Tag: Perempuan

  • Video: Penting Perempuan Mandiri Finansial dan Lebih Dekat Aset Digital

    Perempuan mandiri finansial masih menjadi hal yang asing di dunia keuangan, seperti investasi. Umumnya dunia tersebut sering dikaitkan hanya dimiliki dan dikuasai oleh kaum laki-laki saja. Namun, perempuan juga punya kemampuan untuk melakukan pengelolaan keuangan yang baik.

    Berangkat dari menciptakan kemerdekaan finansial bagi kaum perempuan, khususnya dibidang investasi aset digital, seperti kripto dan NFT, Tokocrypto membuat program “Women and Financial Wellness.”

    Di edisi ke-9 ini, Women and Financial Wellness mengajak, Anindita S. Jati (Head of PR Tokocrypto) dan Dirgahayu Maha Restu (Community Engagement Tokocrypto) bersama pembawa acara Ayu Bianti P (Community Engagement Tokocrypto).

    Baca juga: Webinar PPKM: Pelajari Potensi cuan Kripto dengan Maksimal

    Mereka bertiga membahas bagaimana penting perempuan bisa mandiri secara finansial dan lebih dekat dengan aset digital. Arti mandiri secara finansial ini bisa dimaknai ketika seorang perempuan sudah bisa melakukan keputusan keuangannya sendiri.

    Secara lebih spesifik lagi, perempuan yang mandiri secara finansial juga sudah mampu menentukan rencana keuangan jangka panjang, tanpa harus bergantung kepada orang lain.

    Untuk lebih lengkap mengenai pembahasan Women and Financial Wellnes bisa simak video di bawah ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Semangat Inspirasi dalam Industri Teknologi Blockchain

    “Women in Web3” menjadi topik hangat dalam perkembangan industri teknologi blockchain yang punya semangat keberagaman dan inklusivitas. Perempuan kini mempunyai peran yang kuat dalam pertumbuhan web3 dan blockchain, baik sebagai founder startup, developer, kreator dan lainnya.

    Dunia web3 telah membuka peluang baru bagi semua orang untuk berpartisipasi dalam dunia teknologi yang lebih terbuka dan transparan. Namun, terlepas dari manfaat potensial dari teknologi baru ini, perempuan terkadang menghadapi tantangan unik di ruang web3.

    Dari kurangnya keragaman dalam industri hingga bias gender, perempuan menghadapi kendala signifikan yang dapat mempersulit mereka untuk berkembang di dunia yang terdesentralisasi.

    Berangkat dari semangat untuk meningkatkan keberagaman dan inklusivitas dalam industri teknologi dan memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi perempuan yang tertarik untuk memulai karir di web 3.0, Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow “How Women Make the Leap into Web3“pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live.

    Acara yang dikhususkan untuk merayakan International Women’s Day (IWD) ini mengundang beberapa pembicara perempuan yang ahli di bidang masing-masing. Di antaranya, Mutia Rachmi, Founder and CEO of Back2our; Vanny Bananow, NFT Creators from Bananow; dan Juliana Soetjahja, IT Project Manager of Tokocrypto. Selama acara dimoderatori oleh Rahmani Nitiyudo, Co-Founder Fempire.id.

    “Masuk ke dalam dunia web3 ini adalah momen di mana saya berpikir, kalau ini terbuka sekali untuk para perempuan, untuk datang ke web3 mengenal seperti apa verse ini buat kita. Dan kita bisa jadi apa saja. Kita tidak harus menjadi orang lain. Jadi ini adalah momen yang sangat bagus bagi kita semua sebagai perempuan untuk belajar tentang teknologi juga,” kata Vanny.

    Karier di Web3

    Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow "How Women Make the Leap into Web3"pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow “How Women Make the Leap into Web3″pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Boston Consulting Group (BCG) dan People of Crypto Lab melakukan riset untuk melihat keragaman gender dari pendiri dan investor Web3 . Studi tersebut menggunakan database dari Crunchbase yang terdiri dari hampir 2.800 peserta global.

    Hasilnya mencolok. Hanya 13% startup Web3 menyertakan pendiri perempuan, dan hanya 3% perusahaan yang memiliki tim khusus perempuan. Mengenai perusahaan yang telah mengumpulkan lebih dari US$ 100 juta, tidak ada tim pendiri yang semuanya perempuan. Semua statistik ini lebih buruk dari rata-rata untuk startup pada umumnya.

    Sementara pangsa perempuan lebih tinggi sekitar 27% di perusahaan Web3, mereka sering ditemukan dalam peran nonteknis, seperti sumber daya manusia (SDM) dan pemasaran. Hal ini yang menjadi tantangan bagi Juliana yang bekerja di bidang teknis sebagai IT Project Manager di Tokocrypto.

    “Satu hal yang menjadi tantang selama berkarier di Tokocrypto itu waktu masuk membuat project NFT platform. Jadi benar di awal itu bingung, web3 ini apa? Terus dibuat platform NFT, jadi banyak pertanyaan in my mind. Terus semakin menyelami, semakin seru,” kata perempuan yang akrab disapa Juju.

    Teamwork dan environment team (Tokocrypto) yang sangat mendukung. Temen-temen di team product dan tech terutama sangat membantu dan membimbing saya untuk selalu terus berkembang,” ungkap Juju.

    Dobrak Stigma

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Saat Web3 terus berkembang, stigma terhadap perempuan di industri teknologi mengalami perubahan. Mutia Rachmi memberi saran bagi para perempuan yang ingin serius untuk mendalami dunia web3, baik sebagai jalan karier atau berkarya. Menurutnya, ubah pola pikir atau mindset yang membuat diri takut untuk berkembang.

