Tag: Perang

  • Ukraina Rilis Koleksi NFT “Museum of War” Momen Penting dalam Perang

    Pemerintah Ukraina meluncurkan koleksi non-fungible token (NFT) bertajuk “Meta History: Museum of War”. Semua hasil penjualan akan langsung masuk ke dompet crypto resmi Kementerian Transformasi Digital Ukraina untuk mendukung tentara dan warga sipil.

    Pemerintah Ukraina yakin bisa mengumpulkan dana dalam perjuangannya melawan Rusia dengan meluncurkan proyek NFT. Koleksi NFT tersebut akan berisikan serangkaian gambar digital, termasuk siluet pesawat tempur, tangkapan layar laporan berita, dan gambar ledakan bergaya kartun yang masing-masing menandai hari yang berbeda dalam konflik.

    “Seri NFT ini dimaksudkan untuk menyebarkan informasi yang benar di antara komunitas digital di dunia dan untuk mengumpulkan sumbangan untuk dukungan Ukraina,” tulis dalam pesan di situs web resmi NFT Meta History: Museum of War.

    Lawan Hoaks Berita Perang dengan NFT

    Mykhailo Fedorov, Wakil Perdana Menteri Ukraina yang juga Menteri Transformasi Digital, mengatakan disinformasi digunakan oleh Rusia setara dengan senjata militer mematikan di Ukraina.

    “Museum NFT didasarkan pada niat mendalam untuk menyimpan memori peristiwa masa perang, melalui blockchain dan mengumpulkan sumbangan amal untuk mendukung Ukraina,” tulis Fedorov dalam tweet-nya.

    Perusahaan blockchain, Fair.xyz, turut membantu pemerintah Ukraina membangun situs NFT marketplace untuk menjual koleksi Meta History: Museum of War. Rencananya, penjualan pertama koleksi NFT ini digelar Rabu (30/3).

    Penjualan ini akan menampilkan 5.000 hingga 7.000 NFT dengan harga masing-masing 0,15 ETH atau sekitar $ 450 dan diharapkan bisa meraih total pendapatan antara $ 2 juta dan $ 3 juta. Forbes melaporkan, bahwa NFT akan dijual melalui blockchain Ethereum.

    Pemerintah Ukraina meluncurkan koleksi non-fungible token (NFT) bertajuk “Meta History: Museum of War”.
    Pemerintah Ukraina meluncurkan koleksi non-fungible token (NFT) bertajuk “Meta History: Museum of War”.

    Pemerintah Ukraina meluncurkan situs web resmi untuk mengumpulkan sumbangan dalam mata uang kripto. Presiden Volodymyr Zelenskyy kemudian menandatangani undang-undang tentang aset virtual untuk mengatur pasar kripto di Ukraina.

    Ukraina sejauh ini telah membeli pasokan untuk militernya dengan sumbangan kripto termasuk rompi antipeluru, helm, makan siang dan obat-obatan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perang Dagang AS Vs Kanada cs Bikin Harga Kripto Anjlok


    Jakarta

    Harga mata uang kripto merosot. Kondisi ini didorong kekhawatiran publik akan perang dagang yang dipicu kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif impor kepada Kanada, Meksiko dan China.

    Dikutip dari Reuters, Senin (3/2/2025) harga Bitcoin turun lebih dari 4% pada Senin pagi di Asia, menyentuh level terendah tiga minggu di sekitar US$ 96.606. Harga kripto ether juga anjlok sekitar 12%.

    Kepala penelitian di Pepperstone Chris Weston, menilai investor berpikir kebijakan tarif impor Trump dapat merugikan pertumbuhan dan pendapatan perusahaan. Respon pasar pun terguncang termasuk kripto.


    Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump telah menetapkan pengenaan tarif impor 25% untuk Meksiko dan Kanada. Selain itu, barang impor China juga akan dikenakan tarif 10%.

