Tag: perbankan

  • Bagaimana Teknologi Blockchain Akan Mengubah Industri Perbankan

    Teknologi blockchain telah menjadi sorotan di dunia teknologi dan keuangan, dan bukan tanpa alasan. Ini adalah inovasi revolusioner yang memiliki potensi untuk mengubah dasar-dasar cara industri perbankan beroperasi.

    Dengan kemampuannya untuk menyediakan keamanan, transparansi, dan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya, blockchain siap untuk menjadi salah satu kekuatan utama yang membentuk masa depan perbankan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana teknologi blockchain akan membawa perubahan signifikan dalam industri perbankan, membimbingnya menuju era yang lebih modern, aman, dan inklusif.

    Bagaimana Blockchain Dapat Menggantikan Sistem Perbankan Saat Ini?

    Perbankan tradisional sering bertindak sebagai perantara dalam ekonomi global dengan mengelola dan mengoordinasikan sistem keuangan melalui buku besar internal mereka. Karena buku besar ini tidak tersedia untuk diperiksa oleh publik, ini memaksa nasabah untuk bergantung pada kepercayaan kepada bank dan infrastrukturnya yang seringkali sudah ketinggalan zaman.

    Teknologi blockchain memiliki potensi untuk mengganggu tidak hanya pasar mata uang global, tetapi juga industri perbankan secara keseluruhan dengan menghilangkan perantara dan menggantikannya dengan sistem yang tidak memerlukan kepercayaan, terbuka, dan transparan yang mudah diakses oleh semua orang.

    Blockchain berpotensi untuk menyederhanakan transaksi, mengurangi biaya, meningkatkan akses ke modal, meningkatkan keamanan data, mendorong perjanjian yang tidak memerlukan kepercayaan melalui kontrak pintar, dan membuka pintu bagi berbagai layanan keuangan baru.

    Apa Manfaat Utama Blockchain dalam Perbankan dan Keuangan?

    Keamanan: Arsitektur blockchain menghilangkan titik kegagalan tunggal dan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

    Transparansi: Blockchain menciptakan sumber kebenaran bersama yang dapat diakses oleh semua peserta jaringan.

    Kepercayaan: Buku besar yang transparan membuat berbagai pihak lebih mudah berkolaborasi dan mencapai kesepakatan.

    Programmable: Blockchain memungkinkan otomatisasi proses bisnis melalui kontrak pintar yang dapat diandalkan.

    Privasi: Teknologi privasi dapat diterapkan dalam blockchain dengan membagikan sebagian data di antara pihak terkait.

    Performa: Jaringan blockchain dirancang untuk menangani volume transaksi besar sambil mendukung interoperabilitas antar rantai, menciptakan ekosistem blockchain yang saling terhubung.

    Penyelesaian Dana Cepat dengan Blockchain

    Mengirim uang melalui sistem perbankan tradisional melibatkan proses yang lama, biaya tambahan, dan kadang-kadang memerlukan verifikasi dan administrasi tambahan. Dalam era konektivitas instan, sistem perbankan konvensional ini tidak dapat bersaing dengan kemajuan teknologi di sekitarnya.

    Teknologi blockchain menyediakan metode pembayaran yang lebih cepat, dengan biaya yang lebih rendah, yang tersedia kapan saja dan dengan jaminan keamanan yang sama seperti yang ditawarkan oleh bank.

    Penggalangan Dana Langsung Melalui Blockchain

    Tradisionalnya, pengusaha yang mencari pendanaan harus bergantung pada modal eksternal seperti investor angel, modal ventura, atau pinjaman bank. Proses ini seringkali rumit, melibatkan negosiasi penilaian, pembagian saham, strategi bisnis, dan administrasi yang rumit.

    Penawaran Koin Awal (ICO) dan Penawaran Pertukaran Awal (IEO) memberikan kesempatan kepada proyek-proyek baru untuk menggalang dana tanpa keterlibatan bank dan lembaga keuangan. Didorong oleh blockchain, ICO memungkinkan perusahaan untuk menjual token di pasar dengan keyakinan bahwa token tersebut akan memberikan keuntungan kepada investor.

    Selain itu, blockchain juga dapat membantu mengurangi biaya yang signifikan yang dikenakan oleh bank dalam pengaturan sekuritisasi bisnis dan Penawaran Saham Perdana (IPO).

    Penting untuk diingat bahwa meskipun ICO dapat mendemokratisasikan penggalangan dana, mereka juga memiliki risiko tertentu, karena tidak ada regulasi pemerintah yang ketat dalam pasar ICO, sehingga calon investor harus berhati-hati dan berpikir matang sebelum berinvestasi.

    Tokenisasi Aset pada Blockchain

    Membeli dan menjual sekuritas serta aset lainnya seperti saham, obligasi, komoditas, mata uang, dan derivatif merupakan proses yang memerlukan kerjasama kompleks antara bank, broker, lembaga kliring, dan bursa. Proses ini harus efisien dan akurat, sementara kompleksitasnya sering kali mengakibatkan peningkatan waktu dan biaya.

    Teknologi blockchain memberikan solusi dengan menyediakan fondasi teknologi yang memfasilitasi tokenisasi yang mudah dari berbagai jenis aset. Karena sebagian besar aset keuangan diperdagangkan secara digital melalui platform broker online, tokenisasi aset-aset ini menjadi solusi yang nyaman bagi semua pihak terlibat.

    Sejumlah perusahaan blockchain inovatif saat ini sedang mengeksplorasi potensi tokenisasi aset di dunia nyata, termasuk dalam bidang real estate, seni, dan komoditas. Hal ini akan mengubah proses kepemilikan aset berharga menjadi lebih efisien dan terjangkau. Selain itu, ini membuka pintu bagi investor dengan modal terbatas untuk berinvestasi dalam kepemilikan fraksional aset mahal yang sebelumnya sulit diakses.

    Peminjaman Melalui Blockchain

    Hingga saat ini, bank dan lembaga pemberi pinjaman telah menguasai sektor peminjaman, memungkinkan mereka menetapkan tingkat bunga tinggi dan membatasi akses ke modal berdasarkan skor kredit. Proses peminjaman yang lama dan mahal menjadi norma. Selama bank mendapatkan keuntungan, ekonomi tetap bergantung pada mereka untuk mendanai pembelian besar seperti mobil dan rumah.