    “Kita harus tahu dulu kekuatan kita. kalau kita terjebak dalam stigma, bahwa perempuan tidak cocok masuk ke tech industry. Jika kita bisa, mungkin barrier akan lebih mudah untuk menjadi bagian industri ini,” jelas Mutia.

    Aset kripto, NFT, metaverse, dan DeFi, semuanya didukung oleh teknologi blockchain, menunjukkan meningkatnya popularitas adopsi kripto di seluruh dunia. Kripto dan blockchain harus menguntungkan semua individu dengan menciptakan lebih banyak peluang kerja, menghilangkan hambatan terhadap kemandirian finansial dan sarana lain bagi orang-orang dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

    “Pemerintah menjadi kunci melihat potensi teknologi (web3) dan pihak swasta mengembangkan produknya lebih baik lagi, maka perkembangan akan melesat. Perempuan sudah berkontribusi di blockchain dan lebih spesifik lagi kripto. Adopsi kripto awal industri berkembang. Masyarakat awam yang paham terkait kripto dan blockchain maka trennya semakin positif,” tutur Mutia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Dukung Edukasi Web3 dan Blockchain untuk Perempuan

    Binance terus berkomitmen meningkatkan kesetaraan gender dalam dunia web3 dan blockchain. Dalam upaya tersebut Binance memberikan pendanaan untuk edukasi dan literasi web3 bagi para perempuan di seluruh dunia.

    Pendanaan yang fokus pada edukasi ini dilakukan melalui Binance Charity, lembaga filantropi yang berada di bawah Binance. Donasi dipergunakan untuk memberdayakan perempuan di seluruh dunia melalui proyek pendidikan dan kemanusiaan.

    Hingga saat ini, Binance Charity telah mendukung lebih dari 51.000 perempuan di 10 negara, menyumbangkan lebih dari US$ 3 juta untuk inisiatif khusus perempuan termasuk 36.215 beasiswa. Binance percaya bahwa edukasi sangat penting untuk memastikan pemerataan akses ke keuangan digital dan keragaman suara yang lebih besar yang membentuk masa depannya.

    “Dalam lima tahun sejak BinanBinance Charity didirikan, kami telah membantu lebih dari 2 juta wanita melalui proyek edukasi dan kemanusiaan. Sayangnya, wanita masih terpengaruh secara tidak proporsional oleh masalah sosial utama yang sedang diupayakan untuk diatasi oleh kami, seperti ketidaksetaraan, akses minim ke edukasi, dan kemiskinan,” kata Kepala Binance Charity, Helen Hai.

    Beasiswa Binance

    Binance dukung kesetaraan gender edukasi web3 dan blockchain untuk perempuan. Sumber: Binance.
    Binance dukung kesetaraan gender edukasi web3 dan blockchain untuk perempuan. Sumber: Binance.

    Baca juga: Market Watch: Pasar Kripto Terus Hijau, Potensi Bull Run?

    Lebih lanjut Hai menjelaskan pada tahun 2022, Binance Charity telah memberikan beasiswa kepada para perempuan yang berada di negara Jerman, Nigeria, Kenya, Brasil, Prancis, Afrika Selatan, Australia, dan Ukraina, untuk mempelajari kursus terkait blockchain dan kripto di universitas, sekolah, dan organisasi nirlaba.

    Sementara itu, untuk merayakan Hari Perempuan Internasional, Binance Charity memberikan memberikan donasi tambahan sebesar 100.000 dolar AS kepada Georgia’s Innovation & Technology Agency (GITA) untuk mendukung edukasi dan pelatihan Web3 untuk wanita.

    “Kami bangga dengan kemitraan baru kami dengan GITA, yang bertujuan untuk mendiversifikasi industri Web3 dengan menghilangkan hambatan keuangan untuk belajar dan mengembangkan kursus baru. Kami berharap beasiswa ini akan memungkinkan para wanita ini untuk mengejar hasrat mereka dan semakin memperkuat Georgia sebagai pusat wanita di bidang teknologi,” ucap Helen Hai.

    Bangun Komunitas Perempuan

    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Elon Musk Ingin Twitter Jadi Lembaga Keuangan, Libatkan Kripto?

    Binance memiliki rencana untuk pengembangan komunitas perempuan yang bisa menjadi tempat untuk berbagi wawasan, membangun koneksi, serta mendiskusikan peluang yang ditawarkan oleh web3. Binance menargetkan untuk mengembangkan ini di tingkat regional dan internasional dengan membuat acara dan menyatukan komunitas wanita yang diberi bekal untuk mengelola semua aspek web3.

    “Sebagai salah satu dari sedikit pemimpin perempuan di industri ini, saya memercayai bahwa kami memiliki misi, melalui Binance Charity dan Binance Academy, untuk membantu lebih banyak perempuan memahami teknologi web3 dan blockchain. Program edukasi dan magang kami bertujuan untuk memberdayakan wanita muda dengan pengetahuan dan keterampilan – agar mereka siap menghadapi disrupsi industri. Kami percaya bahwa siapa pun yang memiliki ide dapat mengubah dunia, tanpa memandang gender,” tutur Co-founder dan CMO Binance, Yi He.

