belakangan Ini Cuaca Panas Ekstrem? Pakar BRIN Ungkap Penyebabnya



    Jakarta

    Apakah detikers merasakan cuaca yang sangat panas di daerahmu? Tak hanya di satu daerah, ternyata cuaca terik dan panas ini juga terjadi beberapa wilayah.

    Cuaca panas ekstrem ini bahkan bisa mencapai suhu 35-38 derajat Celcius. Personal Weather mencatat cuaca panas ini terjadi sekitar pukul 11.00-16.00 WIB.

    Apa yang membuat cuaca panas ekstrem ini terjadi?


    Fenomena Cuaca Panas Esktrem atau Hot Spell

    Profesor Riset Bidang Iklim dan Cuaca Ekstrem, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Erma Yulihastin mengatakan fenomena cuaca panas ekstrem yang terjadi belakangan ini adalah hot spell.

    “Fenomena panas ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari ini disebut hot spell,” ujarnya dalam unggahan Instagram @brin_indonesia dikutip Senin (20/20/2025).

    Menurut Erma, kondisi ini menjadi tanda bahwa Indonesia mengalami perubahan iklim. Pasalnya, fenomena ini terjadi lebih sering dalam setahun.

    “Kondisi ini menjadi bukti nyata perubahan iklim di Indonesia, yang kini terjadi lebih sering dan lebih intens setiap tahun,” tambahnya.

    Adapun penyebab cuaca panas tersebut bisa dikarenakan juga posisi semu matahari berada di selatan ekuator. Hal itu membuat sinar matahari jatuh lebih tegak sehingga suhu siang hari meningkat.

    Pembentukan bibit siklon tropis 96W di Laut Filipina pun membuat awan terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara. Kondisi tersebut mengakibatkan wilayah selatan ekuator minim awan dan terasa lebih panas pada siang hari.

    Wilayah-wilayah yang Terdampak Cuaca Panas Ekstrem

    Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah-wilayah yang paling terdampak cuaca panas ekstrem ini antara lain Nusa Tenggara, Jawa, Kalimantan (barat dan tengah), Sulawesi (selatan dan tenggara), dan beberapa wilayah Papua.

    Cuaca panas diprediksi masih bisa terjadi hingga akhir Oktober 2025. Akan tetapi, jika hujan belum juga turun secara merata di Jawa, maka cuaca panas ini bisa terjadi di wilayah tersebut hingga November.

    Data BRIN menunjukkan, ternyata cuaca panas ekstrem ini tak hanya terjadi pada tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa daerah cuaca panas semakin terasa dari tahun ke tahun.

    Misalnya di kota besar seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, dan Jambi. Diduga, cuaca panas ekstrem ini juga disebabkan oleh aktivitas industri dan semakin berkurangnya ruang hijau.

    Kondisi ini kemudian memicu fenonema pulau panas perkotaan atau urban heat. Fenomena tersebut membuat suhu di kota semakin tinggi.

    Apa yang Perlu Dilakukan Saat Cuaca Panas Ekstrem?

    BRIN menyarankan beberapa upaya untuk mencegah kemungkinan buruk terjadi selama cuaca panas ekstrem ini. Mulailah dengan penggunaan tabir surya dengan SPF 45-50 saat beraktivitas siang hari.

    Lalu, perbanyak minum air agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Jangan lupa, waspadai juga perubahan cuaca yang terjadi mendadak.

    Kejadian perubahan mendadak panas terik ke hujan deras disertai angin kencang pun bisa terjadi. Jika detikers ingin beraktivitas di luar ruangan, pastikan untuk menyiapkan diri.

    Khususnya bagi masyarakat yang ingin berolahraga, BRIN menyarankan agar melakukannya sekitar pukul 07.00-09.00 atau 17.00-19.00 WIB. Waktu tersebut dinilai relatif lebih aman dari paparan panas matahari yang ekstrem.

    Sementara itu, ia mengingatkan pemerintah juga perlu turut andil dalam merespons kondisi cuaca ekstrem.

