Tag: peretasan

  • Pemulihan Dana Disetujui, Cetus Raih Rekor

    Setelah mengalami serangan siber yang mengguncang ekosistemnya, Sui Network menunjukkan ketangguhan dengan langkah pemulihan yang signifikan.

    Para validator jaringan Sui telah menyetujui rencana pemulihan dana, sementara pendapatan dari Cetus, salah satu protokol utama di jaringan ini, melonjak ke rekor tertinggi.

    Persetujuan Rencana Pemulihan Dana oleh Validator Sui

    Dalam pemungutan suara yang berlangsung selama 48 jam dan berakhir pada 29 Mei 2025, sebanyak 90,9% validator Sui menyetujui proposal untuk memulihkan dana sebesar $162 juta yang dibekukan setelah eksploitasi terhadap protokol Cetus pada 22 Mei.

    Dana ini akan dipindahkan ke dompet multisignature yang dikelola bersama oleh Cetus, auditor keamanan OtterSec, dan Sui Foundation.

    Langkah ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan keamanan dalam proses pengembalian dana kepada pengguna yang terdampak.

    Baca Juga: Cetus Protocol Janji Ganti Rugi Penuh Usai Peretasan $223 Juta

    Pendapatan Cetus Melonjak ke Rekor Tertinggi

    Seiring dengan implementasi rencana pemulihan, aktivitas jaringan Sui menunjukkan peningkatan yang signifikan.

    Pendapatan Cetus melonjak ke titik tertinggi sepanjang masa, mencerminkan kembalinya kepercayaan pengguna dan meningkatnya aktivitas di jaringan.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa komunitas merespons positif terhadap langkah-langkah pemulihan yang diambil, dan melihatnya sebagai indikator kuat dari keberlanjutan jangka panjang protokol.

    Langkah-Langkah Pemulihan dan Keamanan Tambahan

    Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Cetus telah mengamankan pinjaman darurat dari Sui Foundation dan berkomitmen untuk menggabungkan dana yang dipulihkan dengan cadangan perbendaharaan mereka.

    Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua pengguna yang terdampak menerima kompensasi penuh.

    Selain itu, Sui Foundation mengumumkan inisiatif keamanan senilai $10 juta untuk meningkatkan praktik audit dan alat verifikasi formal, serta memperluas program bug bounty untuk protokol dengan total nilai terkunci (TVL) tinggi.

    Tantangan dan Diskusi tentang Desentralisasi

    Meskipun langkah-langkah pemulihan ini mendapat dukungan luas, beberapa anggota komunitas kripto mengangkat kekhawatiran mengenai kemampuan validator untuk membekukan dana secara on-chain, yang dianggap bertentangan dengan prinsip desentralisasi.

    Namun, banyak pengamat industri memuji respons cepat dan koordinasi yang efektif sebagai langkah maju dalam menghadapi meningkatnya eksploitasi di industri kripto.

    Baca Juga: Cetus Protocol Sui Diretas: Kerugian $223 Juta, Token Anjlok

    Langkah-langkah pemulihan yang diambil oleh Sui Network dan Cetus menunjukkan komitmen kuat terhadap keamanan, transparansi, dan kepercayaan komunitas.

    Dengan dukungan mayoritas validator dan respons positif dari pengguna, Sui Network berada di jalur yang tepat untuk memulihkan dan memperkuat ekosistemnya pasca insiden eksploitasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kerugian $223 Juta, Token Anjlok

    Cetus Protocol, protokol pertukaran terdesentralisasi (DEX) di jaringan Sui, mengalami peretasan besar-besaran yang menyebabkan kerugian sekitar $223 juta.

    Insiden ini mengguncang ekosistem DeFi Sui dan menyebabkan penurunan tajam pada harga token terkait.

    Baca Juga: Apa Itu Cetus Protocol (CETUS)?

    Modus Peretasan

    Peretas memanfaatkan celah dalam kontrak pintar Cetus untuk mengeksploitasi kurva harga dan perhitungan cadangan.

    Dengan menggunakan token palsu, mereka berhasil menguras dana dari pool likuiditas yang didenominasi dalam SUI.

    Setelah itu, dana yang dicuri dikonversi menjadi USDC dan dipindahkan ke jaringan Ethereum untuk ditukar dengan ETH. Sekitar $60 juta USDC telah berhasil dipindahkan ke Ethereum.