    Binance telah membuat program untuk siswa magang dan sarjana, termasuk perempuan yang menawarkan lebih banyak akses ke karier dalam bidang pekerjaan di industri kripto. Perusahaan juga memberikan panduan dan bimbingan karier untuk perempuan melalui lokakarya, kursus edukasional yang berfokus pada berbagi pengalaman industri, serta menyelenggarakan program mentorship untuk perempuan dan sesi talenta khusus tentang cara memasuki dunia kerja web3.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Semakin banyak perempuan yang terlibat dalam industri blockchain. Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD) 2023, kami membuat artikel tentang perempuan di industri blockchain dan kripto. Menurut riset Blockchain Council, dalam dua tahun terakhir, jumlah perempuan yang bekerja di sektor blockchain meningkat dari 8% menjadi 12%.

    Sektor blockchain dan kripto juga menarik banyak perempuan, karena menawarkan hal baru yang tak lagi didominasi laki-laki. Saat ini, perempuan memiliki peran vital dalam perkembangan teknologi blockchain sejak pertama kali dikembangkan. Mereka juga berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan blockchain dan mencapai tingkat kesuksesan yang luar biasa.

    Dengan lebih banyak perempuan yang berhasil dalam profesi baru di bidang blockchain dan kripto, seperti developer, investor, trader, analis, dan lainnya dapat membuat industri berubah menjadi lebih baik.

    Perempuan dan Blockchain

    Juliana Soetjahja - IT Project Manager di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
    Juliana Soetjahja – IT Project Manager di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Kecintaannya pada bidang teknologi membawa Juliana Soetjahja akhirnya berlabuh menggeluti bidang blockchain dan kripto dalam dua tahun terakhir. Perempuan yang akrab disapa Juju ini merupakan IT Project Manager di Tokocrypto.

    Saat ini Juliana adalah perempuan satu-satunya di divisi Product & Technology Tokocrypto. Ia terlibat dalam pengembangan produk dan teknologi Tokocrypto, salah satu bursa kripto terbesar di Indonesia.

    Bekerja di bidang yang didominasi oleh laki-laki tidak membuat Juliana merasa kurang percaya diri. Ia bercerita hambatan atau kesulitan dalam pekerjaannya bisa mudah diatasi berkat kerja sama tim yang saling mendukung.

    Teamwork dan environment team yang sangat mendukung. Temen-temen di team product dan tech terutama sangat membantu dan membimbing saya untuk selalu terus berkembang,” ungkap Juju.

    Juju pertama kali bekerja di Tokocrypto sebagai freelance sejak tahun 2021. Ia pun mengakui kesenangnya menggeluti bidang blockchain dan kripto yang terkenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.

    “Kalau teknologi senangnya karena bisa selalu up to date, terus jadi kaya berasa ngikutin zaman yang terus berubah. Sama ngebuat kita untuk mau terus belajar dan update dengan hal-hal baru. Untuk kripto sendiri, tertariknya karena yang awalnya seperti cuman hanya koin saja. Ternyata juga banyak hal lain yang bisa dipelajari seperti NFT, launchpad dan lain sebagainya, kata perempuan kelahiran Sumenep, Madura.

    Peluang Karir

    Ilustrasi perempuan dan NFT.
    Ilustrasi perempuan dan NFT. Foto: Somag News.

    Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial

    Dunia kripto —smart contract, NFT, dan keuangan terdesentralisasi (DeFi)— yang didukung oleh teknologi blockchain memberi arti baru pada dominasi laki-laki. Ada tingginya minat pada perempuan di sektor kripto dapat dijelaskan dengan peluang karir besar.

    Bagaimanapun orang melihat pasar kripto ini adalah sektor ekonomi yang dinamis dan semakin penting. Sektor di mana perempuan seharusnya memainkan peran yang jauh lebih besar.

    Meningkatkan kesetaraan gender di dunia kripto tidak hanya akan membuka peluang karir baru bagi perempuan, tetapi juga akan membawa perubahan positif pada budaya kripto dan meningkatkan inovasinya.

    “Harus selalu ingin tahu dan belajar banyak karena perkembangan teknologi cukup cepat. Dan juga terutama di environment-nya dikarenakan kebanyakan laki-laki. Tetap semangat dan jangan takut untuk selalu meraih cita-cita. Dan kita (perempuan) juga bisa sama kuatnya dengan laki-laki,” pesan Juliana untuk perempuan yang ingin menggeluti profesi di bidang blockchain dan kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Ajak Perempuan #SiapLebih Wujudkan Kebebasan Finansial

    Dalam rangka merayakan momen International Women’s Day 2022, Tokocrypto menghadirkan rangkaian program diskusi interaktif yang insightful, membahas berbagai topik mengenai kesetaraan perempuan dalam dunia blockchain hingga finansial. Kesetaraan dan keadilan gender jadi hal substansial, sebab perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk dapat berperan utuh dalam tiap aktivitas.

    Dalam acara penutup rangkaian, Tokocrypto mengangkat tema “Women & Financial Wellness,” dengan mengundang tiga perempuan sukses, Dr. Dina Dellyana, MBA, Director of Business Incubation The Greater Hub ITB; Prof. Dian Masyita, PhD, Guru Besar FEB Unpad Bandung dan Dekan FEB UII; Serta Jenny Yusuf, seorang author, scriptwriter dan Women’s Empowerment Advocate. 

    Ketiga panelis tersebut mendiskusikan peran perempuan dalam mendobrak stigma negatif dan berjuang memberikan dampak positif bagi masyarakat hingga menciptakan kebebasan finansial dengan berinvestasi. Hal ini sejalan dengan banyak perempuan Indonesia yang mampu menembus batas untuk mencapai sesuatu. 