    “Pemerintah diharapkan memprioritaskan penerapan solusi berbasis alam dan modifikasi mikroklimat untuk mengurangi dampaknya,” saran Erma.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Kita Suka Menangis saat Mengiris Bawang Bombai? Ternyata karena Ini



    Jakarta

    Mengiris bawang bombai seringkali membuat kita berderai air mata. Bukan karena sedih, ini karena kandungan yang ada pada bawang.

    Baik ditumis, dipanggang, atau mentah, bawang bombai adalah bahan pokok dalam banyak resep makanan. Namun, rasa bawang bombai ini harus dibayar dengan harga yang mahal: air mata. Tetapi, mengapa mengiris bawang bombai membuat kita menangis?


    Penyebabnya disebut faktor lakrimasi, suatu zat kimia yang mengiritasi saraf di kornea. Ketika bawang bombai utuh, sekelompok senyawa yang disebut sistein sulfoksida dipisahkan dari enzim yang disebut alliinase.

    Tapi, ketika kamu mengiris atau menghancurkan bawang bombai, penghalang yang memisahkan senyawa dan enzim tersebut rusak. Keduanya bergabung dan memicu reaksi, menyebabkan sistein sulfoksida menjadi asam sulfenat.

    Pada bawang bombai, terdapat dua kemungkinan keberadaan asam sulfenat. Pertama, ia dapat mengembun secara spontan dan menjadi senyawa organosulfur. Senyawa organosulfur inilah yang memberi bawang bombai aroma dan rasa yang kuat. Reaksi serupa terjadi pada bawang putih, itulah sebabnya ia juga memiliki rasa yang begitu tajam.

    Namun, kemungkinan kedua untuk asam sulfenat hanya terdapat pada bawang bombai dan beberapa jenisallium lainnya. Enzim lain, yang disebut sintase faktor lakrimasi, yang tersembunyi di dalam sel, berperan dan mengubah asamsulfenat menjadi faktorlakrimasi, yang dikenal oleh para ahli kimia sebagai propanethial S-oksida.

    Faktor lakrimasi adalah cairan yang mudah menguap, artinya ia berubah menjadi uap dengan sangat cepat. Begitulah cara zat tersebut mencapai mata dan mengiritasi saraf sensorik.

    “Mata Anda mulai berair untuk menghilangkan zat yang mengiritasi itu,” kata Josie Silvaroli, seorang peneliti di bidang pendidikan dan inovasi farmasi di Ohio State University dan penulis pertama studi tahun 2017 tentang faktor lakrimasi dalam Live Science, Senin (20/10/2025).

    Kemungkinan besar senyawa organosulfur yang memberi bawang bombai rasa yang kuat dan faktor lakrimasi yang memicu air mata berevolusi sebagai mekanisme pertahanan. Senyawa-senyawa tersebut dimaksudkan untuk mencegah serangga, hewan, atau parasit yang dapat merusak tanaman bawang bombai.

    Cara Memotong Bawang Bombai Tanpa Menangis

    Silvaroli memberi beberapa tips agar kamu tidak perlu menitihkan air mata saat memotong bawang bombai. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Menggunakan kacamata pelindung

    2. Memotong dengan pisau tajam

    3. Jangan dinginkan bawang bombai

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Disamakan, Ini Perbedaan Mandi Junub dan Mandi Wajib


    Jakarta

    Setiap Muslim dianjurkan untuk menjaga kebersihan, terutama saat akan menjalankan ibadah. Salah satunya dengan mandi wajib, yaitu mandi untuk menghilangkan hadas besar. Perintah ini disebutkan dalam Surah Al-Maidah ayat 6:

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ

    Arab latin: …wa in kuntum junuban faṭṭahharū…
    Artinya: “Dan jika kamu junub, maka mandilah…”


    Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kebersihan sebelum mendekatkan diri kepada-Nya.

    Perbedaan Mandi Junub dan Mandi Wajib

    Secara umum, mandi junub dan mandi wajib mengacu pada hal yang sama, yaitu mandi besar untuk menghilangkan hadas. Perbedaannya hanya terletak pada penyebutan istilah sesuai dengan penyebabnya.

    Dalam kitab Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah yang diterjemahkan oleh Masykur A.B dan tim, dijelaskan bahwa mandi junub adalah bagian dari mandi wajib karena dilakukan setelah seseorang mengalami junub.