    Merespon kebijakan itu, Kanada membalas. Dikutip dari CNBC International, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menjawab kenaikan tarif tersebut. Pada Sabtu (1/1/2025) waktu Kanada, ia mengumumkan akan memberlakukan tarif 25% terhadap barang-barang AS senilai US$ 155 miliar.

    Namun begitu, Trudeau tidak merinci apakah barang-barang Amerika senilai US$ 155 miliar itu merupakan nilai produk dalam dolar Kanada atau dolar AS. US$ 155 miliar dalam dolar Kanada akan menjadi sekitar US$ 106 miliar dalam dolar AS atau sekitar Rp 1.727.800.000.000.000 (asumsi kurs Rp 16.300).

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Terjun Bebas, Investor Takut Konflik Iran Vs Israel Meluas


    Jakarta

    Harga Bitcoin terjun bebas selama akhir pekan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di sisi lain, investor juga mengamati soal kekhawatiran inflasi yang baru-baru ini memicu aksi jual tajam di seluruh aset digital.

    Melansir CNBC, Senin (23/6/2025), harga Bitcoin sempat turun di bawah angka US$ 99.000 pada hari Minggu. Ini menjadi level terendah selama lebih dari sebulan.

    Aksi jual tampaknya terjadi di tengah guncangan geopolitik. Perang Iran dan Israel seperti diketahui tiba-tiba menjadi meluas setelah Amerika Serikat (AS) ikut menyerang Iran dan memperluas potensi ekskalasi.


    Iran bahkan dilaporkan mengancam akan memblokir Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran penting bagi 20% pasokan minyak global.

    JPMorgan sempat mengingatkan bahwa penutupan penuh Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak setinggi US$ 130 per barel. Imbasnya, lonjakan seperti itu dapat mengembalikan inflasi AS ke 5% dan membuat Fed bakal aktif menaikkan suku bunga.

    Prospek semacam ini membuat para investor menilai sudah saatnya kembali jalur suku bunga dan memegang mata uang Dolar daripada bertaruh pada aset spekulatif seperti kripto.

    Simak juga Video: Iran Vs Israel: Dulu Kawan, Sekarang Lawan

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • AS Ikut Serang Iran, Bitcoin Rontok


    Jakarta

    Harga Bitcoin melanjutkan tren penurunan setelah terkoreksi dan sempat jatuh di bawah level psikologis US$ 99.000. Penurunan ini terjadi imbas meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) campur tangan dalam perang Israel dan Iran.

    Indodax sendiri mencatat, koreksi Bitcoin ini menandai level terendah Bitcoin sejak 9 Mei 2025. Ambruknya harga bitcoin juga memicu penurunan di pasar aset digital secara global.

    Mata uang kripto terbesar kedua Ethereum, tercatat mengalami penurunan signifikan lebih dari 10% sebelum pulih sebagian. Sementara altcoin seperti Solana, XRP, dan Dogecoin mengalami penurunan.


    Solana tercatat turun lebih dari 7%, XRP turun lebih dari 8%, dan Dogecoin turun lebih dari 9%. Menurut data dari CoinGlass, lebih dari US$ 1 miliar posisi kripto terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, sebagian besar berasal dari posisi long yang terlalu berisiko.

    Vice President INDODAX Antony Kusuma menyebut, kondisi ini menunjukan rapuhnya pasar ketika gejolak geopolitik memanas. Menurutnya, pelemahan harga Bitcoin bukan semata karena faktor teknikal, melainkan juga sentimen risiko makro yang semakin kuat.

    “Pasar kripto saat ini sangat sensitif terhadap berita geopolitik yang menimbulkan ketidakpastian. Respons pasar terhadap serangan AS ke Iran menunjukan bahwa Bitcoin, meski kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetap dipandang sebagai aset berisiko oleh sebagian investor,” jelas Antony dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/6/2025).

