Tag: penyerapan

  • Bahan dan Jenis Keset Kamar Mandi


    Jakarta

    Dari masa ke masa keset kamar mandi selalu dianggap hal yang tidak penting, ada banyak fungsi yang sangat penting dari keset kamar mandi ini.

    Keset yang terbaik tidak hanya menyediakan permukaan yang halus dan tentunya antiselip untuk kaki, tetapi bisa memberikan sentuhan warna dan daya tarik tersendiri.

    Keset Kamar Mandi Katun Turki

    Dengan ukuran 20 x 31 inci, karpet ini memiliki rasa yang kental seperti spa, dan bisa juga di cuci dengan mesin cuci. Keset kamar mandi katun Turki ini 100% murni dari katun, keset jenis ini juga menawarkan desain yang mewah dan tidak hanya memberikan rasa sejuk dan terasa ringan, tetapi juga tingkat penyerapan dari keset berbahan katun ini sangat baik.


    Keset Kamar Mandi Batu Tulis

    Tidak seperti keset pada umumnya yang berbahan dari kain sintetis atau kayu, bahan dari keset ini berbeda dari yang lainnya. Keset kamar mandi batu berukuran 23 x 15,4 x 0,4 inci dan terbuat dari tanah diatom, bahan dasarnya terdiri dari mineral yang bersifat antimikroba dan menyerap kelembapan dengan baik, keset ini juga tahan jamur dan lumut, yang membuatnya ideal untuk area basah.

    Keset Microfiber

    Melansir forbes.com, karpet microfiber ini memberikan tampilan yang mewah, dengan ukuran 17 x 24 inci, karpet ini sangat lembut jika di injak, dan juga anti selip serta dapat dicuci menggunakan mesin cuci.

    Karpet ini terbuat dari bahan serat mikro chenille yang berbulu lembut dan empuk ketika di pegang, karpet ini bekerja dengan baik untuk mengeringkan kaki kamu ketika keluar kamar mandi, karpet ini juga dilengkapi dengan perekat kuat guna meningkatkan sirkulasi udara dan memberikan daya tarik.

    Keset Kamar Mandi Busa

    Keset yang berbahan busa memori ini dapat dicuci dengan mesin cuci dan bahan yang berkualitas tinggi, karpet yang bertumpuk rendah ini punya sudut yang bulat serta berbahan karet untuk memastikan karpet tetap menempel sempurna.

    Keset Kamar Mandi Kayu

    Kalau kamu pernah mengunjungi spa kelas atas yang mewah, pasti kamu akan mendapati keset kamar mandi kayu ini, walau keset ini tidak terlalu populer seperti keset berbahan katun karena tingkat resapannya yang kurang maksimal, tetapi keset berbahan kayu ini menawarkan pemandangan yang apik.

    Keset Kamar Mandi Poliester

    Karpet poliester ini dirancang tebal agar terasa lembut dan hangat ketika diinjak, di tenun dengan bahan yang berkualitas tinggi. Kain ini sangat cocok untuk cuaca di bulan-bulan musim hujan, karena menjaga kaki tetap hangat dan nyaman bahkan ketika saat basah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 5 Penyebab Daun Tanaman Menguning Meski Tersiram Air Hujan


    Jakarta

    Warna pada daun dapat menunjukkan kesehatan dan kesegaran pada tanaman. Warna hijau menandakan kondisi tanaman yang baik dan ternutrisi. Sebaliknya, daun yang menguning menandakan adanya masalah pada tanaman tersebut.

    Masalah tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tergantung pada faktor lingkungan, iklim, dan perawatan dari pemiliknya. Bahkan tanaman yang letaknya di luar dan tersiram air hujan, bisa menyebabkan daun tanaman menguning.

    Dilansir Gardeners World, berikut beberapa penyebab daun tanaman menguning.


    1. Terlalu Banyak Disiram

    Ternyata tanaman yang tersiram air hujan tetap berpotensi daunnya menguning. Hal ini disebabkan penyiraman yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah seperti pembusukan pada akar, mengganggu penyerapan nutrisi, dan menarik hama mendekat.