    Teknologi blockchain membuka pintu bagi siapa saja di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam ekosistem pemberian pinjaman baru yang berasal dari gerakan yang dikenal sebagai Keuangan Tak Terpusat (DeFi). DeFi bertujuan untuk membawa semua aplikasi keuangan ke dalam lingkungan blockchain dengan tujuan menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif.

    Pemberian pinjaman peer-to-peer, yang didukung oleh blockchain, memungkinkan individu untuk meminjam dan memberikan pinjaman secara sederhana, aman, dan dengan biaya rendah tanpa batasan yang berlebihan. Dengan persaingan yang semakin ketat dalam sistem pemberian pinjaman, bank-bank juga akan merasa tekanan untuk memberikan persyaratan yang lebih menguntungkan bagi nasabah mereka.

    Dampak Blockchain pada Perdagangan Keuangan Global

    Terlibat dalam perdagangan internasional selama ini telah menjadi pekerjaan yang rumit karena adanya berbagai peraturan dan regulasi internasional yang mengatur importir dan eksportir. Pelacakan barang dan perpindahannya melalui setiap tahap masih memerlukan proses manual yang melibatkan dokumentasi serta pencatatan buku besar secara manual.

    Teknologi blockchain memungkinkan peserta dalam perdagangan keuangan untuk mencapai tingkat transparansi yang lebih tinggi melalui buku besar bersama yang akurat dalam melacak pergerakan barang di seluruh dunia. Dengan menyederhanakan dunia perdagangan keuangan yang kompleks, teknologi blockchain dapat menghemat waktu dan biaya bagi importir, eksportir, dan bisnis lainnya.

    Perjanjian yang Lebih Aman Melalui Smart Contracts

    Kontrak merupakan instrumen penting dalam melindungi individu dan perusahaan saat mereka mengadakan perjanjian, tetapi memprosesnya sering kali memerlukan upaya dan biaya tinggi. Karena kontrak seringkali rumit, pembuatannya memerlukan bantuan ahli hukum dan pekerjaan manual yang berkepanjangan.

    Smart contracts menawarkan solusi dengan otomatisasi persetujuan berbasis kode yang berjalan di atas blockchain. Dana dapat diparkir dengan aman dalam kontrak dan hanya dapat ditarik saat kondisi tertentu dalam kontrak terpenuhi.

    Smart contracts secara signifikan mengurangi tingkat kepercayaan yang diperlukan untuk mencapai persetujuan, mengurangi risiko yang terkait dengan perjanjian keuangan, serta mengurangi kemungkinan perselisihan hukum.

    Integritas dan Keamanan Data melalui Blockchain

    Berbagi data dengan perantara yang dipercayai selalu memiliki risiko kebocoran data. Selain itu, banyak institusi keuangan masih menggunakan penyimpanan manual berbasis kertas, yang meningkatkan biaya administrasi secara signifikan.

    Teknologi blockchain menyederhanakan proses dengan otomatisasi verifikasi dan pelaporan data, digitalisasi data KYC/AML dan catatan transaksi, serta memungkinkan autentikasi keuangan secara langsung. Ini membantu mengurangi risiko operasional, penipuan, dan biaya pengelolaan data dalam institusi keuangan.

    Kesimpulan

    Industri perbankan dan keuangan adalah salah satu sektor utama yang akan dipengaruhi oleh teknologi blockchain. Potensinya sangat luas, mencakup segala hal mulai dari transaksi hingga tokenisasi aset, pemberian pinjaman, kemudahan perdagangan internasional, persetujuan digital yang kuat, dan banyak lagi.

    Mengatasi tantangan teknologi dan regulasi yang diperlukan untuk sepenuhnya menggali potensi infrastruktur keuangan baru ini mungkin hanya masalah waktu.

    Sistem perbankan dan keuangan yang didasarkan pada teknologi yang meminimalisir kebutuhan akan kepercayaan, transparan, dan tanpa batas cenderung efisien dalam menciptakan ekonomi yang lebih terbuka dan terhubung secara global.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menelisik Keuntungan Bitcoin dalam Krisis Perbankan Global

    Bitcoin diuntungkan dari krisis perbankan global yang terjadi akhir-akhir ini. Saat dunia bergulat dengan krisis perbankan di ambang kekacauan, Federal Reserve (Fed) telah mengambil langkah drastis untuk memompa likuiditas ke pasar. Inisiatif ini menghasilkan respons yang tidak terduga dari pasar kripto, khususnya Bitcoin.

    Di tengah kenaikan suku bunga dan serangkaian dana talangan bank, tindakan penyeimbang The Fed antara pengetatan dan pelonggaran kebijakan moneter telah membuat banyak investor mempertanyakan keamanan aset mereka.

    Di Amerika Serikat, banyak bank, termasuk Silvergate, Silicon Valley Bank (SVB), Signature Bank, dan First Republic Bank, berada di bawah tekanan yang luar biasa, membutuhkan intervensi pemerintah atau swasta untuk mengatasi krisis. Tetapi, krisis tidak terbatas pada AS.

    Bank-bank Eropa seperti Credit Suisse dan Deutsche Bank juga berjuang untuk bertahan.

    Krisis Perbankan Global

    Data inflasi AS buat market Bitcoin dan Ethereum naik. Foto: Reuters.

    Baca juga: Jumlah Investor Kripto di Indonesia Hampir Tembus 17 Juta Pelanggan

    Pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia telah mengambil langkah untuk mengurangi krisis dengan menyediakan likuiditas.

    Federal Reserve, FDIC, dan organisasi lain telah melemparkan serangkaian kebijakan moneter sebagai langkah penyelematan ke bank-bank yang terkepung krisis di AS. Langkah ini telah membuat neraca Fed membengkak sebesar US$ 400 miliar hanya dalam dua minggu.

    Peningkatan pesat ini secara efektif meniadakan 64% dari kemajuan yang dibuat dalam pengetatan kuantitatif selama setahun terakhir.

    Pasar, bagaimanapun, tetap tidak yakin dengan strategi Fed. Sementara suku bunga terus meningkat, suntikan likuiditas besar-besaran telah membingungkan pasar.

    Dikutip BeInCrypto, Torsten Slok, Mitra dan Kepala Ekonom di Apollo, berpendapat bahwa kesenjangan antara Dana Fed dan suku bunga pada rekening deposito adalah “alasan mendasar mengapa uang dipindahkan dari deposito bank.”

    Slok percaya bahwa perbedaan yang berkembang ini “sangat tidak biasa dibandingkan dengan krisis perbankan sebelumnya, di mana sumber ketidakstabilan biasanya adalah kerugian kredit.”