    Antony menjelaskan, pelaku pasar kripto mulai mengurangi perhatiannya terhadap aset kripto sejak kabar awal meletusnya perang di Timur Tengah. Hal ini tercermin dari menurunnya arus masuk ke ETF spot Bitcoin secara signifikan menjelang akhir pekan.

    Arus masuk ke ETF spot Bitcoin dari Senin hingga Rabu pekan lalu juga mencapai lebih dari US$ 1 miliar. Namun, pada Kamis tidak ada pergerakan transaksi. Kemudian pada Jumat, hanya tercatat US$ 6,4 juta.

    “Fenomena ini perlu menjadi catatan penting bagi investor retail. Mereka perlu memahami bahwa volatilitas tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari investasi di kripto. Namun, koreksi tajam seperti ini tidak selalu berarti ancaman. Justru, bagi investor berpengalaman, ini bisa menjadi kesempatan untuk masuk pada valuasi yang lebih menarik,” tuturnya.

    Selain sentimen perang Israel dan Iran, harga minyak juga disebut turut mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin. Diketahui, JPMorgan memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga US$130 per barel jika Iran menutup jalur Selat Hormuz.

    Kenaikan harga minyak dunia dikhawatirkan mendorong inflasi AS mendekati 5% kembali, yang akan mengubah arah kebijakan suku bunga The Fed. Kekhawatiran ini menyebabkan investor menarik dana dari aset berisiko tinggi seperti kripto dan memindahkannya ke instrumen yang dianggap lebih aman.

    Akibatnya, pasar kripto mengalami tekanan jual. Sejak halving Bitcoin pada April 2024, pasar masih berada dalam tren siklus naik secara historis, 12 bulan hingga 18 bulan setelah halving. Antony juga memprediksi potensi harga Bitcoin untuk naik tetap terbuka.

    “Meskipun tekanan saat ini berat, fondasi fundamental Bitcoin masih sangat kuat, terutama dengan terbatasnya suplai dan semakin meningkatnya penerimaan institusi. Ini hanya bagian dari dinamika jangka pendek yang selalu hadir dalam siklus kripto,” jelasnya.

    Simak juga Video: Amerika Serikat Mengebom 3 Situs Nuklir Iran!

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Perang Dagang Makin Panas, Harga Bitcoin Ikut Kebakaran


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan imbas memanasnya tensi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. CoinMarketCap mencatat koreksi harga BTC hingga 8,86% di perdagangan sepekan terakhir.

    Harga BTC tergelincir ke level US$ 110.743 atau sekitar Rp 1.83 miliar (asumsi kurs Rp 16.583). Pada perdagangan sepekan terakhir, BTC mengalami volatilitas tinggi yang dipicu oleh isu perang tarif AS-China. Kondisi tersebut menempatkan BTC pada rentang US$ 107.318 hingga US$ 123.535.

    Tokocrypto menyebut, kapitalisasi pasar BTC berada di angka Rp 36.629 triliun dengan volume perdagangan 24 jam terakhir tercatat turun 24% menjadi Rp 1.136 triliun. Penurunan terjadi setelah China menjatuhkan sanksi terhadap suku cadang buatan AS yang digunakan perusahaan pelayaran Korea Selatan.


    Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan ketegangan dagang AS-China mendorong penurunan tajam kapitalisasi pasar kripto dari US$ 3,96 triliun menjadi US$ 3,75 triliun. Penurunan tersebut terjadi lebih dari US$ 210 miliar dalam sehari.

    Sementara altcoin utama relatif cepat pulih, harga BTC masih bertahan di zona pelemahan. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menegaskan pihaknya secara aktif terlibat dalam perang dagang dengan China setelah sebelumnya mengancam tarif 100% pada semua impor dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

    “Selama hubungan AS-China masih goyah, kripto akan kesulitan pulih karena aset berisiko seperti ini biasanya hanya menguat saat kondisi global stabil,” ujarnya.