    Istilah junub atau janabah merujuk pada keadaan setelah keluar mani atau melakukan hubungan badan. Dalam kondisi ini, seseorang tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah tertentu sebelum mandi.

    Dijelaskan dalam buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi karya Abu Utsman Kharisman bahwa janabah secara bahasa bermakna menjauh, yaitu menjauhnya seseorang dari tempat ibadah sebelum mandi.

    Sedangkan mandi wajib adalah istilah umum untuk mandi besar yang dilakukan karena beberapa sebab seperti junub, haid, nifas, atau untuk memandikan jenazah Muslim. Meski penyebabnya berbeda, cara pelaksanaan mandi tetap sama.

    Tata Cara Mandi Wajib

    Merujuk pada buku Fiqih Ibadah oleh Zaenal Abidin, berikut ini langkah-langkah mandi wajib yang dianjurkan:

    1. Membaca niat untuk mandi wajib.
    2. Mencuci kedua telapak tangan tiga kali.
    3. Membersihkan bagian tubuh yang kotor atau tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan sebagainya.
    4. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan tanah.
    5. Berwudhu seperti hendak melaksanakan shalat.
    6. Menyela pangkal rambut dengan jari-jari yang sudah dibasahi, hingga air menyentuh kulit kepala.
    7. Membasuh seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, lalu dilanjutkan ke sisi kiri.
    8. Memastikan air mengenai seluruh bagian tubuh, termasuk lipatan-lipatan kulit.

    Dalam riwayat Imam At-Tirmidzi, disebutkan bahwa laki-laki dianjurkan menyela rambut ketika mandi wajib. Namun, hal tersebut tidak diwajibkan bagi perempuan. Rasulullah SAW bersabda:

    “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub?’ Maka Rasulullah menjawab, ‘Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran’.” (HR Tirmidzi)

    Selain itu, dalam buku Syarah Fathal Qarib: Diskursus Ubūdiyah Jilid Satu karya Tim Pembukuan Ma’had Al-Jāmi’ah Al-Aly UIN Malang dijelaskan bahwa perempuan dianjurkan untuk memakai wewangian setelah mandi, terutama setelah mandi wajib. Wewangian seperti misik atau yang sejenisnya disarankan untuk dioleskan pada kapas, kemudian dibersihkan ke area vagina.

    Anjuran ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Beliau bersabda:

    “Ambillah sepotong kapas yang diberi wewangian, lalu bersucilah.” (HR. Bukhari)

    Jika tidak memiliki wewangian, maka cukup menggunakan air. Tujuan dari anjuran ini adalah agar area kemaluan tetap bersih dan memiliki aroma yang harum.

    Niat Mandi Wajib Berdasarkan Sebabnya

    Niat menjadi bagian penting dalam setiap amal. Masih dari sumber sebelumnya, dijelaskan bahwa hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW,

    “Sesungguhnya sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari).

    Karena itu, seseorang yang junub harus berniat untuk menghilangkan hadas junub. Jika dalam keadaan haid, maka niatnya harus disesuaikan untuk menghilangkan hadas haid. Begitu pula dalam kondisi nifas atau setelah melahirkan. Niat mandi wajib perlu disesuaikan dengan jenis hadas yang sedang dialami, agar ibadah yang dilakukan setelahnya sah.

    Berikut ini adalah lafal niat mandi wajib yang disesuaikan dengan penyebabnya yang bersumber dari buku Fikih 4 susunan Siti Khomisil Fatatil Aqillah, S.Pd.I, Kiki Rejeki dan buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian tulisan Dr. Muh. Hambali, M.Ag.

    1. Niat Mandi Wajib setelah Berhubungan Suami-Istri

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”

    2. Niat Mandi Wajib setelah Haid

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin haidhi lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan haid karena Allah Ta’ala.”

    3. Niat Mandi Wajib setelah Melahirkan

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْوِلَادَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin wilaadati lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan wiladah karena Allah Ta’ala.”

    4. Niat Mandi Wajib setelah Nifas

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin nifaasi lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan nifas karena Allah Ta’ala.”

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangsa Sejahtera



    Jakarta

    Kesejahteraan dalam pandangan Islam bukan hanya dinilai dengan ukuran material saja, melainkan juga dengan ukuran non material seperti terpenuhinya kebutuhan spiritual, terpeliharanya nilai moral dan terwujudnya keharmonisan sosial. Kesejahteraan menurut Imam Ghazali adalah tercapainya kemaslahatan.

    Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara yang sejahtera apabila setiap rakyatnya mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya masing-masing serta mampu mendapat fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan yang baik. Adapun aspek yang sering digunakan sebagai indikator ukuran kesejahteraan adalah pendapatan, populasi, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, konsumsi, perumahan, dan sosial budaya.

    Cara Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat :
    * Meningkatkan Akses terhadap Pendidikan. Adanya penekanan atau prioritas pendidikan untuk pedesaan.
    * Memperkuat Infrastruktur.
    * Mendorong Pembangunan Ekonomi.
    * Memberdayakan Perempuan.
    * Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan.


    Uraian di atas merupakan penjelasan tentang sejahtera, ukuran, ciri-ciri masyarakat sejahtera dan cara mencapainya. Tidak kalah pentingnya adalah faktor semangat/motivasi anggota suatu bangsa untuk menggapainya. Lihatlah masyarakat Barat yang menikmati atas jerih payahnya dalam mengelola seluruh kemampuan dan kekayaan sehingga menghadirkan masyarakat sejahtera dan mereka menegakkan keadilan sosial. Hal ini sejatinya sesuai dengan firman-Nya surah Hud ayat 15 yang terjemahannya, “Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka di dalamnya dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.”

    Makna ayat ini adalah : Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dengan pangkat, kemewahan, serta kenikmatan hidup, dan menginginkan pula perhiasannya seperti harta kekayaan yang melimpah, fasilitas hidup yang lengkap dan mewah, pasti Kami akan berikan balasan penuh atas pekerjaan dan jerih payah mereka selama di dunia dengan sempurna. Itulah ketetapan Allah yang berlaku bagi siapa saja yang bekerja akan mendapatkan hasil dari jerih payahnya, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan oleh hasil usaha mereka sendiri. Inilah yang menyebabkan orang-orang musyrik mendustakan Al-Qur’an karena dorongan hawa nafsu yang cenderung mengutamakan urusan duniawi.

    Kehidupan Bangsa Barat ini menjadikan iri bagi Bangsa-bangsa muslim. Padahal sebelumnya, mereka mengalami masa kegelapan di saat peradaban Islam mencerahkan seluruh bangsa-bangsa di dunia yang ditandai oleh loncatan kejayaan Arab Islam hingga puncak ilmu pengetahuan secara khusus dan peradaban secara umum. Loncatan itu terjadi hanya seperempat abad semenjak Rasulullah SAW. hijrah. Ini merupakan sebuah loncatan yang sampai sekarang mereka ( Bangsa Barat ) bingung dan belum mengetahui faktor-faktor penyebabnya.

    Itulah kekuasaan-Nya untuk menjadikan suatu bangsa cemerlang, hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surah an-Nur ayat 55 yang terjemahannya, “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai; dan Dia sungguh akan mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Siapa yang kufur setelah (janji) tersebut, mereka itulah orang-orang fasik.”

    Jelas ayat di atas memberikan pengertian : Allah SWT. menegaskan janjinya bagi yang beriman dan beramal salih secara pasti kepada mereka yang telah membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan. Menjadikan mereka berkuasa di bumi dan mencerahkan kehidupan penduduk bumi.

    Inilah kunci dari sejahteranya suatu bangsa. Tatkala orang-orang menjadi jauh dari janjinya kepada Sang Khalik untuk taat dan beriman, maka dicabutlah kekuatan dan kenikmatannya. Ingatlah bahwa setiap individu yang memasuki pintu gerbang perjanjian dengan Allah SWT. melalui ucapan syahadat hendaknya tidak melanggar. Ketahuilah syahadat adalah asas dan dasar dari lima rukun Islam, juga sebagai ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam.

    Tatkala Bangsa Arab jahiliah berjanji menaati Allah SWT. setelah beriman kepada-Nya dan melaksanakan janji mereka, maka Allah SWT. berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 40 yang terjemahannya, “…… dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah hanya kepada-Ku.”