    Pertumbuhan Bitcoin

    Akibat ketidakpastian ini, banyak investor beralih ke alternatif seperti Bitcoin, emas, dan real estat. Kekhawatiran yang berkembang tentang keamanan perbankan tradisional telah menyebabkan “kebangkitan psikologis” dalam komunitas Bitcoin.

    Hal ini, dikombinasikan dengan keinginan untuk mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi, telah menyebabkan masuknya dana ke dalam dana pasar uang dan aset non-deposit lainnya, yang semakin menekan sistem perbankan.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

    Ekonom Nouriel Roubini menegaskan bahwa deposan mulai menyadari “mereka bisa mendapatkan 4% dari T-Bills jangka pendek yang aman sambil mendekati 0% dari deposito bank.” Ini berfungsi sebagai pendorong utama untuk menjalankan bank yang sedang berlangsung.

    Era bank yang mendapat untung dari simpanan gratis akan segera berakhir, menurut Roubini “Dr. Doom”. Roubini menyimpulkan bahwa respons deposan terhadap perubahan suku bunga telah meningkat secara signifikan.

    Terlepas dari situasi yang mengerikan, para ahli percaya bahwa krisis perbankan pada akhirnya akan teratasi, dengan pemerintah dan bank sentral bekerja tanpa lelah untuk mencegah kegagalan bank baik di AS maupun internasional.

    Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, mengatakan pada konferensi pers setelah pengumuman kenaikan suku bunga deposito sebesar 0,5 poin persentase:

    “Di bawah baseline, ekonomi tampaknya akan pulih selama kuartal mendatang. Produksi industri harus meningkat karena kondisi pasokan terus membaik, kepercayaan terus pulih, dan perusahaan bekerja melalui tumpukan pesanan yang besar. Kenaikan upah dan penurunan harga energi sebagian akan mengimbangi hilangnya daya beli yang dialami oleh banyak rumah tangga akibat inflasi yang tinggi. Ini, pada gilirannya, akan mendukung belanja konsumen.”

    Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde

    Namun demikian, upaya untuk menstabilkan sistem tersebut kemungkinan besar akan menciptakan tekanan inflasi lebih lanjut dan kenaikan harga pangan lebih lanjut.

    Sementara itu, investor semakin mendiversifikasi portofolio mereka dan menaruh kepercayaan pada alternatif seperti Bitcoin. Lebih dari 4,28 juta wallet Bitcoin telah dibuat di jaringan, dengan saldo 0,1 BTC atau lebih.

    Saat dunia terus menavigasi bidang krisis perbankan global, manfaat Bitcoin sebagai aset safe haven menjadi nyata dan dapat muncul sebagai pemenang terbesar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of America Adopsi Stablecoin: Era Baru Kripto di Perbankan

    Dua raksasa perbankan Amerika Serikat, Bank of America dan US Bank, mengisyaratkan langkah besar menuju integrasi mata uang kripto, khususnya stablecoin, ke dalam sistem keuangan tradisional. Ini menjadi bagian dari transformasi signifikan yang mulai mengguncang lanskap industri perbankan global.

    Langkah Progresif di Tengah Kejelasan Regulasi

    Dalam sebuah konferensi industri di New York, para eksekutif dari Bank of America, US Bank, dan Fifth Third Bancorp menunjukkan optimisme tinggi terhadap adopsi stablecoin. Antusiasme ini didorong oleh upaya regulator AS untuk segera mengesahkan Undang-Undang GENIUS (Guidance and National Innovation for U.S. Stablecoins Act), yang akan menjadi kerangka hukum komprehensif bagi penerbitan dan penggunaan stablecoin.

    Dilaporkan Franknez, CEO Bank of America, Brian Moynihan, menyatakan bahwa industri harus merangkul perubahan ini. Menurutnya, selama ini ketidakjelasan regulasi menjadi penghambat utama inovasi di sektor perbankan. Dengan adanya kepastian hukum dari UU GENIUS, bank-bank kini mulai aktif mengeksplorasi peluang baru di ranah aset digital.

    Bank of America Tak Ingin Terburu-buru Masuk Kripto
    Bank of America Tak Ingin Terburu-buru Masuk Kripto

    Baca juga: Trump Media Siap Rilis ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat

    Kolaborasi dan Efisiensi Lintas Bank

    Bank of America juga dikabarkan tengah menjajaki kolaborasi dengan lembaga keuangan besar lainnya seperti JPMorgan Chase dan Citigroup dalam pengembangan stablecoin bersama. Inisiatif ini ditujukan untuk menciptakan stablecoin yang sesuai regulasi namun tetap fleksibel untuk berbagai kebutuhan transaksi finansial.

    Bryan Preston, CFO Fifth Third Bancorp, menambahkan bahwa stablecoin bisa menjadi solusi efisien untuk transaksi lintas negara, terutama dalam mempercepat proses perdagangan internasional.

    US Bank Kembali ke Layanan Kripto

    Gunjan Kedia, CEO US Bancorp, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat meluncurkan layanan penyimpanan aset kripto, namun inisiatif tersebut terhambat oleh ketidakpastian regulasi saat itu. Kini, dengan situasi yang lebih kondusif, US Bank siap melanjutkan inovasi dan sedang mengevaluasi penggunaan stablecoin untuk layanan pembayaran.

    “Kami sangat mampu menyediakannya,” ujar Kedia, mengindikasikan kesiapan US Bank dalam menyediakan kembali produk-produk berbasis kripto untuk nasabah institusional.

    Ilustrasi stablecoin.
    Ilustrasi stablecoin. Foto: David Sandron/Shutterstock.com.

    Tren Global dan Pandangan Kontras

    Adopsi stablecoin tidak hanya terjadi di AS. Di Eropa, Société Générale dari Prancis berencana meluncurkan stablecoin berbasis dolar AS, USD CoinVertible, pada Juli 2025. Ini mempertegas tren global di mana stablecoin mulai diakui sebagai instrumen keuangan sah yang dapat mempercepat dan menyederhanakan transaksi lintas batas.

    Namun, tidak semua pihak bersikap proaktif. CEO Regions Financial, John Turner Jr., mengaku masih skeptis terhadap kripto dan memilih mengambil pendekatan lebih hati-hati. “Kami bukan penggemar besar kripto. Jadi kami akan menjadi pengikut, bukan pemimpin,” ucapnya.