    Fyqieh menyebut, kondisi pasar saat ini berada dalam fase badai yang dipicu oleh faktor eksternal makroekonomi. Ia menjelaskan, fase yang sama sempat melanda BTC pada tahun 2022 kala China dihadapkan dengan era suku bunga The Fed yang tinggi.

    “Setiap fase bear market kripto punya pemicunya sendiri. Di 2018-2019 ada larangan Bitcoin di China, di 2022 kita menghadapi kenaikan suku bunga The Fed, dan kini di 2025 pemicunya adalah perang dagang AS-China. Ini fase yang tidak bisa dihindari, tapi pada akhirnya selalu diikuti pemulihan,” jelasnya.

    Namun, ia menyebut volatilitas tinggi ini merupakan kekhawatiran jangka pendek investor terhadap ketidakpastian kebijakan dagang global. Sementara di sisi teknikal, BTC kini tengah terkonsolidasi di kisaran US$ 110.000-US$ 116.000 dengan dominasi penjual (bear).

    Level US$ 110.000 menjadi area support penting, sementara US$ 116.000 menjadi batas resistensi utama. Jika BTC berhasil menembus level tersebut, peluang untuk kembali menguji US$ 120.000 terbuka lebar.

    “Jika ketegangan tarif terus berlanjut, pasar kripto akan tetap choppy dengan pergerakan harga yang liar. Namun, bila dalam beberapa minggu ke depan ada sinyal positif seperti kesepakatan dagang atau penundaan tarif, badai ini bisa mulai mereda,” tambahnya.

    Tonton juga video “Mengenal El Salvador, Negara yang Cuan Banget Lewat Bitcoin” di sini:

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Lompat ke Rp 1,5 M Usai AS Serang Venezuela


    Jakarta

    Harga bitcoin (BTC) menguat sejak konflik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela memanas pada Sabtu (3/1/2026). Saat ini harga BTC sendiri ada di level US$ 92.328 atau sekitar Rp 1,5 miliar (asumsi kurs Rp 16.750).

    Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap, harga BTC menguat di 24 jam terakhir sebesar 0,8%. Kemudian sepanjang perdagangan sepekan terakhir, harga BTC bergerak menguat hingga 2,63%.

    Founder dan CEO TRIV Gabriel Rey, menyebut kenaikan harga BTC di tengah memanasnya konflik AS-Venezuela merupakan hal yang wajar. Pasalnya, hal serupa juga terjadi kala memanasnya perang Iran-Israel beberapa bulan lalu.


    “Kenaikan ini selalu terjadi ketika terjadi perang, mereka (investor) mencari aset yang dianggap aman untuk parkir uangnya. Ini sudah kejadian juga ketika kemarin Iran berperang dengan Israel, harga bitcoin naik juga,” ungkap Gabriel kepada detikcom, Senin (5/1/2026).

    Secara historis, terang Gabriel, masyarakat Venezuela juga cenderung mengalihkan asetnya ke BTC di tengah terkoreksinya mata uang lokal. Menurutnya, kondisi mencerminkan kepercayaan publik terhadap BTC. Ia bahkan menyebut, harga BTC masih dapat naik hingga US$ 95.000.

    “Ketika terjadi devaluasi mata uang yang besar maka parkirnya kalau nggak ke emas, ya ke bitcoin untuk saat ini. Saya rasa untuk kita di atas US$ 90.000 sangat possible apalagi kita sempat turun US$ 80.000 dan cukup lama ranking di sini dan naik lagi ke US$ 90.000. Menurut saya kita akan sideways di sini antara US$ 90.000 sampai US$ 95.000 sampai terjadinya redcard oleh the Fed,” imbuhnya.

    Dihubungi terpisah, Co-founder Cryptowatch, Christopher Tahir, mengatakan pergerakan positif harga BTC terjadi karena kembalinya optimisme pelaku pasar kripto. Hal ini terjadi karena siklus empat tahunan BTC yang berhasil dipatahkan pelaku pasar.