    Dampak pada Harga Token

    Akibat peretasan ini, harga token CETUS anjlok hingga 40%, sementara harga SUI turun sekitar 15%.

    Penurunan ini mencerminkan hilangnya kepercayaan investor terhadap keamanan protokol dan stabilitas ekosistem Sui secara keseluruhan.

    Tindakan Penanggulangan

    Tim Cetus segera menghentikan operasi kontrak pintar mereka untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

    Mereka juga bekerja sama dengan Sui Foundation dan validator jaringan untuk membekukan dana yang dicuri. Hasilnya, sekitar $162 juta dari dana yang dicuri berhasil dibekukan, dan upaya pemulihan dana terus dilakukan.

    Respons Komunitas dan Langkah Selanjutnya

    Komunitas DeFi dan pengguna Sui menunjukkan keprihatinan mendalam terhadap insiden ini.

    Banyak yang menyerukan audit keamanan yang lebih ketat dan peningkatan protokol keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Sementara itu, tim Cetus berjanji akan merilis pernyataan resmi dan rencana pemulihan dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Pulihkan Dana Setelah Peretasan, Bybit Gelar Sayembara Berhadiah $140 Juta

    Peretasan terhadap Cetus Protocol menyoroti pentingnya keamanan dalam ekosistem DeFi yang terus berkembang.

    Insiden ini menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi harus diimbangi dengan langkah-langkah keamanan yang memadai untuk melindungi aset dan kepercayaan pengguna.

    Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan terkini mengenai insiden ini, kunjungi situs resmi Cetus Protocol atau ikuti akun media sosial mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hacker Kripto Mendadak Sepi, Kerugian Anjlok 90% di Februari

    Aktivitas peretasan kripto tercatat turun drastis pada Februari 2026. Total kerugian akibat eksploitasi hanya mencapai US$35,7 juta, merosot lebih dari 90% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi bulan paling tenang bagi sektor keamanan kripto sejak Maret 2025.

    Dilaporkan BeInCrypto, data dari firma keamanan blockchain CertiK menunjukkan penurunan tajam secara bulanan maupun tahunan. Sebagai perbandingan, Februari tahun lalu diwarnai peretasan besar senilai US$1,5 miliar terhadap bursa Bybit yang mendistorsi statistik keamanan tahunan.

    Meski angka total menurun signifikan, serangan terarah tetap menguras jutaan dolar dari sejumlah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Serangan Oracle dan Private Key Jadi Sorotan

    Baca juga: Bitcoin US$21 Juta Kembali ke Pemerintah Korsel, Hacker Panik

    Insiden terbesar bulan ini terjadi pada 22 Februari di jaringan Stellar. Menurut Quill Audits, peretas mengeksploitasi pool YieldBlox Blend dan mencuri lebih dari US$10 juta melalui manipulasi oracle berbasis likuiditas tipis.

    Pelaku melakukan satu transaksi abnormal di pasar USTRY/USDC yang sangat tidak likuid, sehingga harga token melonjak hingga 100 kali lipat. Manipulasi ini menipu sistem valuasi protokol dan memungkinkan pelaku melakukan pinjaman besar dengan jaminan yang tidak memadai.

    Sehari sebelumnya, proyek blockchain Internet-of-Things IoTeX juga mengalami pelanggaran keamanan setelah private key dikompromikan. CertiK memperkirakan kerugian hampir US$9 juta, namun tim IoTeX menyebut angka yang terverifikasi mendekati US$2 juta.

    Peneliti keamanan mencatat bahwa pelaku menggunakan private key tersebut untuk mengakses token safe, menukar aset curian menjadi ETH, lalu memindahkannya ke Bitcoin melalui bridge lintas jaringan guna menyulitkan pelacakan.

    Insiden besar lainnya adalah eksploitasi senilai US$2,2 juta terhadap protokol privasi Foom.Cash. Dalam kasus ini, peretas memanfaatkan celah kriptografi untuk memalsukan bukti zkSNARK, sehingga dapat membuat kredensial digital palsu dan menarik token dalam jumlah besar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Penurunan hack kemungkinan besar karena volatilitas market yang bikin hacker ‘tiarap’. Jangan kendor pas market sepi, ‘drainer-as-a-service’ tetep ngincer wallet lo yang nggak dijaga ketat.

    Phishing Masih Mengintai

    Selain eksploitasi kontrak pintar, serangan phishing tetap menjadi ancaman utama dengan total kerugian US$8,5 juta sepanjang Februari.

    Fenomena “drainer-as-a-service” turut mendorong maraknya phishing. Platform seperti Angel Drainer dan Inferno Drainer menyediakan perangkat lengkap bagi pelaku, mulai dari situs tiruan, akun media sosial palsu, hingga skrip kontrak pintar otomatis.

    Model ini memungkinkan pelaku dengan keahlian teknis minim untuk menjalankan operasi penipuan skala besar. Operator layanan tersebut biasanya mengambil persentase dari dana yang berhasil dicuri.

    Meskipun Februari menjadi bulan paling tenang dalam hampir setahun, para analis keamanan menilai ancaman belum sepenuhnya mereda. Serangan kini cenderung lebih terarah dan canggih, menandakan bahwa risiko di ekosistem kripto tetap perlu diwaspadai.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NOBI Dana Kripto Hadir untuk Dukung Inklusi Keuangan RI


    Jakarta

    PT Dana Kripto Indonesia (NOBI Group) meluncurkan NOBI Dana Kripto. Produk ini hadir sebagai pionir dan satu-satunya manajemen aset kripto di Indonesia.

    Selama ini, banyak calon investor kesulitan masuk ke dunia kripto karena kesulitan mengelola wallet pribadi, memilih aset kripto sendiri, hingga mengamankan aset dari risiko peretasan. NOBI Dana Kripto hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut.

    Cukup dengan satu produk Dana Kripto Indeks, seluruh proses mulai dari strategi investasi hingga penyimpanan aset dijalankan secara profesional dan aman. Dengan model terkelola ini, investor tidak perlu repot memantau pergerakan harga setiap hari.


    Portofolio investor dikelola oleh manajer dana kripto berpengalaman menggunakan strategi berbasis data, sementara aset ditempatkan di kustodian kripto berstandar institusional dengan sistem air-gapped cold storage yang memastikan perlindungan maksimal. Lebih dari itu, investor bisa berinvestasi dengan tenang karena produk ini dirancang sesuai peraturan yang berlaku.

    Dengan bergabung dalam Sandbox OJK, NOBI Dana Kripto menegaskan komitmen untuk menjalankan operasional sesuai standar regulator, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi para investor.

    (akd/akd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Indodax Diduga Diretas, Perusahaan Buka-bukaan Nasib Dana Nasabah


    Jakarta

    Platform pertukaran mata uang kripto Indodax diduga mengalami peretasan. Akun X (dulu Twitter) Indodax menyampaikan pihaknya menemukan potensi gangguan keamanan pada platformnya.

    “Kami ingin menginformasikan bahwa team security kami menemukan potensi indikasi keamanan pada platform kami,” tulis Indodax, Rabu (11/9/2024).

    Saat ini perusahaan sedang melakukan pemeliharaan menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem beroperasi dengan normal. Selama proses tersebut, website dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses.


    “Saat ini, kami sedang melakukan pemeliharaan menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem beroperasi dengan baik. Selama proses pemeliharaan ini, platform web dan aplikasi INDODAX sementara tidak dapat diakses,” terang perusahaan.

    Meski begitu perusahaan memastikan saldo pengguna tetap aman 100%, baik yang berbentuk kripto maupun rupiah.” Namun jangan khawatir, dapat kami pastikan bahwa saldo Anda tetap 100% aman baik secara kripto maupun rupiah,” ujar Indodax.

    Perusahaan menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan kepercayaan yang telah nasabah berikan. Indodax menyebut proses pemeliharaan dilakukan kami demi menjaga keamanan dan kenyamanan transaksi pengguna.

    “Kami akan segera memberikan pembaruan informasi lanjutan setelah investigasi selesai dilakukan,” tutupnya.

    (ily/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bappebti Panggil Indodax Buntut Dugaan Kena Hack


    Jakarta

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Memanggil manajemen PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) buntut dugaan peretasan pada sistem transaksi Aset Kripto.

    Kepala Bappebti, Kasan menyampaikan, pihaknya mendapatkan laporan, salah satu Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK), yaitu PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) diduga mengalami peretasan pada sistem transaksi Aset Kripto.

    Kasan mengatakan pihaknya telah memanggil pihak Indodax atas dugaan platform tersebut diretas. Hasil pertemuan itu, Indodax disebut tengah melakukan proses investigasi.