    Menatap Masa Depan

    Komitmen Bank of America dan US Bank terhadap adopsi stablecoin menandai langkah penting menuju digitalisasi sektor perbankan. Seiring kemajuan regulasi dan meningkatnya kepercayaan terhadap aset digital, para pelaku industri keuangan dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan untuk menavigasi era baru keuangan berbasis teknologi blockchain.

    Dengan integrasi yang semakin nyata, stablecoin berpotensi merevolusi efisiensi transaksi dan membuka akses terhadap layanan keuangan yang lebih luas dan cepat—baik di dalam negeri maupun secara global.

    Baca juga: 21Shares Ajukan ETF Dogecoin Spot di Amerika Serikat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Usulkan Piagam Baru Keuangan Digital.

    Inisiatif baru tengah mengguncang dunia keuangan digital: sebuah piagam perbankan inovatif diusulkan untuk membuka jalan bagi perusahaan berbasis teknologi seperti Ripple agar dapat beroperasi sebagai bank sah.

    Dilaporkan Franknez, usulan ini tidak hanya menjadi terobosan dalam industri kripto, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk merevolusi sistem perbankan tradisional yang selama ini dianggap kaku dan eksklusif.

    Piagam Bank Baru untuk Dunia Digital

    Greg Kidd, politisi AS sekaligus mantan kandidat kongres yang kini dikenal sebagai investor teknologi dan pendiri Haka Yaka Ventures, mengumumkan usulan piagam bank tersebut dalam ajang konferensi XRP Las Vegas. Ia juga merupakan pemilik Vast Bank—salah satu bank pertama di AS yang mendukung aset digital. Kidd menekankan pentingnya menciptakan sistem perbankan yang secara khusus dirancang untuk perusahaan yang bergerak di sektor penyimpanan dan pembayaran digital.

    Alih-alih menuntut kantor fisik dan praktik pinjam-meminjam konvensional, piagam baru ini akan menyederhanakan proses lisensi bank dengan fokus pada efisiensi, keterbukaan, dan aksesibilitas bagi pelaku usaha berbasis teknologi.

    Baca juga: Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama, Upaya Akhiri Gugatan XRP

    Ripple Semakin Dekat dengan Dunia Perbankan

    Ripple sendiri terus memperluas eksistensinya di sektor keuangan tradisional. Sejak Juni 2024, Ripple tercatat sebagai Anggota Platinum dari American Bankers Association (ABA). Status ini membuka akses Ripple ke jaringan perbankan dan regulator ternama, memperkuat posisinya sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan aset digital.

    CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dalam pidatonya di konferensi Las Vegas menegaskan misi perusahaan: membantu bank memproses transaksi lintas negara secara lebih efisien tanpa kebutuhan perantara atau akun prapendanaan. Namun ia juga menekankan, Ripple tidak berniat menggantikan peran bank, melainkan menjadi mitra dalam transformasi digital industri keuangan.

    Sistem Perbankan Lama Dinilai Tidak Relevan

    Dalam wawancara dengan jurnalis Eleanor Terrett, Kidd mengkritik sistem perbankan yang ada saat ini. Menurutnya, hambatan regulasi terlalu berat untuk perusahaan-perusahaan baru yang ingin membawa inovasi. Ia menyoroti efisiensi XRP Ledger—yang hampir tidak memerlukan biaya transaksi—sebagai contoh bagaimana sistem modern bisa jauh lebih inklusif.

    “Perbankan harus berfungsi seperti utilitas publik—terbuka dan terjangkau untuk semua orang,” ujar Kidd.

    Visi Global dan Inklusi Keuangan

    Lebih dari sekadar Ripple, Kidd punya visi global untuk menciptakan sistem keuangan yang mengintegrasikan mata uang fiat seperti dolar, pound, dan euro ke dalam blockchain. Melalui akuisisi Vast Bank dan rencana investasinya di Bank of London, Kidd ingin memperkenalkan model perbankan on-chain 24/7 yang aman, transparan, dan didukung perlindungan regulasi.

    Ia membayangkan masa depan di mana transaksi tidak lagi terikat jam operasional bank, dan catatan keuangan tercatat secara real-time di jaringan blockchain, bukan di buku besar manual.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Alasan Mengapa Harga BTC, ETH, XRP, dan Altcoin Turun Hari Ini

    Menuju Masa Depan Perbankan yang Inklusif

    Usulan piagam bank digital ini datang di tengah meningkatnya sorotan terhadap aksesibilitas dan praktik eksklusif dalam sektor perbankan saat ini. Kidd menyuarakan keprihatinan atas dominasi segelintir institusi besar, serta kurangnya persaingan yang sehat.

    “Kita butuh kembali ke lingkungan yang kompetitif, di mana inovasi dan inklusi menjadi prioritas,” ujarnya.

    Jika piagam ini berhasil diadopsi, Ripple bisa menjadi pelopor gelombang baru bank digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga demokratis. Ini bisa menjadi langkah besar menuju sistem keuangan global yang lebih terbuka bagi semua pemain, dari perusahaan fintech hingga pengguna ritel biasa.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Heboh Data Pelamar Kerja Dipakai buat Pinjol, OJK Turun Tangan


    Jakarta

    Belakangan ini ramai diperbincangkan penyalahgunaan data pelamar kerja untuk pinjaman online (pinjol). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun akan memanggil perusahaan peer to peer (P2P) lending untuk membahas masalah ini.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya akan mengusut kasus ini, mulai dari perusahaan pinjol legal mana saja yang terkait dalam kasus ini. Hal tersebut juga berlaku untuk industri perbankan.

    “Kaya misalnya tadi informasikan buka di bank kita, carikan bank-nya nanti kita panggil atau pinjol legal kita panggil,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki saat ditemui di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/7/2024).


    Lebih lanjut, Kiki menjelaskan pihaknya akan bertanya terkait proses know your customer (KYC) pada masing-masing perusahaan. Dia juga akan menyelidiki terkait mudahnya pencairan dana pinjol padahal bukan pengguna data yang mencairkan.

    “Pinjol legal kita panggil gimana proses KYC di tempatmu? Kok bisa bukan orang ini yang buka kok langsung dibukain?” jelas Kiki.

    Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

    Seperti diberitakan sebelumnya, belakangan ini ramai data pelamar kerja yang digunakan untuk pendaftaran dana pinjol. Salah satu kasusnya ada sejumlah pelamar kerja di Cililitan, Jakarta Timur mendadak ditagih utang pinjaman online (pinjol). Usut punya usut, data diri para pelamar kerja ini disalahgunakan untuk pinjaman online.