    “Saat ini kelihatannya memang muncul kembali optimisme dari para pelaku pasar, yang mana ada banyak perkiraan bahwa siklus empat tahunan bitcoin telah patah. Sehingga, muncul optimisme akan adanya potensi perpanjangan tren naik,” ungkap Christopher.

    Meski begitu, Christopher mengingatkan adanya ruang pelemahan harga BTC dalam waktu dekat. Pelemahan ini terjadi akibat dorongan aksi ambil untung di tengah meningkatnya harga BTC.

    “Menurut saya, tren secara sepenuhnya belum patah, sehingga masih ada peluang terjadi pelemahan harga Bitcoin dalam waktu dekat. Terlebih lagi apabila pelaku pasar memanfaatkan kenaikan harga ini untuk mengambil untung ataupun minimal meminimalisasi kerugian yang sudah mereka tahan untuk beberapa waktu ini,” pungkasnya.

    Tonton juga video “Presiden Kuba Sebut 32 Rakyatnya Tewas Saat Maduro Ditangkap AS”

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Thailand-Kamboja Konflik, Sekolah Tutup-Buat Bunker


    Jakarta

    Setidaknya 13 warga sipil dan 1 tentara Thailand tewas dalam konflik Thailand Kamboja per Jumat (25/7/2025). Eskalasi pertempuran di perbatasan kedua negara terjadi pada Kamis (24/7/2025).

    Dilansir BBC, sebelumnya Kementerian Pendidikan Thailand memerintahkan penutupan sekolah-sekolah yang berlokasi di perbatasan negara. Berdasarkan laporan Thai Enquirer, 582 sekolah ditutup di Surin, Sisaket, dan Buriram usai roket Kamboja menyasar area permukiman.

    Menteri Pendidikan Thailand Prof Narumon Pinyosinwat mengatakan pihaknya juga memerintahkan penyiapan bunker atau area aman bagi pelajar.


    Sementara itu, sejumlah sekolah di luar zona bahaya Thailand dijadikan tempat berlindung sementara.

    “Kami telah meminta sekolah di area perbatasan, untuk mempersiapkan rencana tanggap sistematis, khususnya dengan menyiapkan bunker atau area aman untuk pelajar, termasuk memerintahkan pendirian shelter tempore di area-area yang aman,” kata Narumon.

    Sekitar 1,5 bulan sebelumnya, pada Sabtu (7/6/2025), Bangkok Post melaporkan, Ban Paet Um School di Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand sudah mulai membangun bunker-bunker dari pasir karungan untuk melindungi siswa, guru, dan tenaga kependidikan di sekolah.

    Ubon Ratchathani sendiri berbatasan dengan Provinsi Preah Vihear, Kamboja di sisi selatan. Sedangkan sisi utara dan timur berbatasan dengan Provinsi Salavan dan Champasak, Laos.

    Di samping Ban Paet Um School, sekolah di Warin Chamrap, bagian barat Ubon Ratchathani, juga menyusun rencana evakuasi darurat jika situasi konflik memburuk. Warga dan guru juga bersama-sama membangun tempat pengungsian sementara untuk mengantisipasi eskalasi konflik.

    Dilansir Al Jazeera, Pemerintah Kamboja mengatakan pihaknya juga sudah mengevakuasi siswa dan guru dari daerah terdampak.

    Penyebab Thailand-Kamboja Perang

    Konflik Thailand-Kamboja berlangsung sejak penetapan perbatasan kedua negara usai pendudukan Prancis di Kamboja, lebih dari 1 abad lalu.

    Kemudian pada 2008, hubungan Thailand-Kamboja memburuk saat Kamboja coba mendaftarkan kuil Ta Moan Thom, yang terletak di wilayah sengketa, sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Thailand mengeluarkan protes atas usulan Kamboja.

    Bentrokan sporadis kemudian terjadi selama bertahun-tahun antara kedua negara, menimbulkan korban jiwa warga sipil maupun tentara dari Thailand dan Kamboja.