    Untuk mengukur kapan tanaman perlu mendapat air adalah dengan mengecek kondisi tanah. Apabila tanah masih terasa lembap, sebaiknya tunggu satu hari lagi untuk menyiram.

    2. Kurang Air

    Selain terlalu banyak air, tanaman yang kekurangan air juga mudah warna daunnya berubah. Pemilik tanaman bisa menggunakan cara yang sama seperti tadi untuk mengecek kelembapan tanah. Apabila sejak awal mengetahui tanaman tersebut menyukai banyak air, letakkan tanaman tersebut dekat dengan sumber air.

    3. Akar Tanaman Tersumbat

    Daun yang menguning bisa juga disebabkan karena akar tanaman tidak bisa bertumbuh atau tersumbat. Biasanya terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot. Jika mengalami hal seperti ini, pindahkan tanaman di pot atau tanah yang lebih luas.

    4. Kurang Mendapat Cahaya

    Tanaman membutuhkan cahaya yang baik. Menempatkan tanaman di lokasi yang minim cahaya matahari masuk membuat proses fotosintesisnya terhambat. Seperti yang kita tahu dalam proses menghasilkan klorofil dan energi pada tumbuhan membutuhkan cahaya. Oleh karena itu, banyak daun tanaman arah tumbuhnya mengikuti lokasi di mana cahaya berada.

    5. Kekurangan Nutrisi

    Daun muda yang menguning biasanya disebabkan oleh kekurangan nitrogen, sementara daun yang menguning di bagian tepinya kemungkinan besar disebabkan oleh kekurangan kalium. Daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi

    Nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk umum. Kekurangan nutrisi sebenarnya dapat diperbaiki dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan nutrisi tersebut.

    Itulah beberapa faktor yang membuat daun tanaman menguning.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Handuk Masih Bau Setelah Dicuci? Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Handuk merupakan salah satu jenis kain pengering badan yang biasa digunakan sehabis mandi. Handuk juga harus dicuci walau tidak setiap hari, sebab handuk juga menyimpan kuman dan bakteri. Namun, pernahkah kamu merasa handuk masih bau bahkan setelah dicuci?

    Dilansir dari situs Homes To Love, pada Senin (21/04/2025), bau tersebut diakibatkan oleh adanya endapan detergen pada handuk. Sederhananya, residu sabun menumpuk pada serat handuk dan mencegah penyerapan air sehingga handuk tidak dapat kering dengan maksimal.

    Salah satu solusi agar handuk tidak bau setelah dicuci adalah membersihkannya menggunakan cuka putih dan soda bikarbonat. Selain menghilangkan bau, cuka putih dan soda bikarbonat membuat handuk terasa lembut dan seperti baru.


    Kamu bisa melakukan pembersihan pakai cuka putih dan soda bikarbonat apabila handuk sudah berjumbai atau usang, tidak lagi menyerap, dan masih bau setelah dicuci. Adapun, cara mencucinya adalah sebagai berikut.

    1. Masukkan handuk ke dalam mesin cuci dan secangkir cuka putih sebagai pengganti detergen, lalu cuci dengan air panas.
    2. Saat menekan tombol bilas, tambahkan setengah cangkir soda bikarbonat dan lanjutkan mencuci.
    3. Keluarkan handuk dan keringkan sampai maksimal di jemuran atau mesin pengering.

    Intinya, tuang cuka saat siklus pencucian dan tuang soda bikarbonat saat siklus pembilasan. Biasakan membersihkan handuk pakai cuka putih dan soda bikarbonat setiap pencucian ketiga atau keempat

    Sementara itu, untuk tips lainnya pastikan handuk kering maksimal di ruang terbuka. Kemudian, ikuti aturan pemakaian detergen yang disarankan. Lalu, jangan gunakan pelembut kain komersial karena bahan kimia dari pelembut dapat melapisi handuk sehingga daya serapnya berkurang.

    Itu dia tips mengatasi handuk yang masih bau setelah dicuci. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyiram Tanaman Agar Tidak Menjadi Sarang Nyamuk


    Jakarta

    Tanaman perlu disiram agar tumbuh dengan subur, baik di dalam maupun pekarangan rumah. Namun, menyiram tanaman terkadang menyisakan genangan air, sehingga rawan jadi sarang nyamuk.

    Nyamuk biasanya berkembang biak di genangan air. Genangan tersebut bisa terbentuk pada daun, pot, dan lubang.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu lebih berhati-hati ketika menyiram tanaman. Pastikan tidak ada genangan air yang dapat dimanfaatkan nyamuk.


    Bagaimana cara menyiram tanaman tanpa membentuk sarang nyamuk? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mencegah Sarang Nyamuk Saat Siram Tanaman

    Inilah tips menyiram tanaman agar tidak menjadi sarang nyamuk, dikutip dari National Parks Board, Minggu (27/7/2025).

    1. Buang Genangan Air di Pot

    Setelah menyiram tanaman di pot, air suka tergenang pada alas pot. Pastikan untuk membuang air tersebut dan menggosok alasnya secara berkala untuk menghilangkan telur nyamuk.

    2. Bersihkan Genangan Air di Pekarangan

    Genangan air juga bisa terbentuk setelah menyiram pekarangan rumah. Air dapat terkumpul di berbagai tempat, misalnya pot, ember, drainase, dan tanaman. Periksa area yang dapat mengumpulkan air, lalu bersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

    3. Gemburkan Tanah

    Sebelum menyiram tanaman, sebaiknya gemburkan media tanahnya agar air dapat meresap ke bawah. Permukaan tanah yang padat ketika kering mencegah penyerapan air.

    Jika tidak terserap, air malah menggenang dan tidak sampai ke akar tanaman. Gunakan garpu atau sekop untuk menggemburkan tanah secara berkala.

    4. Bersihkan Daun Jatuh

    Daun-daun yang berjatuhan di pot atau pekarangan rumah bisa menjadi tempat berkumpulnya air. Pastikan untuk membersihkan daun yang jatuh sebelum menyiram tanaman atau pekarangan.

    5. Siram Air

    Penghuni bisa sering menyiram air bersih ke area yang tergenang air di sekitar tanaman. Langkah ini akan menggantikan air yang terkumpul dan membuang telur serta jentik nyamuk.

    Itulah cara mencegah terbentuknya sarang nyamuk ketika menyiram tanaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mulai Main Padel? Ini Daftar Gear Lengkap yang Harus Kamu Punya!

    Jakarta

    Padel merupakan olahraga yang menekankan kelincahan, keseruan, akurasi, hingga kerja sama tim. Selain memahami aturan dasarnya, perlengkapan juga menjadi fondasi utama agar permainan dapat berlangsung secara efektif.

    Selain raket dan bola, terdapat beberapa aksesoris tambahan yang tak kalah penting dalam keberlangsungan olahraga padel.

    Beberapa gear atau perlengkapan yang perlu dipersiapkan yaitu grip tambahan, pelindung sendi, dan pelindung pergelangan tangan. Memahami apa saja gear lengkap yang harus dimiliki membantu detikers mempersiapkan diri agar lebih aman dan nyaman selama bermain padel.


    Dilansir dari berbagai sumber, berikut detikSport telah merangkum 7 perlengkapan yang dibutuhkan saat bermain padel.

    1. Raket padel

    Perlengkapan utama dalam bermain padel merupakan raket. Meskipun sekilas mirip dengan raket tenis, raket padel berbentuk solid tanpa menggunakan senar. Raket ini dilengkapi dengan lubang-lubang kecil pada permukaannya untuk mengurangi hambatan udara.

    Raket padel juga berbahan dasar fiberglass dan karbon. Bentuknya beragam, mulai dari bulat hingga berbentuk berlian. Bagi pemula, disarankan untuk memilih raket padel berbentuk bulat agar lebih nyaman dan mudah untuk digunakan.

    2. Bola Padel

    Berbeda dengan bola tenis, bola padel memiliki permukaan yang kasar dan tidak licin, sehingga mudah dipantulkan dari dinding atau raket. Bola padel juga memiliki tekanan udara yang rendah sehingga memicu pergerakan yang lebih lambat.

    3. Sepatu Padel

    Selain raket dan bola, sepatu juga menjadi perlengkapan utama dalam permainan padel. Sepatu khusus padel pada dasarnya memiliki sol herringbone yang memungkinkan adanya cengkraman terhadap rumput sintetis. Sepatu padel dirancang khusus menyesuaikan dengan lokasi tempat bermainnya.

    Bagi pemula, usahakan untuk memilih sepatu padel dengan bahan yang ringan untuk memudahkan pergerakan. Sepatu yang sesuai juga membantu detikers agar terhindar dari luka atau cedera.

    4. Wristbands dan Headbands

    Meskipun hanya sebagai aksesoris, wristbands dan headbands berperan penting dalam menjaga kenyamanan detikers selama bermain. Wristband atau gelang pergelangan tangan membantu penyerapan keringat lebih cepat dan melindungi sendi dari cedera.

    Headbands juga berperan penting dalam mencegah keringat jatuh ke mata sehingga dapat meningkatkan fokus. Selain bermanfaat, keduanya juga dapat menjaga kepercayaan diri detikers selama bermain.

    5. Grip Raket Padel

    Grip atau pegangan raket berfungsi meredam getaran dan membantu menyerap keringat dari permukaan kulit pada tangan. Selain itu, grip luar juga membantu genggaman lebih kuat dan nyaman.

    Selain memberikan kenyamanan, grip raket juga mampu mengontrol pukulan saat bermain padel.

    6. Pakaian Olahraga Padel

    Pakaian olahraga juga harus menyesuaikan dengan area dan teknik bermain padel. Detikers dapat memilih pakaian olahraga yang ringan dan mampu menyerap keringat dengan baik.

    Pada pria, disarankan untuk mengenakan celana pendek yang nyaman serta kaus. Sementara pada wanita, lebih baik mengenakan rok olahraga dan atasan tanpa lengan untuk membantu tangan dapat bergerak bebas.

    7. Botol Minum dan Handuk

    Botol minum dan handuk juga menjadi perlengkapan dasar yang wajib dibawa saat bermain padel. Handuk dapat membantu menyerap keringat dan mengeringkan badan setelah bermain. Botol minum juga diperlukan agar membantu detikers tetap terhidrasi selama bermain padel.

    Demikianlah daftar gear padel yang dapat membantu detikers lebih nyaman dan aman saat bermain. Semoga membantu ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Wanti-wanti untuk Para Gen Z, Dokter Tuding Kopi Menghambat Penyerapan Zat Besi


    Jakarta

    Tren minuman kekinian disebut punya andil terhadap tingginya kasus anemia di kalangan anak muda. Dokter menyebut, kopi dapat menghambat penyerapan zat besi.

    Praktisi kesehatan dr Rovy Pratama, MBA menjelaskan, anemia salah satunya bisa terjadi karena kekurangan zat besi. Kondisi kekurangan bisa terjadi karena memang asupannya kurang, atau juga karena penyerapannya terhambat.

    Fenomena ngopi yang ngetren di kalangan anak muda, menurut dr Rovy turut menjadi salah satu faktor yang berpengaruh. Terlebih, apapun makanannya, kalau nongkrong pasti minumnya kopi.


    “Nah teman-teman harus tahu bahwasannya kopi ini menghambat penyerapan zat besi,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta Utara, Sabtu (11/10/2025).

    “Jadi makannya cukup gitu ya. Tapi nggak diserap,” tegasnya.

    Faktor lain yang memicu anemia atau kekurangan darah adalah kehilangan darah yang tidak disadari. Lagi-lagi, dr Rovy menuding tren lifestyle sebagai pemicunya.

    “Ada makan yang berlevel-level gitu ya, seblak mercon gitu ya, yang level-level lah. Nah itu salah satu penyebab seseorang mengalami kehilangan darah tanpa disadari,” jelasnya.

    “Kita sebut dalam istilah medis itu adalah occult bleeding. Jadi kehilangan darah itu sedikit-sedikit karena perlukaan pada lambung,” lanjut dr Rovy.

    Dari berbagai faktor risiko anemia, perempuan disebutnya paling rentan mengalaminya. Ditambah lagi faktor menstruasi yang membuat perempuan secara periodik kehilangan sel-sel darah, maka risiko anemia makin perlu mendapat perhatian.

    “Dan tren penjualan di coffee shop itu mostly dikunjungi oleh wanita usia muda,” katanya.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Doyan Seblak Mercon? Waspadai Risiko Occult Bleeding, Penyebab Anemia Wanita Muda


    Jakarta

    Anemia atau kekurangan darah bisa disebabkan oleh banyak faktor. Dokter mengatakan, kebiasaan makan seblak mercon merupakan salah satu pemicu di kalangan anak muda.

    Hal ini disampaikan oleh praktisi kesehatan dr Rovy Pratama, MBA dalam diskusi di Jakarta Utara, Sabtu (11/10/2025). Menurutnya, anemia bisa terjadi karena kehilangan darah tanpa disadari.

    “Ada makan yang berlevel-level gitu ya, seblak mercon gitu ya, yang level-level lah. Nah itu salah satu penyebab seseorang mengalami kehilangan darah tanpa disadari,” jelasnya.


    “Kita sebut dalam istilah medis itu adalah occult bleeding. Jadi kehilangan darah itu sedikit-sedikit karena perlukaan pada lambung,” lanjut dr Rovy.

    Selain itu, anemia juga bisa terjadi karena terganggunya penyerapan zat besi. Lagi-lagi, tren di kalangan anak muda juga bisa menjadi pemicu, termasuk minuman kekinian seperti kopi dan matcha yang disebutnya mengganggu penyerapan zat besi.

    “Dan tren penjualan di coffee shop itu mostly dikunjungi oleh wanita usia muda,” katanya, menegaskan bahwa kelompok tersebut paling rentan mengalami anemia.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Alasan Sebaiknya Jangan Makan Sambil Berdiri, Bisa Begini Dampaknya ke Pencernaan


    Jakarta

    Di tengah rutinitas yang serba cepat, banyak orang kini terbiasa makan sambil berdiri atau berjalan. Misalnya, sarapan cepat sambil berangkat kerja, mengambil camilan di perjalanan menuju acara, atau berdiri sambil makan sudah menjadi kebiasaan umum.

    Sebagian orang memilih kebiasaan ini untuk menghemat waktu atau menyeimbangkan pekerjaan kantor yang banyak duduk. Sekilas, kebiasaan ini tampak ‘membantu’ pencernaan. Namun, makan sambil berdiri setiap hari dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan dan sistem pencernaan.

    Penting untuk memahami bagaimana postur tubuh, kecepatan makan, dan proses pengolahan makanan saling berinteraksi dengan pencernaan agar usus tetap sehat dan terhindar dari ketidaknyamanan.


    Dampak Makan Sambil Berdiri pada Aliran Darah dan Pencernaan

    Dikutip dari Times of India, saat seseorang makan sambil berdiri, gravitasi menyebabkan darah mengalir lebih banyak ke kaki. Hal ini mengurangi jumlah darah yang menuju organ pencernaan yang berperan penting dalam memecah makanan secara efisien.

    Suplai darah yang tidak cukup dapat mengganggu proses pencernaan dan menimbulkan gas, kembung, atau gangguan pencernaan. Postur tubuh saat makan juga memengaruhi seberapa cepat lambung mengosongkan isinya.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Science Publishing Journal menunjukkan makanan bergerak lebih lambat di lambung ketika seseorang duduk atau berbaring dibandingkan saat berdiri.

    Penelitian tersebut juga menemukan makan protein dalam posisi duduk tegak dapat memperbaiki pengosongan lambung, pencernaan protein, serta ketersediaan asam amino dalam darah dibandingkan dengan posisi berbaring.

    Sementara itu, makan sambil berdiri sering kali dikaitkan dengan cara makan yang lebih cepat. Kebiasaan makan terburu-buru dapat menyebabkan udara tertelan lebih banyak, meningkatkan rasa tidak nyaman akibat gas, dan mengurangi proses mengunyah yang memadai, sehingga lambung memerlukan waktu lebih lama untuk memecah makanan.

    Kecepatan makan yang terlalu cepat dapat berdampak buruk terhadap pencernaan dan menimbulkan perut kembung. Karena itu, penting untuk mempertahankan kebiasaan makan yang lebih lambat dan penuh kesadaran agar terhindar dari ketidaknyamanan dan meningkatkan penyerapan zat gizi.

    Di sisi lain, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan berdiri dapat membantu membakar sedikit lebih banyak kalori.

    Studi ini menyebutkan berdiri selama enam jam dapat membakar sekitar 54 kalori lebih banyak dibandingkan duduk, yang secara teoritis dapat menyebabkan penurunan berat badan hingga 10 kilogram dalam empat tahun pada individu dengan berat 65 kilogram.

    Makan sambil berdiri memang bisa mempercepat proses pencernaan, tetapi kadang membuat seseorang merasa lebih cepat lapar. Lambung mengirimkan sinyal kenyang ke otak berdasarkan seberapa besar peregangan dan berapa lama tetap penuh.

    Makanan yang cepat dicerna, seperti karbohidrat olahan, bisa membuat seseorang cepat merasa lapar lagi, sedangkan makanan tinggi serat dan protein memberi rasa kenyang yang lebih lama.

    Dengan demikian, pencernaan yang terlalu cepat akibat makan sambil berdiri bisa tanpa disadari mendorong seseorang makan berlebihan.

    (suc/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Dana BOS dan BOP Rp 4 Triliun untuk Madrasah-RA Cair Pekan Ini



    Jakarta

    Kabar baik bagi ribuan madrasah dan raudlatul athfal (RA) di seluruh Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) akan menyalurkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RA dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah untuk Triwulan III dan IV Tahun Anggaran 2025 pekan ini.

    Total dana yang akan disalurkan mencapai Rp4,01 triliun. Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar.

    “Alhamdulillah, mulai pekan ini anggaran lebih 4 triliun rupiah bisa dicairkan untuk RA dan madrasah,” katanya, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (21/10/2025).


    Ia mengatakan bantuan operasional adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Sesuai arahan presiden, kita perlu wujudkan pendidikan bermutu untuk mencetak generasi unggul yang berdaya saing global,” tuturnya.

    Ia menambahkan, dukungan operasional pendidikan melalui BOS Madrasah dan BOP RA menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan agama bermutu.

    “BOP RA dan Bos Madrasah adalah bentuk dukungan pemerintah wujudkan pendidikan agama dan keagamaan yang berkualitas,” kata Menag.

    Rincian Dana dan Lembaga Penerima BOS dan BOP

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menjelaskan, total alokasi dana BOP RA sebesar Rp204 miliar. Sementara itu, BOS Madrasah mencapai Rp3,809 triliun.

    Total ada 81 ribu lembaga yang akan menerima bantuan. Lembaga-lembaga tersebut telah lolos tahap verifikasi.

    “Anggaran BOS dan BOP sebesar Rp 4,01 triliun sudah dalam tahap pencairan untuk disalurkan oleh bank penyalur kepada 81 ribu lembaga yang sudah memenuhi kriteria,” katanya.

    Pencairan Bantuan Lewat Verifikasi Ketat

    Ditambahkan oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Nyayu Khodijah, seluruh dokumen pengajuan pencairan sudah diverifikasi secara ketat oleh Kemenag.

    “Setiap lembaga yang mengajukan pencairan Triwulan III dan IV wajib telah menyelesaikan laporan pertanggungjawaban sampai penyaluran Triwulan II,” jelasnya.

    Nyayu mengatakan proses verifikasi adalah langkah untuk melihat apakah penyaluran sesuai prosedur. Hanya lembaga yang memiliki dokumen lengkap dan valid bisa menerima bantuan tersebut.
    Sembunyikan kutipan teks

    “Dana BOP dan BOS diharapkan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk peningkatan mutu pembelajaran dan akuntabilitas pelaporan. Jangan sampai ada keterlambatan penyerapan yang dapat menghambat kualitas pendidikan madrasah,” tegasnya.

    Nyanyu mengatakan dana yang diterima harus dimanfaatkan secara disiplin, transparan, dan akuntabel. Selain itu, besar dana harus sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM).

    Ia mengimbau kepala madrasah dan RA agar terus memastikan status pengajuan aplikasi eRKAM V2 (untuk BOS) atau Portal BOS Kemenag (untuk BOP).

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com