    Bukannya mendapatkan pekerjaan, para korban kini malah tertipu. Mereka kini ditagih-tagih pinjol. Sejauh ini terdata ada 26 orang pelamar kerja yang menjadi korban. Kerugian total ditaksir mencapai miliaran rupiah.

    Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan modus terlapor berinisial R berpura-pura menjadi penyalur tenaga kerja di sebuah konter HP di Cililitan, Jaktim.

    “Si terlapor dalam hal ini Saudara R melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter HP,” kata Nicolas, saat dihubungi wartawan, Senin (8/7).

    Nicolas mengatakan sejauh ini ada 26 korban yang terdata. Total kerugian para korban mencapai Rp 1,1 miliar.

    “Jadi dengan modus tersebut dia mendapatkan korban kurang lebih ada 26 orang, dan jumlah kerugian Rp 1 miliar lebih. Untuk sampai saat ini, pemeriksaan kami terhadap para saksi yang ada bahwa terlapor R ini melakukan seorang diri,” jelasnya.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bos BCA Sebut Pinjol dan Judi Online Bikin Daya Beli Lesu!


    Jakarta

    Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkap bahwa maraknya pinjaman online (pinjol) dan judi online telah menggerus daya beli masyarakat. Hadirnya pinjol semakin diminati setelah pandemi COVID-19.

    Jahja mengatakan tren pinjol ini bahkan membuat banyak orang melakukan pinjaman lebih dari satu platform, sehingga utang bisa menggunung. Dia mengungkap bahwa satu orang bisa menggunakan 20 platform pinjol.

    “Karena mudah sekali, KTP apa dikasih langsung dia pinjam. Apakah legal atau illegal? Nasabah atau masyarakat mana mau tahu. Yang penting saya dapat pinjaman. Nah, bayarnya kumaha engke. Mulainya mungkin dari kecil dari Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 2 juta. Tapi karena muter. Ini gali lubang tutup lubang,” kata dia saat dalam peluncuran BCA UMKM Fest di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).


    Namun gaya hidup seperti itu yang membuat masyarakat pun kehilangan harapan karena kesulitan membayar utangnya. Di sisi lain mereka juga harus memenuhi kebutuhan pokok mereka.

    “Dulu orang gampang pinjam, tetapi nggak bayar. Artinya dia pinjam tidak sesuai dengan income yang dia peroleh sebenarnya. Untuk kebutuhan apa? Kita nggak tahu lah, untuk macam-macam. Sekarang orang hidupnya hopeless,” jelas dia.

    Meski begitu, kini keberadaan pinjol juga telah diperketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama yang ilegal. Jadi saat ini keberadaan pinjol telah berkurang.

    “Sekarang kalau kita lihat sudah jauh berkurang dan secara ketat OJK pun melarang pinjol-pinjol yang tidak resmi. Ya jadi saya pikir ini suatu hal juga perkembangan yang kadang-kadang kita tidak sadari,” terangnya.

    Setelah hadirnya pinjol, sekarang juga sedang marak judi online yang membuat sebagian masyarakat kecanduan. Masalah ini juga menyeret perbankan karena diindikasi banyak orang yang menggunakan transaksi melalui bank untuk judi online.

    “Nah hadirlah namanya si judi online. Ini yang lagi ngetop. Top markotop topik. Bahkan bank di bawa-bawa. Padahal banyak sekali cara orang judi online bukan hanya bank. Ada e-commerce, ada e-wallet-e-wallet, ada juga tunai gitu ya. Banyak sekali yang tidak terdeteksi juga,” ungkap dia.

    Menurut Jahja, sejumlah aspek itulah yang kini menggerus daya beli masyarakat karena terlilit tanggungan akibat gaya hidup tidak sehat dari pinjol dan judi online. Penurunan daya beli masyarakat ini juga disebut telah dirasakan oleh pelaku usaha besar.

    “Nah ini semua menggerogoti daya beli masyarakat. Ini menyebabkan memang terasa sekali. Bahkan bukan hanya, yang menengah saja, beberapa hari yang lalu saya ada lunch bersama beberapa yang lumayan besar. Mereka bilang, teman-teman kita udah hilang, kita dagang, kita rugi,” ujarnya.

    (ada/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • OJK Yakin AI Bisa Kurangi Kredit Macet di Pinjol


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di sektor keuangan dapat berdampak positif pada industri financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau pinjol. Salah satunya, dapat menurunkan kredit macet pinjaman online (pinjol).

    Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan penerapan AI sangat penting untuk menganalisis data dalam jumlah yang besar. Menurutnya, AI dapat menganalisis profil risiko di sektor keuangan secara tepat, termasuk di industri pinjaman online (pinjol).

    “Kita bisa menganalisis profil risiko secara tepat, kita mengantisipasi fraud dan kegagalan ke depan secara lebih pasti sehingga dalam proses melakukan peminjaman dan inklusi keuangan akan menjadi lebih efektif dan lebih efisien dan terhindar dari risiko-risiko yang tidak perlu,” kata Agusman dalam acara Banking AI Day, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Senin (9/9/2024).


    Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) pinjol sebesar 2,53% pada Juli 2024. Angka tersebut turun dari 2,79 persen pada Juni 2024. Dia menegaskan dengan menggunakan AI dapat membuat bisnis di sektor keuangan lebih efisien dan berkonsentrasi cara mitigasi risiko.

    Lebih lanjut, pihaknya bersama asosiasi fintech telah menerbitkan panduan kode etik AI. Panduan tersebut tertuang beberapa prinsip yang perlu dipegang bagi pelaku fintech. Diantaranya, berasaskan Pancasila, bermanfaat, wajar, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian transparan, dapat dijelaskan ketangguhan dan keamanan.

    “Panduan kode etik ini tentu akan dapat mengoptimalkan fungsi AI di industri fintech dan perbankan tentu saja bisa mencakup hal ini juga sehingga AI dapat memberikan manfaat dalam pengembangan inovasi di sektor fintech dan sektor keuangan secara keseluruhan dalam rangka mitigasi risiko kita ke depan yang perlu kita jaga dengan baik,” tambahnya.

    Pada saat yang sama, dia menekankan beberapa hal yang harus menjadi prinsip dalam penerapan AI di sektor keuangan, seperti tata kelola manajemen risiko, keamanan dan keandalan sistem informasi, termasuk ketahanan dan keamanan siber, hingga perlindungan konsumen.