    Ketegangan meningkat saat seorang tentara Kamboja tewas pada bentrokan Mei 2025. Hubungan bilateral kedua negara memburuk, dengan Kamboja melarang impor buah dan sayur dari Thailand dan memutus impor layanan listrik dan internet. Personel militer juga disiagakan di sepanjang perbatasan.

    Thailand dan Kamboja saling tuding atas meletusnya pertempuran pada Kamis (24/7/2025) di dekat Kuil Ta Moan Thom yang disengketakan, di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja barat laut.

    Warga Mengungsi

    Pejabat militer Thaiand Laksamana Muda Surasant Kongsiri menyatakan pihaknya menutup perbatasan Thailand-Kamboja usai pertempuran menyebar ke setidaknya enam daerah di sepanjang perbatasan kedua negara.

    Di samping 14 korban tewas di Thailand, 32 warga sipil dan 14 tentara luka-luka. Sedangkan 40.000 warga sipil dari 80 desa dekat perbatasan mengungsi. Sebagian di antaranya melarikan diri ke tempat perlindungan bom dari beton, yang diperkuat dengan karung pasir dan ban mobil.

    Sementara itu, Kamboja belum mengeluarkan pernyataan korban dari pihaknya.

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Viral Hijabers Ini Protes Genosida di Gaza Saat Perayaan 50 Tahun Microsoft

    Amerika Serikat

    Viral aksi karyawan berhijab di Microsoft menggaungkan keresahan hatinya terhadap perusahaan yang ditudingnya membantu dalam genosida di Gaza. Ia mengungkapkan hal tersebut tepat saat Microsoft sedang merayakan ulang tahun yang ke-50 pada 4 April 2025.

    Ialah Ibtihal Abu Saad, alumnus Universitas Harvard yang berasal dari Palestina dan menjabat sebagai Software Engineer di Microsoft. Pada saat perayaan ulang tahun Microsoft, ia berani untuk maju dan berbicara langsung kepada CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman.

    Protes dimulai ketika Ibtihal Aboussad berjalan menuju panggung tempat seorang eksekutif mengumumkan fitur produk baru dan visi jangka panjang AI Microsoft. Saat sudah dekat, dia langsung berteriak dan menyuarakan protesnya.

    [Gambas:Instagram]


    “Anda mengklaim bahwa Anda peduli tentang penggunaan AI untuk kebaikan tetapi Microsoft menjual senjata AI kepada militer Israel,” teriak Ibtihal Aboussad kepada CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman.

    “Lima puluh ribu orang telah tewas dan Microsoft mendukung genosida ini di wilayah kami. Anda adalah seorang pencari untung dari perang. Hentikan penggunaan AI untuk genosida,” ucapnya dengan lantang.

    “Hentikan penggunaan AI untuk genosida di wilayah kami. Tangan Anda berlumuran darah. Seluruh Microsoft berlumuran darah. Beraninya Anda semua merayakan Pesta ketika Microsoft membunuh anak-anak. Malu pada Anda semua,” ujar Ibtihal Aboussad yang langsung dikawal oleh petugas keamanan saat melakukan aksi protes.

    Dikutip dari Associated Press, Microsoft telah memecat dua karyawan yang mengganggu perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan tersebut, salah satunya Ibtihal. Dalam surat pemutusan hubungan kerja (PHK), Microsoft menyebut pekerja yang melakukan protes melakukan pelanggaran yang dirancang untuk mendapatkan ketenaran dan menyebabkan gangguan maksimal pada acara ulang tahun yang sangat dinantikan. Microsoft mengatakan pekerja lainnya telah mengumumkan pengunduran diri. Tapi perusahaan memerintahkannya untuk berhenti lima hari lebih awal.

    Protes tersebut memaksa CEO Microsoft untuk menghentikan pidatonya yang disiarkan langsung dari kantor Microsoft di Redmond, Washington. Peringatan 50 tahun berdirinya Microsoft ini dihadiri salah satu pendirinya Bill Gates dan mantan CEO Steve Ballmer.

    Melalui akun Instagramnya, Ibtihal Aboussad menyerukan untuk memboikot produk raksasa teknologi tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan terhadapnya.

    (gaf/eny)





    Sumber : wolipop.detik.com

  • Ada Bunker Peninggalan Belanda di Magelang, Kini Jadi Sarang Kelelawar



    Magelang

    Bangunan bunker peninggalan Belanda ternyata ada di Magelang. Bangunan bersejarah itu kondisinya tak terawat dan kini jadi sarang kelelawar.

    Di kota Magelang, Jawa Tengah ada beragam bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Salah satu bangunan itu adalah bunker yang lokasinya persis berada di belakang Kantor Kecamatan Magelang Tengah atau dikenal sebagai kawasan Kwarasan.

    Tak banyak warga Kota Magelang yang mengetahui keberadaan bunker tersebut. Padahal bunker tersebut lokasinya berada di dekat perkampungan.


    Untuk masuk ke dalam bunker ini, traveler harus melalui pintu masuk dengan lebar sekitar 1,5 meter. Ketinggian bangunan bunker itu sendiri 3,5 meter.

    Jalan masuk menuju bunker tersebut mirip lorong dan nantinya bakal menemukan pintu lagi. Kondisi di dalam bunker tersebut gelap karena hanya ada satu lubang ventilasi udara.

    Bangunan bunker peninggalan Belanda yang berada di Kota Magelang.Bangunan bunker peninggalan Belanda yang berada di Kota Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

    Di dalam bunker ada 6 ruangan. 4 ruangan berukuran sekitar 3,5 x 3,5 meter. Kemudian ruang lainnya memiliki luas yang relatif lebih kecil.

    Di dalam bunker tersebut juga ada pintu keluar. Hanya saja kondisinya sudah tertutup tanah. Saat ini, bunker tersebut sudah menjadi sarang kelelawar.

    Bahkan saat berada di dalam bunker, traveler akan mencium bau tidak sedap yang berasal dari tumpukan kotoran kelelawar.

    “Kondisi bunker ini tidak terawat dan memprihatinkan. Sebenarnya, kalau terawat bisa menjadi destinasi wisata di Kota Magelang,” kata Tari (30), salah satu warga setempat.

    Kondisi bunker, kata Tari, di dalamnya ada beberapa ruangan. Hanya saja di dalamnya gelap dan menjadi sarang kelelawar.

    “Ada beberapa ruangan dan ruangan itu jadi sarang kelelawar,” ujarnya.

    Ditemui terpisah, pegiat Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana mengatakan, bunker di Magelang masih bisa telisik keberadaannya. Salah satunya yang berada di belakang kantor Kecamatan Magelang Tengah atau kawasan Kwarasan.

    “Yang paling kelihatan di Kwarasan. Ada kamar-kamarnya, jadi kapasitas ruangnya menyesuaikan seberapa banyak orang yang tinggal di kawasan tersebut,” kata Bagus.

    “Itu untuk perlindungan dari perang. Ada 6 ruangan. Ada juga lubang ventilasi. Pemkot Magelang harus mengonservasi bangunan bunker untuk diperbaiki, bisa juga dijadikan daya tarik wisata. Itu (bunker) kan tidak setiap kota ada bunker yang bisa diakses oleh publik,” tegas Bagus.

    Terkait bangunan heritage peninggalan kolonial, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, bangunan heritage nantinya akan diinventarisasi dan dilakukan revitalisasi.

    “Pokoknya nanti akan kita inventaris dan pasti akan kita revitalisasi untuk wisata Kota Magelang. Itu potensi namanya. Ini kita programkan, nanti program kedepan seperti itu,” kata Damar.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 10 Prompt ChatGPT untuk Edit Foto Portrait Jadi Sinematik


    Jakarta

    Ingin membuat foto portrait biasa menjadi sinematik? Tentu bisa memakai AI seperti ChatGPT dan lainnya, misalnya Gemini. Cukup kunjungi chatgpt.com, unggah foto Anda, dan gunakan salah satu prompt berikut, yang dikutip detikINET dari berbagai sumber. Setiap prompt ChatGPT ini menciptakan suasana dan gaya sinematik yang berbeda.

    Adegan Drama Romantis: Ubah foto ini menjadi adegan dari sebuah drama romantis. Subjek duduk di stasiun kereta bergaya vintage, memegang surat tulisan tangan. Pencahayaan lembut khas waktu senja dengan sedikit efek cahaya lensa, menciptakan suasana nostalgik dan penuh impian.

    Detektif Klasik Bergaya Noir: Ubah foto ini menjadi adegan dari film detektif klasik bergaya noir. Subjek berdiri di bawah lampu jalan di gang yang basah oleh hujan, mengenakan mantel panjang (trench coat). Gunakan kontras tinggi dalam hitam putih, dengan suasana muram dan asap rokok yang berputar di udara.


    Epos Perang Fantasi: Ubah foto ini menjadi adegan dari film perang fantasi. Subjek berdiri di medan pertempuran dengan pedang dan api di sekelilingnya, mengenakan baju zirah yang telah rusak karena pertempuran. Langit gelap, skala epik, dengan pencahayaan dramatis.

    Adegan Thriller Fiksi Ilmiah: Ubah foto ini menjadi cuplikan dari film thriller fiksi ilmiah. Subjek berdiri di tepi kota futuristik yang diterangi hologram neon dan mobil-mobil terbang. Pencahayaan dramatis dengan pantulan cahaya berpendar, bergaya cyberpunk.

    Film Petualangan Epik: Ubah foto ini menjadi adegan dari film petualangan epik. Subjek berdiri di tebing berbatu menghadap hutan lebat yang membentang luas, rambutnya tertiup angin, sementara badai tampak mendekat di kejauhan. Gunakan sudut lebar dengan pencahayaan sinematik yang intens.

    Drama Pasca Kiamat: Ubah foto ini menjadi adegan dari film bertema pasca-kiamat. Subjek berjalan di jalan raya berdebu yang sepi, dengan reruntuhan di latar belakang, mengenakan jaket usang dan membawa ransel. Gunakan tone pudar, cahaya matahari yang kering, dan bingkai sinematik lebar.

    Adegan Aksi Bela Diri: Ubah foto ini menjadi adegan dari film aksi bela diri. Subjek sedang menendang di tengah gerakan di dalam dojo tradisional, dengan partikel debu beterbangan di udara. Gunakan pencahayaan samping yang keras, efek blur gerakan, dan komposisi penuh energi.

    Adegan Romansa Historis: Ubah foto ini menjadi adegan romansa berlatar sejarah. Subjek berdiri di jalan berbatu di Eropa abad ke-19, mengenakan busana khas zaman itu. Gunakan pencahayaan alami yang lembut dengan nuansa hangat, efek cahaya lensa yang halus, serta atmosfer yang nostalgik dan penuh emosi.

    Ketegangan Film Spy: Ubah foto ini menjadi adegan dari film thriller mata-mata. Subjek menunggu di peron metro yang gelap, mengenakan mantel hitam dan menatap sekeliling dengan curiga. Gunakan pencahayaan biru redup, latar penuh bayangan, close-up yang intens, serta nuansa ketegangan khas era Perang Dingin.

    Adegan Horor Supranatural: Ubah foto ini menjadi adegan dari film horor supranatural. Subjek berdiri di lorong remang-remang, menatap tajam ke sudut gelap di belakangnya. Gunakan nuansa biru dingin, kabut tipis, pencahayaan menyeramkan, dan bayangan halus yang perlahan merayap masuk.

    (fyk/fyk)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt