Tag: performa atlet

  • Makan Apa Sebelum dan Sesudah Lari? Ini Panduan Nutrisi biar Performa Maksimal

    Jakarta

    Makanan dibutuhkan untuk menyuplai energi dan menjaga daya tahan tubuh tetap optimal sebelum mulai berlari. Sebagai pelari, detikers perlu memilah makanan dengan kandungan nutrisi tertentu, agar lari dapat dilakukan dengan efektif dan tidak menimbulkan cepat lelah.

    Mengutip dari Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, performa atlet dipengaruhi oleh beberapa hal penting, mulai dari fondasi yang kuat dalam kondisi fisik, pengalaman, program latihan, hingga nutrisi.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum panduan nutrisi sebelum dan sesudah lari, agar energi tetap stabil dan otot dapat pulih lebih cepat. Yuk, simak sampai selesai!


    Makanan Sebelum Lari

    Melansir dari situs resmi Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, berikut nutrisi yang diperlukan sebelum berlari:

    2-3 Jam Sebelum Berlari:

    • Karbohidrat Kompleks: karbohidrat kompleks atau pati dibutuhkan sebagai penghasil energi utama dan menjaga daya tahan selama berlari. Detikers dapat memilih makanan seperti nasi merah, pisang, oatmeal, dan roti gandum.
    • Lemak Sehat: Lemak sehat dibutuhkan sebagai cadangan energi dan membantu penyerapan nutrisi. Beberapa makanan yang kaya akan lemak sehat yaitu buah alpukat, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
    • Protein: Protein dapat membantu pemulihan otot dengan cepat dan juga sebagai sumber energi. Protein yang baik yaitu protein tanpa lemak yang biasa terkandung pada telur rebus, dada ayam, dan ikan salmon.

    30 Menit – 1 Jam Sebelum Lari:

    • Camilan/Snack Ringan: Detikers dapat memilih camilan yang mudah dicerna untuk memberikan energi sebelum mulai lari, contohnya yoghurt, kacang, dan pisang.
    • Air Putih: Minum air putih membantu detikers tetap terhidrasi dengan baik selama beberapa jam sebelum mulai lari.

    Makanan Setelah Lari

    30 Menit-1 Jam Setelah Lari:

    • Karbohidrat dan Protein: Seusai berlari, tubuh masih dalam tahap pemulihan dan proses penyerapan nutrisi masih berlangsung. Untuk itu, detikers dapat mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dan protein agar otot dapat pulih dengan cepat.
    • Minuman Elektrolit: Setelah berlari, tubuh dalam keadaan berkeringat. Detikers dapat menggantikan cairan dan mineral yang keluar dengan meminum minuman elektrolit yang kaya natrium, magnesium, hingga kalium.
    • Camilan Protein: Camilan ringan yang kaya protein dapat memulihkan otot dengan baik, beberapa di antaranya seperti yoghurt dan smoothies.
    • Pisang: Selain kaya akan potasium, pisang juga memiliki kandungan karbohidrat dan elektrolit yang membantu pemulihan otot.

    1-2 Jam Setelah Lari:

    • Makanan Berserat: Detikers dapat mengonsumsi makanan dengan serat tinggi untuk menggantikan nutrisi yang telah diserap selama berlari. Beberapa makanan tinggi serat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.
    • Air Putih: Banyak minum air putih setelah berolahraga membantu tubuh tetap terhidrasi.

    Demikianlah panduan nutrisi yang bisa detikers terapkan dalam menentukan makanan sebelum dan sesudah lari. Jangan lupa diterapkan dengan baik, ya!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Rahasia Fokus dan Percaya Diri Atlet Dunia


    Jakarta

    Mental juara menjadi salah satu aspek yang mendorong keberhasilan atlet di lapangan. Tidak hanya latihan fisik, keterampilan, dan taktik, namun mental yang positif juga harus dilatih untuk mendapatkan prestasi yang maksimal.

    Mengutip dari Jurnal Pendidikan Islam, persiapan mental yang tepat berfungsi sebagai pengendali, pengontrol, dan perintah untuk melakukan aktivitas motorik. Tingkat kinerja yang tinggi dapat diantisipasi dengan mental atlet yang positif.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum ulasan bagaimana cara membangun mental juara yang menjadi rahasia fokus dan percaya diri atlet dunia. Yuk, simak rangkumannya di bawah ini.


    1. Latihan Kekuatan Mental dan Konsistensi dengan Meditasi

    Para atlet dunia melakukan banyak strategi psikologis untuk membangun mental yang kuat demi mempertahankan performa yang baik di lapangan. Salah satu cara yang bisa digunakan yaitu melalui pelatihan kognitif. Latihan ini dilakukan dengan menghadapi tantangan melalui pikiran konstruktif. Pelatihan kognitif membantu atlet lebih tenang saat bertanding dan menghindari kesalahan akibat tekanan.

    Selain itu, meditasi juga diperlukan untuk menjaga ketenangan pikiran, baik sebelum maupun setelah bertanding. Dengan meditasi, para atlet dapat mengontrol emosi dengan baik sehingga dapat meningkatkan performa dalam pertandingan.

    2. Melatih Fokus dengan Visualisasi Mental

    Visualisasi mental menjadi salah satu teknik yang digunakan untuk melatih kepercayaan diri dan membangun motivasi. Para atlet percaya dengan membayangkan diri mereka berhasil memenangkan sebuah pertandingan, mencetak poin, atau melakukan permainan dengan sempurna. Pola pikir ini membantu para atlet dapat fokus dan tidak mudah goyah dengan tekanan atau kondisi yang buruk.

    3. Mengelola Stres dan Tekanan

    Tak jarang para atlet mendapat tekanan dari berbagai sisi, baik itu pelatih hingga para pendukung. Untuk itu, dibutuhkan keterampilan untuk mengelola stres dan tekanan agar kondisi tetap prima dan performa lebih baik.

    Dalam mengelola stres, hal yang perlu dilakukan yaitu melakukan refleksi seperti teknik pernapasan dalam atau mengambil sesi konseling dengan psikolog.

    4. Mental Juara di Luar Pertandingan

    Tak hanya di dalam pertandingan, mental juara para atlet juga harus tetap ditumbuhkan di luar arena. Seorang atlet perlu melatih kedisiplinan, keuletan, hingga kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari.

    Mental juara para atlet ini juga bisa kita terapkan, dapat dilihat dari kerendahan hati saat menghadapi kemenangan, hingga bagaimana cara atlet menerapkan target yang strategis dan terperinci.

    Mental juara merupakan fondasi yang kuat dalam mempertahankan prestasi atlet. Melatih fisik harus diimbangi dengan melatih mental yang positif, baik itu melalui visualisasi mental, strategi psikologis, hingga manajemen stres. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com