    “Banyak sekali yang merasa dirugikan karena data kita tersebar di mana-mana tanpa ada yang melindungi dan memproteksi itu. Ini tanggung jawab kita bersama dan tentu saja juga perhatian ketentuan perundang-undangan,” imbuhnya.

    (das/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Utang Warga RI di Pinjol Tembus Rp 77 T


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nominal outstanding pembiayaan Peer to peer (P2P) Lending alias pinjaman online (pinjol) pada Desember 2024 sebesar Rp 77,07 triliun. Angka itu semakin meningkat dibandingkan pada November 2024 sebesar Rp 75,60 triliun.

    “Pendanaan perbankan pada Desember 2024 masih mendominasi penyaluran pembiayaan P2P Lending sebesar 60% dan porsinya cenderung meningkat dibandingkan pada November 2024 sebesar 59% dengan bank digital cenderung mendominasi pendanaan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (PBKN) OJK Dian Ediana Rae, dikutip Sabtu (22/2/2025).

    Dian mengatakan, dengan maraknya fenomena fintech yang bermasalah, hal ini belum berdampak pada peningkatan NPL Bank secara signifikan. Namun demikian, pihaknya senantiasa melakukan tindakan pengawasan dan pemeriksaan yang mendalam dengan meminta Bank meningkatkan kualitas pengelolaan risiko dan tata kelola pemberian kredit kepada dan/atau melalui perusahaan financial technology peer-to-peer lending (fintech P2P lending).


    “Antara lain meminta Bank melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh kerja sama dengan perusahaan fintech P2P lending, termasuk menilai kinerja dan kelayakan mitra fintech P2P lending, serta memperkuat pengawasan terhadap penyaluran kredit melalui platform tersebut,” jelasnya.

    Selanjutnya, dalam hal terdapat peningkatan kredit bermasalah (NPL) secara signifikan, Bank diminta menghentikan sementara penyaluran kredit kepada dan/atau melalui perusahaan fintech P2P lending serta melakukan evaluasi terhadap model bisnis kerja sama dengan perusahaan fintech P2P lending tersebut.

    “Atas pemberian kredit dengan skema channeling, Bank juga diminta untuk mengevaluasi penetapan Risk Acceptance Criteria (RAC) dan proses analisis dalam pemberian kredit kepada end user untuk memastikan pemberian kredit telah sesuai dengan prinsip kehati-hatian,” terangnya.

    Dian mengatakan OJK akan terus memantau rencana dan realisasi penyaluran kredit kepada fintech P2P lending tahun 2025 agar tetap mengedepankan prudential banking dalam rangka memitigasi peningkatan risiko kredit.

    (ada/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Apakah Pinjol Masuk ke SLIK OJK? Ini Faktanya


    Jakarta

    Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seringkali dianggap sebagai salah satu penghambat pencairan akses pembiayaan, khususnya bagi publik yang masih terikat kredit dengan lembaga keuangan tertentu.

    Lembaga keuangan penyedia akses pembiayaan saat ini pun tercatat beragam, selain perbankan dan perusahaan multifinance, terdapat pula pinjaman online/pinjaman daring (pinjol). Namun, apakah nasabah pinjol ini juga terjaring dalam SLIK OJK?

    Mengutip laman resmi OJK, data perusahaan pinjol akan diwajibkan untuk melapor di SLIK OJK. Kewajiban ini akan berlaku mulai 31 Juli 2025 sesuai Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 Tahun 2024.


    Informasi SLIK ini menjadi salah satu bahan masukan untuk menilai kelayakan calon debitur yang mendapatkan fasilitas kredit atau pembiayaan oleh perusahaan atau Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan tujuan memperkuat manajemen risiko gagal bayar penerima pembiayaan.

    “OJK telah menetapkan bahwa mulai tanggal 31 Juli 2025, Penyelenggara Pindar wajib menjadi pelapor Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2024,” ujar Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan komunikasi OJK M. Ismail Riyadi, dikutip dari laman resmi OJK, Sabtu (28/6/2025).

    Berdasarkan ketentuan SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi, OJK berharap perusahaan pinjol dapat memperkuat mitigasi risiko dan meningkatnya jumlah Penerima Dana (Borrower) yang gagal baya.

    Melalui ketentuan tersebut, penyelenggara pinjol diwajibkan melakukan penilaian kelayakan pendanaan dan kesesuaian antara jumlah pinjaman yang diajukan dengan kemampuan finansial Penerima Dana. Perusahaan pinjol juga dilarang memberi pembiayaan kepada nasabah yang terdaftar lebih dari tiga perusahaan.

    “OJK mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas pendanaan dari Penyelenggara Pindar, termasuk agar tidak melakukan langkah-langkah untuk sengaja tidak membayar utang terhadap Penyelenggara Pindar,” imbuhnya.

    Berikut 96 data pinjol legal yang terdaftar resmi di OJK per Juni 2025:

    Danamas – https://p2p.danamas.co.id
    SAMIR – www.samir.co.id
    Amartha – https://amartha.com
    DOMPET Kilat – https://www.dompetkilat.co.id
    Boost- https://myboost.co.id
    TOKO MODAL – https://www.tokomodal.co.id
    Findaya – http://findaya.co.id
    modalku – https://modalku.co.id
    KTA KILAT – http://www.pendanaan.com
    Kredit Pintar – http://kreditpintar.co.id
    Maucash – http://maucash.id
    Finmas – https://www.finmas.co.id
    KlikA2C – https://klika2c.co.id
    Akseleran – https://www.akseleran.co.id
    Ammana.id – https://ammana.id
    PinjamanGO – https://www.pinjamango.co.id
    KoinP2P – https://koinp2p.com
    pohondana – http://pohondana.id
    MEKAR – https://mekar.id
    AdaKami – www.adakami.id
    ESTA KAPITAL FINTEK – https://www.estakapital.co.id
    KREDITPRO – http://kreditpro.id
    FINTAG – http://fintag.id
    RUPIAH CEPAT – www.rupiahcepat.co.id
    CROWDO – https://crowdo.co.id
    Indodana – indodana.id
    JULO – www.julo.co.id
    Pinjamin – www.pinjamin.com (ganti nama dari Pinjamwinwin – pinjamwinwin.com)
    DanaRupiah – danarupiah.id
    Taralite – www.taralite.com
    Pinjam Modal – pinjammodal.id
    ALAMI – p2p.alamisharia.co.id
    AwanTunai – www.awantunai.co.id
    Danakini – https://danakini.co.id
    Singa – http://singa.id
    DANAMERDEKA – http://danamerdeka.co.id
    EASYCASH – www.easycash.id
    PINJAM YUK – http://www.pinjamyuk.co.id
    FinPlus – www.finplus.co.id
    UangMe – http://uangme.id
    PinjamDuit – http://pinjamduit.co.id
    DANA SYARIAH – http://danasyariah.id
    BATUMBU – www.batumbu.id
    Cashcepat – http://cashcepat.id
    klikUMKM – www.klikUMKM.co.id
    Pinjam Gampang – http://www.kreditplusteknologi.id
    cicil – https://www.cicil.co.id
    lumbungdana – http://lumbungdana.co.id
    KrediOne – www.360kredi.id
    ETHIS – https://ethis.co.id
    Kredinesia – www.kredinesia.id
    Pintek – http://pintek.id
    ModalRakyat http://modalrakyat.id
    SOLUSIKU – www.solusi-ku.id
    Cairin – www.cairin.id
    TrustIQ – http://trustiq.id
    KLIK KAMI – www.klikkami.co.id
    Duha SYARIAH – www.duhasyariah.com
    Invoila – http://invoila.co.id
    Sanders One Stop Solution – http://sanders.co.id
    DanaBagus – www.danabagus.id
    UKU – ukuindo.com
    KREDITO – https://kredito.id
    AdaPundi – www.adapundi.com
    ShopeePayLater – www.lenteradana.co.id/lender/
    Modal Nasional – www.modalnasional.co.id
    Komunal – www.komunal.co.id
    Restock.ID – www.restock.id
    Asetku – http://asetku.co.id
    KlikCair – klikcair.com
    Avantee – www.avantee.co.id
    Gradana – gradana.co.id
    Danacita – www.danacita.co.id
    IKI Modal – www.ikimodal.com
    Ivoji – www.ivoji.id
    Indofund.id – indofund.id
    iGrow – igrow.asia
    Danai.id – http://danai.id
    DUMI – minjem.com
    LAHAN SIKAM – www.lahansikam.co.id
    qazwa.id – qazwa.id
    KrediFazz – www.kredifazz.id
    Doeku – doeku.id
    Aktivaku – aktivaku.com
    Danain – www.danain.co.id
    Indosaku – indosaku.id
    UATAS – www.uatas.id
    EDUFUND – www.edufund.co.id
    GandengTangan – www.gandengtangan.co.id
    PAPITUPI SYARIAH – www.papitupisyariah.com
    BantuSaku – bantusaku.id
    danabijak – danabijak.com
    AdaModal – www.adamodal.co.id
    SamaKita – samakita.co.id
    KawanCicil – http://kawancicil.co.id
    CROWDE – https://crowde.co.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • 5 Aplikasi Trading Terbaik di Dunia


    Jakarta

    Tahun 2025 menjadi periode menarik bagi pasar keuangan global. Meski sempat dibayangi ketidakpastian tarif dan kebijakan makroekonomi, kinerja bursa saham Amerika Serikat dan aset crypto justru tetap menguat.

    Berdasarkan data dari TradingView hingga 14 Agustus 2025, indeks S&P 500 sudah melesat 9,5% sejak awal tahun. Sementara itu, Bitcoin (BTC) melonjak 30,3% dan Ethereum (ETH) melesat 42,5%. Bitcoin bahkan empat kali menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun ini.

    Tak hanya pasar global, bursa saham domestic juga menunjukkan tren serupa. Hingga 20 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 10,36% sejak awal tahun, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik.


    Optimisme investor semakin terdukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada 17 September mendatang. Saat ini, suku bunga acuan berada di level 4,25%-4,5%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin mencapai 81,9% per 21 Agustus 2025. Langkah ini dipandang sebagai katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi, bisnis, dan investasi secara internasional.

    Momentum ini menjadi periode menarik bagi para trader untuk memanfaatkan peluang pasar, salah satunya melalui strategi diversifikasi portofolio ke berbagai kelas aset seperti aset crypto , saham Amerika Serikat dan ETF (Exchange Traded Fund), reksa dana, hingga emas. Perkembangan positif di pasar global dan domestik ini membuka peluang baru bagi investor Indonesia. Namun, untuk memanfaatkan momentum tersebut, pemilihan aplikasi trading yang tepat menjadi semakin penting agar investor dapat bertindak cepat dan efisien.

    Di Indonesia, pilihan aplikasi trading semakin beragam, namun integrasi antar-aset masih menghadapi kendala. Perpindahan dana antar-aplikasi sering membutuhkan transfer ke rekening bank terlebih dulu. Proses ini bisa membuat investor kehilangan momentum saat peluang pasar muncul. Tak hanya itu, memilih aplikasi trading yang aman dan teregulasi juga menjadi aspek penting untuk diperhatikan.

    Artikel ini membandingkan lima aplikasi trading terbaik yang banyak digunakan di Indonesia untuk memberikan gambaran menyeluruh bagi para investor sekaligus trader. Ulasan ini menyajikan fitur, keunggulan, serta aspek keamanan setiap platform sehingga pembaca dapat menentukan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi mereka.

    1. Pluang

    Pluang menegaskan posisinya sebagai salah satu aplikasi trading terbaik di Indonesia dengan ekosistem investasi yang lengkap dan basis pengguna lebih dari 12 juta. Aplikasi ini sudah berlisensi, berizin dan diawasi Bappebti serta OJK, menghadirkan akses ke lebih dari 1.000 produk investasi-mulai dari aset crypto, saham Amerika dan ETF, emas, serta reksa dana, hingga crypto futures dan options saham Amerika-dengan fee dan spread yang kompetitif.

    Fitur & Keunggulan

    – Fitur trading 24 jam penuh dari Senin hingga Sabtu untuk saham Amerika. Investor tak perlu begadang menunggu Wall Street, dan bisa merespons pergerakan saham-saham populer seperti Nvidia, Google, dan Microsoft, serta 650 saham dan ETF AS lainnya secara real time.

    – USD Yield hingga 4,13% per tahun: Saldo USD Anda tetap tumbuh meski belum digunakan, sehingga dana tetap likuid dan siap dipakai kapan saja.

    – Leverage hingga 25X pada produk crypto futures seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Fitur yang memungkinkan trader mengontrol nilai transaksi lebih besar dari modal yang dimiliki.

    Transaksi crypto futures di Pluang berlisensi dan diawasi Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), dimana semua transaksi difasilitasi oleh CFX (Central Finansial X), serta diverifikasi oleh KKI (Kliring Komoditi Indonesia). Pluang juga menjadi salah satu aplikasi pertama yang resmi memegang izin PAKD (Pedagang Aset Keuangan Digital) dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

    – Leverage hingga 4x untuk saham dan ETF Amerika: Potensi keuntungan yang lebih besar melalui daya ungkit perdagangan

    – Pro Features: advanced order, take profit, dan stop loss, plus akses web trading berbasis TradingView gratis untuk analisis teknikal yang lebih presisi.

    – Pluang Academy: Materi edukasi trading dan investasi yang disajikan melalui video dan artikel yang ringkas, akurat, dan relevan dengan perkembangan terkini untuk mendukung perjalanan investasi para trader dan investor.

    Dari sisi keamanan dan kepatuhan, seluruh transaksi di Pluang berlisensi dan diawasi Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), dimana semua transaksi difasilitasi oleh CFX (Central Finansial X), serta diverifikasi oleh KKI (Kliring Komoditi Indonesia). Pluang juga menjadi salah satu aplikasi pertama yang resmi memegang izin PADK (Pedagang Aset Keuangan Digital) dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

    Catatan Risiko

    Diawasi regulator Indonesia, namun tetap ada risiko pasar dan volatilitas aset.

    2. Coinbase

    Coinbase adalah crypto exchange global yang tercatat resmi di NASDAQ dan menyediakan akses ke ribuan aset digital, mulai dari Bitcoin, Ethereum, hingga token DeFi dan NFT.

    Fitur & Keunggulan

    – User experience yang ramah

    – Crypto staking, memungkinkan aset crypto yang para trader miliki bisa berbunga

    – Portfolio tracking, memungkinkan trader untuk melacak portofolionya

    – Akses Coinbase Pro untuk trader berpengalaman

    Kekuatan utama Coinbase terletak pada ekosistem global dan likuiditas tinggi yang memudahkan jual beli aset digital.

    Catatan Risiko

    Coinbase tidak berizin di Indonesia dan belum berada di bawah pengawasan Bappebti maupun OJK, sehingga memiliki risiko yang sama seperti yang dimiliki OctaFX.

    3. Nanovest

    Nanovest adalah aplikasi investasi Indonesia yang menyediakan akses ke berbagai aset, mulai dari saham global, crypto, hingga emas digital, dengan klaim 0% commission.

    Fitur & Keunggulan

    – NanoShield Security: sistem enkripsi yang digunakan untuk menjadikan data pengguna tetap aman dan rahasia

    – Kirim aset digital gratis

    – Investasi mulai dari Rp 5.000

    – Dana yang diasuransikan Sinarmas

    Platform ini cocok bagi pemula maupun investor berpengalaman yang mencari aplikasi investasi multi-aset terpercaya di Indonesia.

    Catatan Risiko

    Pengguna tetap perlu memperhatikan biaya tambahan seperti exchange fee atau broker fee dari platform ini yang dijelaskan di Pusat Bantuan.

    4. Mandiri Sekuritas (MOST)

    Mandiri Sekuritas adalah perusahaan sekuritas Indonesia yang menghadirkan aplikasi MOST (Mobile Online Securities Trading) dan merupakan bagian dari Bank Mandiri.

    Fitur & Keunggulan

    – Layanan SMSay (Share Order via SMS) untuk akses mudah ke pasar saham Indonesia. ● Didukung tim riset berpengalaman: Pengguna mendapatkan laporan harian, panduan IPO, serta analisis investasi yang komprehensif.

    – Kredibilitas tinggi dan integrasi erat dengan layanan perbankan

    – Fleksibilitas order saham baik melalui aplikasi online maupun SMS

    Opsi ini cocok bagi investor yang mencari platform trading saham terpercaya di Indonesia.

    Catatan Risiko

    Tidak semua saham likuid, sehingga ada risiko sulit menjual saham pada harga yang diinginkan. Risiko operasional seperti gangguan aplikasi atau keterlambatan eksekusi order bisa terjadi.

    5. OctaFX

    OctaFX adalah broker internasional yang menyediakan akses trading forex, komoditas, dan indeks saham.

    Fitur & Keunggulan

    – Spread rendah

    – Akun tanpa swap

    – Leverage tinggi hingga 1:500

    – Akun demo untuk latihan

    – Promosi kompetitif, termasuk cashback deposit dan bonus trading

    – Fitur-fitur ini membuatnya populer di kalangan trader global maupun domestik.

    Catatan Risiko

    OctaFX hanya diatur oleh regulator luar negeri (CySEC, Cyprus dan FSCA, Afrika Selatan). Karena tidak teregulasi di Indonesia, trader lokal tidak bisa melaporkan masalah ke otoritas dalam negeri jika terjadi sengketa.

    Tips Memilih Aplikasi Trading

    – Pastikan aplikasi berizin dan diawasi regulator seperti OJK atau Bappebti.

    – Pertimbangkan biaya transaksi, minimum deposit, dan fitur yang sesuai kebutuhan.

    – Pilih aplikasi dengan keamanan data dan dana yang jelas.

    – Manfaatkan akun demo atau fitur edukasi sebelum mulai investasi riil. Sesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

    Di tengah pertumbuhan pesat teknologi finansial Indonesia, setiap aplikasi trading menawarkan proposisi nilai berbeda, mulai dari kelengkapan aset investasi hingga fitur yang bervariasi. Keputusan investor pun bergantung pada kebutuhan dan strategi masing-masing. Coba bandingkan fitur, biaya, dan regulasi setiap aplikasi sebelum mengambil keputusan investasi. Coba fitur demo atau pelajari lebih lanjut melalui materi edukasi yang disediakan masing-masing platform.

    Sepanjang 2025, Pluang terlihat menonjol sebagai salah satu platform investasi terdepan berkat kombinasi produk yang luas, fitur relevan, serta biaya transaksi kompetitif. Komitmen Pluang terhadap literasi finansial dan dukungan riset internal juga memperkuat posisinya dalam peta persaingan aplikasi trading Indonesia, sekaligus merefleksikan arah perkembangan industri investasi digital di Tanah Air.

    Evaluasi kebutuhan dan profil risiko Anda sebelum memilih aplikasi trading. Manfaatkan fitur edukasi atau akun demo untuk mencoba sebelum berinvestasi riil.

    Tonton juga video “IHSG Dibuka Anjlok 9,19%, Langsung Trading Halt” di sini:

    (ega/ega)



    Sumber : finance.detik.com