    Maka dalam waktu yang relatif pendek Allah SWT. telah mengubah Bangsa Arab secara drastis dari yang bersikap pasrah terhadap kebodohan menjadi rindu dan penasaran akan segala ilmu pengetahuan dari sumber manapun. Dengan ketaatan tersebut maka Allah SWT. mengangkat mereka dari lembah kemiskinan dan kebodohan ke puncak kekayaan dan kepintaran. Maka lahirlah para pakar bidang kedokteran, astronomi, kimia, arsitek dan bidang lainnya. Kondisi ini menjadikan Peradaban Islam menjadi penerang dunia.

    Oleh sebab itu, untuk menjadi suatu Bangsa Sejahtera maka antara rakyat dan penguasa bersatulah untuk menaati janji kepada-Nya. Ya Allah, Engkaulah sandaran kami bukan selain-Mu dan kepada-Mu kami menyembah serta memohon pertolongan, jauhkanlah kami dari sikap sombong dan malas serta berikanlah kami penerangan untuk selalu mengagungkan-Mu.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih – Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Ketika Mendengar Suara Ledakan di Atap Rumah, Mohon Perlindungan Allah


    Jakarta

    Suara ledakan di atap rumah bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan mengejutkan. Orang yang mendengarnya bisa merasa cemas, terutama karena tidak tahu penyebabnya.

    Ketika menghadapi situasi ini, penting untuk tetap tenang dan berdoa kepada Allah SWT. Dengan begitu, Insya Allah, Allah akan memberikan perlindungan kepada penghuni rumah.

    Doa Ketika Mendengar Suara Ledakan di Atap Rumah Agar Mendapat Perlindungan Allah SWT

    Ketika ada suara ledakan di atap rumah, alangkah baiknya jika umat Islam memohon perlindungan kepada Allah SWT. Berikut doa-doa yang dapat dipanjatkan.


    1. Doa Meminta Perlindungan

    Salah satu doa yang dapat dibacakan ketika mendengar suara ledakan di atap rumah adala doa meminta perlindungan dari makhluk. Mengutip buku Fikih Traveling, Petunjuk Praktis bagi seorang Muslim dalam Bepergian oleh Usamah Aljihadi, Lc., dkk, berikut doanya:

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Arab latin: “A’udzu bikalimaatillahit tammaati min syarri maa kholaq”

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari kejahatan yang ada pada makhluk-Nya.”

    2. Doa Perlindungan dari Takdir Buruk

    Saat mendengar sesuatu yang menakutkan, umat Islam dapat memohon perlindungan dari takdir yang buruk. Menurut buku Zikir Pagi dan Petang Setelah Sholat karya Muhammad Fadhlun Almahera, berikut bacaannya.

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

    Arab latin: Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

    3. Doa Keselamatan dari Bencana (Tolak Bala)

    Umat Islam juga bisa membacakan doa Tolak Bala. Begini bacaannya:

    اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَباَءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaashshatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir

    Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

    4. Surat Al Falaq

    Menurut buku Majalah Dakwah Islam Cahaya Nabawiy: Menuju Ridho Ilahi dan buku Psikoterapi Profetik Tujuh Sunnah Harian dari Rasulullah tulisan Cintami Farmawati, Al Falaq menjadi salah satu surah yang dibacakan nabi sebelum tidur di malam hari. Dalam surat ini ada permohonan perlindungan Allah dari kejahatan manusia dan juga sihir.

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

    Arab Latin: Qul a’uudzu birabbil-falaq

    Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).

    مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

    Arab Latin: Min syarri maa khalaq

    Artinya: Dan kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

    وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

    Arab Latin: Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab

    Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

    وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

    Arab Latin: Wa min syarrin-naffaatsaati fil-‘uqad

    Artinya: dan dari kejahatan(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

    وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

    Arab Latin: Wa min syarri haasidin idzaa hasad

    Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

    Itulah beberapa doa yang dapat dipanjatkan saat mendengar suara ledakan di atap rumah. Semoga Allah SWT selalu melindungi kamu, rumahmu, serta para penghuninya ya detikers.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Sepenting Ini Habluminannas! Ahli Tahajud Pun Tak Dijamin Surga


    Jakarta

    Dalam Islam, kita tidak hanya harus menjaga hubungan baik dengan Allah (habluminallah), tetapi juga harus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia atau yang disebut habluminannas.