    “Hari perempuan adalah merayakan secara in general atas kekuatan, resiliensi, ketegaran sebagai perempuan. Kita itu sebagai perempuan adalah ciptaan yang sangat kuat. Momen ini sebagai reminder, mencintai diri sendiri dan untuk bersama-sama untuk menyingkirkan stigma negatif yang masih ada dalam pemberdayaan perempuan. Kita harus support satu sama lain,” kata Jenny Jusuf.

    Perempuan dan Dunia Finansial

    Pelibatan perempuan dalam dunia finansial berpotensi meningkatkan kesejahteraan. Perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam perekonomian dan finansial. Agar dapat mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan adanya dorongan dan dukungan, serta memberikan akses perempuan pada partisipasi ekonomi dan edukasi kesetaraan gender.

    “Bagaimana perempuan memulai investasi, jujur harus terjun langsung. Kemudian, join komunitas yang tepat untuk mengakselerasi semangat kita untuk terus belajar. Kita sebetulnya perlu trigger, kalo sudah into akan terus belajar. Terlebih investasi aset kripto rentan dengan isu-isu, join aja komunitas dan tetap DYOR (Do Your Own Research), Bisa praktekan dengan teman-teman yang tepat sudah join dulu, serta mulai dengan nominal yang kecil,” ungkap Dina Dellyana.

    Perempuan dan Dunia Aset Kripto

    Perempuan dapat memberikan dampak yang begitu besar pada industri investasi aset kripto. Karena itulah, menurut Dian, perempuan harus terus memperkuat motivasi lebih untuk ikut serta dalam memahami instrumen aset kripto. Dengan demikian, aset kripto dapat dijadikan investasi sebagai passive income yang signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

    Prof. Dian Masyita menekankan, di era digital ini, perempuan tidak hanya harus melek teknologi, namun juga mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan berbasis digital. Hal itu penting bagi perempuan agar tidak terjerumus investasi bodong. Apalagi, selama ini perempuan dikenal sebagai investor yang disiplin dan teliti dalam pengelolaan keuangan.

    Baik, perempuan atau laki-laki harus menyiapkan mental dalam melakukan pengelolaan keuangan, terutama ikut dalam investasi aset kripto. Menurutnya industri ini masih terbuka dengan sedikit barier, oleh karenanya siapa pun bisa ikut dan meraih keuntungan sekaligus kerugian yang cukup besar.

    “Apapun itu kamu harus punya portofolio, jangan taru di satu keranjang. Karena kripto ini sangat early, ada beberapa harganya yang masih murah. Tapi cari yang fundamentalnya baik dan use case-nya itu yang membuat the reason people buy itu hal penting. Whitepaper baca dulu, siapa orang dibaliknya. Jangan percaya investasi yang too good, to be true,” ungkap Prof. Dian Masyita.

    Sebagai salah satu perusahaan pedagang aset kripto yang fokus memberdayakan perempuan melek finansial, Tokocrypto turut mendorong kesetaraan akses dan edukasi. Tokocrypto selalu melibatkan perempuan dan perspektifnya pada setiap kegiatan edukasi agar terjadinya investasi aset kripto yang inklusif.

    “Saat ini jumlah nasabah atau investor Tokocrypto 30% adalah perempuan. Angka ini terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah investor yang meningkat. Fakta ini, juga membuktikan kesetaraan gender di industri aset kripto semakin baik. Perempuan bisa memainkan peran penting di dalamnya, tidak hanya sebagai investor, melainkan turut aktif dalam pengembangan teknologi blockchain, kripto dan NFT,” papar Christine Natalia Ginting, Community Engagement Lead Tokocrypto.

    Diskusi Women & Financial Wellness dapat disaksikan secara lengkap di sini. Kemudian, semua program Perempuan #SiapLebih dari Tokocrypto selengkapnya bisa simak di sini. Download aplikasi Tokocrypto di Google Play Store dan Apple Store Apps.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

    Investasi adalah salah satu kegiatan yang menjadi momok sebagian besar orang, tak peduli gendernya. Banyak orang yang ragu memulai investasi, padahal hal ini adalah jalan utama untuk mewujudkan manajemen keuangan yang sehat atau financial wellness.

    Certified Financial Planner, Aliyah Natasya, mengakui saat ini banyak orang yang masih ragu-ragu untuk memulai investasi, baik itu saham, reksa dana hingga aset kripto. Kebanyakan dari mereka takut untuk memulai dan belum berani keluar dari zona nyaman guna mengambil risiko.

    Aliyah bahkan mengeluarkan konsep memulai investasi seperti layaknya orang berpacaran dan menikah. Persamaan konsep antara investasi, pacaran dan pernikahan adalah pasti melakukan riset terlebih dahulu dan memulai untuk menjalin komitmen dengan rasa aman.

    Investment is like in marriage. Kamu ada risiko, but you just to put some faith. Kamu harus percaya saja. Kalo things will get better, jika dilakukan bersama-sama. Thats marriage, sama aja dengan investment, kadang naik, kadang turun, kadang apes, kadang happy banget. Sama seperti memulai pernikahan, ketika lo merasa ada yang enggak nyaman ya jangan dipaksakan,” kata Aliyah dalam IG Live bersama Tokocrypto, Jumat (5/3).

    Menurut Aliyah, ketika mau memulai investasi apa pun harus dibarengi dengan rasa percaya. Kemudian, lakukan riset atau (Do Your Own Research) dari sumber-sumber yang tepercaya juga, seperti artikel berita, sharing dengan orang yang lebih ahli atau ikut bergabung di komunitas.