    “Bappebti berkoordinasi dengan Indodax. Kami juga telah memanggil pihak Indodax untuk meminta klarifikasi terkait kasus tersebut. Saat ini, Indodax sedang dalam proses investigasi terhadap sistem yang diduga mengalami peretasan tersebut,” jelas Kasan, dalam keterangananya Kamis (12/9/2024).

    Kasan juga menjelaskan, Indodax kini tengah melakukan penutupan sistem secara menyeluruh untuk memastikan semua sistem beroperasi dengan baik.

    “Untuk itu, Bappebti mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Indodax, agar tetap tenang dan tidak panik,” imbuhnya.

    CEO Indodax, Oscar Darmawan membenarkan bahwa pihaknya diduga mengalami peretasan. Dia menerangkan sistem transaksi Indodax memang betul diduga mengalami peretasan.

    “Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada. Selama proses ini, platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses. Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah,” pungkas Oscar.

    Simak Video: Kominfo Gaet Bappebti Blokir Transaksi Judi Online Lewat Kripto

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bos Indodax Buka Suara soal Dugaan Kena Hack


    Jakarta

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Memanggil PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) terkait dugaan peretasan. Bappebti meminta masyarakat terutama pelanggan Indodax untuk tidak panik.

    Kepala Bappebti, Kasan mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan, salah satu Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK), yaitu PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) diduga mengalami peretasan pada sistem transaksi Aset Kripto.

    Kasan mengatakan pihaknya telah memanggil pihak Indodax atas dugaan platform tersebut diretas. Hasil pertemuan itu, Indodax disebut tengah melakukan proses investigasi.


    “Bappebti berkoordinasi dengan Indodax. Kami juga telah memanggil pihak Indodax untuk meminta klarifikasi terkait kasus tersebut. Saat ini, Indodax sedang dalam proses investigasi terhadap sistem yang diduga mengalami peretasan tersebut,” jelas Kasan, dalam keterangannya, Kamis (12/9/2024).

    Kasan juga menjelaskan, Indodax kini tengah melakukan penutupan sistem secara menyeluruh untuk memastikan semua sistem beroperasi dengan baik.

    “Untuk itu, Bappebti mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Indodax, agar tetap tenang dan tidak panik,” imbuhnya.

    CEO Indodax, Oscar Darmawan membenarkan bahwa pihaknya diduga mengalami peretasan. Dia menerangkan sistem transaksi Indodax memang betul diduga mengalami peretasan.

    “Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada. Selama proses ini, platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses. Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah,” pungkas Oscar.

    Simak Video: Duh! Akun YouTube DPR RI Diretas, Menayangkan Live Streaming Judi Slot

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ini Hasil Pertemuan Bappebti dengan Indodax Bahas Dugaan Peretasan


    Jakarta

    PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) telah dipanggil Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) buntut dugaan peretasan pada sistem transaksi Aset Kripto-nya. Hasilnya, Indodax mengatakan tengah melalukan investigasi untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.

    CEO Indodax, Oscar Darmawan membenarkan bahwa pihaknya diduga mengalami peretasan. Dia menerangkan sistem transaksi Indodax memang betul diduga mengalami peretasan.

    “Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada. Selama proses ini, platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses. Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah,” ungkap Oscar dalam keterangannya, Kamis (12/9/2024).


    Dalam keterangan yang sama Kepala Bappebti, Kasan juga mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan klarifikasi mengenai dugaan peretasan tersebut.

    “Bappebti berkoordinasi dengan Indodax. Kami juga telah memanggil pihak Indodax untuk meminta klarifikasi terkait kasus tersebut. Saat ini, Indodax sedang dalam proses investigasi terhadap sistem yang diduga mengalami peretasan tersebut,” jelas Kasan.

    Kasan juga menjelaskan, Indodax kini tengah melakukan penutupan sistem secara menyeluruh untuk memastikan semua sistem beroperasi dengan baik.

    “Untuk itu, Bappebti mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Indodax, agar tetap tenang dan tidak panik,” imbuhnya.

    Simak juga Video: Aftech Soroti soal Indodax yang Diduga Alami Kebocoran Data

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • 3 Pernyataan Indodax Respons Kabar Diretas

    Jakarta

    Platform pertukaran mata uang kripto, PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) diduga diretas. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah memanggil Indodax untuk dimintai keterangan.

    Berikut 3 Pernyataan Indodax:

    1. Lakukan Investigasi


    CEO Indodax, Oscar Darmawan membenarkan bahwa pihaknya diduga mengalami peretasan. Dia menerangkan sistem transaksi Indodax memang betul diduga mengalami peretasan.

    “Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada,” ungkap dia dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (13/9/2024).

    2. Saldo Pengguna Dipastikan Aman

    Oscar mengimbau agar masyarakat dan investor tidak perlu khawatir. Dia juga memastikan saldo pelanggan aman baik dalam bentuk kripto dan rupiah.

    “Selama proses ini, platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses. Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah,” ungkap Oscar.

    3. Sedang Lakukan Pemeliharaan

    Manajemen Indodax melalui akun Twitternya juga telah menyampaikan pihaknya menemukan potensi gangguan keamanan pada platformnya.

    Perusahaan sedang melakukan pemeliharaan menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem beroperasi dengan normal. Selama proses tersebut, website dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses.

    “Saat ini, kami sedang melakukan pemeliharaan menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem beroperasi dengan baik. Selama proses pemeliharaan ini, platform web dan aplikasi Indodax sementara tidak dapat diakses,” terang perusahaan.

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Terungkap! Dalang Peretasan Indodax dari Korea Utara


    Jakarta

    Platform pertukaran mata uang kripto, INDODAX menyampaikan kabar terkini soal insiden peretasan yang terjadi tanggal 11 September 2024. Perusahaan menduga hal itu dilakukan hacker dari Korea Utara.

    Namun, CEO INDODAX, Oscar Darmawan menyebut pemulihan berhasil dilakukan sekitar 80 jam. Menurutnya insiden keamanan serupa bisa terjadi di exchange manapun di seluruh dunia.

    “Kami telah menerapkan berbagai langkah mitigasi yang komprehensif untuk memastikan bahwa platform kami tidak hanya kembali seperti semula, tetapi juga lebih aman dari sebelumnya. Insiden ini justru memastikan keamaan INDODAX semakin diperkuat,” jelas Oscar dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9/2024).

    Menurutnya, setelah INDODAX selesai melakukan pemulihan tidak ada tanda kepanikan di kalangan pengguna. INDODAX tetap stabil, baik dari segi operasional maupun likuiditas, menunjukkan kepercayaan yang kuat dari para pengguna.


    Fakta bahwa volume perdagangan tetap konsisten dan bahkan meningkat menunjukkan bahwa tidak ada penarikan dana besar-besaran. Ia menyebut kondisi stabil ini mencerminkan kepercayaan para member atas ketahanan platform INDODAX dalam menghadapi tantangan.

    Selain itu, pasca insiden untuk memastikan perlindungan kepada masyarakat, hingga saat ini INDODAX sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Bappebti, OJK, BSSN serta Cyber Mabes Bareskrim untuk memastikan pihak regulator terus mendapatkan update tentang insiden ini.

    INDODAX juga menghimbau seluruh pengguna untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga keamanan akun, termasuk dengan mengaktifkan fitur keamanan tambahan. Misalnya verifikasi dua langkah (2FA), menjaga kerahasiaan informasi pribadi, dan mengganti kata sandi secara berkala.

    “Kami menyadari betapa pentingnya transparansi dalam membangun kepercayaan. Dengan cadangan aset kripto kami yang melebihi 100% dari total saldo pengguna, kami ingin memastikan bahwa semua pengguna dapat memiliki keyakinan penuh bahwa dana mereka aman. Kami tidak hanya menjaga keamanan aset tetapi juga berkomitmen pada keterbukaan informasi yang lengkap,” tambah dia.

    INDODAX telah mempublikasikan Proof of Reserve yang jumlahnya melebihi 100% dari total saldo pengguna. Saat ini, cadangan aset INDODAX meliputi 4.806,34 Bitcoin senilai Rp 4,288 triliun, 36.915,47 Ethereum senilai Rp 1,334 triliun, serta aset kripto lainnya senilai Rp 5,907 triliun, dengan total mencapai Rp 11,529 triliun.

    Volume perdagangan INDODAX menunjukkan angka positif sejak proses maintenance selesai (14-17 September 2024) dan mencapai Rp 547 Miliar.

    (ily/das)



    Sumber : finance.detik.com