Tag: peralatan dapur

  • Catat! 5 Benda Elektronik Ini Sedot Banyak Listrik Meski Tak Dipakai


    Jakarta

    Rumah biasanya dilengkapi dengan berbagai benda elektronik yang mengandalkan sumber listrik langsung. Beberapa di antaranya pun terus menyedot listrik meski sedang tidak digunakan.

    Benda penyedot energi itu dapat membuat tagihan listrik bengkak, lho. Jika ingin menekan tagihan, penghuni sebaiknya cabut sambungan kabel perangkat yang tak digunakan dari stopkontak. Kalau mau lebih praktis, gunakan perangkat tambahan yang mudah memutus aliran listrik tanpa perlu mencabut kabel dari stopkontak.

    Lantas, perangkat elektronik apa saja yang menyedot banyak energi dalam keadaan mati? Simak penjelasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes & Gardens.


    Benda Elektronik yang Sedot Banyak Listrik

    Inilah beberapa benda elektronik yang sebaiknya dicabut ketika tidak digunakan.

    1. Ponsel, Tablet, dan Charger

    Ponsel dan tablet sering digunakan penghuni rumah dalam kehidupan sehari-hari sehingga nggak heran kalau benda ini menghabiskan banyak energi. Perangkat tersebut sebenarnya hanya perlu diisi daya atau charge selama satu hingga tiga jam tetapi terkadang dibiarkan semalaman.

    Perangkat charger terus menyedot energi bahkan saat ponsel atau tablet tidak dicolokkan. Nah, cara terbaik untuk mengurangi pemborosan energi adalah dengan mencabut charger ketika daya benda elektronik sudah penuh.

    2. Peralatan Dapur

    Dapur biasanya dilengkapi dengan sejumlah peralatan elektronik seperti microwave, air fryer, dan ketel listrik. Benda tersebut biasanya masih menyedot listrik untuk menampilkan display digital atau jam.

    Meski tak menghabiskan banyak energi, benda tersebut secara bersamaan dapat menyedot listrik dalam jumlah besar. Selain mencabut aliran listrik, penghuni bisa mengurangi pemborosan listrik dengan menggunakan peralatan dasar tanpa pengatur waktu atau layar elektronik.

    3. Kulkas dan Freezer

    Kulkas dan freezer selalu dalam keadaan menyala untuk mendinginkan makanan. Jika punya rencana liburan mendatang, sebaiknya habiskan sisa makanan yang ada di lemari es dan freezer, lalu cabut aliran listrik alat ini sampai penghuni kembali.

    4. TV dan Konsol Game

    Perangkat hiburan seperti televisi dan konsol game menggunakan daya hanya dengan mencolokkannya ke stopkontak. Perangkat itu tetap dalam mode siaga sehingga dapat menerima sinyal masuk meski dalam keadaan mati. Cara terbaik untuk mengurangi pemborosan energi adalah mencabut perangkat elektronik ini saat tidak digunakan.

    5. Komputer

    Komputer yang masih tercolok terus menyedot listrik bahkan saat komputer tidak menyala. Pastikan untuk mematikan komputer dan mencabut pengisi daya dengan benar untuk mengurangi pemborosan listrik.

    Itulah beberapa benda elektronik yang menghabiskan banyak listrik meski tidak digunakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! 5 Peralatan Dapur Ini Berisiko Tinggi Mengontaminasi Makanan


    Jakarta

    Beberapa peralatan dapur ini bisa menimbulkan risiko serius pada kesehatan. Hal tersebut berkaitan dengan material yang terkandung.

    Peralatan dapur semakin banyak model dan jenisnya. Ada yang berbahan stainles steel, kaca, plastik, kayu, dan sebagainya. Namun pernahkah kamu memikirkan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya?

    Melalui Instagram, seorang ahli jantung Dr. Alok Chopra dari Maulana Azad Medical College, New Delhi, India mengungkap beberapa alat dapur yang berbahaya untuk kesehatan.


    Menurutnya, material atau bahan yang digunakan untuk membuat alat dapur mengandung zat kimia berbahaya. Zat tersebut berpotensi mengontaminasi makanan.

    Dikutip dari Times of India (26/7) berikut 5 alat dapur yang berisiko mengontaminasi makanan:

    1. Wajan anti lengket

    Teflon dan panci diskon besarWajan anti lengket berisiko mengontaminasi makanan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov

    Menurut Dr. Alok, peralatan masak yang terlalu panas dapat melepaskan asap beracun. Selain itu, wajan anti lengket seperti teflon yang tergores dapat melepaskan bahan kimia berbahaya.

    Wajan yang mengandung bahan kimia PFOA dan PFAS dapat terakumulasi di dalam tubuh. Hal tersebut sangat berisiko dan bisa menimbulkan beberapa kesehatan tubuh jika tertelan melalui makanan.

    Mulai dari gangguan hormon, sistem kekebalan tubuh, hingga keracunan dalam jangka panjang. Sebagai alternatif, pilihlah alat masak dengan material stainless steel, kaca, dan keramik.

    2. Aluminium foil

    Aluminium foil digunakan untuk membungkus makanan guna menjaga kehangatan dan mempercepat proses memasak. Namun di balik kegunaannya bisa menimbulkan risiko.

    Aluminium foil sendiri terbuat dari lembaran logam. Kandungan logam tersebut dapat mengontaminasi makanan, jika dikonsumsi bisa menyebabkan penyakit serius.

    Paparan jangka panjangnya telah dikaitkan dengan masalah neurologis dan peningkatan risiko Alzheimer. Sebagai gantinya, bisa menggunakan kertas perkamen yang lebih aman digunakan.

    Alat dapur yang berbahaya ada di halaman berikutnya.

    3. Wadah plastik

    Simpan Makanan Pakai Wadah Kaca di Freezer, Apakah Nutrisi Berubah?Ilustrasi wadah makanan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Katelin Kinney

    Wadah makanan berbahan plastik cukup berisiko, terutama yang sudah usang atau berkualitas rendah. Wadah tersebut dapat melepaskan bahan kimia berbahaya.

    Mulai dari BPA, BPS, dan ftalat. Akan semakin berbahaya jika wadah tersebut dipanaskan dalam microwave atau digunakan untuk makanan berminyak dan asam.

    Bahan kimia itu akan berisiko pada kesehatan hormon, memengaruhi kesuburan, dan melemahkan respon imun. Alternatif yang lebih sehat bisa pilih wadah dengan material kaca, keramik, dan stainless steel.

    4. Peralatan masak plastik

    Tak hanya wadah penyimpanan makanan saja, alat-alat masak juga ada yang dibuat dari material plastik. Mulai dari spatula, sendok, dan centong.

    Material tersebut dapat melepaskan zat aditif beracun, seperti penghambat api, pewarna, dan mikroplastik.

    Jika masuk ke dalam makanan dan terakumulasi dalam tubuh, maka dapat menyebabkan peradangan dan keracunan. Pilihan yang lebih sehat bisa menggunakan alat masak berbahan kayu atau stainless steel.

    5. Kompor gas

    Cara membersihkan kompor gasIlustrasi kompor gas. Foto: Getty Images/brizmaker

    Pelepasan gas pada penggunaan kompor gas bisa berisiko melepaskan polutan udara dalam ruangan, seperti benzena, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida. Zat-zat tersebut sangat berbahaya.

    Beberapa efeknya bisa meningkatkan risiko asma, infeksi pernapasan, hingga kanker. Risiko tersebut akan semakin parah jika dapur memiliki ventilasi yang buruk.

    Karenanya disarankan menggunakan kompor induksi atau kompor listrik untuk udara yang lebih bersih. Minimal, memberi ventilasi, membuka jendela, atau memasang exhaust fan.

    (raf/dfl)



    Sumber : food.detik.com