    Start small, mulailah dengan rasa aman. Belajar berani mengambil risiko, jadikanlah investasi sebagai ‘sahabat’, bisa kompromi dan saling support. Life is about taking risk, kalo kamu tidak taking risk, enggak akan ke mana-mana dan hanya berada di comfort zone. The more take risk, the more you know, the more you gain, the more you live,” tutur Perempuan yang juga menjabat sebagai Vice CEO Value Emagz.

    Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial

    Aset Kripto Bisa Jadi Salah Satu Pilihan Produk Investasi

    Untuk memulai investasi, bisa melirik instrumen aset kripto. Alasannnya instrumen ini menjadi pilihan investasi dengan anggaran yang tidak terlalu besar serta mudah di akses. Investasi aset kripto memiliki tingkat risiko yang rendah sampai yang paling tinggi, investor tinggal menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

    Aliyah mengakui pertama kali masuk ke dunia aset kripto dibayangi dengan rasa takut dan keragu-raguan. Dia bercerita pertama kali berkenalan dengan blockchain, kripto, NFT, Web3 dan lain-lainnya berkat dorongan dari suami.

    Certified Financial Planner, Aliyah Natasya. Foto: Instagram @aliyah.natasya.

    Certified Financial Planner, Aliyah Natasya. Foto: Instagram @aliyah.natasya.

    “Awalnya bingung banget, menurut saya salah satu product financial yang sangat sulit dipelajari itu adalah blockchain dan turunan, seperti kripto, NFT, Web3 dan lain-lain. Kenapa? Definisinya semua masih baru. Tapi, kalo enggak mencoba, enggak pernah tahu apa yang kamu lakukan. Kita eksplor bareng, sampai akhirnya yakin this is really make money dan masuk ke rekening kita,” ujarnya.

    Baca juga: Trader Kripto Dibayangi Masalah Kesehatan Mental, Ini Cara Cegahnya

    Prospek Investasi Aset Kripto

    Berbeda dengan investasi saham, menurut Aliyah, aset kripto bisa dimulai dengan nominal yang kecil dan banyak pilihan produknya. Meski begitu, kembali lagi untuk memulai harus dilandasi rasa percaya dan masuk dengan nominal yang kecil terlebih dahulu untuk melihat market dan prospek ke depannya.

    “Punya teman dan partner itu penting yang sudah duluan masuk ke kripto sebagai part penting investasi. Ingat trusted source. Mereka bisa kasih advice dengan kompetensi yang dimiliki, sehingga bisa menimbulkan gain confidence dan ilmu baru. Setelah itu mulailah top up untuk meningkatkan nilai investasi,” tutur ibu dua anak ini.

    Ilustrasi aset kripto.

    Ilustrasi aset kripto.

    Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, Aliyah yakin aset kripto memiliki prospek yang baik. Namun, kripto juga jangan dilihat sebagai instrumen investasi atau komiditi saja, tetapi ada teknologi dan ekosistem yang harus dibangun.

    “Prospek (aset kripto) baik, cuma untuk perkembangan yang naik secara signifikan we need times. Pasar modal aja yang udah ada hampir 30 tahun, untuk bisa mencapai jutaan investor. Smartphone, akses informasi teknologi dan knowledge yang membuat kripto naik cepat. Kalo ada ekosistem yang mendukung, dan tak sebatas komoditi yang di-trading-kan, kripto akan bagus banget ekosistemnya,” terang Aliyah.

    Baca juga: Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Jadi Ruang Ekspresi Seniman Perempuan Maksimalkan Karyanya

    Dunia non-fungible token (NFT) tidak hanya sekadar dikuasai oleh laki-laki. Perempuan juga membuat gelombang pertumbuhan secara signifikan di dunia aset digital tersebut.

    Banyak kreator, kolektor, dan inovator teknologi perempuan yang menjadikan NFT dapat diakses dan inklusif untuk semua. Misalnya, Devita Krisanti, seorang seniman perempuan yang juga NFT creator, sangat bersemangat memasuki dunia NFT dan berhasil menciptakan karya yang memukau dan cukup mencuri perhatian.

    “Dunia NFT itu walau didominasi oleh kreator laki-laki, tetapi mereka welcome with us (perempuan). Satu yang membedakan perempuan itu buat something (karya) consider-nya berbeda-beda. Perempuan buat yang mereka suka dan put feeling. Itu malah yang jadi sesuatu yang unik, part of us, itu yang buat kita berbeda dan menarik. Jadi keep doing it,” kata Devita dalam Instagram Live bersama Tokocrypto, Senin (7/3).

    Berkarya di NFT Tak Sekadar Cuan

    Lebih lanjut, Devita mengungkap bahwa NFT sebenarnya bisa menjadi ruang untuk seniman perempuan berekspresi dengan bebas, sekaligus mendapatkan keuntungan secara bersamaan. Ia sendiri pun mengakui belajar memulai NFT dari sekadar menonton video tutorial di YouTube dan mulai serius untuk mendalaminya.

    “Jadi sebenarnya ini kaya platform kita itu mengekspresikan diri juga sih. Jadi enggak secara langsung looking for cuan-cuan, no. kita ingin tahu seberapa kita bisa push karya seni kita di luar sana melalui NFT. Ketemu NFT, jadi something yang aku relate dan paham bisa dijadikan investasi,” ujar perempuan yang aktif bikin komik di platform Webtoon.

    Senada dengan Devita, Thelvia Vennieta, Head of TokoMall, juga menjelaskan NFT bisa menjadi tempat berkarya, namun secara bersamaan juga sebagai investasi. Terlebih di era digital, perkembangan NFT akan semakin tumbuh subur dan tidak hanya sekadar tren yang akan pudar.

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    TokoMall Bantu Kreator Lokal Bikin NFT

    Thelvia menjelaskan saat ini pertumbuhan NFT, terlebih di Indonesia masih dalam tahap early stage. Para penggiat NFT masih memberikan awareness ke masyarakat tentang konsep dan keuntungan dari aset digital tersebut.

    “Saat ini masih pada tahap awareness atau belajar, masih awal dan perlu strategis untuk mencari peluang. Selama ada faktor exclusivity, community, ada faktor value dari karya seni, nantinya bukan sekadar tren lagi, tapi adoption untuk kebutuhan sehari-hari ke depannya,” ungkap Thelvia.

    Ilustrasi pameran karya NFT.

    Ilustrasi pameran karya NFT. Foto: Bloomberg.

    Berangkat dari proses pembelajaran, TokoMall, pelopor NFT marketplace di Indonesia punya visi untuk memajukan industri dengan menggandengn kreator-kreator lokal. Tak sekadar marketplace, TokoMall juga melakukan empower dari sisi edukasi dan men-support kreator lokal untuk memaksimalkan karya mereka.

    “Dunia NFT masih baru, teruslah belajar. Terus “haus” akan hal-hal baru, apalagi yang bisa kita bikin kamu gunakan dalam berkarya. Kalian yang tekun dan terus berkarya, saya yakin akan menemukan jalan yang diharapkan,” pungkas Thelvia.

    Baca juga: Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu

    Sebuah survei dari BlockFi mencatat perempuan semakin tertarik menjadi investor aset kripto dan teknologi blockchain, namun masih ada kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam hal topik tersebut.

    BlockFi mencatat bahwa panel survei melakukan penelitian pada 28 Januari 2022, dan termasuk 1.031 wanita Amerika Serikat yang mengidentifikasi antara usia 18 dan 65 tahun. Survei fokus pada perubahan sikap perempuan terhadap aset kripto dan blockchain.

    Dilansir Cointelegraphhasil survei menemukan 92% perempuan yang disurvei telah mendengar tentang kripto, dengan hampir satu dari empat (24%) sudah memilikinya. Sebaliknya, 80% masih merasa sulit untuk memahami dan 72% percaya bahwa berinvestasi terlalu berisiko.

    Ilustrasi perempuan pandai investasi.

    Ilustrasi perempuan pandai investasi.

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Adopsi Kripto Bagi Kalangan Perempuan Masih Rendah

    Menurut penelitian, lebih dari sepertiga wanita berniat untuk membeli aset kripto pada tahun 2022, dengan 60% responden mengatakan mereka akan membeli aset digital tersebut dalam tiga bulan ke depan.

    Studi ini menunjukkan bahwa sementara adopsi aset kripto yang lebih luas masih rendah, mayoritas perempuan membeli dan HODLing. Ada 70% responden adalah HODLers, yang telah memperoleh aset tetapi tidak pernah menjualnya.

    Pada tahun 2022, pasar crypto telah melihat banyak volatilitas. Namun, kepercayaan perempuan dalam investasi kripto jangka panjang tidak tergoyahkan, dengan sebagian besar mereka membeli Bitcoin (BTC) 71%, Dogecoin (DOGE) 42%, dan Ethereum (ETH) 18%.

    Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

    Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

    Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

    Kesetaraan Gender di Industri Kripto dan Blockchain

    Sebuah penelitian pada tahun 2021 lalu, mengungkapkan bahwa kesetaraan gender di industri kripto dan blockchain masih jauh. Menurut Laporan “April 2021 Global Gender Gap Report” oleh World Economic Forum, dibutuhkan hampir 135,6 tahun untuk menutup kesenjangan gender sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

    Namun, ini tidak menghalangi para perempuan, yang menggunakan teknologi blockchain dan kripto untuk mengatasi berbagai masalah sosial. Seperti dilansir Cointelegraph, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Desember 2021, menemukan bahwa jumlah perempuan Australia yang berinvestasi dalam kripto meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

    Sebuah survei baru-baru ini oleh KuCoin menunjukkan distribusi yang lebih merata antara pengguna kripto laki-laki dan perempuan di Turki. KuCoin menemukan bahwa investor perempuan di Turki menyumbang 47% investor dan 63% crypto-curious.

    Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Blockchain adalah teknologi paling mutakhir saat ini dan sedang menjadi pembahasan di banyak tempat seluruh dunia. Namun, industri blockchain masih saja didominasi oleh kaum laki-laki, perempuan hanya menempati porsi kecil, sama halnya dengan sektor teknologi lain.

    Meski begitu, seiring waktu kehadiran perempuan di dunia teknologi blockchain mulai meningkat. Persepsi maskulinitas di dunia desentralisasi mulai berubah.

    Belakangan, kaum hawa kini terus berupaya menempatkan sudut pandang blockchain di segmen dan pasar yang sangat aksesibel untuk perempuan lainnya. Mereka membuat komunitas atau bahkan project dengan konsep women support women.

    “Adanya teknologi blockchain mampu membuat perempuan merasakan inklusi keuangan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan secara keseluruhan berdampak kepada kehidupan rumah tangga,” kata Kristin Boggiano, Co-Founder of CrossTower dikutip Cointelegraph.

    Selain Boggiano, ada perempuan berpengaruh lainnya di dunia blockchain, mulai dari Laura Shin, Lily Katz, Kristina Lucrezia Corner hingga Rachel Wolfson. Mereka punya peran masing-masing dalam memajukan industri blockchain. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

    Jangan salah, ada beberapa perempuan hebat di Indonesia yang sudah lama mendalami dunia blockchain dan berkiprah di bidangnya masing-masing. Penasaran siapa saja? Simak terus daftarnya di bawah ini.

    Pandu Sastrowardoyo

    Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

    Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

    Bicara sosok perempuan Indonesia di dunia blockchain, tidak bisa menyebut nama Pandu Sastrowardoyo. Perempuan kelahiran tahun 1938 ini, sudah memberikan edukasi dan advokasi mengenai industri blockchain.

    Pandu merupakan alumni dari Jurusan Teknik Lingkungan FTSL ITB, tetapi tidak membuatnya terpaku pada pekerjaan sebagai lulusan Teknik Lingkungan. Ia memilih fokus di bidang Blockchain.

    Pandu sendiri sudah mendirikan perusahaan konsultasi, Blockcain Zoo sudah punya banyak klien baik dari dalam dan luar negeri, seperti FidentiaX dan Tokenomy. Ia juga tercatat sebagai Founder & CEO Decentralized Bio Network (Debio.network), platform anonim pertama untuk data medis dan bioinformatika.

    Selain aktif mengembangkan bisnis di industri blockchian, Pandu juga aktif dalam berorganisasi. Ia saat ini menjabat sebagai Supervisory Board di Asosiasi Blockchain Indonesia.

    Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

    Merlina Li

    Merlina Li, salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN). Foto: Dok. Angin.

    Merlina Li, salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN). Foto: Dok. Angin.

    Merlina Li adalah salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN), sebuah komunitas kolektif yang berisikan para penggiat Blockchain. Melalui IBN, Merlina ingin mengedukasi masyarakat Indonesia tentang blockchain, menghilangkan penipuan dari industri ini.

    Perempuan yang pernah menjabat sebagai salah satu manajer proyek wanita pertama di tim Gojek ini, mengakui sudah tertarik pada dunia teknologi sejak kuliah. Menurut Merlina, Indonesia adalah tempat yang baik bagi blockchain untuk berkembang.

    “Sebenarnya, beberapa orang Indonesia lebih berpikiran terbuka untuk menerima teknologi baru, jadi saya pikir blockchain dapat berkembang dengan cara yang akan lebih membantu mereka,” kata Merlina dikutip Angin.

    “Dalam cryptocurrency, wanita dapat langsung terjun, dan kemudian mulai belajar langkah demi langkah tentang teknologi, tentang cara kerja dasar-dasarnya. Saya pikir apa yang mereka butuhkan di industri blockchain adalah keterbukaan pikiran. Karena jika mereka tidak berpikiran terbuka, maka akan sulit untuk memulai di industri apa pun.”

     

    Asih Karnengsih

    Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

    Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Foto: Dok. Asosiasi Blockchain Indonesia.

    Asih Karnengsih adalah Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Ia mengemban tugas yang besar untuk menghubungkan pelaku industri blockchain dengan pemerintah melalui ABI.

    Asosiasi Blockchain Indonesia mempunyai tujuan untuk menggalang dan mengorganisir pelaku usaha teknologi Blockchain dalam menciptakan lingkungan berusaha yang berkualitas yang memacu pemahaman, pemanfaatan, kemajuan serta daya saing teknologi Blockchain, dalam kaitannya dengan revolusi industry 4.0, baik pada tataran nasional maupun internasional.

    Di bawah kepemimpinan Asih, ABI akan menjadi wadah sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait teknologi Blockchain dan revolusi industry 4.0, sehingga didapatkan pemahaman dan pemanfaatan yang optimal.

    Selain itu akan mendorong kajian, rumusan dan advokasi kebijakan kepada institusi pemerintah maupun non pemerintah untuk terciptanya sistem regulasi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan teknologi Blockchain Indonesia yang berdaya saing tinggi.

    Baca juga: Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

    Irene Umar

    Irene Umar, Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA).

    Irene Umar, Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA). Foto: Dok. YGGSEA.

    Irene Umar merupakan Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA). Bagi kamu yang belum tahu YGGSEA, ini merupakan bagian dari Yield Guild Games, organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang berdiri pada Juli 2021.

    YGGSEA fokus pada pengembangan game online play-to-earn dan berbasis blockchain. Sementara ini YGGSEA fokus pada industri game di Indonesia, Vietnam, Singapura, dan Thailand sebelum menyasar negara lain di kawasan Asia Tenggara.

    Misi YGGSEA, yang merupakan anggota pendiri Asia Blockchain Gaming Alliance, adalah menciptakan ekonomi virtual play-to-earn terbesar, sehingga memungkinkan pemain mendapatkan aset atau item digital untuk diperdagangkan.

    Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

    Mutia Rachmi

    Mutia Rachmi, CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI). Foto: Instagram.

    Mutia Rachmi, CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI). Foto: Instagram.

    Mutia Rachmi adalah seorang professional di bidang pengembangan bisnis model blockchain. Kini, ia merupakan CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI), perusahaan teknologi yang memanfaatkan blockchain sebagai sistem untuk mendukung mitigasi emisi dan membawa nilai ekonomi untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan.

    Sebelum menjadi CEO ROXI, Mutia berkarier di salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia dengan posisi terakhir sebagai pimpinan dari Squad Blockchain Financial and Services. Perkenalan Mutia dengan teknologi blockchain terjadi tepat setelah dirinya menyelesaikan pendidikan pasca sarjana di tahun 2016 di Institut Teknologi Bandung.

    Saat Mutia melakukan riset di India, ia mengikuti berbagai kursus dan seminar yang memperkaya wawasannya dalam bidang teknologi blockchain dan aset kripto. Pengalamannya semakin kuat saat Mutia bekerja pada perusahaan blockchain di Singapura dan Malaysia. Termasuk potensi memanfaatkan teknologi blockchain untuk kepentingan penanganan lingkungan hidup.

    Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

    Aset kripto kini menjadi salah satu pilihan alternatif investasi yang digemari masyarakat, termasuk di Indonesia. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun sudah mulai banyak yang terjun ke dunia investasi kripto untuk mendapatkan passive income.

    Salah satu perempuan yang melirik investasi aset kripto adalah aktris Nana Mirdad. Istri dari aktor Andrew White ini menjelaskan pada awal mula memulai investasi aset kripto ini tergolong sulit.

    Menurut Nana, dunia aset kripto ini memiliki banyak perkembangan, oleh karena itu orang yang ingin serius di industri ini, termasuk perempuan harus up-to-date dan banyak belajar.

    “Suamiku kebetulan main kripto. Aku senang belajar. dari awal dia main kripto, aku suka tanya-tanya. Terus lah aku mulai coba-coba. Sampai sekarang, aku terus belajar,” kata Nana dalam IG Live bersama Tokocrypto, Rabu (2/3).

    Baca juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

    Nana menjelaskan seorang perempuan itu harus bisa menciptakan financial freedom untuk menggapai impiannya. Maka dari itu, soal tata kelola keuangan harus dimulai sejak dini. Menurut Nana, perempuan yang bisa mencapai mandiri finansial bisa menguntungkan semuanya, baik untuk dirinya sendiri ataupun keluarga.

    “Aku itu selain investasi aset kripto, juga main properti dan suka nabung. Jadi aku berusaha untuk mencoba semuanya. kita sebagai perempuan di samping punya active income sendiri, penting juga punya passive income. Pemikiran akan masa depan terkadang membuat kita merasa cemas, we have to be smart with our money, sehingga kita semakin bersemangat dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas perempuan berusia 36 tahun ini.

    Belajar Investasi Aset Kripto Pakai Aplikasi

    Bagi para perempuan yang ingin memulai investasi aset kripto, Nana menyarankan untuk belajar dasarnya terlebih dahulu dan melakukan riset sebelum benar-benar terjun ke dalam industri. Salah satu saranan untuk belajar investasi aset kripto adalah melalui aplikasi Kriptoversity.

    Kriptoversity adalah aplikasi edukasi yang diluncurkan oleh Tokocrypto pada tahun 2020 lalu. Kriptoversity telah menjadi aplikasi edukasi blockchain pertama di Indonesia dengan konsep learn & earn. Konsep ini membuat belajar lebih menarik dengan rewards aset kripto berupa TKO.

    Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

    Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

    Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

    “Jadi ada namanya aplikasi Kriptoversity, banyak yang tanya aplikasi ini sudah ada di iOS apa enggak? Ini sudah ada dan aku pakai juga untuk belajar. Ini karena sangat amat menarik, soalnya di Kriptoversity ini juga kita sambil belajar, bisa dapat TKO,” jelas Nana.

    Aplikasi Kriptoversity sudah tersedia gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store. Para pengguna Kriptoversity dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, praktik blockchain, peer-to-Peer, hingga tentang proyek-proyek token/koin kripto.

    Cara Aman Investasi Aset Kripto bagi Perempuan

    Ada beragam cara untuk investasi yang aman di aset kripto. Head of Kriptoversity, Bika Pidada, menjelaskan Tokocrypto punya fitur TKO Lock yang bisa digunakan para perempuan untuk investasi aset kripto tak perlu ribet, namun cukup menghasilkan.

    “Basicly, kita akan taruh TKO kita, jadi nge-lock TKO. Mungkin mirip kita, kaya menyimpan kripto dengan jarak waktu tertentu, bisa 30 hari, 60 hari atau 90 hari. Nanti kita akan dapat bunga nih dari capital yang sudah kita masukin. Jadi contoh kita simpan 100 TKO, ada reward 15%, nanti kita bisa dapat 115 TKO at the end. Which is ini sesuatu yang enggak terlalu risky,” ujar Bika saat IG Live bersama Nana Mirdad.

    TKO sendiri adalah token aset kripto utilitas yang dibuat oleh Tokocrypto. TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang beroperasi berdasarkan model token hybrid unik yang menggabungkan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    Ilustrasi TKO Lock.

    Ilustrasi TKO Lock.

    Baca juga: Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

    Program TKO Lock menawarkan cara mudah kepada para pengguna Tokocrypto mendapat hadiah atas kepemilikan TKO. Tanpa memerlukan peralatan dan kemampuan analisa yang dilakukan para penambang kripto.

    Di mata Nana, seorang perempuan yang sukses itu harus memiliki keseimbangan dalam hidupnya. Mandiri finansial adalah salah satu bentuk kesuksesan yang bisa diraih perempuan, sehingga nantinya tak bergantung secara kepada orang lain.

    “Perempuan yang sukses itu harus balance segala sesuatunya. Perempuan yang mengerti tujuannya apa, punya purpose dalam hidup. Dan bisa me-maintain itu semua dengan baik. Perempuan juga harus punya strong will, kita harus tahu kita maunya apa, tapi harus juga punya soft hard. Dan itu semua harus balance luar dan dalam,” pungkas Nana.





    Sumber : news.tokocrypto.com