    Bahkan terdapat kisah ahli tahajud bernama Abu bin Hasyim yang tidak diberi jaminan masuk surga karena melupakan habluminannas. Seperti apa kisahnya?

    Simak artikel ini untuk mengetahui kisah pertemuan Abu bin Hasyim dengan malaikat, lengkap dengan perintah untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.


    Kisah Ahli Tahajud yang Tak Dijamin Masuk Surga

    Dikutip dari buku Keajaiban Tahajud, Subuh, dan Dhuha untuk Hidup Berkah, Bergelimang Harta, Sukses dan Bahagia yang disusun Fery Taufiq El Jaquene, dikisahkan ada seorang ahli tahajud yang bernama Abu bin Hasyim. Dia orang yang selalu menjalankan sholat tahajud selama 20 tahun.

    Pada suatu hari, saat dia hendak berwudhu, tampak sesosok pria di depan pekarangannya, sehingga membuatnya terkejut. Abu bin Hasyim pun bertanya, “Wahai hamba Allah, siapakah engkau?”

    Orang itu tersenyum dan berkata, “Aku adalah malaikat utusan Allah.” Abu bin Hasyim kemudian bertanya lagi, “Apa yang engkau lakukan di sini?” Malaikat menjawab, “Aku diberitahu untuk menemukanmu, pelayan Allah.”

    Malaikat itu terlihat memegang buku yang cukup tebal, hingga membuat Abu bin Hasyim bertanya-tanya, “Oh malaikat, buku apa yang engkau bawa?” Malaikat menjawab, “Ini adalah koleksi nama-nama kekasih Allah.”

    Karena taat beribadah dan tidak meninggalkan tahajud, Abu bin Hasyim pun yakin dirinya termasuk kekasih Allah yang tentunya akan dijamin masuk surga. Dia lalu menanyakan apakah namanya tercatat dalam buku tersebut, “Oh malaikat, apakah namaku tertera dalam buku yang kamu bawa?”

    Malaikat kemudian membuka buku besar tersebut. Namun setelah mengurutkan nama-nama dari awal sampai akhir, ternyata nama Abu bin Hasyim tidak ada di dalamnya.

    Abu bin Hasyim kembali meminta malaikat untuk mencari namanya. Malaikat kembali meneliti pelan-pelan dengan cermat dan berkata, “Itu benar, namamu tidak ada di dalam buku ini!” Abu bin Hasyim pun bergetar lalu terjatuh di depan malaikat.

    Bahkan Abu bin Hasyim menangis dan mengeluarkan air mata karena merasa ibadahnya sia-sia, “Kehilangan diri saya yang selalu berdiri setiap malam di tahajud dan bermunajat tapi nama saya tidak ada di dalam kelompok pecinta Allah,” keluhnya dengan menangis sesenggukan.

    Malaikat berkata lagi, “Wahai Abu Hasyim! Aku tahu engkau bangun setiap malam saat yang lain tidur, wudhu dengan air dingin saat yang lain tertidur di tempat tidur. Tapi tangan saya dilarang Allah menuliskan namamu.”

    Abu bin Hasyim penasaran dan bertanya, “Apa penyebabnya?”

    Dan malaikat lalu menjelaskan, “Engkau bersedia pergi kepada Allah, tapi engkau bangga pada diri sendiri dan bersenang-senang memikirkan diri sendiri. Tetanggamu ada yang sakit atau kelaparan tapi kau bahkan tidak melihat atau memberi makan. Bagaimana mungkin kami bisa menjadi kekasih Tuhan jika kau sendiri tidak pernah mencintai makhluk yang diciptakan Allah?” kata sang malaikat.

    Abu bin Hasyim serasa disambar petir. Dia baru menyadari bahwa hubungan pemujaan manusia tidak hanya untuk Allah SWT, tetapi juga untuk sesama manusia.

    Pentingnya Habluminannas

    Selain beribadah kepada Allah, manusia harus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah An Nisa Ayat 36 sebagai berikut:

    ۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

    Arab latin: Wa’budullāha wa lā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu mang kāna mukhtālan fakhụrā

    Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

    Tafsir Surah An Nisa Ayat 36

    Dilansir dari Al-Qur’an Kemenag, tafsir Surah An Nisa Ayat 36 berkaitan dengan ibadah yang langsung kepada Allah dan dengan sesama manusia. Dalam ayat ini, ibadah yang dimaksud adalah meninggalkan kesyirikan dan beribadah dengan ikhlas mengakui keesaan-Nya.

    Ibadah kepada Allah pun harus diwujudkan dalam amal perbuatan setiap hari, seperti mengerjakan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, seperti salat, puasa, zakat, haji dan lain-lainnya.

    Selain ibadah khusus di atas, ada juga ibadah umum, seperti berbakti kepada kedua orang tua, membantu fakir miskin, menolong dan memelihara anak yatim, tetangga dekat dan tetangga jauh walaupun mereka nonmuslim, teman sejawat, ibnu sabil. Kemudian juga mengajar orang, menunjukkan jalan kepada orang yang sesat dalam perjalanan, menyingkirkan hal-hal yang dapat mengganggu orang di tengah jalan dan sebagainya.

    Dijelaskan pula bahwa Allah tidak menyukai dan tidak melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada orang yang sombong dan membanggakan diri di hadapan orang lain.

    Dari kisah Abu bin Hasyim dan Surat An Nisa ayat 36 di atas, kita bisa mengetahui pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, di samping tetap menjalankan ibadah langsung kepada Allah. Wallahu a’lam.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Mr P Ogah Berdiri, Impotensi atau Cuma Lagi Banyak Pikiran? Begini Dokter Memeriksanya


    Jakarta

    Disfungsi ereksi atau impotensi bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa bersifat psikogenik seperti stres karena banyak pikiran atau organik yang disebabkan faktor fisik.

    Mr P yang enggan untuk ‘berdiri’ ini ternyata bisa didiagnosis penyebabnya dengan salah satu metode bernama RigiScan. Melalui pemeriksaan ini, penis akan dipasangkan alat yang terdiri dari ‘cincin’ untuk menilai kemampuan ereksi pria pada saat tidur.

    Perwakilan Asri Urology-Nephrology Center (AUC) dr Holy Sarah Gita dari Rumah Sakit Siloam Asri mengatakan RigiScan dapat membantu pria untuk menemukan penyebab pasti mengapa Mr P miliknya tidak mau berdiri.


    “Ketika seorang pria mengalami kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi, tetapi penyebabnya tidak jelas, RigiScan dapat membantu menentukan apakah disfungsi tersebut disebabkan oleh faktor psikologis atau fisik,” ujar dr Holy kepada detikcom, Selasa (27/8/2024).

    Selain itu, RigiScan juga bisa membantu untuk mengukur ereksi nokturnal atau ereksi alami pria selama tidur. Hal ini merupakan indikator penting dari fungsi ereksi yang sehat.

    Dibandingkan dengan metode lain, RigiScan menurut dr Holy memiliki beberapa keunggulan. Seperti dapat menyediakan data lebih objektif dan akurat.

    “RigiScan menyediakan data objektif tentang kekakuan dan durasi ereksi, terutama selama tidur yang tidak dapat diperoleh melalui wawancara atau pemeriksaan fisik saja,” kata dr Holy.

    “Selain itu pemeriksaan ini bersifat non-invasif dan dapat digunakan dalam pengaturan alami, seperti di rumah pasien saat mereka tidur. Ini memberikan informasi tentang ereksi nokturnal,” sambungnya.

    Keakuratan RigiScan ini, lanjut dr Holy karena adanya sensor yang diletakkan di pangkal dan bagian tengah penis. Selain itu, RigiScan juga mencatat berapa lama kekakuan atau ereksi berlangsung.

    Tidak ada persiapan khusus pada pasien jika ingin melakukan RigiScan. Menurut dr Holy, pasien hanya membutuhkan tidur yang cukup dan berkualitas.

    “Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum menjalani pemeriksaan RigiScan. Pasien hanya perlu tidur yang cukup dan berkualitas,” kata dr Holy.

    “Memakai pakaian yang nyaman dan tidak ketat, menghindari konsumsi alkohol dan stimulan lainnya, serta menghindari konsumsi obat-obatan yang mempengaruhi fungsi ereksi atau kualitas tidur,” tutupnya.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy